Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PROFIL PUSKESMAS RAMBUNG

1.Gambaran Umum Puskesmas


1.1. Lokasi dan Wilayah Kerja
Puskesmas Rambung berada di Jalan Jamin Ginting No. 111 Kelurahan Rambung Barat,
Kecamatan Binjai Selatan. Wilayah kerja Puskesmas Rambung memiliki batas :
Sebelah Timur berbatasan dengan

Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur .


Sebelah Barat berbatasan dengan
:
Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan.
Sebelah Selatan berbatasan dengan :
Kuala Mencirim, Kabupaten

Langkat.

Sebelah Utara berbatasan dengan

Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota.


Berdasarkan data tahun 2014, penduduk di wilayah kerja Puskesmas Rambung berjumlah
16.000 jiwa (4280) KK dan bertempat tinggal di 3348 rumah, yang terdiri dari :
- Rambung Timur
: 724 KK dan 2685 jiwa
- Rambung Barat
: 818 KK dan 3145 jiwa
- Rambung Dalam
: 1090 KK dan 4052 jiwa
- Tanah Seribu
: 1683 KK dan 6187 jiwa
Mayoritas penduduk yang bertempat tinggal di wilayah Puskesmas Rambung, adalah
beragama Islam. Luas areal pertanian di wilayah kerja Puskesmas Rambung sekitar 105 Ha atau
sama dengan 44,5% dari luas wilayah kerja Puskesmas. Areal pertanian ini berupa sawah yang
mempunyai irigasi dan sawah tadah hujan. Sesuai dengan kondisinya, penduduk daerah
mengusahakan berbagai pekerjaan seperti peternakan (peternak ayam), kerajinan home industri,
industri besar (bengkel las), jasa pemerintah / non pemerintah, pegawai swasta, jasa perdagangan
(toko, warung, kios).

1.2.

Gambaran Demografi

Penduduk wilayah kerja Puskesmas Rambung yang luasnya 7,11 Ha pada tahun 2013
tercatat 16069 jiwa dengan 4315 KK. Luas areal pertaniannya sekitar 105 Ha (44,5%) dari luas
wilayah kerja puskesmas.
Sesuai dengan kondisinya, penduduk daerah mengusahakan berbagai pekerjaan seperti
peternakan (peternak ayam), kerajinan home industri, industri besar (bengkel las), jasa
pemerintah/non pemerintah (PNS/Mantri kesehatan/ perawat), pegawai swasta, pegawai BUMN/
BUMD, pensiunanABRI/Polri) jasa perdagangan (toko, warung, kios).
Tabel 1.1. Distribusi penduduk menurut jenis kelamin.
N

Keluraha

Jenis Kelamin

o
1.

n
Rambung

2.
3.
4.

Jumlah (jiwa)

Persentase (%)

Laki-laki

2055

25,5

Dalam

Perempuan

1997

24,9

Rambung

Laki-laki

1520

18,9

Barat

Perempuan

1625

20,3

Rambung

Laki-laki

1279

15,9

Timur

Perempuan

1406

17,5

Tanah

Laki-laki

3194

39,7

Seribu

Perempuan

2993

37,3

8048
8021

50,08
49,92

Jumlah

Laki-laki
Perempuan
Sumber: Puskesmas Rambung

Grafik 2.1. Distribusi penduduk menurut jenis kelamin.

3500
3000
2500
2000
Laki-laki

1500

Perempuan

1000
500
0
R. Dalam

R. Barat

R. Timur

T. Seribu

Berdasarkan tabel dan grafik diatas dapat dilihat bahwa mayoritas penduduk di
No

1
2
3

Pendapat

Kelurahan Rambung

an

R.

R.

R.

T.

Jumlah

<1 juta
1-2 juta
>2 juta

Dalam
251
455
384

Barat
240
331
247

Timur
200
271
253

Seribu
385
883
451

1076
1940
1335

24,7
44,5
30,8

wilayah kerja Puskesmas Rambung lebih didomisili oleh Kelurahan Tanah Seribu
dengan jumlah laki-laki 39,7% dan perempuan 37,3%.

Tabel 1.2 Distribusi Penduduk Menurut Pendapatan


Sumber: Puskesmas Rambung

Grafik 1.2. Distribusi Penduduk Menurut Pendapatan


Kelurahan Rambung
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
<1 juta

1-2 juta

>2 juta

Berdasarkan tabel dan grafik diatas dapat dilihat bahwa persentase pendapatan penduduk
paling besar yaitu di Kelurahan Tanah Seribu 1-2 juta sebanyak 44,5% dan yang paling kecil
adalah penghasilan di Rambung Timur <1 juta sebanyak 24,7%
Tabel 13. Distribusi Penduduk Menurut Pekerjaan
N

Pekerjaan
R.

o
1

Tidak

Dalam
2

bekerja
2
Petani
12
3
PNS
285
4
Mocok
397
5
Swasta
394
Sumber: Puskesmas Rambung

Kelurahan
R.
R.

T.

Rambung
Jumlah Persentase

Barat
0

Timur
1

Seribu
25

28

0,6

3
259
291
265

26
213
314
170

249
266
736
407

290
1023
1738
1236

6,7
23,7
40,2
28,8

Grafik 1.3. Distribusi Penduduk Menurut Pekerjaan


Kelurahan Rambung
800
700
600
500
400

Tidak bekerja

Petani

PNS

Mocok

Swasta

300
200
100
0
R. Dalam

R. Barat

R. Timur

T. Seribu

Berdasarkan tabel dan grafik diatas dapat dilihat bahwa yang mempunyai pekerjaan
paling banyak adalah mocok yaitu sebanyak 40,2% dan yang mempunyai pekerjaan sebanyak
0,6%.
Tabel 1.4. Distribusi penduduk menurut pendidikan
No

Pendidikan
R.

T.

Rambung
Jumlah
Persentase

Barat
209

Timur
247

Seribu
6259

7003

6,6

Sekolah
2
SD
930
624
3
SMP
805
745
4
SMA
1705
1373
5
S1
307
183
6
S2
17
11
Sumber: Puskesmas Rambung

566
622
1042
194
14

1712
1439
2513
192
622

3832
3611
6633
876
664

23,8
22,5
41,3
5,5
0,3

Tidak

Dalam
288

Kelurahan
R.
R.

Grafik 1.4. Distribusi penduduk menurut pendidikan


7000
6000
5000
4000
Tidak Se kolah
3000

SD

SMP

SMA

S1

S2

2000
1000
0
R. Dalam

R. Barat

R. Timur

T. Seribu

Berdasarkan tabel dan grafik diatas dapat dilihat bahwa persentase penduduk yang paling
banyak tidak sekolah di Kelurahan Tanah Seribu sebanyak 41,3% (6259 orang) dan yang paling
sedikit adalah tamatan S2 yaitu di Kelurahan Rambung Barat sebanyak 0,3% (11 orang).
Tabel 1.5. Distribusi Penduduk Menurut Golongan Usia.
No

Usia
(tahun)

R.

Kelurahan
R.
R.

Dalam Barat
1
0-1
52
92
2
1-5
200
227
3
5-12
431
411
4
12-15
278
210
5
15-20
477
358
6
20-30
847
632
7
30-60
1473
999
8
>60
294
216
Sumber: Puskesmas Rambung

Timur
53
142
260
246
269
489
989
237

T.
Seribu
180
369
674
395
494
686
3096
365

Rambung
Jumlah
Persentase
377
938
1776
1129
1598
2654
6557
1112

2,4
5,8
11
7
10
16,4
40,6
6,8

Grafik 1.5. Distribusi Penduduk Menurut Golongan Usia.

3500
3000
2500

0 s/d 1

1 s/d 5

5 s/d 12

12 s/d 15

15 s/d 20

20 s/d 30

2000
1500
1000

30 s/d 60

>60

500
0
R. Dalam

R. Barat

R. Timur

T. Seribu

Berdasarkan tabel dan grafik diatas dapat dilihat bahwa persentase golongan usia 30-60
tahun merupakan golongan terbesar di Kelurahan Tanah Seribu sebanyak 40,6% (3096 orang)
dan golongan usia 0-1 tahun

merupakan golongan terkecil di Kelurahan Rambung Dalam

sebanyak 2,4% (52 orang).


Tabel .6. Prasarana Pendidikan
No.
Prasarana
1
TK
2
SD/ Sederajat
3
SLTP / Sederajat
4
SLTA / Sederajat
5
Universitas / Akademik
6
Perguruan Tinggi
Sumber: Puskesmas Rambung

Jumlah
2
7
1
1
-

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa prasarana pendidikan yang mayoritas di
wilayah kerja Puskesmas Rambung adalah SD/sederajat yaitu sebanyak 7 buah dan yang
minoritas adalah SLTP dan SLTA.

Tabel 1.7. Distribusi penduduk menurut jaminan kesehatan


No

Kesehatan
R.

Kelurahan
R.
R.

T.

Rambung
Jumlah Persentase

1
2
3
4

Dalam
Barat
Tidak Ada
1895
1853
ASKES
590
598
JAMSOSTEK
475
282
ASKESKIN
1092
412
Sumber: Puskesmas Rambung

Timur
1512
345
287
541

Seribu
4312
743
247
885

9572
2276
1291
2930

59,5
14,1
8
18,4

Grafik 1.6. Distribusi penduduk menurut jaminan kesehatan

4500
4000
3500
Tidak ada
3000

ASKES

Jamsostek

2500
2000
1500
Askeskin

1000

500
0
R. Dalam
R. Barat
R. Timur
T. Seribu

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa persentase penduduk yang tidak
mempunyai jaminan kesehatan merupakan golongan terbesar di Kelurahan Tanah Seribu
sebanyak 59,5% (4312 orang) dan yang mempunyai jaminan kesehatan Jamsostek merupakan
golongan terkecil di Kelurahan Tanah Seribu sebanyak 8% (247 orang).

LAPORAN HASIL KEGIATAN LINGKUNGAN BERSIH


DI LINGKUNGAN V BEGULDAH KELURAHAN TANAH MERAH
BINJAI SELATAN

A. Latar Belakang
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar manusia yang memengaruhi
perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Jadi kita harus hidup
bersih dalam artian bebas sampah seperti sampah rumah tangga, barang tak terpakai, kotoran
hewan. Polusi juga harus dihindari seperti polusi air dan udara.
Kenapa perlunya lingkungan bersih karena itu bisa menjamin kesehatan diri dan
keluarga,prevensi penularan penyakit,menghindari stress, menjamin kesehatan fisik dan jiwa dan
bisa merasakan nyaman dan betah untuk tinggal dirumah sendiri.
Desa beguldah adalah sebuah desa yang masuk dalam cakupan pustu tanah merah. Desa
ini memiliki populasi yang cukup banyak untuk sebuah lingkungan.desa ini sendiri memiliki
jumlah rumah sebanyak 194 rumah dan KK sebanyak 202 serta jumlah jiwa sebanyak 907 jiwa
sesuai data terbaru.
Warga beguldah sendiri pada dasarnya adalah warga yang mayoritas pekerjaannya petani
yang pergi keladang dari pagi sampai sore hari. Oleh karena itu warga sendiri memiliki
minimnya pengetahuan warga tentang arti kebersihan lingkungan untuk kesehatan diri sendiri,
dan banyak nya sampah didepan rumah, dan pembuangan sampah yang sembarangan.
Oleh karena itu program Lingkungan Bersih merupakan salah satu solusi demi
mewujudkan lingkungan beguldah yang bersih dan nyaman untuk ditinggali semua warganya.

B. Tujuan

Tujuan umum
Agar warga beguldah tahu arti penting akan lingkungan bersih itu sendiri
Tujuan khusus
Untuk mendapat kan lingkungan yang bersih dan sehat di desa beguldah

C. Tahap Persiapan

Tahap persiapan dimulai sejak tanggal 5 Mei 2014 dan tahap persiapan yang dilakukan dalam
kegiatan ini adalah :
1. Pembuatan preplanning
2. Persiapan penanggung jawab dan koordinator serta seksi-seksi dari kegiatan yang
diperlukan
3. Mempersiapkan alat-alat kebersihan dan lain-lain yang diperlukan pada saat acara. Yang
mana disiapkan oleh koordinator kelompok sesuai dengan tugas masing-masing
4. Pemberitahuan penyuluhan dilakukan pada hari Minggu, 11 Mei 2014 di Lingkungan
V Beguldah Kelurahan Tanah Merah, Binjai Selatan.
D. Tahap Pelaksanaan
1. Pelaksanaan kegiatan

Hari/Tanggal

: Minggu , 11 -12 Mei 2014

Waktu

: 09.00 WIB Selesai

Tempat

: Lingkungan V Beguldah, Kelurahan Tanah Merah, Binjai Selatan

Jumlah

: 14 anak koas, karang Taruna dan warga lingkungan beguldah

2. Struktur Kepanitiaan :
Penanggung Jawab

: Senna Moca Jhonatan


Bertanggung jawab atas LINGKUNGAN BERSIH bersama
seluruh warga

Fasilitator

: Bapak Kepala lingkungan beguldah, bapak Rukun Ginting

Ketua Pelaksana

: M. Indra Gunawan

Bendahara

: Wela Jayanti

Sekertaris

: A.W Indra Cahya

Seksi Bersih-bersih

: -

Dhian Tri Brata (Koor)


Arie Chandra Ifada (Koor)

Seksi Pengecatan Los : Komang Suthayana (Koor)


Seksi TOGA

: -

Deni Indora (Koor)


Yanuar Rifqi

Seksi konsumsi

: -

Susi Setianah (Koor)


Astriana Maulidiani
Yuli Triyanti
Yuhelni

Seksi Dokumentasi

: -

Sherly (Koor)

Seksi Humas

: -

Bang Endang (Karang Taruna)

3. Observer :
- Kabid SDM Dinas Kesehatan Binjai: Bapak Arapenta Bangun, S.KM
- Kepala Pustu Tanah Merah

: Bapak Muntador, S.KM

- Staff SDM Dinas kesehatan Binjai : Bapak Jojor


E. Rangkaian Kegiatan :
Acara pertama gotong royong pada tanggal 11 Mei 2014 di lingkungan V Beguldah,
Kelurahan Tanah Merah, Binjai Selatan.
Rangkaian kegiatan sebagai berikut :
-

Pukul 09.00 WIB : Diawali dengan pembersihan halaman rumah TBM untuk
dilakukan penanaman toga, dan dimulai juga pengecatan balai desa lingkungan
beguldah yang dilakukan oleh team KOAS yang dibantu Karang Taruna desa

Beguldah.
Pukul 12.00 WIB : Istirahat solat bagi yang muslim, kemudian dilanjutkan makan

bersama-sama dengan makanan yang telah dimasak oleh team konsumsi.


Pukul 14.00 WIB : Melakukan kegiatan gotong royong dengan dimulai dilingkungan
bawah,kemudian dilanjutkan membersihkan lingkungan atas sampai perbatasan
lingkungan.

Acara kedua pada tanggal 12 Mei 2014. Penilaian penghargaan rumah bersih 2014
lingkungan V Beguldah, Kelurahan Tanah Merah, Binjai Selatan.
Rangkaian kegiatan sebagai berikut :
-

Pukul 14.00WIB : dilakukan penilaian oleh tim penilai yang berasal dari dinas
kesehatan kota binjai sejumlah 3 orang. Dari sana didapatkan lah 10 rumah yang
masuk kategori rumah bersih 2014.

F. Evaluasi
a) Struktur
Warga yang hadir sebanyak 30 orang beserta anak koas 14 orang Setting
tempat dimulai nya gotong royong sudah sesuai dengan rencana kegiatan yang telah
dibuat sebelumnya dengan perlengkapan yang digunakan yaitu, cangkul sapu serok
sampah,troli,kuas,cat. Peran Coass sudah sesuai dengan perencanaan, penanggung jawab,
semua Seksi, fasilitator, dan observer.
b) Proses
a. Pelaksanaan kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB - Selesai, acara sudah sesuai
dengan rencana dan tidak ada keterlambatan.
b. Didapatkan pemenang rumah bersih 2014 sebanyak 10 rumah dan telah diberikan
sertifikat serta hadiah berupa alat-alat kebersihan
G. Hambatan
Dalam mewujudkan lingkungan beguldah yang bersih terdapat beberapa hambatanhambatan dalam pelaksanaannya antara lain:
1. Kurangnya minat sebagian warga dalam bergotong royong membersihkan lingkungan
2. Mata pencaharian warga yang mayoritas sebagai petani yang menyababkan saat gotong
royong berlangsung mereka sebagian masih diladang atau baru pulang dari ladang
3. Tidak adanya tujuan pembuangan sampah seperti TPS(Tempat Pembuangan Sementara)
atau TPA(Tempat Pembuangan Akhir) jadi sampah-sampah yang ada hanya bisa dibakar.
H. Kesimpulan
Dari keseluruhan hasil pelaksanaan Lingkungan Bersih dapat disimpulkan bahwa
perencanaan yang ada dalam preplanning dapat dilakukan dengan baik dan hasilnya sesuai
dengan tujuan yang diharapkan.
I. Harapan
Adapun harapan kami sebagai tim KOAS dalam partisipasi pelaksanaan lingkungan
bersih adalah:
1. Kegiatan gotong royong dilakukan rutin minimal 2 minggu sekali demi terciptanya
beguldah yang bersih
2. Adanya kesadaran warga lingkungan beguldah untuk dapat menjaga kebersihan
lingkungan beguldah minimal disekitar rumah mereka sendiri

3. Diadakan solusi tentang tujuan dari sampah yang ada, misalnya membuat TPS atau TPA,
dan bila memungkinkan mengadakan pengolahan sampah menjadi sesuatu yang lebih
berguna seperti pupuk organik atau biosida.
FOTO LAPORAN HASIL KEGIATAN LINGKUNGAN BERSIH
DI LINGKUNGAN V BEGULDAH KELURAHAN TANAH MERAH
BINJAI SELATAN

Persiapan pembentukan Lingkungan Bersih (Preplanning)

Pembersihan lahan TBM untuk penanaman TOGA

Penanaman TOGA

Pembibitan TOGA

Pengecatan Balai Desa

Istirahat dan Makan Bersama

Membersihkan Jalan Desa

Membersihkan Perbatasan Desa

Lingkungan Sekitar Rumah Sebelum Dibersihkan

Lingkungan Sekitar Rumah Warga Setelah Dibersihkan

Perbatasan Beguldah Sebelum Dibersihkan

Perbatasan Beguldah Setelah Dibersihkan

Penilaian Rumah Bersih oleh Tim Penilai dari DINKES Kota Binjai

Salah Satu Kategori Rumah Bersih

Tempat Pembuangan Akhir yang Diharapkan Menjadi Solusi Sampah

Pengolahan Biosida Dan Pestisida Yang Diharapkan Menjadi Solusi Sampah

LAPORAN HASIL KEGIATAN PROGRAM POSYANDU LANSIA DAN


PENINGKATAN GIZI PADA LANSIA DI LINGKUNGAN V BEGULDAH
KELURAHAN TANAH MERAH

A. PENDAHULUAN
Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut
disuatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana
mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, diselenggarakan dari, oleh, untuk dan
bersama masyarakat guna memberdayakan masyarakat dengan menitikberatkan
pelayanan pada upaya promotif dan preventif. Pemberdayaan masyarakat dalam
menumbuhkembangkan posyandu lansia merupakan upaya fasilitas agar masyarakat
mengenal masalah yang dihadapi, merencanakan dan melakukan upaya pemecahannya
dengan memanfaatkan potensi setempat sesuai situasi, kondisi kebutuhan setempat.
Masa tua identik dengan menurunnya kesehatan, semangat, dan performa tubuh.
Para manula sering diidentikkan dengan produktifitas dan aktivitas yang semakin
menurun. Namun hal tersebut tidak sepenuhnya benar, dengan mengonsumsi makanan
sehat dan benar. Kemampuan metabolisme lansia menurun hingga 15% hingga 20%. Ini
berarti kemampuan organ pencernaan untuk mencerna makanan akan menurun, maka
sangat dianjurkan bagi para lansia untuk mengonsumsi karbohidrat dan serat yang cukup.
B. LATAR BELAKANG
Adapun Latar Belakang terbentuknya program POSYANDU LANSIA dan peningkatan
gizi lansia adalah :
Minimnya Kesehatan masyarakat Desa Beguldah lingkunagn V kelurahan Tanah

Merah
Keluarga serta masyarakat belum memahami dan mengetahui akan adanya

kegiatan posyandu lansia serta tujuan dari kegiatan tersebut.


Peningkatan kualitas hidup lansia agar dapat terjaga kesehatanya.

C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Memberikan informasi kepada lansia agar memanfaatkan pelayanan posyandu lansia
di lingkungan V Beguldah Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Binjai Selatan, Binjai
Sumatera Utara.
2. Tujuan khusus
a. Untuk mengetahui Tujuan dan Sasaran Posyandu Lansia di lingkungan V
Beguldah Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Binjai Selatan, Binjai Sumatera
Utara.
b. Untuk mengetahui Jenis-jenis Pelayanan Kesehatan Posyandu Lansia di
lingkungan V Beguldah Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Binjai Selatan,
Binjai Sumatera Utara.

c. Untuk mengetahui Sarana dan Prasarana di lingkungan V Beguldah Kelurahan


Tanah Merah Kecamatan Binjai Selatan, Binjai Sumatera Utara.
d. Untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kemampuannya agar
tetap produktif.
D. MANFAAT
1. Meningkatkan kualitas kesehatan pada lansia.
2. Meningkatkan kualitas hidup lansia secara optimal.
3. Sebagai preventif dini dalam rangka upaya pencegahan terhadap kemungkinan
timbulnya penyakit.
4. Mengontrol perbaikan dan mencegah perburukan pada penyakit kronik.
5. Mencagah penyebaran penyakit menular.

E. PELAKSANA PROGRAM

Seluruh lansia yang ada di lingkungan V Beguldah Kelurahan Tanah Merah


Kecamatan Binjai Selatan, Binjai Sumatera Utara.
Kader lansia.
Coass.

F. KENDALA
1. Pada tahap awal kurangnya minat para lansia dalam mengikuti program lansia.
2. transportasi dari rumah ke balai desa.
G. KEGIATAN YANG SUDAH DILAKUKAN
Menjalankan senam lansia setiap hari rabu jam 16.00 WIB di Balai Desa
Beguldah.
Memberikan makanan usai melaksanakan senam.
Memberikan pelayanan pengobatan.
Memberikan edukasi terkait keluhan penyakit dan pengaturan pola hidup yang
baik yang didalamnya mencakup pola makan, istirahat, kebersihan diri.
Pemberian baju seragam senam dari Dinas Kesehatan Kota Binjai.
Mengikuti senam bersama di Tanah Lapang Merdeka dalam rangka memperingati
HUT Dinas Kesehatan Kota Binjai.
H. SARAN
Dengan melihat minat dan perkembangan program ini yang cukup baik
diharapkan agar program ini dapat terus berjalan.
Lebih mendukung sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas hidup lansia
secara optimal.
Memotifasi lansia untuk memanfaatkan Pelayanan Kesehatan Posyandu Lansia.
LAPORAN KEGIATANPOSYANDU LANSIA
DAN PENINGKATAN GIZI PADA LANSIA

Pelayanan pengobatan

Kegiatan senam LANSIA

Senam bersama di Tanah Lapang dalam rangka memperingati HUT


DinasKesehatan Kota binjai

Pembagian hadiah senam bersama

Program peningkatan gizi pada LANSIA