Anda di halaman 1dari 10

APLIKASI MEKANIKA FLUIDA DALAM INDUSTRI

Mekanika Fluida Pada Pesawat Terbang


Pesawat terbang sangat membantu kita dalam kehidupan saat ini. Jaman dahulu
kala orang susah bertemu satu sama lain di Negara atau jarak yang jauh. Pesawat
membuat hubungan antar Negara semakin baik. Sejak pertama dibuat, sudah banyak
perkembangan model pesawat terbang sampai saat ini. Perkembangan itu dibuat
mengikuti perkembangan kebutuhan jamannya. Pada perkembangan pesawat terbang,
selalu dibuat solusi untuk pengurangan gaya tahan (drag) yang ditandai dengan
pengurangan koefisien gaya tahan, adalah cara yang paling efisien untuk
meningkatkan efisiensi bahan bakar. Kebutuhan untuk mengetahui koefisien itu
sangat penting pada kehidupan sekarang ini. Untuk mempercepat rekayasa industry
untuk kehidupan yang lebih efektif dan efisien. Dalam mencari koefisien ini, dapat
digunakan pemodelan pada terowongan. Namun solusi itu akan memakan banyak
biaya, maka dibuatlah sebuah program, yaitu CFD, yaitu program yang
memanfaatkan komputasi dan simulasi numeric untuk mendapatkan koefisien dengan
nilai yang dapat dipertanggungjawabkan dan menghemat biaya.
Objective
1. Dimensional Analysis
Analisa Dimensional yang lumrah dipakai adalah pemodelan dalam skala kecil
untuk mendapatkan datan yang diperlukan untuk mendapatkan koefisien untuk
meningkatkan mutu dan efisiensi dari misalnya bahan bakar pesawat yang
terpengaruh oleh drag dari pesawat. Analisa dimensional juga diperlukan untuk
mencari bilangan reynold dan bilangan lainnya yang tidak memiliki dimensi.

2. External Viscous Flow


Gaya luar yang bekerja umumnya adalah gaya Lift dan Drag.
1

Gaya luar yang terdapat pada pesawat ada berbagai macam, misalnya drag dan
lift (gaya angkat). Pesawat terbang dirancang sedemikian rupa sehingga hambatan
udaranya sekecil mungkin. Pesawat pada saat terbang akan menghadapi beberapa
hambatan, diantaranya hambatan udara, hambatan karena berat badan pesawat itu
sendiri, dan hambatan pada saat menabrak awan.
Setelah dilakukan perhitungan dan rancangan yang akurat dan teliti, langkah
selanjutnya adalah pemilihan mesin penggerak pesawat yang mampu mengangkat
dan mendorong badan pesawat. Suatu benda yang terbenam dalam fluida yang
bergerak, atau sebaliknya benda tersebut bergerak terhadap fluida yang diam,
mengalami suatu gaya. Gaya-gaya yang bekerja pada benda tersebut seringkali
disebut sebagai gaya-gaya terodinamika. Dalam semua kasus termodinamika, gayagaya terodinamika yang bekerja pada benda berasal hanya dari dua sumber dasar
ialah distribusi tekanan dan tegangan geser pada permukaan benda.

Berikut ini hal-hal yang mendefinisikan gaya-gaya tersebut dalam sebuah


penerbangan yang lurus dan datar, tidak berakselerasi (stright and level,
unaccelerated):
a. Thrust adalah gaya dorong, yang dihasilkan oleh mesin (powerplant)/balingbaling. Gaya ini kebalikan dari gaya tahan (drag).
b. Drag adalah gaya ke belakang, menarik mundur, dan disebabkan oleh gangg
uan aliran udara oleh sayap, fuselage, dan objek-objek
lain. Drag kebalikan dari thrust, dan beraksi kebelakang paralel dengan arah
angin relatif (relative wind).
c. Weight (gaya berat) adalah kombinasi berat dari muatanpesawat itu sendiri,
awak pesawat, bahan bakar, dan kargo atau bagasi. Weight menarik pesawat
ke bawah karena gaya gravitasi. Weight melawan lift (gaya angkat) dan
beraksi secara vertikal ke bawah melalui center of gravity dari pesawat.
d. Lift (gaya angkat) melawan gaya dari weight, dan dihasilkan oleh efek
dinamis dari udara yang beraksi di sayap, dan beraksi tegak lurus pada arah
penerbangan melalui center of lift dari sayap.

Udara akan mengalir melewati bagian atas sayap dan bagian bawah sayap.
Sebenarnya bukan udara yang mengalir melewati sayap pesawat, tapi sayap
pesawatlah yang maju menembus udara. Tapi kita akan mengasumsikan aliran ini
dengan gambar sayap yang diam. Dengan bentuk yang melengkung di atas, maka
aliran udara di atas sayap membutuhkan jaraky ang lebih panjang dan membuatnya
mengalir lebih cepat dibandingkan dengan aliran udara di bawah sayap pesawat.

Karena kecepatan udara yang lebih cepat di atas sayap, maka tekanannya akan lebih
rendah dibandingkan dengan tekanan udara yang mengalir di bawah sayap.
Tekanan di bawah sayap yang lebih besar akan mengangkat sayap pesawat dan
disebut gaya angkat/lift.

Gambar Penampang Sayap 2


Jika kecepatannya turun maka liftnya akan berkurang dan pesawat akan jatuh,
dalam ilmu penerbangan disebut stall. Kecepatan minimum ini disebut Stall Speed.
Jika kecepatan pesawat melebihi rancangannya maka juga akan terjadi stall yang
dinamakan high speed stall.
Terbang straight dan level (lurus dan datar) dapat dipertahankan mulai dari
terbang dengan kecepatan rendah sampai dengan kecepatan tinggi. Penerbang harus
mengatur angle of attack dan thrust dalam semua jangkauan kecepatan (speed regim)
jika pesawat harus ditahan di ketinggian tertentu (level flight).
Lift dan drag yang tersedia pada bermacam-macam kecepatan pada saat
pesawat terbang datar dan tidak berakselerasi, proporsi CL (Coefficient of Lift) dan
CD (Coefficient of Drag) dapat dihitung pada setiap angle of attack tertentu. Hasil
plotting untuk rasio lift/drag (L/D) pada angle of attack tertentu menunjukkan bahwa
L/D bertambah ke maksimum kemudian berkurang pada koefisien lift dan angle of
attack yang lebih besar seperti terlihat pada gambar. Perhatikan bahwa maksimum
rasio lift/drag (L/D max) terjadi pada angle of attack dan koefisien yang tertentu. Jika
pesawat beroperasi pada penerbangan yang stabil pada L/D max, maka total drag
adalah minimum. Angle of attack apapun yang lebih kecil atau lebih besar dari yang

ada di L/D max akan mengurangi rasio lift/drag dan konsekwensinya menambah total
drag dari gaya angkat yang diberikan pada pesawat.

Gambar Angle of Attack, Degrees


Gaya angkat pada suatu permukaan sayap akan terjadi jika terdapat perbedaan
tekanan antara permukaan atas dan bawah. Perbedaan ini akan terjadi sepanjang span,
kecuali pada ujung sayap. Pada ujung sayap ini akan terjadi proses ekualisasi tekanan
sehingga aliran udara mengalami rotasi di sekitar ujung sayap. Dengan demikian
secara efektif, aliran di sekitar sayap adalah aliran 3D. Rotasi pada ujung sayap ini
disebut wing tip vortex, yang seiring dengan gerak maju pesawat, wing tip vortex
akan bergerak ke belakang sayap sekaligus ke bawah. Vortex ini akan mempengaruhi
sayap dalam artian mengimbas ke bawah komponen kecepatan aliran di sekitar sayap
tersebut. Kecepatan imbas ke bawah ini disebut downwash.

Gambar Ilustrasi downwash


Dengan adanya downwash dan V, maka akan ada sudut serang lokal yang
lebih rendah daripada sudut serang geometrik.

Gambar Akibat Downwash


Karakteristik yang makin membedakan airfoil dengan sayap adalah sudut
serang efektif yang bergantung pada distribusi downwash sepanjang span.
Sementara itu, downwash itu sendiri bergantung pada distribusi lift sepanjang span.
Besarnya lift per unit span sendiri bervariasi sebagai fungsi dari jarak pada sayap,
karena:
a. Panjang chord yang bervariasi sepanjang span sayap.
b. Sayap bisa saja dipuntir untuk mendapatkan sudut serang yang berbeda pada
tiap airfoilnya.
c. Bentuk airfoil yang bisa saja berbeda sepanjang span.

Gelombang Kejut (Shock Wave )


1. Pengertian Gelombang Kejut
Gelombang kejut adalah gelombang dari sebuah aliran yang sangat cepat
dikarenakan kenaikan tekanan, temperature, dan densitas secara mendadak pada
waktu bersamaan. Seperti gelombang pada umumnya shock wave juga membawa
energi dan dapat menyebar melalui medium padat, cair ataupun gas.
Gelombang kejut terjadi diakibatkan karena kecepatan sumber bunyi lebih
cepat dari pada kecepatan bunyi itu sendiri. Suatu benda, misal pesawat terbang
menembus udara dengan kecepatan beberapa ratus km/jam. Kecepatan cukup rendah
ini memungkinkan molekul-molekul udara tetap stabil ketika harus menyibak
memberi jalan pesawat terbang. Namun, ketika kecepatan pesawat menjadi
sebanding dengan kecepatan molekul-molekul, molekul-molekul

tersebut

tidak

sempat menghindar dan bertumpuk di tepi-tepi depan pesawat dan terdorong


bersamanya.

Gambar gelombang subsonik (a) sumber bunyi diam (b) sumber bunyi bergerak; (c) g
elombang kejut dengan kecepatan supersonik
Penumpukan udara bertekanan secara cepat ini menghasilkan kejutan udara
atau gelombang kejut, yang berwujud dentuman keras. Gelombang bunyi tersebut
memancar ke segala arah dan dapat terdengar sebagai sebuah ledakan oleh orangorang dibawah sana. Dentuman keras tersebut disebut dengan istilah Sonic Boom.
7

Sonic Boom ini memiliki energi yang cukup besar yang mampu memecahkan gelas
kaca dan jendela.
2. Kecepatan Suara
Seperti yang kita tahu bahwa kecepatan suara tergantung dari renggangan dan
kepadatan materinya. Secara garis besar, dalam suatu medium (bukan hanya udara)
kecepatan suara ditentukan dengan persamaan :
c = E/r
Dimana:
c = kecepatan suara dalam suatu medium (m/s)
E = Modulus Young (modulus elastisitas) (N/m2)
r = massa jenis medium ( kg/m3)
Persamaan (1) tersebut menunjukkan semakin tinggi kepadatan udara, maka
semakin kecil kecepatan suaranya. Suara akan merambat lebih cepat di udara hangat
bila dibandingkan dengan udara dingin, karena semakin tinggi tekanan, semakin
tinggi pula kepadatan udara, dan hal ini biasanya terjadi pada tempat yang bersuhu
rendah atau tempat tinggi. Karena itu dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk
gelombang suara untuk mencapai suatu titik tertentu. Itu sebabnya pesawat
supersonik beroperasi paling baik di ketinggian sangat tinggi yang dingin, karena
mereka tidak perlu melaju terlalu kencang untuk melampaui kecepatan bunyi. Pada
ketinggian 9 km di atas permukaan laut, udara cukup dingin dan tipis sehingga
kecepatan bunyi hanya 1100 km/jam.
3. Bilangan Mach
Perbandingan antara kecepatan sumber bunyi dengan kecepatan suara didefinisi
kan sebagai bilangan Mach (M) yang ditujukan untuk memberikan parameter kecepat
an suatu benda terhadap kecepatan suara yang dilaluinya, dan dirumuskan sebagai ber
ikut:
M = v/c

Dimana:

M = bilangan Mach
v = kecepatan benda ( m/s)
c = kecepatan suara dalam medium tertentu (m/s)
Bila kita mengambil contoh dari penjelasan di atas, maka bila diasumsikan
kecepatan pesawat tetap dan kecepatan suara semakin kecil, maka bilangan Mach
akan semakin besar sehingga memungkinkan pesawat tersebut melaju dengan
kecepatan supersonik lebih cepat daripada bila bergerak pada ketinggian 2 km dengan
kecepatan suara sebesar 1211 km.

Gambar cara menentukan bilangan Mach dengan metode Mach Angel

REFERENSI
9

http://tendylesmana1993.blogspot.com/2013/05/mekanika-fluida-pada-pesawatterbang.html

10