Anda di halaman 1dari 9

Business Continuity Plan

Company Name
ADIRA FINANCE

Address
The Landmark I Lantai 26-31
Jalan Jenderal Sudirman No. 1, Setiabudi,
Jakarta Selatan 12910 Indonesia

Telephone
(62-21) 5296-3322/3232

Last Revision Date

Program Administration
Perusahaan berhasil memanfaatkan momentum yang penuh tantangan ini dengan
tetap memperhatikan berbagai kebutuhan konsumen. Adira Finance juga memperkuat
fundamental Perusahaan melalui pengembangan teknologi informasi, implementasi
prinsip GCG dan manajemen risiko, serta berbagai pelatihan untuk meningkatkan
kompetensi SDM.
Strategi Perusahaan juga difokuskan untuk melakukan perbaikanatas efisiensi proses
operasional, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat jaringan sehingga mampu
mendukung pertumbuhan
yang berkelanjutan dan hubungan yang baik dengan
pemangku kepentingan.

Business Continuity Organization


.

ready.gov/business
-1-

Business Continuity Plan

ready.gov/business
-2-

Business Continuity Plan

Figure 1.
Chart
Team
(IT, Production,
Support)

Member Name

Komisaris Utama
Perusahaan

Sng Seow Wah

Anggota Komite
Audit Perusahaan

Djoko
Sudyatmiko

Non Executive
Director di KK
Womens and
Childrens Hospital
Pte. Ltd.,
Singapura

Eng Heng Nee


Philip

Komisaris
Perusahaan

Loh Niap Juan

Anggota Komite
Audit Perusahaan

Vera Eve Lim

Anggota Komite
Audit Perusahaan

Diyah Sasanti

Direktur Utama

Willy Suwandi
Dharma

Wakil Direktur
Utama

Marwoto
Soebiakno

Direktur
Pemasaran
Pembiayaan

Hafid Hadeli

Direktur
Manajemen Risiko

Ho Lioeng Min

Direktur Keuangan
dan Direktur
Hukum

I Dewa Made
Susila

Direktur Teknologi
Informasi

Cornel
Hugroseno

Direktur Sumber
Daya Manusia

Swandajani
Gunadi

Ketua Dewan

Prof. Dr. H.

Example

Email

Business

Continuity

Work Telephone

ready.gov/business
-3-

Team Organization

Home / Cell
Telephone

Business Continuity Plan


Pengawas Syariah

Fathurrahman
Djamil, MA

Anggota Dewan
Pengawas Syariah

Dr. H. Noor
Achmad, Ma

Anggota Dewan
Pengawas Syariah

Oni Sahroni

Head of Internal
Audit

Ingrid Sri
Komala Dewi

Head of Corporate
Communication

Silvi Tirawaty

Deputy DirectorHead of
Operations

Suang Siang
Susanto

Head of Quality &


Securities
Assurance

Achmad Komara

Head of Operation

Miranti Hidajat

Head of
Jabodetabek
ser Region

Alphonsus Barta
Pelawi

Business Impact Analysis


Manajemen menilai bahwa penerapan manajemen risiko merupakan upaya penting untuk
menjaga dan melindungi Perusahaan dari risiko kerugian yang mungkin timbul dari berbagai
aktivitasnya. Selain itu, ikut menjaga tingkat risiko agar sesuai dengan arahan yang sudah
ditetapkan. Penerapan manajemen risiko pada tahun 2015 merupakan kelanjutan di tahuntahun sebelumnya. Mekanisme manajemen risiko meliputi penelaahan, pengukuran, dan
pengelolaan risiko yang telah disesuaikan dengan praktik manajemen risiko Bank Danamon
sebagai pemegang saham utama Perusahaan. Praktik tersebut berlandaskan Peraturan Bank
Indonesia No. 8/6/PBI/2006 tertanggal 30 Januari 2006 tentang Penerapan Manajemen Risiko
secara Konsolidasi bagi Bank yang Melakukan Pengendalian terhadap Perusahaan Anak.
Dalam penerapan manajemen risiko, Perusahaan mengadopsi mekanisme yang bertumpu
pada 4 pilar, yaitu: (1) melakukan pengawasan aktif; (2) menyusun kebijakan dan
penerapan batasan; (3) melakukan identifikasi, pengukuran, pengawasan dan sistem
informasi manajemen; dan (4) menerapkan pengendalian internal terkait keuangan dan
operasional. Perusahaan senantiasa menjaga kemampuan membayarnya sebagai langkah
antisipasi terkait dampak dana pinjaman. Hingga saat ini, rasio antara utang Perusahaan
dan ekuitas hanya 4,9kali, yang mana masih jauh di bawah 10 kali sebagai batasan
maksimum dari regulator. Sedangkan untuk memitigasi risiko tingkat suku bunga dan risiko
kurs mata uang, Perusahaan telah menerapkan kebijakan lindung nilai untuk pinjaman yang
diterima dalam mata uang asing dan memiliki tingkat suku bunga mengambang. Tujuan
lindung nilai tersebut untuk mengatasi risiko fluktuasi arus kas yang ditimbulkan oleh kurs

ready.gov/business
-4-

Business Continuity Plan


mata uang asing dan tingkat suku bunga. Melihat kondisi perekonomian dan kondisi pasar di
tahun 2015 yang penuh tantangan, Perusahaan telah menerapkan manajemen risiko yang
efektif untuk menjaga kesehatan kualitas aset. Tingkat Non-Performing Loan (NPL)
Perusahaan termasuk yang berasal dari pembiayaan bersama mampu dipertahankan di
bawah 2%, karena hingga akhir tahun 2015 hanya sebesar 1,7%. Ke depan, Perusahaan
terus bekerja untuk membentuk dan mengembangkan budaya risiko yang kuat dan
penerapan nilai-nilai kepatuhan terhadap regulasi, infrastruktur yang memadai, serta proses
kerja yang terstruktur dan sehat

Business Continuity Strategies & Requirements


Sejumlah strategi dan program pemasaran dan distribusi pada tahun 2015 yang
dijalankan, antara lain:
1. Jaringan Distribusi
Perusahaan melakukan evaluasi terhadap jaringan yang selama ini sudah
berjalan, yang bertujuan
melakukan efisiensi dan
efektivitas layanan
terhadap konsumen. Sebagai contoh, relokasi layanan pada jaringan kecil ke
jaringan yang besar.
2. Relationship Management
Seperti dikemukakan sebelumnya, Perusahaan menjaga hubungan baik dan
erat dengan dealer sebagai bagian dari pemangku kepentingan bisnis, baik
melalui hubungan interpersonal
maupun institusional. Komunikasi juga
dilakukan
melalui berbagai program yang dibuat oleh
Perusahaan.
Penguatan hubungan juga dilakukan kepada konsumen. Di tengah situasi
ekonomi yang tidak mendukung, Perusahaan memandang bahwa menjaga
kualitas hubungan dengan konsumen
akan lebih bermanfaat daripada
ekspansi
pemasaran. Strategi ini berpeluang menjaga
kesinambungan
pertumbuhan usaha Perseroan.
3. Pengembangan Produk
Perusahaan senantiasa berupaya untuk memberikan layanan yang maksimal
kepada
konsumen. Karena itulah, sejak tahun 2015 Perusahaan mulai
menyediakan pembiayaan untuk produk elektronik dan peralatan rumah
tangga, mengingat kategori produk tersebut dibutuhkan oleh konsumen
Perusahaan. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan regulator yang memberikan
peluang kepada perusahaan pembiayaan non-bank untuk dapat menyediakan
kredit bagi produk di luar kendaraan bermotor. Bagi Perusahaan yang saat ini
memiliki nasabah aktif lebih dari 3,5 juta, pemasaran produk-produk baru di
luar kendaraan bermotor merupakan peluang bisnis yang besar.
4. Komunitas Adira Finance - Adira Finance Club (AFC)
Adira Finance Club (dahulu Adira Club Member) merupakan nama dari
komunitas yang dibangun Perusahaan sejak tahun 2009, dengan anggota
yang terdiri dari unsur Perusahaan, konsumen, dealer, induk perusahaan,
perusahaan afiliasi, serta mitra strategis di tingkat nasional maupun lokal.

ready.gov/business
-5-

Business Continuity Plan


Setiap konsumen Perusahaan otomatis menjadi anggota AFC. Setelah proses
persetujuan kredit dilakukan, konsumen akan memperoleh kartu Adira
Finance Club. Dalam komunitas ini Perusahaan bertindak selaku penghubung,
koordinator, dan fasilitator dalam membentuk
kerja sama yang dapat
memberi nilai tambah bagi anggota AFC. Setahun setelah didirikan, Adira
Club Member terus mengalami berbagai pengembangan. Tepatnya pada Juni
2010, Perusahaan memperkenalkan Kartu Adira Gold Club Member untuk
konsumen yang mengambil pembiayaan mobil di Perusahaan. Dengan
memiliki kartu AFC, para anggota komunitas memiliki beragam nilai tambah,
yang di antaranya adalah:
Manfaat bagi Konsumen

a) Kartu AFC dapat digunakan untuk memperoleh berbagai diskon pada saat
melakukan transaksi
Perusahaan.

pembelian

produk

dan

jasa

di

mitra-mitra

b) Anggota komunitas juga dimudahkan saat

melakukan pembayaran
angsuran, karena
bisa dilakukan di tempat-tempat mitra usaha
Perusahaan yang terpasang mesin Eletronic Data Capture (EDC) sesuai
dengan ketentuan Perusahaan yang berlaku.

Manfaat bagi Mitra Usaha


Mitra usaha Adira Finance dapat menarik konsumen Perusahaan untuk
melakukan transaksi di outletoutlet mereka melalui berbagai program
promosi yang dilakukan oleh Perusahaan dan mitra usaha. Hingga akhir
tahun 2015, mitra usaha aktif yang tergabung di dalam komunitas ini
telah berjumlah 271 mitra, baik mitra nasional maupun mitra lokal.
5. Promosi
Sepanjang tahun 2015, Perusahaan telah menggunakan beragam saluran
komunikasi untuk mempublikasikan program promosi. Kegiatan ini dilakukan
dalam rangka mengomunikasikan manfaat Adira Finance Club. Aktivitas
dimaksud, di antaranya:
a. Sales Booster Program
Pada tahun 2015, Adira Finance Club
menwarkan program-program menarik untuk menunjang peningkatan
penjualan baik bagi Adira Finance maupun bagi mitra-mitra Adira Club
yang berpartisipasi. Program yang telah dijalankan antara lain:
Gratis oli Pertamina Fastron dan paket 3M untuk setiap pembelian
mobil baru (area Jabodetabek) dan mobil bekas (area Jawa Barat).

b. Promosi Bersama Adira Finance juga bekerja sama dengan mitra-mitra


Adira Finance Club untuk memberikan nilai tambah kepada konsumen
serta mitra usahanya. Adapun beberapa promosi bersama yang dilakukan
antara lain adalah:

ready.gov/business
-6-

Business Continuity Plan

Gratis minuman di Bengawan Solo Coffee dengan menunjukkan


kartu Adira Finance Club serta voucher pada saat transaksi.
Gratis Starter Pack untuk komunitas Adira Finance. Setiap nasabah
berhak mengambil maksimal 4 buah starter pack.
Buy 1 get 1 di Share Tea dengan menunjukkan voucher pada saat
transaksi. 1 voucher hanya berlaku untuk 1 kali transaksi.
Voucher Osella senilai Rp100.000, berlaku untuk minimal transaksi
Rp299.000 (nett) dengan menunjukkan voucher dan kartu Adira
Fans Club.
Buy 1 get 1 dan diskon 40% tiket masuk Jungle Land dengan
menunjukkan kartu
Adira Fans Club. 1 Kartu berhak untuk
maksimal 4 tiket masuk Jungle Land.

c. Media Publikasi Perusahaan juga memanfaatkan media internal serta


media komunikasi lainnya yang sesuai untuk mengomunikasikan beragam
manfaat ACM kepada para pemangku kepentingan. Di antara media yang
dimanfaatkan hingga tahun 2015 adalah:
1) TV Adira yang saat ini sudah dipasang di kantor jaringan usaha.
2) Majalah Adira Motomaxx.
3) Website (http://adiraclubmember.com) dan media sosial Adira Club
Member seperti Twitter dan Facebook.
4) Flyer 3 bulanan.
5) Kerja sama publikasi dengan berbagai surat kabar dan radio lokal.
6) Community board di seluruh kantor cabang Adira Finance.
7) Mini billboard dan digital billboard.

6. Corporate Shared Value


Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan
terkait dengan upaya berbagi
manfaat kepada pemangku kepentingan Perusahaan, di antaranya Sahabat
Pasar. Program ini sekaligus untuk memperkuat posisi Perusahaan dari sisi
brand yang peduli terhadap mitra.

Manual Workarounds

ready.gov/business
-7-

Business Continuity Plan

Incident Management
Training, Testing & Exercising
Program Maintenance and Improvement
Appendix

References to Related Policies & Procedures


Vendors & Contractors
Company

Contact Name

Emergency
Telephone

Business
Telephone

Revision History
Revision No.

Date

Description of Changes

Plan Distribution & Access

ready.gov/business
-8-

Authorization

Business Continuity Plan

ready.gov/business
-9-