Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS KESTABILAN LERENG DISPOSAL AREA DI PT.

BINA BARA
SEJAHTERA BENGKULU UTARA.

ANISA RAHMI

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016
PERSETUJUAN PEMBIMBING

ANALISIS KESTABILAN LERENG DISPOSAL AREA DI PT. BINA BARA


SEJAHTERA BENGKULU UTARA.

ANISA RAHMI

Jurnal Ini Disusun Berdasarkan Tugas Akhir ANISA RAHMI


untuk Persyaratan Wisuda Periode Maret 2017 dan Telah Diperiksa/ Disetujui Oleh
Kedua Pembimbing
Padang,

Januari 2016

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Raimon Koppa, M.T.


NIP. 19580313 198303 1 001

Drs. Bambang Heryadi, M.T.


NIP: 19641114 198903 1 002

RINGKASAN
PT. BINA BARA SEJAHTERA merupakan salah satu perusahaan yang ada di Begkulu Utara
Provinsi Bengkulu Indonesia. Penambangan dilakukan dengan metoda tambang terbuka (stripe
mine). Sebelum melakukan penambangan dilakukan pengupasan lapisan tanah penutup terlebih
dahulu dan tanah yang telah digali dikumpulkan di disposal.
Berdasarkan data dan pengamatan dilapangan untuk mencapai kestabilan lereng di disposal
diperlukan Faktor Keamanan 1,0. Kondisi (FK = 1,0) tetap tidak dikehendaki, karena apabila
terjadi pengurangan gaya penahan atau penambahan gaya penggerak sekecil apapun lereng akan
menjadi tidak mantap dan longsoran segera terjadi. Karena itu harga faktor keamanan FK selalu
dibuat lebih dari 1,0 (untuk lereng sementara/ front penambangan FK 1, 3 untuk lereng

permanen FK = 1,5 dan untuk bendungan FK

2,0). Untuk itu perlu dilakukan analisis

kestabilan lereng disposal dengan cara mengambil sampel tanah disposal dan diuji di
laboratorium.
Dari hasil pengujian dilaboratoruim didapatkan kondisi tanah lereng disposal area kering
Fs 1,3 pada saat tinggi lereng 10 meter dengan sudut kemiringan lereng 45 , pada saat
kondisi tanah lereng disposal area jenih didapat Fs 1,3 pada saat tinggi lereng 2 meter
dengan sudut kemiringan
ABSTRACT
PT. Ansar Light Crasindo is praying The Companies ADA Base City District Fifty Indonesian
province of West Sumatra, The excavation material taken Namely Andesite rocks. Mining is done
WITH Quarry mining method. For a review of rock Dismantling PT. Ansar Light Crasindo do
ACTIVITIES drilling and blasting.
Based on the data and field observations note that the results from the activity of blasting What
do still produce stones Yang measuring> 60 cm, fly rock That Still High, rock ridge (toe) in the
blasting area. When the findings of blasting That Still Plenty generate will affect the resulting stone
crusher boarding costs resulting Results of Production of the targeted 20,000 tons / month NOT
reached.
Evaluation of blasting geometry Actual That done, and is doing geometry Planning blasting
the proposal, then the fragmentation of rock blasting results were processed the data using Computer
Software (software) Split Desktop 3.1. Thus fragmentation limestone blasting results obtained
..and has accordance BY Hope size (size) is desirable.

EVALUASI DAN PERENCANAAN GEOMETRI PELEDAKAN TERHADAP


FRAGMENTASI BATU ANDESIT YANG DIHASILKAN DI LOKASI PENAMBANGAN
FRONT IV QUARRI PT. ANSAR TERANG CRASINDO MENGGUNAKAN SOFTWARE
SPLIT DESKTOP 3.1 2016
Depi Putra1, Raimon Koppa2, Bambang Heryadi3
JurusanTeknikPertambangan
FT UniversitasNegeri Padang
Email: depi.putra03@gmail.com
ABSTRACT
PT. Ansar Light Crasindo is praying The Companies ADA Base City District Fifty
Indonesian province of West Sumatra, The excavation material taken Namely Andesite rocks.
Mining is done WITH Quarry mining method. For a review of rock Dismantling PT. Ansar Light
Crasindo do ACTIVITIES drilling and blasting.
Based on the data and field observations note that the results from the activity of blasting
What do still produce stones Yang measuring> 60 cm, fly rock That Still High, rock ridge (toe) in
the blasting area. When the findings of blasting That Still Plenty generate will affect the
resulting stone crusher boarding costs resulting Results of Production of the targeted 20,000
tons / month NOT reached.
Evaluation of blasting geometry Actual That done, and is doing geometry Planning blasting the
proposal, then the fragmentation of rock blasting results were processed the data using
Computer Software (software) Split Desktop 3.1. Thus fragmentation limestone blasting results
obtained ..and has accordance BY Hope size (size) is desirable.

A. PENDAHULUAN

kebutuhan antara lain untuk pembangunan

Andesit adalah suatu jenis batuan


beku

vulkanik

yang

terbentuk

perumahan, jalan, jembatan, jalur ganda

dari

kereta api dan lain-lain. Potensi andesit di

pembekuan lava yang keluar kepermukaan

Indonesia cukup besar salah satunya

bumi saat letusan gunung berapi. Batuan

disumatra barat yakni di daerah Pangkalan

andesit banyak digunakan dalam berbagai

Lima Puluh Kota Sumatra Barat Indonesia

yang salah satu penambangnya adalah PT.

kinerja crusher sehingga mengakibatkan

Ansar Terang Crasindo. Penambangan

hasil produksi yang ditargetkan 20.000

dilakukan dengan cara tambang terbuka

ton/bulan tidak tercapai.

dengan

sistem

ini

Oleh karena itu, hal tersebut yang menjadi

merupakan suatu sistem penambangan

latar belakang penulis untuk melakukan

terbuka yang diterapkan untuk menambang

evaluasi geometri peledakan aktual yang

batuan atau endapan mineral industri yang

ada, dan melakukan perencanaan geometri

terletak di lereng bukit atau berbentuk

peledakan usulan, selanjutnya fragmentasi

bukit. Cara ini diterapkan apabila seluruh

batuan hasil peledakan tersebut akan diolah

lereng

datanya

bukit

Quarry.

yang

Sistem

akan

ditambang

menggunakan perangkat lunak

dilakukan mulai dari bagian atas ke bawah.

komputer (software) Split Desktop 3.1.

Dalam aktifitas penambangan batu

Sehingga fragmentasi batu kapur hasil

Andesit,

PT.

pembongkaran
kegiatan

ATC

melaksanakan

batu

Andesit

dengan

peledakan.

Dalam

operasi

peledakan,

salah

satu

parameter

keberhasilan suatu operasi peledakan ialah


fragmentasi

batuan

hasil

peledakan

tersebut. Fragmentasi batuan itu sendiri


tergantung pada desain geometri peledakan
yang diterapkan.
Berdasarkan

data

dan

pengamatan dilapangan diketahui bahwa


hasil

dari

kegitan

peledakn

yang

peledakan akan sesuai dengan harapan


ukuran (size) yang diinginkan.
B. METODE PENELITIAN
Di dalam melaksanakan penelitian ini,
Penulis menggabungkan antara teori dengan
data-data lapangan, sehingga dari keduanya
didapat pendekatan penyelesaian masalah.
Adapun

1.

Penelitian langsung di lapangan,


meliputi:
a.

Penentuan

titik-titik

Checking

terhadap

pengamatan
b.

area peledakan. Ketika hasil peledakan


mempengaruhi

Studi literatur, data perusahaan,

2.

masih tinggi, tonjolan batuan (toe) di

akan

penelitian

laporan penelitian terdahulu

yang berukuran >60 cm, fly rock yang

mengakibatkan

pengerjaan

sebagai berikut:

dilakukan masih menghasilkan boulder

yang masih banyak menghasilkan boulder

urutan

permasalahan
3.

Pengambilan data, antara lain:


a. Data spesifikasi alat bor

b. Data spesifikasi bahan dan

dengan

peralatan peledakan

memperhatikan

geometri

Berdasarkan

geometri

peledakan.

c. Metode pemboran dan peledakan


d. Operasi pemboran dan peledakan,
rangkaian, handak, powder factor
4.

Akuisisi

data

meliputi

peledakan aktual saat ini, didapatkan


fragmentasi batuan yang berukuran
>100 cm sebesar 19 % (perhitungan

pengelompokan data, jumlah data, dan


menggunakan Software Split Desktop

pengujian data
5.

Pengolahan data

3.1). Hal ini menunjukkan fragmentasi

Dari data yang didapat, kemudian

batuan hasil peledakan <100 cm belum

dihitung dengan menggunakan rumusoptimum.

rumus yang ada.


6.

dilakukan

perencanaan ulang geometri peledakan

Analisis pengolahan data


Menganalisa hasil dari pengolahan data

untuk

dan memberikan alternatif perbaikan

fragmentasi peledakan dengan rumusan

sistem yang diberikan.


7.

Selanjutnya

distribusi

R. L Ash (desain usulan I), ICI-

Kesimpulan

Explosive

C. ANALISIS DAN PEMBAHASAN


a.

mengoptimumkan

Perencanaan

kombinasi
ulang

geometri peledakan untuk mendapatkan

(desain

usulan

rumusan

II)

dan

ICI-Explosive

dengan penyesuaian kondisi lapangan


(desain usulan III).

fragmentasi yang optimum di lokasi


penambangan front iv Quarry PT.

Berdasarkan hasil perhitungan


fragmentasi

Semen padang.

aktual

menggunakan

Software Split Desktop, maka dipilih


Dari
didapatkan:

hasil

penelitian

Evaluasi

ini

fragmentasi

batuan hasil peledakan dapat dilakukan

geometri peledakan usulan III. Dari


segi persentase fragmentasi batuan
berukuran >100 cm, geometri usulan II

(0 %) dibandingkan dengan geometri

peledakan presplit. Masalah overbreak

usulan III (4 %), akan tetapi dari segi

disebabkan oleh peningkatan jumlah

lemparan batuan hasil peledakan (flying

bahan peledak pada lubang produksi

rock)

dan trim. Pembentukan half cast factor

geometri

usulan

direkomendasikan

III

untuk

lebih

ditetapkan

yang

tidak

sempurna

hasil

dari

menjadi desain baru. Dari perubahan

peledakan presplit dipengaruhi oleh

geometri

pendangkalan

tersebut,

didapatkan

lubang

ledak

akibat

penurunan fragmentasi batuan hasil

pengaruh air tanah serta ukuran spacing

peledakan >100 cm sebesar 15 %.

yang membesar akibat adanya lubang


yang tidak dibor sehingga menyulitkan

b.

Kajian teknis geometri


pembentukan rekahan parallel antar
peledakan trim dan presplit terhadap
lubang presplit.
kualitas

dinding

akhir

pada

penambangan fase 7 pit batu hijau pt.

Peningkatan

Newmont nusa tenggara sumbawa barat

peledak

NTB.

disebabkan

pada

jumlah
lubang

oleh

bahan
produksi

penggunaan

perbandingan pengisian yang sama


Berdasarkan

perolehan

data
untuk semua baris lubang produksi

aktual di lapangan ditemukan adanya


yaitu sebesar 60 % : 40 %. artinya 60%
masalah yang timbul pada dinding
dari kedalaman lubang diisi oleh bahan
lereng

batuan

seperti

masih
peledak sedangkan sisanya diisi oleh

terbentuknya overbreak dan half cast


stemming,

berdasarkan

desain

barrel yang tidak terbentuk sempurna


seharusnya perbandingan 60 % : 40 %
pada dinding lereng batuan hasil dari
hanya digunakan pada lubang produksi

baris dua dan tiga dengan kedalaman

jumlah isian bahan peledak disesuaikan

lubang ledak 15 m, sedangkan untuk

dengan powder factor desain.

baris empat sampai tujuh menggunakan


c.

Kajian

Teknis

Peledakan

Untuk

perbandingan 57,5% : 42,5% dengan


Geometri
kedalaman 16,5 m. Peningkatan jumlah
Menghasilkan Ukuran Fragmen Batuan
bahan

peledak

pada

lubang

trim
Yang Sesuai Di Pt. Dnx Indonesia Site

disebabkan karena pengisian bahan


Adaro Kalimantan Selatan.
peledak yang tidak disesuaikan dengan
kedalaman aktual yaitu sebesar 205 kg
untuk

setiap

diperoleh
batuan

kualitas
yang

overbreak
terhadap
lubang

lubangledak.

di

lapangan, distribusi ukuran fragmen

lereng

hasil

tanpa

terjadi

menggunakan program split-desktop

dilakukan

kontrol

diperoleh persen lolos 80% berukuran

peledak

35 - 54 cm. Sedangkan perhitungan

pengisian
produksi

pengamatan

dinding

rata

maka

Agar

Berdasarkan

bahan
dan

trim

yang

peledakan

dengan

model

yang

Kuz-Ram

ditentukan

diperoleh

disesuaikan dengan kedalaman aktual,

persen lolos 80% berukuran 60 69

melakukan kontrol terhadap kualitas

cm.

pengeboran lubang presplit agar dibor

Hasil

sesuai dengan jumlah lubang plan dan

diperoleh

melakukan

kedalaman

peledakan (persen lolos 80% ukuran

lubang ledak plan untuk mengatasi

>28 cm ) lebih dari ukuran fragmen

pendangkalan

akibat

yang di syaratkan. Hal ini disebabkan

pengaruh air tanah, dengan catatan

oleh kondisi-kondisi seperti geometri

penambahan

lubang

ledak

perhitungan
ukuran

dan
fragmen

analisis
hasil

pemboran, geometri peledakan dan

tambang.

pengaruh

struktur

Usaha

dikemukakan oleh R.L. Ash, dalam

perbaikan

ukuran

hasil

upaya perbaiki ukuran fragmen batuan

peledakan yang di syaratkan (persen

maka bidang bebas yang diambil adalah

lolos 80% berukuran 28 cm) dilakukan

sejajar

dengan merancang kembali geometri

kekar yang ada. Perpotongn antara

peledakan menggunakan metode RL.

kekar mayor dan minor adalah N 163o

Ash,

E dan N 60o E sehingga arah peledakan

1967

dan

geologi.
fragmen

perubahan

arah

peledakan.

Sesuai

dengan

teori

perpotongan

yang

kedua

yang disarankan adalah N 111o E.


Berdasarkan

Dengan

geometri

peledakan

memperhatikan
setelah diadakan perbaikan, diharapkan

karakteristik batuan, karakteristik bahan


tingkat ukuran fragmen batuan hasil
peledak,

maka

dalam

rancangan
peledakan sesuai dengan yang

peledakan

(RL.

Ash,

di

1967)
syaratkan yaitu persen lolos 80%

menghasilkan geometri peledakan yaitu


berukuran 27,81 cm.
dengan burden 7-8 m, spasi 8-8,5 m,
stemming 4,5 m, kedalaman lubang

d.

Studi teknis peledakan

tembak 8,5 m, tinggi jenjang 8 m,

guna mendapatkan Fragmentasi batuan

subdrilling 0,5 m, panjang kolom isian

yang

4,5 m, lubang ledak, powder factor 0,34

batugamping PT. Semen Cibinong tbk,

kg/m3.

Pabrik Cilacap Jawa Tengah.

Arah peledakan yang sebelumnya tidak


memperhatikan struktur-struktur kekar,
hanya mengikuti pada posisi jalan

diperlukan

Berdasarkan
lapangan,

bongkah

pada

Kuari

pengamatan
batuan

di
yang

dihasilkan dari kegiatan peledakan di

kuari VIII barat tergolong tinggi, yaitu

yang ada di lapangan, arah peledakan

sebesar 18,47 %. Hal ini disebabkan

perlu dilakukan perubahan, yaitu dari N

karena arah peledakan yang diterapkan

52 E menjadi N 358 E, dan pola

tidak menyesuaikan dengan struktur

peledakan yang digunakan adalah pola

batuan yang ada di lapangan, geometri

peledakan corner cut.

peledakan yang belum tepat, dan

Dengan

penggunaan bahan peledak yang masih

peledakan

usulan, bongkah batuan yang berukuran

kurang.

> 80 cm yang dihasilkan dari kegiatan

Untuk

mengurangi

bongkah

peledakan secara perhitungan teoritis

batuan yang dihasilkan dalam kegiatan


peledakan di kuari VIII Barat, perlu
dilakukan

geometri

perubahan

geometri

hanya sebesar 8,30 %.


e.

Teknis Pemboran Dan


Peledakan Pada Triwulan I Tahun 2006 Di

peledakan yang mendasarkan rumusan

Blok Iii Pt. Batubara Bukit Kendi Tanjung

yang dikemukakan oleh RL. Ash

Enim, Sumatera Selatan.

(1963), sehingga dilakukan perubahan


jarak burden dari 2,5 m menjadi 2,4 m;
jarak spasi dari 3,5 m menjadi 3,6 m;
tinggi stemming dari 3,15 m menjadi
3,12 m; tinggi subdrilling dari 0,22 m
menjadi 0,48 m; dan penambahan
bahan peledak dari 15 kg menjadi 17
kg

tiap

lubang

ledak.

Untuk

menyesuaikan dengan struktur batuan

Pada

perencanaan

metode

drilling-blasting ini akan digunakan alat


bor jenis Thamrock CHA 1100, dengan
mata bor jenis rock drill type HL 1000
yang berdiameter 4,5 inch. Pemilihan
alat ini didasarkan pada kemampuan
produksi alat bor, jenis material yang
akan di bor serta kapasitas produksi
yang akan dicapai. Pola pemboran yang

akan diterapkan adalah tipe selang-

sehingga

seling

berjalan dengan baik.

(zig-zag)

dengan

harapan

kegiatan

produksi

dapat

meratanya pola energi ledak yang


dihasilkan,

sehingga

diperoleh

distribusi ukuran fragmentasi yang

f.

Studi Optimasi Biaya


Produksi Peledakan Interburden B2-C

relatif seragam.

Berdasarkan
Dalam pekerjaan pemboran dan
peledakan, hal yang menjadi perhatian
adalah kualitas dari peledakan dimana
parameternya

adalah

fragmentasi

Powder

Factor

Dan

Kaitanya Dengan Produktivitas Alat


Gali-Muat Di Swakelola Iii Mt4 Unit
Pertambangan Tanjung Enim Pt. Bukit
Asam (Persero), Tbk

batuan hasil peledakan dan fly rock

Merancang

geometri

usulan

yang dihasilkan. Potensi perbaikan

merupakan upaya yang dapat dilakukan

fragmentasi dan memperkecil fly rock

untuk

dapat

dengan

peledakan dengan memperhatikan nilai

memperhatikan geometri pemboran dan

powder factor. Semakin besar nilai Pf yang

peledakan. Diharapkan dengan adanya

digunakan maka akan semakin banyak

ditingkatkan

perbaikan fragmentasi batuan dan fly


rock,

secondary

blasting

dapat

dihindari sehingga mengurangi biaya

memperkecil

biaya

produksi

bahan peledak yang terpakai dan berakibat


meningkatnya

biaya.

Disamping

itu,merancang geometri usulan juga harus


mempertimbangkan distrubusi fragmentasi

operasi

dan

diharapkan

pekerjaan

loading material overburden (andesite


dan sandstone) akan lebih optimal

batuan

dan

korelasinya

terhadap

produktivitas alat gali-muat.


Setelah
geometri

dilakukan

peledakan

maka

perubahan
diperoleh

penurunan

nilai powder factor sebesar

0,04 kg per bcm dari 0,26 kg per bcm


menjadi 0,22 kg per bcm. Dikarenakan
menurunya
geometri

nilai

powder

usulan

maka

factor
total

pada
biaya

pemboran, peledakan dan pemuatan dapat

Anonim, (2013), Sejarah Perusahaan,


http:// www.semenpadang.co.id/?
mod=profil&kat=&id=1
Ash, R.L., (1963), The Mechanics of Rock
Breakage, Pit and Quarry Magazine
Heriadi, Bambang (2013), Panduan Tugas
Akhir, Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Negeri Padang

dikurangi sebesar Rp 403,36 per bcm dari


Rp 6.287,27 per bcm menjadi Rp 5.883,91
per bcm.

D. KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan penjelasan
pada bab-bab sebelumnya maka dapat
ditarik

beberapa

kesimpulan

sebagai

berikut:
Saran
E. DAFTAR PUSTAKA
Anonim, (2007), Teknik Peledakan,
Pusdiklat Teknologi Mineral dan Batubara,
Bandung

Calvin J. Konya and Edwal J Walter, (1990),


Surface Blast Design , Hall. Inc, New
Jersey.
Heri, (2012), Kajian Teknis Geometri
Peledakan di PT. Semen Padang Indarung
Sumatera Barat, Skripsi S1 Teknik
Pertambangan
Universitas
Sriwijaya,
Inderalaya
Kopa, Raimon (2010), Diktat Teknik
Peledakan, Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Negeri Padang
Rangga, (2012),Kajian Teknis Geometri
Peledakan Pada Quarry Tambang Granit PT.
Trimegah Perkasa Utama Kabupaten
Karimun Kepulauan Riau, Srikpsi S1 Teknik
Pertambangan
Universitas
Sriwijaya,
Indralaya