Anda di halaman 1dari 14

OPERATIONS MANAGEMENT

MANAJEMEN RANTAI PASOK IKEA

OLEH :
ZULFINA AGUSTIN
15/391867/PEK/21313

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2016

I. ABSTRAK
1

Semakin berkembangnya zaman dan peradaban manusia, manusia semakin berarsitektur.


Manusia semakin menyadari pentingnya hunian tempat ia berada. Karena rumah/ hunian bukan
hanya sebuah bangunan (struktural), melainkan juga tempat kediaman yang memenuhi syaratsyarat kehidupan yang layak, dipandang dari berbagai segi kehidupan masyarakat. Tak jarang
bahwa rumah (bangunan fisik), penataan serta isi dari tempat tinggal dinilai sebagai representasi
seseorang baik secara ekonomi maupun sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal ini tentunya memunculkan permintaan pasar akan perabot rumah tangga dan furnitur
rumah. Melihat hal tersebut, banyak produsen penyedia barang dan jasa furnitur yang
bermunculan. Dari mulai furnitur yang bersifat customize hingga furnitur yang sifatnya masal
(Mass Production). Dalam industri tersebut munculah sebuah nama perusahaan yang cukup
terkemuka di dunia, yaitu IKEA. IKEA merupakan perusahaan multinasional retail perabotan dan
aksesoris rumah tangga terbesar di dunia.
Peminat dari produk-produk IKEA ini sungguh tinggi. Terbukti dengan setiap pembukaan
toko baru, IKEA selalu dipenuhi oleh para konsumen. Bahkan tidak jarang toko tersebut
dikunjungi oleh konsumen dari negara lain. Seperti yang terjadi di Indonesia, saat awal
kemunculan IKEA dipenghujung tahun 2014 lalu. Harga produk di IKEA diyakini murah namun
kualitas barang yang diberikan begitu bagus, berbeda dengan produk-produk yg disediakan oleh
perusahaan lain. Melihat fakta bahwa IKEA merupakan retailer furniture terbesar di dunia, maka
tentunya ketercapaian hal ini berkaitan dengan manajemen operasional yang dilakukan oleh
IKEA.
Setelah dilakukan penelitian yang berkaitan dengan manajemen operasional IKEA,
ditemukan hal-hal berikut : dalam kegiatan operasional yang yang dilakukan oleh IKEA, rupanya
IKEA melakukan terobosan terhadap Supply Chain Management (Manajemen rantai pasokan),
seperti yang dikatakan oleh Heinder dan Reizer (2014) manajemen rantai pasokan ialah
menggambarkan koordinasi dari keseluruhan kegiatan rantai pasokan, dimulai dari bahan baku
dan diakhiri dengan pelanggan yang puas (p.499). Dimulai dari taktik pengalihdayaan produksi
barang kepada banyak pemasok yang berada di 47 negara, pengemasan produk yang
menggunakan metode flat packing, desain produk dengan mempertimbangan 5 dimensi yang
IKEA sebut Democratic Design, sistem pengaturan maksimum/minimum pada gudangnya,
serta penerapan strategi inventory cost-per-touch dalam penyampaian produk kepada
konsumennya.

II. PENDAHULUAN
2

Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan manusia semakin berkembang. Manusia


semakin berarsitektur, semakin menyadari akan perlunya hunian yang nyaman. Berkembangnya
zaman menjadikan hunian bukan hanya sebagai tempat tinggal saja, melainkan sebagai sebuah
media representasi keadan sosial dan ekonomi seseorang, seperti yang dikatakan Rumah sebagai
penunjang identitas keluarga (identity) yang diwujudkan pada kualitas hunian atau perlindungan
yang diberikan oleh rumah (Dellyani, 2013, chap. Definisi dan Fungsi Rumah Tinggal). Secara
lebih mendalam, hunian bukan hanya bangunan fisik melainkan interior dan perabotan yang ada
di dalamnya.
Pemahaman masyarakat akan hal ini kini semakin kuat, ini menimbulkan munculnya
banyak permintaan yang berkenaan dengan furniture dan alat perabot rumah tangga terutama bagi
masyarakat kalangan menengah atas. Para pelaku bisnis menyadari akan peluang tersebut, maka
dalam perkembangannya kini bisnis furniture, interior dan perabot rumah semakin menjamur.
Dari sekian banyak pelaku bisnis dibidang ini, muncul nama IKEA. IKEA merupakan
perusahaan retail furniture dan perabot rumah tangga terbesar di dunia yang berasal dari negara
Swedia, dengan cabang 328 toko yang tersebar di 43 negara menjadikan IKEA mudah dijangkau
oleh seluruh penduduk di dunia. Perusahaan ini didirikan oleh Ingvar Kamprad pada tahun 1943.
Nama IKEA merupakan singkatan dari nama pendirinya, Ingvar Kamprad, yang lahir di Elmtaryd
desa Agunnarydola.
Awalnya IKEA hanya merupakan retailer yang menjual berbagai barang seperti pulpen,
dompet, bingkai foto, hingga jam tangan. Namun di tahun 1947, IKEA mulai mejual perabot
rumah tangga dan pada tahun 1955, IKEA memproduksi dan merancang sendiri produknya.
Mulanya penjualan dilakukan melalui pos, namun seiring meningkatnya jumlah permintaan
terhadap produk IKEA maka di bukalah sebuah toko di Almhult (Swedia). Tahun 1963, IKEA
mulai mendirikan toko di luar Swedia. Mulai tahun 1997, IKEA terus meningkatkan jumlah toko
nya di seluruh dunia.
IKEA memiliki lebih dari 590 juta pengunjung dalam setiap tahunnya. Peningkatan
penjualan pun terus meningkat setiap tahunnya. IKEA mendesain produknya sendiri yang dimana

memiliki 1220 pemasok di 47 negara. IKEA juga memiliki 31 kantor layanan penjualan di 26
negara, sehingga produksinya dapat terus termonitor, harga terkontrol, dan kualitas tetap terjamin.
IKEA memiliki rantai pasok global yang bertumbuh seiring dengan bertumbuhnya penjualan
produk di seluruh negara.
Dilihat dari sistem rantai pasok yang dimiliki IKEA, bahwa seperti yang telah disebutkan
sebelumnya jumlah pemasok IKEA cukup banyak dan tersebar diseluruh penjuru dunia. IKEA
selalu berhubungan baik dengan para pemasoknya baik pemasok material maupun pemasok
produk. Hampir disetiap negara tempat toko IKEA berada, memiliki pemasoknya sendiri sehingga
hal ini mampu mengurangi biaya operasional yang tentunya berdampak pada harga jual barang.
Disamping itu, IKEA memberikan kesempatan bagi perusahaan lokal untuk melakukan kerjasama
dengan IKEA dengan melakukan kontrak dalam jangka panjang, serta memberikan pemahaman
mengenai visi IKEA, hal tersebut diimplementasikan dengan pencarian pengusaha lokal yang
dapat membuat perubahan, berkontribusi dengan inovasi, memiliki solusi cerdas, kompetensi dan
manajemen yang kuat serta kemampuan produksi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik
bagi banyak orang.
Fakta unik dari kemunculan IKEA adalah, bahwa banyak konsumen yang rela untuk
melakukan perjalanan keluar negaranya dengan alasan hanya untuk mencari gerai IKEA. Terbukti
dengan kemunculan IKEA di tahun 2014 lalu di Indonesia, tidak sedikit warga negara tetangga
yang datang untuk berbelanja seperti turis dari negara Brunei dan Filipina. Sebagai konsumen,
kita tahu bahwa tidak mudah untuk membawa satu produk IKEA dari satu negara ke negara lain
karena dimensi produk furnitur tidaklah kecil serta rentan akan kerusakann, namun hal tersebut
telah dibantah oleh IKEA dengan melakukan inovasi pengemasan yang ringkas yaitu flat
packages, menjadikan barang-barangnya mudah untuk dibawa bahkan dirakit oleh orang awam.
Efisisensi dalam kemasan yang ringkas dan relatif tipis menjadikan produk IKEA mudah dimuat
dalam truk pengangkut sehingga jumlah produk dalam proses pengangkutan dapat
dimaksimalkan, hal ini tentunya sangat mampu memangkas biaya distribusi. Flat packages

membutuhkan ruang yang lebih sedikit di gudang dan rak penyimpanan, sehingga toko-toko bisa
menyimpan stok tambahan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Penghematan yang
berhasil dilakukan IKEA untuk bahan bakar dan biaya penyimpanan digunakan untuk hal lain
yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
Dalam jurnal ini akan dibahas mengenai manajemen operasional terutama rantai pasok
IKEA, dari mulai visi IKEA, sumber rantai pasok beserta metode-metode apa saja yang
digunakan IKEA selaku retailer internasional dalam mengimplementasikan manajemen rantai
pasoknya hingga produk dapat sampai ke tangan pelanggan.

III. TEORI DAN TEMUAN DALAM PRAKTEK


Setelah melakukan analisis terhadap berbagai data yang didapatkan, maka sebelumnya
lebih dahulu akan dibahas mengenai visi dan nilai yang dimiliki IKEA hingga akhirnya menjadi
relaiter furniture yang mengglobal. Visi dan ide bisnis IKEA, yaitu Create a better everyday life
for the many people dengan ide "To offer a wide range of well designed, functional home
furnishing products at prices so low that as many people as possible will be able to afford them".
5

Hal ini lah yang kemudian menjadi kiblat IKEA dalam melakukan kegiatan bisnisnya, baik
pemasaran, perancangan produk, operasional serta perekrutan karyawan.
Namun dalam jurnal ini, kita akan membahas segi manajemen operasional yang diterapkan
IKEA. Manajemen operasional ialah aktivitas yang berhubungan dengan penciptaan barang dan
jasa melalui proses transformasi dari input ke output (Heizer dan Barry, 2014, p. 3).
Pada dasarnya, IKEA bukan hanya retailer furniture semata, melainkan juga pencipta dan
pengembang dari produk-produk yang ia jual. Dalam operasionalnya tentu saja membutuhkan
manajemen rantai pasok atau Supply Chain Management yang dimana merupakan sebuah
kegiatan operasional suatu organisasi yang bertujuan untuk mengorganisasi kegiatan dalam rantai
pasokan untuk memaksimalkan keunggulan kompetitif dan manfaat dari rantai pasokan bagi
konsumen akhir (Heizer dan Barry, 2014, p.499).
Dalam rantai pasok IKEA, terdapat pemasok yang sekaligus berkedudukan sebagai
produsen dari produk yang diciptakan sekaligus didistribusikan oleh IKEA. IKEA memiliki total
328 gerai dan 978 pemasok. IKEA menggunakan strategi rantai pasok secara pengalihdayaan
yang dimana mengalihkan kegiatan perusahaan yang secara tradisional dilakukan secara internal
ke pemasok eksternal (Heizer dan Barry, 2014, p.502). Banyak nya pemasok yang dimiliki oleh
IKEA, dikarenakan berbagai pertimbangan, yaitu:
a. Gerai IKEA yang terletak di 47 negara membutuhkan pemasok di masing-masing negara tersebut
atau yang dekat dengan gerai guna mengurangi biaya transportasi
b. Memilih pemasok yang unggul dibidangnya baik secara sumberdaya manusia, material, dan hal
hal lain yang berkaitan dengan operasional produksi
c. Dengan adanya kerjasama dengan pemasok lokal, maka akan mempermudah IKEA dalam
ekspansi bisnisnya
d. Semakin banyak pemasok, maka semakin banyak pihak yang mendukung usaha yang dilakukan
IKEA dalam merealisasikan visi nya Create a better everyday life for the many people, karena
dalam operasionalnya IKEA memiliki Code of Conduct (IWAY) yang berlaku juga bagi para
pemasok nya yang salah satu nya berisis tentang etika pemasok terhadap lingkungan

Gambar 3.1 Persebaran Pemasok dan Gerai IKEA di Dunia


Sumber: Laporan Tahunan IKEA, 2015, p. 14

KRITERIA
PEMILIHAN
PEMASOK UTAMA

STRATEGI BIAYA
RENDAH
BIAYA

STRATEGI RESPON
KAPASITAS
KECEPATAN
FLEKSIBILITAS

STRATEGI
DIFERENSIASI
KEAHLIAN
PENGEMBANGAN
PRODUK
MAU BERBAGI
INFORMASI
BERSAMA-SAMA
DAN DENGAN
CEPAT
MENGEMBANGKAN
PRODUK

Tabel 3.1 Rumusan keputusan yang berpengaruh pada manajemen rantai pasok I
Sumber : Heizer dan Render, 2014, p.501

Seperti yang tertulis dalam IWAY-nya Kami juga sangat meyakini bahwa kami bisa
menjalankan usaha yang baik sekaligus menjadi bisnis yang baik. Hal ini merupakan prasyarat
7

bagi perkembangan kami dimasa yang akan datang yang akan dicapai bersama-sama para
pemasok yang meiliki visi dan ambisi yang sama.. IKEA sangat menyadari betapa pentingnya
menjalin hubungan baik dengan pemasok. IKEA melakukan kontrak jangka panjang dengan para
pemasoknya guna efektfitas produksi, karena dengan kontrak dalam waktu jangka panjang
tentunya pemasok telah terbiasa dengan spesifikasi teknik, ritme kerja, dan jaminan terhadap
kualitas lebih terjaga. IKEA dengan berkala melakukan pengawasan terhadap para pemasoknya
guna mempertahankan kualitas dari barang yang diproduksi pemasok.

Gambar 3.2 Flat Packing IKEA

IKEA

selalu

melakukan pesanan dalam jumlah besar kepada para pemasok nya dengan tujuan menghemat
ongkos operasional. Dengan permintaan yang sekaligus besar para pemasok memberikan diskon
produksi kepada IKEA, pemasok pun diuntungkan karena order dan produksi yang banyak
tentunya mengurangi barang mentah tidak layak produksi yang merupakan resiko inventory
pemasok. Kemudian masalah yang biasanya muncul jika jumlah lot yang dikirimkan besar adalah
transportasi angkut, dengan jumlah lot yang besar tentunya alat transportasi yang digunakan harus
memiliki kapasitas angkut yang besar agar tidak terjadi repetisi pengangkutan yang terlalu
banyak. IKEA menemukan solusi guna mengatasi masalah ini, yaitu dengan menerapkan metode
8

flat packing sehingga barang-barang yang dikirimkan tidak terlalu menghabiskan ruang di dalam
box truk yang digunakan sebagai alat transportasi pengiriman.

KARAKTERISTIK
DESAIN PRODUK

STRATEGI BIAYA
RENDAH
MEMAKSIMALKAN
KINERJA
MEMINIMALKAN
BIAYA

STRATEGI RESPON
WAKTU
CEPAT
LERENG
CEPAT

PERSIAPAN
PRODUKSI

STRATEGI
DIFERENSIASI
DESAIN
MODULAR
UNTUK
MEMBANTU
DIFERENSIASI PRODUK

Tabel 3.2 Rumusan keputusan yang berpengaruh pada manajemen rantai pasok II
Sumber : Heizer dan Render, 2014, p. 501

Produk yang disediakan oleh IKEA merupakan produk massal dengan desain moduler
karena dengan desain moduler ini para pemasok mampu memaksimalkan kinerjanya serta
meminimalkan biaya, selain itu mampu mempercepat waktu pengerjaan dan mengurangi resiko
kesalahan produksi.
Dari segi produk IKEA menyediakan produk yang dimana terbentuk didasarkan oleh 5
dimensi (Democratic Design) yaitu:
a. Form (bentuk), membuat dunia menjadi indah dengan menciptakan produk yang memiliki
bentuk menarik
b. Function (fungsi), sangat diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari dan membuat hidup menjadi
mudah serta memberikan maanfaat yang berarti
c. Quality (kualitas), menciptakan barang yang tahan lama
d. Sustainability (berkelanjutan), memberikan efek positif terhadap manusia dan planet
e. Low Price (harga yang terjangkau), menciptakan produk dengan harga terjangkau sehingga
semua orang dapat membelinya
Dalam persediaannya, IKEA menggunakan settingan maksimum/minimum. menggunakan
sistem pengaturan maksimum/minimum dalam proses pengisian persediaan. Sistem ini
dikembangkan oleh IKEA dalam proses pemesanan barang kembali untuk memenuhi kebutuhan
inventori toko. Pengaturan minimum adalah jumlah minimal produk yang tersedia sebelum dapat
dipesan kembali, sedangkan pengaturan maksimum adalah jumlah maksimum produk tertentu
9

yang dipesan dalam satu waktu. Dengan sistem ini, maka IKEA dapat memenuhi permintaan
pelanggan, sementara meminimalisir resiko pemesanan produk terlalu sedikit atau terlalu banyak.
Selanjutnya manajemen rantai pasok yang dilakukan oleh IKEA agar produk sampai ke
tangan konsumen adalah menggunakan taktik Inventori Cost-Per-Touch. Metode yang dimana
pelanggan memilih dan mengambil sendiri perabot dalam kemasan langsung dari rak
penyimpanan, ibaratnya makin banyak tangan yang menyentuh produk yang dijual, makin banyak
biaya yang terkait dengan produk tersebut. Contohnya jika konsumen ingin membeli sofa.
Umumnya Sofa dipesan, dikirim dari manufaktur, dipindahkan dari truk pengiriman ke rak
penyimpanan di gudang, dipindahkan dari gudang menuju kendaraan pribadi si pelanggan, atau
dikirim oleh peritel ke rumah si pelanggan. Setiap kali sofa dikirim, dipindahkan, diangkut, akan
ada biaya-biaya yang menyertainya. Makin sedikit barang dipindahkan, makin sedikit biaya yang
terkait dengannya.

Retail

Memilih sofa

Konsumen

Manufaktur

Sofa diambil

Gudang

Sofa disimpan Retailer

Retailer

Retail

Manufaktur

Memilih sofa

Sofa diambil

Konsumen

Konsumen

Diagram 3.2 Ilustrasi proses distribusi di


IKEA

Rumah Pelanggan
Retailer/ kurir
Sofa dikirim

Sofa diterima

Konsumen

10

Diagram 3.1 Ilustrasi proses distribusi


konvensional

IKEA begitu memaksimalkan TQM (Total Quality Management) nya, yaitu mengacu
pada penekanan kualitas yang meliputi organisasi secara keseluruhan mulai dari pemasok sampai
ke pelanggan (Heizer dan Barry, 2014, p. 248). Keberhasilan dalam kualitas produk tentu saja
harus dibarengi dengan etika yang dianut oleh seluruh bagian perusahaan
Dalam Code of Conduct IKEA (IWAY) didalamnya berisi tentang kode etik bisnis.
Dibagian pendahuluan dalam IWAY dikatakan bahwa Penting bahwa seluruh Karyawan (coworkers) dan mitra bisnis eksternal IKEA memahami posisi IKEA dalam hal korupsi dan langkah
pencegahannya. Hal ini telah ditetapkan di dalam Kebijakan dan Standar Grup IKEA tentang Anti
Korupsi dan dikomunikasikan kepada para mitra bisnis, termasuk vendor surat yang harus
ditandatangani. (p. 1). Bahwa hal tersebut membuktikan IKEA adalah suatu perusahaan yang
menjunjung nilai anti korupsi kepada semua stakeholdernya (etika personal).
Dalam persyaratan IWAY diungkapkan bahwa Tidak ada polusi berat terhadap
lingkungan hidup, yang diartikan sebagai polusi yang memiliki kemungkinan untuk menyebar
luas dari lokasi tersebut dan di mana efek-efeknya akan sangat sulit atau mahal untuk dikoreksi.
(p. 3) Hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian IKEA terhadap lingkungan yang IKEA
terapkan pada para pemasoknya.

11

IV. PENDAPAT AKHIR


IKEA menjadi retailer furniture terbesar di dunia, karena pada dasarnya IKEA memiliki
nilai yang kuat yang ditanamkan pada setiap subjek yang teribat dalam operasional IKEA, baik
manajer, karyawan, hingga pemasok. IKEA memiliki panduan / Code of Conduct yang disebut
IWAY. IWAY berisikan tentang sistem Nilai, Etika Bisnis, Komitmen serta penegakan terhadap
peraturan-peraturan IKEA bagi individu dalam menjalankan bisnis dan aktivitas lainnya serta
berinteraksi dengan stakeholders, termasuk pemasoknya.
Kunci keberhasilan IKEA dalam mencapai visinya adalah dengan berinovasi terhadap
berbagai lini manajemen rantai pasoknya. Dengan menggunakan sistem pengalihdayaan produksi
kepada sulpier, mempermudah IKEA dalam operasionalnya.Memiliki pemasok dengan jumlah
yang banyak yang tersebar di berbagai negara merupakan taktik IKEA guna memangkas biaya

12

transportasi yang harus dikeluarkan dalam pengiriman pemasok kepada gerai IKEA. IKEA juga
membangun hubungan yang baik dengan pemasok nya dengan membuat kontrak jangka panjang
serta memesan lot dalam jumlah yang banyak.
Dalam proses pengiriman produknya dari pemasok ke gerai, selalu dalam jumlah banyak
yang dimana produk dikemas dalam bentuk flat pascking, sehingga tidak memakan banyak tempat
saat dikirimkan. Flat packing ini berkaitan dengan desain produk IKEA. Para desainer IKEA
mendesain sedemikian produknya agar menjadi produk yang memiliki kualitas baik, harga
terjangkau, mudah dibawa dan ramah lingkungan.
Selanjutnya saat produk sudah tiba di gerai, produk tersebut ditata sedemikian rupa
sehingga konsumen bisa mengambil dan membawa pulang barangnya sendiri dengan
menggunakan kendaraan pribadinya. Sistem ini disebut Inventori Cost-Per-Touch. Inventori CostPer-Touch ini bertujuan untuk meminimalisir banyaknya pihak yang menangani produk hingga
produk bisa

ketangan

konsumen.

Inventory dari IKEA juga

menerapkan settingan

maksimum/minimum sehingga gerai IKEA dapat memenuhi permintaan pelanggan, disamping itu
dapat meminimalisir resiko pemesanan terlalu banyak atau terlalu sedikit.
IKEA sadar akan pentingnya etika dalam berbisnis dan dalam rantai pasoknya, maka itu
IKEA membuat IWAY yang didalamnya juga mengatur mengenai hubungan IKEA dengan para
pemasok dan para stakeholder lainnya. Menekankan budaya anti korupsi dan menjunjung tinggi
akan kepedulian terhadap lingkungan.

13

DAFTAR PUSTAKA
Dellyani. 2013. Definisi dan Fungsi Rumah Tinggal. http://dellyani.blogspot.co.id/2013/05/definisi-danfungsi-rumah-tinggal.html. 10 juni 2016 (10:00).
Heizer, J., dan Barry, R. 2014. Operations Management: Sustainability and Supply Chain Management. Edisi
11. Pearson. New Jersey.
IKEA. 2015. Yearly Summary 2015 IKEA Group. IKEA grup. Swedia.
IKEA Services AB. 2012. IWAY Standard. IKEA Services AB. Swedia.

14