Anda di halaman 1dari 18

INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Penyakit angina pectoris merupakan suatu sindroma gangguan pada dada berupa
perasaan nyeri, terlebih saat sedang berjalan, mendaki, sebelum atau sesudah makan. Angina
(angina pektoris) adalah nyeri dada yang bersifat sementara, dapat juga merupakan rasa
tertekan pada dada, yang terjadi karena otot jantung mengalami kekurangan oksigen akibat
terganggunya aliran darah ke arteri yang mengalirkan darah ke arahnya. Penyumbatan atau
penyempitan arteri jantung yang mengakibatkan angina adalah jika penyumbatannya
mencapai 70%.Jumlah pasti penderita angita pectoris ini sulit diketahui.
Dilaporkan bahwa insidens angina pectoris pertahun pada penderita diatas usia 30
tahun sebesar 213 penderita per 100.000 penduduk. Asosiasi jantung Amerika
memperkirakan ada 6.200.000 penderita APS ini di Amerika serikat. Tapi data ini
nampaknya sangat kecil bila dibandingkan dengan laporan dari dua studi besar dari Olmsted
Country dan Framingham, yang mendapatkan bahwa kejadian infark miokard akut sebesar
3% sampai 3.5% dari penderita APS pertahun, atau kurang lebih 30 penderita APS untuk
setiap penderita infark miokard akut.
Mengingat banyaknya jumlah penderita APS dan kerugian yang ditimbulkannya
terutama secara ekonomi, diperlukan penatalaksanaan yang lebih komprehensif. Tetapi APS
terutama ditujukan untuk menghindarkan terjadinya infark miokard akut dan kematian
sehingga meningkatkan harapan hidup, serta mengurangi symptom dengan harapan
meningkatnya kualitas hidup. Penderita APS dengan resiko tinggi atau resiko sedang yang
kurang berhasil dengan terapi standart, perlu dilakukan tindakan revaskularisasi, terutama
bila penderita memang menghendaki.
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mampu menerapkan
keperawatan pada klien dengan angina pectoris.

a. Tujuan penulisan

1. Tujuan Umum
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

Setelah menyusun makalah ini mahasiswa mempunyai gambaran umum tentang


gangguan angina pectoris dan melaksanakan asuhan keperawatan pada klien
dengan penyakit angina pectoris
2. Tujuan Khusus
a. Memperoleh pengetahuan tentang sistimatika penulisan kerangka teoritis
askep yang baik, yang meliputi defenisi, etiologi , rencana keperawatan,
manifestasi klinik, pemeriksaan penunjang, penatalaksanaan, komplikasi,
diagnosa keperawatan, patofisiologi pada klien yang menderita penyakit
angina pectoris
b. Memperoleh pengalaman nyata dalam pengkajian, analisa dan menetapkan
diagnosa keperawatan pada klien yang menderita angina pectoris
c. Memperoleh pengalaman nyata dalam dalam penyusunan rencana asuhan
keperawatan klien dengan penderita penyakit angina pectoris
d. Memperoleh pengalaman nyata dalam dalam pelaksanaan asuhan keperawatan
klien dengan penderita penyakit angina pectoris
e. Memperoleh pengalaman nyata dalam dalam mengevaluasi asuhan
keperawatan klien dengan penderita penyakit angina pectoris
f. Memperoleh pengalaman nyata dalam dalam mendokumentasikan asuhan
keperawatan klien dengan penderita penyakit angina pectoris
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A. Pengertian
Angina pectoris adalah suatu sindroma klinis yang ditandai dengan episode atau
paroksisma nyeri atau perasaan tertekan di dada depan, penyebabnya diperkirakan
berkurangnya aliran darah koroner, menyebabkan suplai oksigen ke jantung tidak adekuat,
atau dengan kata lain kebutuhan untuk suplai oksigen ke jantung meningkat. ( suzane &
smeltzer,2001)
Angina pectoris adalah suatu sindroma klinis berupa serangan sakit dada yang khas
yaitu seperti ditekan atau terasa berat di dada yang sering kali menjalar .di lengan kiri. Hal
ini biasa timbul saat pasien melakukan aktivitas dan segera hilang saat aktifitas dihentikan.
(mansjoer,2001)
Angina (angina pektoris) merupakan nyeri dada sementara atau suatu perasaan
tertekan, yang terjadi jika otot jantung mengalami kekurangan oksigen akibat pembuluh
darah yang menyempit. Angina terjadi bila penyumbatan blok telah mencapai 70 persen atau
lebih. Biasanya penyumbatan disebabkan oleh lemak.(anonym, 2010)
Dari beberapa pengertian diatas, penulis menyimpulkan bahwa angina pectoris
merupakan suatu sindroma klinis nyeri pada dada akibat suplai oksigen ke jantung(arteri
koroner) berkurang akibat terjadinya sumbatan yang mencapai 70%.

B. Epidemiologi
Walaupun patofisiologi arterosklerosis hampir sama pada orang muda dan tua, tetapi
tanda dan gejala yang timbul berbeda pada dua kelompok usia ini. Angina pectoris dengan
pengurasan tenaga fisik yang pada umumnya dilihat pada kelompok usia yang lebih muda,
sering tidak terdapat pada kelompok lansia. Banyak lansia berespon terhadap peningkatan
usia dengan mengurangi aktivitas fisik.
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2001 menunjukkan bahwa penyakit jantung
menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia (26,4 persen), meningkat tajam dari 9,9
persen (1992) menjadi 19 persen (1995). Padahal antara kurun waktu 1971-1972 penyakit ini
baru berada di urutan ke 11 sebagai pemicu kematian.
Beberapa fakta yang mendukung laporan tersebut bisa dilihat pada Poli Eksekutif
Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta dimana setiap hari dikunjungi 300-400 pasien
yang sebagian besar dari itu adalah pasien penyakit jantung. Mengingat bahaya yang
diakibatkan oleh angina pektoris ini dan membiarkan keluhan nyeri dada lebih lama akan bisa
berkembang menjadi kematian jantung mendadak.

C. Anatomi Fisiologi Jantung


Jantung adalah organ berongga, berotot yang terletak di tengah thorak dan ia
menempati rongga antara paru dan diafragma. Beratnya sekitar 300 gr, meskipun berat dan
ukurannya dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, berat badan, beratnya latihan dan kebiasaan
fisik dan penyakit jantung. Fungsi jantung adalah memompa darah ke jaringan, menyuplai
oksigen dan sat nutrisi lain sambil mengangkut karbondioksida dan sisa metabolism.
Sebenarnya terdapat dua pompa jantung yang terletak di sebelah kanan dan kiri. Keluaran
jantung kanan seluruhnya didistribusikan ke pulmo melalui arteri pulmonalis dan keluaran
jantung kiri seluruhnya didistribusikan ke bagian tubuh yang lain melalui aorta. Kedua
pompa itu menyemburkan darah secara bersamaan dengan kecepatan kelauaran yang sama.
Daerah pertengahan dada diantara kedua paru disebut sebagai mediastinum. Sebagian
besar rongga mediastinum ditempati oleh jantung, terbungkus dalam kantung fib,rosa tipis
disebut pericardium. Pericardium melindungi permukaan jantung agar berfungsi dengan baik.
Ruangan antara permukaan jantung dan lapisan dalam pericardium berisi sejumlah kecil
cairan untuk melumasi permukaan dan mengurangi gesekan selama kontraksi otot jantung.
Kamar jantung, sisi kanan dan kiri jantung ma,sing masing tersusun atas dua kamar,
atrium dan ventrikel. Dinding yang memisahkan kamar kanan dsan kamar kiri disebut
septum. Ventrikel adalah kamar yang menyemburkan darah ke arteri. Fungsi atrium adalah
menampung darah yang datang dari vena dan bertindak sebagai tempat penimbunan
semantara sebelum darah kemudian dikosongkan ke ventrikel.
Karena posisi jantung agak memutar dalam rongga dada, maka ventrikel kanan
terletak lebih anterior tepat dibawak sternum. Dan ventrikel terletak lebih posterior. Katup
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

jantung memungkinkan darah hanya mengalir satu arah dalam jantung. Katup yang tersusun
atas bilah-bilah jaringan fibrosa membuka dan menutup secara pasif sebagai respon
perubahan tekanan dan aliran darah. Ada dua jenis katup atrioventrikularis dan semulunaris.
Katup atrioventrikularis adalah katup yang memisahkan atrium dan ventrikel. Katup
trikuspidalis dinamakan demikian karena tersusun atas tiga kuspis atau daun. Katup ini yang
memisahkan atrium dan ventrikel kanan. Sedangkan katup bikuspidalis terletak diantara
atrium dan ventrikel kiri.
Katup semilunaris terletak diantara tiap ventrikel dan arteri yang bersangkutan. Katup
anatara ventrikel kanan dan arteri pulmonalis disebut katup pulmonalis. Katup antara
ventrikel kiri dan aorta dinamakan katup aorta. Arteri koronaria adalah pembuluh yang
menyuplai otot jantung yang mempunyai kebutuhan metabolism tinggi terhadap oksigen dan
nutrisi. Jantung menggunakan 70%-80% oksigen yang dihantar melalui arteri koronaria.
Arteri koronaria, muncul dari aorta dekat hulunya di ventrikel kiri, dinding sisi kiri jantung
disuplai dengan bagian yang lebih banyak melalui arteri koronaria kiri, yang kemudian
terpecah menjadi dua cabang besar ke bawah dan melintang sisi kiri jantung. Jantung kanan
di.pasok seperti itu pula dari arteri koronaria dekstra dan diperfusi selama diastolic.
Jantung mendapatkan aliran darah dari arteri koronaria. Sirkulasi koronaria meliputi
seluruh permukaan jantung, membawa oksigen dan nutrisi ke miokardium melalui cabang-
cabang intramiokardium yang kecil-kecil. Untuk dapat mengetahui akibat-akibat dari pentakit
jantung koroner, maka kita harus mengenal terlebih dahulu distribusi arteri koronaria ke otot
jantung dan sistim penghantar.
Arteri koronaria adalah cabang pertama dari sirkulasi sistemik. Muara arteri koronaria
ini terdapat dalam sinus valsalva dalam aorta, tepat di atas katup aorta. Sirkulasi koroner
terdiri dari arteri koronaria kiri dan arteri koronaria kanan. Arteri koronaria kiri mempunyai
dua cabang, yaitu arteri desendens arteri kiri dan arteri sirkumpleksa kiri.
Arteri-arteri ini berjalan melingkar jantung dalam dua celah anatomi eksterna: sulkus
atrioventrikularis yang melingkari jantung diantara atrium dan ventrikel, dan sulkus
interventrikularis yang memisahkan kedua ventrikel. Tempat pertemuan kedua celah
dipermukaan posterior jantung merupakan bagian jantung yang kritis, dipandang dari sudut
anatomi dikenal sebagai kruks jantung yaitu bagian jantung yang terpenting dari jantung.
Nodus AV berlokasi pada tempat pertemuan ini. Karena itu pembuluh manapun yang
melintasi kruks tersebut merupakan pembuluh yang menghantarkan ke nodus AV.
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

Aretri koronaria kanan berjalan ke lateral mengitari sisi kanan jantung di dalam sulkus
interventrikularis kanan. Pada 90 % jantung, arteri koronaria kanan pada waktu mencapai
posterior jantung akan menuju kruks lalu turun menuju menuju afeks jantung dalam sulkus
interventrikularis posterior. Arteri koronaria kiri tidak bercabang lagi sesudah meninggalkan
pangkalnya di aorta. Aretri sirkumpleksa kiri berjalan ke lateral di bagian kiri jantung dalam
sulkus atrioventrikularis kiri.
Distribusi secara berkeliling ini sesuai dengan sebutan dan tujuan fungsinya sebagai
pembuluh sirkumpleksia. Demikian juga arteri desendens arterior kiri menyatakan perjalanan
anatomis dari cabang arteri tersebut. Arteri tersebut berjalan ke bawah pada permukaan
jantung dalam sulkus interventrikularis anterior. Kemudian arteri ini melintasi apeks jantung
dan berbalik arah dan berjalan ke atas sepanjang permukaan posterior sulkus
interventrikularis untuk bersatu dengan cabang distal arteri koronaria kanan.
Setiap pembuluh utama mencabangkan pembuluh epikardial dan intramiokardia yang
khas. Arteri desendens arterior kiri membentuk percabangan septum yang memasok 2/3
bagian arterior septum dan cabang-cabang diagonal yang berjalan di atas permukaan
anterolateral dari ventrikel kiri. Permukaan posterolateral dari ventrikel kiri diperdarahi oleh
cabang-cabang marginal dari arteri sirkumpeksa.
Jalur-jalur anatomis ini menghasilkan suatu korulasi antar arteri koronaria dan
penyediaan nutrisi otot jantung. Pada dasarnya arteri koronaria dextra memberikan darah ke
atrium kanan, ventrikel kanan dan dinding inferior ventrikel kiri. Arteria sirkumpleksa
sinistra memberikan darah pada atrium kiri dan dinding posteriolateral ventrikel kiri. Arteri
desendens arterior kiri memberikan darah ke dinding depan ventrikel kiri yang masif.
Penyediaan nutrisi pada penghantar merupakan suatu korelasi kritis lain yang juga
ditentukan oleh jalur-jalur anatomis. Meskipun nodus SA letaknya letaknya di atrium kanan,
tetapi pada 55% individu mendapat darah dari arteri koronaria kanan, dan 45% individu
mendapat darah dari suatu cabang yang berasal dari arteria sirkumpleksa kiri. Nodus AV
yang dipasok oleh arteri yang melintasi kruks, yaitu dari arteri koronaria kanan pada 90%
individu dan pada 10% sisanya dari arteria sirkumpleksa kiri.
Anastomosis antara cabang arteria juga ditemukan pada sirkulasi koroner.
Anastomosis ini tidak berfungsi pada keadaan normal, akan tetapi mempunyai arti yang
sangat penting bagi sirkulasi kolateral maupun sirkulasi alternatif untuk berfungsi daerah
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

miokardium yang tidak mendapatkan aliran darah akibat lesi obstuktif pada jalur koroner
yang normal.
Distribusi vena koronaria pararel dengan distribusi arterianya. Sistim vena jantung
mempunyai 3 bagian yaitu vena thelesia yang merupakan sistem yang terkecil, menyalurkan
sebagian darah dari miokardium atrium kanan dan ventrikel kanan, vena kardiak anterior
yang mempunyai fungsi mengosongkan sebagian besar isi jaringan vena ventrikel kanan
langsung ke atrium kanan, sinus koronarius dan cabangnya merupakan sistimvena yang
paling besar dan paling penting berfungsi menyalurkan pengembalian darah jaringan vena
miokardial ke dalam atrium kanan melalui ostium sinus koronaria disamping muara vena
kava inferior.

D. Etiologi
Angina biasanya diakibatkan oleh penyakit jantung arterosklerotik dan selalu
berhubungan dengan sumbatan arteri kooroner utama.( smeltzer,2002)
Tapi dalam beberapa kasus dapat merupakan kelanjutan dari stenosis aorta berat,
insufisiensi atau hipertrofi kardiomiopati tanpa/disertai obstruksi, aortitis sifilitika,
peningkatan kebutuhan metabolic( seperti hipertiroidisme atau pasca pengobatan tiroid)
anemia yang jelas, takikardi paroksimal dengan frekuensi ventricular cepat, emboli atau
spasme koroner.
1. Latihan fisik dapat memicu serangan dengan cara meningkatkan kebutuhan
oksigen jantung.
2. Pajanan terhadap dingin dapat mengakibatkan vasokontriksi dan peningkatan
tekanan darah, disertai peningkatan kebutuhan oksigen.
3. Makan makanan yang sulit dicerna akan meningkatkan aliran darah ke daerah
mesenteric untuk pencernaan, sehingga menurunkan ketersediaan darah untuk
suplai jantung
4. Stress atau berbagai emosi akibat situasi yang menegangkan, menyebabkan
frekuansi jantung meningkat, akibat pelepasan adrenalin dan peningkatan
tekanan darah, dengan demikian kerja jantung juga meningkat.

E. Manifestasi Klinis
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

Iskemia otot jantung akan menyebabkan nyeri dengan derajat yang berfariasi .mulai
pada rasa tertekan pada dada atas sampai nyeri hebat yang disertai dengan rasa takut atau rasa
akan menjelang ajal. Nyeri sangat terasa pada dada di daerah belakang sternum atasatau
sternum retrosternal. Meskipun rasa nyeri biasanya terlokalisasi, namun nyeri tersebut dapat
menyebar ke leher, dagu, bahu, dan aspek dalam ekstrmitas atas.
Perasaan seperti diikat atau ditekan yang bermula dari tengah dada yang secara
bertahap menyebar ke rahang bawah, permukaan dalam tangan kiri, permukaan ulnar jari
manis dan jari kelingking. Secara garis besar, ciri khas tanda dan gejala terjadi angina
pectoris dapat dilihat dari letaknya, kualitas sakit, hubungan timbulnya sakit dengan aktivitas
dan lama serangannya.
Sakit biasanya timbul di daerah sterna, substernal atau dad sebelah kiri dan mennjalar
ke lengan kiri. Kualitas sakit yang timbul beragam, dapat seperti ditekan beban berat, dijepit
atau terasa panas. Sakit dada biasanya timbul saat melakukan aktivitas dan hilang saat
berhenti dengan lama serangan berlangsung 1-5 menit.
F. Patofisiologi
Kondisi patologis arteri koroner ditandai dengan penimbunan lipid atau bahan lemak
dan jaringan fibrosa atau didinding pembuluh darah yang mengakibatkan perubahan struktur
dan fungsi arteri dan penurunan aliran darah ke jantung. Penyakit arterosklerosis mungkin
disebabkan akibat kelainan metabolism lipid, koagulasi darah dan keadaan biofisika serta
biokimia dinding arteri. Aterosklerosis ini sebenarnya berlangsung sejak lahir secara alami
menimbulkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah (arteri) koroner yang berakibat
rusaknya dinding arteri. Bila arteri menyempit akan mengganggu jalannya aliran
darah/oksigen ke otot jantung.
Arterosklerosis dimulai ketika kolesterol berlemak tertimbun di intima arteri besar.
Timbunan ini dinamakan ateroma atau plak akan mengganggu absorbs nutrient oleh sel-sel
endothelial yang menyusun dinding dalam pembuluh darah dan menyumbat aliran darah
karena timbunan ini menonjol ke lumen pembuluh darah.
Endotel pembuluh darah yang terkena akan mengalami nekrotik dan menjadi jaringan
parut, selanjutnya lumen menjadi semakin sempit dan aliran darah terhambat. Pada lumen
yang menyempit dan berdinding kasar akan cenderung terjadi bekuan darah, hal ini yang
menyebabkan terjadinya koagulasi intravaskuler.
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

Sumbatan aliran darah berlangsung progresif, dan suplai darah yang tidak adekuat
yang ditimbulkannya akan membuat sel-sel otot kekurangan komponen darah yang
dibutuhkannya untuk hidup. Kerusakan sel akibat iskemia terjadi dalam berbagai tingkat.
Manifestasi utamanya adalah nyeri dada. Angina pectoris adalah nyeri dada yang hilang
timbul, tidak disertai kerusakan ireversibel sel-sel jantung. Selain itu, stenosis aorta juga
dapat menyebabkan angina pectoris jika penyakit ini sudah lanjut.
Mekanisme timbulnya angina pektoris didasarkan pada ketidakadekuatan suply
oksigen ke sel-sel miokardium yang diakibatkan karena kekauan arteri dan penyempitan
lumen arteri koroner (ateriosklerosis koroner). Tidak diketahui secara pasti apa penyebab
ateriosklerosis, namun jelas bahwa tidak ada faktor tunggal yang bertanggungjawab atas
perkembangan ateriosklerosis. Ateriosklerosis merupakan penyakir arteri koroner yang paling
sering ditemukan. Sewaktu beban kerja suatu jaringan meningkat, maka kebutuhan oksigen
juga meningkat. Apabila kebutuhan meningkat pada jantung yang sehat maka artei koroner
berdilatasi dan megalirkan lebih banyak darah dan oksigen keotot jantung.
Namun apabila arteri koroner mengalami kekauan atau menyempit akibat
ateriosklerosis dan tidak dapat berdilatasi sebagai respon terhadap peningkatan kebutuhan
akan oksigen, maka terjadi iskemik (kekurangan suplai darah) miokardium.
Adanya endotel yang cedera mengakibatkan hilangnya produksi No (nitrat Oksid0 yang
berfungsi untuk menghambat berbagai zat yang reaktif.
Dengan tidak adanya fungsi ini dapat menyababkan otot polos berkontraksi dan
timbul spasmus koroner yang memperberat penyempitan lumen karena suplai oksigen ke
miokard berkurang. Penyempitan atau blok ini belum menimbulkan gejala yang begitu
nampak bila belum mencapai 75 %. Bila penyempitan lebih dari 75 % serta dipicu dengan
aktifitas berlebihan maka suplai darah ke koroner akan berkurang. Sel-sel miokardium
menggunakan glikogen anaerob untuk memenuhi kebutuhan energi mereka.
Metabolisme ini menghasilkan asam laktat yang menurunkan pH miokardium dan
menimbulkan nyeri. Apabila kenutuhan energi sel-sel jantung berkurang, maka suplai
oksigen menjadi adekuat dan sel-sel otot kembali fosforilasi oksidatif untuk membentuk
energi. Proses ini tidak menghasilkan asam laktat. Dengan hilangnya asam laktat nyeri akan
reda.

G. Pemeriksaan Penunjang
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

1. Diagnose angina sering dibuat berdasarkan evaluasi manifestasi klinis dan riwayat
pasien. Pada angina tertentu, perubahan pola EKG dapat membantu dalam
membuat berbagai diagnosa angina. Respon pasaien terhadap kerja berat dan
stress juga dapat diuji dengan pemantauan EKG pada saat klien bersepeda atau
bersepeda statis.
2. Pada penderita yang tidak bisa di diagnosa dengan uji latih beban berdasarkan
EKG, maka dilakukan uji latih beban dengan pencitraan. Isotop yang biasa
digunakan adalah thalium-210.
3. Pada saat serangan EKG akan menunjukkan depresi segmen ST dan gelombang T
dapat menjadi negatif.
4. Untuk membedakan apakah angina pektoris atau infark miokardium dilakukan
pemeriksaan enzim CPK, SGOT, LDH yang meninggi pada infark miokardium
5. Laboratorium Kadar kolesterol di atas 180 mg/dl
6. Tindakan untuk angiografi koroner diagnostic secara langsung pada penderita
dengan nyeri dada yang diduga karena ischemia miokard, dapat dilakukan jika ada
kontra indikasi untuk test non invasive.
7. Pemeriksaan Troponin T atau I
8. Pemeriksaan CK-MB

H. Komplikasi
1. Infarks miokardium yang akut terjadi akibat aliran darah yang berisi nutrisi
dan oksigen ke otot terganggu dan mengakibatkan nekrosis
2. Aritmia kardiak me,rupakan suatu respon yang timbul akibat ada jaringan
yang tidak mendapatkan suplai darah
3. Unstable angina terjadi karena iskemia pada otot jantung yang sudah meluas
sehingga nyeri yang dirasakan akibat penimbunan asam laktat lebih sering
terjadi.
4. Sudden death ; terjadi akibat kelelahan jantung yang memompa darah terus
menerus dengan frekuensi yang tidak stabil dan diperberat oleh nekrosis otot
jantung yang makin meluas.

I. Penatalaksanaan Medis dan Keperawatan


INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

Ada dua tujuan utama penatalaksanaan angina pectoris :


- Mencegah terjadinya infark miokard dan nekrosis, dengan demikian
meningkatkan kuantitas hidup.
- Mengurangi symptom dan frekwensi serta beratnya ischemia, dengan demikian
meningkatkan kualitas hidup.
Prinsip penatalaksanaan angina pectoris adalah : meningkatkan pemberian oksigen (
dengan meningkatkan aliran darah koroner ) dan menurunkan kebutuhan oksigen ( dengan
mengurangi kerja jantung ).

Terapi Farmakologis untuk anti angina dan anti iskhemia.


Beta Bloker
Obat ini merupakan terapi utama pada angina. Penyekat beta dapat menurunkan
kebutuhan oksigen miokard dengan cara menurunkan frekwensi denyut jantung, kontraktilitas
, tekanan di arteri dan peregangan pada dinding ventrikel kiri. Efek samping biasanya muncul
bradikardi dan timbul blok atrioventrikuler. Obat penyekat beta antara lain : atenolol,
metoprolol, propranolol, nadolol.

Nitrat dan Nitrit


Merupakan vasodilator endothelium yang sangat bermanfaat untuk mengurangi
symptom angina pectoris, disamping juga mempunyai efek antitrombotik dan antiplatelet.
Nitrat menurunkan kebutuhan oksigen miokard melalui pengurangan preload sehingga terjadi
pengurangan volume ventrikel dan tekanan arterial. Salah satu masalah penggunaan nitrat
jangka panjang adalah terjadinya toleransi terhadap nitrat. Untuk mencegah terjadinya
toleransi dianjurkan memakai nitrat dengan periode bebas nitrat yang cukup yaitu 8 – 12 jam.
Obat golongan nitrat dan nitrit adalah : amil nitrit, ISDN, isosorbid mononitrat, nitrogliserin.
Kalsium Antagonis
obat ini bekerja dengan cara menghambat masuknya kalsium melalui saluran kalsium,
yang akan menyebabkan relaksasi otot polos pembulu darah sehingga terjadi vasodilatasi
pada pembuluh darah epikardial dan sistemik. Kalsium antagonis juga menurunkan
kabutuhan oksigen miokard dengan cara menurunkan resistensi vaskuler sistemik. Golongan
obat kalsium antagonis adalah amlodipin, bepridil, diltiazem, felodipin, isradipin, nikardipin,
nifedipin, nimodipin, verapamil.
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

Terapi Non Farmakologis


Ada berbagai cara lain yang diperlukan untuk menurunkan kebutuhan oksigen jantung
antara lain : pasien harus berhenti merokok, karena merokok mengakibatkan takikardia dan
naiknya tekanan darah, sehingga memaksa jantung bekerja keras. Orang obesitas dianjurkan
menurunkan berat badan untuk mengurangi kerja jantung. Mengurangi stress untuk
menurunkan kadar adrenalin yang dapat menimbulkan vasokontriksi pembulu darah.
Pengontrolan gula darah. Penggunaan kontra sepsi dan kepribadian seperti sangat kompetitif,
agresif atau ambisius.
Pasien-pasien ini biasanya mempunyai rasa takut akan kematian. Untuk pasien rawat
inap, asuhan keperawatan direncanakan sedemikian rupa sehingga waktu dimana ia jauh dari
tempat tidur diusahakan seminimal mungkin. Karena perasaan takut tersebut dapat dikurangi
dengan adanya kehadiran orang lain. Pasien yang rawat jalan harus diberikan informasi
penting mengenai penyakitnya dan penjelasan mengenai pentingnya mematuhi petunjuk yang
telah diberikan.

Tindakan Pembedahan Pada Angina


1. Percutanens transluminal coronary angioplasty (PTCA)
merupakan upaya memperbaiki sirkulasi koroner dgn cara memecah plak atau
ateroma dgn cara memasukan kateter dgn ujung berbentuk balon.
2. Coronary artery bypass graft (CABG)
Merupakan salah satu penanganan intervensi dengan cara membuat saluran
baru melewati bagian arteri koronaria yang mengalami lpenyempitan atau
penyumbatan. Sebelumnya harus sudah melakukan kateterisasi arteri
koronaria untuk menentukan daerah yang mengalami penyempitan. CABG
dilakukan dengan membukan dinding dada melalui pemotongan tulang
sternum selanjutnya dilakukan pemasangan pembuluh sarah baru yang dapat
diambil dari arteri radialis atau arteri mammaria interna tergantung pasa
kebutuhan.

J. Dokumentasi Askep
A. Pengkajian
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

1. Biodata
Dalam pengkajian yang harus di catat adalah identitas klien meliputi nama, umur, jenis
kelamin, agama, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, alamat, tanggal masuk,
tanggal pengkajian, dan diagnosa medis, lalu identitas penanggung jawab yang
mencantumkan nama, umur, pekerjaan, pendidikan, alamat, dan hubungan klien, serta
sumber biaya yang dipergunakann untuk klien.
a. Pola persepsi kesehatan dan pemeliharaan kesehatan
Perlu dikaji adanya riwayat penyakit keturunan, misalnya: penyakit jantung,
hipertensi, obesitas diabetes, anemia, pernafasan, penyakit ginjal, stroke. Klien
dengan Angina Pektoris biasanya memiliki riwayat obesitas, hipertensi, penyakit
arteri perifer, xantelasma, arkus senilis, earlobe crease, atau bahkan infark miokard.
Kaji riwayat penyakit di atas dan pengobatan yang dilakukan serta catatan-catatan
khusus dari terapi terdahulu yang mendukung timbulnya serangan. Klien dengan
Angina Pektoris biasanya datang ke Rumah Sakit dengan keluhan sakit dada yang
telah berlangsung secara intermiten lebih dari satu bulan. Pada Angina Pektoris rasa
sakit yang klien rasakan biasanya pada daerah sternum atau sub sternum dengan
kecenderungan pada bagian kiri dan menjalar ke ekstremitas kiri dan kadang-kadang
menjalar ke leher, punggung, rahang, epigastrium, leher, rahang, bahu dan gigi dan
ada kasus yang lebih jarang menjalar ke arah kanan. Sakit biasanya terasa bagaikan di
tekan benda berat, di peras, atau bagaikan terbakar. Sakit ini cenderung meningkat
pada aktifitas berlebih yang dilakukan klien dan tekanan emosional dapat juga muncul
pada waktu istirahat. Serangan ini biasa menyerang sekitar 1-5 menit dan akan
membaik bila di istirahatkan dan menghirup udara segar sekalipun rasa tidak enak
mungkin masih terasa.
b. Pola nutrisi-metabolik
Apabila serangan berlanjut menjadi infark atau stroke, berat badan relatif stabil karena
penurunan aktifitas cenderung di ikuti pembatasan diet. Tanda vital biasanya di
temukan tekanan darah tinggi akibat adanya penyempitan pembuluh darah. Klien
biasanya merasakan mual, nyeri epigastrikum saat makan, diet tinggi
kolesterol/lemak, garam, kafein minuman keras, biasanya ditandai dengan ikat
pinggang sesak dan distensi gaster.
c. Pola eleminasi
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

Tidak terdapat perubahan signifikan pada pasien Angina, kecuai jika terjadi
komplikasi.
d. Pola sirkulasi
Terdapat takikardi, disrimia dengan tekanan darah meningkat, normal, atau bahkan
menurun; kulit pucat, membran mukosa lembab, dingin, hal ini sebagai efek dari
menurunnya fungsi jantung pada saat serangan. Biasanya terjadi dispnea terutama
pada aktivitas berat. Hal ini bisa di akibatkan terjadinya kekurangan suplai darah ke
paru-paru sebagai akibat penyempitan pembuluh darah yang berujung pada kurangnya
suplai O2 ke jaringan, termasuk jantung.
e. Pola aktivitas-latihan
Pada muskuluskeletalnya Tidak ada perubahan pada kondisi normal kecuali pada saat
serangan dimana timbul kelelahan, dan rasa nyeri pada ekstrimitas kiri .Pada klien
Angina pektoris biasanya terdapat perubahan pada aktivitas yang cenderung
menghindari aktivitas berat pola eliminasi biasanya tidak mengalami perubahan
berarti, demikian juga dengan pemenuhan kebutuhan personal hygiene, tingkat
kemandirian klien biasanya masih baik kecuali pada saat serangan terjadi.
f. Pola istirahat-tidur
sering terbangun di malam hari karena merasakan nyeri dan sesak nafas. Tetapi klien
ini mempunyai pola hidup yang suka menonton.
g. Pola kognitif-perseptual
Sistem persarafan tidak tampak perubahan mencolok kecuali jika serangan
mengakibatkan kerusakan otak sebagai pusat kendali saraf. Biasanya tidak terdapat
gangguan penglihatan kecuali ada komplikasi. Klien Angina Pektoris biasanya tidak
mengalami gangguan pendengaran.
h. Pola persepsi diri- konsep diri
Klien cenderung merasakan ingin mati dan tak berguna akibat keterbatasan aktivitas
yang dialami. Hal ini yang menyebabkan klien mudah marah.
i. Pola peran-hubungan
Biasanya klien dengan Angina Pektoris belum mengalami gangguan dalam
bersosialisasi.
j. Pola seksual reproduksi
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

Pada klien Angina Pektoris biasanya tidak terdapat gangguan kecuali jika terjadi
komplikasi dengan hipertensi. Jika hipertensi maka klien cenderung untuk tidak
mampu untuk berhubungan intim
k. Pola koping-toleransi stress
Klien Angina Pektoris biasanya mengalami kecemasan, ketakutan, dan cenderung
menjadi sensitif dan mudah marah.
l. Pola nilai-kepercayaan
Perlu di kaji tentang harapan, keyakinan, dan dorongan dalam diri klien mengenai
keadaan penyakit dan harapan sembuh di hubungkan dengan keyakinan spiritualnya.

B. Diagnose Keperawatan
dx 1. Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri biologis( kekurangan o2 dalam
jaringan otot jantung)
dx 2. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen
dengan kebutuhan
dx 3. Ansietas berhubungan dengan rasa takut akan ancaman kematian yang tiba-tiba
dx 4. Ketidakefektifan regiment terapeutik berhubungan dengan kurangnya pengetahuan

C. Perencanaan

dx 1. Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri biologis( kekurangan o2 dalam jaringan
otot jantung)
HYD ; menyatakan atau menunjukan nyeri hilang, melaporkan episode angina
menurun dalam frekuensi duurasi dan beratnya
Intervensi
a) Kaji gambaran dan faktor-faktor yang memperburuk nyeri.
R/ membantu membedakan nyeri dada dini dan alat evaluasi kemungkinan kemajuan
menjadi angina tidak stabil.
b) Letakkan klien pada istirahat total selama episode angina (24-30 jam pertama) dengan
posisi semi fowler.
R/ menurunkan kebutuhan oksigen miokardiak untuk meminimalkan resiko cidera
jaringan/nekrosis
c) Observasi tanda vital tiap 5 menit setiap serangan angina.
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

R/ TD dapat meningkat secara dini sehubungan dengan rangsangan simpatis


kemudian turun bila curah jjantung dipengaruhi.
d) Ciptakan lingkunan yang tenang, batasi pengunjung bila perlu.
R/ stress mental/emosi meningkatkan kerja miokard
e) Berikan makanan lembut dan biarkan klien istirahat 1 jam setelah makan.
R/ menurunkan kerja miokard sehubungan dengan kerja pencernaan, menurunkan
resiko kerja angina
f) Tinggal dengan klien yang mengalami nyeri atau tampak cemas
R/ Cemas mengeluarkan katekolamin yang meningkatkan kerja miokard dan dapat
memanjangkan nyeri iskemi
g) Berikan oksegen tambahan sesuai indikasi
R/ meningkatkan sediaan oksigen untuk kebutuhan miokard/mencegah iskemia
h) Berikan anti angina sesuai indikasi
R/ mempunyai standar untuk pengobatan dan mencegah nyeri angina dan menurunkan
frekuensi dan beratnya serangan dengan menghasilkan vasodilatasi panjang/continue
i) Pantau perubahan seri EKG
R/ iskemia selama serangan angina dapat menyebabkan depresi segmen ST inverse
gelombang T

dx.2Intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen


dengan kebutuhan
HYD ; melaporkan penurunan episode dispnea, angina dan disretmia menunjukan
peningkatan toleransi aktifetas.
Intervensi :
a) Pantau tanda vital
R/ takikardi dapat terjadi karena nyeri cemas hipoksemia dan menurunnya curah
jantung
b) Pertahankan tirah baring pada posisi yang nyaman.
R/ menurunkan konsumsi oksigen/ kebutuhan menurunkan kerja miokard dan resiko
dekompensasi
c) Berikan periode istirahat adekuat, bantu dalam pemenuhan aktifitas perawatan diri
sesuai indikasi.
R/ penghematan energy dan menurunkan kerja jantung
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

d) Catat warna kulit dan kualittas nadi.


R/ sirkulasi perifer menurun bila cuyrah jantung turun. Memlbuat kulit pucat atau
berwarna abu-abu dan menurunnya kekuatan nadi perifer
e) Berikan oksigen tambahan sesuai kebutuhan
R/ meningkaitnya sediaan oksilgen untuk kebutuhan miokard untuk memperbbaiki
kontraktilitas menurunkan iskemia dan kadar asam laktat

dx 3. Ansietas berhubungan dengan rasa takut akan ancaman kematian yang tiba-tiba.
HYD ; menyatakan kesadaran perasaan ansietas dan cara sehat sesuai, melaporkan ansietas
menurun sampai tingkat yang dapat diatasi
Intervensi :
a) Jelaskan semua prosedur tindakan.
R/ menurunkan cemas dan takut terhadap diagnose dan prognosis
b) Tingkatkan ekspresi perasaan dan takut.
R/ perasaan tidak diekpresikan dapat menimbulkan kekacauan internal dan efek
gambaran diri.
c) Dorong keluarga dan teman utnuk menganggap klien seperti sebelumnya.
R/ meyakinkan pasien bahwa peran dalam keluarganya dan kerja tidak berubah
d) Beritahu klien program medis yang telah dibuat untuk menurunkan/membatasi
serangan akan datang dan meningkatkan stabilitas jantung.
R/ untuk meningkaitkan kepercayaan kepada program medic dan mengintegrasikan
kemampuan dalam persepsi diri
e) Berikan sedative, transquilizer sesuai indikasi
R/ mungkin diperlukan untuk membuat pasien rileks sampai secara fisik mampu
untuk membuat strategi koping adekuat

dx 4. Ketidakefektifan regiment terapeutik berhubungan dengan kurangnya pengetahuan.


HYD ; menyatakan pemahaman kondisi/proses penyakit dan pengobatan, berpartisipasi
dalam program pengobatan
Intervensi :
a) Tekankan perlunya mencegah serangan angina.
INI ADALAH DOCUMENT ATAS NAMA ALVA CHERRY MUSTAMU

R/ pasien dengan angina membutuhkan belajar mengapa hal itu terjadi dan apakah
dapat dikontrol
b) Dorong untuk menghindari faktor/situasi yang sebagai pencetus episode angina.
R/ dapat menurunkan insiden/ beratnya episode iskemik
c) Kaji pentingnya kontrol berat badan, menghentikan kebiasaan merokok, perubahan
diet dan olah raga.
R/ pengetahuan factor resiko penting memberikan pasien kesempatan untuk membuat
perubahan kebutuhan
d) Tunjukkan/ dorong klien untuk memantau nadi sendiri selama aktifitas, hindari
tegangan.
R/ membiarkan pasien untuk mengidentifikasi aktifiitas yang dapat memodifikasi
untuk menghindari stress jantung dan tetap dibawah ambang anggina
e) Diskusikan langkah yang diambil bila terjadi serangan angina.
R/ menyiapkan pasien pada kejadian untuk menghilangkan takut yang mungkin tudak
tahu apa yng harus dilakukan bila terjadi serangan
f) Dorong klien untuk mengikuti program yang telah ditentukan
R/ takut terhadap pencetus serangan dapat menyebabkan pasien menghindari
partisipasi pada aktifitas yang telah dibuat untuk meningkatkan perbaikan