Anda di halaman 1dari 40

STATINS TUTORIAL

BLOK 20
JIWA DAN FUNGSI LUHUR

ACADEMIC AND RESEARCH AMSA UNSRI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
SRIWIJAYA
TAHUN 2014

Academic and Research Team of AMSA Unsri

Sobat AnR (searah jarum jam) :

Rolando Agustian Halim


Syarifa Aisyah
Eddy Yuristo
Cindy Mayury
Almira Zada
Christian Sianipar
Dhiya Silfi
Davi Dzikirian

(Sedikit) KATA PENGANTAR


Janganlah mengharapkan sebuah kata pengantar yang terlampau formal. Janganlah
mengarapkan sebuah kata pengantar konvensional yang penuh dengan rasa terima kasih dan
permohonan maaf yang kadang-kadang tak bertujuan dan tak tepat sasaran.
Pertama-tama, saya mewakili teman-teman dari AnR (Academic n Research) AMSA
Unsri ingin mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan rahmatnyalah
divisi AnR dapat menyelesaikan program kerja STATIN ini. Sampai saat ini, STATINS sudah
mewujud dalam bentuk 9 edisi panduan tutorial, yang mencakup dari blok 12 sampai blok 20.
Memang belum genap mencapai 10, tapi untuk menghasilkan 9 buah edisi ini saja sudah
membutuhkan banyak cucuran keringat dari masing-masing anggota, dan karena itulah saya
merasa ucapan syukur harus tetap dihaturkan.
STATINS merupakan sebuah program kerja baru dari divisi AnR AMSA Unsri, yang ide
pembuatannya awalnya dicetuskan oleh Vice Representative AMSA Unsri periode 2013/2014
Murwani Emasrissa Latifah. Beliau mengusulkan agar divisi Academic and Research lebih
menonjolkan sisi academic nya dengan cara memperkuat kualitas akademik masing-masing
anggota. Setelah ditelusuri, ternyata ada sebuah masalah yang selalu datang saat menghadapi
ujian MCQ Tutorial, yaitu masing-masing kelompok tutorial memiliki laporan yang berbedabeda, sehingga menimbulkan kebingungan untuk mempelajari laporan yang mana. Karena itu,
STATIN dibuat untuk menyatukan persepsi setiap mahasiswa mengenai sebuah scenario, dari
segi interpretasi hasil pemeriksaan, patofisiologi, tatalaksana, dan lain-lain.
STATINS awalnya hanya didistribusikan kepada anggota AMSA saja. Namun,
mengingat kegunaan dan efek positifnya yang akan berlipat ganda jika disebar luaskan kepada
seluruh mahasiswa angkatan 2012, maka diputuskanlah STATINS tidak hanya menjadi
konsumsi pribadi anggota AMSA Unsri saja, namun juga menjadi konsumsi umum.
Animo teman-teman sekalian yang positif dalam menyambut kehadiran STATINS
membuat anggota AnR semakin bersemangat untuk menggarap STATINS di setiap blok nya.
Tidak dapat dipungkiri, pasti ada rasa lelah, bosan yang sempat timbul di antara para anggota,
karena harus membuat dan melakukan hal yang sama di setiap blok nya. Namun, dengan
komitmen yang kuat dan keinginan untuk membantu, maka tidak ada satu blok pun di mana
STATINS tidak dirilis.
Edisi ke 20 ini memang akan menjadi edisi terakhir STATINS di masa kepengurusan
2013/2014. Mungkin pada masa kepengurusan berikutnya pembuatan STATINS dapat
diteruskan, atau diubah/diganti dengan program kerja yang jauh lebih baik lagi. Yang saya
harapkan tentu saja divisi AnR AMSA Unsri dapat selalu memberikan sumbangsih positif
kepada seluruh teman-teman.

STATINS memang bukanlah sebuah panduan yang sempurna. Masih banyak hal-hal
yang perlu dipelajari selain hal-hal yang telah tertulis pada STATINS. Namun, yang perlu
dipastikan adalah, anggota AnR telah mencoba untuk membuat STATINS sesempurna mungkin,
sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dicanangkan di setiap tutorialnya.
Akhir kata, saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh anggota divisi
AnR jika selama proses pembuatan STATINS selama ini saya sering bersikap keras, tegas, dan
sering memburu-buru kalian dengan deadline. Permohonan maaf juga saya sampaikan kepada
teman-teman sekalian jika beberapa kali STATINS dirilis tidak tepat waktu dan mungkin tidak
memenuhi ekspektasi. Maaf juga untuk pihak-pihak yang merasa tersinggung atau dirugikan
selama proses pembuatan STATINS berlangsung.
Tuhan Memberkati Kita Semua.

Palembang, 8 November 2014

Rolando Agustian Halim


Executive Board of Academic and Research

STATINS : Apa Kata Mereka?

STATINS, as a new work plan from AMSA FK UNSRIs AnR division, is indeed proven as a
very useful and handy way to study. Easy, simple, and chic. No wonder, STATINS is always
awaited by FK Unsris student. Thank you Academic and Research!
-Dessy Carmelia, Representative of Amsa Unsri 2013/2014

Statin?? Seantero PDU 2012 juga tau tentang itu, apalagi di saat-saat H- berapa ujian, pasti
STATIN pada ditanyain. Seneng sekali AMSA bisa menghadirkan proker yang sangat
bermanfaat bagi kemaslahatan umat PDU 2012. Terima kasih untuk Dodo sebagai EB yang terus
konsisten mempertahankan keberadaan proker ini. Salut juga untuk anak-anak AnR yang
menjadi tombak kesuksesan STATIN sampak saat ini. Hidup AnR!
-Murwani Emasrissa Latifah, Vice Representative of AMSA Unsri 2013/2014

STATINS itu ibaratnya kayak obat bagi orang yang udah kepepet sama waktu (buat IT aja udah
pas-pasan apalagi buat tutorial). Waktu publishnya tepat, bahasanya attracting banget,
penejlasannya jelas dan nggak panjang-panjang kayak buku cerita anak SD. Yang paling
herannya, banyak soal tutorial yang keluar dari STATINS, nah ini nih yang jadi pertanyaan, kok
bisa? After All, anak-anak AnR AMSA Unsri pada kece-kece, STATINS nya kece abis. So I
think its safe to say that AnR is one of the best divisions in AMSA Unsri! Thank you AnR
-Silmi Kaffah, General Secretary of AMSA Unsri 2013/2014

Statins itu ngebantu banget. Apalagi kalau ngerasa sering belajar ngacip, dan nggak akan
mungkin 3-7 laporan yang isinya 60-100 halaman. Kalau udah gini, ya STATINS itu
penyelamatnya.
-Muhammad Faqih, Ketua Angkatan PDU Reguler 2012

STATINS itu LENGKAP BANGET. Kayaknya dokter-dokter aja bikin soal MCQ Tutorialnya
berdasarkan STATINS. Please STATINS jangan berakhir kalau bisa sampe koass!
-Citra Indah Sari, Mahasiswa PDU Reguler 2012

STATINS benar-benar membantu dalam persiapan ujian MCQ! Super Effective! Pembahasan
yang mudah dimengerti dan sesuai dengan learning objective. Terima kasih, thank you, xie xie
AnR
-Niken Widyahadi, Mahasiswa PDU Reguler 2012
Sebagai mahasiswa/I kedokteran dengan seabrek bahan kuliah yang kadang nggak ringkas,
belum lagi ditambah materi tutorial yang kadang pada nggak niat nyari atau nggak sempet,
kadang kita males baca laporan sendiri, menghadapi ujian tutorial itu rasanya selalu ngambang
dan nggak siap. Tapi semenjak ada STATINS yang dikeluarin AMSA, bahan tutorial yang
seabrek jadi ringkas banget. Straight to the point, langsung ke LO nya, tanpa embel-embel yang
nggak penting, dan itu ngebantu banget buat ujian. Terbukti kok. So, jangan sungkan baca
STATINS, dijamin nggak bakal nyesel. Bangag deh sama anak AnR AMSA!
-Putri Talita, Mahasiswa PDU Reguler 2012
Menurut saya adanya STATINS sangat membantu mahasiswa dalam mempelajari dan mereview materi tutorial, karena isinya lengkap, jelas, dan rapi. Hal itu mungkin juga karena statin
dibagikan saat dekat ujian, jadi tentunya isi dari statin tersebut sudah merupakan hasil yang
benar dan berdasarkan ilmu yang berasal dari narasumber pleno. Pokok e statin maknyus (y)
-Nikodemus SPL Tobing, Ketua Angkatan PDU Non Reguler 2012
STATINS sangat membantu untuk mengupas tuntas kasus tutorial. Sangat pas untuk mahasiswa
yang butuh informasi selengkap-lengkapnya tentang bahan yang akan diujikan, namun tidak
memiliki waktu yang banyak. Ke depannya diharapkan STATINS bisa terus berbenah diri, tidak
terlalu panjang, supaya dapat dihabiskan dalam waktu singkat. Terus tingkatkan efisiensi
STATINS. Terima kasih AnR AMSA Unsri.
-Ivan Liando, Mahasiswa PDU Non Reguler 2012
STATINS itu adalah salah satu hal esensial yang bantu gua selama jadi mahasiswa FK.
Makasih anak-anak AnR AMSA untuk kerja kerasnya selama ini, untuk keringat dan air mata (?)
yang keluar selama buat STATINS. Setelah ini gua gatau mesti belajar tutorial lewat apalagi.
Bye STATINS, jasamu akan selalu Rai kenang.
-Raissa Oslin, Mahasiswa PDU Non Reguler 2012

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

STATIN SKENARIO A BLOK 20


Autism Spectrum Disorder

Austisme bukanlah akhir dari segala mimpi seorang anak kecil. Sebelum masuk ke scenario, mari kita
lihat sebuah kisah dahulu.
Matt Savage

Matt Savage dikenal sebagai musisi autistic savant Amerika. Matt Savage didiagnosis dengan
PDD (Pervasive Development Disorder Unspecified) pada usia 3 tahun dan kemudian tumbuh
menjadi seorang musisi jazz. Di usianya yang masih muda, pria kelahiran 1992 sudah dikenal
sebagai seorang pianis jazz profesional dengan trionya sendiri.
Dia telah bermain dengan musisi dewasa terbaik di masanya dan telah bermain musik ke seluruh
dunia. Dia juga telah merekam tiga CD audio, yang hasilnya disumbangkan untuk penelitian dan
dukungan autisme. Bahkan Dave Brubeck yang dikenal sebagai 'legenda jazz', menyebut Savage
sebagai 'Mozart of jazz'.

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Pertama, kita akan mengungkapkan hipotesis yang terjadi pada kasus tutorial skenario A ini

HIPOTESIS
Bram, seorang anak laki-laki berusia 2 tahun mengalami keterlambatan dalam berkomunikasi,
gangguan interaksi sosial dan perilakuk ec Autism Spectrum Disorder

Oke, jadi itu hipotesis yang kita dapat. Rasanya gak afdol jika kita langsung lompat membahas ASD
sedangkan brainstorming tidak kita lakukan, jadi yang akan saya jelaskan terlebih dahulu adalah
FUNGSI LUHUR PADA ANAK 2 TAHUN YANG NORMAL dan kemudian akan saya paparkan
BEBERAPA KEMUNGKINAN MENGAPA BRAM MENGALAMI GANGGUAN
TERSEBUT.

TAHAP TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 2 TAHUN


Gerakan Kasar

Gerakan Halus

Sudah
bisa
menendang
bola
(otomatis
bisa
berjalan dan berlari)

Menumpuk 4 mainan,
menyusun
balok
setinggi 7 tumpukan,
mampu menggambar
lingkaran

Komunikasi
(Bahasa)
Menunjuk gambar,
membentuk kalimat
(Subjek-PredikatObjek)

Kemandirian

Sosial

Memakai baju, Sudah


bisa
melepas baju, memberikan
menyikat gigi
mainan bial diminta,
dapat menceritakan
pengalaman yang
abri terjadi

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

BERIKUT ADALAH GEJALA-GEJALA PADA BRAM (2 TAHUN)


1. Berbicara bahasa planet (terjadi keterlambatan berbahasa)
Pada gangguan autistik, ditemukan : abnormalitas pd otak bagian lobus temporalis
gangguan pd area Wernicke tidak dapat memahami / mengerti kata lisan dan tulisan, kata
yang diucapkan & tak mampu memformulasikan buah pikirannya untuk dikomunikasikan
gangguan komunikasi belum bisa bicara (masih mengeluarkan kata wlaupun tidak bisa dimengerti oleh
orangtua & orang lain )
2. Bram tidak bisa diam (hiperaktifitas motorik)

Gangguan

di lobus frontalis dan ganglia basalis ( berperan dalam representasi dalam

action plans, motoric plans, dan working memory ) menganggu pengaturan motorik
dan bermanifestasi sebagai hiperaktivitas (tidak bisa diam )

Diduga adanya peningkatan serotonin plasma & homovanilic acid (metabolit utama dopamin)
anak autistik lebih aktif, stereotipik.
Seperti yang kita tahu, serotonin sendiri merupakan hormon yang berperan dalam impulsivity.
Ketika kadarnya meningkat dalam tubuh, anak akan lebih hiperaktif dan tidak menutup
kemungkinan nantinya akan berperilaku impulsif.
Adanya peningkatan homovanilic acid sebagai metabolit utama dopamin diduga berperan dalam
sikap penarikan diri seseorang, sehingga pada kasus ini Bram menarik diri dari teman
sebayanya, ia memilih untuk bermain sendiri.

3. Bram mengalami gangguan interaksi sosial (tidak nyaman bermain dengan teman
sebaya, lebih tertarik dengan bagian benda-benda)
Kelainan pada interaksi sosial tentu akan melibatkan banyak pihak dalam struktur otak, akan
saya coba berikan secara ringkas satu persatu:
AMYGDALA (di daerah sulkus temporalis superior dan girus fusiformis ) gangguan
mengenali emosi wajah seseorang ttp kemampuan mengenal wajah tetap baik.

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Sulkus Temporalis Superior ( bertanggung jawab pada GAZE arah lirikan mata terhadap
sesuatu objek yang bergerak) gangguan joint attention & mengartikan perasaan dan maksud
orang lain, serta mismatch terhadap rangsangan audio visual.
Girus Fusiformis ( bertanggung jawab terhadap fungsi pengenalan wajah yang statik )
gangguan kontak mata dan interaksi sosial
Kerusakan lobus temporalis anak kehilangan perilaku sosial yang diharapkan, kegelisahan,
perilaku motorik berulang dan kumpulan perilaku terbatas.

KEMUNGKINAN KELAINAN NEUROLOGIS LAIN yang akan kita temukan pada ANAK
AUTISTIK seperti pada kasus Bram:
Berat otak keseluruhan lebih besar, tetapi ukuran Serebelum lebih kecil.
Pertumbuhan otak terlalu cepat dan abnormal pada sel saraf integratif di korteks Frontalis.
Pematangan mielin terlalu cepat di daerah frontalis dan temporalis.
Perkembangan sinaps yang tidak sempurna

Akibat kelainan tersebut di atas otak mementingkan strategi pemrosesan informasi lokal,
bukan informasi sebagai suatu kesatuan memperhatikan detail, bukan keseluruhan
waktu bermain mobil-mobilan hanya diperhatikan bagian rodanya saja. Pada kasus, kemungkinan
ini terjadi ketika Bram membolak-balikkan kalendar bergambar, kemungkinan ia hanya tertarik
dengan bagian bergambarnya.

Sekarang kita akan kembali pada kasus, kita akan menginterpretasi perkembangan fisik
Bram terlebih dahulu:
-

Tidak ditemukan adanya gambaran dismorfik: Bram tidak CACAT TUBUH, tidak
memberikan gambaran khas seperti sindrom down (wajah mongol)

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Berat badan 15 kg Sedikit gemuk (Anak umur 2 tahun memiliki BB rata rata 12,8 kg)

Tinggi badan 87 cm Normal (Anak umur 2 tahun memiliki TB berkisar 81 92 cm)

Lingkar kepala 50 cm normal (Anak umur 2 tahun, lingkar kepala 45 51 cm)

TIDAK ADA KELAINAN NEUROLOGIS Normal

TIDAK ADA KELAINAN PADA TES PENDENGARAN Normal, ingattt!! Ini


untuk menyingkirkan DD gangguan bicara akibat tuli kongenital

PEMERIKSAAN CHAT
Hasil Pengamatan
Anak sadar, tidak mau melihat dan tidak
mau tersenyum kepada pemeriksa
Tidak menoleh ketika dipanggil namanya
Memantulkan bola berulang-ulang

Interpretasi
Gangguan interaksi sosial timbal-balik

Gangguan interaksi sosial timbal-balik


Gangguan motorik yang stereotipik dan
berulang
Tidak bisa bermain pura-pura
Gangguan dalam hal permainan imajinatif dan
gangguan komunikasi
Tidak melihat ke benda yang ditunjuk
Gangguan komunikasi dan interaksi sosial
timbal-balik
Tidak bisa menunjuk benda yang Gangguan komunikasi dan interaksi sosial
ditanyakan
timbal-balik
Bila memerlukan bantuan, dia menarik Gangguan komunikasi
tangan ibu untuk melakukan
Kesimpulan Interpretasi
Resiko tinggi menderita autis
Ingat pedoman diagnosis ASD, memiliki minimal 6 gejala (minimal 2 gangguan interaksi, 1
gangguan komunikasi dan 1 gangguan perilaku)

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Siap-siap masuk ke dalam nyanyian, sekarang kita akan coba melihat BEBERAPA DIAGNOSIS
BANDING dari kasus BRAM:

Aspergers Syndrome bedanya dengan ASD, Asperger ini tidak ada gangguan bahasa dan
memilik IQ yang tinggi. Persamaannya dengan ASD, orang yang menderita Asperger sulit
untuk bersosialisasi dengan orang lain

ADHD Pada ADHD, yang menonjol adalah inatensinya, atau sikap Hiperaktif
Impulsifnya.

Ketulian Kongenital Anak umur 2 tahun yang tidak lancar berkomunikasi, masih
menggunakan bahasa planet PADAHAL SEHARUSNYA ANAK 2 TAHUN DAPAT
MEMBENTUK KALIMAT LENGKAP (S-P-O), dapat di DD dengan gangguan bicara
akibat tuli kongenital. Namun, di zaman sekarang, sudah banyak sekali tes pendengaran yang
dapat dilakukan pada bayi segera setelah lahir, ambil saja contoh TES BERA. Oleh karena
itu, kasus gangguan bicara akibat ketulian kongenital ini sudah lebih diminimalisir angka
kejadiannya.

DIAGNOSIS MULTIAXIAL (Diagnosis kerja blok neuropsikiatri, biasakan menggunakan


diagnosis multiaksial)
Aksis I

: F. 84.0 Autisme pada masa kanak

Aksis II

: R 46.8 Diagnosis aksis II tertunda

Aksis III

: Tidak ada diagnosis

Aksis IV

: Tidak ada diagnosis, stressor psikososial tidak ada

Aksis V

: Sekarang 30-21: Disabilitas berat dalam komunikasi dan daya nilai, tidak

mampu berfungsi hampir dalam semua bidang

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

AUTISM SPECTRUM DISORDER


Akhirnya kita masuk ke dalam pembahasan,

DEFINISI (Ini penting! Dengan tahu definisi, ini bisa merecall ingatan yang kita tahu
tentang ASD)
Adalah gangguan perkembangan pervasif yang ditandai oleh adanya kelainan atau hendaya
perkembangan yang muncul sebelum usia 3 tahun, dan dengan ciri kelainan fungsi dalam tiga
bidang interaksi sosial, komunikasi dan perilaku yang terbatas dan berulang. (PPDGJ III)

EPIDEMIOLOGI
Gangguan autistik terjadi dengan angka 2-5 kasus per 10.000 anak di bawah usia 12 tahun.
Pada sebagian besar kasus autisme mulai sebelum 36 bulan. (Jika lewat dari 3 tahun, kita
klasifikasikan sebagai autisme tak khas)
Laki-laki : perempuan = 3-5 : 1 (BANYAK TERJADI PADA ANAK LAKI-LAKI)
Pada anak perempuan yang memiliki gangguan autistic, mereka cenderung terkena lebih serius dan
lebih mungkin memiliki riwayat keluarga gangguan kognitif dibandingkan anak laki-laki.

ETIOLOGI

Belum diketahui secara jelas.

Banyak bukti yang terkumpul adanya kaitan substrat biologis.

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Faktor faktor yang dicurigai sebagai penyebab autis seperti : factor psikodinamika dan
keluarga, kelainan organic neurologic biologis, factor genetic, factor imunologis, factor
perinatal, temuan Neuroanatomi, temuan biokimia.

FAKTOR RESIKO
Genetics,
Brain disease (TORCH Toxoplasma. Rubella, Cytomegalovirus, Herpes infections),
Developmental Brain abnormalities (microcephaly, hydrocephalus),
Metabolic diseases (PKU Phenylketonuria, MPS Mucopolysaccaridoses),
Postnatally acquired destructive disorder (Encephalitis, Meningitis),
Lead encephalopathy,
Neoplasm, Genetic disorder (Tuberous sclerosis, fragile X Syndrome).

MANIFESTASI KLINIS

Gangguan interaksi sosial

Gangguan komunikasi dan bahasa

Perilakuk stereotipik

Gejala perilaku lain bisa berupa hiperkatifitas ataupun hipoaktifitas

Ketidakstabilan mood dan afek

Respon yang menurun terhadapa stimuli sensorik

TATALAKSANA
Tujuan dari melakukan tatalaksana adalah menurunkan gejala perilaku, membantu
perkembangan fungsi yang terlambat. Kenapa hal ini dilakukan? Karena mereka yang memiliki
Autism Spectrum Disorder (dimana spectrum disini artinya luassss, mencakup banyak aspek), akan

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

bersama dengan penyakit ini seumur hidupnya, hal yang bisa tenaga medis lakukan adalah
memperbaiki kualitas hidup, karena penyakit ini bukan penyakit yang bisa disembuhkan.

Akan melibatkan program terapi secara menyeluruh yang ditangani oleh 1 TIM TERPADU: tenaga
pendidik, tenaga medis (dokter anak, psikiater), psikolog, ahli terapi wicara, perwat, ahli THT.

Terapi Medikamentosa
Untuk anak dengan ASD, yang wajib kita berikan adalah obat antipsikotik atipikal, yaitu:
Risperidone 2 x 0,1 mg (antagonis reseptor dopamin dan serotonin), dengan dosis ini sudah dapat
mengendalikan perilaku (tapi kalau menurut dr. Abdullah Shahab, dosis segini kurang, seharusnya
sekitar 0,75 mg)

10 jenis Terapi Autisme yang dapat dilakukan pada kasus :


1) Applied Behavioral Analysis (ABA)
2) Terapi Wicara
3) Terapi Okupasi
4) Terapi Fisik /fisioterapi
5) Terapi Sosial
6) Terapi Bermain
7) Terapi Perilaku.
8) Terapi Perkembangan
9) Terapi Visual
10) Terapi Biomedik

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Diet
Hindari makanan yang mengandung casein dan protein tepung (glutein). Kenapa
tidak boleh? Karena pada anak yang autis casein dan glutein tidak bisa dicerna dengan
sempurna!! Akan menyisakan peptida yang dapat berfungsi sebagai opioid/endomorphine.
Peningkatan opioid endogen seperti enchepalin dan endorphine anak merasa
nyaman dengan dirinya sendiri

Berikan Sinbiotik yaitu gabungan probiotik dan prebiotik. Probiotik adalah mikroorganisme
hidup yang dimakan untuk memperbaiki secara menguntungkan keseimbangan mikroflora
usus.
Berikan vitamin C, B6 dosis tinggi yang dikombinasikan dengan magnesium, mineral dan
vitamin lainnya sebagai antioksidan.
Hindari makanan yang mengandung pengawet.

KOMPLIKASI
Gangguan bicara yang menetap
Gangguan interaksi social yang menetap
Gangguan perilaku yang menetap
Gangguan pada akademik, pekerjaan, keluarga dll.
Retardasi mental ( 70-80% anak ASD )

SKDI
2 Rujuk ke Dokter Spesialis Anak (ahli tumbuh kembang) setelah menegakkan diagnosis.

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

PROGNOSIS
Vitam

: Bonam

Functionam

: Dubia ad malam

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

STATINS SKENARIO B BLOK 20


DEMENSIA VASKULAR

Anatomi dan Fungsi Memori


Gambar berikut ini menjelaskan bagaimana otak kita bekerja. Sistem di otak sebenarnya sangat
ribet, tapi bagan berikut dapat menjelaskannya dengan (di)sederhana(kan).

Sensory memory adalah memori yang informasi yang muncul ketika kelima indra kita
menerima persepsi. Walaupun namanya memori, sensory memory tidak termasuk dalam kontrol
kognitif. Agar sensory memory dapat memberi kesan pada ingatan kognitif, harus ada suatu
fungsi luhur yang kita kenal sebagai atensi/perhatian. Singkatnya, ketika adanya persepsi
sensori yang memancing perhatian, maka informasi ini akan menjadi short-term memory yang
bertahan dalam beberapa detik-beberapa menit. Jika dilihat di gambar, short-term memory dan
long term memory memiliki dua proses yang timbal balik.

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Encoding merupakan awal dari proses penyimpanan informasi di otak (memori). Encoding
juga didefinisikan sebagai kemampuan untuk menerjemahkan berbagai informasi yang
diterima agar dapat dipahami dan disimpan dalam memory.

Retrieval, Retrival adalah kemampuan untuk menyusun kembali dan mengeluarkan berbagai
informasi yang telah tersimpan dalam memori. Proses retrieval terbagi atas :

Recall : kemampuan menggambarkan suatu informasi dengan kata-kata sendiri secara bebas.

Recognition : kemampuan untuk menetapkan satu pilihan di antara pilihan-pilihan yang ada.

Relearning : berarti belajar kembali. Yaitu hal-hal yang sebetulnya pernah bisa dikerjakan,
dipelajari lagi untuk tujuan-tujuan tertentu

Jenis Memori dengan area anatomik yang berfungsi

Memori eksplisit/declarative

Memori segera korteks prefrontal dan dorsal medial thalamus atau korteks sensoris primer
dan sekunder

Memori jangka pendekhipokampus dan lobus temporalis, badan mamilaris, dienchepalon

Memori jangka panjang tersebar di seluruh serebrum

Memori implisit/reflexive (dan prosedural)

Motorik serebellum, ganglia basalis, korteks motorik sekunder

Memori implisit yang berhubungan dengan emosi amigdala

Dementia
-

Pengertian
Dementia adalah suatu sindroma dengan berbagai etiologi yang dikategorikan sebagai penurunan
global fungsi kognitif dengan fungsi kesadaran yang masih baik.

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Oke, jadi dari pengertian di atas, kita dapat menemukan beberapa informasi. Dementia adalah
sindroma, berarti dementia merupakan kumpulan gejala.

Dementia ditandai dengan penurunan global fungsi kognitif, berarti dalam perjalanan penyakitnya,
seluruh fungsi kognitif dapat terkena, walaupun pada awal mulanya hanya satu atau dua fungsi saja
yang menonjol. Ingat ya, ga menonjol bukan berarti ga ada.

Perlu juga diingat bahwa kesadaran pada dementia masih baik, compos mentis. Jika kesadarannya
juga berkurang, patut curiga bahwa ini adalah kelainan delirium~

Penegakan Diagnosis
Penegakan diagnosis menurut PPDGJ III
-

Adanya penurunan daya ingat dan daya pikir yang menanggu personal activity daily living (ADL).

Kesadaran tidak terganggu.

Gejala telah tampak selama paling sedikit 6 bulan.

Vascular Dementia
-

Pengertian dan SKDI


Demensia vaskular adalah penurunan kognitif dan kemunduranfungsional yang disebabkan oleh
penyakit serebrovaskuler, biasanya stroke hemoragik dan iskemik, juga disebabkan oleh
penyakit substansia alba iskemikatau sekuale dari hipotensi atau hipoksia.

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Tingkat kompetensi kita berapa?


Untuk demensia, 3A: diagnosis, tatalaksana awal, rujuk, kemudian melakukan tatalaksana
lanjutan. Rujuk ke siapa? Spesialis Syaraf Konsultan Neurobehavior atau Konsultan
Cerebrovaskular.
Untuk pemeriksaan klinik semua pemeriksaan psikiatri, anamnesis, diagnosis, dan pemeriksaan
tambahan seperti MMSE memiliki standar kompetensi 4A. Minimal kita harus bisa
melaksanakan sendiri dengan mandiri.

Etiologi
Penyebab utama dari demensia vaskular adalah penyakit serebrovaskular yang multipel, yang
menyebabkan suatu pola gejala demensia. Gangguan terutama mengenai pembuluh darah
serebral berukuran kecil dan sedang, yang mengalami infark menghasilkan lesi parenkim
multipel yang menyebar pada daerah otak yang luas.
Pada kasus kita, infark yang terjadi adalah infark lakunar. Infark lakunar berarti diameter infark
kurang dari 5 mm. Biasanya, infark lakunar baru dapat memberikan gejala demensia apabila
terjadi infark lakunar multipel. Infark multipel berarti adalah cerebrovascular accident yang
terjadi berulang kali, sehingga menimbulkan banyak lesi. Infark dapat terjadi pada tingkat
subkorteks maupun korteks. Biasanya sih, yang subkorteks, gejalanya akan lebih buruk~

Faktor Resiko
Secara umum faktor risiko DVa sama seperti faktor risiko stroke meliputi: usia (makin tua makin
beresiko), hipertensi (adanya hipertensi makin beresiko), diabetes melitus (makin tak terkontrol
makin beresiko), aterosklerosis, penyakit jantung, penyakit arteri perifer, plak pada arteri karotis
interna, alkohol, merokok, ras dan pendidikan rendah. Berbagai studi prospektif menunjukkan
risiko vaskular seperti hipertensi, diabetes, hiperkolestrolemia merupakan faktor risiko
terjadinya DVa.

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Patofisiologi
Jadi, inti dari patofisiologi demensia vaskuler itu adanya penyakit serebrovaskuler (bisa
karena plak arteriosklerotik ataupun tromboemboli dari daerah lain yang sampe ke otak,
penyempitan endotel karena udah tua, pecahnya pembuluh darah otak, dll lah, yang intinya
membuat si sel saraf ngga dapat nutrisi yang dibutuhkan sampai akhirnya dia mati) yang
berdampak pada kematian sel saraf atau hilangnya komunikasi antara sel-sel ini. Kerusakan otak
inilah yang nantinya menghasilkan gangguan fungsi kognitif. Sebenarnya mekanisme pastinya
belum ada, tapi ada sih beberapa teori yang berusaha menjelaskan kejadian ini.

Salah satu teori yang populer adalah adanya defisit sistem kolinergik dan reaksi
inflamasi pasca-iskemia. Teori ini menyatakan bahwa penyakit serebrovaskuler mungkin juga
merusak neuron-neuron asetilkolin ataupun jalur proyeksinya sehingga menimbulkan gangguan
peran asetilkolin pada fungsi kognitif. Asetilkolin juga memiliki peran dalam regulasi aliran darah
serebral. Asetilkolin bisa meningkatkan aliran darah serebral lewat aksi vasodilatasi. Gangguan

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

fungsi vasodilatasi ini mungkin bisa menjelaskan progresivitas demensia vaskular ini. Kurangnya
regulasi aliran darah akan memperburuk penyakit serebrovaskularnya dan secara tidak langsung
dapat memperparah demensianya pula.
Teori yang satu lagi, yakni reaksi inflamasi pasca-iskemia, menyatakan bahwa pada
suatu kejadian iskemik otak, produksi oligomer A meningkat. A (beta-amiloid) memiliki efek
yang bisa menginduksi eksarsebasi suatu reaksi inflamasi pasca-iskemia dan berkontribusi pada
disfungsi sistem serebrovaskuler. Beta-amiloid juga sering dikaitkan dengan kejadian demensia
karena deposit beta-amiloid sering ditemukan pada pasien demensia dengan penyakit
Alzheimer. (Catatan: pada demensia vaskuler ada peningkatan A tapi gasampe terbentuk
deposit).

Penegakan Diagnosis

Diagnosis demensia ditegakkan melalui dua tahap, pertama menegakkan diagnosis demensia,
kedua mencari proses vaskular yang mendasari. Terdapat beberapa kriteria diagnostik untuk
menegakkan diagnosis DVa, yaitu:
i.

diagnostic and statictical manual of mental disorders edisi ke empat (DSM-IV),

ii.

pedoman penggolongan dan diagnosis gangguan jiwa (PPDGJ) III,

iii.

international clasification of diseases (ICD-10),

iv.

the state of California Alzheimers disease diagnostic and treatment centers


(ADDTC), dan

v.

national institute of neurological disorders and stroke and the (NINDS-AIREN)

Dengan menggunakan kriteria diagnostik yang berbeda didapatkan prevalensi DVa yang berbeda,
dimana prevalensi tertinggi didapatkan bila menggunakan kriteria DSM-IV dan terendah bila
menggunakan kriteria NINDS-AIREN. Consortiumof Canadian Centres for Clinical Cognitive Research
menyatakan bahwa tidak ada kriteria diagnostik yang lebih baik dari yang lain. DSM-IV mempunyai
sensitivitas yang lebih tinggi tetapi spesifisitas rendah. ADDTC penggunaannya lebih terbatas pada Dva
jenis iskemik sedangkan NINDS-AIREN dapat digunakan untuk semua mekanisme (hipoksia,iskemik,

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

perdarahan). Kriteria ADDTC dan NINS-AIREN mempunyai 3 tingkat kepastian (probable, possible,
definite), memerlukan waktu antara stroke dan demensia serta bukti morfologi stroke. Untuk penelitian
dianjurkan NINDS-AIREN.
Membedakan kedua jenis demensia ini tidak selalu mudah. Looi et al. mendapatkan bahwa pasien
DVa relatif memiliki memori verbal jangka panjang yang lebih baik tetapi fungsi eksekutif lobus frontal
lebih buruk dibandingkan pasien dengan demensia Alzheimer. Dapat pula digunakan sistem skor

misalnya skor iskemik Hachinski dan skor demensia oleh Loeb dan Gondolfo. Diakui bahwa sistem
skor ini belum memadai, masih mungkin terjadi kesalahan dan cara ini tidak dapat menentukan adanya
demensia campuran (vaskular dan Alzheimer).

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Diagnostik PPDGJ
-

Terdapatnya gejala demensia

Hendaya fungsi kognitif biasanya tidak merata ( mungkin terdapatnya

hilang

daya

ingat,

gangguan daya pikir, gejala neurologis fokal). Daya tilikdiri (insight) dan daya nilai (judgement)
secara relative tetap baik.
-

Suatu onset yang mendadak atau deteriorasi yang bertahap, disertai adanya gejala neurologis
fokal, meningkatkan kemungkinan diagnosis demensiavaskular
Diagnosis:

Ny.Luna, umur 69 tahun menderita dementia vaskuler yang disebabkan oleh adanya riwayat
hipertensi dan DM tipe 2.

Aksis I

F01

Demensia Vaskular

Aksis II

Z03.2 tidak ada diagnosis

Aksis III

I00-I99 Penyakit Sirkulasi

Aksis IV

Tidak ada

Aksis V

GAF = 70-61

Pemeriksaan Tambahan
Pemeriksaan fungsi kognitif seperti MMSE, Mocha-Ina, CDT. Untuk pemeriksaan tambahan yang
gold standard diperlukan PET Scan, tapi sayangnya di Indonesia PET Scan belum ada -_-.

Prognosis
Prognosis demensia vaskular lebih bervariasi dari penyakit Alzheimer. Berdasarkan beberapa
penelitian, demensia vaskular dapat memperpendek jangka waktu hidup sebanyak 50% pada

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

lelaki, individu dengan tingkat edukasi yang rendah dan pada individu dengan hasil uji
neurologi yang memburuk.
Penyebab kematian adalah komplikasi dari demensia, penyakit kardiovaskular dan
berbagai lagi faktor lainnyaseperti keganasan.
Pada Ny. Luna, prognosisnya adalah:
Quo ad vitam dubia ad bonam
Quo ad fungtionam dubia ad malam

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

STATINS SKENARIO C BLOK 20


BIPOLAR I DISORDER
Seorang ibu bernama ATW dibawa ke rumah sakit Erba gara-gara dia melakukan
percobaan bunuh diri. Gejala-gejala depresi menonjol selama 1 tahun terakhir, disertai dengan
suara-suara yang menyalahkannya, dan juga percaya bahwa dia memiliki banyak dosa dan
telah melakukan banyak kesalahan. 2 tahun yang lalu si ibu ini mengalami episode manic.
Setelah ditelusuri ada masalah dengan keluarga suami, serta memiliki premorbid gangguan
kepribadian emosi yang tidak stabil.
Merasa familiar dengan kasus di atas? Bipolar? Sering dengerinnya di televisi nggak
lama dari scenario ini keluar? Pastinya, karena scenario ini adalah skenarionya Marshanda.

Bisa diliat di kedua foto di atas kalau Marshanda seolah-seolah punya dua kutub yang
berbeda. Di satu foto dia terlihat begitu menantang, menanggap dirinya begitu hebat, pola
bicara yang meletup-letup, menari ke sana kemari tidak bisa diam, dan menghina semua orang
yang
dulu
dianggapnya
pernah
menyakitinya
(lihat
video
berikut
:

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

http://www.youtube.com/watch?v=UJJn7-CG3fU ) Di foto yang lain, Marshanda tampak sedih,


menangis, lebih banyak diam, benar-benar berbeda 180 derajat dari Marshanda di foto pertama.
Persamaan Marshanda dan Ibu ATW ini adalah mereka sama-sama memiliki kelainan
mood atau mood disorder, yaitu gangguan Bipolar. Menurut DSM IV-TR gangguan Bipolar
didefinisikan sebagai gangguan mood yang terdiri dari paling sedikit satu episode manik,
hipomanik, atau campuran yang biasanya disertai dengan adanya riwayat episode depresi
mayor.
Usia-usia seperti Marshanda dan Ibu ATW memang usia yang rentan untuk terkena
gangguan Bipolar. Data menunjukkan bahwa onset Bipolar dapat terjadi dari rentang waktu masa
kanak-kanak (usia 5-6 tahun) sampai usia dewasa (50 tahun) dengan onset rata-rata pada
usia 25-30 tahun. Bipolar seimbang terjadi pada laki-laki dan perempuan, maupun adanya
kecenderungan untuk kaum laki-laki untuk menderita episode manic, dan perempuan untuk
menderita episode depresif dengan lebih dominan.
Penyakit yang dialami ibu ATW dan Marshanda ini sebenarnya digolongkan dalam 2
klasifikasi, yaitu Bipolar I dan Bipolar II seperti yang bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Gejala-gejala yang kita temui pada Ibu ATW sejalan dengan diagnosis Bipolar I disorder
seperti yang dijelaskan di atas. Namun, untuk diagnosis yang lebih rinci, mari kita mempelajari
satu per satu gejala, tanda, dan sedikit faktor resiko yang dimiliki oleh Ibu ATW
Gejala / Tanda / Faktor Resiko
Usia 30 tahun (28 tahun saat onset manic)
Percobaan bunuh diri
Rasa senang berlebihan
Berbicara berlebihan
Banyak bergerak, kebutuhan tidur menurun
Mendengar suara-suara yang menyalahkan
Percaya bahwa dia banyak kesalahan dan dosa
Mengisolasi diri dan tidak banyak berinteraksi
Kurang bisa mengurus diri, tidak mengerjakan
pekerjaan sehari-hari
Berbicara terbatas, sepatah dua patah kata,
masih bisa dimengerti
Beberapa bulan cenderung normal

Masalah dengan keluarga suami


Gangguan kepribadian emosi tidak stabil

RTA sangat terganggu

Interpretasi sehubungan diagnosis


Usia di mana onset gangguan bipolar sering
terjadi
Bukti tingkatan mood yang paling buruk,
sebagai gejala depresif berat
Euforia, kriteria diagnostic episode manic
Logore, kriteria diagnostic episode manic
Hiperaktif, kriteria diagnostic episode manik
Halusinasi auditorik, gejala psikotik
Waham dosa, gejala psikotik
Kehilangan minat, anhedonia, gejala depresi
Retardasi psikomotor, gejala depresi
Miskinnya isi pikiran, pikiran terhambat
(hemmung), masih bisa dimengerti berarti
kemampuan asosiasi masih intak
Adanya episode tanpa gangguan mood antara
episode manic dan depresif, diagnostic untuk
gangguan Bipolar
Stresor psikososial, perceraian merupakan
salah satu faktor resiko gangguan bipolar
Orang dengan gangguan kepribadian emosi
tidak stabil cenderung memiliki swinging
mood atau mood yang tidak stabil
Akibat gejala psikotik berupa waham dan
halusinasi

Berdasarkan analisa gejala di atas, terdapat 3 hal yang menonjol di setiap poin, yaitu
adanya gejala depresif, adanya gejala manic, dan adanya gejala psikotik. Diagnosis harus
mulai diarahkan ke gangguan mood, gangguan psikotik skizofrenia, atau bahkan gangguan mood
dengan gejala psikotik, atau gangguan skizofrenia dengan gejala mood (skizoafektif). Namun
sebelum ke situ, mari kita pastikan apakah diagnosis episode manic dan depresif berat benarbenar bisa ditegakkan dengan menggunakan kriteria DSM-IV TR dan PPDGJ III berikut :

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Kriteria DSM-IV-TR Episode Depresif berat :


A. Lima atau lebih gejala di bawah ini telah ada selama periode waktu 2 minggu dan
menunjukkan perubahan fungsi sebelumnya, setidaknya salah satu gejalanya adalah (1)
mood menurun, atau (2) kehilangan minat atau kesenangan :

Mood menurun hampir sepanjang hari, dilaporkan menggunakan perasaan


subjektif (perasaan sedih atau kosong), bisa berupa mood irritable

Menurunnya minat atau kesenangan yang nyata pada semua aktivitas,


hampir setiap hari

Penurunan berat badan yang bermakna walaupun tidak diet, atau penambahan
berat badan (lebih dari 5% dalam sebulan)

Insomnia atau hipersomia setiap hari

Agitasi atau retardasi psikomotor

Lelah atau hilang energi hampir setiap hari

Perasaan tidak berarti atau rasa bersalah yang berlebihan

Menurunnya kemampuan berpikir atau berkonsentrasi, disertai dengan


keragu-raguan

Pikiran berulang mengenai kematian, gagasan bunuh diri, atau upaya bunuh
diri

B. Gejala tidak memenuhi kriteria episode campuran


C. Gejala menyebabkan penderitaan secara klinisk dan hendaya dalam fungsi sosial,
pekerjaan, atau fungsi lain
D. Gejala tidak disebabkan oleh obat-obatan atau kondisi medis umum
E. Tidak disebabkan oleh kesedihan akibat bergabung, bertahan lebih lama dari 2 bulan

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Kriteria PPDGJ III untuk Depresi Berat dengan Gejala Psikotik


A. Semua 3 gejala utama depresi harus ada :

Afek depresif

Kehilangan minat dan kegembiraan

Berkurangnya energi, mudah lelah, dan menurunnya aktivitas

B. Ditambah 4 gejala tambahan dan beberapa di antaranya harus dalam intensitas berat :

Konsentrasi dan perhatian berkurang

Harga diri dan kepercayaan diri berkurang

Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna

Pandangan masa depan yang suram dan pesimistik

Gagasan atau perbuatan yang membahayakan diri sendiri, bunuh diri

Tidur terganggu

Nafsu makan berkurang

C. Berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu


D. Sangat tidak mungkin pasien meneruskan kegiatan sosial, pekerjaan atau urusan rumah
tangga
E. Disertai waham halusinasi atau stupor depresif. Waham biasanya melibatkan ide tentang
dosa, kemiskinan, atau malapetaka yang merupakan tanggung jawab sang pasien.
Halusinasi auditorik berupa suara yang menghina dan menuduh.
Kriteria DSM-IV TR Episode Manik
A. Periode terpisah mood yang secara abnormal dan persisten meningkat, ekspansif, atau
iritabel yang berlangsung hingga setidaknya 1 minggu (atau berapapun jika dirawat inap)
B. Selama periode gangguan, 3 atau lebih gejala berikut ada (4 jika mood hanya iritabel) dan
signifikan :

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Harga diri membumbung atau rasa kebesaran

Berkurangnya kebutuhan tidur

Lebih banyak berbicara

Flight of ideas atau pengalaman subjektif bahwa pikirannya saling berlomba

Perhatian mudah teralih

Meningkatnya aktivitas yang berorientasi tujuan atau agitasi psikomotor

Keterlibatan berlebihan pada aktivitas menyenangkan dan berpotensi memiliki


akibat menyakitkan (seperti berbelanja berlebihan, tindakan seksual, investasi
bisnis yang bodoh)

C. Tidak memenuhi kriteria episode campuran


D. Gangguan mood cukup berat untuk menyebabkan hendaya di berbagai fungsi sosial
E. Gejala tidak disebabkan efek fisiologis zat atau kondisi medis umum
Kriteria PPDGJ III Manik Tanpa Gejala Psikotik
A. Episode harus berlangsung sekurang-kurangnya 1 minggu dan cukup berat sampai
mengacaukan seluruh atau hampir seluruh pekerjaan dan aktivitas sosial yang biasa
dilakukan
B. Perubahan afek harus disertai dengan energi yang bertambah sehingga terjadi aktivitas
berlebihan, percepatan dan kebanyakan bicara, kebutuhan tidur yang berkurang,
ide-ide perihal kebesaran/grandiose ideas dan terlalu optimistic
PS untuk kriteria diagnostic depresif berat dan manic DSM-IV TR :
Mixed episode atau episode campuran adalah gangguan mood di mana episode manic dan
episode depresif terjadi hampir setiap hari (dua duanya ada dalam satu hari yang sama) paling
tidak selama 1 minggu.

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Bagian dari kriteria diagnostic yang ditebalkan adalah bagian atau kriteria yang telah
terpenuhi oleh gejala-gejala di kasus ini. Dengan menggunakan kriteria diagnostic di atas, berarti
episode manic dan depresif berat sudah dapat ditegakkan. Lalu, bagaimana dengan gangguan
Bipolar? Apakah diagnosis nya dapat ditegakkan? Mari tilik kriteria berikut :
Kriteria DSM-IV Gangguan Bipolar I, Episode Terkini Depresi
A. Saat ini berada dalam episode depresif berat
B. Sebelumnya ada setidaknya satu episode manic atau campuran
C. Episode mood kriteria A dan B sebaiknya tidak dijelaskan gangguan skizofrenia,
skizofreniform, gangguan waham, dan gangguan psikotik yang tidak tergolongkan
D. Tentukan status atau ciri klinis saat ini :

Ringan sedang berat tanpa ciri psikotik / berat dengan ciri psikotik

Kronik (terpenuhi selama 2 tahun terakhir)

Dengan ciri katatonik (imobilitas, kalatepsi, aktivitas motor yang berlebihan,


negativism berlebihan, ekolalia, ekopraksia)

Dengan ciri melankolik (hilangnya kesenangan, tidaknya rangsang terhadap hal


menyenangkan, depresi memburuk di pagi hari, bangun di dini hari, anoreksia,
rasa bersalah berlebihan)

Dengan ciri atipikal (adanya reaktivitas mood terhadap hal-hal yang berpotensi
positif, pertambahan berat badan, nafsu makan meningkat, hipersomnia, paralisis
lamban)

Dengan awitan pasca melahirkan (4 minggu pasca melahirkan)

E. Tentukan :

Poin penentu perjalanan longitudinal (dengan atau tanpa pemulihan antar


episode)

Dengan pola musiman

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Dengan siklus cepat (adanya 4 jenis gangguan mood : depresif berat, manic,
hipomanik, campuran dalam 12 bulan terkahir, dan episode dibatasi oleh remisi
parsial atau penuh sedikitnya 2 bulan sebelum menjadi emosi yang berlawanan,
seperti dari depresi ke manic).

Kriteria PPDGJ III Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Depresif Berat dengan Gejala
Psikotik (F31.5)
A. Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat
dengan gejala psikotik
B. Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik, manic, datau
campuran di masa lampau
Berdasarkan 2 kriteria di atas, diagnosis gangguan Bipolar I sudah dapat ditegakkan.
Namun, gangguan Bipolar I ini perlu dirinci lebih lanjut, serta perlu dilakukan penegakkan
diagnosis multiaksial.

Aksis I : F31.5 Gangguan afektif bipolar episode kini depresif berat dengan
gejala psikotik (Pada DSM-IV TR 296.54 Bipolar I Disorder, Current of most
recent episode depressed, with psychotic features)
Aksis II : F60.3 Gangguan kepribadian emosional tak stabil
Aksis III : Tak ada kelainan
Aksis IV : Terkait dengan masalah keluarga suami
Aksis V : GAF tertinggi 90-81, terendah 40-31

Saat ini, diagnosis kerja sudah dapat ditegakkan. Namun, bukankah penegakkan
diagnosis terkesan terlalu terburu-buru jika tidak mendata diagnosis banding lain yang mungkin?
Karena itu kita perlu mendata dan menyingkirkan beberapa diagnosis banding berikut ini :
(diagnosis banding dibuat berdasarkan 3 gejala utama, yaitu gejala depresif, manic, dan psikotik)

Skizofrenia. Diagnosis skizofrenia membutuhkan dua atau lebih hal-hal berikut :


waham, halusinasi, inkoherensi, katatonik, gejala negative. Lah, kalau begitu,
bukankah diagnosis skizofrenia sudah dapat ditegakkan? Tunggu dulu, masih ada

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

persyaratan lain yang harus dipenuhi. Menurut kriteria diagnosis Skizofrenia


DSM-IV TR poin ke-4 atau D, diagnosis skizofrenia hanya dapat ditegakkan
jika gangguan mood telah disingkirkan kemungkinannya dengan tidak
adanya gejala mood (manic atau depresif) atau gejala mood jauh lebih
singkat proporsinya daripada gejala waham dan halusinasi. Sedangkan kita
tahu bahwa gejala mood depresi mendominasi pada ibu ATW, sehingga diagnosis
skizofrenia bisa kita singkirkan.

Skizoafektif. Masih berkutat di seputar skizo. Gejala psikotik, plus gangguan


mood, seperti yang terjadi pada kasus ini, membuat kita mulai berpikir ke
skizoafektif (perpaduan gejala skizo dan afek/mood). Namun sayangnya, pada
kriteria diagnostic skizoafektif, pada pasien harus ditemukan suatu periode
(minimal 2 minggu) di mana hanya waham dan halusinasi yang ditemukan,
tanpa gejala mood yang menonjol. Ibu ATW? Ya jelas mood nya yang terus
menerus menonjol.
Gangguan bipolar dengan gejala psikotik dapat juga dibedakan dengan gangguan
skizoafektif lewat jenis wahamnya. Dalam gangguan bipolar, dikenal jenis
waham yang kongruen mood, alias sejalan dengan mood. Jika mood nya
depresif, maka waham akan berupa waham yang menyalahkan diri sendiri, seolah
dirinya amat berdosa. Jika mood nya manic, maka akan disertai waham grandiose.
Pada gangguan skizoafektif, waham tidak selalu kongruen mood, cenderung
tidak sesuai atau tidak berhubungan dengan mood.

Siklotimia. Adanya episode senang berlebihan dan sedih berlebihan juga dapat
membawa kita ke arah diagnosis gangguan siklomia. Namun, menurut kriteria
diagnosis siklotimia, mood yang mengalami swining haruslah depresi dan
hipomania, bukan mania, malah gejala mania dan depresif berat tidak boleh
ada. Apa lantas perbedaan hipomania dan mania? Perbedaan utamanya adalah
pada hipomania tidak ada hendaya fungsi sosial yang ditimbulkan seperti yang
ditemukan pada gangguan mania.

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Major depressive episode. Tidak didahului atau diikuti episode mania.


Bipolar II. Pada bipolar II, periode elasi (mood yang senang, menggebu-gebu)
yang ditemukan bukanlah episode manic, namun hipomanik. Hipomanik
memiliki gejala yang sama dengan manic, namun dalam taraf yang lebih
ringan, dan tidak menimbulkan hendaya fungsi sosial dan pekerjaan.

Oke cukup berkutat dengan diagnosis dan diagnosis banding, kita mulai memikirkan
rencana terapi. Rencana terapi tentu saja terdiri atas terapi farmakologis dan non farmakologis.
Rencana terapi nya adalah sebagai berikut :

Terapi first line untuk pasien bipolar episode depresif adalah Mood Stabilizers.
Mood stabilizer yang bisa digunakan adalah :
Valproat, diberikan dengan dosis 20 mg/kg dalam dosis terbagi untuk
pasien rawat inap, dan akan menunjukkan perbaikan dalam 7 hari. Pada
pasien rawat jalan dapat dimulai dengan dosis 250 sampai 750 mg per hari
ditingkatkan sesuai kadar terapeutik
Lithium sempat menjadi terapi lini pertama gangguan Bipolar I, namun
perlunya pemantauan laboratorium darah yang ketat membuat penggunaan
obat ini menjadi kurang efisien. Saat menggunakan lithium, pasien harus
secara rutin mengecek kreatinin serum, elektrolit, fungsi tiroid, darah
lengkap, dan EKG.
Terapi berikutnya adalah mood stabilizers yang dikombinasikan dengan obatobatan anti depresan. Obat anti depresan yang saat ini menjadi pilihan utama
adalah golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor)
Penggunaan antidepresan tidak boleh sebagai monoterapi karena akan
menyebabkan perubahan dari episode depresif menjadi episode manic.
Oleh sebab itu, antidepresan dikombinasikan dengan mood stabilizer guna
menghindari efek samping ini.
Beberapa SSRI yang dapat digunakan adalah Sertraline (50 mg sehari
diberikan pada sore hari dan sesudah makan), Fluoxentine (10-20 mg oral
setiap hari, diberikan pagi hari karena menimbulkan insomnia, dikonsumsi
bersama makanan)
Penggunaan antidepresan baru di stop setelah 2-3 bulan

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)


ASIAN MEDICAL STUDENTS ASSOCIATION (AMSA)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Sekretariat:
Kampus A FK Unsri, Jl. Mayor. Mahidin Komp. RSMH Palembang
Kampus B FK Unsri, Zona F Gedung I Kampus Unsri Indralaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya

Terapi berikutnya adalah terapi untuk mengatasi gejala psikotiknya, yaitu dengan
menggunakan anti psikotik atipikal. Alasan penggunaan anti psikotik atipikal
adalah obat ini memiliki 2 aksi kerja yaitu (1) Sebagai antagonis reseptor
dopamine (sehingga mampu menghilangkan gejala-gejala positif skizofrenia
seperti waham dan halusinasi) serta (2) Sebagai antagonis reseptor serotonin
(sehingga mampu menghilangkan gejala negative seperti miskin pembicaraan,
afek datar, anhedonia seperti yang ada dalam kasus ini).
Beberapa efek samping yang perlu diperhatikan adalah penambahan berat
badan, peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida, agranulositosis
(eksklusif pada klozapine), dan perubahan pada elektrofisiologi jantung
Antipsikotik atipikal yang dianjurkan adalah : Olanzapine (5-15 mg
diberikan sekali sehari), Quetiapine (25 mg 2 kali sehari, dapat
ditingkatkan hingga 50 mg per dosis setiap 2 atau 3 hari, sampai target 300
atau 400 mg per hari, dibagi dalam dua sampai tiga dosis harian.

Kesan Pesan (beberapa) Anggota Academic And Research

Akhirnya mau demis juga. Bikin statin gampang susah susah sih. Gampang karena ini adalah
refleksi belajar kita, susah susah karena ini menjadi bahan belajar orang. Yang bikin statin salah,
yang belajar salah, kan dosanya ditanggung yang buat (dan berarti Rolando yang balik banyak
dosanya). Makanya AnR agak hati-hati dalam menulis -__- Makanya juga di akhir tulisan selalu
dibuat email korespondensi jika ada kritik~ Tapi senangnya adalah ketika tulisan kita dibaca
orang dan memberikan kesan untuk yaaaaa sedikit-sedikitnya membantu, ga cuma untuk blok
tapi untuk ketercapaian kompetensi -niatnya sih.... Anw adanya statin buat anak-anak AnR harus
belajar agak lebih giat, karena fokus menjelang ujian ga cuma satu hehehehe. But it fun to work
in this team! Akhir kata, maaf ya kalo beberapa kali pernah salah, apalah daya yang nulis juga
merupakan bagian yang rerata. Sukses buat semuanya! Salam.
-Eddy Yuristo

Gak kerasa udah setahun lewat bareng bareng dengan AnR AMSA UNSRI 2013-2014. Gak
pernah absen kalau lagi buat statin, padahal kadang kadang cma manjangin halaman aja :D. Tapi
setahun disini sangat kerasan kalau udah balik lagi ngomongin AnR, apalagi kalau udah ngumpul
dan nyanyi bareng sambil diiringin alunan gitar seru seruan dari ketua kece kami a.k.a Rolando
Agustian Halim, jadiah kami artistik (AnR akustik, kece badai). Mungkin memang ke depannya,
proker kami yang rutin ini dan yang banyak ditunggu orang (katanya gitu) gak bakal terbit lagi,
tapi semangat AnR tetap membara!! Apapun yang terjadi, masa-masa bareng anak AnR, semoga
gak hanya jadi kenangan di ingatan semata, akan tetapi tetap berjalan, mengaliri waktu, karena
kita masih satu, masih dalam Academic and Research AMSA UNSRI.
VIVA AnR!!!
-Cindy Mayury
Selama setahun di AnR, aku jadi berpikir walau mungkin tiap-tiap kita itu hanya satu dari 7
milyar orang lainnya, kita itu bisa membawa perubahan. Mungkin nggak secara langsung dan
besar-besaran ke 7 milyar populasi itu. Tapi semoga dengan apa yang AnR telah lakukan selama
ini, baik itu STATINS ataupun seminar-seminar lain, bisa berkontribusi dalam karir temanteman sebagai dokter yang sukses. Yup, dokter sukses yang memiliki impact positif terhadap 7
milyar orang lainnya
-Christian Sianipar

Banyak yang bilang kalau AnR itu boring, bosen, ngebosenin, karena dari namanya aja udah
Academic and Research. Waktu OR AMSA ditanyain mau masuk AnR atau nggak, sejujurnya
kemarin aku langsung menjawab nggak tertarik, karena nggak punya pengalmaan di bidang
research. Muahahahaa. Entah kenapa waktu staffing kemarin milih AnR (and after that I was a
bit regretting my decision tho). Eh pas udah kepilih dan mulai kerja di divisi AnR ternyata seru
banget, apalagi anak-anaknya seru-seru, bisa diajak gila-gilaan, bergosip ria, nggak mulu belajar.
EB AnR yang kepilih juga ternyata orang gila yang bisa bikin anggotanya makin gila. Masuk
AnR juga bikin jadi tambah rajin belajar, karena tiap akhir blok pasti disuruh Dodo bikin
STATINS, yang nggak Cuma membantu anak AnR sama AMSA tapi juga temen-temen satu
angkatan. Im Proud Being Part of AnR!
-Almira Zada
Pengalaman satu tahun menjadi bagian dari AMSA, teurtama untuk divisi AnR, penuh
perjuangan namun tetap menjadi ingatan yang menyenangkan. Bekerja keras dan tanggung
jawab adalah hal penting untuk melaksanakan setiap program kerja. Semoga generasi AnR
berikutnya mampu terus bekerja keras dan sellau bersemangat dalam melaksanakan program
kerjanya
-Dhiya Silfi
Menjadi bagian dari AnR merupakan sebuah kebanggaan. Bekerja sama dengan sekelompok
orang yang sangat kompeten di bidangnya masing-masing, membuat saya menjadi terpacu untuk
memberikan hal-hal yang terbaik. STATINS merupakan proker yang menurut saya patut untuk
menjadi kebangaan divisi AnR, bahkan AMSA Unsri sekalipun. Walaupun sebentar lagi kami
akan segera demisioner, semoga anak-anak AnR selanjutnya dapat meneruskan semangat yang
telah kami mulai saat ini.
-Davi Dzikirian
Nggak pernah terpikir kalau masuk AnR bakal se-fun ini. Gambaran awal tentang AnR itu
selalu serius, kerjaannya nggak akan pernah penuh warna, selalu abu-abu, hitam dan putih.
Namun seiring waktu pandangan itu berubah. Nggak hanya belajar bersama, namun anak-anak
AnR juga tertawa bercanda bersama, berbagi cerita, bernyanyi bersama, dan semua kegiatan lain
yang tak pernah terpikirkan akan dilakukan di divisi ini. Sedih rasanya harus meninggalkan
keanggotaan di divisi ini sebentar lagi, namun itulah yang harus terjadi.
-Syarifa Aisyah

Individually we are one drop.


But together, we are an ocean

-----------------------------------------------THANK YOU---------------------------------------------------