Anda di halaman 1dari 3

Emisi Karbon Dioksida Dari Pabrik-Pabrik.

Penyebab lain terjadinya global warming adalah emisi karbon dioksida yang
dikeluarkan oleh pabrik-pabrik. Asap-asap pabrik yang berupa gas karbon dioksida
terbang ke angkasa (atmosfer) dan menjadi sebb utama terjadinya fenomena efek
rumah kaca. Sebagaimana yang telh kita ketahui bersama, bahwa efek rumah kaca
adalah penyebab utama global warming.
http://ipemanasanglobal.blogspot.com/2014/08/penyebab-global-warming.html
Gas CO2 di atmosfer memang ada,tapi dalam jumlah normal. Gas CO2 inilah yang memjaga suhu
di bumi tatap normal. Dengan adanya tambahan emisi gas CO2 dari asap pabrik menyebabkan
jumlah gas CO2 di atmosfer menjadi terlalu banyak sehingga dapat meningkatkan suhu di
permukaan bumi.
Setiap hari bumi selalu menerima cahaya matahari. Cahaya matahahari yang diterima bumi tidak
semuanya diserap bumi tapi ada sebagian cahaya itu yang dipantulkan kembali ke angkasa. Karena
adanya gas CO2 yang terlalu banyak di atmosfer hal ini menyebebkan cahaya matahari yang
dipantulkan bumi dipantulkan kembali oleh gas CO2 kembali ke bumi,sehingga seolah-olah cahaya
itu terperangkap di bumi.

http://innekerizmaamalia.blogspot.co.id/2012/10/kaitan-emisi-gas-co2-dengan-efekrumah.html

Rangkuman :
Aktivitas pabrik dapat menghasilkan emisi karbon dioksida melalui asap yang
dihasilkannya. Asap-asap pabrik yang berupa gas karbon dioksida terbang ke
angkasa (atmosfer) dan menjadi sebab utama terjadinya fenomena efek rumah
kaca. Gas CO2 di atmosfer memang ada,tapi dalam jumlah normal. Gas CO2 inilah
yang memjaga suhu di bumi tatap normal. Dengan adanya tambahan emisi gas
CO2 dari asap pabrik menyebabkan jumlah gas CO2 di atmosfer menjadi terlalu
banyak sehingga dapat meningkatkan suhu di permukaan bumi.
http://innekerizmaamalia.blogspot.co.id/2012/10/kaitan-emisi-gas-co2-dengan-efekrumah.html
http://ipemanasanglobal.blogspot.com/2014/08/penyebab-global-warming.html

Sapi
Sapi dipelihara untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai bahan pangan.
Selama ini ternyata sapi merupakan salah satu hewan ternak penyumbang terbesar
gas metana. Sistem pencernaan sapi yang sangat lambat menjadi alasan mengapa
binatang itu menghasilkan banyak gas metana, khususnya pada kentut sapi. Gas
metana memiliki potensi menghasilkan efek rumah kaca seperti halnya gas CO2,
bahkan lebih ganas 23 kalinya. Pernah dilakukan suatu penelitian yang dilakukan
oleh seorang yang berasal dari Argentina, bahwasanya didapatkan fakta bahwa gas
metana dari sapi menyumbang lebih dari 30% total emisi penyebab efek rumah
kaca negara Argentina. Sebagai salah satu negara penghasil daging sapi terbesar di
dunia, Argentina mempunyai lebih dari 55 juta ekor sapi yang merumput di daerah
Pampas. Dapat disimpulkan bahwa ketika seseorang mengkonsumsi banyak daging
sapi, maka orang tersebut secara tidak langsung telah ikut menciptakan global
warming. Karena semakin banyaknya permintaan akan daging sapi, maka jumlah
peternak sapi di dunia semakin meningkat.
Hal ini mengindikasikan bahwa pola hidup dan pola makaan seseorang akan
mempunyai pengaruh besar terhadap keselamatan, atau bahkan kehancuran bumi
sekalipun.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/trendzleo/kentut-sapi-dan-globalwarming-apa-hubungannya_5519c972a333118b1bb6592f

Solusi
Seperti yang sudah kita ketahui, global warming disebabkan oleh meningkatnya
efek rumah kaca. Efek rumah kaca disebabkan oleh semakin banyaknya kadar co2
di atmosfer yang mengakibatkan kenaikan suhu di permukaan bumi. Selain itu CFC
dan gas metana juga dapat mengakibatkan global warming.
Upaya pencegahan global warming dapat dilakukan dengan cara menanam pohon
atau melakukan penghijauan agar co2 di udara yang dihasilkan oleh asap pabrik
dan kendaraan bermotor dapat diserap oleh pepohonan untuk proses fotosintesis.
Selain itu untuk mengurangi kadar co2 di atmosfer dapat dilakukan dengan cara
menghemat listrik. Karena sebagian besar dari CO2 dihasilkan dari pembangkit
listrik yang berbahan bakar fosil.
http://www.artikelsiana.com/2015/03/upaya-penanggulangi-pemanasan-globalcara.html
http://innekerizmaamalia.blogspot.co.id/2012/10/kaitan-emisi-gas-co2-dengan-efekrumah.html
Upaya yang kedua yaitu meminimalkan konsumsi daging sapi dan mengganti pola
makan kita menjadi vegetarian. Meminimalkan konsumsi daging sapi dapat
mengurangi jumlah peternak sapi sehingga gas metana yang dihasilkan tidak
terlalu tinggi.
Upaya yang ketiga yaitu melakukan uji emisi kendaraan bermotor secara berkala,
melakukan service secara rutin sesuai dengan petunjuk buku service, dan
memasang filter pada knalpot. Tujuannya agar efek negatif gas buang kendaraan
tidak melebihi ambang batas yang dapat membahayakan lingkungan.
http://iafmultifinance.com/rawat-kendaraan-untuk-mengurangi-dampak-gas-buang/
Upaya yang keempat untuk mengurangi kadar CFC yaitu dengan menggunakan
kulkas atau ac hidrokarbon sebagai bahan pendingin pengganti freon sintesis
karena lebih ramah lingkungan dan hemat listrik.
http://www.globalindoprima.com/globalindo/gunakan-refrigeran-hidrokarbon-ramahlingkungan-rapp-gandeng-pertamina