Anda di halaman 1dari 4

KAYU MERBAU SEBAGAI PILIHAN LANTAI KAYU

1. LATAR BELAKANG
Mendesain rumah harus dibuat sedemikian menarik sehingg akan membuat
nyaman penghuninya. Salah satu cara menciptakan suasanan yang nyaman dan
menyenngkan dalam rumah adalah mendesain rumah secara menarik. Menggunakan
bahan kayu sebagai lantai tentu terkait dengan fungsi dan estetika yang ingin dicapai.
Biasanya dengan menggunakan kayu sebagai penutup lantai penampilan ruang
cenderung rapi dan bersih. Menggunakan lantai kayu (wood flooring) di dalam rumah
atau bangunan lain tidak akan membosankan karena kayu menyimbangkan suhu
ruang dan terasa nyaman di telapak kaki karena kayu memiliki serat dan pola yang
halus.
Dari segi penampilan, kayu tidak kalah dengan bahan bangunan lain. Oleh
sebab itulah, berbagai gaya rancangan seperti gaya kontemporer modern, etnik atau
klasik sangat cocok menggunakan lantai kayu (wood flooring) karena fungsi dan
penampilannya yang fleksibel.
Saat ini bahan yang dipakai sebagai lantai rumah sangat beraneka ragam, dan
saat ini yang mulai banyak peminatnya adalah lantai rumah berbahan dasar kayu.
Lantai kayu ini mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan lantai rumah berbahan
lain. Diantaranya adalah kayu merbau.
2. APA ITU LANTAI KAYU?
Lantai kayu merupakan semua produk yang terbuat dari balok kayu atau kayu olahan
yang digunakan sebagai instalasi permanen pada lantai bangunan. Lantai kayu olahan
(engineered wood flooring) merupakan istilah yang digunakan untuk berbagai jenis
produk lantai berbahan dasar kayu. Lantai jenis ini berasal dari proses produksi
tertentu yang menggabungkan berbagai bahan mentah seperti partikel kayu, perekat
khusus, serta bahan tambahan melalui sistem manufaktur yang dirancang secara
khusus. Terdapat lantai struktural (penahan beban) dan non-struktural (estetika).
Selain karena tampilannya yang natural dan hangat, lantai kayu sering digunakan

karena karakteristik fisik dan mekanisnya yang berbeda dengan jenis lantai lain
(keramik, marbel, PVC, dan lain-lain). Akan tetapi, terdapat perbedaan yang
sifnifikan antara lantai kayu keras (hardwood) dan kayu lunak (softwood). Di sisi lain,
lantai kayu olahan digunakan secara luas karena harganya yang lebih terjangkau.
Lantai bambu seringkali dianggap sebagai lantai kayu, meskipun terbuat dari rumput
(bambu) dan bukan dari balok kayu.
3. KEKURANGAN DAN KELEBIHAN KAYU SEBAGAI LANTAI

KELEBIHAN
a. Memunculkan Kesan Alami
Dengan pemakaian lantai dari bahan kayu, kesan alami dan natural dalam
rumah akan tercipta. Bagi yang menyukai suasana alam, pemakaian lantai
kayu ini bisa membuatnya merasa betah berada di dalam rumah. Motif kayu
yang beraneka ragam menjadikan kita lebih leluasa dalam memilih motif
sesuai dengan desain interior ruangan.
b. Membuat Ruangan Menjadi hangat
Kelebihan lantai kayu akan membuat ruangan menjadi hangat meskipun pada
musim dingin atau musim penghujan. Karena sifat dari kayu yang mampu
menyimpan panas pada siang hari yang selanjutnya akan digunakan untuk
menghangatkan udara pada malam hari.

KEKURANGAN
a. Perlakuan Khusus Agar Tak Mudah Keropos
Lantai kayu yang kurang mendapatkan perlakuan khusus saat akan dipasang
terutama penanggulangan terhadap rayap, pasti akan mudah mengalami
keropos

karena

ulahrayap

ataupun

kelembaban.

Kelembapan

akan

berpengaruh terhadap kayu, kayu menjadi mudah lapuk dan menimbulkan bau
yang kurang sedap.
b. Lantai Memuai

Kekurangan lantai kayu yang lain yaitu sifatnya yang bisa memuai ataupun
menyusut saat terjadi perubahan suhu yang drastis. Jika lantai kayu mengalami
pemuaian maka akan menjadikan lantai tidak rata dan tidak nyaman.
c. Susah Dibersihkan
Lantai kayu jika terkena noda dari tinta atau cat, sulit untuk dibersihkan.
Karena cairan tinta ataupun cat tersebut akan meresap ke dalam kayu
selanjutnya menyatu dengan kayu. Selain itu lantai kayu yang jarang
dibersihkan juga bisa menjadi sarang penyakit dan bakteri yang bisa
bersembunyi di sela-sela serat kayu
4. APA ITU KAYU MERBAU ?
Merbau atau ipil adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras berkualitas
tinggi anggota suku Fabaceae (Leguminosae). Karena kekerasannya, di
wilayah Maluku dan Papua barat kayu ini juga dinamai kayu besi. Di Papua
nugini, kayu ini dikenal sebagai kwila; sedangkan nama-namanya dalam
bahasa inggris adalah mirabow, Moluccan ironwood, Malacca teak, dan lainlain.
Kayu Merbau mudah dikenal tekstur seratnya yang berwarna merah
kecoklatan dan banyak digunakan untuk panelling, lantai parket, pintu dan
jendela. Kayu ini masuk kategori kayu keras dan dengan tekstur yang
dimilikinya membuat Merbau menjadi sebuah simbol eklusifitas dalam
interior.
5. BAGAIMANA SIFAT KAYU MERBAU ?
Kayu Merbau mudah dikenal tekstur seratnya yang berwarna merah
kecoklatan dan banyak digunakan untuk paneling, lantai parket pintu dan
jendela. Kayu ini masuk kategori kayu keras dengan tekstur yang dimilikinya
membuat Merbau menjadi symbol eksklusifitas dalam interior. Merbau
memiliki tekstur kayu yang kasar dan merata, dengan arah serat yang
kebanyakan lurus. Kayu yang telah diolah memiliki permukaan yang licin dan
mengkilap

indah.

Kayu teras berwarna kelabu coklat atau kuning coklat sampai coklat merah
atau hamper hitam. Kayu gubal Merbau berwarna agak kekuningan dengan
ketebalan 4-5 cm. batas antar kayu gubal dan kayu teras cukup jelas. Bagian
kayu terasnya berwarna kekuningan dan oranye pada saat dibelah dan akan
berubah coklat kemerahan setelah beberapa waktu.
6. PEMANFAATAN KAYU MERBAU
Merbau terutama dimanfaatkan kayunya, yang biasa digunakan dalam
konstruksi berat seperti balok-balok, tiang dan bantalan, di bangunan rumah
maupun jembatan. Oleh karena kekuatan, keawetan dan penampilannya yang
menarik, sekarang kayu merbau juga dimanfaatkan secara luas untuk
pembuatan kusen, pintu dan jendela, lantai parket (parquet flooring), papanpapan dan panel, mebel, badan truk, ukiran dan lain-lain.
Merbau memiliki tekstur kayu yang kasar dan merata, dengan arah serat yang
kebanyakan lurus. Kayu yang telah diolah memiliki permukaan yang licin dan
mengkilap indah.
Kayu merbau termasuk ke dalam golongan kayu berat (BJ 0,63-1,04 pada
kadar air 15%) dan kuat (kelas kuat I-II). Kayu ini memiliki penyusutan yang
sangat rendah, sehingga tidak mudah menimbulkan cacat apabila dikeringkan.
Merbau juga awet: daya tahannya terhadap jamur pelapuk kayu termasuk kelas
I dan terhadap rayap kayu kering termasuk kelas II. Kayu merbau termasuk
tahan terhadap penggerek laut (teredo), sehingga acap digunakan pula dalam
pekerjaan konstruksi perairan.
Merbau termasuk tidak sulit digergaji, dapat diserut dengan mesin sampai
halus, diamplas dan dipelitur dengan memuaskan, namun kurang baik untuk
dibubut. Kayu ini juga biasanya pecah apabila dipaku, dan dapat menimbulkan
noda hitam apabila berhubungan dengan besi atau terkena air.
7. KELEBIHAN KAYU MERBAU SEBAGAI LANTAI RUMAH