Anda di halaman 1dari 10

BAB III

PEMBAHASAN

A. Perencanaan
Pada proses pembuatan bodi berbahan fiberglass pada dual power car ini
perencanaan penting dilakukan dalam pembuatan benda kerja yang akan
dikerjakan. Proses perencanaan pembuatan bodi berbahan fiberglass pada dual
power car ini memiliki beberapa tahapan, seperti melihat konsep perencanaan
pada pembuatan bodi kendaraan berbahan fiberglass tersebut.
B. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Perancangan dan pembuatan tugas akhir ini dilaksanakan di sebuah
workshop yang bertempat di Jalan Bintara Jaya no 15 Bekasi. Adapun waktu
pelaksanaannya pada bulan Maret Desember 2013.
C. Instrumen Desain
Dalam penyelesaian tugas akhir ini penulis menggunakan:
1. Perangkat lunak
Perangkat lunak yang penulis gunakan adalah seperti :
a. Microsoft Word
b. Autocad 2007
2. Alat Tugas Akhir
Peralatan yang penulis gunakan adalah sebagai berikut:
a. Laptop intel pentium inside
b. Proses permesinan (grinding machine, and boring machine).
c. Peralatan pendukung lainnya (kuas, kape, gelas pelastik, obeng).
D. Fungsi fiberglass
Fungsi fiberglass adalah sebagai bahan pembuatan bodi mobil pada dual
power car untuk pembentukan body sesuai yang telah ditentukan.
E. Tahapan Pembuatan

Proses perencanaan dilakukan untuk memudahkan pembuatan alat. Alur


perencanaan dapat digambarkan dalam bentuk flow chart proses perencanaan
seperti yang terdapat pada gambar dibawah ini :

Pencarian referensi

Pemilihan Bahan

Perencanaan

Perencanaan pembuata

1. Pencampuran Bahan Dan Proses Pembuatan


Proses pembuatan fiberglass diklasifikasikan menjadi 3 (tiga)
tahapan, yaitu:
1. Mencampur 6 (enam) bahan utama menjadi bahan dasaran.
2. Membuat campuran penguat
3. Finishing atau penyempurnaan.
Agar dapat dihasilkan kualitas fiberglass yang kuat, campuran bahan
untuk master cetakan harus harus lebih tebal dari pada fiberglass hasil, yaitu
sekitar 2 3 mm atau dilakuakn 4 5 kali pelapisan. Sebagai gambaran
misalnya akan membuat sebuah komponen bodi kendaraan.
Proses membuat campurannya adalah sebagai berikut :
a. Resin sejumlah 1,5 2 liter dicampur dengan talk dan diaduk rata.
Apabila campuran yang terjadi terlalu kental maka perlu
ditambahkan katalis penggunaan katalis harus sesuai dengan
perbandingan 1:1/40. Oleh karena itu apabila resinnya 2 liter, maka
katalisnya 50 cc.
b. Selanjutnya ditambahkan erosil antara 400 500 gram pada
campuran tersebut dan ditambahkan pula pigmen atau zat pewarna.
c. Apabila semua campuran tersebut diaduk masih terlalu kental,
maka perlu ditambahkan katalis dan apabila campurannya terlalu
encer dapat ditambahkan aseton. Pemberian banyak sedikitnya
katalis

akan

mempengaruhi

cepat

atau

lambatnya

proses

pengeringan. Pada cuaca yang dingin akan dibutuhkan katalis yang


lebih banyak.
d. Setelah campuran bahan dasar dibuat, langkah berikutnya adalah
memoles permukaan cetakan dengan miror (sebagai pelicin dan
pengkilap) dan dilakuakn memutar sampai lapisannya benar-benar
merata.

e. Agar didapatkan hasil yang lebih baik, perlu ditunggu beberapa


menit sampai pelicin tersebut menjadi kering. Untuk mempercepat
proses pengeringan, dapat dijemur diterik matahari.
f. Apabila miror sudah terserap, permukaan cetakan dapat di
bersihkan dengan menggunakan kain bersih hingga mengkilap.
g. Selanjutnya permukaan cetakan dioleskan PVA untuk menjaga agar
permukaan cetakan tidak lengket dengan fiberglass hasil.
h. Langkah berikutnya adalah mengoleskan permukaan cetakan
dengan adonan / campuran dasar sampai merata, dan di tunggu
sampai setengah kering.
i. Selanjutnya diatas campuran yang dioleskan dapat diberi selembar
met/matt sesuai dengan kebutuhan, dan dilapisi lagi dengan adonan
dasar. Untuk menghindari gelembung udara, pengolesan adonan
dasar

dilakukan

sambil

ditekan,

sebab

gelembung

akan

mengakibatkan fiberglass mudah keropos. Jumlah pelapisan


adonan dasar disesuaikan dengan keperluan, semakain tebal lapisan
maka akan semakin semakin kuat daya tahannya. Selain itu sebagai
penguat dapat ditambahkan tulangan besi atau tripleks, terutama
untuk bagian yang lebar. Tujuannya adalah agar hasilnya tidak
mengalami kebengkokan.
j. Apabila diperlukan, dilakukan pengecoran menyesuaikan alur-alur
atau lekukan-lekukan yang ada dicetakan.
k. Untuk mempercepat pengeringan dapat dijemur diteri matahari.
l. Pelepasan fiberglass hasil dilakukan apabila lapisan campuran
tersebut sudah kering dan mengras, sebab apabila dilepas sebelum
kering dapat terjadi penyusutan.

m. Pada langkah finishing dilakukan pengamplasan permukaan


fiberglass, pendempulan, dan pengcatan sesuai dengan warna yang
diinginkan.
2. Pembahasan proses pembuatan
Sebelum melakukan pencampuran dan pengcoran bahan, maka
terlebih dahulu kita memperhitungkan bentuk model. Apabila bentuk dari
model itu cukup sederhana maka tidak perlu melakukan pembagian model.
Tapi apabila bentuk model itu sulit maka sangat perlu untuk melakukan
pembagian model. Ini dilakukan agar pada saat pelepasan lebih mudah.
Untuk cara membelahnya, kita batasi dengan menggunakan isolasi, kertas
karton atau plat. Dengan memperhitungkan bentuk dari model.
GAMBAR1
a. Proses pencampuran
Apabila model sudah diberi pemisah atau sudah siap, maka
langkah selanjutnya kita siapkan bahan bahan fiberglass
untuk dicampurkan. Tapi sebelum mencampurkan bahan
bahannya, sebaiknya kita memberikan atau mengoleskan
minyak goreng pada permukaan model. Ini dilakukan agar
model menjadi lici, tidak melekat dengan hasil cetakan dan
nanti dapat mempermudah saat pelepasan. Oleskan minyak 1
sampai 2 kali agar bahan tersebut sudah benar benar merata.
GAMBAR2
Setelah mengolesi model dengan minyak selesai, selanjutnya
membuat campuran bahan bahan fiberglass antara lain resin,
talk, dan katalis. Untuk ukuran atau takaran dari resin dan

katalis dengan perbandingan kira kira 40 : 1, misal resin 20


ml maka katalis 0,5 ml. Untuk talk kira kira 6 g.
Gambar 3
Untuk penyampuran bahan harus memperhitungkan seberapa
besar campuran yang akan dibutuhkan untuk satu pembagian
model ini diharapkan agar campuran tidak terlalu banyak dari
yang dibutuhkan karena bila terlalu banyak sisa yang tidak
cepat terpakai akan kering dan tidak dapat didaur ulang / tidak
dapat digunakan lagi. Karna fungsi katalis sendiriadalah
sebagai pengering dari bahan bahan fiberglass. Jika proses
pencampuran bahan selesai, kita bisa mulai melakukan proses
pengecoran.
b. Proses pencampuran
Sebelum melakukan pencampuran bahan maka terlebih dahulu
kita siapkan bahan bahan yang digunakan serta wadah untuk
mencampurkan bahannya. Pastikan sebelum mencampur bahan
bahan fiberglass, model sudah diolesi oleh minyak goreng
higga benar benar merata. Jangan sampai ada bagian yang
belum terolesi. Karena bila ada bagian yang belum terolesi
maka saat pemisahan antara model dengan hasil cetakan akan
sulit terlepas buatlah campuran yang terdiri dari 20 ml bahan
resin, 6 g talk, dan 0,5 ml katalis. Aduk sampai semua bahan
tercampur dengan merata.
Gambar 4. proses mengaduk rata campuran
c. Pencetakan / pengecoran

Jika telah selesai mencampurkan bahan bahannya dan model


siap untuk dicetak maka oleskan campuran campuran bahan
fiberglass tadi ke model dengan menggunakan kuas. Oleskan
campuran bahan resin tersebut kesemua bidang permukaan
model secara merata. Oleskan 1 sampai 2 kali, agar model telah
terolesi semua. Kemudian memberikan met diatas permukaan
yang terolesi campuran tadi, beriakn met secara merata.
Gambar 5 mendasari bentuk bodi
Gambar 6 memberikan met
Jika met benr benar merata maka kita oleskan lagi campuran
fiberglass. Oleskan campuran diatas met tadi, jika ingin lebih
lebih tebal lagi maka setelah diolesi campuran tadi, kita berikan
met diatasnya. Kemudian kita olesi lagi dengan campuran yang
seperti tadi. Jika pengolesannya sudah merata maka keringkan
lagi.
Gambar 7. Pencetakan fiberglass
Gambar 8. Percetakan fiberglass
Apabila sudah agak kering maka potonglah met pada samping
cetakan yang melebihi batas tepi. Karena sudah terlalu kering
akan sangat sulit untuk dipotong, karena cairan tadi sudah
meneras.
Gambar 9. Memotong sisa met
Jika samping samping sudah dirapihkan maka langkah
selanjutnya melakukan proses pelepasan. Saat awal melakukan
pelepasan langkah pertama pukul pukullah model dengan
hasil cetakan tadi dengan menggunakan palu karet. Pukul
dengan hati hati agar model dan hasil cetakan tidak retak.

Langkah ini ditempuh agar model dan cetakan sedah tidah


menempel lagi. Jadi nanti kita tinggal melepasnya.
Gambar 10, 11, 12 hasil dari negatif cetakan
Selanjutnya negatif cetakan adalah cetakan yang bentunya sebelum
sempurna atau hasil cetakan nanti masih memerlukan banyak sekali
finishing. Cetakan ini dibuat setelah model yang kita inginkan sudah jadi.
Untuk selanjutnya kita membuat positif cetakan dari negatif cetakan yang
caranya sama seperti membuat negatif cetakan tadi. Positif cetakan adalah
cetakan yang bentuknya sudah sempurna sehingga hasil dari cetakannya
nanti hanya memerlukan bbb sedikit finishing. Untuk membuat positif
cetakan apabila negatif cetakan sudah benar benar selesai dari
negatif cetakan tadi pertama telah di olesi bahan pemisah kemudian tunggu
satu atau dua menit agar bahan pemisah bener benar rata, jika sudah rata
maka siapkan pencampuran bahan fiberglass untuk membuat positif
cetakan. Untuk proses selanjutnya kita olesi dengan bahan bahan
fiberglass secara menyeluruh pada negatif cetakan, kemudian keringkan
hingga kering. Jika sudah kering maka mulailah melepas positif cetakan
dari negatif cetakannya. Jika ada bagian yang sulit untuk dilepaskan maka
pukul pukulah dengan menggunakan palu karet dengan hati hati, bila
sudah terlihat terpisah maka sudah bisa dilepas. Jika sudah lepas maka
keringkan lagi hingga benar benar kering. Setelah itu bisa memulai
proses finising. Tujuan dari proses finishing adalah untuk memperbaiki
hasil cetakan dengan berbagai tahap yang dilakukan untuk proses dalam

melakukan finishing yang dilakukan sebatas penganplasan karena hasail


selesai berupa produk murni fiberglass. Proses pengamplasan dilakukan
untuk memperhalus dan meratakan hasil cetakan dan benda kerja.