Anda di halaman 1dari 19

BAB 9

INDEKS SPESIFIK KESEHATAN MASYARAKAT


Sumber utama data untuk studi epidemiologi dan untuk memonitor status
kesehatan masyarakat telah dibahas pada bab sebelumnya. Untuk merekapitulasi
secara singkat, sumber data ini meliputi data tentang populasi, yang diperoleh dari
sensus, dan data kelahiran, penyakit, dan kematian yang diperoleh dari statistic vital,
pelaporan morbiditas rutin, dan survey morbiditas. Bab ini akan berfokus pada
beberapa aplikasi penting data data ini, indeks spesifik digunakan untuk
mempertahankan surveilans pada status kesehatan populasi dan untuk merencanakan
dan mengevaluasi program pengendalian penyakit.
Sebelum membahas indeks spesifik kita akan membahas perbedaan antara
dua istilah, angka dan rasio. Suatu rasio adalah jumlah relative yang menyatakan
perbesaran satu kejadian atau kondisi terhadap yang lainnya. Ini merupakan istilah
umum dibandingkan dengan angka. Dengan demikian, semua angka adalah rasio,
tetapi kebalikannya tidak. Angka sesungguhnya ada jika pembilang dimasukkan
sebagai bagian dari penyebut dan jika penyebut mewakili populasi keseluruhan yang
beresiko. Hanya denga kondisi sutau pernyataan kemungkinan dapat diperoleh.
Secara kasar, angka kematian yang dihitung secara konvensional bukan merupakan
pernyataan kemungkinan pasti resiko kematian.
Tabel 9-1 mencantumkan

angka yang

sering digunakan untuk

menggambarkan masyarakat mapan. Nilai untuk Amerika Serikat untuk tahun


tahun terakhir juga diberikan. Perlu dicatat bahwa angka angka ini telah
dikelompokkan berdasarkan dasar referensi : populasi total, kelahiran hidup, dan
kelahiran hidup plus kematian janin. Sebagaimana Anda mempertimbangkan setiap
angka, coba identifikasi sumber informasi untuk pembilang dan penyebut (sensus,
registrasi vital, dan seterusnya). Sebagai contoh, pada angak kelahiran kasar,
pembilang diperoleh dari registrasi vital dan penyebut diperoleh dari data sensus.
Kita akan mendefenisikan indeks ini pada tabel 9-1 yang tidak dibahas sebelumnya.

149

INDEKS SPESIFIK-SEBAB
Angka kematian spesifik-sebab, yang mendekati resiko kematian dari suatu
kondisi khusus, kemungkinan indeks epidemiologis paling penting yang tersedia.
Sebagaimana dikemukakan pada bab awal, perbedaan pebesaran ukuran ini pada
subgrup dan berdsarkan waktu dan tempat memberikan hipotesis etiologi dan
kebutuhan untuk tindakan pengendalian. Angka spesifik-sebab merupakan subjek
terhadap berbagai kesalahan dan keterbatasan

yang telah dibahas sebelumnya.,

seperti sulit dalam menentukan penyebab kematian (pembagi yang tidak akurat) dan
perhitungan yang kurang beberapa bagain populasi (penyebut yang tidak akurat).
Ilustrasi kegunaan angka kematian spesifik-sebab untuk menganalisa masalah
epidemiologi tidak akan diberikan disini karena sejumlah contoh telah diberikan.
Seperti yang telah kita catat, angka mortalitas tidak cukup untuk
mempelajari dinamika penyakit yang tidak fatal maupun mengakibatkan kematian.
Untuk kondisi seperti ini, data morbiditas diperlukan. Dalam menguji data
morbiditas, adalah penting untuk mempertimbangkan apakah suatu indeks spesifik
mewakili insidens atau prevalens. Penyakit menulat umumnya dilaporkan sebagai
angka insidens tahunan (seperti, kasus hepatitis baru per 100.000). pelaporan
penyakit kronik mungkin mewakili insidens (seperti, kasus baru kanker pada
populasi Connecticut setiap tahun) atau prevalens (kondisi kronik seperti diabetes
yang dilaporkan pada Survei Kesehatan Nasional).
Rasio Moratalitas Sebanding
Sebuah ukuran yang sering membingungkan dengan angka kematian
spesifik-sebab adalah rasio mortalitas sebanding, atau PMR. Ukuran ini menyatakan
pentingnya penyebab spesifik kematian yang berhubungan dengan semua kematian
pada suatu kelompok populasi.

150

Tabel 9-1 Angka Kesehatan Masyarakat Utama


Angka
Angka yang penyebutnya adalah populasi total

Faktor umum

Angka untuk AS, 1971

jumlah kelahiran hidup per tahun

Per 1000 populasi

17.2
15.7 (1973, awal)

jumlah kematian per tahun

Per 1000 populasi

9.3
9.41 (1973, awal)

Per 1000 populasi

5-14 tahun-0.4

Angka kelahiran kasar = populasi rata rata (tengah tahun)


Angka kematian kasar = populasi rata rata (tengah tahun)
jumlah kematian pada orang
Angka kematian spesifik usia = dengan usia tertentu dalam1tahun
populasi rata rata (tengah tahun)
jumlah kematian dengan kasus
Angka kematian spesifik-sebab = tertentu dalam satu tahun
populasi rata rata (tengah tahun)

65-74 tahun-35.9
Per 100.000 populasi

Angka dan rasio yang penyebutnya adalah kelahiran hidup


jumlah kematian dalam1 tahun anak
Angka kematian bayi = yang berusia kurang dari 1 satu tahun
jumlah kelahiran hidup pada thn sama
jumlah kematian dalam1 tahun anak
Angka kematian neonatal = yang berusia kurang dari 28 hari
jumlah kelahiran hidup pada thn sama

Per 1000 kelahiran


hidup

Penyakit jantung-359.5
Neoplasma malignan163.21
19.1
17.6 (1973, awal)
14.2

jumlah kematian janin dalam1 tahun

Rasio kematian janin = jumlah kelahiran hidup pada thn sama

Per 1000 kelahiran

151

jumlah kematian karena melahirkan

hidup

Angka kematian ibu = jumlah kelahiran hidup pada thn sama

13.4

Per 1000 kelahiran


hidup

18.8 per 100.000

Rasio yang penyebutnya kelahiran hidup dan kematian janin

jumlah kematian janin dalam1 tahun anak


jumlah kelahiran hidup dan
Angka kematian janin =
kematian janin pada thn sama
Angka

mortalitas

jumlah kematian janin 28 min ggu atau lebih

perinatal

per 1000 kelahiran


hidup dan kematian
janin

13.3

=
per 1000 kelahiran
hidup dan kematian
janin

27.6

dan kematian bayi dibawah usia 7 hari


jumlah kelahiran hidup dan kematian janin
28 min ggu pada thn sama

152

Tabel 9-2 Angka Kematian per 100.000 populasi, semua kasus dan kecelakaan, dan
Rasio Mortalitas Sebanding untuk orang berusia 1-4 tahun dan 65-74 tahun, Amerika
Serikat, 1969
Usia

Angka Kematian per 100.000


Semua kasus
Kecelakaan

Rasio Mortalitas Sebanding

14

85

31

untuk kecelakaan
36.5 persen

65 - 74

3739

89

2.4 persen

Rasio moratalitas sebanding (PMR) =


jumlah kematian dengan sebab tertentu pada
periode waktu tertentu
per 100 (persen)
kematian total pada periode waktu yang sama

Perlu dicatat bahwa rasio mortalitas sebanding bukan merupakan suatu


angka karena mengacu pada kematian total dan bukan pada populasi beresiko.
Ukuran ini menjawab pertanyaan, berapa bagian kematian berpengauh terhadap
penyakit X? Sebaliknya, angka spesifik-sebab menjawab pertanyaan, resiko kematian
apa dari penyakit X yang menjadi bagian dari populasi?
Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, rasio mortalitas sebanding
berguna karena membolehkan estimasi proporsi nyawa yang diselamatkan dengan
penghilangan atau pengurangan penyebab kematian tertentu. Pada bagian lain, rasio
moratalitas sebanding dapat menyesatkan. Karena penyebut mengacu pada kematian
total, perbesarannya tergantung pada jumlah kematian dari sebab lain disamping
kondisi yang dipertimbangkan. Sebagai contoh, tabel 9-2 memperlihatkan bahwa,
meskipun proporsi kematian yang berhubungan dengan kecelakaan lebih tinggi pada
anak anak dibanding orang yang lebih tua , angka kematian akibat kecelakaan
sebenarnya lebih tinggi pada orang yang lebih tua. Penjelasan hal in kelihatannya
paradoks bahwa jumlah tota; kematian dari semua sebab lain juga dipertimbangkan
lebih tinggi pada usia yang lebih tua.
MORTALITAS BAYI DAN NEONATAL

153

Kematian pada usia awal (keguguran atau mati seketika setelah lahir)
memberikan tantangan penting terhadap pihak yang berhubungan dengan kesehatan
masyarakat. Beberapa ukuran (tabel 9-1) digunakan untuk mengindikasikan tahap
perkembangan dimana kehilangan ini terjadi.
Angka mortalitas bayi biasanya telah dipertimbangkan secara signifikan
dalam kesehatan masyarakat. Angka yang tinggi telah dimasukkan untuk
mengindikasikan kebutuhan kesehatan yang tidak dijumpai dan faktor lingkungan
yang tidak baik- kondisi ekonomi, nutrisi, pendidikan, sanitasi, dan pelayanan
kesehatan. Gambar 9-2 menunjukkan tren angka mortalitas bayi di Amerika Serikat
pada tahun 1950 sampai 1970. Penurunan tajam angka dari tahun 1915 sampai
1950 diikuti dengan perubahan kecil lebih dari satu dekade. Pada akhir 1960 an
peningkatan bermakna muncul kembali. Persentase penurunan angka mortalitas bayi
lebih besar pada periode lima tahunan dari 1965 sampai 1970 ( 20 persen) dibanding
periode 15 tahunan sebelumnya dari tahun 1950 sampai 1965 (15 persen).
Gambar 9-2 juga memperlihatkan tren pada komponen angka mortalitas bayi
: mortalitas neonatal (kematian dibawah usia 28 hari) dan mortalitas postneonatal
(kematian antara usia 28 hari sampai satu tahun). Dapat terlihat bahwa pada tahun
1930 mortalitas neonatal sedikit banyak lebih tinggi dibanding postneonatal.
Mesipun keduanya menurun

setelah 40 tahun berikutnya, peningkatan pada angka

mortalitas postneonatal lebih besar, sebagian besar karena pengendalian penyakit


menular dan nutrisi yang lebih baik. Angka mortalitas untuk neonatal yang
mencerminkan faktor faktor seperti prematur dan cacat kongenital, menunjukkan
peningkatan yang sedikit dramatis. Pada tahun 1970, angka mortalitas neonatal tiga
kali angka mortalitas postneonatal.
Uraian lebih lanjut tentang kematian pada tahun tahun awal diperlihatkan
pada gambar 9-3. Terlihat

jelas bahwa kematian tidak terdistribusi secara acak

sepanjang waktu, bahkan tidak dalam permulaan bulan. Kematian terpusat pada
minggu pertama hidup, dan dalam periode tersebut, pada hari pertama. Maka, telah
terdapat peningkatan fokus pada bahaya kehidupan pada hari hari awal. Bukit dari

154

hal ini dapat ditemukan pada kemunculan neonatalogi yang merupakan keahlian
khusus pada kedokteran anak.
Perbandingan Internasional
Variasi pada angka mortalitas bayi bersama dengan angka kelahiran dan
kematian kasar, diperlihatkan untuk beberapa negara pada tabel 9-3. Secara umum,
angka mortalitas bayi berhubungan erat dengan angka kelahiran kasar dan sedikit
dengan angka kematian kasar. Angka mortalitas bayi yang sangat tinggi pada
populasi Afrika Selatan dan negara negara seperti Guatemala, Chii dan Albania
berlawanan tajam dengan angka 11.7 per 1000 kelahiran hidup di Swedia.
Ranking internasional Amerika

Serikat

yang

relatif

rendah yang

berhubungand dengan mortalitas bayi (ke-13 pada tahun 1971) merupakan masalah
perhatian besar dan kontroversial.

Banyak pendapat

telah dipusatkan pada

perluasaan terhadap mortalitas bayi yang dapat dipengaruhi secara langsung oleh
kualitas dan perluasan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan tidak dapt terlepas
dari faktor

sosial dan ekonomi yang lain dimana, sebagaimana Chase katakan

(1972), semua usaha untuk menandai semua variasi angka mortalitas bayi menjadi
suatu angka tunggal merupakan penyerdehanaan berlebihan dan dapat mengarah
pada kesimpulan salah dan tindakan yang tidak terarah.
Tetapi, berkaitan dengan standar saat ini, proporsi wanita hamil yang cukup
besar di Amerika Serikat tidak menerima pelayanan prenatal yang memadai. Ini
merupakan signifikansi tertentu untuk wanita yang berada pada kategori resiko tinggi
karena masalah medis, obstetrik atau sosiodemografi. Fakta bahwa angka mortalitas
bayi telah menurun saat ini di Amerika Serikat dan bahwa negara negara lain telah
mencapai level yang lebih rendah menyatakan bahwa kemajuan lebih lanjut datang
seharusnya mungkin dicapai di Amerika Serikat Sebagai contoh, salah satu variabel
yang setidaknya merupakan subjek untuk pengendalian adalah berat lahir bayi. Dari
bayi yang lahir hidup di Amerika Serikat pada tahun 1982, 8,2 persen memiiki berat
2500 gram atau kurang. Pada angka sekarang, hampir seperlima dari bayi ini dapat

155

Tabel 9-3 Angka Kelahiran Kasar, Kematian Kasar dan Mortalitas Bayi untuk
Beberapa Negara
Benua dan negara
Afrika
Ghana
Maroko
Sierra Leone
Amerika Utara
Kanada
Kostarika
Guatemala
Meksiko
Amerika serikat
Amerika Selatan
Argentina
Bolivia
Chili
Venezuela
Asia
India
Indonesia
Israel
Jepang
Filipina
Syria
Eropa
Albania
Belgia
Denmark
Inggris dan wales
Perancis
Italia
Swedia
Oseania
Australia
Selandia Baru
Uni Sovyet
USSR

Angka kelahiran
kasar per 1000
populasi

Angka kematian
kasar per 1000
populasi

Angka mortalitas
bayi per 1000
kelahiran hidup

46.6
49.5
44.8

17.8
16.5
22.7

66.9 (1969)
136.3 (1968)

17.0
45.1
39.0
43.4
17.3

7.3 (1969)
7.6
15.0
9.9
9.3

18.8
67.1 (1969)
88.4
68.5
19.8

21.7 (1968)
44.0
26.6 (1968)
40.9

9.5 (1968)
19.
9.0 (1969)
7.8

58.3
87.5
48.7

42.8
48.3
26.8
19.2
44.7
47.5

16.7
19.4
7.0
6.6
12.0
15.3

72.8
22.9
13.1
67.3
23.5

35.3 (1969)
14.5
15.2
16.0
17.1
16.8
14.1

7.5 (1969)
12.2
9.9
11.6
10.7
9.6
10.2

81.5
20.5
14.2
18.1
19.6
29.2
11.7

21.7
22.1

8.7
8.8

17.9
16.7

17.8

8.2

24.4

156

diperkirakan meninggal pada tahun pertama hidupnya. Intervensi primer yang


memungkinkan untuk menurunkan jumlah bayi berat lahir rendah yaitu mengontrol
aktivitas merokok selama kehamilan dan koreksi kekurangan gizi yang berhubungan
dengan kebiasaan makan yang buruk, faktor ekonomi, atau diet terlalu ketat yang
ditentukan dokter. Sebagai tambahan, ketersediaan pelayanan perawatan intensif
yang lebih besar untuk bayi berat lahir rendah (pencegahan sekunder) mungkin dapat
meningkatkan tingkat penyelamatan.
MORTALITAS JANIN DAN PERINATAL
Kematian dalam kandungan merupakanmasalah kesehatan masyarakat yang
mendasar. Pada kematian intrauterin, istilah kematian janin sekarang digunakan
menggantikan istilah lamaaborsi dankeguguran. Sementara pada kebanyakan
kejadian hasil kehamilan dapat diklasifikasikan sebagai lahir hidup ataukematian
janin, terdapat kejadian yang sulit untuk membuat membuat perbedaan antara
keduanya. Dengan alasan ini definisi berikut telah diadopsi oleh Badan Kesehatan
Dunia dan direkomendasikan untuk digunakan di Amerika Serikat oleh National
Center for Health Statistic:
Lahir Hidup Lahir Hidup adalah pengeluaran atau ekstraksi lengkap dari ibunya
sebagai hasil konsepsi, terlepas dari durasi kehamilan, dimana setelah pemisahan seperti ini,
bernapas atau menunjukkan tanda tanda kehidupan, seperti detak jantung, pulsasi tali
pusar, atau pergerakan otot fakultatif, apakah tali pusar telah dipotong atau tidak atau
plasenta dipasang; setiap hasil kelahiran seperti ini dipertimbangkan sebaga lahir hidup.
Penting: Jika anak bernapas atau menunjukkan tanda tanda kehidupan setelah
kelahiran sempura, meskipun hal itu hanya sesaat, kelahiran seharusnya diregistrasi sebagai
suatu kelahiran hidup dan sertifikat kematian juga diisi.
Kematian Janin- Kematian Janin adalah keamtian sebelum ekspulsi atau ekstraksi
sempurna dari ibunya sebagai hasil dari konsepsi , terlepas dari durasi kehamilan; kematian
ditandai

dengan fakta bahwa setelah pemisahan seperti ini

bayi tidak bernapas atau

menunjukkan tanda tanda kehamilan, seperti detak jantung, pulsasi tali pusar, atau
pergerakan otot fakultatif.

157

Definisi kematian janin yang diberikan diatas meliputi semua kematian janin
diluar durasi kehamilan. Tetapi, di Amerika Serikat, kebanyakan negara bagian
memerlukan registrasi hanya pada atau setelah 20 minggu kehamilan. Statistik
Nasional untuk Amerika Serikat berdasarkan pada semua kematian pada 20 minggu
kehamilan atau lebih lama ditambah kematian untuk lama kehamilan yang tidak
diketahui.
Sekarang kita mempertimbangkan dua indeks untuk pengukuran kematian
janin, rasio kematian janin dan angka kematian janin. Pada rasio kematian janin,
kematian

janin

hanya

berhubungan

dengan

jumlah

kelahiran

hidup

kematian hidup
x 1000 . Pada angka kematian janin pembilang dimasukkan dalam
lahir hidup
kematian janin

penyebut kematian janin lahir hidup x 1000 . Untuk itu, berlawanan dengan rasio
kematian janin, angka kematian janin dapat memberikan suatu indikasi kemungkinan
bahwa kehamilan akan berakhir pada kematian janin. Tetapi, rasio kematian janin
lebih sering digunakan, dibandingkan dengan lahir hidup, registrasi kematian janin
relatif tidak lengkap.
Angka mortalitas perinatal menggabungkan kehilangan janin hidup masa
akhir dengan masa bayi awal. Berlawanan dengan kematian janin, statistik pada
mortalitas perinatal biasanya berdasarkan pada kematian janin yang terjadi pada 28
minggu atau lebih lama dibanding 20 minggu atau lebih lama pada kehamilan.
Pilihan ini tidak termasuk hasil konsepsi yang tampaknya tidak berjalan. Sebagai
tambahan, angka mortalitas perinatal hanya terdiri atas kematian selama minggu
awal setelah kelahiran dibandingkan empat minggu penuh yang dimasukkan dalam
angka mortalitas neonatal. Pada praktiknya perbedaan yang terakhir ini tidaklah
penting karena kebanyakan kematian neonatal terjadi selama minggu pertama
kelahiran. Terdapat beberapa keuntungan untuk menggunakan angka kematian
perinatal dibanding angka kematian janin (atau rasio) atau angka mortalitas neonatal.
Salah satunya, memudahkan perbandingan untuk area yang berbeda karena

158

menghilangkan kebutuhan untuk membedakan antara kematian janin dan lahir hidup.
Lebih lanjut, bekerja dengan mortalitas perinatal membantu perkembangan usaha
bersama antara ahli kandungan dan dokter anak.
MORTALITAS IBU
Angka mortalitas ibu adalah suatu ukuran yang mencerminka tidak hanya
ketercukupan perawatan kandungan tapi juga tingkat umum perkembangan sosial
dan ekonomi. Kematian ibu mewakili kehilangan tragis yang utama karena
mempengaruhi orang dewasa, sering pada periode puncak tanggung jawab keluarga.
Definisi mortalitas

ibu diberikan pada Tabel 9-1. Dapat terlihat bahwa

angka ini mendekati 1 persen dari angka mortalitas bayi. Perlu dicatat bahwa
pembilang hanya terdiri atas kelahiran hidup. Jika hal ini merupakan angka yang
sebenarnya, pembilang harusnya memasukkan semua kehamilan, karena setiap
kehamilan menempatkan wanita pada resiko tanpa melihat hasil janin. Meskipun
demikian, karena registrasi lebih lengkap untuk kelahiran hidup dibandingkan
kematian janin, telah menjadi kebiasaan untuk menyatakan angka ini yang hanya
berkaitan dengan kelahiran hidup.
Telah terjadi penurunan dramatis pada angka mortalitas ibu pada beberapa
bagian dunia pada tahun tahun terakhir ini. Gambar 9-4 memperlihatkan penurunan
angka ini untuk wanita kulit putih dan non kulit putih di Amerika Serikat antara
tahun 1935 sampai dengan tahun 1971. meskipun angka ini telah menurun untuk
kedua kelompok ini, rasio angka wanita kulit putih terhadap non kulit putih telah
meningkat dari sekitar 2 pada tahun 1935 menjadi 3,5 pada tahuin 1971. Kematian
ibu non kulit putih yang lebih besar mencerminkan berbagai hambatan sosial dan
ekonomi, termasuk perawatan medis antepartum yang tidak memadai dan pada
persalinan. Dengan peningkatan kondis yang tidak baik ini, angka untuk wanita non
kulit putih dapat diharapkan mendekati angka wanita kulit putih. Angka mortalitas
ibu yang tinggi untuk wanita non kulit putih kemungkinan merupakan komponen

159

utama pada rangking internasional Amerika Serikat yang relatif rendah

pada

mortalitas ibu (sepuluh pada tahun 1970).


Umur muncul sebagai faktor kunci dalam resiko kematian ibu. Gambar 9-5
memperlihatkan kurva berbentuk J untuk mortalitas ibu, dengan angka tinggi pada
kedua umur ekstrim. Masalah medis khusus yang berhubungan dengan angka tinggi
ini adalah toksemia pada ibu yang sangat muda, dan cenderung lebih besar pada
hipertensi dan hemorrhage urin pada wanita yang lebih tua. Meskipun demikian, sulit
untuk mengatakan berapa banyak resiko yang dapat diatributkan pada usia ibu
semata mata. Untuk satu hal, usia ibu dan kesamaan merupakan jalinan yang tidak
dapt dielakkan. Lebih lanjut, posisi kelas sosial wanita mempengaruhi kemungkinan
bahwa dia akan menanggung anak pada periode reproduksi ekstrimnya.
Sampai saat ini di negara ini metode kontarsepsi yang memuaskan telah
digunakan meluas oleh wanita yang kesempatan pendidikan dan posisi sosial yang
lebih baik. Ketersediaan dan penggunaan kontrasepsi efektif yang lebih luas
seharusnya menurunkan mortalitas ibu karena kemungkinannya meningkatkan
proporsi kelahiran yang terjadi pada ibu pada dekade ketiga kehidupan yang relatif
lebih baik dan akan mengurangi paritas besar.
Kelihatannya bahwa

bagian

signifikan mortalitas di negara ini

berhubungan dengan jumlah absorsi yang tidak diketahui tapi besar yang dilakukan
setiap tahun. Bukti tidak langsung dapat ditemukan pada penurunan tajam mortalitas
ibu (dari 53 menjadi 29 per 100.00 kelahiran hidup) di kota New York antara tahun
1969 sampai dengan tahun 1971 setelah setelah hukum negara bagian tersebut diubah
untuk membolehkan aborsi sesuai permintaan.
Pada tahun 1972 Mahkamah Agung mengeluarkan peraturan yang melarang
aborsi. Implementasi keputusan ini pada berbagai negara bagian tidak seimbang.
Pada waktunya peningkatan ketersediaan kondisi aborsi dibawah kontrol medis
seharusnya memiliki efek yang baik terhadap mortalitas ibu.
Kita telah mengacu

pada efek menguntungkan kontrasepsi dan aborsi

teraupetik terhadap mortalitas ibu. Meskipun demikian, kita juga harus mencatat

160

bahwa meskipun metode kontrasepsi yang terbaik tersedia tetapi tidak tanpa resiko.
Peningkatan resiko tromboembolisme pada pemakai kontrasepsi oral telah ditetapkan
dengan baik. Teradapat perhatian bahwa agen ini mungkin memiliki potensial
karsinogenik , khususnya untuk kanker serviks dan payudara, tapi sampai saat ini
tidak ada bukit bahwa peningkatan resiko ini ada. Bahaya yang berhubungan dengan
penggunaan alat intrauterin juga masih diselidiki.
Tabel 9.4 Angka Tahunan Kehamilan Dan Kematian Yang Berhubungan Dengan
Kontrasepsi, Kehamilan Dan Aborsi Per 100.000 Wanita Usia Subur
Kondisi
1.
Tidak kontrasepsi, tidak aborsi
2.
Tidak kontrasepsi, semua
kehamilan diaborsi diluar rumah
sakit
3.
Ditto, aborsi di runah sakit
4.
kontrasepsi efektif
5.
Kontrasepsi efektif sedang,
tidak aborsi
6.
Ditto, semua kehamilan diaborsi
diluar rumah sakit
7.
Ditto, aborsi di rumah sakit

Kehamilan
40.000-60.000

Kematian ibu
8-12

100.000
100.000
100

100
3
3

11.800-13.000

2,5

14.300
14.300

14,3
0,4

Beberapa usaha telah dibuat untuk membandingkan bahaya kontrasepsi


efektif dengan komplikasi kehamilan dan persalinan yang tidak dapat dihindarkan
terjadi pada ketidakadaan kontrasepsi. Tabel 9-4 memproyeksikan jumlah kehamilan
dan kematian yang akan diantisipasi selama periode satu tahun terhadap 100.000
wanita usia reproduktif yang aktif melakukan hubungan seksual dibawah berbagai
asumsi. Hal ini memberikan

argumen meyakinkan untuk menggabungkan

kontrasepsi dengan ketersediaan aborsi legal secara awal. Tentu saja, harapannya
adalah kontrasepsi efektif akan mengurangi secara luas kebutuhan untuk aborsi.

161

HARAPAN HIDUP
Harapan hidup,

jumlah tahun rata rata seseorang diharapkan hidup,

merupakan ukuran ringkas yang sangat penting untuk membandingkan angka


kematian di dalam dan antar negara dan sepanjang waktu. Salah satu aplikasi praktis
ukuran ini adalah penggunaannya untuk asuransi jiwa.
Istilah harapan hidup umumnya digunakan

untuk menunjuk harapan

hidup pada saat lahir, jumlah tahun rata rata hidup dimana bayi yang baru lahir
diharapkan hidup. Meskipun demikian, harapan hidup dapat dihitung untuk setiap
usia. Pengharapan pada usia 20, sebagai contoh, menunjukkan jumlah tahun hidup
tersisa untuk orang yang mencapai usia 20 tahun.
Telah terdapat perubahan menajubkan pada harapan hidup di Amerika
Serikat sejak pergantian abad. Rata rata pria kulit putih lahir pada tahun 1900
hanya dapat diharapkan hidup selama 48 tahun. Pada tahun 1971, harapan hidup
kelompok ini telah meningkat menjadi 68,3 tahun. Sementara peningkatan yang sama
telah terjadi untuk semua kelompok ras-jenis kelamin, harapan hidup secara
konsisten tertinggi untuk wanita kulit putih dan terendah untuk wanita non kulit
putih. Untuk tahun 1971, angka harapan hidupnya yaitu 75,6 dam 61,2 tahun.
Kemajuan terbesar telah datang dari usia bertahan hidup pada bayi dan masa
awal kanak kanak. Harapan hidup dan persentase yang bertahan hidup pada usia
yang berbeda untuk

anak anak yang lahir pada tahun 1971 lebih tinggi

dibandingkan yang lahir pada tahun 1901. Kemajuan ini juga

mencerminkan

perubahan sepanjang waktu lama usia, usia pada setengah kohor tetap hidup dan
setengahnya telah meninggal. Ukuran bertahan hidup ini meningkat dari 58,4 tahun
pada tahun 1901 menjadi 74,9 pada tahun 1971.
Sebagaimana yang mungkin diharapkan, populasi negara yang berbeda
sangat bervariasi harapan hidupnya. Tabel 9-5 menunjukkan perluasan variasi
internasional pada harapan hidup untuk beberapa negara pada periode waktu yang
sama. Rentang nilainya terlihat bervariasi dari mendekati 30 sampai lebih dari 70

162

tahun. Dibandingkan dengan negara lain, Amerika Serikat menempati peringkat ke22 pada harapan hidup pria dan ke-8 untuk wanita pada tahun 1971.
Harapan hidup dihitung dari tabel yang dikenal sebagai tabel hidup
demografik. Tabel ini dibuat dari angka kematian spesifik-umur jika angka ini tetap
tidak berubah untuk masa waktu kohor, sekitar 85 tahun atau lebih. Untuk itu,
harapan hidup untuk bayi yang lahir pada tahun 1970 dihitung dari angka keematian
spesifik usia tahun 1971 meskipun kohor kelahiran tahun 1971 akan menjadi
subjek angka kematian spesifik-usia yang ada pada tahun 1980, 1990, 2000 dan
seterusnya.
PENGUKURAN CACAT
Sebagian besar bab ini telah menfokuskan pada ukuran kematian. Sementara
ukuran ini menceritakan kepada kita lebih banyak tentang suatu masyarakat, ukuran
ini menyampaikan informasi yang sedikit tentang kualitas hidup. Informasi tentang
harapan hidup yang tinggi pada populasi tertentu tidak menyampaikan kepda kita
apakah populasi tersebut sebagian besar baik atau

terbebani dengan penyakit

kronis atau individu yang cacat.


Hanya pada saat ini bahwa harapan hidup telah ditingkatkan pada titik
dimana perhatian telah difokuskan pada ukuran fungsional sakit-sehat. Untuk
beberapa tahun data statistik telah tersedia dari pihak publik pada orang yang
mengalami kerusakan parah (seperti buta, cacat fisik perah).
Kecacatan dapat dijelaskan dengan berbagai cara. Untuk keperluan asuransi
kecacatan biasanya didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk dilibatkan pada
pekerjaan yang menguntungkan. National Health Survey (1972) mendefinisikan
kecacatan lebih luas sebagai setiap reduksi sementara atau lama aktivitas seseorang
sebagai hasil suatu kondisi akut atau kronik. Ini mencantumkan tiga ukuran cacat.
Yang paling umum adalah aktivitas harian terbatas yang didefinisikan sebagai :
Aktivitas harian terbatas- sesuatu dimana seseorang mengurangi aktivitas biasanya
untuk keseluruhan hari itu sebagai akibat suatu penyakit atau kecelakaan.

163

Dengan definisi umum ini banyak keterbatasan aktivitas yang parah


dispesifikasikan berdasarkan hari kehilangan kerja dan hari cacat tempat tidur.
Hari kehilangan kerja- suatu kondisi

dimana seseorang akan bekerja tapi

kehilangan keseluruhan hari kerja karena suatu penyakit atau kecelakaan.


Hari cacat tempat tidur- suatu kondisi dimana seseorang berada di tempat tidur
untuk keseluruhan atau sebagian besar hari. Hari di rumah sakit diklasifikasikan sebagai hari
cacat tempat tidur meskipun orang tersebut dpat berjalan di rumah sakit.

National Health Survey telah menghasilkan bahyak informasi tentang


perluasan kecacatan untuk populasi secara keseluruhan atau untuk sub kelompok
berdasarkan usia, jenis kelamin, wilayah geografi, warna kulit, dan pendapatan
keluarga. Pada tahun 1968 rata rata tahunan per orang adalah 15,3 hair aktivitas
yang terbatas; dari angka ini, 5,4 merupakan hari kehilangan kerja dan 6,3
merupakan hari cacat tempat tidur. Angka cacat lebih tinggi untuk non kulit putih
dibanding kulit putih, dan dalam kelompok warna kulit, untuk keluarga
berpenghasilan rendah yang dibandingkan dengan keluarga berpenghasilan tinggi.
Jumlah rata rata aktivitas terbatas dan hari cacat- tempat tidur per orang
per perempat tahunan selama periode enam tahun terlihat pada gambar 9-7. tanda
musiman dapat diatributkan utamanya pada fluktuasi musiman penyakit akut,
khususnya kondisi pernapasan.
INFORMASI TENTANG KESEHATAN LAINNYA
Jenis tambahan informasi yang relevan dengan kesehatan mental, fisik dan
sosial ekonomi

suatu masyarakat tersedia dari berbagai sumber- statistik vital;

sensus; data yang dikumpulkan secara rutin oleh depertemen kesehatan dan pihak
penegak hukum; dan survei angkatan kerja. Indeks ini diantaranya adalah
1. Angka pernikahan dan perceraian
2. Angka pelanggaran hukum
3. Proporsi bayi tanpa perawatan prenatal.
4. Angka pengangguran
5. Angka penyalahgunaan alkohol dan obat obat terlarang
164

6. Angka kejahatan orang dewasa dan kenakalan remaja


7. Angka penggunaan rumah sakit jiwa dan klinik rawat jalan psikiater
8. Proporsi populasi pada rumah yang tidak layak
9. Proporsi populasi yang hidup pada garis kemiskinan
Sementara itu banyak indeks

ini bukan merupakan ukuran langsung

kesehatan dan data yang mendukung sering tidak lengkap, terdapat indeks kualitas
hidup yang penting pada suatu masyarakat

dan mengindikasikan deviasi

darikemapanan fisik, mental dan sosial yang lengkap


Dari masalah tertentu terdapat sarang masalah kesehatan dan sosial pada
area tertentu dan pada keluarga inti yang keras. Hal ini ditunjukkan pada studi klasik
yang memperlihatkan bahwa 6 persen keluarga di St Paul, Minnesota, menyerap 25
persen usaha pelayanan kesehatan dan sosial total. Suatu analisis ekologi Baltimore
oleh Klee dkk menggabungkan data dari Maryland Psychiatric Case Register dan
sensus tahun 1960 dengan informasi yang disediakan oleh berbagai pihak. Analisis
ini menunjukkan bahwa jejak sensus dengan perinkat tinggi pada bebrbagai indeks
kemiskinan, ketidakteraturan sosial, dan masalah kesehatan masyarakat

juga

cenderung memiliki angka pernah ditangani psikiater yang tinggi. Pada salah satu
jejak (1400 dari populasi tahun 1960, sebagian besar kulit putih) terdapat 48 orang
ditahan per 100 orang dewasa tiap tahun, angka morbiditas tuberkulosis tiga tahunan
sebesar 1 per 100, dan angka pernah ditangani psikiater sebesar 11 per 100.
Kesulitan untuk menghilangkan hubungan etilogi pada patologi medis dan
sosial kompleks seperti ini telah dibahas sebelumnya yang berhubungan dengan
schizoprenia (hal 53). Terhadap perluasan apa hidup dalam jejak ini yang
menyebabkan angka penahan , tuberkulosis atau pernah ditangani psikiater yang
tinggi ini? Bagaimanapun jugaa kontribus setiap faktor hasilnya tentu saja
menggarisbawahi kebutuhan untuk pendekatan komprehensif terhadap pengukuran
kesehatan.

165

INDEKS RANGKUMAN KESEHATAN


Banyak pekerja kesehatan yang merasa bahwa suatu indeks rangkuman
kesehatan pada suatu masyarakat akan sangat berharga. Diantara pendekatan yang
disarankan untuk konsep ini adalah suatu skala yang menyuguhkan kesehatan setiap
individu sebagai variabel kontinu dari nol ke satu. Nilai numerik diperoleh dengan
menjumlahkan berbagai dimensi kesehatan fisik dan psikososial, setiap bobot
didasarkan pentingnya atau keinginan aspek kesehatan tertentu. Dengan skala
kesehatan terhadap individu seperti ini, indeks kesehatan untuk keseluruhan populasi
mungkin diperoleh yang juga jatuh antara nol sampai satu. Sebagai contoh, akan
menjadi nol jika

setiap orang pada suatu komunitas meninggal terlalu cepat, dan

satu jika setiap orang berada pada kesehatan yang lengkap dan tidak ada kematian
yang prematur.
Meskipun terdapat banyak kesulitan konseptual dan praktikal dalam
mengembangkan indeks seperti ini, dugaan bahwa jumlah tunggal dapat mewakili
keseluruhan level kesehatan masyarakat telah memiliki pendekatan yang besar
karena keserhanaannya. Indeks seperti ini dapat membantu dalam mengevaluasi efek
perubahan sistem pemberian pelayanan kesehatan. Riset lebih dalam bagian ini masih
dibutuhkan.
RANGKUMAN
Pada bab ini kita melanjutkan presentase ukuran utama morbiditas da
mortalitas yang dibutuhkan untuk studi epidemiologi dan untuk memonitor status
kesehatan suatu masyarakat. Angka kematian spesifik sebab digarisbawahi sebagai
dasar untuk pengetahuan epidemiologi dan program pengendalian, khususnya untuk
penyakit dengan agnka fatalitas yang tinggi. Rasio mortalitas sebanding kontras
dengan angka kematian dari suatu penyakit; hanya yang terakhir mengindikasikan
resiko kematian.
Indeks yang berhubungan dengan kehidupan awal meliputu angka mortalitas
bayi sebagai indikator tidak hanya ketercukupan pelayanan kesehatan tapi juga

166

kondisi umum kesehatan, nutrisi dan pendidikan. Suatu studi periode neonatal
menyatakan bahwa, dalam minggu pertama kehidupan dan, lebih khusus, pada hari
pertama, bayi berada pada resiko tinggi; ini merupakan periode awal kehidupan
sebagaimana periode prenatal dimana tindakan pencegahan seharusnya diarahkan.
Indeks lain kematian janin, terdiri atas angka kematian janin, rasio kematian janin,
dan angka mortalitas perinatal.
Meskipun terdapat penurunan berarti pada angka mortalitas ibu, peningkatan
lebih lanjut dibutuhkan, utamanya untuk non kulit

putih. Faktor faktor yang

berhubungan dengan resiko ibu meliputi usia ibu dan paritas, sebagaimana perawatan
kesehatan. Penggunaan kontrasepsi yang meluas dan liberalisasi pembatasan
melawan aborsi akan memiliki dampak yang signifikan terhadap angka ini.
Terakhir, harapan hidup, suatu ukuran yang merangkum tingkat mortalitas
saat ini, telah digambarkan. Sementara harapan hidup telah mengubah dengan jelas
karena pengurangan kematian bayi dan kehidupan awal, terlihat bahwa tidak
peningkatan masa hidup yang berarti pada pria di abad ini. Peringkat Amerika
Serikat secara internasional pada berbagai ukuran mengindikasikan bahwa kemajuan
telah dicapai.
Bab ini menyimpulkan pembahasan tentang ukura kualitas hidup seperti
angka kecacatan dan indeks devians sosial dan masalah kesehatan lainnya. Inti
permasalahan pada keluarga dan area tertentu juga dibahas, sebagaimana kebutuhan
untuk suatu indeks rangkuman status kesehatan masyarakat.

167