Anda di halaman 1dari 7

A.

Pengertian Nikel

Nikel ditemukan oleh A. F. Cronstedt pada tahun 1751. Nikel adalah unsur kimia
metalik dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ni dan nomor atom 28. Nikel
mempunyai sifat tahan karat. Dalam keadaan murni, nikel bersifat lembek, tetapi
jika dipadukan dengan besi, krom, dan logam lainnya, dapat membentuk baja
tahan karat yang keras. Perpaduan nikel, krom dan besi menghasilkan baja tahan
karat (stainless steel) yang banyak diaplikasikan pada peralatan dapur (sendok,
dan peralatan memasak), ornamen-ornamen rumah dan gedung, serta
komponen industri.

B.

Karakteristik, Sifat Fisik, dan Sifat Kimia Nikel

Karakteristik

No.

Karakteristik Keterangan Umum

1.

Nama Nikel

2.

Lambang

3.

Nomor Atom 28

4.

Deret Kimia Logam Transisi

5.

Golongan

VIII B

6.

Periode

7.

Blok

8.

Penampilan Kemilau, Metalik

9.

Massa 58.6934(2) g/mol

10.

Konfigurasi Elektron

11.

Jumlah Elektron Tiap Kulit 2, 8, 16, 2

Ni

[Ar] 3d8 4s2

Sifat Fisik
Fase

Padat

Massa Jenis (sekitar suhu kamar)

8,908 g/cm

Massa Jenis cair pada titik lebur 7,81 g/cm


Titik Lebur

1728 K

(1455 C, 2651 F)

Titik Didih

3186 K

(2913 C, 5275 F)
Kalor Peleburan

17,48 kJ/mol

Kalor Penguapan

377,5 kJ/mol

Kapasitas Kalor

(25 C) 26,07 J/(molK)

logam putih keperak-perakan yang berkilat, keras

dapat ditempa dan ditarik

feromagnetik

c. Sifat Kimia

Pada suhu kamar nikel bereaksi lambat dengan udara

Jika dibakar, reaksi berlangsung cepat membentuk oksida NiO

Bereaksi dengan Cl2 membentuk Klorida (NiCl2)

Bereaksi dengan steam H2O membentuk Oksida NiO

Bereaksi dengan HCl encer dan asam sulfat encer, yang reaksinya berlangsung
lambat

Bereaksi dengan asam nitrat dan aquaregia, Ni segera larut

Ni + HNO3 Ni(NO3)2 + NO + H2O

Tidak beraksi dengan basa alkali

Bereaksi dengan H2S menghasilkan endapan hitam

C.

Persenyawaan Nikel

Sebagian besar senyawa kompleks nikel mengadopsi struktur geometri


oktahedron, hanya sedikit mengadopsi geometri tertrahedron dan bujursangkar.
Ion heksaakuanikel (II) berwarna hijau; penambahan amonia menghasilkan ion
biru heksaaminanikel (II) menurut persamaan reaksi :

[Ni(H2O)6]2+ (aq) + 6NH3 (aq) [Ni(NH3)6]2+ (aq) + 6H2O (l)

Hijau

Biru

Penambahan larutan ion hidroksida ke dalam larutan garam nikel (II)


menghasilkan endapan gelatin hijau nikel (II) hidroksida menurut persamaan
reaksi;

[Ni(H2O)6]2+ (aq) + 2OH [Ni(OH)2] (s) + 6H2O (l)

Seperti halnya kobalt (II), kompleks yang lazim mengadopsi geometri


tertrahedron yaitu halida, misalnya ion tertrakloronikelat (II) yang berwarna biru.
Senyawa kompleks ini terbentuk dari penambahan HCl pekat ke dalam larutan
garam nikel (II) dalam air menurut persamaan reaksi ;

[Ni(H2O)6]2+ (aq) + 4Cl (aq) [NiCl4]2- (aq) + 6H2O (l)

Hijau

Biru

Senyawa kompleks nikel (II) bujursangkar yang umum dikenal yaitu ion
tetrasianonikelat (II). [NiCl4]2-, yang berwarna kuning, dan bis
(dimetilglioksimato) nikel (II), [Ni(C4N2O2H7)2] yang berwarna merah pink.
Warna yang karakteristik pada kompleks yang di kedua ini merupakan reaksi
penguji terhadap ion nikel (II) ; senyawa kompleks ini dapat diperoleh dari
penambahan larutan dimetilglikosim (C4N2O2H8 = DMGH) ke dalam larutan

nikel (II) yang dibuat tepat basa dengan penambahan amonia menurut
persamaan reaksi ;

[Ni(H2O)6]2+ (aq) + 2DMGH (aq) + 2OH

[Ni(DMG)2] (s) + 8H2O (l)

Sumber dan Pembentukan Bijih Nikel


Bijih nikel yang utama:
Millerit, NiS

Smaltit (Fe,Co,Ni)As

Nikolit (Ni)As

Pentlandite (Ni, Cu, Fe)S

Garnierite (Ni, Mg)SiO3.xH2O

Nikel berwujud secara gabungan dengan belerang dalam millerite, dengan


arsenik dalam galian niccolite, dan dengan arsenik dan belerang dalam (nickel
glance). Nikel juga terbentuk bersama-sama dengan kromit dan platina dalam
batuan ultrabasa seperti peridotit, baik termetamorfkan ataupun tidak. Terdapat
dua jenis endapan nikel yang bersifat komersil, yaitu: sebagai hasil konsentrasi
residu silica dan pada proses pelapukan batuan beku ultrabasa serta sebagai
endapan nikeltembaga sulfida, yang biasanya berasosiasi dengan pirit, pirotit,
dan kalkopirit.

Pada pelapukan kimia khususnya, air tanah yang kaya akan CO2 berasal dari
udara dan pembusukan tumbuh-tumbuhan menguraikan mineral-mineral yang
tidak stabil (olivin dan piroksin) pada batuan ultra basa, menghasilkan Mg, Fe, Ni
yang larut. Si cenderung membentuk koloid dari partikel-partikel silika yang
sangat halus. Di dalam larutan, Fe teroksidasi dan mengendap sebagai ferrihydroksida, akhirnya membentuk mineral-mineral seperti geothit, limonit, dan

haematit dekat permukaan. Bersama mineral-mineral ini selalu ikut serta unsure
cobalt dalam jumlah kecil. Larutan yang mengandung Mg, Ni, dan Si terus
menerus kebawah selama larutannya bersifat asam, hingga pada suatu kondisi
dimana suasana cukup netral akibat adanya kontak dengan tanah dan batuan,
maka ada kecenderungan untuk membentuk endapan hydrosilikat. Nikel yang
terkandung dalam rantai silikat atau hydrosilikat dengan komposisi yang
mungkin bervariasi tersebut akan mengendap pada celahcelah atau rekahanrekahan yang dikenal dengan urat-urat garnierit (Ni, Mg)SiO3.xH2O.

b. Proses Penambangan dan Pengolahan Nikel.

1) Proses Penambangan Nikel

Operasi penambangan nikel sebagai tambang terbuka dengan tahapan sebagai


berikut:

Pengeboran, pada jarak spasi 25 50 meter untuk mengambil sample batuan


dan tanah untuk mendapatkan gambaran kandungan nikel yang terdapat di
wilayah tersebut.

Pembersihan dan pengupasan, lapisan tanah penutup setebal 10 20 meter yang


kemudian dibuang di tempat tertentu ataupun dipakai langsung untuk menutupi
suatu wilayah purna tambang.

Penggalian, lapisan bijih nikel yang berkadar tinggi setebal 5-10 meter dan
dibawa ke stasiun penyaringan.

Pemisahan, bijih di stasiun penyaringan berdasarkan ukurannya. Produk akhir


hasil penyaringan bijih tipe Timur adalah -6 inci, sedangkan produk akhir bijih
tipe Barat adalah 4/-2 inci.

Penyimpanan, bijih yang telah disaring di suatu tempat tertentu untuk


pengurangan kadar air secara alami, sebelum dikonsumsi untuk proses
pengeringan dan penyaringan ulang di pabrik.

Penghijauan, lahan-lahan purna tambang. Dengan metode open cast mining


yang dilakukan sekarang, dimana material dari daerah bukaan baru, dibawa dan
dibuang ke daerah purna tambang, untuk selanjutnya dilakukan landscaping,
pelapisan dengan lapisan tanah pucuk, pekerjaan terasering dan pengelolaan
drainase sebelum proses penghijauan/penanaman ulang dilakukan.

Pengolahan Nikel

Proses pengolahan dilakukan untuk menghasilkan nikel matte yaitu produk


dengan kadar nikel di atas 75 persen. Tahap-tahap utama dalam proses
pengolahan adalah sebagai berikut:

Pengeringan di Tanur Pengering, bertujuan untuk menurunkan kadar air bijih


laterit yang dipasok dari bagian Tambang dan memisahkan bijih yang berukuran
+25 mm dan 25 mm.
Kalsinasi dan Reduksi di Tanur Pereduksi, untuk menghilangkan kandungan air di
dalam bijih, mereduksi sebagian nikel oksida menjadi nikel logam, dan sulfidasi.
Peleburan di Tanur Listrik, untuk melebur kalsin hasil kalsinasi/reduksi sehingga
terbentuk fasa lelehan matte dan terak.
Pengkayaan di Tanur Pemurni, untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte dari
sekitar 27 persen menjadi di atas 75 persen.
Granulasi dan Pengemasan, untuk mengubah bentuk matte dari logam cair
menjadi butiran-butiran yang siap diekspor setelah dikeringkan dan dikemas.

Penggunaan Nikel
Karena sifatnya yang fleksibel dan mempunyai karakteristik-karakteristik yang
unik seperti tidak berubah sifatnya bila terkena udara, ketahanannya terhadap
oksidasi dan kemampuannya untuk mempertahankan sifat-sifat aslinya di bawah
suhu yang ekstrim, nikel lazim digunakan dalam berbagai aplikasi komersial dan
industri. Nikel terutama sangat berharga untuk fungsinya dalam pembentukan
logam campuran (alloy dan superalloy), terutama baja tidak berkarat (stainless
steel). Sekitar 70% dari produksi nikel digunakan untuk produksi stainless steel,
sementara sisanya digunakan untuk berbagai penggunaan industri seperti
baterai, baja campuran rendah, campuran berbasis logam nikel, campuran
berbasis tembaga, electroplating elektronika, aplikasi industri pesawat terbang,
dan berbagai macam produk lain seperti katalis dan turbin pembangkit listrik
bertenaga gas.

Beberapa pengunaan nikel diantaranya yaitu :

Nikrom : 60% Ni, 25% Fe, dan 15% Cr : pembuatan alat-alat laboratorium (tahan
asam), kawat pada alat pemanas.
Alnico (Al, Ni, Fe dan Co) : sebagai bahan pembuat magnet yang kuat.
Elektroplating (pelapisan besi, tembaga : [Ni(NH3)6]Cl2, [Ni(NH3)6]SO4).
Serbuk nikel sebagai katalis seperti pada adisi H2 dalam proses pembuatan
mentega, juga pada cracking menyak bumi.
Bata alloy :3-5 % Ni + logam lain (keras, elastis).
Platinit : baja dengan kandungan 46% Ni yang mempunyai muai yang sama
dengan gelas dan invar : baja dengan kadar nikel 35% dengan sedikit Mn dan C.
Digunakan sebagai kawat listrik yang ditanam dalam kaca seperti pada bohlam
lampu pijar.
Monel : 60% Ni dan 40% Cu : bahan pembuatan uang logam, instrumen tranmisi

listrik, dan baling-baling kapal laut.

F.

Manfaat Nikel

Nikel digunakan antara lain dalam produk-produk industri dan konsumen,


temasuk stainless steel, magnet, mata uang, baterai isi ulang, string gitar listrik
dan alloy khusus.
Nikel digunakan secara besar-besaran untuk pembuatan baja tahan Karat dan
alloy lain yang bersifat tahan korosi, seperti Invar,Monel,dan Hastelloys.Alloy
tembaga-nikel berbentuk tabung banyak digunakan untuk pembuatan instalasi
proses penghilangan garam untuk mengubah air laut menjadi air segar.
Nikel digunakan pula dalam industri keramik.
Nikel yang sangat halus, digunakan sebagai katalis untuk menghidrogenasi
minyak sayur (menjadikannya padat).
Pembuatan magnet elnico.
Baterai Penyimpanan Edison.
Koin 5 sen Amerika mengandung 75% Cu dan 25% Ni, di kanada Nikel digunakan
antara 1922-1981 dengan kandungan 99,99% dan magnetic lain, di Negara lain
ada juga yang menggunakan nikel untuk mata uang koin.