Anda di halaman 1dari 9

I.

Kata pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadiarat Tuhan Yang Maha Esa yang telah menganugrahkah
kepada kami anugrah berupa kenikmatan dan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah kami denagan sebaik baiknya.
Setruktur dan kontruksi adalah dua hal yang tidak bisa sipisahkan dalam sebuah bangunan. Jika
kita ibaratkan adalah sebagai dua sisi mata uang logam. Secara garis besar ke dua-duanya sangat
paenting atau boleh dikatakan slaing berkaitan. Dalam perkembangannya keduanya mengalami
inovasi-inovasi (pembaharuan) sesuai dengan tuntutan jaman yang ada.
Oleh karena itu sebagai seorang ahli atau boleh dikatan seorang yang bergelut didunia
perumahan dan yang berhubungan dengannya, maka alangkah baiknya jika kita sedikit banyak
mengenal perkembangam setruktur-setruktur dan kontruksi yang ada dewasa ini. Ini akan
membuat dan mempermudah kita dalam penerapan disen, dan meme-bantu mempermudah dalam
mendisen bagi seorang disener bangunan (Arsitek). Secara garis besar pemahaman tentang
setruktur dan kontruksi bagi orang yang berkecimpung di dunia perumahan itu sangat penting.
Diakhir kata sebagai insan kami tak luput dari kekhilafan, kekurangan dalam penyusunan
makalah kami, maka kami memohon maaf yang sebesar-besarnya dan kami mengharapan pula
adanya kritik dan saran dari para pembaca sekalian. Atas perhatian penulis mengucapkan terima
kasih.
Jimbaran, 18 Agustus 2016

Penulis
setruktur dan kotruksi adalah sebagai tulang krangaka dalam tubuh manusia, maka jika di dalam
tubuh manusia tidak terdapat tulang kerangka bisa kita bayangkan apa yang terjadi. Demikian
juga dengan struktur dan kontruksi, pemahaman akan setruktur dan kontruksi yang buruk
berakibat pada gagalnya suatu bangunan. Ini terbukti dari beberapa kasus robohnya bangunanbangunan yang baru atau belum beberapalama dibuat selain dari faktor alam adalah lemahnya
dibagian setruktur dan kontruksinya.
Selain faktor pengalaman dari sang ahli, Setruktur dan kontruksi dari bangunan juga di pengaruhi
dari mutu dari bahan bangunan yang dipakai, karena itu secara tidak langsung bahan bangunan
juga mengalami perkembangan dan penyesuaian di dalam prakteknya. Ini dapat kita temukan
berbagai macam bahan-bahan bangunan yang baru. Sedangkan struktur dan kontruksi yang kuat
memberikan kesan kokoh pada bangunan, serta rasa aman dan nyaman bagi si penghuninya.

III.Pendahuluan
III. a. Latarbelakang dan Permasalahan
Seiring dengan kemajuan jaman dan meningkatnya akan permintaan perumahan dalam pasar,
maka banyak bermunculan model-model baru dari bentuk disen bangunan yang ada, sehingga
berakibat pula dengan keanekaragaman struktur dan kontruksinya. Kemudian Tingkat kerumitan
disen, bahan bangunan yang kurang sesuai untuk dipadukan dengan setruktur dan kontruksi
tersebut juga berakibat pula di dalam hal pemakaian struktur dan kotruksinya.
Disisi lain permasalahan yang timbul dilapangan adalah kurangnya tenaga ahli yang kompeten
dibidangnya, yang sekiranya dapat memeperkirakan setruktur-setruktur dan kontruksi-kontruksi
yang cocok dipakai dalam bangunannya tersebut, sehingga permasalahan seperti bangunan baru
saja selesai dibangun itu roboh tidak ada lagi. Selain itu faktor permasalahan kuranganya tenaga
ahli yang kompeten juga diakibatkan karena sudupat pandang budaya masyarakat Indonesia
khususnya masyarakat jawa dan dapat di spesifikan lagi jawa-jawa bagian daerah yang
menganggap seorang ahli bangunan (seorang tehnik sipil/arsitek) adalah barang yang langka dan
mewah ynag sekiranya dapat dilibatakan dalam proses pembangunan. Ini dapat kita buktikan
kebanyakan masyarakat yang hanya cukup melibatkan seorang tukang bangunan saja dalam
proses pembuatan suatu bangunan.

III. b. Perumusan masalah


suatu bangunan dapat dikatakan kokoh atau kuat bilaman struktur dan kontruksi penyusun dalam
bangunan sesuai dengan bangunan yang dibangun serta bahan bangunannya berkualiatas dan
yang terahir ahlinya yang mumpuni (berkompeten). Dengan demikian tiga hal diatas adalah
factor-faktor yang mendukung dalam proses pembangunan, dan tentunya sangat pening untuk
diperhitungkan.

III. c. Maksud dan tujuan


Diamana agar para praktisi menjadi tahu dan paham macam2 struktur dan kontruksi pada
bangunan bertingakat 2 (dua lantai) sampai dengan 4 (empat lantai), serta tahu jika nantinya
menerapkannya dalam bangunan yang ada, bagaimana setruktur yang cocok bagaimana
kontruksi yang cocok yang tepat dipakai dalam bentuk bangunan yang seperti itu misalnya.

IV.Pembahasan

Semua bangunan yang berdiri tentunya memerlukan perhitungan setruktur dan kontruksi yang
sistematis dan tepat, sebagai factor penentu dalam hal kekuatan suatu bangunan. Sebagai contoh
pondasi yang kokoh maka akan menjadikan bangunan tersebut kuat dalam menopang beban yang
dari segala penjuru. Disamping itu kontur tanah sebagai landasan pondasi bertumpu harus benarbenar pilihan dalam artian benar-benar tanah keras yang sesuai dengan setandar bangunan.
Dalam bangunan berlantai 2(dua) sampai dengan 4(empat), kontruksi dan setrukturnya tentunya
berbeda dengan bangunan berlantai sederhana atau berlantai 1(satu). Sebagi contoh dalam
bangunan hal setruktur pondasinya missal. Podasi pada bangunan yang hanya memiliki satu
lantai cukup hanya memakai podasi sederhana atau pondsi batu kali. Sedangkan pada banguanan
bertingakat 2(dua) sampai dengan 4(empat) sudah menggunakan pondasi footplat (cakar ayam),
karena dimana jika dilihat dari beban sendiri saja sudah berbeda. Seperti yang terdapat pada
gambar di bawah ini :
Pondasi dapat didefisinikan sebagai banguanan bawah tanah yang berdekatan, yang juga akan
dipengaruhi oleh elemen kedua bangunan bawah tanah dan beban-bebannya. Oleh karena itu
seorang praktisi bangunan harus memikirkan bagian-bagian mana yang memerlukan setruktur
serta kontruksi yang kuat, yang berpengaruh juga pada kesetabilan tanah dihasilkan dari
pemindahan beban dari bangunan atas ke tanah sehingga disini kesetabilan tanah benar-benar
penting. Sebagai elemen yang memiliki sifat teknik dan fisis yang tentunya variabel yang
berubah sifat-sifatnya secara vertikal dan lateral dan sering kali dengan orde magnitude yang
besar. Kemudian dapat dijelaskan bahwa tanah adalah bentukan sisa atau pindahan. Yang
dimaksud dengan bentukan sisa adalah suatu tanah yang dibentuk ditemapat sekarang dengan
penguraian batu induk. Sedangkan bentukan pindahan adalah tanah yang sudah dibentuk disuatu
tempat dan telah dipindahkan oleh angin, air, es, atau gravitasi sampai ketempat sekarang.
Selain tanah elemen yang perlu dipertimbangkan dalam pembangunan gedung bertikat 2 (dua)
sampai 4 (empat) adalah banyak sedikitnya kandunagan batuan, karena kedua elemen tersebutlah
sebagai elemen penyusun bumi. Sebagai pengertian batuan adalah bahan alami yang terbentuk
dari parikel-partikel yang begitu kekar sehingga perlu usaha uang besar untuk memisahkan
elemen-elemen tersebut (yakni dengan ledakan, pemecahan dengan pukulan keras, dsb).
Macam-macam pondasi diantaranya :

1.
2.

Pondasi sebar, telapak dinding ( pondasi sederhana)


Kegunaan sebagai kolom individu, dinding pir jembatan.
Kondisi tanah yang dipakai lapisan tanah lembek diatas tanah keras atau sebaliknya (di
fensial dan konsolidasi)

Pondasi rakit
1.
Kegunaan hampir sama seperti tlapak sebar, untuk beban kolom sangat berat. Biasnya
mereduksi lendutan pampatan difensial dan pampatan total.
2.
Kondisi tanah untuk tanah yang nilai dukungnya lebih kecil.

Pondasi tiang pancang (cakar ayam)

1.

Kegunaan sebagai tumpuan beban dari bangunan yang berlantai banyak atau bangunan
yang memiliki beban lebih. Dimana memerlukan topi tiang-pancang
2.
Kegunaan dipakai pada struktur tanah yang gembur atau lembek. Tanah yang memliki
kapasitas dukung tinggi 20 50 m. tanah korosif.
Pondasi dukungan (bearing)
1.
Untuk mengangkut beban berat, kolom dinding dimana memerlukan topi tiang
pancang.
2.
Dipakai pada tanah permukaan yang jelek, tanah dengan kapasitas dukung antara 8 50
m.
Pondasi sumuran
1.
Untuk mengangkat beban berat, biasanya dipakai pada titik-titik sudut rumah.
Pondasi laba-laba
1.
Digunkan pada bangunan yang bermasa beban sangat berat
2.
Dipakai pada tanah yang konturnya sangat lembek pada keselurunhanya
Pondasi kaison (berupa poros yang berdiamter 75 cm atau lebih) umumnya dukungan atau
kombinasi dukungan dengan tanah kulit.
1.
Digunakan pada beban kolom yang besar, sehungga dimana fungsi dari topi tiangpancangnya dihilangkan.
2.
Dipakai pada tanah permukaan yang jelek, tanah dengan kapasitas dukung antara 8 50
m.

Pondasi dinding-tahan, sebagai tumpuan jembatan


1.
Digunakan pada kotruksi-kotruksi permanen bangunan atau jembatan.
2.
Pada semua tanah, namun disarankan pada tanah-tanah tertentu.
Kontruksi dinding papan turap
1.
Kontruksi dipakai pada daerah-daerah yang berair seperti bendungan elak, pada saat
penggalian tanah pada proses penggalian, dsb.
2.
Digunakan pada tanah-tanah yang banyak mengandung air yang dimana memerlukan
bahan cmpuran tambahan agar tidak cepat terjadi korosi.bahanya adalah campuran dari logam
khusus.
Selain pada segi pondasi perbedaan yang terlihat juga pada sisitim utilitas gedung. Karena secara
fungsi saja sudah berbeda.

Rumah tinggal (rumah lantai satu)

Darainase (selokan)
Saluran ini hanya berfungsi sebagai penampungan air hujan saja jadi pada saat hujan basah dan
pada saat kemarau kering.

Sistim pembuangan air limbah


Berfungsi sebagi saluran air limbah yang dimana terhubung dengan bak penampungan air
limbah.

Sistim air bersih


Adalah saluran pemasok air bersih yang langsung dipasok dari perusahaan air Negara (PDAM).

Listrik
Saluran listrik yang dipasok dari perusahaan listrik Negara.

Telephon
Diambil dari perusahaan telphon Negara (Telkom) dipakai sebagai pemenuhan kebutuhan
sekunder pribadi setiap orang.

Penangkal petir
Jamban
Adalah salah satu sarana penampungan tinja atau air limbah.
Pada bangunan berlantai 2 (dua) sampai 4 (emapat) terlebih seringkali digunakan pada bangunan
berlatai banyak.

Sarana pemadam kebakaran


Sebagai sarana pencegahan kebakaran dalam setiap gedung berlantai lebih dari dua (banyak)

Lift barang dan orang


Dipai pada gedung atau banganan yang lebih dari dua lantai

AC
Sebagi sarana pengganti penghawaan buatan, bilamana pemenuhan penghawaan alami tidak
dapat dicukupi.

Sarana parkir
Sebagai saran tempat parker kendaraan bermotor roda dua maupun empat agar dimana suasana
bangunan atau fungsi dari lahan lebih rapi dan bermanfaat secara maksimal.

Saft plumbing
1.
Saft air kotor
Saluran pipa pembuangan yang langsung tersalur dengan bak penampungan air kotor dan
biasanya bercapur dengan pembuangan air bersih.
1.
2.

Saft air bersih


Saft air limabah

Saluran ini biasanya terpisah dari kedua saluran tersebut (saluran air kotor dan air bersih).

Saft elektrik
Saft telephon
Adalah sebuah saluran yang menghubungkan saluran telephon dari perusahaan telephon Negara
(telekom) yang ditampung dalam senuah ruangan khusus saluran telephon. Biasanya berupa
kotak besar dengan kabel-kabelnya yang sangat besar. Biasanya terhubung langsung dengan
tower telephon yang berada diatas atap.

Saft computer
Saluran computer yang terhubung keberbagai ruangan disemua lantai.

Saft listrik
Adalah sistim saluran listrik yang terhubung dari saluran listrik Negara yang ditampung dalam
ruang khusus, kemudian disebarkan ke berbagai ruangan dalam gedung tersebut.

Genset
Adalah sebuah sistim cadangan listrik bilamana terjadi pemadaman litrik dari perusahaan listrik
Negara.
Masalah-masalah yang sering timbul dalam bangunan berlantai 2 sampai 4 serta (bangunan
untuk usaha) sedikit tips cara penanggulangannya adalah sebagai berikut :

1.

Aliran arus dan jalan keluar. kebanyakan banguanan komersial harus direncanakan
secara hati-hati dari pada bangunan rumah tinggal pribadi. Pada rumah tinggal, pembuatan
pembuatan rumah adalah salah satu yang harus dipertimbangkan, sedang pada pada bangunan
komersial karyawan/pelanggan harus memiliki ruang untuk sikulasi pergerakan. Dan yang
lebih penting lagi pintu keluar harus disesuaikan dengan persyaratan dan peraturan.
2.
Peralatan besar. Banyak usaha memerlukan perralatan yang besar seperti : rak yang
panjang, meja kasir, forklip, dsb, dan kesemuanya tersebut harus dapat bergerak bebas didalam
ruangan tersebut. Karena itu kumpulkan informasi peralatan yang dibutuhkan.
3.
Kondisi lapangan. Banyak bangunan komersial dibangun diatas lingkungan yang
terbatas. Sebagai contoh : bagian depan bangunan panjangnya sejauh 20 ft hrus dikosongkan.
Har ini dapat menyelesaikan masalah dalam banyak hal : seperti perawatan dan orientasi
arsitektural. Jika bangunan berdiri diatas lahan ter parbuka, masalahnya adalah tempat
parkirnya, yaitu berupa tempat pejalan kaki dan kendaraan berat.
4.
Orientasi. Banyak factor dalam orientasi terdapat pada rumah tinggal dan bangunan
untuk usaha, tetapi identik hanya untuk bangunan usaha. Factor-faktor ini sering timbul pada
banguana took berupa tempat memajang barang. Seperti barang kain, karpet diding (wall

peper), cerutu, permen, gula, garam, benih, dan makanan mudah rusak jika terkena matahari
dan air (suhu menjadi lembab). Lengkapi pelindung barang-barang tersebut dari bahaya seperti
diatas.
5.
Batasan penetapan daerah, bangunan, dan perencanaan arsitektural. Hal ini lebih
bersifat teknik dari pada rumah tinggal. Karena batasan penetapan wilayah, maka
kemungkinan membangun pusat pelayanan diatas sebidang tanah, tetapi tidak untuk
berdekatan dengan itu. Peraturan bangunan berbeda pada setiap tempat dan mencakup setiap
jenis pekerjaan kotruksi. Pembatasan arsitektural kadang sangat tegas. Pada daerah yang
mempunyai sejarah tertentu, gaya khusus arsitektural diperlukan. Dalam banyak hal batasan
tersebut hanya terdapat pada ketinggian letak awning dan kanopi bangunan.
6.
Bahan permukaan. Karena pemakaian atau berupa beban yang berat dari pelayanan
sebuah bangunan komersial, maka akan lebih hemat biyaya dalam segi perawatan jika
menggunakan bahan yang akan berkualitas tunggi. Plastik pelapis bagian atas, teraso, ubin
latai, stainless steel dan kramik. Merupakan bahan-bahan yang bijaksana untuk bahan
bangunan komersial.
7.
Kententuan untuk iklan dan bahan pajangan. Dalam beberapa usaha, pemilihan iklan
dan bahan pajangan adalah yang paling penting dan mempunyai efek yang hebat sekali atas
keberhasilan dimasa yang akan dating. Dua buah contoh baik adalah drive-in restoran dan
ruang penjualan mobil baru.
Bahan dasar atsitektur adalah masa dan ruang, perpadauan antara keduanya adalah esensi dari
suatu unsur peranacangan. dalam kultur sekarang ini perancangan cenderung menitik beratkan
kepada masa. Ada yang mengataka bahwa pendalaman adalah pengalaman yang penuh sensasi
dan perasaan, yang melahirakan kepekaan akan estetika.
Seorang arsitek harus mampu memahami kemajuan jaman yang dimana nantinya dapat di
tuangkan dalam ide-ide disen terkini, serta peluang pasar tentang disen-disen yang sedang
semarak (trend). Disamping itu seperti apa yang telah saya sebutkan, bukan haya dari segi disen
namun dalam hal kontruksi juga mengalami perkembangan. Seperti contoh dalam kontruksi atap,
sekarang ini sedang semarak semaraknya kontruksi kuda-kuda baja ringan sebagai salah satu
pengganti setruktur kuda-kuda kayu dan beton disamping itu dikenal pula kontruksi kuda-kuda
dari bambu, namun dinegari kita kotruksi senacam ini masih kurang dikenal luas, sedangkan
dinegri asal Costa Rica dan Colombia kontruksi ini sudah dikenal luas dan boleh dikatan Banyak
kotruksi bangunan yang sudah menggunakanya. Padahal jika dilihat secara daerah tanaman
bambu banyak tumbuh subur diIndonesia. Kontruksi bambu sendiri masuk ke Indonesia kira-kira
sekitar era delapan puluhan, dimana imet bahwa bambu adalah kayunya orang miskin kini
berubah menjadi menjadi suatu barang yang bernilai tinggi. Dan masih banyak lagi
perkembangan yang berhubungan dengan setruktur dan kotruksi

V. Kesimpulan

1. pada saat seorang praktisi bangunan mendisain harus benar-benar memperhitungkan setruktur
dan kotruksi pada tanah atau lahanyang akan dibangun secara mendasar (sedetel mingkin dan
selektif).
2. ada beberapa kesamaam serta perbedaan setruktur dan kotruksi pada bangunan berlantai
sedang (2-4) dengan bangunan berlantai satu (sederhana). Terlebih pada sisitim utilitasnya yang
menyangkut fungsi atau kegunaan.
3. sejalan dengan perkembangan jaman setruktur dan kontruksi bangunan-bangunan modern
mengalami pula perkembangan.

VI. Daftar pustaka

Joseph E. Bowles., Analisa dan Disain Podasi, Penerbit PT . ERLANGGA, Jakarta, 1983.
Goodban dan Hayslett., Gambar dan Perancangan Arsitektur,
Penerbit PT . ERLANGGA, Jakarta,1995.
www.sementigaroda.com
idgadp@yahoo.com
eni ds@yahoo.com