Anda di halaman 1dari 13

WALK THROUGH SURVEY

DI PERUSAHAAN PT. MANDOM INDONESIA TBK


KELOMPOK KESELAMATAN KERJA
30 OKTOBER 2014

Disusun Oleh :
030 09 034 Athika Rodhya, S.Ked.
030 09 074 Ditra Putri Sandi, S.Ked.
030 09 127 Joos Jeffry, S.Ked.
030 09 059 Debora Indah A., S.Ked
030 09 041 Ayunda Shinta N., S.Ked.
030 09 026 Annisa Parasayu, S.Ked.
030 09 114 I. Made Setiadji, S.Ked.
030 09 056 Cynthia Ayu Permatasari, S.Ked.
030 09 101 Gamar, S.Ked.
PELATIHAN HIPERKES DAN KESEHATAN KERJA
DOKTER PERUSAHAAN

PERIODE 27 OKTOBER 3 NOVEMBER 2014BAB I


PENDAHULUAN
I. 1

LATAR BELAKANG
Ruang lingkup dari keselamatan dan kesehatan kerja meliputi pencegahan kecelakaan,

pencegahan kebakaran, pencegahan peledakan, pemasangan jalur evakuasi, pelaksanaan P3K,


manajemen APD, pemantauan lingkungan kerja, pencegahan penyakit akibat kerja,
pemantauan penerangan tempat kerja, pemantauan iklim kerja, pemasanan ventilasi,
pelaksanaan sanitasi industri dan pemeriksaan kesehatan, pelaksanaan ergonomi, K3 ankut
angkut, K3 konstruksi, K3 bongkar muat dan penempatan barang, K3 listrik dan K3 ditempat
kerja beresiko tinggi. Semua lingkup tersebut dibagi menjadi 4 sektor, yaitu keselamatan
kerja, higien industri, ergonomi, dan kesehatan kerja. Tetapi dalam makalah ini pembahasan
pembahasan akan dijabarkan sesuai permintaan panitia penyelenggara pelatihan.
I. 2

DASAR HUKUM
Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) memiliki beberapa dasar hukum

pelaksanaan. Di antaranya ialah:


1. UU No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja :
2. Permenaker No 5 Tahun 1996 Tentang Sistem Manajemen K3 :
Setiap perusahaan yang memperkerjakan seratus tenaga kerja atau lebih dan atau yang
mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan
produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran,
pencemaran lingkungan dan penyakit akibat kerja (PAK).
3. Permenaker No 4 Tahun 1987 Tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (P2K3) :
Tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus memperkerjakan 100 orang atau lebih.
Tempat kerja dimana pengusaha memperkerjakan kurang dari seratus orang tetapi
menggunakan bahan, proses dan instalasi yang memiliki resiko besar akan terjadinya
peledakan, kebakaran, keracunan dan pencemaran radioaktif.
I. 3

PROFIL PERUSAHAAN
Nama Perusahaan
: PT. MANDOM INDONESIA Tbk
Bidang
: Bergerak dibidang usaha industri kosmetika, wangiwangian, pembekalan kesehatan rumah tangga,
Alamat Kantor

toiletries dan kemasan plastik.


: Jln. Yos Sudarso By Pass, Jakarta P.O. Box 1072,

Berdiri
Commersial Operation
Go Public
Jumlah Pekerja
Dasar Hukum
o Akta Pendirian

Jakarta 14010, Indonesia.


: 5 November 1969
: 16 April 1971
: 30 September 1993
: 4000 orang
:
: oleh Notaris PSA Tampubolon, SH Akta No.09 tahun

2008, tanggal 10 Juni


o Perubahan terbaru : oleh Notaris PSA Tampubolon, SH Akta No.09 tahun

2008, tanggal 10 Juni


Perpajakan
:
o NPWP
: 01.000.614.6-092.000
o PKP
: No.PEM-320-125/PJ/2002
Ijin Operational
:
o BKPM
: No.119/T/INDUSTRI/2005
o TDP
: NO.09.01.1.24.00766

NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), PKP (Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak), BKPM
(Badan Koordinasi Penanaman Modal), TDP (Tanda Daftar Perusahaan).
PT. Mandom Indonesia Tbk adalah perusahaan penanaman modal asing, dan juga
bidang

usahanya

tidak

hanya

perdagangan

namun

bisnis

utamanya

manufacture/produsen maka untuk SIUP tidak diperlukan, cukup izin dari BKPM.

adalah

I. 4

ALUR PRODUKSI

I. 5

LANDASAN TEORI
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan standar kerja yang harus dipenuhi

oleh suatu perusahaan guna menciptakan tempat kerja yang aman, efisien dan produktif
dengan mengendalikan berbagai resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja. Ruang lingkup
K3 terdiri dari aspek tenaga kerja, sistem kerja, sarana dan prasarana perusahaan.

Sistem manajemen K3 (SMK3) wajib diterapkan oleh perusahaan di Indonesia dan


memiliki landasan hukum yang diatur dalam UUD 45 pasal 27 ayat 2, Undang-undang No.1
tahun 1970, Undang-undang No.13 tahun 2003 dan Permenaker No. 05/Men/1996.
Berbagai macam permasalahan di bidang K3 masih banyak ditemukan terutama di
negara berkembang seperti Indonesia. Masalah yang masih ditemukan antara lain kurangnya
perhatian dari semua pihak akan pentingnya keselamatan kerja, masih tingginya angka
kecelakaan kerja dan rendahnya komitmen dari pemilik dan pengelola usaha. Hal ini juga
berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan untuk dapat bersaing secara global.

Menurut perkiraan ILO (International Labour Organization), setiap tahun di seluruh


dunia 2 juta orang meninggal karena masalah akibat kerja. Dari jumlah ini, 354.000 orang
mengalami kecelakaan fatal. Disamping itu, setiap tahun ada 270 juta pekerja yang
mengalami kecelakaan akibat kerja dan 160 juta yang terkena penyakit akibat kerja. ILO
berpendapat bahwa apapun keadaan yang menimpa suatu negara, keselamatan dan kesehatan
pekerja adalah hak asasi manusia yang mendasar.

BAB II
PELAKSANAAN
II. 1

TANGGAL DAN WAKTU PENGAMATAN

Kunjungan ini dilakukan pada hari kamis, 30 Oktober 2014 pada pukul 09.00 s.d
11.30 WIB.
II. 2
LOKASI PENGAMATAN
Kunjungan ini dilakukan di PT. MANDOM INDONESIA TBK, Jln. Yos Sudarso By
Pass, Jakarta P.O. Box 1072, Jakarta 14010, Indonesia.
II. 3

DOKUMEN PENGAMATAN

Data-data yang kami peroleh dari pengamatan pada Walk Through Survey perusahaan
PT. Mandom Indonesia Tbk dibagi menjadi:
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.
J.

Mesin, Pesawat, dan Alat Kerja yang Digunakan


Bahan dan Proses Kerja Terkait K3
Landasan Kerja, SOP Kerja (Jika Memungkinkan)
Instalasi Listrik, Lift, Penangkal Petir, dsb.
Konstruksi Tempat Kerja
Sarana Penanggulangan Kebakaran
Alat Pelindung Diri
Tanggap Darurat dan Jalur Evakuasi
Kejadian Kecelakaan Kerja
Personil Keselamatan Kerja

BAB III
HASIL PENGAMATAN
Mesin, Pesawat, dan Alat Kerja yang Digunakan
Bahan dan Proses Kerja Terkait K3
Landasan Kerja, SOP Kerja (Jika Memungkinkan)
Instalasi Listrik, Lift, Penangkal Petir, dsb.
Konstruksi Tempat Kerja
a. Akses keluar-masuk ruangan aman terdiri dari
Sarana Penanggulangan Kebakaran
Dari hasil pengamatan dan wawancara dengan petugas K3 di PT Mandom, bahwa PT.
Mandom Indonesia Tbk telah mengikuti persyaratan sesuai Kepmenaker R.I. No. Kep186/MEN/1999 yang pada perusahaan diaplikasikan sebagai:
a. Perusahaan memiliki tim BALAKAR (Bantuan Sukarela Kebakaran) yang terlatih.
Tim terdiri dari tim alarm, tim APAR, tim hydran, tim evakuasi manusia, tim evakuasi
data, dan tim P3K. Tugas tim BALAKAR diberikan pelatihan untuk dapat
memadamkan api dengan cara tradisional maupun dengan menggunakan APAR.
b. Perusahaan memiliki 2 (dua) unit pintu dan tangga darurat yang sudah dilengkapi
dengan handrail.
c. Perusahaan telah memiliki sistem proteksi kebakaran yang setiap lantainya terdiri dari
2 (dua) unit APAR dan 1 (satu) unit Hydrant pada setiap lantai. Terdapat juga Sistem
Sprinklers yang berfungsi untuk mengatasi kebakaran secara otomatis bila detektor
asap menangkap sinyal kebakaran yang ditempatkan di setiap plapon ruangan.
d. Perusahaan telah secara berkala memeriksa dan melakukan uji komponen
penanggulangan kebakaran. Pemeriksaan secara berkala dilakukan setiap awal bulan.
Alat Pelindung Diri
Perusahaan telah menyediakan alat pelindung diri yang lengkap untuk setiap
karyawan sesuai dengan tempat kerjanya. Alat pelindung diri yang disediakan meliputi
pakaian, topi, masker, sepatu, helm, sarung tangan. Alat pelindung diri disediakan satu untuk
setiap karyawan yang diberikan setiap harinya sebelum mulai kerja. Berdasarkan pengamatan
yang kami lakukan di bagian packing terlihat seluruh karyawan menggunakan alat pelindung
diri lengkap, yaitu pakaian, sepatu, topi, dan masker. Pada bagian powdering masker yang
digunakan dilapisi kain untuk menyaring bubuk bedak yang mungkin terinhalasi oleh para
karyawan. Namun terdapat beberapa karyawan yang menggunakan masker secara tidak

benar, masker terlihat tidak menutupi hidung. Pada ruangan packing terdapat 4 gambar
peringatan dan petunjuk penggunaan alat pelindung diri.
Menurut perusahaan, perusahaan telah melakukan pelatihan kepada ketua kelompok
perbagian setiap bulannya untuk petunjuk penggunaan alat pelindung diri dan perusahaan
tidak melakukan pemberian denda untuk karyawan yang tidak menggunakan alat pelindung
diri.
Tanggap Darurat dan Jalur Evakuasi
Kejadian Kecelakaan Kerja
Personil Keselamatan Kerja

BAB IV
PEMECAHAN MASALAH
A. A
B. B
C. C

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
B. SARAN

BAB VI
PENUTUP
A. A
B. B
C. C