Anda di halaman 1dari 36

PENGARUH STRES DAN BEBAN KERJA

TERHADAP KINERJA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP

DI RS ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG

MUHAMMAD FAESOL 2009.102.1.031
MUHAMMAD FAESOL
2009.102.1.031
KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP DI RS ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG MUHAMMAD FAESOL 2009.102.1.031

Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa perubahan kehidupan. Hal itu berakibat

tuntutan yang tinggi lebih meningkatkan kinerja. Agar

eksistensi diri terjaga, maka individu akan mengalami

stres terutama individu yang kurang menyesuaikan diri.

Akibat negatif permasalahan ini, timbul emosi perawat

yang tidak diharapkan. Beban kerja berlebihan

berpengaruh pada produktifitas tenaga kesehatan dan rumah sakit. Kondisi keperawatan dengan beban kerja

meningkat memungkinkan timbulnya stres kerja.

Lanjutan

Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang merupakan amal usaha Persyarikatan Muhammadiyah bergerak dibidang pelayanan kesehatan tentunya tak luput dari berbagai

permasalahan.

Masalah yang paling menonjol yakni masalah

kepemimpinan. Pada tahun 2010 kebelakang

terjadi krisis hingga awal tahun 2010, lalu terjadi

puncak krisis kepemimpinan yang berujung

dengan aksi demonstrasi karyawan terutama

perawat.

Lanjutan

Perubahan ini berdampak pada tingginya angka turn over atau drop out karyawan terutama perawat instalasi rawat inap.

Berdasarkan observasi langsung serta data

terbaru ditemukan bahwa tingginya angka drop out dipengaruhi oleh tidak tersedianya

tunjangan pensiun jangka panjang serta

kemauan menjadi PNS masih tinggi.

Perumusan Masalah

Berdasar pada uraian latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan

adalah Apakah ada pengaruh antara stres dan beban kerja terhadap kinerja perawat instalasi

rawat inap di Rumah Sakit Roemani

Muhammadiyah Semarang ?”

Tujuan Penelitian

Tujuan Umum : Untuk mengetahui pengaruh antara stres dan beban kerja terhadap kinerja perawat instalasi rawat inap di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang.

Tujuan Khusus

:

o

Untuk mengetahui tingkat stres kerja perawat instalasi rawat inap di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang.

o

Untuk mengetahui tingkat beban kerja perawat instalasi rawat inap di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang.

Lanjutan

o

Untuk mengetahui tingkat kinerja perawat instalasi rawat inap di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang.

o

Untuk mengetahui pengaruh stres kerja dengan kinerja perawat instalasi rawat inap di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang.

o Untuk mengetahui pengaruh beban kerja

dengan kinerja perawat instalasi rawat inap di

Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang.

Manfaat Penelitian

Manfaat Teoritis: Menguji apakah ada pengaruh stres dan beban kerja terhadap kinerja perawat.

Manfaat Praktis

o Untuk Rumah Sakit : Memberi masukan dan

gambaran tentang stres dan beban kerja

sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan

pengambilan keputusan serta membuat kebijakan yang berkaitan dengan pelayanan.

Lanjutan

Untuk Instansi Pendidikan : Menambah wawasan dan pengetahuan tentang stres dan beban kerja terhadap kinerja perawat bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Manajemen

Rumah Sakit.

Bagi Karyawan Rumah Sakit : Memperoleh

gambaran nyata tentang stres dan beban kerja

sehingga dapat mempengaruhi terhadap kinerja

perawat.

Landasan teori

Kinerja Perawat

Kinerja perawat adalah aktivitas perawat dalam mengimplementasikan sebaik-baiknya suatu

wewenang, tugas dan tanggungjawabnya dalam

rangka pencapaian tujuan tugas pokok profesi dan terwujudnya tujuan dan sasaran unit organisasi

(Haryono, 2004).

Penilaian kinerja berdasarkan standar PPNI (2000), Handoko (2007), Gillies (1996) dan Flippo

(1995).

Lanjutan

Stres Kerja

Stres kerja adalah suatu bentuk tanggapan seseorang, baik fisik maupun mental terhadap

suatu perubahan di lingkungannya yang dirasakan

mengganggu dan mengakibatkan dirinya terancam (Anoraga, 2001).

Sumber stres : Lingkungan fisik, individual (konflik

peran, peran ganda, beban kerja berlebih, tidak

adanya kontrol, tanggung jawab, kondisi kerja), kelompok, organisasi, faktor intrinsik pekerjaan,

hubungan dalam pekerjaan, pengembangan karir

Lanjutan

Beban Kerja

Beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit

organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka

waktu tertentu (Menpan,1997).

Klasifikasi : sistem evaluasi faktor, sistem evaluasi prototip (peny. Akut, peny. Kronik, peny. Atau cacat kronik, kronik tdk dpt dipertahankan drumah, peny. Terminal), sistem prototip lain (self care, minimal care, moderate care, extensive care).

Kerangka Konsep

Stres kerja :

- Lingkungan (environmental)

-Pribadi (personal)

-Konsekuensi manusia (human

consequence)

-Organisasi (organizational)

-Adaptif (adaptive)

-Proses (process)

-Waktu (time)

( adaptive ) - Proses ( process ) - Waktu ( time ) Kinerja perawat :

Kinerja perawat :

-Kualitas kerja

- Kuantitas kerja

- Ketepatan waktu

- Sikap

- Efektifitas

kerja - Ketepatan waktu - Sikap - Efektifitas Beban Kerja - Perawatan ringan ( minimal )

Beban Kerja

- Perawatan ringan (minimal) -Perawatan sedang (partial) -Perawatan menyeluruh (total)

Hipotesis

Diharapkan kemungkinan adanya pengaruh antara :

Stres dan beban kerja terhadap kinerja perawat

instalasi rawat inap di Rumah Sakit Roemani

Muhammadiyah Semarang.

Stres kerja terhadap kinerja perawat instalasi

rawat inap di Rumah Sakit Roemani

Muhammadiyah Semarang.

Beban kerja terhadap kinerja perawat instalasi rawat inap di Rumah Sakit Roemani

Muhammadiyah Semarang

Metode Penelitian

Desain Penelitian

Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian yang

digunakan adalah cross sectional survey.

Subyek Penelitian

Perawat rawat inap yang mempunyai kualitas dan karakteristik

serta memenuhi kriteria di Rumah Sakit Roemani

Muhammadiyah Semarang.

Sampel Penelitian

Metode pengambilan sampel yaitu dengan Purposive sampling

dengan kriteria : perawat yang bekerja di bangsal, tidak sedang

cuti/libur, perawat tetap yang bekerja di Rumah Sakit Roemani

Muhammadiyah Semarang berjumlah 98 orang.

Hasil dan Pembahasan

Penelitian ini melakukan penyebaran kuesioner sebanyak 98 orang, dan yang kembali sebanyak 90. Dapat dilihat pada tabel berikut :

No

 

Keterangan

 

Jumlah

Persentase

1

Jumlah kuesioner yang disebar

98

100%

2

Jumlah

kuesioner

yang

tidak

8

8,2%

kembali

3

Jumlah kuesioner yang kembali

90

91,8%

Uji validitas

Uji validitas

Reliabilitas

Variabel

Koef. Alpha Cronbach

Nilai Kritis

Keterangan

Stres Kerja

0,954

0,6

Reliabel

Beban Kerja

0,905

0,6

Reliabel

Kinerja

0,903

0,6

Reliabel

Deskripsi Responden Penelitian

a. Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin

Jumlah

Persentase (%)

Laki laki

22

 

24.4%

Perempuan

68

 

75.6%

Total

90

 

100.0%

b. Usia Responden

Usia

Jumlah orang

Persentase

< 25 tahun

35

38.9%

25 - 31 tahun

37

41.1%

> 30 tahun

18

20.0%

Total

90

100.0%

c. Pendidikan Responden

Pendidikan

Jumlah orang

Persentase

D3

83

92.2%

S1

7

7.8%

Total

90

100.0%

d. Lama Kerja Responden

Lama bekerja

Jumlah

Persentase

< 3 tahun

51

56.7%

3 - 10 tahun

35

38.9%

> 10 tahun

4

4.4%

Total

90

100.0%

e.

Unit Kerja Responden

 
   

Unit

Jumlah

Persentase

 

Bangsal

47

52.2%

 

Kelas II

29

32.2%

 

Kelas I

14

15.6%

 

Total

90

100.0%

f.

Jabatan Responden

 

Unit

Jumlah

Persentase

Pengelola Ruang

12

13.3%

Perawat pelaksana

78

86.7%

Total

90

100.0%

g. Status Responden

Status

Jumlah

Persentase

Kawin

55

61.1%

Belum Kawin

35

38.9%

Janda

0

0.0%

Duda

0

0.0%

Total

90

100.0%

Deskripsi data penelitian

Deskripsi tentang Stres kerja (X 1 )

Interval

Penilaian

Frekuensi

Persentase

53 - < 123,7

Rendah

61

67.8%

123,8 - < 194,3

Sedang

25

27.8%

194,3 - 265

Tinggi

4

4.4%

Jumlah

 

90

100.0%

Deskripsi tentang Beban Kerja (X 2 )

Interval

Penilaian

Frekuensi

Persentase

14

- < 56

Rendah

39

43.3%

56

- < 98

Sedang

50

55.6%

98 - 140

Tinggi

1

1.1%

Jumlah

 

39

43.3%

Lanjutan

Deskripsi tentang Kinerja Perawat

Interval

Penilaian

Frekuensi

Persentase

18 - < 42

Rendah

1

1.1%

42 - < 66

Sedang

31

34.4%

66 - 90

Tinggi

58

64.4%

Jumlah

 

90

100.0%

Uji normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative
N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative

N

Normal Parameters a,b

Most Extreme

Differences

Mean

Std. Deviation

Absolute

Positive

Negative

Kolmogorov-Smirnov Z

Asymp. Sig. (2-tailed)

Kinerja

Perawat

Stres Kerja

90

90

4.1430

2.2987

.59348

.59057

.163

.130

.093

.130

-.163

-.066

1.342

1.233

.087

.096

Beban Kerja

90

5.2331

1.71773

.109

.055

-.109

1.030

.239

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Nilai p > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal.

Uji linieritas

Variabel

Probabilitas

(signifikansi)

Stres kerja terhadap kinerja

0,000

Beban kerja terhadap kinerja

0,000

Syarat : Variabel dependen dan variabel independen harus

memiliki nilai probabilitas p < 0,05.

Hasil Regresi Linear Berganda

Variabel

Regrecion

T

hitung

T tabel

Keteranga

Coeficient

 

n

Konstanta

4.858

     

Stres kerja (X 1 )

-0.464

-4.906

1.988

Signifikan

Beban kerja (X 2 )

0.067

2.066

1.988

Signifikan

 

R Square

=

0,308

Multiple R

=

0,555

Signif F

=

0,000

F hitung

=

19,398

Y = 4,858 - 0,464X 1 + 0,067X 2

a.

Konstanta (Koefisien a)

b.

Koefisien Stres kerja (b 1 )

c.

Koefisien Beban kerja (b 2 )

Pengujian Hipotesis

a. Hasil Uji Regresi Serempak (Uji F)

ANOVA b

Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 9.668 21.680 31.348 df 2 87 89

Model

1

Regression

Residual

Total

Sum of

Squares

9.668

21.680

31.348

df

2

87

89

of Squares 9.668 21.680 31.348 df 2 87 89 Mean Square F Sig. 4.834 19.398 .000
Mean Square F Sig. 4.834 19.398 .000 a .249
Mean Square F Sig. 4.834 19.398 .000 a .249

Mean Square

F

Sig.

4.834

19.398

.000 a

.249

a. Predictors: (Constant), Beban Kerja, Stres Kerja

b. Dependent Variable: Kinerja Perawat

b. Hasil Uji Regresi Parsial (Uji t)

Hasil perhitungan dinilai dari perbandingan hasil regresi berganda dari nilai t hitung dengan t tabel .

Pembahasan

Pengaruh Stres dan Beban Kerja terhadap Kinerja

Perawat

Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari variabel Stres kerja (X 1 ), dan Beban kerja (X 2 ), terhadap Kinerja perawat. Signifikansi dilihat dari besarnya nilai F hitung dari masing-masing variabel yang lebih besar dari F tabel . Demikian juga hasil secara parsial juga menunjukkan bahwa variabel Stres kerja (X 1 ), dan Beban kerja (X 2 ), berpengaruh signifikan positif terhadap Kinerja perawat.

Pengaruh Stres Kerja terhadap Kinerja Perawat

Berpengaruh signifikan negatif terhadap kinerja

perawat. Berarti semakin rendah stres maka kinerja perawat semakin tinggi sebaliknya semakin tinggi

stres maka kinerja perawat semakin rendah.

Pengaruh Beban kerja terhadap Kinerja Perawat

Berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja

perawat. Berarti semakin tinggi beban kerja maka

kinerja perawat semakin tinggi sebaliknya semakin

rendah beban kerja maka kinerja perawat semakin

rendah.

Kesimpulan

1. Berdasarkan uji F, disimpulkan bahwa secara bersama variabel Stres kerja (X 1 ), dan Beban kerja (X 2 ), mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja perawat RS Roemani Muhammadiyah Semarang dan besarnya hubungan antara variabel

stres kerja dan beban kerja terhadap kinerja perawat

dalam kategori sedang.

2. Stres kerja perawat termasuk dalam kategori

rendah. Artinya perawat mampu mengelola stres

yang dialami selama bekerja, terbukti dengan

keadaan fisik dan emosional yang baik.

3.

Beban kerja termasuk kategori sedang. Artinya pihak RS Roemani Muhammadiyah Semarang

dalam memberikan beban kerja pada perawat

disesuaikan kemampuan perawat sendiri.

4.

Kinerja perawat termasuk kategori tinggi. Artinya

perawat bekerja sesuai standar kerja RS Roemani

Muhammadiyah Semarang.

5.

Stres berpengaruh negatif signifikan terhadap

kinerja. Artinya semakin tinggi stres kerja maka

kinerja perawat semakin menurun.

6.

Beban kerja berpengaruh positif signifikan terhadap

kinerja. Artinya semakin tinggi beban kerja maka

kinerja perawat semakin meningkat.

Saran

1.

Perlu adanya kontrol dan bimbingan dari pimpinan, sehingga permasalahan awal yang timbul cepat dapat

teridentifikasi dan dapat diselesaikan secepatnya,

tidak mengganggu sebagai beban yang dapat menjadi potensi stressor perawat.

2.

Untuk mengatur bisa dilakukan rolling atau

perputaran, sehingga terjadi penumpukan atau

kekurangan beban kerja pada masing-masing

bangsal dapat teratur.

3.

Penilaian kinerja hendaknya untuk kegiatan non-

produksi ditentukan dengan kemampuan seseorang

menyelesaikan pekerjaan melalui human judgements

Lanjutan

5. Pihak manajemen hendaknya memberikan pelatihan yang mendorong terwujudnya kinerja lebih baik karena meningkatkan ketrampilan dan pengalaman melaksanakan pekerjaannya.

Keterbatasan penelitian

a. Kesulitan penelitian

1. Karena banyaknya item pertanyaan dari kuesioner yang disebarkan kepada responden,

banyak kuesioner yang dikembalikan dalam

keadaan kosong.

2. Pengisian kuesioner yang ditargetkan akan kembali dalam waktu 22 hari menjadi lebih panjang dikarenakan adanya beberapa kuesioner yang belum diisi (terutama untuk kuesioner beban kerja).

b.

Kelemahan penelitian

1.

Pengisian kuesioner yang tidak dapat diawasi oleh peneliti secara langsung.

2.

Dapat ditemukan adanya bias dari maksud pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner dengan pemahaman responden dalam menganalisa pertanyaan yang ada,

hal ini dikarenakan pemahaman yang berbeda antara

peneliti dengan responden.

3.

Penilaian beban kerja dilakukan dengan tidak

melibatkan semua klien berdasarkan klasifikasi klien

terhadap derajat ketergantungan sehingga penentuan

kebutuhan perawat hanya didasarkan pada BOR Rumah Sakit.