Anda di halaman 1dari 38

MODUL PRAKTIKUM

RANGKAIAN DIGITAL

LABORATORIUM KOMPUTER
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2013

Universitas Sriwijaya
Fakultas Ilmu Komputer
Laboratorium

LEMBAR PENGESAHAN
MODUL PRAKTIKUM

SISTEM MANAJEMEN
MUTU
ISO 9001:2008

No. Dokumen
Revisi

.
0

Tanggal
Halaman

2 JUNI 2013
ii DARI 37

MODUL PRAKTIKUM

Mata Kuliah Praktikum


Kode Mata Kuliah Praktikum
SKS
Program Studi
Semester

: Rangkaian Digital
: FTK07611
:2
: Teknik Komputer
: 3 (Ganjil)

DIBUAT OLEH

DISAHKAN OLEH

DIKETAHUI OLEH

TIM LABORAN
LABORATORIUM
FASILKOM UNSRI

TIM DOSEN KOMPUTER


AKUNTANSI FASILKOM
UNSRI

KEPALA LABORATORIUM

Daftar Isi

Cover ..............................................................................
i
Lembar Pengesahan .......................................................
ii
Daftar Isi .........................................................................
........................................................................................ iii
Lembar Kerja 1........................................................................................
1
Lembar Kerja 2
.....................................................................................................
.....................................................................................................
5
Lembar Kerja 3........................................................................................
10
Lembar Kerja 4........................................................................................
18
Lembar Kerja 5........................................................................................
23
Lembar Kerja 6........................................................................................
30
Lembar Kerja 7........................................................................................
37

LEMBAR KERJA I
PRAKTIKUM RANGKAIAN DIGITAL
LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN TEKNIK DIGITAL
1. Nama Percobaan :
Gerbang Logika Dasar
2. Tujuan Percobaan :
Setelah melakukan percobaan ini diharapkan praktikan dapat memahami sifat
dan karakteristik gerbang logika serta dapat menganalisa rangkaian gerbang
logika.
3. Alat dan Bahan :
a. Project Board
b. Catu daya
c. Jumper
d. Led
e. Resistor
f. IC 4082
g. IC 4071
h. IC 4049
4. Dasar Teori
Gerbang Logika adalah suatu komponen yang paling dasar pada suatu
rangkaian Digital. Seluruh aplikasi rangkaian Digital adalah terdiri dari ribuan
atau bahkan jutaan dari rangkaian gerbang Logika yang sudah terpaket dalam IC
(Integrated Circuit), Chip atau bahkan processor untuk menghasilkan fungsifungsi tertentu .
Gerbang Logika adalah suatu fungsi yang akan menghasilkan satu
keluaran logika dari beberapa masukan logika dimana persamaan dari fungsi
gerbang logika tersebut dituangkan pada suatu persamaan yang disebut dengan
persamaan Boolean. Pada dasarnya gerbang Logika hanya terdiri dari 3 gerbang
logika dasar, yaitu gerbang And, Gerbang Or dan gerbang Not. Sedangkan
gerbang-gerbang tambahan lain seperti gerbang Nand dan Nor adalah gabungan
dari 3 gerbang logika dasar tersebut. Gerbang Nand adalah gabungan dari gerbang
logika And dan Not dan gerbang Nor adalah gabungan dari gerbang logika Or dan
Not. Sifat dan karakteristik suatu gerbang logika dapat dijelaskan pada suatu tabel
kebenaran.

5. Prosedur Percobaan
Percobaan 1.1
Buatlah rangkaian seperti dibawah ini :

Isilah table kebenaran berikut ini :


A
0
0
1
1

B
0
1
0
1

Keterangan Hubungkan A atau B ke ground untuk logika 0 dan ke 5 Volt untuk logika 1
Led hidup nenandakan output berlogika 1 dan led mati menandakan output berlogika 0

Percobaan 1.2
Buatlah rangkaian seperti dibawah ini :

Isilah table kebenaran berikut ini :


A
0
0
1
1

B
0
1
0
1

Keterangan Hubungkan A atau B ke ground untuk logika 0 dan ke 5


Volt untuk logika 1 Led hidup nenandakan output berlogika 1 dan
led mati menandakan output berlogika 0

Percobaan 1.3
Buatlah rangkaian seperti dibawah ini :

Isilah table kebenaran berikut ini :


A
0
1

Keterangan Hubungkan A ke ground untuk logika 0 dan ke 5 Volt untuk logika 1 Led
hidup nenandakan output berlogika 1 dan led mati menandakan output berlogika 0

6. Kesimpulan :

7. Tugas :
a. Buatlah gerbang NAND dengan gerbang logika dasar.
b. Buatlah gerbang NOR dengan gerbang logika dasar.
c. Buatlah gerbang XOR dengan gerbang logika dasar.

Data IC

4071

LEMBAR KERJA II
PRAKTIKUM RANGKAIAN DIGITAL
LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN TEKNIK DIGITAL
1. Nama Percobaan :
Aljabar Boolean
2.

Tujuan Percobaan:
Diharapkan praktikan mampu mengubah suatu fungsi aljabar menjadi bentuk
paling sederhana dan dapat mengimplementasikannya dalam sebuah rangkaian.

3.

Dasar Teori :
Aljabar Boolean merupakan aturan-aturan dasar hubungan antara variabelariabel boolean dengan bagian dari matematika yang telah banyak dipergunakan
dalam rangkaian digital dan komputer.Aturan ini digunakan untuk memanipulasi dan
menyederhanakan suatu rangkaian logika kedalam bentuk bervariasi.
Adapun setiap keluaran dari suatu atau kombinasi beberapa buah gerbang dapat
digunakan dalam suatu rangkaian logika yang disebut ungkapan Boole.
Berikut ini adalah rumus dari Boolean :
Teori dari Boolean :
P1: X= 0 atau X=1
P2: 0 . 0 = 0
P3: 1 + 1 = 1
P4: 0 + 0 = 0
P5: 1 .1 = 1
P6: 1 . 0 = 0
P7: 1 + 0 = 1
Rumus Boolean :
T1 : Rumus Komutatif
a. A + B = B + A
b. A . B = B . A
T2 : Rumus Asosiatif
a. (A + B) + C = A + (B + C)
b. (A . B ) . C = A . (B . C)
T3 : Rumus Distributif
a. A . (B + C) = A . B + A . C
b. A + (B . C) = (A + B) . (A + C)
T4 : Rumus Identitas
a. A + A = A
b. A. A = A

T5 : Rumus Negatif
1. ( A) A
2. ( A) = A
T6 : Rumus Redundas
a. A + (A . B) = A
b. A . (A + B) =A
T7 : 0 + A = A
1 . A=A
1 + A= 1
0 . A= 0
T8 : A + A = 1
A . A= 0
T9 : A + (A . B) = A + B
A . (A + B ) = A . B
T10 : Teorema dari De Morgan

b. A .

a. A B

B
4.

A .B
B

Prosedur Percobaan :
A. Buatlah Rangkaian dengan fungsi F(A,B) = A . (A . B + B) dan butlah
table kebenarnya :

A
0
1
0
1

B
0
0
1
1

A .B

(A . B) + B

A. (A.B + B)

Lalu sederhanakan fungsi tersebut :


A. (A . B + B) = A. A. B + A. B Rumus Distributif
= A. B + A. B Rumus Idenstif
= A. B
Lalu buat Rangkaianya seperti dibawah ini :

Lalu Buatlah tabel kebenaranya dan bandingkan hasilnya dengan


tabel diatas.
A B A. B
0
0
0
1
1
0
1
1
B. Buatlah Rangkaian dengan fungsi F(A,B,C) =
ABC ABC ABC BC

Buat tabel kebenaran seperi dibawag ini :


A
0
0
0
0
1
1
1
1

B
0
0
1
1
0
0
1
1

C
0
1
0
1
0
1
0
1

A .B.C

A. B .C A.B.C

B. C

ABC ABC ABC BC

Lalu sederhanakan persamaan diatas :


= B. C (A + ) + A. C (B + ) + B.
ABC ABC ABC BC
B
C
A
= B. C + A. C + B. C
= B (C + C ) + A. C
= B + A.C
Buat rangkaian seperti dibawah ini :

lalu buat tabel kebenarannya dan bandingkan hasil nya dengan tabel diatas.
A
0
0
0
0
1
1
1
1

B
0
0
1
1
0
0
1
1

C
0
1
0
1
0
1
0
1

5.

Kesimpulan :

6.

Tugas

A.C

B + A. C

1. Sederhanakanlah F = B( A C) C( A B) AC buat tabel


kebenaranya dan buatlah rangkaianya.
2. Sederhanakanlah F = B(A + C)(B + C) buat tabel kebenaranya dan
buatlah rangkaianya.

LEMBAR KERJA III


PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL
LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN TEKNIK DIGITAL
1. Nama Percobaan :
Flip-flop
2. Tujuan Percobaan :
Setelah melakukan percobaan ini diharapkan praktikan dapat memahami
sifat dan karakteristik flip-flop dan dapat menganalisa rangkaian gerbang logika.
3. Alat dan Bahan :
A. Project Board
B. Catu daya
C. Jumper
D. Led
E. Resistor
F. IC 4081
G. IC 4071
H. IC 4049
I. IC 7473
J. IC 7474
4. Dasar teori
Rangkaian bistabil adalah rangkaian multivibrator yang mempunyai dua
keadaan stabil, yaitu stabil tinggi atau keadaan logika tinggi dan stabil rendah atau
keadaan logika rendah. Keluaran bistabil bistabil akan berubah dari keadaan tinggi
ke keadaan rendah atau sebaliknya jika rangkaian tersebut diberi suatu masukkan
atau di trigger. Rangkaian bistabil disebut juga flip-flop.
Flip-flop banyak ragamnya, dan yang akan kita bahas ini adalah RS
flip-flop, D flip-flop dan JK flip-flop.

5. Prosedur Percobaan
RS Flip-flop
R-S adalah kependekan dari reset dan set. Reset berarti memberi
masukkan logika tinggi ke masukkan R dan akan menghasilkan keluaran logika
rendah. Sedangkan set memberikan logika tinggi ke masukkan S dan
menghasilkan keluaran 1 atau logika tinggi.
S

Gambar 3.1
Flip-flop RS degan masukkan aktif tinggi

Dan isilah table kebenaran dibawah ini :


R
0
0
1
1

S
0
1
0
1

Q
Nilai

Q
Nilai Terakhir

Keterangan
Nilai Terakhir

Kondisi Terlarang

Gambar 3.2
Flip-flop RS Masukkan aktif rendah

Dan isilah table kebenaran dibawah ini :


R
0
0
1
1

S
0
1
0
1

Q
Nilai

Q
Nilai Terakhir

Keterangan
Kondisi Terlarang

Nilai Terakhir

D Flip-flop
Flip-flop D terdiri dari tiga input yaitu input D, input clock , input clear dan
dua output, yaitu output Q dan output Q . Lambang Flip-Flop D dapat dilihat pada
Gambar berikut.

Gambar 3.3
Symbol D flip-flop

Sifat dan karakteristik D Flip-Flop dapat dijelaskan pada tabel kebenaran berikut
Tabel kebenaran D Flip-flop

Buatlah rangkaian seperti dibawah ini :


Buatlah rangkaian seperti pada gambar 3.4 berikut ( clear = 0) pada modul
percobaan
+5V

+5V

+5V
D-FF

10K

MMV

7 DIS
3
6 THRIC 555 OUT
2

PB

CLK
CLR

TRG

Gambar 3.4

Amati output Q dan Q D-FF.


Berikan 1 masukan pulsa ke input clock D-FF, kemudian amati output Q dan
Q D-FF.
Pindahkan hubungan input D ke ground (masukan rendah), kemudian berikan
1 masukan pulsa ke input clock D-FF, kemudian amati output Q dan Q D-FF.
Pindahkan masukan input clear ke +5V seperti pada gambar 3.5 berikut .

+5V

+5V

+5V
D-FF

10K

MMV

7 DIS
3
6 THR
2

PB

IC 555 OUT

CLK
CLR

TRG

C
+5V

Gambar 3.5

Berikan masukan tinggi ke input D, kemudian Berikan 1 masukan pulsa ke


input clock D-FF, kemudian amati output Q dan Q D-FF.
Pindahkan hubungan input D ke ground (masukan rendah), kemudian berikan
1 masukan pulsa ke input clock D-FF, kemudian amati output Q dan Q D-FF.
Isilah Tabel kebenaran berikut berdasarkan percobaan yang dilakukan diatas
Berikan kesimpulan anda tentang tabel kebenaran diatas yang menjelaskan
tentang karakteristik Flip-Flop D.

Flip-Flop JK
Flip-flop JK terdiri dari tiga input yaitu input J input K, input clock , input
clear dan dua output, yaitu output Q dan output Q . Lambang Flip-Flop JK dapat
dilihat pada gambar berikut

Sifat dan Karakteristik JK Flip-Flop dapat dijelaskan pada tabel kebenaran berikut

Tabel kebenaran JK Flip-flop

Buatlah rangkaian seperti pada gambar 3.1 berikut ( clear = 0) pada modul
percobaan
+5V

10K

+5V
+5V

MMV

R
7
6

JK-FF
J

DIS

3
THR

IC 555 OUT

CLK

PB

TRG

Q
CLR

Gambar 3.6

Amati output Q dan Q JK-FF.


Berikan 1 masukan pulsa dari rangkaian Monostable Multivibrator (MMV) ke
input clock JK-FF dengan menekan tombol Push button (PB), kemudian amati
output Q dan Q JK-FF.
Pindahkan hubungan input J ke ground (masukan rendah) dan input K ke +5V
(masukan tinggi) pada rangkaian diatas, kemudian berikan 1 pulsa ke input
clock JK-FF dan amati output Q dan Q JK-FF.
Pindahkan hubungan input J dan input K ke +5V (masukan tinggi) pada
rangkaian diatas, kemudian berikan 1 pulsa ke input clock JK-FF dan amati
output Q dan Q JK-FF.
Pindahkan hubungan input J dan input K ke ground (masukan rendah) pada
rangkaian diatas, kemudian berikan 1 pulsa ke input clock JK-FF dan amati
output Q dan Q JK-FF.
Buatlah rangkaian seperti pada gambar 3.2 berikut (clear = 1) pada modul
percobaan

+5V

10K

+5V
+5V

MMV

R
7
6

JK-FF
J

DIS

3
THR

IC 555 OUT

CLK

PB

TRG

Q
CLR

+5V

Gambar 3.7

Amati output Q dan Q JK-FF.


Berikan 1 masukan pulsa ke input clock JK-FF, kemudian amati output Q dan
Q JK-FF.
Pindahkan hubungan input J ke ground (masukan rendah) dan input K ke +5V
(masukan tinggi) pada rangkaian diatas, kemudian berikan 1 pulsa ke input
clock JK-FF dan amati output Q dan Q JK-FF.
Pindahkan hubungan input J dan input K ke +5V (masukan tinggi) pada
rangkaian diatas, kemudian berikan 1 pulsa ke input clock JK-FF dan amati
output Q dan Q JK-FF.
Pindahkan hubungan input J dan input K ke ground (masukan rendah) pada
rangkaian diatas, kemudian berikan 1 pulsa ke input clock JK-FF dan amati
output Q dan Q JK-FF.
Isilah Tabel kebenaran berikut berdasarkan percobaan yang dilakukan diatas
Berikan kesimpulan anda tentang tabel kebenaran diatas yang menjelaskan
tentang karakteristik Flip-Flop JK.

LEMBAR KERJA IV
PRAKTIKUM RANGKAIAN DIGITAL
LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN TEKNIK DIGITAL
1. Nama Percobaan : MMV dan AMV dengan IC 555
2. Tujuan Percobaan :
1. Mempelajari dan memahami IC 555 sebagai IC multivibrator
2. Mempelajari, memahami dan mampu menganalisa type-type
multivibrator.

rangkaian

3. Alat dan bahan :


1. IC 555
2. SW Posh Button
3. Kabel jumper
4. Potensiometer
5. Resistor
6. Kapasitor
4. Dasar Teori
Multivibrator adalah suatu rangkaian yang berfungsi untuk menghasilkan pulsapulsa. Yang dimaksud dengan pulsa disini adalah suatu gelombang yang terdiri dari 1
kondisi rendah dan 1 kondisi tinggi. Pada suatu rangkaian Digital, pulsa-pulsa ini
memiliki peranan yang amat penting untuk mengeksekusi suatu proses atau
mengubah satu kondisi menjadi kondisi berikut dimana pada suatu gelombang pulsa
mengandung suatu proses yang disebut dengan sinyal Clock. Yang dimaksud dengan
sinyal Clock adalah suatu perubahan atau transisi dari kondisi rendah menjadi kodisi
tinggi atau juga sebaliknya dari suatu gelombang pulsa. Sinyal Clock inilah yang
memiliki peranan penting pada suatu rangkaian Digital. Multivibrator inilah yang
dijadikan sebagai rangkaian yang berfungsi untuk menghasilkan sinyal-sinyal clock
dari gelombang pulsa yang dihasilkan.
Secara umum ada dua type rangkaian Multivibrator, yaitu Astable Multivibrator
atau yang disingkat dengan AMV dan Monostable Multivibrator atau yang disingkat
dengan MMV. AMV adalah suatu rangkaian Multivbrator yang berfungsi untuk
menghasilkan pulsa-pulsa secara terus menerus dengan frekuesi dan lebar pulsa yang
tetap, sedangkan MMV adalah suatu rangkaian Multivbrator yang berfungsi untuk
menghasilkan hanya 1 pulsa keluaran apabila diberikan satu sinyal trigger kepadanya.
Salah satu IC (Integrated Circuit) yang umum digunakan sebagai rangkaian
Multivibrator adalah type IC 555. Dengan konfigurasi rangkaian RC yang terhubung
ke IC 555 akan dihasilkan suatu rangkaian Multivibrator baik AMV atau MMV.
Prinsip kerja dari rangkaian Multivibrator IC 555 dengan rangkaian RC ekstern
adalah dengan mengubah waktu pengisian atau pengosongan muatan kapasitor
menjadi suatu keluaran logika tinggi atau rendah. Pada waktu pengisian muatan
kapasitor akan dihasilkan keluaran tinggi dan pada waktu pengosongan muatan

kapasitor akan dihasilkan keluaran rendah oleh output IC 555. Adapun rangkaian
AMV dan MMV dengan IC 555 diperlihatkan pada gambar berikut.
+V

RA

+V

RB

Fout

IC
555

6
3

T rig g e r n e ga tif

IC
555

T out
3

AMV

MMV

Gambar 4.1

5. Prosedur percobaan pengenalan IC 555

Buat rangkaian seperti pada gambar 4.2 berikut pada modul percobaan.
+5V

+5V

P1

V3
7
DIS
6 THR
3
IC 555 OUT

+5V

2 TRG
RST

P2

V2

V1

+5V

Gambar 4.2

Atur potensiometer 1 pada posisi maksimum hingga pembacaan tegangan V1


(terhubung ke pin Threshold) pada voltmeter adalah 5V dan Atur potensiometer 2
pada posisi minimum hingga pembacaan tegangan V2 (terhubung ke pin Trigger)
pada voltmeter adalah 0V, kemudian amati Output IC (LED)
Putar potensiometer 1 perlahan-lahan ke arah minimum, kemudian amati tegangan
V1, tegangan V3 (terhubung ke pin Discharge terhadap +5V) dan output IC 555.
Amati dan catat tegangan V1 dan V3 sesaat setelah output IC 555 berubah menjadi
tinggi (LED menyala).
Kembalikan posisi potensiometer 1 ke maksimum.

Setelah LED menyala (output = 1), Putar potensiometer 2 perlahan-lahan ke arah


maksimum, kemudian amati tegangan V2, tegangan V3 dan output IC 555.
Amati dan catat tegangan V2 dan V3 sesaat setelah output IC 555 berubah kembali
menjadi rendah (LED padam).
Kembalikan posisi potensiometer 2 ke minimum.
Berikan kesimpulan anda tentang karakteristik output IC 555 dan output Discharge
terhadap input Threshold dan input Trigger dari IC 555 yang telah diuji.
Prosedur percobaan Rangkaian Monostable Multivibrator (MMV)
Buatlah rangkaian seperti pada gambar 4.3 berikut pada modul percobaan
+5V

+5V

10K

DIS
3

6 THRIC 555 OUT


2

TRG
RST

Vc
C

PB

+5V

Gambar 4.3

Pastikan output dalam keadaan rendah. (apabila output = 1, hubungkan input reset
ke ground).
Amati tegangan kapasitor Vc.
Tekan tombol push button (PB), kemudian amati tegangan Vc dan output IC 555
(LED).
Amati dan catat nilai tegangan Vc sesaat sebelum output berubah dari kondisi tinggi
ke rendah.
Gambarkan perubahan kondisi output terhadap perubahan tegangan Vc dan
tegangan masukan trigger pada suatu grafik atau diagram timing
Berikan kesimpulan anda tentang perihal rangkaian diatas dan kaitkan dengan
percobaan sebelum (percobaan D1) tentang pengenalan IC 555.

Prosedur percobaan Rangkaian Astable Multivibrator (MMV)


Buatlah rangkaian seperti pada gambar 4.4 berikut pada modul percobaan
+5V

R
7 DIS
3
6 THR
2

IC 555

OUT

TRG
RST

Vc

+5V

Gambar 4.4

Amati output IC 555 dan perhatikan perubahan kondisi output terhadap perubahan
tegangan Vc.
Gambarkan perubahan kondisi output terhadap perubahan tegangan Vc yang
terhubung ke input threshold dan input trigger pada suatu grafik atau diagram
timing.
Berikan kesimpulan anda tentang perihal rangkaian diatas dan kaitkan dengan
percobaan sebelum (percobaan D1) tentang pengenalan IC 555.

LEMBAR KERJA V
PRAKTIKUM RANGKAIAN DIGITAL
LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN TEKNIK DIGITAL
1. Nama Percobaan : Counter
2. Tujuan Percobaan :
1. Mempelajari dan memahami dasar rangkaian Counter (penghitung).
2. Mempelajari dan memahami rangkaian Counter dengan IC khusus yaitu IC
4029.
3. Alat dan Bahan :
1. Project Board
2. Jumper
3. Power Supply
4. AMV
5. IC 7473
6. IC 4029
7. IC 4511
8. 7 SEGMEN
4. Dasar Teori :
Counter adalah suatu rangkaian yang berfungsi untuk menghitung jumlah
pulsa yang diinputkan kepadanya sehingga dihasilkan hasil perhitungan pulsa
oleh counter berupa kode-kode biner. Rangkaian dasar dari suatu counter adalah
diantaranya terdiri dari rangkaian flip- flop yang dirangkai satu sama lain
sehingga membentuk rangkaian yang dapat menghitung dan mencacah pulsapulsa masukan. Adapun rangkaian dasar dari sebuah counter adalah seperti
terlihat pada Gambar 5.1 berikut

Gambar 5.1
Counter dengan JK flip-flop
Rangkaian dasar counter diatas merupakan sebuah counter 4 bit yang
dapat menghitung dari 0000 sampai dengan 1111 atau dari 0 sampai 15 dalam
desimal. Hasil perhitungan counter ditampilkan pada output QA, QB, QC, dan
QD dimana QA adalah keluaran biner dengan bobot terkecil atau disebut dengan
LSB (Least Significant Bit) dan QD adalah keluaran biner dengan bobot terbesar

atau disebut MSB (Most Significant Bit). Pada rangkaian terlihat masing-masing
JK flip-flop dalam posisi togel sehingga output Q akan berubah berkebalikan dari
keluaran awal pada saat pulsa masukan berubah dari kondisi tinggi ke rendah
(sinyal clock) Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 5.2 berikut
Masukan
pulsa

5V
0
5V

QA

0
5V

QB
QC

0
5V
0

QD

5V
0

Gambar 5.2. Masukan Pulsa dan keluaran QA, QB, QC dan QD dari counter
Oleh karena penggunaan counter sangat luas maka rangkaian counter
dibuat dalam bentuk IC (Integrated Circuit) yang salah satu diantaranya adalah
jenis IC CMOS 4029 yang memiliki beberapa kemampuan yang lebih kompleks,
yang diantaranya adalah dapat menghitung maju atau mundur, dapat memberikan
nilai awal pada perhitungan pulsa, dapat memberikan pulsa keluaran untuk tiap
satu siklus perhitungan pulsa dan kemampuan-kemampuan lain yang menjadikan
IC counter tersebut lebih fleksibel dalam penggunaannya. Bentuk IC disertai
dengan fungsi-fungsi pinout dapat dilihat pada Gambar 5.3 berikut
+V
16

CLK
15

QC

DC

DB

QB

U/D

B/D

14

13

12

11

10

IC 4029
1

PR

QD

DD

DA

Ci

QA

Co

GND

Gambar 5.3. IC 4029 dan pinout


5. Prosedur Percobaan :
Prosedur Percobaan dasar rangkaian Counter menghitung maju
Buatlah rangkaian seperti pada gambar 5.4 berikut pada project board

QD

QC

QB

+5V

+5V

JK-FF D

JK-FF C

JK-FF B
J

CLK

QA

CLK

CLK

CLR

A
M
V

CLR

CLR

+5V

Gambar
5.4

Atur potensiometer pada rangkaian Astabel


Multivibrator
(AMV)
pada
posisi
maksimum.
Amati output QA, QB, QC, dan QD pada
rangkaian Counter dan buatlah tabel
kebenaran dari perubahan output counter.
Atur potensiometer pada rangkaian Astabel
Multivibrator (AMV) pada posisi minimum.
Gambarkan perubahan output Counter pada
suatu diagram timing
Berikan kesimpulan dan analisa anda
tentang rangkaian counter diatas.

Prosedur Percobaan dasar rangkaian Counter


menghitung mundur

Buatlah rangkaian seperti pada gambar 5.5


berikut pada modul percobaan
QD
QA

QC

QB

+5V

+5V

JK-FF D
Q

JK-FF C
J

CLK

K
CLR

JK-FF B
Q

CLK

K
CLR

CLK

Q
CLR

A
M
V
+5V

Gambar
5.5

Atur potensiometer pada rangkaian Astabel


Multivibrator
(AMV)
pada
posisi
maksimum.
Amati output QA, QB, QC, dan QD pada
rangkaian Counter buatlah tabel kebenaran
berdasarkan perubahan output counter.
Atur potensiometer pada rangkaian Astabel
Multivibrator (AMV) pada posisi minimum.
Gambarkan perubahan output Counter pada
suatu diagram timing
Berikan kesimpulan dan analisa anda
tentang rangkaian counter diatas.

Prosedur Percobaan dasar rangkaian Counter sebagai penghitung N

Buatlah rangkaian seperti pada gambar 5.6 berikut pada modul percobaan
QD

QC

QB

+5V

+5V

JK-FF D
Q

+5V

JK-FF C
J

CLR

CLR

JK-FF A
J

CLK

+5V

JK-FF B

CLK

QA

CLK

AMV

CLK

CLR

K
CLR

Gambar 5.6

Atur potensiometer pada rangkaian Astabel Multivibrator (AMV) pada posisi


maksimum.
Amati output QA, QB, QC, dan QD pada rangkaian Counter buatlah tabel
kebenaran berdasarkan perubahan output counter.
Gambarkan perubahan output Counter pada suatu diagram timing
Cobalah hubungkan input gerbang Nand ke output Counter yang lain dan ulangi
langkah diatas
Berikan kesimpulan dan analisa anda tentang rangkaian counter diatas.

Prosedur Percobaan rangkaian Counter dengan IC 4029

Buatlah rangkaian seperti pada gambar 5.7 berikut pada modul percobaan

QD

QC

QA

IC 4029

Co
PRA

QB

Gambar 5.7

DCi

AMV
CLK

U/D

B/D

+5V

+5V

Atur potensiometer pada rangkaian Astabel Multivibrator (AMV) pada posisi


maksimum, dan amati output QA, QB, QC, QD dan output Co (Carry out) dari
counter IC 4029
Pindahkan input B/D (binery/decade) ke ground (masukan rendah), kemudian
amati output QA, QB, QC, QD dan output Co dari counter IC 4029.
Pindahkan input U/D (Up/Down) ke ground (masukan rendah), kemudian amati
output QA, QB, QC, QD dan output Co dari counter IC 4029.
Pindahkan input Ci (Carry in) ke +5V (masukan tinggi), kemudian amati output
QA, QB, QC, QD dan output Co dari counter IC 4029.
Pindahkan kembali input Ci (Carry in) ke ground (masukan rendah) dan amati
output QA, QB, QC dan QD dari counter IC 4029.
Berikan masukan A = 1, B = 0, C = 1, D = 0 dan kemudian berikan masukan
tinggi keinput PR (Preset) seperti pada gambar 5.8 berikut

QD

QC

QB

QA
CLK

AMV

IC 4029

Co

PR

+5V

+5V

+5V

Ci U/D

+5V

B/D

+5V

Gambar 5.8

amati output QA, QB, QC dan QD dari counter IC 4029.


Pindahkan kembali input PR (Preset) ke masukan rendah (ground)
Berikan masukan A = 0, B = 1, C = 0, D = 1 dan kemudian berikan masukan
tinggi keinput PR (Preset).
Pindahkan kembali input PR (Preset) ke masukan rendah (ground)
Berikan kesimpulan anda tentang input B/D, U/D. Ci, PR, A, B, C, D dan ouput
Co dari IC 4029 sebagai IC counter diatas

Prosedur Percobaan rangkaian Counter dengan IC 4029 sebagai penghitung N

Buatlah rangkaian seperti pada gambar 5.9 berikut pada modul percobaan

QD

QC

QA

IC 4029

Co
PRA

QB

CCi

AMV
CLK

U/D

B/D

+5V

+5V

Gambar 5.9

Atur potensiometer pada rangkaian Astabel Multivibrator (AMV) pada


posisi maksimum.
Amati output QA, QB, QC, dan QD IC 4029 dan isilah tabel kebenaran
berikut berdasarkan perubahan output counter.
Berikan kesimpulan dan analisa anda tentang rangkaian counter diatas

LEMBAR KERJA VI
PRAKTIKUM RANGKAIAN DIGITAL
LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN TEKNIK DIGITAL
1. Nama Percobaan : Digital to Analog Converter (DAC)
2. Tujuan Percobaan :
Memahami dan mempelajari rangkaian Digital to Analog Converter (DAC) dan
type-type rangkaian DAC
3. Alat dan Bahan :
a. Resistor
b. Project Board
c. Jumper
d. Multimeter
e. Power Supply
f. IC 741
4. Dasar Teori :
Digital to Analog Converter atau yang disingkat dengan DAC adalah sebuah
rangkaian yang berfungsi untuk mengubah data-data digital yang berupa data bit
(kode biner) menjadi level-level tegangan (data analog). Kenaikan atau penurunan
dari tegangan keluaran DAC adalah sebanding dengan penambahan atau
pengurangan data biner masukan. Ada dua jenis rangkaian DAC, yaitu DAC jenis
BinaryWeighted Resistor dan DAC jenis Binary Ladder.
DAC jenis BinaryWeighted Resistor terdiri dari jaringan resistor sehingga
menghasilkan tegangan keluaran yang sebanding dengan jumlah dari tegangan data
bit (+5V) dimana untuk masing-masing masukan data bit memiliki satu masukan
n
resistor. Harga dari tiap resistor untuk masukan tiap data bit adalah sebesar 2 dari
beban masukan data biner. Bentuk rangkaian dari DAC diperlihatkan pada Gambar
6.1

Gambar 6.1. DAC 4 bit type Binary-weight resistor


Besar tegangan keluaran diberikan oleh persamaan berikut
V1 + 2V2 + 4V3 + 8V4
V out =
15

Rangkaian DAC jenis Binary ladder juga terdiri dari jaringan resistor dan
akan menghasilkan tegangan keluaran yang sebanding dengan jumlah beban
masukan data biner dan harga resistor dari jaringan resistornya hanya memilki 2
nilai yaitu R dan 2R. Bentuk rangkaian dari DAC jenis ini diperlihatkan pada
Gambar 6.2

Gambar 6.2. DAC 4 bit type Binary Ladder


Besar tegangan keluaran diberikan oleh persamaan berikut
V1
V2
V3
V4
V out =
+
+
+
2
4
8
16
5. Prosedur Percobaan :
Prosedur Percobaan DAC type Binery Adder :
Perhatikan rangkaian seperti pada gambar 6.3 berikut pada modul percobaan
LSB

MSB

VA

VB

2R

VC

2R

VD

2R

2R
V out

2R

R = 10K

Gambar 6.3

Siapkan tabel berikut


Data Input DAC
D
C B
A
0
0 0
0
0
0 0
1
0
0 1
0
0
0 1
1
0
1 0
0
1
0
1
1
1
0
1
1
1
0
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
0
1
0
1

0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1

Vout (volt)

Berikan data masukan pada rangkaian diatas yang ada pada modul percobaan sesuai
dengan tabel diatas (1 = 5V, 0 = GND).
Ukur tegangan Vout tiap data masukan DAC dan isi kolom Vout pada tabel diatas
Berikan kesimpulan anda tentang rangkaian yang telah diuji
Tambahkan rangkaian DAC diatas dengan suatu penguat tegangan sehingga akan
dihasilkan tegangan keluaran pada Vout (Vo) dari 0V sampai dengan 10V untuk data
masukan biner seperti pada tabel yaitu dari 0000 (0) sampai dengan 1111 (15) seperti pada
gambar 6.4 berikut
LSB

MSB

VA

VB

VC

VD

R = 10K
2R

2R

2R

2R
Vi

+15V

+
2R

Vo

-15V

A = (R1/R2) + 1
Vo = A . Vi
Gambar 6.4

R1
R2

Buat tabel tegangan keluaran terhadap data masukan untuk rangkaian DAC dengan
rangkaian penguat tegangan.
Berikan lagi kesimpulan anda tentang rangkaian yang telah diuji.
Buatlah suatu rangkaian DAC dengan penguat tegangan seperti pada gambar 6.4 sehingga
akan dihasilkan tegangan keluaran pada Vout (Vo) dari 0V sampai dengan 10V untuk data
masukan biner seperti pada tabel yaitu dari 0000 (0) sampai dengan 1010 (10) dan buatlah
tabel tegangan keluarannya terhadap data masukan
Berikan lagi kesimpulan anda tentang rangkaian yang telah diuji.

Prosedur Percobaan DAC type Resitif Adder (Binery-weighted resistor) :


Perhatikan rangkaian seperti pada gambar 6.5 berikut pada modul percobaan
LSB
VA

VB

MSB
VD

VC

Ro = 8K
Ro

1/2 Ro

1/4 Ro

1/8 Ro
V out

Gambar 6.5
Siapkan tabel berikut
Data Input DAC
D
C B
A
0
0 0
0
0
0 0
1
0
0 1
0
0
0 1
1
0
1 0
0
0
1 0
1
0
1 1
0
0
1 1
1
1
0 0
0
1
0 0
1
1
0 1
0
1
0 1
1
1
1 0
0
1
1 1
1
1
1 1
0
1
1 0
1

Vout (volt)

Berikan data masukan pada rangkaian diatas yang ada pada modul percobaan sesuai
dengan tabel diatas (1 = 5V, 0 = GND).
Ukur tegangan Vout tiap data masukan DAC dan isi kolom Vout pada tabel diatas
Berikan kesimpulan anda tentang rangkaian yang telah diuji
Tambahkan rangkaian DAC diatas dengan penguat tegangan sehingga akan dihasilkan
tegangan keluaran pada Vout dari 0V sampai dengan 10V untuk data masukan biner
seperti pada tabel yaitu dari 0000 (0) sampai dengan 1111 (15) seperti pada gambar
6.6 berikut

LSB
VA

VB

MSB
VD

VC

R o = 8K
Ro

1/2 Ro

1/4 R o

1/8 R o
Vi

+ 1 5V

Vo

-15V

A = (R1/R2) + 1
V o = A . Vi

R1
R2

Gambar 6.6
Buat tabel tegangan keluaran terhadap data masukan untuk rangkaian
DAC dengan rangkaian penguat tegangan.
Berikan lagi kesimpulan anda tentang rangkaian yang telah diuji.
Buatlah suatu rangkaian DAC dengan penguat tegangan seperti pada
gambar 6.6 sehingga akan dihasilkan tegangan keluaran pada Vout dari
0V sampai dengan 10V untuk data masukan biner seperti pada tabel
yaitu dari 0000 (0) sampai dengan 1010 (10)
Buat tabel tegangan keluaran terhadap data masukan untuk rangkaian
DAC dengan rangkaian penguat tegangan pada rangkaian diatas.
Berikan lagi kesimpulan anda tentang rangkaian yang telah diuji.

LEMBAR KERJA VII


PRAKTIKUM RANGKAIAN DIGITAL
LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN TEKNIK DIGITAL
1. Nama Percobaan : Analog ti Digital Converter (ADC Type
SUCCESSIVE APPROXIMATION)
2. Tujuan Percobaan :
Mempelajari dan memahami rangkaian Analog to Digital Converter type Succesive
Approximation.
3. Alat Dan Bahan :
a. Project Board
b. Power Supply
c. Resistor
d. Jumper
e. IC LM 339
f. IC 4081
g. IC 4029
h. Potensiometer
i. Multimeter
4. Dasar Teori :
Dalam elektronika adakalanya diperlukan pengubahan sinyal analog ke Digital.
Rangkaian yang berfungsi untuk mengubah data analog yang berbentuk data tegangan
atau perubahan tegangan terhadap waktu (gelombang) kedalam bentuk data Digital
yang berbentuk kode-kode biner disebut dengan Analog to Digital Converter atau
disingkat dengan ADC. Kode biner yang dihasilkan bisa dalam bentuk kode biner
biasa atau kode biner BCD (Binery Code Desimal).
Dari metode pengubahan data analog menjadi data Digital tersebut dari suatu
rangkaian ADC, maka rangkaian ADC memiliki beberapa type rangkaian yang
diantaranya adalah :
ADC type Flash Converter
ADC type Single Slope
ADC type Dual Slope
ADC type Successive Approximation
ADC type Voltage to Frequency Converter
Dalam prosedur percobaan yang akan dilakukan pada praktikum kali ini adalah
menggunakan ADC type Successive Approximation, yaitu sebuah rangkaian ADC
yang mengubah kembali data biner keluaran menjadi data tegangan oleh rangkaian
DAC yang kemudian data tegangan tersebut yang berasal dari DAC diumpan
balikkan untuk dibandingkan lagi dengan data tegangan masukan sehingga hasil
perbandingan kedua data tegangan tersebut akan menentukan penambahan data biner.

Apabila data tegangan masukan (Vin) masih lebih besar dari pada tegangan umpan
balik (Vf) maka data biner keluaran akan ditambah, dan apabila data tegangan
masukan (Vin) sudah sama dengan tegangan umpan balik (Vf) maka data biner
keluaran akan dibuat konstan.
5. Prosedur Percobaan :
Buatlah Rangkaian Seperti dibawah ini :
Kode biner

AMV
Counter

DAC

Pembanding

Vin

Gambar 7.1
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Vinput
0,5
1
1,5
2
2,5
3
3,5
4
4,5
5
0

Data Digital