Anda di halaman 1dari 13

TUGAS

Skrining Resep
Shofiatur Rokhmaniah
NIM :130034

CONTOH RESEP

R/
Glimepirid 2 mg No. XXX
1-0-0 (ac)
Acarbose 50 mg No. XC
3 dd 1 (dc)

GLIMEPIRIDE
1. Komposisi
Tiap tablet mengandung Glimepiride 2 mg
2

2. Indikasi
Non-insulin-dependent (type II) Diabetes melitus (NIDDM) dimana
kadar glukosa darah tidak dapat hanya dikontrol dengan diet dan
olahraga saja.
3. Kontra Indikasi
Hipersensitivitas
Pasien ketoasidosis diabetik, dengan atau tanpa koma
4. Farmakologi
Glimipiride bekerja terutama menurunkan kadar glukosa darah dengan
perangsangan sekresi insulin dari sel beta pankreas yang masih
berfungsi. Selain itu, aktivitas sulfonilurea seperti glimipiride dapat
juga melalui efek ekstra pankreas, hal ini didukung oleh studi preklinis
dan klinis yang menunjukkan bahwa pemberian glimipiride dapat
meningkatkan sensitivitas jaringan perifer terhadap insulin.
5. Dosis
Kadar glukosa darah pasien dan HbA1c harus diukur secara berkala
untuk menetapkan dosis minimum yang efektif bagi pasien tersebut,
untuk mendeteksi kegagalan primer yaitu tidak adanya penurunan
berarti dari gula darah pada pemberian dosis maksimum yang
diperbolehkan, untuk mendeteksi kegagalan sekunder yaitu hilangnya
respon penurunan glukosa darah setelah adanya periode keefektifan
inisial.
Dosis awal
1-2 mg satu kali sehari, diberikan bersamaan makan pagi atau
makanan utama yang pertama. Untuk pasien yang lebih sensitif
terhadap obat-obat hipoglikemik, dosis awal yang diberikan
sebaiknya dimulai dari 1 mg satu kali sehari, kemudian boleh
dinaikkan (dititrasi) dengan hati-hati.
Dosis pemeliharaan
1-4 mg satu kali sehari. Dosis maksimum yang dianjurkan 8 mg
3

satu kali sehari. Pada saat pemberian telah mencapai dosis 2 mg


maka kenaikkan dosis tidak boleh melebihi 2 mg dengan interval
1-2 minggu tergantung dari respon gula darah pasien. Efikasi
jangka panjang harus dimonitor dengan mengukur kadar HbA1c,
sebagai contoh setiap 3-6 bulan.
6. Efek Samping
Gangguan pada saluran cerna seperti muntah, nyeri lambung dan

diare (<1%).
Reaksi alergi seperti pruritus, erythema, urtikaria, erupsi
morbiliform atau maculopapular, reaksi ini bersifat sementara dan
akan hilang meskipun penggunaan glimipiride dilanjutkan, jika
tetap terjadi maka penggunaan glimepiride harus dihentikan

(<1%)
Gangguan metabolisme berupa hiponatremia.
Perubahan pada akomodasi dan/atau kaburnya penglihatan
mungkin terjadi pada penggunaan glimepiride (plasebo 0,7%,

glimepiride 0,4%).
Reaksi hematologik seperti leukopenia, agranulositosis,
trombositopenia, anemia hemolitik, anemia aplastik, dan

pansitopenia dilaporkan terjadi pada penggunaan sulfonilurea.


7. Interaksi obat
Risiko hipoglikemia akan meningkat pada pemberian glimepiride
bersama-sama dengan obat-obat tertentu, yaitu NSAID dan obat
lain dengan ikatan protein tinggi, seperti salisilat, sulfonamida,
kloramfenikol, kumarin, probenesid, MAO inhibitors, b adrenergic

blocking agents.
Daya kerja glimepiride dalam menurunkan kadar glukosa darah
akan menurun jika diberikan bersamaan dengan obat-obat yang
cenderung menimbulkan hiperglikemia, seperti tiazid dan diuretik
lain, kortikosteroid, fenotiazin, produk-produk kelenjar tiroid,
estrogen, kontrasepsi oral, fenitoin, asam nikotinat,

simpatomimetik dan isoniasid.


Pemberian propranolol (40 mg tid) dan glimepiride meningkatkan
Cmax, AUC dan T1/2 dari glimepiride sebesar 23%, 22% dan 15%
4

serta menurunkan CL/f sebesar 18%, pasien perlu diperingatkan

akan potensi hipoglikemia yang dapat terjadi.


Pemberian glimepiride bersamaan dengan warfarin, menurunkan
respon farmakodinamik dari warfarin, namun tidak bermakna

secara klinis.
Interaksi antara mikonazol oral dan obat hipoglikemia oral
dilaporkan dapat menyebabkan hipoglikemia, sedangkan interaksi
pada pemberian i.v., topikal atau vaginal belum pernah

dilaporkan.
Glimepiride berpotensi terjadi interaksi dengan fenitoin,
diklofenak, ibuprofen, naproksen dan asam mefenamat, karena

seluruhnya dimetabolisme oleh sitokrom P450 II C9.


8. Penyimpanan
Simpanlah ditempat kering, pada suhu dibawah 30C terlindung dari
cahaya
9. Nama dagang dan pabrik
Amadiab (Lapi), Gliperid (Merck), Glucoryl (Bernofarm), Glimexal
(Sandoz), Metrix (Kalbe Farma), Paride (Pharos)

ACARBOSE
1. Komposisi
Tiap tablet mengandung Acarbose 50 mg
2. Indikasi
Sebagai tambahan pada terapi OHO sulfonilurea atau biguanida
pada Diabetes mellitus yang tak dapat dikendalikan dengan diet
dan obat-obat tersebut. Acarbose terutama sangat bermanfaat bagi
pasien DM yang cenderung meningkat
3. Farmakologi
Efek kecil penghambatan pada enzim glikosidase (misalnya,
glukoamilase, sukrase, maltase, isomaltase) yang menghidrolisis
oligosakarida, triaccharides dan disakarida menjadi glukosa dan
monosakarida lainnya di usus sikat border
5

4. Efek samping
Sering kembung, bising usus meningkat. Kadang-kadang: diare dan
nyeri abdomen. Gejala pada gastrointestinal (saluran cerna) dan
abdomen yang tidak spesifik.
5. Dosis
Obat ini umumnya diberikan dengan dosis awal 50 mg dan
dinaikkan secara bertahap sampai 150-600 mg/hari. Dianjurkan
untuk mengkonsumsinya bersama segelas penuh air pada suap
pertama sarapan/makan.
6. Kontra indikasi
Hipersensitif terhadap acarbose, Obstruksi usus, parsial ataupun
keseluruhan, Radang atau luka/borok pada kolon, Penyakit usus
kronis lainnya atau penyakit-penyakit lain yang akan bertambah
parah jika terjadi pembentukan gas berlebihan di saluran
pencernaan
7. Interaksi dengan obat lain
Alkohol: dapat menambah efek hipoglikemik.
Antagonis Hormon: aminoglutetimid dapat mempercepat
metabolisme OHO; oktreotid dapat menurunkan kebutuhan

insulin dan OHO.


Antidepresan (inhibitor MAO): meningkatkan efek hipoglikemik.
Hormon steroid: estrogen dan progesterone (kontrasepsi oral)

antagonis efek hipoglikemia.


Penyekat adrenoreseptor beta : meningkatkan efek

hipoglikemik dan menutupi gejala peringatan, misalnya tremor.


Penghambat ACE: dapat menambah efek hipoglikemik .
Resin penukar ion: kolestiramin meningkatkan efek

hipoglikemik acarbose.
Suplemen enzim pencernaan seperti pancreatin (amilase,
protease, lipase) dapat mengurangi efek acarbose apabila

dikonsumsi secara bersamaan.


Antagonis kalsium: misalnya nifedipin kadang-kadang

mengganggu toleransi glukosa


Antihipertensi diazoksid: melawan efek hipoglikemik
Obat-obat yang dapat mempengaruhi kadar glukosa darah,
seperti obat-obat diuretika (misalnya hidroklortiazida,
6

klorotiazida, klortalidon, indapamid, dan lain-lain), senyawa


steroid (misalnya prednisone, metilprednisolon, estrogen),
senyawa-senyawa fenotiazin (misalnya klorpromazin,
proklorperazin, prometazin), hormone-hormon tiroid, fenitoin,
calcium channel blocker (misalnya verapamil, diltiazem,
nifedipin)
Sulfonilurea vs akarbose meningkatkan efek hipoglikemi
8. Penyimpanan
Jangan simpan di atas 25C. Jauhkan dari lembab, wadah sebaiknya
selalu tertutup rapat.
9. Nama dagang
Precose, glucobay

AMLODIPINE
1. Komposisi
Tiap tablet amlodipine 10 mengandung: amlodiplin besylate 13,9 mg
setara dengan amlodipine 10 mg
2. Farmakologi
Amlodipine adalah obat antihipertensi dan antiangina yang tergolong
dalam obat antagonis kalsium golongan dihidropiridin (antagonis ion
kalsium). Amlodipien bekerja dengan menghambat influks (masuknya)
ion kalsium melalui membran ke dalam otot polos vaskular dan otot
jantung sehingga mempengaruhi kontraksi otot polos vaskular dan otot
jantung. Amlodipine menghambat influks ion kalsium secara selektif, di
mana sebagian besar mempunyai efek pada sel otot polos vaskular
dibandingkan sel otot jantung.
3. Indikasi
Amlodipine digunakan untuk pengobatan hipertensi, angina stabil
kronik, angina vasopastik (angina prinzmetal atau variant angiana).
Amlodipine dapat diberikan sebagai terapi tunggal ataupun
7

dikombinasikan dnegan oba hipertensi dan antiangina lain.


4. Efek samping
Secara umum amlodipine dapat ditoleransi dengan baik, dengan
derajat efek samping yang timbul bervariasi dari ringan sampai
sedang. Efek samping yang sering tmbul dalam uji klinik antara lain:
Kardiovaskular
: Aritmia, bradikardi, nyeri dada, hipotensi, takikardi
Neurologi
: Hipestisia, neuropati perifer, parestisia, tremor,
vertigo
Gastrointestinal
Muskoskletal
Psikiatrik
Respirasi
Kulit
Saluran kemih
Metabolik
Secara umum

: Anoreksia, konstipasi, dyspepsia, muntah, diare


: Arthralgia, myalgia kram otot
: Imsomnia
: Dyspnea, epistaksis
: Angioderma, rash
: Nokturia
: Hiperglikemia
: Fatigue, nyeri, peningkatan atau penurunan

berat badan
Pada keadaan hamil dan menyusui : belum ada penelitian pemakaian
amlodipine pada wanita hamil, sehingga penggunaannya selama
kehamilan hanya bila keuntungannya lebih besar dibandingkan
risikonya pada ibu dan janin. Belum diketahui apakah amlodipine
diekskresikan ke dalam air susu ibu. Karena keamanan amlodipine
pada bayi baru lahir belum jelas benar, maka sebaiknya amlodipine
tidak diberikan pada ibu menyusui.
5. Kontraindikasi
Amlodipine tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif
terhadap amlodipine dan golongan dihidropiridin lainnya.
6. Dosis dan aturan pakai
Dosis awal yang dianjurkan adalah 5 mg satu kali sehari, dengan
dosis maksimum 10 mg satu kali sehari. Untuk melakukan titrasi

dosis, diperlukan waktu 7 14 hari.


Pada pasien usia lanjut atau dengan kelainan fungsi hati, dosis

yang dianjurkan pada awal terapi 2,5 mg satu kali sehari.


Bila amlodipine diberikan dalam kombinasi dengan antihipertensi

lain, dosis awal yang digunakan adalah 2,5 mg.


Dosis yang direkomendasikan untuk angina stabil kronik ataupun
angina vasospastik adalah 5 10 mg, dengan penyesuaian dosis
8

pada pasien usia lanjut dan kelainan fungsi hati.


Amlodipine dapat diberikan bersama obat-obat golongan tiazida,

ACE inhibitor, -bloker, nitrat dan nitrogliserin sublingual.


7. Interaksi obat

Amlodipine dapat diberikan bersama dengan penggunaan


diuretik golongan tiazida, -bloker, -bloker, ACE inhibitor, nitrat,
nitrogliserin sublingual, antiinflamasi non-steroid, antibiotika,
serta obat hipoglikemik oral.

Pemberian Amlodipine bersama digoxin tidak mengubah kadar


digoxin serum ataupun bersihan ginjal digoxin pada pasien
normal.

Amlodipine tidak mempunyai efek terhadap ikatan protein dari


obat-obat : digoxin, phenytoin, warfarin dan indomethacin.

Pemberian bersama simetidin atau antasida tidak mengubah


farmakokinetik amlodipine.
Konsumsi alkohol dapat menurunkan tekanan darah dan dapat

meningkatkan risiko efek samping Amlodipine


8. Peringatan dan perhatian

Pada penderita dengan gangguan fungsi hati waktu paruh


amlodipine menjadi lebih panjang, sehingga perlu pengawasan.

Apabila keluhan nyeri dada anda bertambah setelah penggunaan


Amlodipine, segera hubungi dokter anda.

Apabila terdapat efek samping Amlodipine, segera hubungi


dokter anda.
9

9. Nama dagang dan pabrik


Amdixal (Sandoz), Calsivas (Fahrenheit), Cardisan (Sanbe Farma),
Actapin (Actavis)

MECOBALAMIN
1. Komposisi
Tiap kapsul mengandung Mecobalamin 500 g
2. Indikasi
Neuropati perifer dan anemia megaloblastik yang disebabkan
defisiensi vitamin B12.
3. Farmakologi
Secara biokimia, Mecobalamin adalah koenzim yang mengandung
vitamin B12 yang ikut berpartisipasi dalam reaksi transmetilasi.
Mecobalamin adalah homolog vitamin B12 yang paling aktif di dalam
tubuh. Mecobalamin bekerja dengan memperbaiki jaringan syaraf yang
rusak. Mecobalamin juga terlibat dalam maturasi eritroblast,
mempercepat pembelahan eritroblast dan sintesis heme sehingga
dapat memperbaiki status darah pada anemia megaloblastik. Uji
klinis tersamar ganda menunjukkan bahwa Mecobalamin tidak hanya
efektif untuk anemia megaloblastik,
4. Efek samping
Anoreksia, hipersensitivitas, sakit kepala, rasa nyeri atau terjadi
pengerasan di sekitar area injeksi, berkeringat, rasa panas dan
kemerahan pada kulit wajah, mual, kehilangan nafsu makan, muntah,
demam, diare atau gangguan saluran cerna lainnya dapat timbul
setelah penggunaan.
5. Dosis dan cara pemberian
Kapsul:
Sehari 3 kali 2 kapsul 250 g atau sehari 3 kali 1 kapsul 500 g.
Dosis disesuaikan dengan umur pasien dan berat-ringannya kasus.
6. Interaksi obat
10

Beberapa jenis obat dapat menurunkan penyerapan mecobalamin jika


diminum bersamaan, yaitu obat antidiabetes (metformin), antikejang,
antihistamin (ranitidin, simetidin), antibiotik golongan aminoglikosida,
kolkiksin, dan alkohol. Selain itu, tidak disarankan mengkonsumsi obat
ini bersamaan dengan antibiotik kloramfenikol
7. Penyimpanan
Mecobalamin 250 g dan 500 g Kapsul
Simpan pada suhu kamar (dibawah 30C), terlindung dari cahaya dan
kelembaban.
8. Merek dagang dan pabrik
Lapibal (Lapi)

BLANKO PENGKAJIAN RESEP


N
o
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1

Pengkajian Resep

Ya

Tidak

Keterangan Tidak
Lanjut

Kejelasan tulisan
Tepat obat
Tepat dosis
Tepat rute
Tepat waktu
Duplikasi
Alergi
Interaksi obat
Berat badan (pediatri)
Riwayat pengobatan

0
11

PENGKAJIAN OBAT SEBELUM DIBERIKAN


Telaah Obat
Nama Obat dengan Resep
Jumlah/Dosis dengan Resep
Rute dengan Resep
Waktu & Frekuensi Pemberian
dengan Resep

Ya

Tidak

Keterangan/Tindak Lanjut

12