Anda di halaman 1dari 13

TANYA JAWAB SEPUTAR BLDC HUB MOTOR

PADA KENDARAAN LISTRIK


1. Apa yang membedakan bldc watt kecil dan watt besar?
Dari sekian faktor penentu watt/daya yang paling berpengaruh adalah:
lebar magnet (kekuatan magnet permanent), resistansi kumparan dan besarnya
kekuatan induksi.

Kekuatan magnet yang semakin besar akan membuat request daya


tolak semakin besar, selinier dengan itu motor akan request arus listrik yang lebih
besar lagi dari baterai dan kontroller, maka demikian watt akan meningkat.
Resistansi kumparan yang semakin rendah dalam rumus hukum ohm
I=V/R, maka semakin rendah nilai R maka akan menjadikan I (amper) semakin
besar. Semakin besar amper tentunya akan menyebabkan watt meningkat pula.

Besarnya kekuatan induksi adalah korelasi dari 2 pernyataan diatas,


semakin besar daya dan arus listrik yang mengalir ke kumparan maka induksi akan
semakin besar pula. Motor BLDC yang request arus dalam jumlah kecil sudah
pasti itu adalah motor BLDC denga spesifikasi watt yang kecil, begitupula
sebaliknya.
2. Top speed dan torsi motor bldc itu tergantung pada apa saja?
Speed motor BLDC paling dipengaruhi oleh jumlah poles pair & struktur
kumparan, resistansi kumparan, dan clock voltase 3 phase motor. Sedangkan torsi
dipengaruhi oleh lebar magnet, kemampuan kontroller, dan jumlah pole pair &
struktur kumparan.

Speed:
Jumlah pole pair = semakin sedikit jumlah pole pair maka semakin cepat putaran
rpm motor BLDC.
Dalam jumlah pole pair yang sama maka BLDC yang memiliki resistansi
kumparan lebih rendah akan memiliki top speed rpm yang lebih tinggi.
Dalam resistansi kumparan dan pole pair yang sama BLDC yang diberikan Voltase
yang lebih tinggi akan memiliki top speed yang lebih tinggi. Hal ini juga sesuai
hukum ohm I=V/R , apabila R tetap namun V semakin besar, maka I akan semakin
besar pula, sehingga bisa dikatakan daya motor BLDC juga akan meningkat.

Torsi
Strutur kumparan sangat berpengaruh terhadap torsi, tipe kumparan segitiga delta
dan kumparan tipe star tentunya memiliki torsi yang berbeda.

Jumlah pole pair = semakin banyak jumlah pole pair akan memili torsi yang
semakin besar.
Lebar magnet = semakin lebar dan semakin kuat daya induksi magnet maka
semakin besar pula torsi motor BLDC
Yang terakhir adalah kemampuan kontroller, untuk memenuhi kebutuhan torsi
yang besar diperlukan Amper yang besar pula, maka kontroller harus support dan
mampu mengalirkan arus yang besar.
3. Bagaimana kalau motor bldc menggunakan kontroller yang lebih besar atau
lebih kecil daripada kapasitasnya?
Efek menggunakan kontroller yang lebih besar: ini justru sesuatu yang bagus dan
rekomended. Torsi akan meningkat, kontroller lebih awet, dan top speed sama saja,
karena top speed adalah karakter dari motor BLDC.
Efek menggunakan kontroller yang lebih kecil: ini tidak rekomended, karena
kontroller akan cepat panas dan riskan terhadap kerusakan MOSET.

4. Bagaimana kalau motor BLDC menggunakan voltase yang lebih tinggi atau
yang lebih rendah dari spesifikasinya?

Penggunaan voltase yang lebih tinggi: over voltage maksimum pada


motor BLDC adalah +12, (misal motor BLDC 48V overvoltage nya adalah 60V).
Efek dari overvoltage akan menyebabkan rpm top speed akan meningkat namun
torsi akan berkurang. Selain itu overvoltage akan menyebabkan internal head yang
lebih tinggi (karena struktur kumparan, dan posisi hall sensor yang berbeda), hal
ini juga menyebabkan turunnya nilai efisiensi BLDC. Dan penggunaan tegangan
yang lebih rendah akan mengakibatkan yang sebaliknya dari ulasan diatas.

5. Apa yang membedakan kontroller watt besar dengan kontroller watt kecil?
Secara prisip dasar kontroller BLDC sama saja, hanya spesifikasi
MOSFET dan jumlah MOSFET yang membedakan, meski banyak hal lain yang
membedakan juga seperti besarnya kapasitor, settitng curent limiter, dll. Namun
hanya MOSFET yang paling bepengaruh.
Kontroller watt yang kecil misal 350W hanya menggunakan FET IRF
P75N75 dan tidak dipararel. Kontroller 500W menggunakan FET yang dipararel 2
pada setiap channel, kontroller 8000W menggunakan FET IRF 4110 yang dipararel
6 setiap jalurnya.

6. Apa efek ketika kita menggunakan baterai yang lebih besar kapasitasnya?
Asal masih dalam tegangan yang sama itu justru lebih bagus. Misal bawannya
adalah 12V 12Ah lalu diganti 12V 20Ah. Hal ini akan menambah jarak tempuh
kendaraan dan menambah keawetan umur aki. Hanya saja bobot kendaraan akan
bertambah

7. Bagaimana cara membuat BLDC memiliki kecepatan lebih tinggi dalam watt
yang sama?
Ada 2 opsional yang bisa digunakan, Namun keduanya ini
menyebabkan nilai efisiensi berkurang.
Cara yang pertama adalah penggunaan overvoltage seperti ulasan diatas.
Komponen yang dibutuhkan ada aki/baterai tambahan untuk meningkatkan
tegangan dan yang kedua adalah kontroller yang support tegangan tersebut.

overclock speed BLDC TREKO FLASH 500W

Opsi yang kedua adalah menggunakan transmisi overdrive. Transmisi


overdriver akan membantu meningkatkan top speed, tapi dengan syarat kontroller
harus lebih besar daripada spesifikasi motor. Opsi ini alangkah baiknya melakukan
penggantian kabel 3 phase motor dengan kabel yang lebih besar/kuat dialiri amper
yang besar. Karena kontiyu amper dengan transmisi overdrive lebih besar.
8. Persepsi apa yang perlu dihindari dalam BLDC?
Hingga saat ini beberapa kesalah user dalam BLDC ada 2. Yaitu yang
pertama membalik putaran BLDC dengan mengacak kombinasi hall sensor. Yang
kedua hal konyol sering dilakukan adalah apabila BLDC tidak mau berputar sering
melakukan pengukuran tegangan yang keluar di 3 phase menggunakan multimeter.

Pengacakan kombinasi hall sensor akan menjadikan 6 peluang sebagai


berikut: 3 pola motor tidak berputar / ngancing, 1 pola motor akan berputar
mundur dengan kasar, 1 pola motor berputar muncur dengan speed yang tinggi,
dan 1 pola motor berputar maju dengan lembut. Bebepara user sering mengira
bahwa yang beputar mundur dengan speed yang tinggi itu adalah cara membalik
putara BLDC, ini salah! Karena apabila diukur amper yang mengalir sangat tinggi
dan apabila diaplikasikan akan riskan merusak kontroller.
Pengukuran tegangan pada 3 phase motor dengan multimeter ketika
motor BLDC tidak mau berputar juga merupakan hal konyol yang sia-sia karena
sudah pasti tidak muncul tegangan. Ketika motor BLDC berputar pun 3 phase
motor akan mengeluarkan tegangan yang bergantian dari + dan secara cepat,
sehingga

hanya

efektif

diukur

dengan

osiloscop.

Persepsi yang harus diketahui berikutnya adalah: apabila melakukan


inovasi membuat kendaraan listrik rakitan pastikan ilmu di bidang elektronika dan
mekanika mumpuni, minimal mengetahui konsep dasar Arus dan Volt, dan
karakteristik Baterai. Seara mekanik minimal mengetahui sistem kaki-kaki, Front
Whell Aligment, dan kekuatan material. Jangan sampai menimbul ketidaktahuan
tersebut menimbulkan kerusakan / ketidak awetan sepele yang menyebabkan
kecewa

dalam

dunia

per-molisan.

Semakin kecil konsumsi arus maka semakin awet baterai

9. Bagaimana cara membalik putaran motor BLDC?


Beberapa kontroller memang sudah ada fitur untuk maju dan mundur. Inti dari
membalik putaran BLDC adalah pada permainan pola output 3 phase motor,
bagaimana supaya + berubah menjadi dan begitupula sebaliknya. Detail
bagaimana caranya bisa lihat disini: cara membalik putaranBLDC

Skema pada IC 7404

10. Apakah

bisa

kita

merakit

membuat

kontroller

BLDC

dengan

mikrokontroller?
Bisa, mikrokontroller yang digunakan bisa ATMEGA 8, 16, atau 32 atau lebih
khususnya bisa pakai IC motorola BLDC driver. Hanya saja kualitas kontroller

buatan sendiri tidak sebagus buatan pabrikan, sangat terasa perbedaannya ketika
dalam posisi awalan start. Kontroller buatan sendiri terkadang masih banyak error.

kontroller rakitan

11. Apakah mungkin kita membuat motor BLDC sendiri?


Cukup dengan meniru BLDC yang sudah ada sudah pasti kita bisa mendesain
motor BLDC sendiri dan dengan watt yang kita inginkan. Cukup menyediakan
magnet permanen, besi lunak sebagai angker kumparan, kawat email, dan dudukan
hub motor. Dan tentunya sebuah bengkel produksi yang mumpuni.
12. Apabila kita ingin membuat kendaraan rakitan sendiri bagaimana
menentukan spesifikasi motor BLDC yang ingin kita gunakan?
2 faktor yang harus diperhatikan: yaitu top speed yang kita inginkan dan yang
kedua

bobot

kendaraan

kita.

untuk kecepatan 40km/jam kita dapat gunakan motor BLDC 500W. Untuk
kecepatan 55-60km/jam kita dapat gunakan motor BLDC 1KW atau 2KW. Untuk
kecepatan

65-75km/jam

bisa

kita

gunakan

motor

BLDC

3KW.

Sedangkan mengenai bobot dapat kita gunakan rumus 100Kg/motor: untuk 1


Motor BLDC menopang 100Kg beban.

13. Bagaimana membuat motor BLDC sekaligus menjadi altenator pengisian


untuk baterai?
Bisa, tidak perlu repot karena beberapa kontroller sudah ada fitur KERS (kinetic
energy recovery system) atau REGEN