Anda di halaman 1dari 3

1. Jelaskan terminology penambangan bawah tanah.

a) Country rock : Country Rock Adalah semua lapisan batuan yang mengelilingi
suatu endapan bijih
b) Stope : Stope ( lombong ) adalah suatu tempat atau ruangan pada tambang bawah
tanah dimana endapan bijih sedang di tambang tetapi bukan pengalian yang
dilakukan selama development.
c) Backfill : penimbunan kembali
d) Vein ( Urat Bijih ) Adalah suatu daerah mineralisasi yang memiliki bentuk
menyerupai pipa atau urat dan umumnya miring agak tajam terhadap bidang datar
( Lebih besar 450)
e) Winze Adalah lubang bukaan vertical atau agak miring yang dibuat dari level atas
kearah level yang dibawahnya
f) Level Adalah Drift atau Cross Cut atau Adit yang dibuat dengan jarak-jarak
vertical dan teratur dengan diberi nomor urut menurut ketinggian dari permukaan
laut atau menurut kedalaman dari permukaan bumi.
g) Drift Adalah suatu lubang bukaan mendatar yang dibuat dekat atau pada endapan
bjih dan arahnya sejajar dengan jurus atau dimensi terpanjang dari endapan
bijihnya.
h) Hanging Wall Adalah lapisan batuan yang terletak dibagian atas suatu Vein
disebut Roof untuk endapan batubara.
i) Shaft (Sumuran) Adalah suatu lubang bukaaan yang menghubungkan tambang
bawah tanah dengan permukaan bumi dan berfungsi sebagai jalan pengangkut
karyawan serta alat-alat kebutuhan tambang, Ventilasi, penirisan dan lain-lain.
j) Ore ( Endapan bijih, cebakan bijih ) Adalah endapan dari kumpulan mineral yang
dari padanya dapat diambil ( diekstrak ) satu atau lebih logamnya dengan
menguntungkan berdasarkan keadaan tehnologi dan ekonomi saat ini
2. Apakah yg dimaksud dg tambang bawah tanah? Apa yg menjadi latar belakang system
penambangan dilakukan dg metode TBT?
Tambang bawah tanah adalah suatu sistem penambangan dimana seluruh aktifitas
kerjanya tidak berhubungan dengan langsung terhadap atmosfer atau udara luar,seluruh
aktivitas penambangannya dilakukan di bawah permukaan bumi.
3. Sebutkan siste/metode penambangan bawah tanah yang ada!
a. Metode penambangan tak disangga
1) Underground gloryhole
2) Gophering
3) Shrinkage stopping
4) Sublevel stoping
b. Metode penambangan yang disangga

1) Cut and fill stoping


2) Stull stoping
3) Square set stoping
c. Metode ambrukan
1) Top slicing
2) Sublevel caving
3) Block caving
d. Metode room and pillar
4. Jelaskan dg rinci apa itu metode room and pillar dan long wall pada penambangan
batuabara, jika perlu tambahkan penjelasan dg menggunakan gambar/sketsa!
Room and pillar method merupakan salah satu metode penambangan bawah tanah
(underground mine) yang memanfaatkan cadangan yang tidak diekstrasi sebagai penyangga atau
disebut sebagai pillar. Metode ini cocok digunakan pada lapisan cadangan yang memiliki
ketebalan lebih dalam. Untuk lapisan cadangan bahan galian yang lebih tipis, metode longwall
lebih cocok untuk diterapkan. Pada metode room and pillar, ekstrasi cadangan akan efisien jika
cadangan yang dijadikan sebagai pilar atau penyangga turut pula diekstrasi dengan cara
penambangan mundur (retreat mine) sehingga recovery cadangan lebih banyak lagi
presentasinya dibandingkan jumlah seluruh cadangan yang terdapat pada lokasi tersebut. Ini
adalah metode penambangan batubara yang menetapkan suatu panel atau blok penambangan
tertentu, kemudian menggali maju dua sistem (jalur) terowongan, masing-masing melintang dan
memanjang, untuk melakukan penambangan batubara dengan pembagian pilar batubara. Room
and pillar merupakan suatu sistem penambangan bawah tanah untuk endapan batubara, dengan
bentuk blok-blok persegi. Seluruh block batubaranya dibuat jalan (batubara yang digali = room
selebar 10 m) dan pillar (sebagai penyangga selebar 3030 m) menggunakan kombinasi
continuous miner (CM), roof bolter, dan shuttle catr.
Pada metode longwall, batubara ditambang panel per panel. Panel tersebut adalah blok
batubara yg berukuran 1km panjang x 200-300 m lebar, makanya dinamakan longwall mining.
Dari satu panel ke panel yg lain, disangga oleh pillar2 batubara yg berukuran kira2 30m x 30 m,
disebut gateroad pillar. Dan tiap 4-5 panel, disangga oleh pillar yg lebih besar dinamakan barrier
pillar (> 100 m)
5. Sebutkan factor-faktor yg mempengaruhi pemilihan system TBT!
a) Panjang, tebal dan lebar cebakan
b) Kemiringan cebakan
c) Kedalama operasi
d) Factor waktu
e) Kadar cebakan
f) Fasilitas local yang meliputi buruh dan material
g) Modal yang tersedia
h) Batas dengan bijih lain

i) Strength dan karakteristik fisik bijih dan batuan dinding atau material yang berada
diatas bijih
6. Dalam siklus penggalian lubang maju (working face) pada tambang batubara bawah
tanah, pekerjaan apa saja yg harus dilakukan , jelaskan dg rinci!
7. Dalam system penambangan bawah tanah kita mengenal system : supported and self
supported and unsupported, serta kita juga mengenal penyangga aktif dan penyangga
pasif. Jelaskan tentang hal tersbut!
8. Dari berbagai sumber yang saudara ketahui apa saja system penambangan bawah tanah
yang diterpakan di Indonesia dan berikan contoh pada suatu perusahaan yang
menggunakan system penambangan bawah tanah!
1. PT. Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua, bijih tembaga dan emas, metode
block caving
2. PT. Tambang Batubara Bukit Asam di Ombilin, Sumatera Barat, metode Longwall
Mining, dan room and pillar (tetapi sekarang sudah ditinggalkan)
3. PT. Aneka Tambang di Gunung Pongkor Bogor, bijih emas epithermal, metode
cut and fill dan shrinkage stoping
4. PT. Aneka Tambang di Cikidang, bijih emas epithermal, metode underhand stull
stoping
5. PT. Kitadin, batubara, metode longwall.
6. Tambang emas rakyat di Tasikmalaya, metode coyoting (lubang tikus)