Anda di halaman 1dari 20

PENDAHULUAN

Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak
konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan
dewasa. Anak bukan dewasa kecil. Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan dan
perkembangan yang sesuai dengan usianya.
Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Karena
pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan
perkembangan anak selanjutnya. Pada masa ini perkembangan kemampuan
berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, kesadaran emosional dan inteligensia
berjalan sangat cepat. Perkembangan psiko-sosial sangat dipengaruhi lingkungan dan
interaksi antara anak dengan orang tuanya. Perkembangan anak akan optimal bila
interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap
perkembangan.
Pada usia Toddler dan prasekolah anak mengalami lompatan kemajuan yang
menakjubkan.

Tidak

hanya

kemajuan

fisik

tetapi

juga

secara

sosial

dan

emosional. Pada anak usia toddler, seorang anak dapat sangat senang, sibuk, bahkan
gusar.

Psikososialnya

berkembang

pesat,

sedangkan

pertumbuhan

fisiknya

melambat. Anak usia pra sekolah merupakan periode ajaib mendapatkan pengalaman
dari aktivitas dan rasa ingin tahu, sehingga membutuhkan perhatian orang tua yang
besar.

ANAMNESIS TUMBUH KEMBANG ANAK


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam anamnesis tumbuh kembang anak
diantaranya adalah
(1) Anamnesis faktor pranatal dan perinatal, merupakan faktor penting untuk
mengetahui perkembangan anak. Anamnesis harus menyangkut faktor resiko
untuk terjadinya gangguan perkembangan fisik dan mental anak, termasuk faktor
resiko untuk buta, tuli, palsi serebralis,dll. Anamnesis juga menyangkut penyakit
keturunan dan apakah ada perkawinan antar keluarga.
(2) Kelahiran prematur, harus dapat membedakan antara bayi prematur (SMK =
sesuai masa kehamilan) dan bayi dismatur (KMK = kecil masa pertumbuhan)
dimana telah terjadi retardasi pertumbuhan intrauterin. Pada bayi prematur, karena
dia lahir lebih cepat dari kelahiran normal, maka harus diperhitungkan periode
pertumbuhan intrauterin yang tidak sempat dilalui bayi tersebut. Contoh, bayi lahir
3 bulan prematur (umur kehamilan 6 bulan), kalau bayi ini dilakukan pemeriksaan
6 bulan setelah lahir, maka dia tidak bisa dibandingkan dengan bayi usia 6 bulan,
tetapi harus dengan bayi usia 3 bulan (setelah koreksi 3 bulan masa pertumbuhan
intrauterin yang tidak sempat dilaluinya).
(3) Anamnesis harus menyangkut faktor lingkungan yang mempengaruhi
perkembangan anak, misalnya untuk meneliti perkembangan motorik pada anak,
harus

ditanyakan

berat

badannya,

karena

erat

hubungannya

dengan

perkembangan motorik anak tersebut. Untuk menanyakan kemampuan menolong


diri sendiri, misalnya makan, berpakaian, buang air, dll harus pula ditanyakan
apakah ibunya memberikan kesempatan pada anak untuk belajar hal tersebut.
(4) Anamnesis kecepatan pertumbuhan anak, hal ini merupakan informasi yang
sangat penting yang harus ditanyakan pada ibunya saat pertama kali datang.
Anamnsesis yang meneliti tentang milestone perkembangan anak, dapat
mengetahui tingkat perkembangan anak tersebut. Tidak selalu perkembangan
anak mulus seperti pada teori, ada kalanya perkembangan anak normal sampai
umur tertentu, kemudian mengalami keterlambatan. Ada juga yang mulainya
terlambat, atau karena sakit, perkembangan terhenti yang kemudian normal

kembali. Dapat juga perkembangan yang langsung pesat, misalnya pada


perkembangan bicara.
(5) Penyakit-penyakit

yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang dan

malnutrisi.
(6) Pola perkembangan anak dalam keluarga, anamnesis tentang perkembangan
anggota keluarga lainya, karena ada kalanya perkembangan motorik dalam
keluarga tersebut dapat lebih cepat atau terlambat, demikian pula dengan
perkembangan bicara atau kemempuan mengontrol buang air besar atau kecilnya.

PARAMETER PENILAIAN PERTUMBUHAN FISIK


1. Antropometrik
Untuk

menilai

pertumbuhan

fisik

anak,

sering

digunakan

ukuran-ukuran

antropometrik yang dibedakan menjadi 2 kelompok yang meliputi


a.) tergantung umur, BB terhadap umur, tinggi/panjang badan terhadap umur,
lingkaran kepala terhadap umur dan lingkaran lengan atas terhadap umur.
Kesulitan menggunakan cara ini adalah menetapkan umur anak yang tepat,
karena tidak semua anak mempuyai catatan mengenai tanggal lahirnya.
b.) tidak tergantung umur, BB terhadap TB, lingkar lengan atas terhadap tinggi
badan (QUAC Stick), lain-lain : LLA, dibandingkan dengan standart, lipatan kulit
pada trisep, subskapular, abdominal dibandingkan dengan baku.
c.) disamping itu ada ukuran antropometrik lainnya, yang dipakai untuk keperluan
khusus, misalnya pada kasus-kasus dengan kelaianan bawaan atau untuk
menentukan jenis perawakan, yaitu lingkaran dada, lingkaran perut dan
lingkaran leher dan panjang jaraj antara 2 titik tumbuh, speerti biakromial untuk
lebar bahu, bitrokenterik untuk lebar pinggul, bitemporal untuk lebar kepala,dll.
i.) Berat badan, merupakan ukuran antropometrik yang terpenting, dipakai
pada setiap kesempatan memeriksa kesehatan anak pada semua
kelompok umur. Berat badan merupakan hasil peningkatan/penurunan
semua jaringan yang ada pada tubuh, antara lain tulang, otot, lemak, cairan
tubuh dan lain-lainya. Berat badan dipakai sebagai indikator yang terbaik

pada saat ini untuk mrngrtahui keadaan gizi dan tumbuh kembang anak,
sensitif terhadap perubahan sedikit saja, pengukuran objektif dan dapat
diulangi, dapat digunakan timbangan apa saja yang relatif murah, mudah
dan tidak memerlukan banyak waktu. Kerugiannya, indikator berat badan ini
tidak sensitif terhadap proporsi tubuh, misalnya pendek gemuk atau tinggi
kurus. Indikator berat badan dimanfaatkan dalam klinik untuk, bahan
informasi untu menilai keadaan gizi yang akut maupun yang kronis tumbuh
kembang dan kesehatan, memonitor keadaan kesehatan, misalnya pada
pengobatan penyakit dan dasar perhitungan dosis obat dan makanan yang
perlu diberikan.
ii.) Tinggi badan, merupakan ukuran antropometrik kedua yang terpenting.
Keistimewaannya

adalah

bahwa

ukuran

tinggi

badan

pada

masa

pertumbuhan meningkat terus-menerus sampai tinggi maksimal dicapai.


Walaupun kenaikan tinggi badan meningkat pesat pada masa bayi,
kemudian melambat, dan menjadi pesat kembali (pacu tubuh adolesen),
selanjutnya melambat lagi dan akhirnya berhenti pada umur 18-20 tahun.
Tulang-tulang anggota gerak berhenti bertambah panjang, tetapi ruas-ruas
tulang belakang berlanjut tumbuh sampai umur 30 tahun, Dengan pengisian
tulang pada ujung atas dan bawah korpus-korpus ruas-ruas tulang
belakang, sehingga tinggi badan sedikit bertambah yaitu sekitar 3-5 mm.
Anatara umur 30-45 tahun tinggi badan tetap statis, kemudian menyusut.
Keuntungan indikator TB ini adalah pengukurannya objektif dan dapat
diulang, alat dapat dibuat sendiri, murah dan mudah dibawa, merupakan
indikator yang baik untuk gangguan pertumbuhan fisik yang sudah lewat,
sebagai perbandingan terhadap perubahan-perubahan relatif, seperti nilai
BB dan LLA. Kerugiannya adalah perubahan tinggi badan relatif pelan,
sukar mengukur tinggi badan yang tepat dan kadang-kadang diperlukan
lebih dari seorang tenaga. Disamping itu dibutuhkan 2 macam teknik
pengukuran, apda anak umur kurang dari 2 tahun dengan posisi tidur
terlentang dan pada anak umur lebih dari 2 tahun dengan posisi berdiri.
Panjang supinasi pada umumnya 1 cm lebih panjang, daripada tinggi berdiri
pada anak yang sama meski diukur dengan teknik pengukuran yang terbaik
dan secara cermat. Peningkatan nilai rata-rata TB orang dewasa suatu
bangsa merupakan indikator peningkatan kesejahteraan (perbaikan gizi,
perawatan kesehatan dan keadaan sosial ekonomi), jika potensi genetik

belum tercapai secara optimal. Demikian pula perkawinan sebagai akibat


meluasnya migrasi ke bagian-nagian lain disuatu negri maupun dunia,
kemungkinan besar mempunyai andil pada perubahan sekular TB.
iii.) Lingkar kepala, mencerminkan volume intrakranial. Dipakai untuk menaksir
pertumbuhan otak. Apabila otak tidak tumbuh normal maka kepala akan
kecil. Sehingga pada lingkar kepala yang lebih kecil dari ormal (mikrosefali),
maka menunjukan adanya retardasi mental. Sebaliknya kalau ada
penyumbatan pada aliran cairan serebrospinalis ada hidrosefalus akan
meningkatkan volume kepala, sehingga LK lebih besar dari normal. Sampai
saat ini yang dipakai sebagai acuan untuk LK ini adalah kurve LK dari
nellhaus dimana tidak terdapat erbedaan yang bermakna terhadap suku
bangsa, ras maupun geografi. Pertumbuhan LK yang paling pesat adalah
pada 6 bulan pertama kehidupan, yaitu 34 cm pada wkatu lahir menjadi 44
cm pada umur 6 bulan. Sedangkan pada umur 1 ttahun 47 cm, 2 tahun 49
cm dan dewasa 54 cm. Oleh karena itu manfaat pengukuran LK yang
terbatas pada 6 bulan pertama sampai umur 2 tahun karena pertumbuhan
otak yang pesat, kecuali diperlukan seperti pada kasus hidrosefalus.
Lingkaran kepala yang kecil pada umumnya sebagai variasi normal, bayi
kecil, keturunan, retardasi mental, kraniostenosis. Sedangkan LK yang
besar pada umunya disebabkan oleh, variasi normal, bayi besar,
hidranensefali, tumor serebri, keturunan, efusi subdural, hidrosefalus,
penyakit Canavan dan megalensefali. Dan untuk menilai kepala yang besar
atau kecil tersebut masih dalam batas normal atau tidak, harus diperhatikan
gejala-gejala klinik yang menyertai.
iv.) Lingkar lengan atas (LLA), mecerminkan tumbuh kembang jaringan lemak
dan otot yang tidak terpengaruh oleh keadaan cairan tubuh dibandingkan
dengan berat badan. LLA dapat dipakai untuk menilai keadaan gizi atau
tumbuh kembang pada kelompok umur prasekolah. Laju tumbuh lambat,
dari 11 cm pada saat lahir menjadi 16 cm pada umur satu tahun.
Selanjutnya tidak banyak berubah selama 1-3 tahun. Keuntungan
penggunaan LLA ini adalah dapat digunakan oleh tenaga tidak terdidik.
Sedangkan kerugiannya adalah LLA hanya untuk identifikasi anak dengan
gangguan gizi/pertumbuhan yang berat, sukar menentukan pertengahan
LLA tana menekan jaringan, dan hanya untuk anak umur 1-3 tahun,

walaupun ada yang mengatakan dapat untuk anak mulai umur 6 bulan
sampai dengan 5-6 tahun.
v.) Lipatan kulit, tebalnya lipatan kulit pada daerah triseps dan subskapular
merupakan refleksi tumbuh kembang jaringan lemak dibawah kulit, yang
mencerminka kecukupan energi. Dalam keadaan defisiensi, lipatan kulit
menipis dan sebaliknya jika masukan energi berlebihan. Tebal lipatan kulit
dimanfaatkan untuk menilai terdapatnya keadaan gizi lebih, khususnya
pada kasus obesitas.
vi.) Gejala atau tanda pemeriksaan fisik, keseluruhan fisik (dilihat bentuk tubuh,
perbandingan bagian kepala, tubuh dan anggota. Juga diperhatikan apa
ada edema atau tidak, jaringan otot (pertumbuhan otot diperiksa pada
lengan atas, pantat, dan paha dengan cubitan tebal), jaringan lemak
(diperksa pada kulit di bawah triseps dan subskapular dengan cubitan tipis),
rambut (diperiksa pertubuhannya, warna, diameter, sufat dan akar rambut),
dan geligi-geligi (saat erupsi gigi susu, saat tanggal dan erupsi gigi
permanen).

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TUMBUH KEMBANG


Faktor yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang antara lain,
1.) Pengaruh genetik, bersifat heredo-konstitusional yang berarti bahwa bentuk untuk
konstitusi seseorang ditentukan oleh faktor keturunan. Walaupun kontitusi
seseorang ditentukan oleh bakat, namun faktor lingkungan akan memberi
pengaruh dan sudah mulai berperan sejak konsepsi, dalam perkembangan
embrional intra uterin dan seterusnya. Perbedaan ras juga mempengaruhi tumbuh
kembang, misalnya anak negro yang berada di Afrika dan AS pada umur 3 tahun
pertama kecepatan tumbuh kembangnya melampaui anak kulit putih, tetapi
setelah umur lebih dari 3 tahun tumbuh kembangnya dilampaui anak kulit putih.
2.) Pengaruh saraf, otak merupakan pusat pertumbuhan yang diperkirakan terletak di
hipothalamus yang berfungsi sebagai pengatur dan pengendali pertumbuhan yang
sesuai dengan kurva pertumbuhan berdasar faktor genetik. Pusat pertumbuhan di
hipotalamus itu berhubungan dengan lobus anterior kelenjar pituitri yang dapat

mengeluarkan hormon untuk ikut berperan melakukan pengawasan terhadap


tumbuh kembang.
3.) Pengaruh hormon, sudah dimulai intrauterin sejak janin berumur 4 bulan, yaitu saat
percepatan pertumbuhan panjang janin mencapai maksimum dan saat ini kelenjar
pituitri dan tiroid mulai bekerja. Lobus anterior kelenjar pituitri antara lain
mengeluarkan hormone pertumbuhan somatropin.
4.) Pengaruh gizi, pada malnutrisi protein kalori yang berat terjadi keterlambatan
pertumbuhan tulang dan maturasi, kelambatan penyatuan epifise sekitar 1 tahun
dibandingkan dengan anak gizi cukup dan proses pubertas juga terlambat. Pada
marasmus terjadi pengurusan otot dan jaringan lemak subkutan yang menyolok
sehingga berat badan anak sangat menurun.
5.) Pengaruh kecenderungan sekular, anak saat ini mempunyai kecenderungan
tumbuh lebih cepat, namun mereka akan mengakhiri pertumbuhan itu lebih cepat
pula.
6.) Pengaruh sosio ekonomi, menurut penelitian anak kelompok sosial ekonomi baik,
mempunyai ukuran tinggi tubuh lebih panjang dibandingkan dengan anak keluarga
buruh rendah.
7.) Pengaruh musim dan iklim, di negara dengan empat musim diamati pertumbuhan
tinggi tubuh lebih cepat pada musim semi sibandingkan dengan musim gugur.
8.) Pengaruh latihan, dengan berolahraga seseorang punya kemampuan tumbuh lebih
baik, karena otot-ototnya bertambah besar. Demikian pula, pada masa anak dan
remaja diperlukan aktivitas gerakan-gerakan tubuh supaya pertumbuhannya
berjalan baik.
9.) Pengaruh penyakit, wanita mempunyai ketahanan terhadap pertumbuhan
dibandingkan pria.
10.) Pengaruh emosi,

TAHAPAN TUMBUH KEMBANG

Tumbuh kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan, dan


berkesinambungan dimulai sejak konsepsi sampai dewasa.
Tahap pertama adalah masa pranatal atau masa intra uterin (masa janin dalam
kandungan). Masa ini dibagi menjadi dua periode yaitu 1.) masa embrio ialah sejak
konsepsi sampai umur kehamilan 8 minggu. Ovum yang telah dibuahi dengan cepat
menjadi suatu organisme, terjadi diferensiasi yang berlangsung cepat, terbentuk sistem
organ dalam tubuh. 2.) Masa fetus ialah sejak umur 9 minggu sampai kelahiran. Masa
ini terdiri dari dua periode, masa fetus dini, sejak usia 9 minggu sampai dengan
trisemester

kedua

kehidupan

intra

uterin,

terjadi

percepatan

pertumbuhan,

pembentukan jasad manusia sempurna dan alat tubuh telah terbentuk dan mulai
berfungsi. Masa fetus lanjut, pada trisemester akhir pertumbuhan berlangsung pesat
dan adanya perkembangan fungsi-fungsi. Pada masa ini terjadi transfer IgG dari darah
ibu melalui plasenta.
Tahap kedua adalah masa postnatal atau masa setalah lahir terdiri dari beberapa
periode yaitu,
1.) Masa neonatal (0-28 hari), terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi
perubahan sirkulasi darah, serta mulainya berfungsi organ-organ tubuh lainya.
2.) Masa bayi dini (1-12 bulan), pertumbuhan yang pesat dan proses pematangan
berlangsung secara kontinue terutama meningkatnya fungsi sistem saraf, masa
bayi akhir (1-2 tahun), kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan terdapat
kemajuan dalam perkembangan motorik dan fungsi ekskresi.
3.) Masa prasekolah (2-6 tahun), pada saat ini pertumbuhan berlangsung dengan
stabil, terjadi perkembangan dengan aktivitas jasmani yang bertambah dan
meningkatnya keterampilan dan proses berpikir. Masa sekolah (wanita :6-10
tahun, laki-laki :8-12 tahun), pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan masa
prasekolah, keterampilan dan intelektual makin berkembang, senang bermain
berkelompok dengan jenis kelamin yang sama. Masa adolensi atau masa remaja
(wanita :10-18 tahun, laki-laki :12-20 tahun), anak wanita lebih cepat memasuki
transisi dari periode anak ke dewasa. Pada masa ini merupakan percepatan
pertumbuhan berat badan dan tinggi badan yang sangat pesat yang disebut
adolescent growth spurt. Juga pada masa ini terjadi pertumbuhan dan
perkembangan pesat dari alat kelamin dan timbulnya tanda-tanda kelamin
sekunder.
8

TAHAP-TAHAP TUMBUH KEMBANG ANAK


1. Tumbuh kembang psikoseksual
Teori perkembangan psikoseksual merupakan dasar dari kebanyakan teori
perkembangan kepribadian yang berorientasi psikoanalitik lainnya. Teori ini melengkapi
teori-teori Freud lainnya yaitu teori topografi, teori structural, teori insting dan
mekanisme defens. Teori psikoseksual menerangkan bagaimana libido yang tadinya
berbentuk difus tidak berdiferensiasi, berkembang mencapai bentuknya yang dewasa
yaitu seks genital; dari fase pragenital mencapai fase genital primacy. Menurut teori ini
insting seksual dibawa individu sejak ia dilahirkan. Namun manifestasinya tidak dalam
bentuk seksualitas yang umumnya diartikan orang dewasa ( seks genital ), melainkan
dalam bentuk pragenital. Pemuasaan kenimakmatan sensual disalurkan melalui
peralihan zona-zona erotik diluar genital anatomik, yaitu pada mulut, anal uretra
( organ ekstretorik ), dan falus hingga akhirnya mencapai pemuasan orgasme klimaktik
genital dewasa. Teori ini beranggapan bahwa perkembangan ini memengaruhi
perkembangan kepribadian manusia secara keseluruhan. Insting seksual ini dianggap
sebagai insting yang paling penting diantara insting-insting manusia lainnya ( insting
vital, insting agresi, insting kematian) karena ia berada dibawah tabu umat manusia
kedalam nirsadar sehingga ia cenderung direpresi, disangkal, dan karenanya sering
menjadi sumber konflik neurotik.
Secara garis besar, perkembangan ini akan melalui fase-fase sebagai berikut :
-

Fase Oral ( dari umur 0-2 tahun ),


Fase Anal-uretral ( dari umur 2-4 tahun ),
Fase Falus ( dari umur 4-6 tahun ),
Fase Laten ( dari umur 6-11 tahun ),
Fase Genital ( dari umur 12-remaja).

2. Tumbuh kembang psikososial


Teori ini menggunakan dasar-dasar psikoanalisi Freud, dan menambahkan
unsur-unsur psikososial ( nurture atau lingkungan ) ini dianggap sama pentingnya
dengan unsure-unsur intrapsikik dan bawaan yang terhimpun dalam individu ( nature
atau biologi ). Teori ini menggunakan prinsip epigenetik dalam usaha menerangkan
perkembangan

kepribadian

manusia

yaitu

bahwa

semua

yang

berkembang

mempunyai rancangan atau pola dasar yang sudah ada sebelumnya dan dari
rancangan dasar itu akan berkembang berbagai fungsi menurut waktunya sendirisendiri sebagai hasil interaksi antara manusia dengan lingkungannya, sehingga

mencapai suatu kesatuan fungsional yang menyeluruh. Selagi individu melalui proses
perkembangannya, ia akan menghadapi dan mengalami titik-titik kritis, karena
perkembangan itu menuntut adanya perubahan-perubahan dalam kualitas fungsi
sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan perkembangan yang semakin kompleks.
Erikson mengemukakan suatu urutan fase perkembangan yang terdiri dari delapan
fase dari masa bayi sampai usia tua. Menurutnya, urutan fase-fase itu sudah terpola
sebelumnya yang artinya bahwa secara biologik dan psikologik individu mempunyai
potensi kesiapan untuk maju ketaraf fungsional berikutnya yang lebih tinggi, bila dasardasar organik biologik tidak defektif dan mempunyai bawaan yang normal dan
didukung oleh lingkungan yang kondusif. Masing-masing fase diberi nama sesuai
fungsi yang dominan yang harus dicapai , yang terkait dengan tuntutan dan kebutuhan
perkembangan fase itu.
3. Tumbuh kembang kognitif
Konsep dasar teori ini adalah 1) epistomologi, yaitu cabang dari ilmu filsafat
yang menerangkan bagaimana pengetahuan ( knowledge ) itu berkembang dan
batasan pengetahuan itu dan 2) kontruktivisme, yaitu pandangan yang menyatakan
bahwa segala sesuatu yang dipersepsi tidak pernah didasarkan pada objektivitas
murni yang terlepas dari proyeksi subjektif individu. Sebenarnya adalah menurut
pandangan kontruktinisme persepsi individu adalah terhadap konstruk kognitif obyek
yang telah terbentuk sebelumnya berdasarkan pengalaman subjektif individu. Teori ini
menerangkan

bagaimana

kemampuan

kognisi

atau

inteligensi

manusia

itu

berkembang. Sesudah pengalaman bekerja sama dengan Stanford dan binet dalam
usaha menemukan cara mengukur inteligensi anak secara kuantitatif ( psikometrik),
dan atas dasar observasi klinis dari ketiga anak-anaknya sendiri, Piaget sampai pada
kesimpulan bahwa inteligensi atau kognisi anak tidak hanya secara kuantitatif berbeda
dengan orang dewasa, tetapi juga secara kualitatif. Garis besar teori ini adalah dapat
dijelaskan menurut rumusan umum ini : modul dasar yang dimiliki atau dibawa sejak
lahir

(kemampuan

sensomotorik,

refleks-refleks

dasar, gerak-gerak

ototmatis,

perangkat (adaptasi fisik atau organobiologik, genetic), melalui asimilasi-akomodasiorganisasi dari semua input (stimulasi) yang berkesinambungan dari lingkungan, akan
berkembang menjadi semua fungsi kognitif dikemudian hari. Tiga komponen utama
yang berperan agar fungsi kognitif dapat berkembang dengan baik adalah :Fisik,
organobiologik yang intact atau tidak cacat, dan pembawaan genetik normal ,Stimulasi
lingkungan yang berkesinambunga ,Peran aktif individu mengelola stimulus.

10

Proses perkembangan itu akan melalui empat periode yaitu : Periode


sensorimotor (umur 0-2 tahun), Periode pre operasional (umur 2-7 tahun), Periode
konkrit operasional (7-12 tahun) dan Periode formal operasional (12-15 tahun).
4. Tumbuh kembang moral
Secara sederhana, moralitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk
membedakan yang benar atau baik dan yang salah atau buruk. Namun dalam
kenyataan, tidaklah sederhana itu, karena konsep tersebut mencakup tida aspek
kemampuan seseorang yaitu: aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek perilaku.
Seseorang dikatakan memiliki norma moral yang tinggi, bila ia 1) mempunyai
kesadaran dan pengertian mengenai kebutuhan atau perasaan orang lain, 2) memiliki
kepedulian

dan mampu merasakan perasaan orang lain, dan 3) mampu

mengungkapkan pengertian dan empati itu dalam perilakunya terhadap orang lain.
Perkembangan moral sebenarnya dapat dikatakan merupakan 1) suatu proses
pergeseran dari perspektif egosentrisme kearah kesadaran atau pengertian akan
perspektif orang lain; 2) suatu proses pergeseran dari pendapat bahwa nilai moral itu
mutlak atau konstan kearah pendapat bahwa nilai moral adalah hal yang relatif.
Moralitas tidak terletak pada apa ( aturan, atau perilaku tertentu itu sendiri ) tetapi
pada mengapa ( alasan dan motif yang mendasari dibuatnya aturan atau perilaku itu ).
Kemantangan moral akan tercapai paling cepat pada akhir masa remaja, dan
seringkali proses maturasi masih berlanjut sampai usia dewasa. Panutan pada model
sangat memengaruhi, karena itu figur-figur percontohan dalam lingkup keluarga dan
masyarakat sangat penting dalam proses perkembangan moral anak. Menurut
Kohlberg, perkembangan moral itu terjadi secara gradual melalui 6 fase, menurut
orientasi moralitas yang dominan digunakan :Level pra-konvesional, Fase 1-orientasi
pada Hukuman

dan kepatuhan, Fase 2-Orientasi pada Pemuasan kebutuhan diri

sendiri, Level konvensional, Fase 3-Orientasi pada sebutan Anak yang baik, Fase 4Orientasi pada Hukuman dan Aturan , Level Pasca-konvensional,Fase 5-Orientasi
pada Kontrak social dan Fase 6-Orientasi pada Kebaikan Universal.

KEBUTUHAN DASAR TUMBUH KEMBANG ANAK

11

Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hasil interaksi antara faktor


genetic-herediter-konstitusi dengan faktor lingkungan, baik lingkungan prenatal
maupun lingkungan postnatal. Faktor lingkungan ini yang akan memberikan segala
macam kebutuhan yang merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan oleh anak untuk
tumbuh

dan

berkembang.

Kebutuhan

dasar

anak

untuk

tumbuh

kembang

dikelompokan dalam 1.) kebutuhan fisis-biomedis (asuh), 2.) kebutuhan akan


kasih sayang (asih) dan 3.) kebutuhan latihan atau rangsangan bermain (asah).
Dengan ketiga hal tersebut anak akan tumbuh dan berkembang optimal sesuai dengan
kemampuannya.
I.

Kebutuhan asuh.
- Nutrisi yang adekuat dan seimbang. Merupakan kebutuhan akan asuh
yang terpenting. Nutrisi adalah termasuk pembangun tubuh yang
mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan, terutama
pada tahun-tahun pertama kehidupan dimana anak sedang mengalami
pertumbuhan yang sangat pesat terutama pertumbuhan otak. Keberhasilan
perkembangan anak ditentukan oleh keberhasilan pertumbuhan dan
perkembangan

otak.

Jadi

dapat

dikatakan

bahwa

nutrsi,

selain

mempengaruhi pertumbuhan juga mempengaruhi perkembangan otak.


Sampai umur 6 bulan ASI adalah makanan yang ideal untuk bayi baik
ditinjau dari segi kesehatan fisis maupun psikis. ASI mempunyai kadar
laktosa yang tinggi yang siperlukan otak bayi. Pertumbuhan otak manusia
lebih cepat dan lebih besar dibandingkan dengan otak jenis makhluk hidup
lainnya. Karenanya memerlukan zat-zat yang sesuai untuk mendorong
pertumbuhan otaknya dengan sempurna. Pemberian makanan tambahan
yang tepat akan memberikan hasil yang lebih baik bagi pertumbuhan anak.
Namun, demikian akan sempurna apabila makanan tambahan yang
diberikan

dalam

bentuk

seimbang.

Oleh

karena

kebutuhan

dan

pemenuhannya sangat tergantung pada ibu dan keluarga, pengetahuan


tentang gizi dikuasi ibu melalui penyuluhan gizi.
Pada umumnya kebutuhan energi nya adalah a.) bayi rata-rata (110
kkalori/kg BB/hari). b.) anak 1-3 tahun (100 kkalori/kg/BB/hari). c.) anak 4-6
tahun (90 kklaori/kg/BB/hari. Nutrien-nutrien dapat digolongkan menjadi 3
golongan yaitu: 1.) golongan pembangun, protein hewani dan protein
nabati, dibutuhkan kira-kira 2-3 gram/kg BB/hari. 2.) golongan sumber

12

tenaga, karbohidrat, lemak. 3.) golongan pelindung, mikronutrien (besi,


-

kalium, seng, mangan, vitamin dan air).


Perawatan kesehatan dasar. 1.) imunisasi, pemberian imunisasi pada
anak adalah penting untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas penyakitpenyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Dengan melakukan imunisasi
yang lengkap, diharapkan dapat mencegah timbulnya penyakit-penyakit
yang menimbulkan kesakitan dan kematian. 2.) pakaian, pakaian yang
layak, bersih dan aman. 3.) perumahan, keadaan perumahan yang layak
dengan konstruksi bangunan yang tidak membahayakan penghuninya,
akan menjamin keselamatan dan kesehatan penghuninya. Missalnya,
ventilasi dna pencahayaan yang cukup, tidak penuh sesak, cukup leluasa
untuk anak bermain, bebas polusi , maka akan menjamin tumbuh kembang
anak. 4.) higiene diri dan sanitasi lingkungan, kebersihan perorangan
maupun lingkungan memgang peranan penting pada tumbuh kembang
anak. Kebersihan perorangan yang kurang akan memudahkan terjadinya
penyakit-penyakit

kulit

dan saluran cerana. Sedangkan

kebersihan

lingkungan erat hubungannya dengan penyakit saluran pernafasan,


salauran pencernaan, serta penyakit akibat nyamuk. Oleh karena itu
pendidikan kesehatan kepada masyarakat harus ditunjukan bagaimana
membuat lingkungan menjadi layak untuk tumbuh dan kembang anak,
sehingga meningkatkan rasa aman bagi ubu dalam menyediakan
kesempatan

bagi

anaknya

untuk

mengeeksplorasi

lingkungan.

5.)

kesegaran jasmani, olahraga dan rekreasi.


II.

Kebutuhan akan emosi/kasih sayang (asih)


Kebutuhan akan asih yaitu kebutuhan terhadap emosi meliputi
1.) kasih sayan orang tua, kasih sayang orang tua yang rukun berbahagia
dan sejahtera yang memberi bimbingan, perlindungan, perasaan aman kepada
anak merupakan salah satu kebutuhan yang diperlukan anak untuk tumbuh dan
kembang seoptimal mungkin. Bayi yang normal biasanya akan mulai
menampakan rasa cemas bila ditinggalkan ibunya pada umur antara 7 sampai
9 bulan. Hubungan antara si ibu dan anak pada dua tahun pertama dalam
kehidupan si anak harus cukup memberikan kepercayaan pada si anak, akan
tetapi bila berlebihan dapat menyebabkan anak menjadi manja. Bila seorang
ibu oleh karena bekerja harus meninggalkan anaknya, maka hal ini tidak akan
mengakibatkan kelainan pada si anak agar si ibu setiap hari dapat bertemu dan
bergaul dengan si anak dalam waktu-waktu tertentu. Bila anak berumur kurang

13

dari 6 tahun harus dirawat di rumah sakit, maka yang terbaik adalah agar si ubu
dapat menemaninya. Dengan demikian rasa takut dan cemas dapat dikurangi.
2.) rasa aman, seorang anak akan merasa diterima oleh orangtuanya bila ia
merasa bahwa kepentinganya diperhatikan serta merasa ada hubungan yang
erat antara ia dan keluarganya.
3.) harga diri, setiap anak ingin merasa bahwa ia mempunyai tempat dalam
keluarga, keinginannya diperhatikan, apa yang dikatakannya ingin didengar
orangtua, tidak diacuhkan.
4.) kebutuhan akan sukses, setiap anak ingin merasa bahwa apa yang
diharapkan daripadanya dapat dilakukannya, dan ia merasa sukses mencapau
sesuatu yang diinginkan orang tua. Jangan lah anak dipaksa melakukan
sesuatu diluar kemampuannya. Oleh karena besar kemungkinan ia gagal. Jika
kegagalan terjadi berulang-ulang, ia akan merasa kecewa dan akhirnya merasa
kehilangan kepercayaan dirinya. Ia akan merasa rendah diri pergaulan dengan
teman-temannya.
5.) mandiri, kemandirian pada anak hendaknya selalu didasarkan pada
perkembangan anak. Apabila orang tua masih menuntut anaknya mandiri yang
melampaiu kemampuannya, makan anak dapat menjadi tertekan. Anak masih
perlu bantuan untuk belajar mansiri, belajar untuk memahami persoalan,
memahami apa yang harus diperhatikan dan kesemuanya itu memerlukan
waktu.
6.) dorongan, anak membutuhkan dorongan dari orang-orang sekelilingkya
apabila tidak mampu meghadapi situasi dan masalah. Tentu saja dorongan
yang diberikan bukan merupakan bantuan yang seutuhnya sehingga anak
tinggal menerima jadi, tetapi dapat berupa langkah-langkah yang dapat diambil
memberi semangat bahwa dia dahulu dpaat mengatasi dengan baik. Dengan
demikian anak merasa dapat dorongan dan mempunyai semnagat untuk
menghadapi situasi atau masalah.
7.) kebutuhan mendapatkan kesempatan dan pengalaman, anak-anak
membutuhkan dorongan orang tua dan orang-orang disekelilinnya dengan
diberikan kesempatan dan pengalaman dalam mengembangkan sifat-sifat
bawaanya. Apabila anak menerima hasil tanpa usaha, anak justru tidak senang.
Dia ingin diberikan kesempatan menunjukan kemampuan dan ingin mempunyai
pengalaman.
8.) rasa memiliki, kebutuhan anak akan rasa memiliki sesuatu harus
diperhatikan. Semua benda-benda miliknya yang dianggap berharga dapat dia
miliki sendiri. Orang tua harus memberikan rasa memiliki pada anak.
Penghargaan orang tua pada benda milik anak sangat diperlukan.
14

Ikatan ibu-anak yang erat, mesra, selaras dan sepermanen mungkin sangat
penting karena turur menentukan perilaku anak dikemudian hari, merangsang
perkembangan otak anak dan merangsang perhatian anak kepada dunia luar.
III.

Kebutuhan akan stimulasi (asah)


Merupakan cikal bakal proses pembelajaran anak, pendidikan dan
pelatihan. Yang dimaksud dengan stimulasi disini adalah perangsangan yang
datang dari lingkungan luar anak antara lain berupa latihan atau bermain.
Stimulasi merupakan hal yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak.
Anak yang banyak mendapat stimulasi yang terarah akan cepat berkembang
dibandingkan dengan anak yang kurang bahkan tidak mendapat stimulasi.
Stimulasi juga dapat berfungsi sebagai penguat yang bermanfaat bagi
perkembangan anak. Stimulasi harus dilaksanakan dengan penuh perhatian
dan kasih sayang.
Bermain, mengajak anak berbicara (komunikasi verbal) dengan penuh
kasih sanyang adalah hal yang sangat penting bagi anak, sperti halnya
kebutuhan makanan untuk pertumbuhan badan. Bermain bagi anak tidak hanya
sekedar mengisi waktu luang anak saja, tetapi melalui bermain anak bisa
belajar mengendalikan emosi dan pikiran. Dengan demikian mallui bermain
anak mendapat pengalaman hidup. Manfaat lain dari bermain apabila dilakukan
bersama orang tuanya adalah hubungan orang tua dan anak menajdi semakin
akrab dan juga orang tua akan mengetahui secara dini kalau anaknya
mengalami gangguan perkembangan.
Stimulasi mental ini diperlukan seawal dan sedini mungkoin, terutama
sampai 4-5 tahun pertama pertama setelah lahir. Bahkan sewaktu dalam
kandungan, asah ini sudah diperlukan. Hal ini dapat dilakukan dengan
berbicara dengan anak dalam kandungan serta memperdengarkan jenis-jenis
musik klasik yang protoritmenya sesuai dengan protoritme anak (janin) serta
merangsang hemisfer (belahan) otak kanan. Setelah lahir stimulasi mental
sudah dapat diberikan dengan sedini mungkin (setelah bayi dibersihkan)
menetekkan bayi pada ibunya. Tindakan isapan ini pada bayi akan asah yang
akan menyempurnakan refleks menghisap, refleks menelan dan refleks
menemukan puting susu. Karena asah ini diperlukan sedini mungkin (sampai 45 tahun setelah lahir) maka periode ini sering disebut sebagai tahun-tahun
keemasan.

Stimulasi

mental

akan

menunjang

perkembangan

mental-

psikososial, antara lain : sifat agamis moral etika, budi luhur, kepribadian
mantap, kecerdasan, kemandirian, keterampilan, produktivitas dan sebagainya.

15

Menurut tempat didapatnya asah (pendidikan) dibagi menjadi pendidikan


informal, formal dan nonformal.

GIZI UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK


Gizi pada masa anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya
bahkan sejak masih dalam kandungan sekalipun, gizi memegang peranan penting.
Setelah lahir terutama pada 3 tahun pertama kehidupan, proliferasi sel-sel otak dan
akumulasi LCPUFAs masih berlangsung, serta terjadi mielinasi, pertumbuhan dendrit
dan sinap yang pesat, sehingga terbentuk jaringan otak yang kompleks. Periode kritis
pertumbuhan otak yaitu pada triwulan terakhir kehamilan sampai 3 tahun pertama
kehidupan, merupakan masa yang sangat penting. Masa ini disebut juga sebagai
windows of opportunity, yang berdampak buruk kalau tidak diperhatikan, tetapi
berdampak baik kalau pada masa tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
1. Air susu ibu (ASI)
Dalam membahas makanan bayi/anak, ASI merupakan makanan bayi
utama dan alami yang sudah dikenal sejak manusia ada. ASI dengan komposisi
yang unik diciptakan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi manusia.
Hal ini karena ASI mempunyai banyak keunggulan, seperti kandungan gizi yang
lengkap dan sesuai dengan kebutuhan bayi, ASI mengandung bermacammacam zat anti baik yang seluler maupun humoral, sehingga morbiditas dan
mortalitas bayi yang minum ASI lebih rendah daripada yang minum susu
formula, mendekatkan hubungan ibu dan bayi, sehingga menimbulkan
perasaan aman bagi bayi, yang penting untuk mengembangkan dasar
kepercayaan, mengurangi angka kejadian karies gigi dan maloklusi rahang, ASI
mengandung enzim-enzim yang membantu mencerna makanan, dan juga
enzim yang berfungsi anti bakteri seperti lisosim, katalase, dan peroksidase.
Selain itu ASI juga menguntungkan bagi ibu, seperti mengurangi perdarahan
setelah melahirkan, mempercepat involusi uterus, menunda kembalinya
kesuburan. Pada umumnya dianjurkan melakukan pemberian ASI eksklusif
sampai bayi berumur 6 bulan, tetapi harus diperhatikan pertumbuhan bayi pada
periode tersebut, karena tidak semua ibu memproduksi sejumlah ASI yang
cukup.
2. Susu formula
Pemberian susu formula harus dibatasi atas indikasi yang tepat. Karena
pemberian susu botol dapat membawa dampak yang merugikan yaitu

16

meningkatnya mordibitas dan mortalitas bayi. Pemberian susu botol dapat


menyebabkan diare akibat infeksi, moniliasis pada mulut dan marasmus, hal
tersebut dikarenakan susu botol tidak mengandung zat anti dan kurang
kebersihan dalam menyiapkan, sehingga diare. Susu botol cenderung mahal
dan cenderung di encerkan agar dapat menghemat, sehingga nilai gizi nya
kurang.
3. Makanan pendamping ASI
Sebaiknya MP-ASI diberikan pada umur 4-6 bulan. Pada umur 4-6 bulan
pertama sebaiknya bayi hanya mendapat ASI. Hal ini erat hubungannya
dengan umur 4-6 bulan, bayi sudah mampu melakukan koordinasi menghisap,
menelan, bernafas dan bayi siap mengisap makanan yang cair saja. Di
samping itu, ASI masih mencukupi kebutuhan bayi sampai 4-6 bulan pertama
kehidupan.
4. Gizi dan tumbuh kembang pada masa anak
Pertumbuhan anak antara umur setahun sampai pra remaja sering
disebut sebagai masa laten atau tenang. Keadaan ini berbeda dengan pada
masi bayi dan remaja dimana pertumbuhannya sangat pesat. Walaupun pada
masa anak ini pertumbuhan fisiknya lambat, tetapi merupakan masa untuk
perkembangan sosial, kognitif dan emosional. Pada masa balita merupakan
puncak kejadian defesiensi vitamin A dan KEP. Hal ini disebabkan pada
umunya anak sudah mulai disapih,sedangkan makanan tambahan yang
diberikan sering kurang bergizi. Selain itu pada masa ini anak sering kali sulit
makan, karena anak sudah tahu rasa terhadap makanan tertentu, sering bosan
terhadap makanan yang diberikan, anak banyak bermain atau karena faktor
kejiwaan misalnya makan terlalu dipaksa, deprivasi mental atau adanya asik
baru pada saat lahir. Pada saat anak sedang tumbuh gigi, sering tidak mau
makan akibat rasa sakit yang ditimbulkan oleh gigi yang tumbuh menembus
gusi.
Kecepatan pertumbuhan anak melambat setelah tahun pertama
kehidupan. Pada umur setahun berat badan anak menjadi 3 kali berat lahir,
tetapi pada umur 2 tahun berat badan anak hanyak 4 kali berat badan lahir.
Panjang badan anak bertambah 50 % pada umur setahun, namun panjang
badan 2 kali panjang badan lahir baru tercapai pada umur 4 tahun.
Pertumbuhan fisik terjadi sangat sedikit bila dibandingkan dengan masa bayi
dan remaja. Pertambahan berat badan sekitar 2-3 kg/tahun sampai umur 9-10
tahun, kemudian akan meningkat pada masa remaja. Mulai umur 2 tahun
sampai pra remaja tinggi badan bertambah 6-8 cm/tahun. Pada masa ini anak

17

nampak seolah-olah tetap kecil, karena pertumbuhannya lambat. Dan


pertumbuhan jaringan lemak berkurang secara bertahap dan mencapai
minimum pada umur 6 tahun. Kemudian pada masa pra remaja pertumbuhan
lemak mulai meningkat kembali. Perubahan tersebut di atas terjadi secara
bertahap dalam beberapa tahun.
Oleh karena pertumbuhan fisik pada masa ini relative lambat, maka
untuk deteksi dini penyimpangan pertumbuhan agak sulit. Anak membutuhkan
nutrient lebih banyak untuk pertumbuhan tulang, gigi, otot dan darah. Anak
mempunyai resiko mengalami malnutrisi apabila anak terlalu lama nafsu
makannya jelek, asupan makanan yang terbatas atau makanan yang terlalu
encer. Energy di butuhkan oleh anak untuk keperluan metabolism basal,
pertumbuhan

dan

aktivitas.

Diet

harus

cukup

energy

dan

protein

untukmenjamin pertumbuhan yang optimal, tanpa mengakibatkan obesitas.


Komposisi makanan pada masa ini dianjurkan terdiri dari 50-60 % karbohidrat,
25-30% lemak dan 10-15 % protein. Dalam menghitung kebutuhan energi pada
anak normal lebih baik berdasarkan kebutuhan energi per kg BB dan jenis
kelamin anak. Kebutuhan protein menurun dari 1,2 g/kg BB pada umur 1-3
tahun pertama menjadi 1 g/kg BB pada umur 7-10 tahun. Anak yang
mempunyai resiko kekurangan protein adalah anak yang mendapat diet
vegetarian yang ketat, alergi terhadap beberapa jenis makanan, pembatasan
terhadap beberapa jenis makanan, problem tingkah laku, kepercayaan
terhadap makanan tertentu. Mineral dan vitamin sangat diperlukan untuk
pertumbuhan dan perkembangan yang normal.
Anak umur 1-3 tahun mempunyai resiko mengalami anemia defesiensi
besi. Keadaan ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi pada
masa pertumbuhan dan akibat dari diet anak yang tidak cukup mengandung
besi. Kalsium pada periode umur ini dibutuhkan untuk mineralisasi tulang dan
mempertahankan pertumbuhan tulang. Kebutuhan kalsium tergantung pada
kemampuan absorpsi dan faktor diet seperti jumlah protein, vitamin D dan
fosfor. Anak yang tidak minum susu mempunyai resiko defesiensi kalsium,
karena susu merupakan sumber kalsium. Vitamin D diperlukan untuk absorpsi
kalsium dan deposisi kalsium di tulang. Sumber vitamin D juga tersedia dari
pengaruh sinar matahari terhadap kulit, sehingga kecukupan vitamin D
tergantung juga pada letak geografis dimana anak itu tinggal dan sering
tidaknya terpapar sinar matahari. Anak yang tinggal di daerah tropis kebutuhan
vitamin D lebih rendah dari pada yang tinggal di daerah empat musim,masing-

18

masing sekitar 2,5 ug dan 10 ug. Sumber lain dari vitamin D adalah susu yang
difortifikasi. Seng juga dibutuhkan untuk tubuh. Defesiensi seng dapat
mengakibatkan gagal tumbuh, penurunan nafsu makan, dan penyembuhan
luka yang lambat. Kebutuhan seng adalah 10 mg/hari, sumber seng adalah
daging dan ikan laut. Suplementasi vitamin mineral pada masa ini tidak
diperlukan kalau anak mendapatkan sumber vitamin dan mineral yang
memadai dari makanan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi asupan makanan adalah a.) keluarga,
b.) media, c.)teman sebaya, d.) penyakit.

19

KESIMPULAN
Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah pada masa balita.
Pertumbuhan dasar yang berlangsung pada masa balita akan mempengaruhi dan
menentukan perkembangan anak selanjutnya.
Pada masa balita pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih
berlangsung, dan terjadi pertumbuhan serabut serabut syaraf dan cabang-cabangnya,
sehingga terbentuk jaringan syaraf dan otak yang kompleks yang akan sangat
mempengaruhi segala kinerja otak, mulai dari kemampuan belajar berjalan, mengenal
huruf, hingga bersosialisasi.
Pada masa balita pula, perkembangan kemampuan bicara dan bahasa,
kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan
merupakan landasan perkembangan berikutnya.
Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian anak juga dibentuk pada masa ini,
sehingga setiap kelainan/penyimpangan sekecil apapun apabila tidak dideteksi apalagi
tidak ditangani dengan baik, akan mengurangi kualitas sumber daya manusia

dikemudian hari.

20