Anda di halaman 1dari 2

Adakah orang Indonesia yang pernah ke kutub? Pasti semua mengira tidak ada.

Faktanya, pada 5 September 2015 dua remaja asal Indonesia bernama Kevin (23) dan Nesha
(20) mewakili Indonesia ke kutub utara bersama dengan 10 remaja lain asal Filiphina,
Singapura, Tiongkok, India, dan Jerman untuk melihat dampak perubahan iklim. Mereka
terpilih setelah melalui proses seleksi program Youth Artic yang ketat.
Sepuluh remaja bersama ahli biologi dan para peneliti tinggal di kutub utara selama
23 hari. Disana mereka membuat film pendek. Film ini dimaksudkan sebagai media
kampanye dalam rangka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi mengatasi
kerusakan alam dan perubahan iklim.
Saat ini keadaan gletser di kutub sangat memprihatinkan. Kenaikan suhu 2 C saja
dapat menyebabkan gletser mencair. Sehingga permukaan air laut naik, dan pulau-pulau kecil
akan tenggelam. Mencairnya gletser ini terjadi karena perubahan iklim yang ekstrim akibat
global warming.
Global warming merupakan istilah yang tidak asing bagi kita. Namun, taukan kamu
makna sebenarnya dari global warming?
Global warming adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi, baik
daratan maupun lautan. Hasil riset NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration)
mengatakan, pada bulan Juni di tahun 2015 temperatur permukaan tanah meningkat jadi 1,26 derajat
Celcius, melebihi suhu yang tercatat di tahun 2012, yakni 0,06 derajat Celcius. Suhu tersebut telah
berada di atas suhu rata-rata sepanjang abad ke-20 dan menjadi puncak suhu bumi terpanas.
(http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/08/di-2015-suhu-bumi-meningkat-1-26-derajat)
Catatan sejarah juga menunjukkan, biasanya suhu di Bumi berfluktuasi naikturun sekitar 0,1 derajat Celcius dalam kurun waktu 1.000 tahun terakhir. Akan
tetapi, selama 40 tahun ini, suhu merangkak naik mendekati 0,20C. Peristiwa
inilah yang disebut global warming.
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/global-warming-dalam-40-tahunbumi-makin-panas
Bagaimana sebenarnya global warming terjadi?

Proses terjadinya global warming dimulai dari cahaya matahari yang menyinari bumi,
sebagian panas diserap oleh bumi dan sebagian lagi dikembalikan ke atmosfer. Namun karena
di atmosfir banyak gas sulfur dioksida (SO2), gas karbon dioksida (CO2), dan metana yang
menyebabkan efek rumah kaca, maka panas matahari tidak dapat keluar dari permukaan bumi

dan terperangkap, sehingga panas matahari akan memantul ke bumi lagi. Hal itu terjadi
secara terus menerus setiap hari. Semakin banyak panas matahari yang terperangkap, maka
suhu bumi akan memingkat.
Radiasi sinar matahari di atmosfer bumi menyebabkan lapisan ozon semakin menipis dan ini
membuat sinar matahari yang menyinari bumi semakin panas. Hal ini biasa disebut efek
rumah kaca.

Global warming utamanya disebabkan oleh efek rumah kaca yang dapat terjadi karena
aktivitas-aktivitas kecil yang sering kita abaikan. Sperti penggunaan listrik yang berlebihan,
gas CO yang dihasilkan oleh kendaraan bemotor, penggunaan alat-alat pendingin seperti AC
dan kulkas. Secara tidak langsung penggunaan kertas berlebih, asap pabrik, dan konsumsi
daging sapi merah berlebih juga menyebabkan peningkatan efek rumah kaca.
Global warming memberikan dampak yang luar biasa mengerikan bagi
kehidupan dimuka bumi. Beberapa dampak dari global warming bagi
kehidupan dimuka bumi ini yaitu semakin hari bumi semakin panas dan
tidak nyaman untuk ditempati, terjadinya anomali yakni siang hari
semakin panas dan malam hari semakin dingin, meningkatnya permukaan
air laut yang bisa menyebabkan banjir, diperkirakan ada banyak pulaupulau kecil disekitar khatulistiwa tenggelam, intensitas terjadinya angin
topan dan badai meningkat, bencana kekeringan, gagal panen dan
menurunnya produksi pertanian, kelaparan, gizi buruk, dan berbagai
wabah penyakit lainnya.
http://ipemanasanglobal.blogspot.com/2014/08/proses-terjadinya-globalwarming-serta.html