Anda di halaman 1dari 74

1

PROYEK AKHIR

EVALUASI KESERASIAN ALAT GALI MUAT EXCAVATOR CAT 329 D


DAN ALAT ANGKUT DUMP TRUCK HINO RANGGER PADA
PENAMBANGAN BATU ANDESIT DI PT. ANSAR TERANG
CRUSHINDO

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat


Dalam Menyelesaikan Program D3 Teknik Pertambangan

Oleh:
AIDIL RAHMADANU
TM/NIM: 2011/1105110
Konsentrasi

: Pertambangan Umum

Program Studi

: D-3 Teknik Pertambangan

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
PADANG

2015

BIODATA
I. Data Diri
Nama Lengkap
BP/ Nim
Tempat / Tanggal Lahir
Nama Ayah
Nama Ibu
Jumlah Bersaudara
Alamat
Email

: AIDIL RAHMADANU
: 2011/1105110
: Padang/07 Maret 1993
: Syahril Munaf
: Mariama
: 3 orang
: jl. Kalimas. No.13. Padang Baru, Padang
: Rahmadanuaidil@yahoo.com

II. Data Pendidikan


Sekolah Dasar
Sekolah Menengah Pertama
Sekolah Menengah Atas
PerguruanTinggi

: SD N 26 Rimbo Kaluang
: SMP N 7 Padang
: SMK N 5 Padang
: Universitas Negeri Padang

III. Proyek Akhir


Tempat Kerja Praktek
Tanggal Kerja Praktek
Topik Bahasan

: PT. Ansar Terang Crushindo


: 11 Agustus - 11 September 2014
: Evaluasi Keserasian Alat Gali Muat
Excavator CAT 329 D dan Alat Angkut Dump
Truck Hino Rangger Pada Penambangan Batu
Andesit di PT. Ansar Terang Crushindo

Tanggal Sidang

: 24-01-2015

Padang, 24 Januari 2015

AIDIL RAHMADANU
1105110/2011

RINGKASAN

PT. Ansar Terang Crushindo merupakan perusahaan kontraktor yang


bergerak di bidang pertambangan. Setelah dikeluarkannya Surat Keputusan Bupati
Lima Puluh Kota Nomor : 04 / IUP / KPPT-LK / 2010 PT. Ansar Terang
Crushindo mulai melakukan kegiatan eksplorasi dan penambangan batu andesit
seluas 20 Ha di Lubuk Jantan Nagari Manggilang Kecamatan Pangkalan Koto
Baru, Lima Puluh Kota.
Untuk melakukan proses penambangan dengan sistem tambang terbuka
(open cut) diperlukan peralatan mekanis, penggunaan alat mekanis ini harus
disesuaikan dengan kebutuhan penambangan salah satunya dalam kegiatan
pembongkaran dan pemuatan batu andesit, keserasian kerja alat mempengaruhi
produktifitas alat. Dilapangan dalam kegiatan pengangkutan batu andesit di PT.
Ansar Terang Crushindo tidak adanya keserasian kerja antara alat gali muat dan
alat angkut dimana alat muat Excavator CAT 329 D menunggu alat angkutDump
Truck Hino Ranggerdimana nilai MF nya adalah 0,70 atau < 1.

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis PT. Ansar Terang


Crushindo dapat menggunakan solusi penyelesaian untuk mendapat keserasian
kerja alatdengan menambah jumlah bucket pengisian dari 10 menjadi 12
dandengan penambahan jumlah alat angkut dari 6 unit menjadi 7 unit, maka
produktifitasexcavator sebelum serasi adalah 48.135,41317Ton/bulan dan
produksi excavator setelah serasiadalah 48.135,41317 Ton/bulan, produksi dump
truck sebelum serasi adalah 32.719,29677 Ton/bulandan produksi dump truck
setelah serasi adalah 45.807,01548 Ton/bulanmaka MF setelah serasi didapat
0,98 = 1.

ii

ABSTRACT

PT. Ansar Terang Crushindo Company contractors engaged in mining. After


the promulgation of the Decree of Regent Fifty City number: 04/IUP/KPPTLK/2010 PT. Ansar Terang Crushindo started doing exploration and mining
activities of the andesite covering an area 20 Ha in Lubuk Jantan Nagari
Manggilang Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Lima Puluh Kota.
To make the process of mining the open pit system (open cut) required
mechanical equipment, the use of a mechanical device should be tailored to the
needs of mining one of them in dismantling and loading activities andesite,
harmony affect productivity tool tools work. Field in the transport of andesite in
PT. Ansar Light Crushindo absence of labor harmony between excavator loading
and unloading tool conveyance in which the CAT Excavator 329 D awaiting
conveyance Dump Truck Hino Rangger where his MF value is 0,70 or <1.
According to analysis by the author PT. Ansar Light Crushindo can use to
get a settlement solution compatibility tools work by increasing the number of
bucket filling from 10 to 12 and with the addition of conveyance of 6 units into 7
units, then the productivity of the excavator before matching is 48135.41317
Tons/month and excavator production after matching is 48135.41317 Ton/month,
the production of dump trucks before matching is 32719.29677 Tons/month and
production dump truck after matching is 45807.01548 Tons/month then the MF
after matching gained 0,98 = 1.

iii

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah


memberikan nikmat-Nya yang tiada terkira salah satunya berupa kesempatan
kepada penulis untuk menyelesaikan Proyek Akhir ini dengan baik dan
lancar. Pada Proyek Akhir ini penulis mengambil Topik Bahasan yang
berjudul Evaluasi Keserasian Alat Gali Muat Excavator CAT 329 D
dan Alat Angkut Dump Truck Hino Rangger Pada Penambangan Batu
Andesit di PT. Ansar Terang Crushindo.
Proyek Akhir ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat
dalam menyelesaikan pendidikan pada Program Diploma-3 Teknik
Pertambangan, Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang
sedalam-dalamnya kepada:
1. Allah SWT yang selalu memberikan petunjuk dan mengingatkan
penulis untuk selalu bersyukur terhadap apa yang didapat setiap hari.
2. Kedua orang tua penulis (Syahril Munaf dan Mariama) yang selalu
mendukung dan memberikan doa yang terbaik untuk anaknya, yang
selalu mendukung penulis bisa semangat meraih impian baik secara
materi dan non materi dan selalu mengingatkan untuk berdoa kepada
Tuhan.

10

3. Mak dang Mis dan Pak dang Fahru Rozi yang selalu memberikan
semangat dan doa untuk menjadi orang yang berhasil.
4. Ibu Hj. Fadhillah, S.Pd., M.Si selaku pembimbing yang selalu
iv
membimbing dan memberikan masukan untuk penulis menyelesaikan
laporan ini.
5. Bapak Drs. H. Bambang Heriyadi, MT selaku Ketua Jurusan Teknik
Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.
6. Bapak Drs. Tamrin Kasim, MT selaku Ketua Program Studi D-3 Teknik
Pertambangan.
7. Bapak Drs. Raimon Kopa, MT selaku Pembimbing Akademis dan
koordinator PLI Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Negeri
Padang.
8. Bapak Prof. Ganefri, Phd. selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas
Negeri Padang.
9. Bapak Drs. Bahrul Amin, ST, M.Pd, selaku Ketua Unit Hubungan
Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.
10. Bapak Tamrin, selaku Dosen Penasehat Akademis.
11. Seluruh Dosen pengajar Teknik Pertambangan Universitas Negeri
Padang.
12. Bapak Suyitno, selaku Kepala Teknik Tambang. PT. Ansar Terang
Crushindo.
13. Bapak Dedi Rosadi, selaku Suvervisor. Pembimbing saya dilapangan.
14. Abang Dedi dan Adek saya Daus yang selalu memberikan semangat
dan dukungan serta doa sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan
ini dengan baik.
15. Seluruh Karyawan PT. Ansar Terang Crushindo, terimakasih atas
bimbingan dan orientasi kalian yang telah membantu dalam
menyelesaikan membuat Laporan Lapangan
Industri.
v

11

16. Rekan-rekan dan Senior Mahasiswa Teknik Pertambangan Fakultas


Teknik Universitas Negeri Padang (khususnya angkatan 2011) .
Penulis menyadari bahwa penulisan Proyek Akhir ini jauh dari
kesempurnaan, karena itu penulis mengharapkan masukan, kritik dan saran
yang dapat membangun dari seluruh pihak demi kesempurnaan Proyek
Akhir ini.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan semoga Laporan
Praktek Industri ini bermanfaat terutama untuk penulis sendiri, Perusahaan
dan bagi yang pembaca yang memerlukan.
Padang, 24 Januari 2015

Penulis

DAFTAR ISI
vi
Halaman
HALAMAN JUDUL

12

LEMBAR PENGESAHAN PROYEK AKHIR


`LEMBAR PENGESAHAN LULUS UJIAN PROYEK AKHIR
SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT
BIODATA .............................................................................................

RINGKASAN .......................................................................................

ii

ABSTRACT ..........................................................................................

iii

KATA PENGANTAR ..........................................................................

iv

DAFTAR ISI

......................................................................................

vii

DAFTAR TABEL ................................................................................

ix

DAFTAR GAMBAR ............................................................................

DAFTAR LAMPIRAN

......................................................................

xi

Latar Belakang Masalah........................................................


Identifikasi Masalah...............................................................
Batasan Masalah....................................................................
Rumusan Masalah.................................................................
Tujuan Penelitian...................................................................
Kegunaan Penelitian..............................................................

1
2
2
3
3
3

BAB I PENDAHULUAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.

BAB II KAJIAN PUSTAKA


A. Kajian Teoritis......................................................................
B. Kerangka Pikir......................................................................

5
27

BAB III METODELOGI PENELITIAN


A.
B.
C.
D.
E.

Jadwal Kegiatan....................................................................
Jenis Studi Kasus...................................................................
Data dan Teknik Pengumpulan Data.....................................
Metode Analisis Data.............................................................
Diagram Alir Penelitian..........................................................
vii
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

28
28
29
29
31

A. Hasil Penelitian....................................................................

32

13

B. Pembahasan.........................................................................

33

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan..........................................................................
B. Saran....................................................................................

48
49

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................

50

DAFTAR TABEL
viii

Halaman

Tabel 1. Efisiensi Kerja ...................................................................................

11

14

Tabel 2. Faktor Bucket Alat Muat....................................................................

11

Tabel 3. Swel Factor dari Bermacam Material.................................................

13

Tabel 4. Koordinat IUP PT. Ansar Terang Crushindo......................................

20

Tabel 5. Jadwal kegiatan...................................................................................

28

Tabel 6. Jam Ketersediaan Alat........................................................................

34

Tabel 7. Efesiensi Kerja Alat............................................................................

36

Tabel 8. ProduktifitasAlatMuatExcavatorSebelumAlatSerasi..........................

40

Tabel 9. Produktifitas Alat Angkut Dump Truck Sebelum Alat Serasi............

40

Tabel 10. Produktifitas Alat Muat Excavator Setelah didapat Keserasian Kerja
Alat................................................................................................... 47
Tabel 11. Produktifitas Alat Angkut Dump Setelah didapat Kesesrasian Kerja
Alat...................................................................................................

47

Tabel 12. Produktifitas dan Kebutuhan Alat Setelah didapat Keserasian kerja
Alat...................................................................................................

47

DAFTAR GAMBAR
ix
Halaman
Gambar 1. Peta Kesampaian Daerah PT. Ansar Terang Crushindo................

21

15

Gambar 2. Peta Topografi PT. Ansar Terang Crushindo.................................


Gambar 3. Kerangka Pikir................................................................................
Gambar 4. Diagram Alir Penelitian..................................................................
Gambar 5. Excavator CAT 329 D....................................................................
Gambar 6. Dump Truck Hino Rangger............................................................

DAFTAR LAMPIRAN

x Terang Crushindo.
Lampiran A. Struktur Organisasi PT. Ansar
Lampiran B. Surat Keterangan Bahwa Selesai PLI.
Lampiran C. Catatan Harian Kegiatan Pengalaman Lapangan.
Lampiran D. Tabel Waktu Siklus Excavator CAT 329 D.
Lampiran E. Tabel Waktu siklus Alat Angkut Dump truck Hino Rangger.

22
27
31
32
33

16

Lampiran F. Spesifikasi dump truck Hino Jumbo Rangger.


Lampiran G. Spesifikasi Excavator CAT 329 D.
Lampiran H. Tabel Jam kerja Alat Loading CAT 329 D.
Lampiran I. Tabel Jam kerja Alat Dump Truck Hino Rangger.
Lampiran J. Jadwal Jam Kerja PT. Ansar Terang Crushindo.
Lampiran K. Kartu bimbingan Proyek Akhir.

xi

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dengan adanya peraturan pemerintah mengenai otonomi daerah
semakin memberikan ruang kepada daerah untuk mengatur rumah tangga
daerah itu sendiri. Menyikapi peraturan pemerintah mengenai otonomi daerah
tersebut, seluruh provinsi yang ada di Indonesia pada saat ini sedang gencar
membangun infrastruktur yang mendukung kemajuan daerah tersebut tanpa
terkecuali provinsi Riau, Sumatera Barat dan Jambi.
Banyak bangunan Mega Projek yang pada saat ini sedang berjalan di
ketiga provinsi tersebut yang pastinya juga membutuhkan banyak logistik
bahan bangunan khusunya batuan Andesit.
PT. Ansar Terang Crushindo merupakan salah satu perusahaan
pertambangan yang memanfaatkan sumber daya alam batuan Andesit untuk
memenuhi kebutuhan mega proyek yang saat ini sedang berlangsung di tiga
Provinsi di atas.
PT. Ansar Terang Crushindo melakukan penambangan batuan Andesit di
Jorong Lubuk Jantan Nagari Manggilang Kecamatan Pangkalan Koto Baru
Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat dengan metode tambang terbuka
(Surface Mining). PT. Ansar Terang crushindo mulai melaksanakan kegiatan
produksi penambangan batuan Andesit sejak tahun 2010 pada

luas area

bukaan 20 Ha.
Penambangan batuan andesit di PT. Ansar Terang Crushindo dilakukan
1
dengan sistem tambang terbuka dengan
metode open cut mining untuk

pengambilannya menggunakan metoda pemboran dan peledakan (drillingblasting).


Dalam kegiatan pengangkutan batu andesit di PT. Ansar Terang
Crushindo tidak adanya keserasian kerja antara alat gali muat dan alat angkut
dimana alat muat Excavator CAT 329 D menunggu alat angkut Dump Truck
Hino Rangger.
Seperti yang telah dijelaskan tersebut di atas maka penulis mencoba
untuk mengkaji lebih dalam permasalahan tersebut yang akan penulis
tuangkan dalam bentuk tulisan dengan judul Evaluasi Keserasian alat gali
muat Excavator CAT 329 D dan alat angkut Dump Truck Hino Rangger
Pada Penambangan Batu Andesit PT. Ansar Terang Crushindo.
B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang pembahasan ini dapat diidentifikasi masalah sebagai
berikut:
1. Adanya alat muat yang menunggu alat angkut.
2. Jumlah alat muat dan alat angkut yang digunakan.
3. Kondisi jalan yang sempit juga mempengaruhi kegiatan produksi.
C. Batasan Masalah
1. Perencanaan keserasian kerja antara alat muat dan alat angkut.
2. Perencanaan teknis kebutuhan alat muat dan alat angkut yang akan
digunakan.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah dan batasan masalah yang telah
diuraikan di atas maka untuk lebih terarahnya penelitian ini, penulis
merumuskan permasalahan ditinjau dari beberapa aspek diantaranya:

1. Bagaimanakah keserasian antara alat gali muat excavator CAT 329 D dan
alat angkut dump truck Hino Rangger pada penambangan batuan andesit
dalam bulan Agustus 2014 ?
2. Bagaimanakah solusi yang dapat dilakukan agar tercapainya keserasian
kerja antara alat gali muat dan alat angkut pada penambangan batu andesit
di PT. Ansar Terang Crushindo?
E. Tujuan Studi Kasus
Tujuan studi kasus adalah untuk mengkaji permasalahan yang timbul
pada suatu objek pengamatan, sehingga dalam studi kasus pada lokasi
penambangan batuan andesit di PT. Ansar Terang Crushindo, bertujuan untuk:
1. Mengetahui keserasian kerja antara alat gali muat dan alat angkut dalam
proses pengangkutan batu andesit di PT. Ansar Terang Crushindo.
2. Berapakah kebutuhan alat muat dan alat angkut yang serasi pada kegiatan
penambangan batu andesit di PT. Ansar Terang Crushindo agar keserasian
kerja alat tercapai.
F. Manfaat Studi Kasus
1. Untuk memenuhi Tugas Akhir jurusan Teknik Pertambangan Universitas
Negeri Padang untuk menyelesaikan program Diploma-III.
2. Dapat dijadikan sebagai dasar kebijakan perusahaan dalam peningkatan
produktivitas kerja sehingga target produksi tercapai.
3. Sebagai tambahan wawasan dan ilmu pengetahuan bagi penulis sendiri
khususnya dalam kegiatan peningkatan produktifitas.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teoritis
1. Produksi
Pada kegiatan penambangan dapat kita lihat tahap-tahap penambangan
yaitu

penyelidikan

umum,

eksplorasi,

studi

kelayakan,

persiapan

penambangan, penambangan, pengolahan bahan galian, pengangkutan, dan


pemasaran. Namun dalam hal tersebut tidak luput dari permasalahan dimana
tidak selarasnya pasangan antara alat muat dan alat angkut, maka dari itu
dibutuhkan landasan teori untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dalam

perencanaan kebutuhan alat muat dan alat angkut perlu diketahui teori
mengenai alat tersebut antara lain:
a. Alat Muat
Pemuatan adalah suatu proses pengambilan dan pemuatan material
ke dalam alat angkut menggunakan alat muat. Pada lokasi penambangan
PT. Ansar Terang Crushindo, jenis alat muat yang digunakan adalah
excavator.
Excavator merupakan alat gali dan alat muat yang terdiri dari
beberapa jenis dan penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi
kerja yang ada di lapangan. Excavator yang digunakan di front
penambangan yaitu EXC CAT 329 D.

5
Jenis-jenis excavator:
1) Backhoe
Menurut Yanto Indonesianto (2012 ; bab III : 41), menyatakan
bahwa backhoe adalah alat penggali yang cocok untuk menggali parit
atau saluran-saluran. Gerakan bucket atau dipper dari backhoe pada
saat menggali mengarah ke badan (body) backhoe itu sendiri. Jadi
tidak seperti power shovel, dimana arah menggalinya menjauhi badan
(body) power shovel.
2) Dragline
Menurut Yanto Indonesianto (2012 ; bab III : 49), menyatakan
bahwa dragline adalah alat penggali yang cocok untuk:
a) Menggali material yang sudah loose atau lepas.
b)
Menggali dibawah working level dimana dragline berada.
c)
Menggali material-material di bawah air.
Selain itu dragline sangat cocok untuk menggali soft material
dengan syarat ukuran track dari dragline harus lebih lebar dan lebih

panjang daripada ukuran semestinya. Ukuran boom atau lengan


draglinedan bucket dari dragline tergantung pada jenis material yang
akan digali. Apabila material lunak dan ringan maka ukuran bucket
boleh lebih besar.

3)

Power Shovel
Menurut Yanto Indonesianto (2012 ; bab III : 31), menyatakan
bahwa power shovel digunakan sebagai alat penggali dan alat pemuat,
yang cocok digunakan untuk tebing yang letaknya agak tinggi.

b. Alat Angkut
Menurut Ir. Partanto Prodjosumarto (1996 : 52), menyatakan
bahwa pengangkutan batuan, endapan bijih, karyawan, waste kayu
penyangga (timber), dan barang barang keperluan sehari hari (supply)
merupakan suatu hal yang sangat mempengaruhi kelancaran operasi
penambangan.
Ada beberapa macam alat angkut yang dapat dipergunakan untuk
pemindahan materialdan karyawan yaitu :
1) Truk jungkit (dump truck).
2) Power scraper.
3) Conveyor.
4) Cable way transportasion.
5) Lokomotif dan lori (mine cars).
6) Pompa dan pipa.
7) Skip.
8) Cage.
9) Tongkang (barge) dan kapal tunda (tugboat).
10) Kapal curah (bulkore skip).
Untuk pengangkutan jarak dekat (kurang dari 5 km) biasanya
dipakai truk dan power screper. Untuk pengangkutan jarak sedang

(5

20 km) dapat dipakai truk yang berukuran besar, belt conveyor dan
cable-way. Untuk jarak jauh (lebih dari 20 km) bisa dipergunakan
kereta api.
Menurut Ir. Partanto Prodjosumarto (1996 : 55), menyatakan bahwa
berdasarkan ukuran kapasitas bak dump truck, terbagi atas tiga golongan
yaitu:
1) Ukuran kecil, yaitu truck yang mempunyai kapasitas sampai dengan
25 ton.
2)

Ukuran sedang, yaitu truck yang mempunyai kapasitas 25-100


ton.

3) Ukuran besar, yaitu truck yang mempunyai kapasitas lebih besar dari
100 ton.
2. Perhitungan ketersediaan alat
a. Mechanical availability (MA) atau Kesiapan Mekanik.
Menurut Yanto Indonesianto (2012 bab III : 150), menyatakan
bahwa Mechanical Availability adalah faktor availability yang
menunjukkan kesiapan suatu alat dari waktu yang hilang dikarenakan
kerusakan atau gangguan alat (mechanical reason).

MA=

W
x 100
W +R

(Yanto Indonesianto, 2012 bab III :

154).
Keterangan:
MA = Mechanical Availability atau kesiapan mekanik.
W
= Working hours atau jumlah jam kerja alat.
R
= Repair hours atau jumlah jam untuk perbaikan.
b. Physical Availability (PA) atau Kesediaan Fisik.

Menurut Yanto Indonesianto (2012 bab III : 150), menyatakan


bahwa Physical Availability adalah faktor Availability yang menunjukan
berapa jam (waktu) suatu alat dipakai selama jam total kerjanya
(scheduled hours). Jam kerja total meliputi working hours + repair
hours + standby hours.
W +S
PA=
x 100
T

(Yanto Indonesianto, 2012 bab III : 154).

Keterangan:
PA
= Physical Availability atau kesediaan fisik.
W
= Working hours atau jumlah jam kerja alat.
R
= Repair hours atau jumlah jam untuk perbaikan .
T
= Total hours atau total jam kerja.
c. Use of availability (UA) atau penggunaan ketersediaan.
Menurut Yanto Indonesianto (2012 bab III : 153), menyatakan
bahwa, Use Of Availability dapat diketahui :
1) Apakah suatu pekerjaan (operation) berjalan dengan efisien atau
tidak.
2) Apakah pengelolaan alat (tools of management) berjalan dengan
baik atau tidak.
UA=

W
x 100
W +S

(Yanto Indonesianto, 2012 bab III :

154).
Keterangan :
UA
= Use of availability atau penggunaan ketersediaan.
W
= Working Hours atau jam kerja alat.
S
= Jumlah jam standby.
d. Effective Utilization (EU) atau efesiensi kerja.
Menurut Yanto Indonesianto (2012 bab III : 153), menyatakan
bahwa Effective Utilizationsangat mirip dengan Used Of Availability

yang berbeda hanya dalam hubunagn hours worked dengan total hours
dibandingkan dengan available hours.

EU =

W
x 100
T

Keterangan :
W
T

(Yanto Indonesianto, 2012 bab III : 154).

= Working Hours atau jam kerja alat


= Total jam kerja.
Menurut IR. Rochmanhadi (perhitungan Biaya

PeleksanaanPekerjaan Dengan Menggunakan Alat-Alat Berat 1984 :


bab 1 : 15), menyatakan bahwa efisiensikerja tergantung pada banyak
faktor seperti : topografi, keahlian operator, pemilihan standar
pemeliharaan dan sebaginya yang menyangkut operasi alat.
Dalam kenyataannya memang sulit untuk menentukan besarnya
efisiensi kerja, tetapi dengan dasar pengalaman-pengalaman dapat
ditentukan efisiensi kerja yang mendekati keyataan. Efisiensi kerja alat
dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini.
Tabel 1. Efisiensi Kerja.
Kondisi
Operasi
Alat

Pemeliharaan Mesin
Baik
Sekali

Baik

Baik Sekali
0,83
0,81
Baik
0,78
0,75
Sedang
0,72
0,69
Buruk
0,63
0,61
Buruk Sekali
0,52
0,50
Sumber : Ir.rochmanhadi, (1984 : bab I : 15).

Sedang

Buruk

Buruk Sekali

0,76
0,71
0,65
0,57
0,47

0,70
0,65
0,60
0,52
0,42

0,63
0,60
0,54
0,45
0,32

3. Perhitungan produktifitas alat


a. Faktor Isian Mangkuk (Bucket Fill faktor).
Besarnya faktor isian mangkuk tergantung dari jenis material yang
akan digali. Ada pun material yang ditemukan dilapangan adalah

10

batuan. maka nilai dari Bucket Fill fakcor yang digunakan antara 0,600,50. Dapat dilihat pada tabel 2 berikut :
Tabel 2. Faktor Bucket Alat Muat.
No

Jenis pekerjaan

Kondisi Muatan

Faktor Bucket

Ringan

Menggali dan memuat dari stock room


dan stockpile atau material yang telah
dikeruk oleh excavator lain yang tidak
membutuhkan daya gali dan dapat dimuat
munjung.

1.0 - 0.80

Sedang

Agak Sulit

Sulit

Menggali dan memuat dari stock room


atau stockpile, dengan kondisi tanah yang
sulit digali dan dikeruk akan tetapi dapat
dimuat hampir munjung.
Menggali dan memuat batu pecah, tanah
liat yang keras, pasir dan kerikil yang
telah dikumpulkan, sulit mengisi bucket
dengan material tersebut.
Bongkahan batu besar dengan bentuk
tidak teratur dengan banyak rongga
diantaranya.

0.80 - 0.60

0.60 - 0.50

0.50 0.40

Sumber : Ir.rochmanhadi, (1984 : bab I : 29).

b. Swell Faktor (faktor pengembang tanah).


Menurut Yanto Indonesianto (2012 bab II : 7), menyatakan bahwa
Swell adalah pengembang volume suatu material setelah digali dari
tempatnya. Apabila materialnya digali dari tempat aslinya, maka akan
terjadi pengembangan volume itu dikenal dua istilah yaitu :
1) Faktor Pengembangan (Swell Factor).
2) Persen Pengembangan (Persent Swell).
Rumus untuk menghitung swell factor (SF) dan % swell ada dua,
yaitu:
a) Rumus SF dan % swell berdasarkan volume :

11

swell =

volume
{loose volumebank
}x 100
bank volume

SF=

bank volume
loose volume

(Yanto Indonesianto, 2012 bab II :

8).

b) Rumus SF dan % swell berdasarkan densitas (kerapatan) :

swell =

loose weight
{ weightbank
}x 100
loose weight

SF=

loose weight
weight bank

(Yanto Indonesianto, 2012 bab II :

8).

Berdasarkan jenis material swell factor dapat dilihat pada tabel


3 berikut :
Tabel 3. Swel Factor dari Bermacam Material.
Density
Jenis Material
(Lb/Cuyd)
Bauksit
2700 4325
Tanah Liat,Kering
2300
Tanah Liat, Basah
2800 3000
Antracite
2200
Bituminous
1900
Bijih Tembaga
3800
Tanah Biasa, Kering
2800
Tanah Biasa, Basah
3370

Swell Faktor
0,75
0,85
0,82-0,80
0,74
0,74
0,74
0,85
0,85

12

Tanah Biasa Bercampur


Pasir dan Kerikil
Kerikil (Gravel),
Kering
Kerikil (Gravel), Basah
Granite, Pecah- pecah
Hematite, Pecah-pecah
Bijih Besi, Pecah-pecah
Batu Kapur, Pecahpecah
Lumpur
Lumpur, Sudah Ditekan
Pasir, Kering
Pasir, Basah
Serpih (Shale)
Batu Sabak (Slate)

3100

0,90

3250

0,89

3600
4500
6500 8700
3600 5500

0,88
0,67-0,56
0,45
0,45

2500 4200

0,60-0,57

2160 2970
2970 3510
2200 3250
3300 3600
3000
4590 4860

0,83
0,83
0,89
0,88
0,75
0,77

Sumber :Partanto Prodjosumarto, (1996 ; 186).

Jenis Batuan
Andesit

Density m3/ Ton


2,54

Swell Faktor
0,80

Sumber: PT. Ansar Terang Crushindo.

c. Produktifitas Alat Muat.


Menurut Yanto Indonesianto (2012 bab III : 44), menyatakan bahwa
rumus untuk mencari produksi alat muat adalah sebagai berikut:
3600 xKB x FF x Ek x SF
Q=
(Yanto Indonesianto,2012 bab
CT m
III : 44).
Keterangan :
Q
= Produksi Excavator (lcm/jam).
KB
= Kapasitas Bucket (m3).
FF
= Fill Faktor (%).
Ek
= Efisiensi Kerja.
Sf
= Swell Faktor.
CTm = Waktu siklus alat muat (detik).
d. Produktifitas Alat angkut.
Menurut Yanto Indonesianto (2012 bab III : 100), menyatakan
bahwa persamaan yang digunakan untuk mencari produksi alat angkut
adalah sebagai berikut :

13

Pa=

Kt x 60 x Ek x SF
CTa

(Yanto Indonesianto, 2012 bab III :

100).
Keterangan :
Pa
= Produksi alat angkut.
Kt
= KB x FF x n (Kapasitas bak).
Ek
= Efisisensi kerja (%).
Sf
= Swell Faktor.
CTa = Waktu edar alat angkut (menit).
e. Keserasian kerja (Match Factor)
Menurut Partanto Projosumarto (2005 : 80) dalam Slamet Riadi
(2012 : 60), menyatakan bahwa untuk mendapatkan hubungan kerja yang
serasi antara alat muat dan alat angkut, maka produksi alat muat harus =
produksi alat angkut (Truck).
Keserasian kerja dinyatakan pada rumus :
n x nH x C L
MF=
nL x C H
Keterangan :
MF
n
nH
CL
nL
CH

: Faktor keserasian alat.


: Banyak bucket.
: Jumlah alat angkut.
: Waktu edar alat muat.
: Jumlah alat muat.
: Waktu edar alat angkut.

Match Factor adalah :


MF < 1 (ada waktu tunggu untuk alat gali muat)
artinya alat gali-muat bekerja kurang dari 100%, sedang alat
angkut bekerja 100% sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat
gali -muat karena menunggu alat angkut yang belum datang.
MF = 1 (tidak ada waktu tunggu untuk alat gali muat dan alat angkut)
artinya alat gali-muat dan angkut bekerja 100%, sehingga tidak
terjadi waktu tunggu dari alat tersebut.

MF > 1 (ada waktu tunggu untuk alat angkut)

14

artinya alat gali-muat bekerja 100%, sedangkan alat angkut


bekerja kurang dari 100% sehingga terdapat waktu tunggu bagi
alat angkut.
4. Waktu Edar (Cycle Time)
Waktu edar adalah waktu yang dipakai sebuah mesin (kendaraan)
untuk menjalani suatu siklus pekerjaan. Waktu edar adalah waktu yang
diperlukan oleh alat mulai dari aktivitas pengisian atau pemuatan
(loading), pengangkutan (hauling) untuk truck dan sejenisnya atau swing
untuk

excavator,

pengosongan

(dumping),

kembali

kosong,

dan

mempersiapkan posisi maneuver untuk diisi dan dimuat serta delay time.
Menurut Partanto Prodjosumarto (1995 : 127) dalam Khairani (2014 : 8).
a. Waktu edar alat gali muat meliputi :
Menurut Partanto Prodjosumarto (1995 : 132) dalam Khairani
(2014 : 8), menyatakan bahwa rumus yang digunakan yaitu:
Ct
= Tm 1+Tm 2+Tm 3+Tm 4
m

Keterangan:
Ctm
Tm1
Tm2
Tm3
Tm4

= Waktu edar alat gali-muat, (detik).


= Waktu isi bucket (load bucket), yaitu gerakan
menurunkan boom dan mengisi bucket.
= Waktu mengayun (swing loaded), yaitu gerakan memutar
bucket menuju bak alat angkut.
= Waktu menumpah (dump bucket), yaitu gerakan
menumpahkan material ke dalam bak alat angkut.
= Waktu Mengayun (swing empty), merupakan gerakan
memutar kembali bucket menuju tumpukan material.

b. Waktu edar alat angkut meliputi:


Menurut Partanto Prodjosumarto (1995 : 129) dalam Khairani
(2014 : 9), menyatakan bahwa rumus yang digunakan yaitu:
Cta

= Ta 1+Ta 2+Ta 3+ Ta 4 +Ta5+Ta 6 + Ta7

15

Keterangan:
Cta

= Waktu edar alat angkut. (menit).

Ta1

= Waktu manuver, yaitu gerakan untuk menggambil posisi


siap untuk dimuati.
= Waktu pemuatan (loading), artinya waktu yang dihitung
mulai dari truck dimuati sampai selesai dimuati. Berapa

Ta2

Ta3

kali bucket mencurahkan material ke dalam bak.


= Waktu angkut muatan (haul load), yaitu waktu yang
dihitung mulai dari truck telah selesai dimuati hingga

Ta4

truck sampai di dumping area.


= Waktu manuver, yaitu waktu yang dihitung ketika truck
melakukan gerakan membelok dan mundur.

Ta5

Ta6

= Waktu tumpah (dumping ) yaitu waktu yang dihitung


mulai dari truck sampai di dumping area hingga truck
telah selesai menumpahkan muatannya (kosong).
= Waktu angkut kosong (haul empty) yaitu waktu yang
dihitung mulai dari truck kosong hingga truck sampai

dimuati.
Ta7
= Waktu antri, yaitu waktu di mana alat angkut menunggu
untuk dimuati.
5. Deskripsi Perusahaan
1. Sejarah PT. Ansar Terang Crushindo
Pemerintah Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota menyadari
banyaknya potensi sektor tambang, maka dari itu Pemerintah
Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota berupaya untuk lebih
mengembangkan

berbagai

sektor

pembangunan

dari

hasil

penambangan yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian


daerah.
Untuk menanggapi tantangan tersebut, PT. Ansar Terang
Crushindo tertarik untuk terlibat langsung dalam kegiatan

16

penambangan batu andesit yang merupakan salah satu potensi


tambang yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota. Hadirnya PT.
Ansar Terang Crushindo telah mendapat respon positif dari
Pemerintah Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota. Terbukti dengan
dikeluarkannya Surat Keputusan Bupati Lima Puluh Kota Nomor:
04 / IUP / KPPT-LK / 2010.
Berlandaskan Surat Keputusan Bupati tersebut PT. Ansar
Terang

Crushindo

melaksanakan

kegiatan

eksplorasi

dan

penambangan batu andesit seluas 20 Ha di Jorong Lubuk Jantan


Nagari Manggilang Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten
Lima Puluh Kota.
Kegiatan penambangan yang dilakukan oleh PT. Ansar
Terang Crushindo ini, diperkirakan akan menimbulkan dampak
positif dan juga negatif bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar
area penambangan.
PT. Ansar Terang Crushindo dalam melakukan kegiatan
penambangan selalu berpedoman pada dokumen UKL/UPL yang
telah disusun. Penyusunan dokumen UKL/UPL adalah sebagai
acuan pengelolaan dan pemantauan seluruh kegiatan penambangan
mulai dari kegiatan persiapan, tahap penambangan (konstruksi dan
operasional) serta tahap purna tambang (pasca operasional).
Dengan demikian dampak positif yang ditimbulkan dapat lebih
ditingkatkan dan dampak negatif dapat diminimalisir agar
pembangunan yang berguna dapat diwujudkan.

17

2. Visi dan Misi PT. Ansar Terang Crushindo


a. Visi
Menjadi kelompok perusahaan tambang yang dapat meningkatkan
perekonomian masyarakat.
b. Misi
1) Memuaskan kebutuhan pelanggan.
2) Mengembangkan karyawan.
3) Menjalin kemitraan dengan pemasok.
4) Mendukung pembangunan masyarakat dan Negara.
5) Mengutamakan keselamatan dan kelestarian lingkungan.
3. Lokasi dan Konsensi Kerja PT. Ansar Terang Crushindo
Secara administratif lokasi pertambangan PT. Ansar Terang
Crushindo berada di Jorong Lubuk Jantan Nagari Manggilang
Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota,
Provinsi Sumatera Barat. Secara detail koordinat Izin Usaha
Pertambangan PT. Ansar Terang Crushindo dapat dilihat pada tabel
4 berikut:
Tabel 4. Koordinat IUP PT. Ansar Terang Crushindo.

NO
1
2
3
4
5

Bujur Timur

100
44
17,6
100
44
23,8
100
44
23,8
100
44
1,5
100
44
1,6

Lintang Selatan

00
4
31,2
00
4
31,2
00
4
8,9
00
4
9,2
00
4
32,9

Keterangan
Total Luas
Area
20 Ha

(Sumber : PT. Ansar Terang Crushindo).

Untuk mencapai wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi


Produksi PT. Ansar Terang Crushindo dari ibu kota provinsi dapat
ditempuh dengan menggunakan jalur transportasi sebagai berikut:
a. PadangPayakumbuh dengan jalur transportasi darat
ditempuh dengan kendaraan roda 4 atau roda 2

18

melalui jalan aspal sejauh 135 km dapat ditempuh


dalam waktu 3 jam.
b. PayakumbuhPangkalan dengan kendaraan roda 4
atau roda 2 melalui jalan aspal sejauh 50 km yang
ditempuh dalam waktu 1 jam.
Selengkapnya mengenai lokasi penambangan batu andesit PT.
Ansar Terang Crushindo dapat dilihat pada gambar 1 berikut:

(
Sumber:PT. Ansar Terang Crushindo).

Gambar 1. Peta Kesampaian Daerah PT. Ansar Terang Crushindo.

4. Topografi
PT. Ansar Terang Crushindo terletak di Kecamatan Pangkalan
Koto Baru. Topografi daerah ini bervariasi antara datar dan
berbukit-bukit dengan tinggi tempat terendah dari permukaan laut
berada di waduk PLTA di Nagari Tanjung Pauh (90 mdpl) dan
daerah tertinggi berada pada Bukit Gadih (1330 mdpl) di Nagari
Koto Alam.

19

Kecamatan ini juga dikaruniai banyak sungai yang telah


dimanfaatkan masyarakatnya untuk keperluan sehari-hari seperti
mandi cuci dan kakus, sebagai sumber irigasi, sebagai bahan galian
C serta sebagai sarana transportasi yang menggunakan perahu
untuk membawa hasil gambir dan karet.
Topografi PT. Ansar Terang Crushindo dapat dilihat pada
gambar 2 berikut:

(
sumber: PT.Ansar Terang Crushindo).

Gambar 2. Peta Topografi PT. Ansar Terang Crushindo.


5. Kondisi Geologi dan Statigrafi
a. Geologi
Lokasi kontrak kerja PT. Ansar Terang Crushindo terletak
di Kabupaten Limapuluh Kota. Geomorfologi daerah Lima
Puluh Kota dapat dibagi 3 macam satuan morfologi (bentang
alam) yang berbeda yaitu :
1) Satuan morfologi berbukit terjal yang dicirikan gununggunung api.
2) Satuan morfologi perbukitan yang dicirikan bukit-bukit

20

bergelombang.
3) Satuan morfologi pedataran.
Satuan batuan tertua di wilayah ini berumur paleozoikum
yang terdiri dari formasi kuantan anggota batu gamping, anggota
fillit dan serpih formasi kuantan. Satuan batuan yang
mempunyai sebaran cukup luas adalah formasi kuantan yang
tersusun oleh batu sabak,kuarsit,arenit metakuarsa, dan fillit.
b. Stratigrafi
Daerah penyelidikan termasuk kedalam peta geologi
lembar Kabupaten Lima Puluh Kota. Susunan stratigrafi daerah
dari batuan yang tua ke batuan yang lebih muda dapat diuraikan,
sebagai berikut:
1) Aluvium Sungai, berumur Holosen.
Holosen adalah kala dalam skala waktu geologi yang
berlangsung antara 9.560 hingga 9.300 SM. Terdiri dari
lempung, pasir dan kerikil umumnya terdapat di dataran
rendah setempat kadang-kadang terdapat sisa-sisa tufa
batuapung, pada alur-alur sungai terdapat endapan bongkahbongkah batuan beku dan kuarsit.
2) Tuf Batu apung dan Andesit, berumur Pleistosen.
Pleistosen adalah suatu kala dalam skala waktu geologi
yang berlangsung antara 1.808.000 hingga 11.500 tahun yang
lalu. Tuf batu apung umumnya terdiri dari serabut-serabut
gelas dan fragmen fragmen batua pung putih 5 80 %,
hampir tidak mengandung mineral-mineral mafik. Terdapat
lapisan-lapisan pasir yang kaya akan kuarsa, juga lapisan-

21

lapisan kerikil yang terdiri dari komponen kuarsa, batuan


gunung api dan batu gamping. Kumpulan batuan bersusunan
andesit (basal) terdiri aliran-aliran yang tak teruraikan, lahar,
konglomerat dan endapan koluvium.
3) Andesit / Porfir Dasit, berumur Pleitosen.
Umumnya mengandung hornblenda, masa dasar agak
gelasan dengan beberapa mineral mafik (piroksen) yang telah
digantikan oleh epidot dan klorit.
4) Dasit Gunung Malintang, berumur Pliosen.
Pliosen adalah suatu kala dalam skala waktu geologi
yang berlangsung 5.332 hingga 1.806 juta tahun yang lalu.
Batuannya terdiri dari breksi andesit sampai basal, aglomerat,
pecahan lava berongga, endapan lahar dan lava.
5) Anggota Bawah Formasi Ombilin, berumur Miosen.
Miosen adalah suatu kala pada skala waktu geologi yang
berlangsung antara 2.303 hingga 5.332 juta tahun yang lalu.
Terutama batu pasir kuarsa mengandung mika dengan
sisipan-sisipan konglomerat kuarsa.
6) Batu Gamping Miosen.
Batu gamping berwarna kelabu muda, berongga dan
terkekar, menunjukkan perlapisan semu, bagian terbawah
batuan yang tersingkap dari satuan ini adalah napal yang
berwarna putih sampai kekuningan.
7) Batuan Granitik Miosen.
Terdiri dari Stok, berkomposisi antara granit dan diorit
kuarsa.
8) Formasi Brani, berumur Oligosen.
Oligosen adalah suatu kala pada skala waktu geologi
yang berlangsung dari sekitar 34 hingga 23 juta tahun yang

22

lalu.Terdiri dari konglomerat dengan sisipan batupasir,


komponen konglomerat terdiri dari fragmen-fragmen kuarsit,
kuarsa, rijang dan granit, berwarna kelabu mudadan kelabu
kehijauan.
9) Andesit Basal, berumur Eosen.
Eosen adalah suatu kala pada skala waktu geologi yang
berlangsung 55,8 0,2 hingga 33,9 0,1 juta tahun yang
lalu. Mendasari beberapa bukit-bukit yang rendah, seperti di
Bukit Pintuangin, Bukit Batu. Batuannya terdiri dari lava,
breksi, aglomerat dan batuan hipabisal.
10) Batuan Malihan Karbon.
Biasanya mendasari bukit-bukit dan punggunganpunggungan landai, kemerahan, sedikit sekisan, setempat
menunjukkan laminasi dan lineasi terpilin dari beberapa
meter sampai beberapa puluh meter. Batuan lanauan
bergradasi ke batu pasir meta lunak yang sebagian besar
terdiri dari butir-butir kuarsa dalam matriks lempungan,
kuarsit.
11) Batuan Karbonat Karbon.
Dengan ciri khas membentuk punggunganpunggungan tajam berwarna putih sampai keabu-abuan
pada singkapan yang segar dan kelabu gelap/kotor pada
yang lapuk.

Umumnya batu gamping ini pejal dan

berongga, beberapa tempat terdapat kekar. Batuan lainnya


yaitu batu sabak, filit, serpih dan kuarsit.
12) Anggota Kuarsit Perm Karbon.

23

Batuannya terdiri dari kuarsit dan batu pasir kuarsa,


sisipan filit, serpih, konglomerat dan rijang.
B. Kerangka Pikir
DATA PRIMER :
1. Cycle Time Alat Muat
2. Cycle Time Alat Angkut

INPUT

DATA SEKUNDER :
1. Spesifikasi alat muat dan alat angkut.
2. Jam ketersediaan alat muat dan alat angkut.
3. Data yang mendukung penelitian.
Perhitungan efisiensi kerja alat
Perhitungan Produktifitas alat muat dan alat
angkut

PROSES

Perhitungan Match Factor


Pemecahan Masalah Match Factor alat
Alat muat dan alat angkut serasi

OUTPUT

Kesediaan alat gali muat dan alat angkut

Gambar 3. Kerangka Pikir.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

24

A. Jadwal Kegiatan
Kegiatan lapangan bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dan
pengalaman nyata di lapangan tentang teknis perencanaan, pelaksanaan dan
pengelolaan pekerjaan penambangan dalam rangka melengkapi pengetahuan
teori yang didapat di kampus. Adapun kegiatan

yang dilakukan selama

praktek di PT. Ansar Terang Crushindo, mulai tanggal 11 Agustus sampai


dengan 11 September 2014 Dapat dilihat pada tabel 5 berikut :
Tabel 5. Jadwal Kegiatan.
Kegiatan

Minggu 1

Minggu
2

Minggu
3

Minggu
4

Minggu 5

Orientasi
Lapangan
Pengambilan
Data
Pengolahan
Data
B. Jenis Studi Kasus
Penelitian ini merupakan penelitian terapan. Pada penelitian ini
dilakukan analisis teori, pengumpulan data dan kemudian dianalisis dengan
menggunakan rumus berdasarkan kajian teori.

C. Data dan Teknik Pengumpulan Data 28

25

1. Data primer
Data primer merupakan data yang diambil langsung dari lapangan
seperti:
a. Cycle Time alat muat, diambil dengan cara mengamati kerja
alat dan menghitung waktu Cycle Time dengan menggunakan
Stopwatch.
b. Cycle Time alat angkut, diambil dengan cara mengamati kerja
alat dan menghitung waktu Cycle Time dengan menggunakan
Stopwatch.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari literatur-literatur
PT. Ansar Terang Crushindo, untuk mendukung data-data penelitian
seperti:
b.
c.
d.

Spesifikasi alat muat dan alat angkut.


Jam Ketersediaan alat muat dan alat angkut.
Data yang mendukung penelitian.

D. Metode Analisis Data


Metode pengambilan data yang penulis lakukan adalah sebagai berikut:
1.
Studi Literatur
Dilakukan dengan mengumpulkan berbagai referensi kepustakaan
mengenai mengenai alat berat dan mempelajari laporan-laporan
penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dengan tujuan untuk
2.

mengetahui daerah penelitian secara umum.


Observasi Lapangan
Merupakan kegiatan pengamatan tentang lokasi studi kasus secara
langaung, sehingga dalam melakukan studi kasus akan mempermudah
dalam pengambilan data dan menganalisis data.
a.
Data Primer
Pada pengambilan data primer penulis melakukan beberapa
pengamatan langsung dilapangan terhadap kegiatan penambangan

26

batu andesit di PT. Ansar Terang Crushindo. Data cycle time alat gali
muat dan alat angkut didapatkan dengan melakukan pengamatan
menggunakan stopwatch.
b.
Data Sekunder
Dilakukan dengan mengumpulkan berbagai referensi
kepustakaan mengenai alat berat dan mempelajari laporan-laporan
yang telah dilakukan sebelumnya dengan tujuan untuk mengetahui
parameter data-data apa saja yang akan penlis cari.

E. Diagram Alir Penelitian


Diagram alir penelitian merupakan kegiatan pencarian solusi dari
permasalahan yang ada berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan
Diagram alir penelitian dapat dilihat pada gambar 4 di bawah ini.
Evaluasi Keserasian Alat Gali Muat Excavator CAT 329 D dan Alat
Angkut Dump Truck Hino Rangger Pada Penambangan Batu Andesit di
PT. Ansar Terang Crushindo
Studi Literatur

Pengumpulan Data

Data Primer
Waktu Siklus Alat Muat
Waktu Siklus Alat Angkut

Data Sekunder
Spesifikasi Alat

Jam Kerja Alat

27

Data yang mendukung Penelitian


Perhitungan Efisiensi Kerja Alat

Perhitungan Produksi Alat Muat dan Alat Angkut


Match Faktor Alat
Perencanaan Keserasian Alat Muat dan Alat Angkut

Alat Muat dan Alat Angkut Serasi


Selesai
Gambar 4. Diagram Alir Penelitian.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENELITIAN
Dalam merencanakan penggunaan alat muat dan alat angkut pada
area penambangan PT. Ansar Terang Crushindo harus dilakukan
perhitungan secara maksimal. Dalam mencapai keselarasan kerja alat hal
yang perlu diketahui adalah berapa jumlah dan spesifikasi alat gali muat
dan alat angkut yang akan digunakan dalam proses pengangkutan batu
andesit.
1. Excavator merupakan alat gali muat yang terdiri dari beberapa jenis
dan penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi kerja yang ada
dilapangan. Excavator yang digunakan pada proses penambangan PT.
Ansar Terang Crushindo ialah Excavator CAT 329 D dengan kapasitas

28

bucket 2,1 m3 untuk pemuatan batuan andesit di area penambangan


(Lampiran G Spesifikasi Excavator CAT 329 D) seperti pada gambar 5
di bawah ini Excavator CAT 329 D pada PT. Ansar Terang Crushindo.

(sumber: Dokumentasi penulis 2014).

Gambar 5. Excavator CAT 329 D.


2. Dump Truck
Dump Truck merupakan alat angkut yang terdiri dari beberapa jenis
32
dan penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi kerja yang ada
di lapangan. Dump Truck yang digunakan pada PT. Ansar Terang
Crushindo ialah Dump Truck Hino Rangger (Lampiran F Spesifikasi
Dump Truck Hino Rangger) seperti pada gambar 6 di bawah ini Dump
Truck Hino Rangger.

(sumber: Dokumentasi penulis 2014).

Gambar 6. Dump Truck Hino Rangger.


B. Pembahasan
Kegiatan Penambangan yang dilakukan oleh PT. Ansar terang
Crushindo

menggunakan kombinasi shovel dan truck. Dimana untuk

29

penggalian batuan menggunakan excavator CAT 329 D dan alat angkut yang
digunakan adalah dump truck Hino Rangger.
Dari hasil penelitian, maka penulis melakukan empat perhitungan yaitu
efisiensi kerja alat, produksi alat, match faktor pemecahan masalah dari
match faktor yang didapat.

1. Efisiensi Kerja Alat


Perhitungan efisiensi kerja alat meliputi perhitungan Mechanical
Availability, Use of Availability, Physicall Availability dan Efektive
Optimum dari masing-masing alat muat dan alat angkut, berdasarkan data
pada (Lampiran H dan I) kita dapat melihat jam ketersediaan alat pada tabel
6 dibawah ini.
Tabel 6. Jam Ketersediaan Alat.

Jumlah
Alat

Tipe Alat

Jumlah Jam
Tersedia(T)

Jam
Efektif
(W)

Jam
Standby
(S)

Jam
Perbaikan
(R)

CAT 329 D

261 jam

232 jam

23 jam

6 jam

DT HINNO

261 jam

224 jam

29 jam

8 jam

Sumber: PT. Ansar Terang Crushindo.

a. Excavator CAT 329 D


1) Mechanical availability ( MA ) atau Kesiapan Mekanik.
W
100
MA = w+ R

30

MA

MA

232
232+6

100

97%

2) Physical Availability (PA) atau Kesediaan fisik.


W +S
100
PA=
T

PA

232+23
261

PA

100

97%

3) Use of avaibility ( U A) atau penggunaan ketersediaan.


UA

W
W +S

UA

232
232+23

UA

90 %

100 %

100%

4) Effective Untilization (EU) atau penggunaan efektif (efesiensi kerja)


w
100
EU T
EU

232
100
%
261

EU 88 %

31

b. Dump Truck Hino Jumbo Ranger


1) Mechanical availability ( MA ) atau Kesiapan Mekanik.
W
100
MA = w+ R
MA

224
224 +8

MA

100

96 %

2) Physical Availability (PA) atau Kesediaan fisik.


W +S
100
PA=
T
PA

224 +29
261

PA

100

96%

3) Use of avaibility ( U A) atau penggunaan ketersediaan.


UA W
W +S

UA

224
224 +29

UA

88 %

100 %

100%

4) Effective Untilization (EU) atau penggunaan efektif (efesiensi kerja)


w
100
EU T
EU

224
100
261

EU 85
Table 7. Efesiensi Kerja Alat.

32

TIPE ALAT

MA %

PA %

UA %

EU
%

Exc CAT 329 D

97%

97%

90%

88%

DT Hino Jumbo Ranger

96%

96%

88%

85%

Berdasarkan pergitungan didapat efisiensi kerja alat rata-rata di atas


80% jadi kondisi operasi alat tersebut baik sekali. Untuk lebih jelasnya
dapat dilihat di tabel 1.
2. Produksi Alat
a. Produksi Alat Gali Muat Excavator CAT 329 D
Diketahui:
Efisiensi kerja alat adalah (E)
Jumlah pengisian truck (n)
Kapasitas bucket (kb)
Faktor bucket (K)
Efisiensi kerja alat
Swell factor

= 88%
= 10 kali
= 2,1 m3
= 0,50
= 0,88%
= 0,80 (Andesit)

Waktu siklus excavator (Ctm): (Lampiran D cycle time alat gali muat)
Waktu gali

= 12,51 dtk

Waktu isi

= 8,41 dtk

Waktu buang

= 8,35 dtk

Waktu kosong

= 7,38 dtk

1) Kapasitas Produksi per siklus


q = ql x K
= 2,1 x 0,50
= 1,05 m3
2) Waktu Siklus (CTm)

33

Ctm = W. Gali + W. Swing isi + W. Buang + W.Swing Kosong


= 12,51 + 8,41 + 8,35 + 7,38 dtk
= 36,65 detik atau 0,61 menit
Produksi Total (p) Alat Muat Excavator.
Q=

3600 x 2,1 x 0,50 x 0,88 x 0,80


36,65

3600 x 2,1 x 0,50 x 0,88 x 0,80=2.661,12

2.661,12
36,65

= 72,60900409 Bcm / jam

= 72,60900409 Bcm/jam x 2,54 (Density)


= 184,4268704 Ton/jam.
Produksi excavator CAT 329 D dalam 1 hari adalah
Q = 184,4268704 Ton/jam x 9 jam
= 1.659,841834 Ton/hari
Maka produksi excavator dalam 1 bulan adalah
Q = 1.659,841834 Ton/jam x 29 hari
= 48.135,41317 Ton/bln

b. Produksi Alat Angkut Dump Truck Hino


Diketahui:
Kapasitas Dump Truck
Banyak bucket (n)
Factor bucket (K)
Kapasitas bucket (kb)
Efisiensi kerja alat (E)
Jarak angkut

= 35 Ton
= 10 kali
= 0,50
= 2,1 m3
= 0,85%
= 8.000 m

34

Waktu siklus dump truck (Cta) : (Lampiran E cycle time alat angkut)
Waktu manuver 1
Waktu muat
Waktu angkut
Waktu manuver 2
Waktu bongkar
Waktu kembali
Spot time

= 0,48 mnt
= 7,36 mnt
= 21,30 mnt
= 1,25 mnt
= 1,15 mnt
= 19,33 mnt
= 1,21 mnt

= 28,8 dtk
= 441,6 dtk
= 1278 dtk
= 75
dtk
= 69
dtk
= 1159,8 dtk
= 72,6 dtk

Waktu siklus (Cta)


Cta =

Ta 1+Ta 2+Ta 3+ Ta 4 +Ta5+Ta 6 + Ta7

= 0.48 + 7.36 + 21.30 + 1.25 + 1.15 +19.33 + 1.21


= 52,08 menit
Jarak angkut

= 8.000 m

kecepatan rata-rata pergi (V1)

= jarak / rata-rata W. angkut


= 8.000 m / 1278 detik
= 6,25 m / detik

kecepatan rata-rata pulang (V2)

= jarak / rata-rata W. pulang


= 8.000 m / 1159,8 detik
= 6,89 m / detik

Pa=

Kt x 60 x Ek x SF
CTa

Keterangan :
Pa
= Produksi alat angkut.
Ek
= Efisisensi kerja (%).
CTa = Waktu edar alat angkut (menit).
Kapasitas Produksi per siklus:

35

Kt

= KB x FF x n
= 2,1 x 0,50 x 10
= 10,5 m3

Produksi total (P) alat angkut dump truck.


Pa=

Kt x 60 x Ek x SF
CTa

10,5 x 60 x 0,85 x 0,80


52,08

= 8,225806452 Bcm / jam


= 8,225806452 Bcm / jam x 2,54 (Density)
= 20,89354839 Ton/jam

Produksi dump truck dalam 1 hari


Q = 20,89354839 Ton/jam x 9 jam
= 188,0419355 Ton/hari
Sehingga produksi 1 dump truck dalam 1 bulan
Q = 188,0419355 Ton/hari x 29 hari
= 5.453,216129 Ton/bulan.
Maka produksi untuk 6 unit dump truck
Q = Produksi 1 unit DT/bln x 6 Unit
= 5.453,216129 Ton/bulan x 6 unit
= 32.719,29677 Ton/bulan
Tabel 8. Produktifitas Alat Muat Excavator Sebelum Alat Serasi.
N
o

Jenis Alat

Produksi / (jam)

Jam Kerja 1 (bulan)

Produksi / (bulan)

Caterpilar 329 D

184,4268704 Ton

261 jam

48.135,41317 Ton

Tabel 9. Produktifitas Alat Angkut Dump Truck Sebelum Alat Serasi.

36

No

Jenis Alat

Produksi / (jam)

Jam Kerja 1
(bulan)

Produksi / (bulan)
1 dump Truck

Produksi /
(bulan)
6 dump Truck

DT Hinno
Rangger

20,89354839
Ton

261 jam

5.453,216129 Ton

32.719,29677
Ton

3. Match Factor (MF)


MF =

n n h Cl
nl C h

Keterangan :
MF
: Faktor keserasian alat.
n
: Banyak bucket.
nH
: Jumlah alat angkut.
CL
: Waktu edar alat muat.
nL
: Jumlah alat muat.
CH
: Waktu edar alat angkut.
a. Perhitungan Aktual keserasian kerja alat gali muat dan alat angkut
untuk penambangan dengan jarak disporsal 8.000 meter.
1) Jumlah dump Truck Hino Rangger = 6 unit
2) Jumlah Alat gali Muat CAT 329 D = 1 unit
3) Waktu edar Excavator

= 0,61 menit ( Lampiran D)

4) Waktu edar dump truck

= 52,08 menit (Lampiran E)

MF =

n n h Cl
nl C h

MF =

10 6 0,61
1 52,08

37

MF =

36,6
52,08

MF =0,70
Karena MF < 1 ada waktu tunggu untuk alat gali muat .Artinya alat galimuat berkerja kurang dari 100%, sedangkan alat angkut berkerja 100%
sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat gali muat karena menunggu alat
angkut datang .
4. Pemecahan Masalah
Dari analisis yang telah dilakukan terhadap perhitungan kerja antara
alat gali muat dan alat angkut pada pemuatan dan pengangkutan batuan
andesit didapat keserasian alat kurang dari satu (MF < 1) hal ini
menunjukkan bahwa kedua alat masih belum serasi, maka dilakukan:
a. Menambah jumlah bucket pengisian dari 10 menjadi 12.
b. Penambahan jumlah alat angkut dari 6 unit menjadi 7 unit.
Agar terjadi keserasian antara alat gali muat dan alat angkut pada
pemuatan batuan andesit dapat dihitung menggunakan persamaan sebagai
berikut:
nH =

MF x nL x CH
n x Cl

Dari persamaan di atas dapat diketahui jumlah alat angkut pada


penggalian dan pengangkutan batuan andesit sebagai berikut :
1 x 1 x 52,08
nH =
12 x 0,61
=

52,08
7,32

= 7,11 7

38

Setelah dilakukan penambahan jumlah alat angkut dari 6 unit


menjadi 7 unit maka keserasian kerja (MF) adalah :
12 x 7 x 0,61
MF =
1 x 52,08
=

51,24
52,08

= 0,98 1
MF = 1 (tidak ada waktu tunggu untuk alat gali muat dan alat angkut)
artinya alat gali-muat dan angkut bekerja 100%, sehingga tidak terjadi
waktu tunggu dari alat tersebut.
Produksi Alat Gali Muat Excavator CAT 329 D
Diketahui:
Efisiensi kerja alat adalah (E)
Jumlah pengisian truck (n)
Kapasitas bucket (kb)
Faktor bucket (K)

= 88%
= 12 kali
= 2,1 m3
= 0,50

Efisiensi kerja alat

= 0,88%

Swell factor

= 0,80 (Batuan Andesit)

Waktu siklus excavator (Ctm):(Lampiran D cycle time alat gali muat).


Waktu gali
Waktu isi
Waktu buang
Waktu kosong

= 12,51 dtk
= 8,41 dtk
= 8,35 dtk
= 7,38 dtk

1) Kapasitas Produksi per siklus


q = ql x K
= 2,1 x 0,50

39

= 1,05 m3

2) Waktu Siklus (Ctm)


Ctm = W. Gali + W. Swing isi + W. Buang + W.Swing Kosong
= 12,51 + 8,41 + 8,35 + 7,38 dtk
= 36,65 detik atau 0,61 menit.
Produksi Total (p) Alat Muat Excavator.
3600 x 2,1 x 0,50 x 0,88 x 0,80
Q=
36,65
3600 x 2,1 x 0,50 x 0,88 x 0,80=2.661,12

2.661,12
36,65

= 72,60900409 Bcm / jam

= 72,60900409 Bcm/jam x 2,54 (Density)


= 184,4268704 Ton/jam.
Produksi excavator CAT 329 D dalam 1 hari adalah
Q = 184,4268704 Ton/jam x 9 jam
= 1.659,841834 Ton/hari
Maka produksi excavator dalam 1 bulan adalah
Q = 1.659,841834 Ton/jam x 29 hari
= 48.135,41317 Ton/bln.
Produksi Alat Angkut Dump Truck Hino
Diketahui:
Kapasitas Dump Truck
= 35 Ton
Banyak bucket (n)
= 12
Factor bucket (K)
= 0,50
Kapasitas bucket (kb)
= 2,1 m3
Efisiensi kerja alat (E)
= 0,85%
Jarak angkut
= 8.000 m
Waktu siklus dump truck (Cta): (Lampiran E cycle time alat angkut).
Waktu manuver 1 = 0,48 mnt = 28,8 dtk
Waktu muat
= 7,36 mnt = 441,6 dtk
Waktu angkut
= 21,30 mnt = 1278 dtk
Waktu manuver 2 = 1,25 mnt = 75
dtk
Waktu bongkar
= 1,15 mnt = 69
dtk
Waktu kembali
= 19,33 mnt = 1159,8 dtk
Spot time
= 1,21 mnt = 72,6 dtk
Waktu siklus (Cta)

40

Cta =

Ta 1+Ta 2+Ta 3+Ta 4 +Ta5+Ta6 + Ta7

= 0.48 + 7.36 + 21.30 + 1.25 + 1.15 +19.33 + 1.21


= 52,08 menit
Jarak angkut
= 8.000 m
kecepatan rata-rata pergi (V1)
= jarak / rata-rata W. angkut
= 8.000 m / 1278 detik
= 6,25 m / detik
kecepatan rata-rata pulang (V2)
= jarak / rata-rata W. pulang
= 8.000 m / 1159,8 detik
= 6,89 m / detik

Pa=

Kt x 60 x Ek x SF
CTa

Keterangan :
Pa
= Produksi alat angkut.
Ek
= Efisisensi kerja (%).
CTa = Waktu edar alat angkut (menit).
Kapasitas Produksi Per siklus:
Kt
= KB x FF x n
= 2,1 x 0,50 x 12
= 12,6 m3
Produksi total (P) alat angkut dump truck.

Pa=

Kt x 60 x Ek x SF
CTa

12,6 x 60 x 0,85 x 0,80


52,08

= 9,870967742 Bcm / jam


= 9,870967742 Bcm / jam x 2,54 (Density)
= 25,07225806 Ton/jam
Produksi dump truck dalam 1 hari
Q = 25,07225806 Ton/jam x 9 jam

41

= 225,6503226 Ton/hari
Sehingga produksi 1 dump truck dalam 1 bulan
Q = 225,6503226 Ton/hari x 29 hari
= 6.543,859355 Ton/bulan.
Maka produksi untuk 7 unit dump truck
Q = Produksi 1 unit DT/bln x 7 unit
= 6.543,859355 Ton/bulan x 7 unit
= 45.807,01548 Ton/bulan
Tabel 10. Produktifitas Alat Muat Excavator Setelah didapat Keserasian Kerja Alat.
No

Jenis Alat

Produksi / (jam)

Jam Kerja 1 (bulan)

Produksi / (bulan)

Caterpilar 329 D

184,4268704 Ton

261 jam

48.135,41317 Ton

Tabel 11. Produktifitas Alat Angkut Dump Setelah didapat Keserasian Kerja Alat.
N
o

Jenis Alat

DT Hinno
Rangger

Produksi / (jam)

25,07225806
Ton

Jam Kerja 1
(bulan)

Produksi /
(bulan) 1 dump
Truck

Produksi / (bulan)

261 jam

6.543,859355
Ton

45.807,01548 Ton

7 dump Truck

Tabel 12. Produktifitas dan Kebutuhan Alat Setelah didapat Keserasian kerja Alat.
No

Jenis

Jumlah Alat

Material

Produksi Nyata

Kebutuhan

Produksi Setelah

(Sebelum

Alat angkut

Serasi

Batuan

1 Excavaror

Serasi)
48.135,41317

Setelah Sarasi
1 Excavaror

48.135,41317 Ton

Andesit
Batuan

6 Dump Truck

Ton
32.719,29677

7 Dump Truck

45.807,01548 Ton

Andesit

Ton

BAB V

42

KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan perhitungan dari bab sebelumnya, maka dapat
diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Keserasian kerja antara alat gali muat dan alat angkut pada bulan Agustus
2014:
a. Produksi alat muat Excavator CAT 329 D adalah 48.135,41317
Ton/bulan dan produksi alat angkut Dump Truck Hinno Rangger adalah
32.719,29677 Ton/bulan.
b. Tidak tercapainya keserasian kerja antara alat gali muat dan alat angkut
pada penambangan batu andesit di PT. Ansar Terang Crushindo pada
bulan Agustus 2014 dimana nilai MF nya adalah 0,70 atau < 1.
2. Usaha yang dapat dilakukan agar keserasian kerja alat tercapai:
a. Jumlah Excavator 1 unit dengan menambah jumlah pengisian bucket
dari 10 menjadi 12.
b. Menambah jumlah Dump Truck dari 6 unit menjadi 7 unit.
setelah dilakukan optimalisasi keserasian kerja antara alat gali muat dan alat
angkut didapat nilai MF nya adalah 0,98 = 1, maka produksi alat gali muat
Excavator CAT 329 D setelah serasi adalah 48.135,41317 Ton/bulan dan
produksi alat angkut Dump Truck Hinno Rangger setelah serasi adalah
45.807,01548 Ton/bulan.
B. Saran
Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mengupayakan keserasian
48
kerja alat gali muat dan alat angkut adalah dengan mengatasi hambatanhambatan di atas, yaitu dengan cara :
1. Perlu dilakukan perencanaan keserasian kerja antara alat gali muat
excavator CAT 329 D dan alat angkut Dump Truck Hinno Rangger.

43

2. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis untuk mencapai


keserasian kerja alat gali muat dan alat angkut pada penambangan batu
andesit, PT. Ansar Terang Crushindo dapat menggunakan solusi dengan
menambah jumlah bucket pengisian dari 10 menjadi 12 dan dengan
penambahan jumlah alat angkut dari 6 unit menjadi 7 unit.

DAFTAR PUSTAKA

Data-Data Laporan Dan Arsip PT. Ansar Terang Crushindo


Ir. Rochmanhadi. 1984. Perhitumgan Biaya Pelaksanaan Pekerjaan Dengan
Menggunakan Alat-Alat Berat. Semarang : Departement Pekerjaan Umum
Badan Penerbit Pekerjaan Umum Semarang.
Ir. Yanto Indonesianto,M.Sc 2012. Pemindahan Tanah Mekanis. Yogyakarta.
Menjangan 10 Wirobrajan. Yogyakarta.

44

Kamus Pertambangan Umum (edisi II). Pusat penelitian dan pengembangan


Teknologi Mineral. Bandung.
Khairani, 2014. Evaluasi Perencanaan dan Realisasi Produksi Batu Kapur di
PT Semen Padang pada bulan Februari dalam pencapaian target produksi
26.000 ton per hari. Padang : Jurusan Teknik Pertambangan, Universitas
Negeri Padang.
Partanto Prodjosumanto, 1996. Pemindahan Tanah Mekanis. Bandung.
Jurusan Teknik Pertambangan. Institut Teknologi Bandung.
Raimon Kopa, MT. 2013. Panduan Pengalaman Lapangan Industri (PLI)
Program Studi D3/S1 Teknik Pertambangan, Universitas Negeri Padang.
Slamet Riadi, 2012. Optimalisasi Produktivitas Alat Berat untuk Meningkatkan
Produksi Batubara di Pit Sentral PT. Manunggal Inti Artamas. Padang :
Jurusan Teknik Pertambangan, Universitas Negeri Padang.

50
LAMPIRAN A

STRUKTUR ORGANISASI
PT. ANSAR TERANG CRUSHINDO

Dir. Utama

45

Dir. Operasional

KTT

Kep. Gudang

Security

Supervisor

Drill and Blasting

Foreman
Operator

Driller

Helper Drilling

Blaster

Blasting Crew

(sumber : PT. Ansar Terang Crushindo).

LAMPIRAN B

46

LAMPIRAN C

47

48

49

50

LAMPIRAN D
Tabel Waktu siklus excavator CAT 329 D
No

Waktu
menggali
(detik)

Swing (isi)
(detik)

Waktu
tumpah
(detik)

Swing
(kosong)
(detik)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
Rata2

12,45
12,20
12,51
12,77
12,30
12,19
12,25
12,46
12,90
12,77
12,29
12,05
12,61
12,82
12,35
12,23
12,74
12,78
12,50
12,27
12,48
12,72
12,80
12,26
12,70
12,98
12,51

8,76
8,89
8,25
8,84
8,13
8,92
8,88
8,75
8,66
8,02
8,27
8,14
8,56
8,47
8,05
8,31
8,07
8,32
8,74
8,26
8,18
8,39
8,32
8,15
8,07
8,29
8,41

8,14
8,45
8,41
8,23
8,29
8,71
8,62
8,37
8,22
8,54
8,66
8,87
8,84
8,63
8,31
8,07
8,32
8,17
8,26
8,49
8,19
8,02
8,15
8,05
8,20
8,11
8,35

7,12
7,08
7,15
7,25
7,46
7,07
7,90
7,06
7,44
7,02
7,56
7,47
7,29
7,05
7,71
7,92
7,34
7,11
7,22
7,73
7,67
7,13
7,30
7,82
7,86
7,32
7,38

Sumber : Data penulis.

51

LAMPIRAN E
Tabel Waktu siklus Alat Angkut Dump truck Hino Rangger
No

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
Rata2

Waktu
muat
(menit)

Waktu
atur isi
(1)
(menit)

Waktu
pergi
(menit)

Waktu
pulang
(menit)

Waktu
buang
(menit)

7,23
7,40
7,22
7,45
7,30
7,53
7,52
7,58
7,50
7,24
7,47
7,35
7,31
7,26
7,23
7,55
7,40
7,34
7,22
7,37
7,22
7,21
7,44
7,32
7,25
7,43
7,36

0,49
0,34
0,43
0,35
0,54
0,31
0,44
0,32
0,45
0,62
0,59
0,46
0,52
0,55
0,62
0,38
0,59
0,64
0,73
0,47
0,52
0,31
0,54
0,41
0,63
0,48
0,48

21,15
21,38
21,16
21,42
21,12
21,19
21,52
21,22
21,18
21,48
21,27
21,39
21,35
21,55
21,41
21,08
21,38
21,05
21,49
21,16
21,21
21,45
21,41
21,35
21,42
21,25
21,30

19,15
19,32
19,30
19,23
19,26
19,24
19,53
19,19
19,45
19,30
19,21
19,42
19,31
19,26
19,18
19,49
19,31
19,33
19,75
19,33
19,23
19,35
19,30
19,35
19,41
19,27
19,33

1,18
1,12
1,09
1,17
1,10
1,16
1,11
1,14
1,15
1,13
1,19
1,21
1,18
1,12
1,19
1,17
1,15
1,16
1,18
1,18
1,10
1,29
1,10
1,15
1,19
1,21
1,15

Sumber : Data Penulis.

Waktu
atur
buang
(2)
(menit)
1.28
1.22
1.30
1.21
1.19
0.20
0.27
1.22
1.20
1.22
0.27
1.26
1.24
0.29
1.23
1.19
0.38
1.31
1.27
1.31
1.16
1.22
1.29
1.17
1.16
1.47
1,25

Spot
Time
(menit)
0
1.29
2.20
0
0
1.32
2.21
1.04
1.26
1.19
1.21
0.20
0.30
0
0
2.10
1.45
1.18
1.20
2.16
2.15
2.12
1.20
1.29
2.25
2.30
1,21

52

LAMPIRAN F
Spesifikasi dump truck Hino Jumbo Rangger
Tipe/mesin

: Hino/Diesel

Tenanga penggerak

: 260 PS

Sistem penggerak

: 6x4, 10 roda

Sistem kelistrikan

: Accu 12v-65Ahx2

Jumlah Silinder

:6

Kapasitas munjung

: 35 ton

Kecepatan putaran mesin : 2.600 RPM


Kapasitas tangki

: 200 liter

Dimensi umum
a. Lebar

: 2,5 meter

Hidrolic tipe

: KRM 201

b. Tinggi

: 2,7 meter

Ketebalan lantai

: 6 mm

c. Panjang keseluruhan

: 8,4 meter

Ketebalan dinding : 4 mm

d. Panjang bak

: 6,4 meter

53

LAMPIRAN G
Spesifikasi Excavator CAT 329 D
Engine
Make
Net power
Reference bucket capacity
Displacement
Operasional
Operating Weight
Fuel capacity
Hydraulc system capacity
Engine oil capacity
Dimensions
Widh to out side of tracks
Height to top of cab
Ground clearance
Counterweight clearance
Tail swing radius
Lenght of track on ground

=
=
=
=

Caterpillar
202 Hp
2,1 m3
7,2 L

=
=
=
=

29240 kg
520 L
310 L
30 L

=
=
=
=
=
=

3390 mm
3040 mm
490 mm
1110 mm
3080 mm
3990 mm

LAMPIRAN H
Tabel Jam kerja Alat Loading CAT 329 D
Exca CAT 329 D
01-Agustus-2014
02-Agustus-2014
03-Agustus-2014

Jam Kerja (w)


0
7
7

Waktu Stand By (S)


0
2
2

Waktu Halangan (R)


0
0
0

Total Jam
0
9
9

54

04-Agustus-2014
05-Agustus-2014
06-Agustus-2014
07-Agustus-2014
08-Agustus-2014
09-Agustus-2014
10-Agustus-2014
11-Agustus-2014
12-Agustus-2014
13-Agustus-2014
14-Agustus-2014
15-Agustus-2014
16-Agustus-2014
17-Agustus-2014
18-Agustus-2014
19-Agustus-2014
20-Agustus-2014
21-Agustus-2014
22-Agustus-2014
23-Agustus-2014
24-Agustus-2014
25-Agustus-2014
26-Agustus-2014
27-Agustus-2014
28-Agustus-2014
29-Agustus-2014
30-Agustus-2014
31-Agustus-2014
Total Jam

6
8
8
9
9
9
9
9
7
8
8
5
9
0
9
7
9
9
7
7
8
9
7
9
9
7
8
9
232

3
0
0
0
0
0
0
0
2
1
1
3
0
0
0
2
0
0
2
0
1
0
2
0
0
2
0
0
23

0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
2
0
0
0
0
0
0
1
0
6

Sumber: PT. Ansar Terang Crushindo.

LAMPIRAN I
Tabel Jam kerja Alat Dump Truck Hino Rangger

9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
0
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
261

55

Dump Truck Hino


Jam Kerja
Rangger
(w)
01-Agustus-2014
0
02-Agustus-2014
8
03-Agustus-2014
6
04-Agustus-2014
6
05-Agustus-2014
7
06-Agustus-2014
7
07-Agustus-2014
9
08-Agustus-2014
9
09-Agustus-2014
9
10-Agustus-2014
9
11-Agustus-2014
9
12-Agustus-2014
7
13-Agustus-2014
9
14-Agustus-2014
7
15-Agustus-2014
7
16-Agustus-2014
9
17-Agustus-2014
0
18-Agustus-2014
9
19-Agustus-2014
7
20-Agustus-2014
8
21-Agustus-2014
8
22-Agustus-2014
7
23-Agustus-2014
6
24-Agustus-2014
8
25-Agustus-2014
8
26-Agustus-2014
7
27-Agustus-2014
9
28-Agustus-2014
9
29-Agustus-2014
7
30-Agustus-2014
6
31-Agustus-2014
7
Total Jam
224
PT. Ansar Terang Crushindo.

Waktu Stand By
(S)
0
1
2
3
1
1
0
0
0
0
0
2
0
2
1
0
0
0
2
1
1
2
0
1
1
2
0
0
2
2
2
29

Waktu
Halangan (R)
0
0
1
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
3
0
0
0
0
0
0
1
0
8

LAMPIRAN J

Jadwal Jam Kerja PT. Ansar Terang Crushindo.

Total Jam
0
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
0
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
261

S
u
m
b
e
r
:

56

Jam Kerja biasa


Kegiatan

Waktu

Masuk kerja

07.00

persiapan kerja

07.00 -07.30

kerja produktif

07.30-12.00

Istirahat

12.00-13.00

kerja produktif

13.00-17.30

pulang

17.30

Total

9 Jam

LAMPIRAN K

57

58