Anda di halaman 1dari 6

KECEPATAN IJIN MAKSIMUM DALAM PERENCANAAN

PERLINDUNGAN TEBING SUNGAI


Oleh: FX. Pietrino Suhardi, ST.
ABSTRAK
Perencanaan pengendalian banjir pada suatu wilayah atau Daerah
Aliran Sungai, selain menghitung kapasitas rencana sungai
tersebut juga merencanakan perlindungan tebing sungai itu
sendiri. Perlindungan tebing sungai terutama pada tebing-tebing
sungai yang sudah kritis dan tebing-tebing sungai pada tikungan
luar sungai. Sering terjadi bahwa tikungan luar sungai yang tidak
kritispun kita rencanakan perlindungan tebingnya. Ada salah satu
faktor yang terkadang kita lupakan untuk menentukan perlu
tidaknya perlindungan tebing akibat erosi dari aliran sungai yaitu
Kecepatan Ijin Maksimum.
Kata Kunci : perlindungan tebing, kecepatan ijin maksimum, faktor
koreksi
KECEPATAN IJIN MAKSIMUM
Pada sungai bagian-bagian tertentu akan terjadi sedimentasi dan erosi
( terjadi angkutan sedimen ). Kecepatan izin maksimun adalah merupakan
batas maksimum kecepatan yang dapat mengakibatkan kerusakan, akibat
erosi baik dasar maupun tebing / talud, dengan prioritas penanganan
tebing. Sedangkan kecepatan minimum tidak dapat dibatasi karena sifat
banjir ( seperti ditunjukkan hidrograf banjir ).
Sebagai prioritas pengamanan :
-

Bagian yang melalui pemukiman

Bagian yang telah ada parapet

Bagian yang saat ini telah terjadi kerusakan


Besaran kecepatan izin maksimum ini dengan mengacu pada :

Standar Perencanaan Irigasi, Kriteria Perencanaan bagian Saluran (KP-03)


Desember 1986 (bagian 3.2.4. Erosi dan 7.2.3. Kecepatan izin
maksimum)

F X . P I E T R I N O S U H A R D I , S T. 1

11

Flood Control Manual Vol.III Manual for Design and Implementation


1993 para 2.6.4 Hydraulic Design, dan 3.4.3. Riprap Sizing.

Kecepatan izin maksimum dipengaruhi oleh :


-

Jenis tanah

Indeks plastisitas (PI)

Nilai banding rongga (void ratio)

Kedalaman air

Kelengkungan aliran

Periode ulang banjir


Vmaks

= Vb x A x B x C x D

Vmaks =

Kecepatan izin maksimum, m/dt

Vb

Kecepatan dasar, m/dt

Faktor koreksi untuk angka banding rongga / pori tanah


permukaan tebing sungai.

Faktor koreksi untuk kedalaman air

Faktor koreksi untuk kelengkungan aliran (lurus C = 1,

lengkung dengan jari-jari 6 x lebar sungai C = 0,8)


D

Faktor koreksi untuk periode ulang banjir (D =1,25 untuk

25 Tahunan dan
D = 1,45 untuk 50 tahunan ).

F X . P I E T R I N O S U H A R D I , S T. 2

11

Besaran faktor koreksi seperti pada gambar di bawah ini :

F X . P I E T R I N O S U H A R D I , S T. 3

11

Peperiode Ulangan dlm Tahunan

F X . P I E T R I N O S U H A R D I , S T. 4

11

Berikut salah satu contoh hasil perhitungan Kecepatan Ijin Maksimum sungaisungai di Wilayah Timur Jakarta pada Proyek Supervisi Konstruksi Wilayah Timur
tahun 2008 2009 :

Kecepatan ijin perlu kita tinjau juga dalam menentukan perlu tidaknya
perlindugan tebing sungai karena secara tidak langsung dapat menghemat biaya
konstruksi suatu proyek.
Semoga bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA
Standar Perencanaan Irigasi, (Desember 1986),Kriteria Perencanaan bagian
Saluran (KP-03), bagian 3.2.4. Erosi dan 7.2.3. Kecepatan izin maksimum,
Flood Control Manual Vol.III (1993),Manual for Design and Implementation
para 2.6.4 Hydraulic Design, dan 3.4.3. Riprap Sizing.
PT.Yodya Karya (cab.Jateng)-PT. Vitraha Consindotama-PT. Alles Klar Prima, KSO.
(2009), Laporan Akhir Proyek Supervisi Konstruksi Wilayah Timur, Bab. 2

F X . P I E T R I N O S U H A R D I , S T. 5

11

F X . P I E T R I N O S U H A R D I , S T. 6

11