Anda di halaman 1dari 11

DIFRAKSI SINAR X dan BAHAYA SINAR X

Nama

: Novia Rizki Nurlaily

NIM

:201310410311049

Jurusan

: Farmasi

Fakultas

: Ilmu Kesehatan

Tahun Ajaran 2013-2014


Universitas Muhammadiyah Malang

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala berkat, rahmat, taufik, serta
hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
dengan judul difraksi sinar X
Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Makalah ini merupakan materi dasar dalam ilmu farmasi di fakultas ilmu kesehatan
Universitas Muhammadiyah Malang.
Akhirnya saya menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam
penulisan makalah ini,dan saya meminta maaf bila ada kesalahan kata dalam pembuatan
makalah ini maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para
pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Malang 19 Agustus 2013

penyusun

A.Pendahuluan
Sinar-X merupakan jenis radiasi yang paling banyak ditemukan dalam kegiatan
sehari-hari. Semua sinar-X di bumi ini dibuat oleh manusia dengan menggunakan peralatan
listrik tegangan tinggi. Alat pembangkit sinar-X dapat dinyalakan dan dimatikan. Jika
tegangan tinggi dimatikan, maka tidak akan ada lagi radiasi. Sinar-X dapat menembus bahan,
misalnya jaringan tubuh, air, kayu atau besi, karena sinar-X mempunyai panjang gelombang
yang sangat pendek. Sinar-X hanya dapat ditahan secara efektif oleh bahan yang mempunyai
kerapatan
tinggi,
misalnya
timah
hitam
(Pb)
atau
beton.
Sinar-X atau sinar Rntgen adalah salah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik
dengan panjang gelombang berkisar antara 10 nanometer ke 100 pikometer (mirip dengan
frekuensi dalam jangka 30 PHz to 60 EHz). Sinar-X umumnya digunakan dalam diagnosis
gambar medis dan Kristalografi sinar-X. Sinar-X adalah bentuk dari radiasi ion dan dapat
berbahaya.
Manfaat Sinar X
Pengobatan
Sinar-X lembut digunakan untuk mengambil gambar foto yang dikenal sebagai radiograf.
Sinar-X bisa menembus tubuh manusia tetapi diserap oleh bagian yang lebih padat seperti
tulang. Gambar foto sinar-X digunakan untuk memperlihatkan kecacatan tulang, mengdeteksi
tulang yang patah dan memperlihatkan keadaan organ-organ dalam tubuh.
Sinar-X keras digunakan untuk memusnahkan sel-sel kanker. Cara ini dikenal sebagai
radioterapi.
Perindustrian
Dalam bidang perindustrian, sinar-X digunakan untuk :
mengetahui kecacatan dalam struktur binaan atau bagian-bagian dalam mesin dan engine.
memperbaiki rekahan dalam pipa logam, dinding konkrit dan tekanan tinggi.
memeriksa retakan dalam struktur plastik dan getah.
Penyelidikan
Sinar-X digunakan untuk menyelidik struktur hablur dan jarak pemisahan antara atom-atom
dalam suatu bahan hablur.

B.Isi
Difraksi Sinar-X
Difraksi sinar-X merupakan teknik yang digunakan untuk menganalisis padatan
kristalin. Sinar-X merupakan radiasi gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang
sekitar 1 , berada di antara panjang gelombang sinar gama () dan sinar ultraviolet. Sinar-X
dihasilkan jika elektron berkecepatan tinggi menumbuk suatu logam target (Gambar 1).

Gambar 1 :Pembentukan sinar-X.


Elektron berkecepatan tinggi yang mengenai elektron pada orbital 1s akan
menyebabkan elektron tereksitasi menyebabkan kekosongan () pada orbital 1s tersebut,
dengan adanya pengisian elektron pada orbital kosong tersebut dari orbital yang lebih tinggi
energinya akan memberikan pancaran sinar-X.
Sinar-X yang diperoleh memberikan intensitas puncak tertentu yang bergantung pada
kebolehjadian transisi elektron yang terjadi. Transisi K lebih mungkin terjadi dan memiliki
intensitas yang lebih tinggi daripada transisi K, sehingga radiasi K yang digunakan untuk
keperluan difraksi sinar-X. Sinar-X juga dapat dihasilkan oleh proses perlambatan elektron
pada saat menembus logam sasaran. Proses perlambatan ini menghasilkan sinar-X yang biasa
disebut sebagai radiasi putih. Hasil dari semua proses tadi untuk logam tertentu adalah
spektrum khas sinar-X, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. Terdapat bentuk dasar yang
terbentuk oleh radiasi putih dan puncak khas tajam yang bergantung pada kuantisasi transisi
elektron.

Gambar 2.

Spektrum panjang gelombang sinar-X pada logam.

Terdapat beberapa jenis pancaran panjang gelombang yang dihasilkan dengan


intensitas yang berbeda, dimana panjang gelombang K1 memiliki intensitas yang lebih
tinggi, sehingga digunakan dalam difraksi sinar-X.
Sinar-X yang monokromatis sangat diperlukan dalam suatu eksperimen difraksi sinarX. Untuk tujuan itu salah satunya dapat digunakan filter, yang secara selektif meneruskan
panjang gelombang yang ingin digunakan. Untuk sinar-X dari tabung tembaga, biasanya
digunakan lembaran nikel sebagai filter. Nikel sangat efektif dalam meneruskan radiasi Cu
K, karena radiasi Cu K memiliki cukup energi untuk mengionisasi elektron 1s Nikel,
sedangkan radiasi Cu K tidak cukup untuk mengionisasi. Dengan demikian, lembaran nikel
tersebut akan mengabsorpsi semua panjang gelombang termasuk radiasi putih, kecuali radiasi
Cu K.
Hukum Bragg
Suatu kristal memiliki susunan atom yang tersusun secara teratur dan berulang,
memiliki jarak antar atom yang ordenya sama dengan panjang gelombang sinar-X.
Akibatnya, bila seberkas sinar-X ditembakkan pada suatu material kristalin maka sinar
tersebut akan menghasilkan pola difraksi khas. Pola difraksi yang dihasilkan sesuai dengan
susunan atom pada kristal tersebut.
Menurut pendekatan Bragg, kristal dapat dipandang terdiri atas bidang-bidang datar
(kisi kristal) yang masing-masing berfungsi sebagai cermin semi transparan. Jika sinar-X
ditembakkan pada tumpukan bidang datar tersebut, maka beberapa akan dipantulkan oleh
bidang tersebut dengan sudut pantul yang sama dengan sudut datangnya, seperti yang
diilustrasikan dalam Gambar 3, sedangkan sisanya akan diteruskan menembus bidang.
Perumusan secara matematik dapat dikemukakan dengan menghubungkan panjang
gelombang sinar-X, jarak antar bidang dalam kristal, dan sudut difraksi:
n = 2d sin (Persamaan Bragg)
adalah panjang gelombang sinar-X, d adalah jarak antar kisi kristal, adalah sudut datang
sinar, dan n = 1, 2, 3, dan seterusnya adalah orde difraksi. Persamaan Bragg tersebut
digunakan untuk menentukan parameter sel kristal. Sedangkan untuk menentukan struktur
kristal, dengan menggunakan metoda komputasi kristalografik, data intensitas digunakan
untuk menentukan posisi-posisi atomnya.

Gambar 3. Pemantulan berkas sinar-X monokromatis oleh dua bidang kisi dalam kristal,
dengan sudut sebesar dan jarak antara bidang kisi sebesar dhkl

Difraksi Sinar-X Serbuk


Salah satu teknik yang digunakan untuk menentukan struktur suatu padatan kristalin,
adalah metoda difraksi sinar-X serbuk (X-ray powder diffraction). Sampel berupa serbuk
padatan kristalin yang memiliki sejumlah besar kristal kecil dengan diameter butiran
kristalnya sekitar 10-7 10-4 m ditempatkan pada suatu plat kaca dalam difraktometer seperti
terlihat pada Gambar 4.

Gambar 4 .Skema difraktometer sinar-X serbuk. Tabung sinar-X akan mengeluarkan


sinar-X yang yang difokuskan sehingga mengenai sampel oleh pemfokus, detektor akan
bergerak sepanjang lintasannya, untuk merekam pola difraksi sinar-X.
Pola difraksi yang dihasilkan berupa deretan puncak-puncak difraksi dengan
intensitas relatif yang bervariasi sepanjang nilai 2 tertentu. Besarnya intensitas relatif
puncak dari deretan puncak tersebut bergantung pada jumlah atom atau ion yang ada, dan
distribusinya di dalam sel satuan material tersebut. Pola difraksi setiap padatan kristalin khas,
yang bergantung pada kisi kristal, unit parameter, dan panjang gelombang sinar-X yang
digunakan. Dengan demikian, sangat kecil kemungkinan dihasilkan pola difraksi yang sama
untuk suatu padatan kristalin yang berbeda.

Gambar 5. Pola Difraksi Sinar-X Serbuk


Metode Le Bail
Pada pola difraksi sinar-X serbuk sering terjadi adanya overlap pada puncak difraksi
terutama pada nilai 2 yang tinggi. Dengan adanya overlap tersebut menyebabkan sulitnya
pemisahan intensitas dari tiap-tiap pemantulan sinar, sehingga penentuan struktur sukar
dilakukan. Namun, dengan metoda Rietveld, kini dimungkinkan untuk menentukan struktur
kristal, terutama untuk struktur yang relatif sederhana, dari data difraksi serbuk.
Sebagai langkah awal penggunaan metoda Rietveld, sering digunakan metoda Le Bail. Pada
metode Le Bail, intensitas dari berbagai puncak difraksi dihitung dengan hanya menggunakan
parameter sel satuan dan parameter yang mendefinisikan puncak. Dari analisis Le Bail akan
didapatkan parameter sel dan plot Le Bail mirip plot Rietveld.

Gambar 6. Hasil Refinement Pola Difraksi Sinar-X Serbuk Menggunakan Metode Le Bail
Dengan Menggunakan Program Rietica.
Bahaya Sinar X
Pancaran sinar-x dapat diperolehi daripada sejenis alat elektronik yang
dinamakan tiub x-ray. Daripada kajian ahli sains didapati sinar-x mempunyai sifat-

sifat tertentu yang dapat dibagi kepada sifat biasa dan sifat khas.
Sifat biasa sinar X bergerak laju dan lurus. Tidak boleh Fokus oleh kanta atau
cermin dipesong oleh medan magnet sekitar arah tertuju yang dilaluinya. Sifat khas
menembusi jirim padat. Kesan pendarcahaya memberikan kesan cahaya kepada
sebatian kimia seperti zink sulfida, kalsium tungstat dan barium platinosiamida.
Kesan pengion alur sinar X yang melintas melalui gas memindahkan tenaganya
kepada molekul-molekul yang akan seterusnya akan berpecah kepada titik yang
berkas negatif. Kesan biologi sinar X bertindak dengan tisu hidup yang berada dalam
tubuh.
Istilah mutasi pertama kali digunakan oleh Hugo de vries, untuk
mengemukakan adanya perubahan fenotipe yang mendadak pada bunga Oenothera
lamarckiana dan bersifat menurun. Ternyata perubahan tersebut terjadi karena adanya
penyimpangan dari kromosomnya.
Penelitian ilmiah tentang mutasi dilakukan pula oleh Morgan (1910) dengan
menggunakan Drosophila melanogaster (lalat buah). Akhirnya murid Morgan yang
bernama Herman Yoseph Muller (1890-19450) berhasil dalam percobaannya terhadap
lalat buah,yaitu menemukan mutasi buatan dengan menggunakan sinar X. Muller
berpendapat bahwa mutasi pada sel somatik tidak membawa perubahan, sedangkan
mutasi pada sel-sel generatif atau gamet kebanyakan letal dan membawa kematian
sebelum atau segera sesudah lahir. Selanjutnya pada tahun 1927 dapat diketahui
bahwa sinar X dapat menyebabkan gen mengalami ionisasi sehingga sifatnya menjadi
labil.
Akhirnya , mutasi buatan dilaksanakan pula dengan pemotongan daun atau
penyisipan DNA pada organisme-organisme yang kita inginkan. Peristiwa terjadinya
mutasi disebut mutagenesis. Makhluk hidup yang mengalami mutasi disebut mutan
dan faktor penyebab mutasi disebut mutagen (mutagenik agent). Mutasi jarang terjadi
secara alami dan jika terjadi biasanya merugikan bagi makhluk hidup mutannya.

Penutup
A.Kesimpulan
Dari makalah di atas dapat disimpulkan bahwa:
1.Banyak macam difraksi sinar X dengan menggunakan hukum bragg yang menyebabkan
radiasi sedangkan Difraksi Sinar X serbuk diatur oleh metode Le Bail.
2.Sinar X dapat menyebabkan radiasi yang berakibat fatal karena dapat menyebabkan mutasi
pada makhluk hidup.contohnya : manusia yang berlebihan terkena sinar X maka resiko
terkena tumor lebih cepat karena adanya mutasi di dalam tubuh.
B.Saran
Sebaiknya penggunaan sinar X untuk kesehatan di batasi kecuali untuk kepentingan
tertentu yang sangat di anjurkan untuk menggunakan sinar X karena jika kita berlebihan
terkena sinar X maka mutasi di dalam tubuh akan cepat terjadi.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.infobelajar.com/2013/01/pengertian-sinar-x.html
2. file:///E:/Difraksi%20Sinar-X%20-%20http%20_www.rolanrusli.com.htm
3. https://www.facebook.com/notes/kf-bumi-alam-semesta/manfaat-dan-bahaya-sinarx/179529718779007