Anda di halaman 1dari 14

PROGRAM PEMBANGUNAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (P3MD)

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA


KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI

Laporan Individual
disusun oleh:

STEPHANUS MULYADI, S.S., M.Sc.


SPT: 414.2/SPT-19-04/TA-6/2016
NKTR: 414.2/ktr-19-04/TA-6/2016

TA PENGEMBANGAN PELAYANAN DASAR


KABUPATEN KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT

PENDAMPING DESA
KABUPATEN KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT
Jl. Kopral Rahman Hilir Kantor, Kec. Putussibau Utara Kab. Kapuas Hulu Kalimantan Barat
HP/WA. 081280503764 E-Mail: stephanus_mulyadi@yahoo.de

Daftar Isi
Halaman

TENAGA AHLI PENGEMBANGAN PELAYANAN DASAR


KABUPATEN KAPUAS HULU

No

Judul

Pengantar Laporan

Halaman Pengesahan

Bab 1: Pendahuluan

Dari

: Tenaga Ahli Pengembangan Pelayanan


Dasar Kabupaten Kapuas Hulu

Bab 2: Tujuan

Tanggal

: 30 April2016

Bab 3: Pelaksanaan Kegiatan

Perihal

Bab 4: Permasalahan

13

: Laporan Bulanan
Tenaga Ahli
Pengembangan Pelayanan Dasar Bulan
April Tahun 2016

Bab 5: Penutup

14

Lampiran

: Satu ( 1 ) berkas

Lampiran

Kepada Yth : Satker Dana Desa pada BPMPD Provinsi


Kalimantan Barat di Pontianak

Dengan Hormat,
1) Time Sheet

15

2) Realisasi Perj.Dinas (Apr)

16

3) Rencana Perj. Dinas (Mei)

18

4) Laporan Perjalanan Dinas

30

5) SPPD

26

Berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) Nomor


414.2/SPT-19-08/TA-3/2016 dan Kontrak Kerja Nomor
414.2/ktr-19-04/TA-6/2016 tanggal 3 Februari 2016
yang dikeluarkan di Pontianak oleh Pejabat Pembuat
Komitmen Satuan Kerja Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintah Desa Provinsi Kalimantan Barat
dengan ini kami sampaikan Laporan Bulanan untuk Bulan April 2016.
Demikian laporan ini kami sampaikan, atas perhatian
dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,
Tenaga Ahli Pengembangan Pelayanan Dasar
Kabupaten Kapuas Hulu

Stephanus Mulyadi, M.Sc.


HP/WA: +62-81280503764
E-mail: stephanus_mulyadi@yahoo.de

photo edisi ini

Lomba Desa Tintitn Peninjau

Penyambutan Tamu Tintitn Peninjau

Wajah baru Piasak Hulu

Pennilaian Lomba Desa Tintitn Peninjau

Riset Lapangan Micro Hydro


di Rantau Bumbun

Riset lapangan Peternakan Sapi


di Piasak Hulu

HALAMAN PENGESAHAN
JUDUL

LAPORAN BULANAN INDIVIDU BULAN MARET 2016


PENDAMPING DESA KABUPATEN KAPUAS HULU
PROVINSI KALIMANTAN BARAT

OLEH

STEPHANUS MULYADI, M.Sc.

NO.KONTRAK

414.2/KTR-19-04/TA-6/2016

NO. SPT

414.2/SPT-19-04/TA-6/2016

Putussibau, 30 April 2016

Mengesahkan,

Disusun Oleh :

Kabid. KSED BPMPD


Kab. Kapuas Hulu

H.M. NASHARUDDIN, SE

STEPHANUS MULYADI, M.Sc

NIP. 19681128 199503 1 001

TA PELAYANAN DASAR

LAPORAN INDIVIDU
TENAGA AHLI PENGEMBANGAN PELAYANAN DASAR (TA 6)
T.A . 2016
Nama

: STEPHANUS MULYADI, M.Sc

Posisi

: TA 6 ( PENINGKATAN PELAYANAN DASAR )

Lokasi Tugas

: KAPUAS HULU

Laporan Bulan : April 2016

Pendahuluan
Gambaran Umum
Kabupaten Kapuas Hulu, secara astronomis berada pada 0,5 Lintang Utara sampai 1,4 Lintang Selatan dan
111,40 sampai 114,10 Bujur Timur dengan ibukota Putussibau. Sebelah Utara berbatasan dengan Serawak
(Malaysia Timur), sebelah Barat dan Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sintang dan Melawi, sementara sebelah
Timur berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Kabupaten Kapuas Hulu merupakan
kabupaten paling timur di Kalimantan Barat dengan luas wilayah 29.842 kilometer persegi (20,33% dari wilayah
Provinsi Kalbar).
1. Letak geografis
Kabupaten Kapuas Hulu
memanjang dari arah Barat
ke Timur, dengan jarak
kurang lebih 240 Km dan
melebar
dari
Utara
ke
Selatan dengan jarak kurang
lebih 126,70 Km.
Dari Pontianak, ibu kota
provinsi Kalimantan Barat,
Kabupaten Kapuas Hulu berjarak kurang lebih 657 Km
melalui jalan darat, dan 842
Km melalui Sungai Kapuas.
Waktu tempuh ke Pontianak
kurang lebih empat puluh
lima
menit
penerbangan
menggunakanPesawat Udara
jenis ATR 42 Seri 300/F27
atau kurang lebih 16 jam
dengan kendaraan darat.
2. Icon dunia
Kabupaten yang sangat luas ini termasuk
kabupaten yang sangat unik karena memiliki 2
(dua) icon dunia yaitu Taman Nasional Danau
Sentarum dan Betung Kerihun, yang merupakan
kawasan hutan lindung atau konservasi.
Dilihat dari segi kawasan kehutanan Kapuas
Hulu memiliki kawasan kehutanan sekitar 51,21
% dan Kapuas Hulu merupakan kawasan Hutan
Lindung dan Konservasi terbesar di Kalbar.
Dengan demikian Kabupaten Kapuas Hulu
memberikan sumbangan yang besar dalam
menahan lajunya perubahan iklim dunia.

Peta wilayah Kabupaten Kapuas Hulu


3. Kaya Potensi
Kabupaten yang memiliki 23 Kecamatan, 278 Desa
dan 4 Kelurahan ini memiliki potensi wilayah yang
sangat besar di sektor pertanian, industri,
perdagangan, UKM, koperasi, pertambangan dan
lingkungan hidup dan pariwisata.
4. Minim Infrastruktur & rendahnya SDM
Berbagai keunggulan di atas tidak serta merta
membuat masyarakat di kabupaten ini sejahtera.
Minimnya
infrastruktur
transportasi
dan
komunikasi serta rendahnya SDM menempatkan
kabupaten ini masih tergolong sebagai Kabupaten
Tertinggal.
4

Pendahuluan (lanjutan)
Jabatan dan Tugas
Berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT)
Nomor 414.2/SPT-19-04/TA-6/2016 tanggal
03 Februari 2016 tentang penugasan Tenaga
Ahli Pengembangan Pelayanan Dasar (TAPD)
dalam
melaksanakan
tugas
pendampingan pelaksanaan implementasi
undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang
Desa dengan berfokus untuk memfasilitasi:
1. Pelayanan kesehatan bagi masyarakat
secara terpadu;
2. Pelayanan pendidikan bagi masyarakat
desa secara terpadu;
3. Pemberdayaan perempuan dan anak;
4. Pemberdayaaan kaum difabel/ berkebu- Desa Piasak Hulu, Kec. Selimbau, KH . Pemenang Lomba Desa Tk. Kabupaten tahun 2016
tuhan khusus;
5. Pemberdayaan kelompok marginal;
6. Pemberdayaan keluarga miskin;
7. Pengembangan kesejahteraan keluarga;
8. Pelestarian dan pengembangan adat dan kearifan lokal;
9. Pelestarian dan pengembangan seni budayadesa;
10. Pengembangan kerukunan dan ketenteraman antar warga desa dan / atau antar desa;
11. Pengembangan media informasidesa untuk masyarakat desa;
12. Pengeolaan akses informasi antar warga desa dan / antar desa.

Rencana Kerja TA-PD periode yang dilaporkan (4/2016)


Sesuai dengan rencana kerja yang disusun bulan
Maret 2016, rencana kerja bulan April 2016
difokuskan untuk melakukan kajian keadaan desa
khususnya bidang pelaksanaan Pelayanan Dasar.
Kajian keadaan desa difokuskan pada bidang prioritas sesuai dengan IDM:
1. Pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi
masyarakat desa ;
2. Pemberdayaan perempuan dan anak dan
keluarga miskin

Desa yang dikunjungi diprioritaskan pada desadesa yang mengikuti Lomba Desa tahun 2016 yaitu Desa Tintin Peninjau, Kec. Empanang, Desa
Piasak Hulu, Kec. Selimbau. Selain itu penelitian
lapangan dilakukan terhadap desa Rantau Bumbun, salah satu desa terisolir di Kapuas Hulu.
Hasil penelitian dijadikan rekomendasi kepada
pihak-pihak terkait untuk mendapatkan tindak
lanjut.

Tujuan
Hasil yang akan dicapai selama 1 (satu) bulan pelaksanaan kegiatan Pendampingan Desa (April 2016)
1. Mendapatkan data (dan gambaran) konkret tentang keadaan kesehatan, pendidikan masyarakat,
pemberdayaan perempuan dan anak dan keluarga miskin di desa.
2. Identifikasi potensi, persoalan, factor penyebab dan kemungkinan mengembangkan langkah strategis untuk melakukan perbaikan situasi / penyelesaian masalah.
3. Mendapatkan landasan untuk penyusunan rekomendasi RKTL, koordinasi kerja dengan pihak
terkait /lintas SKPD/ stakeholder untuk penyelesaian masalah.

Laporan Pelaksanaan Kegiatan


3.1. Pelaksanaan kajian keadaan desa bidang Pelayanan Dasar
Tugas pokok TA PD adalah mengimplementasikan
UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, khususnya
mendorong pengembangan pelayanan dasar (rincian
tugas lihat hal 5 Jabatan dan Tugas).
Berdasarkan rencana kerja yang disusun bulan
Maret 2016 kegiatan bulan April 2016 didakan
kajian keadaan desa yang difokuskan di 2 (dua)
Kecamatan, yaitu kecamatan Kalis, desa Rantau
Bumbun, 19-20/4/2016), Kec. Selimbau, Desa Piasak Hulu (22-23 dan 26-28 April 2016. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan lapangan dan wawancara mendalam (diskusi) dengan
pejabat kantor kecamatan, pejabat pemerintah desa,
masyarakat desa dan tenaga Pendamping
(Lokal) Desa.

Khusus di Kecamatan Kalis, Desa Rantau Bumbun kajian keadaan desa difokuskan pada bidang
infrastruktur dasar (jalan dan listrik), kesehatan,
pendidikan dan perumahan rakyat. Alasannya
adalah karena Desa ini dikategorikan sebagai desa yang paling terpencil di Kapuas Hulu.
Kemudian kajian keadaan desa di kecamatan
Selimbau diokuskan di desa Piasak Hulu. Karena
desa ini menjadi pemenang lomba desa tingkat
Kabupaten 2016. Hasil penelitian keadaan desa
untuk desa ini akan dijadikan dasar pertimbangan pengembangan desa berikutnya.

3.2. Laporan Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi TA Pengembangan Pelayanan Dasar
bulan April 2016
Tanggal

Aktivitas

1-2

Penyusunan rencana kerja bulan Mei 2016

4-6

Konsultasi dengan KSED tentang penerapan IDM untuk mengukur status Dusun

7-8

Kunjungan lapangan dokumentasi Penilaian Lomba Desa Tintin Peninjau, Kec. Empanang

Tintin Peninjau
9,11,12
13

Upacara Penyambutan Tamu

Penilaian Lomba Desa

Video Editing Dok. Lomba Desa Tintin Peninjau


Sosialisasi PENYUSUNAN APBDes di Kec. Bika

Sosialisasi APBDes Bika

Peserta Sosialisasi APBDes Bika

Sosialisasi APBDes Bika

Laporan Pelaksanaan Kegiatan


3.2. Laporan Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi TA Pengembangan Pelayanan Dasar
bulan April 2016
Tanggal
14-15

Aktivitas
Pelatihan TPKAPBDes dan Desain RAB Desa-desa Kec. Seberuang

Pelatihan PTK Kec. Seberuang


19-20

Peneitian situasi pelayanan dasar di desa terpencilDesa Rantau Bumbun, Kec. Kalis

Bersama petani Rantau Bumbun


21
22-23

Pertemuan dgn Aparat Desa


Rantau Bumbun

Kantoranrekap hasil kunjungan ke Rantau Bumbun


Kunjungan liputan desa Piasak Hulu, Kec. Selimbau sebagai pemenang Lomba Desa tingkat Kabupaten

Pemberdayaan perempuan
25
26-28

Pengusaha Kerupuk

Wisata Air Racing Body Landas

Rekap hasil kunjungan Piasak Hulu


Kunjungan liputan desa Piasak Hulu dalam rangka Bulan Bakti Gotong Royong XIII

Bersama petani Rantau Bumbun


29-30

Wawancara dngan Kades


Rantau Bumbun

Pertemuan dgn Aparat Desa


Rantau Bumbun

Wawancara dngan Kades


Rantau Bumbun

Penyusunan laporan bulanan bulan April 2016


7

Laporan Pelaksanaan Kegiatan


3.3. Waktu, Maksud dan Tujuan Kunjungan Lapangan
3.3.1. Waktu Pelaksanaan Kunjungan Lapangan
Kunjungan lapangan dilaksanakan berdasarkan
skala prioritas kepentingan kajian keadaan desa
yang telah direncanakan bulan Maret 2016. Antara tanggal 07-28 April 2016 TA PD berhasil
mengunjungi 4 Kecamatan yaitu: Kalis, Empanang, Seberuang dan Selimbau.
3.3.2. Maksud dan Tujuan kunjungan
Adapun maksud kunjungan lapangan adalah untuk mengadakan kajian keadaan desa berkaitan
dengan Pelayanan Dasar. Sedangkan tujuannya
adalah untuk mengidentifikasi persoalan dan peluang berkaitan dengan bidang pelayanan dasar di
desa-desa di KH. Secara khusus kajian keadaan
desa di kec. Kalis adalah untuk mengkaji situasi
desa terpencil, Rantau Bumbun berkaitan dengan
pelayanan dasar dan rekomendasi untu membantu desa tersebut agar bisa berkembang maksimal.

3.3.3. Hasil yang dicapai dari kunjungan


Hasil yang dicapai dari kunjungan lapangan
dikelompokkan dalam dua bagian, yaitu
1. umum
menyangkut
pendataan
sekilas
mengenai tingkat pelaksanaan pelayanan dasar di semua desa yang dikunjungi. Dasar pendataan adalah kriteria Indek Desa Membangun
(IDM).
2. khusus menyangkut kajian keadaan desa
Rantau Bumbun yang masih sangat terisolir
(terpencil). Dasar kajiannya juga menggunakan
kriteria Indek Desa Membangun, namun diperdalam dengan mengkaji keadaan konkrit
(visual) masyarakat, konsep/kriteria masyarakat tentang kategori miskin, akar permasalahan, dampak kemiskinan serta upaya-upaya
(termasuk ide-ide) masyarakat setempat dalam
mengatasi masalah kemiskinan tersebut. Sedangkan kajian keadaan desa berkembang dilakukan terhadap desa Piasak Hulu, sebagai
pemenang lomba desa tingkat Kabupaten
Kapuas Hulu tahun 2016.

3.4. Hasil Kunjungan Lapangan (Umum)


Pelayanan Sosial Dasar.
Belum ada satupun dari desa yang dikunjungi
yang memiliki PAUD. Hal itu dikarenakan banyak
desa yang tidak memiliki murid usia PAUD, tidak
ada guru dan tidak ada dana operasional.
Layanan kesehatan terdapat di semua desa.
Setiap desa memiliki PUSKESMAS Pembantu
(PUSTU) dan tenaga medis. Demikian juga
layanan POSYANDU berlangsung minimal sekali
dalam sebulan.
Bidang pelayanan dasar lainnya, seperti pemberdayaan perempuan dan anak, pengembangan
kesejahteraan keluarga, pelestarian dan pengembangan adat dan kearifan lokal serta pelestarian
dan pengembangan seni budaya desa sudah dipuayakan dikembangkan di Piasak Hulu, sementara di Rantau Bumbun belum dilakukan.
Akses jalan penghubung antar dusun/desa masih
menjadi persoalan besar di sebagian besar desa
yang dikunjungi. Desa Rantau Bumbun belum
memiliki akses jalan yang memadai dan belum
teraliri listrik. Meskipun air berlimpah, namun air
bersih sulit diperoleh di desa Piasak Hulu. Air untuk kebutuhan sehari-hari (masak, MCK) langsung diambil dari sungai Kapuas tanpa
dibersihkan (water treatment) terlebih dulu. Padahal sungai Kapuas juga berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah.
8

Laporan... (lanjutan)
3.4. Laporan Khusus Desa Piasak Hulu, Kec. Selimbau

Laporan khusus berikut ini memuat laporan kajian keadaan desa Piasak Hulu, kecamatan Selimbau. Laporan ini dibuat dengan maksud melihat secara detail kondisi
desa Piasak Hulu yang telah berhasil keluar sebagai juara pertama lomba desa
tingkat kabupaten dan akan maju ke tingkat Provinsi.
SEJARAH DESA
Secara Historis, Desa Piasak Hulu merupakan
Desa hasil pemekaran dari Desa Piasak. Dengan
melihat perjalanan panjang Desa Piasak dan
pertambahan penduduk yang begitu pesat,
serta untuk mempermudah proses administrasi
maka
pemuka-pemuka
masyarakat
mengadakan musyawarah untuk memekarkan
Desa Piasak menjadi dua Desa. .Tanggal 25
September
2010
pembentukan
Panitia
Pemekaran Desa,
permintaan pemekaran
tersebut ternyata dikabulkan dan dinyatakan
resmi menjadi desa sendiri dengan nama Desa
Piasak Hulu. Pada tanggal 21 Pebruari 2011
dibentuk panitia PILKADES, dan PILKADES
pertama Desa Piasak Hulu dapat dilaksanakan
pada tanggal 26 Pebruari 2011 dihadiri dan
disaksikan oleh unsur Muspika Kecamatan
Selimbau .
DEMOGRAFI
Luas Wilayah 4,114 Ha, dengan sebagian besar
adalah dataran rendah 60 %, Air 40 % Mata
pencaharian : sebagaian besar masyarakr Desa
Piasak Hulu nelayan :70 %, Petani : 24 %,
Pedagang : 2 %, swasta : 4.8 % dan PNS : 0,2 %.
Jumlah penduduk 797 jiwa dengan pembagian
407 jiwa merupakan laki-laki dan 390 jiwa
merupakan perempuan.
KEADAAN SOSIAL BUDAYA
99% penduduk Piasak Hulu beretnis melayu,
sisanya 0,1 % dari suku lain, dan
100%
penduduknya beragama Islam.

Laporan... (lanjutan)
Tingkat Pendidikan
Sebagian besar penduduk
Desa Piasak Hulu
berhasil menamatkan pendidikan SMP, SMA dan
bahkan hingga perguruan tinggi.

dengan baik di desa ini. Seni tari Japin dan Tartar akrab di masyarakat. Hukum Adat masih
berlaku. Masyarakat masih sangat dekat dengan
alam dan masih kental dengan kepercayaan pada
hal-hal yang mistik. Menyangkut masalah politik,
masyarakat tergolong sudah sangat maju, mereka
begitu aktif dalam hal berpartisipasi dalam setiap
perheletan pesta demokrasi. Terbukti telah ada
anak ranting dari cabang partai politik di desa
Piasak Hulu.

Budaya
Budaya masyarakat banyak dipengaruhi budaya
MelayuIslam karena mayoritas penduduknya
adalah penganut agama islam. Namun demikian
tradisi dan adat nenek moyang juga terpelihara

DATA PENDUDUK MISKIN DAN TIPOLOGI DESA


Keadaan desa Piasak Hulu dapat dilihat dari data penduduk miskin dan tipologi desa yang didasarkan
pada Indeks Desa Membangun (IDM).
Data Penduduk Miskin
Tabel data wilayah administrative BPMPD KH tahun 2015 di bawah ini memperlihatkan bahwa
desa Piasak Hulu memiliki prosentase penduduk
miskin paling rendah (5,93%) di Kecamatan
Selimbau. Dalam kesempatan wawancara dengan
Kepala Desa Piask Hulu, Basrun, S, mengklaim
bahwa saat ini (2016) sudah tidak ada penduduk
miskin di desa Piasak Hulu. Klaim tersebut memiliki dasar yang kuat mengingat tidak ada warga

desa Piasak Hulu yang tidak memiliki pekerjaan


atau penghasilan, baik di musim hujan (pasang)
maupun di musim kemarau. Di musim hujan
(pasang) dan kemarau hasil ikan melimpah dari
sungai dan danau. Warga yang tidak memiliki alat
penangkap ikan mendapatkan penghasilan dari
upah pengolahan ikan. Selain itu pada musim
kemarau penduduk juga mendapat penghasilan
dari berladang dan berkebun sayur-sayuran. (lihat
table di bawah)

DATA WILAYAH ADMINISTRASI PEMERINTAHAN TAHUN 2015


PROPINSI
KABUPATEN
KODE DESA

: KALIMANTAN BARAT
: KAPUAS HULU
Kecamatan

Kelurahan/Desa

LUAS
WILAYAH
(KM2)

KK

Jumlah
penduduk
L

Jumlah
penduduk

Jumlah
Penduduk
Miskin

keterangan

61.06.09.2001

Selimbau

Gudang Hulu

52.29

1,150

117

61.06.09.2002

1,506.75

Gudang Hilir

115.20

1,782

10.55

61.06.09.2003

3.

Dalam

96.70

1,739

188
874

61.06.09.2004

4.

Nibung

72.27

888

250

28.15

61.06.09.2005

5.

Piasak Hilir

63.35

987

110

11.14

61.06.09.2006

6.

Engkerengas

76.28

462

91

19.70

61.06.09.2007

7.

Gerayau

38.18

452

58

12.83

61.06.09.2008

8.

Benuis

57.68

464

74

15.95

61.06.09.2012

9.

Titian Kuala

50.00

1,106

163

14.74

61.06.09.2013

10.

Sekubah

61.82

298

9.40

61.06.09.2014

11.

Piasak Hulu

54.70

797

28
46

61.06.25.2001

12

Sekulat

125.15

1,304

128

9.82

61.06.25.2002

13

Nanga Leboyan

135.51

868

126

14.52

61.06.25.2003

14

Vega

82.00

590

108

18.31

61.06.25.2004

15

Mawan

75.00

666

93

13.96

61.06.25.2005

16

Semalah

42.12

340

67

19.71

61.06.25.2006

17

Tempurau

308.50

375

65

17.33

540

14,416

%
10.17
50.26

5.77

Sumber: Data BPMPD Kapuas Hulu 2016

Tipologi Desa
Kemudian tabel tipologi desa Kec. Selimbau berikut memperlihatkan bahwa desa Piasak Hulu termasuk
salah satu dari 3 (tiga) desa yang masuk dalam klasifikasi desa SWASEMBADA di Kec. Selimbau,
dengan status swadaya mula. Ini menarik karena desa ini baru berusia 6 tahun. Status tersebut memperlihatkan perkembangan yang sangat cepat, mengingat dalam RPJMDes 2014 desa ini memiliki tidak
sedikit hambatan atau masalah yang dihadapi. (Lihat table pada halaman berikut).

10

Laporan... (lanjutan)
Tabel TIPOLOGI DESA KECAMATAN SELIMBAU TAHUN 2015
1

10

11

6106092008
6106092007
6106092006
6106092005
6106092004
6106092003
6106092001
6106092002
6106092012
6106092013

BENUIS
GERAYAU
ENGKERENGAS
PIASAK HILIR
NIBUNG
DALAM
GUDANG HULU
GUDANG HILIR
TITIAN KUALA
SEKUBAH

0.58
0.50

0.76
0.72

0.79
0.87

1.00
1.00

0.74
0.71

0.56
0.56

0.78

0.65

0.98

1.00

0.81

0.78

0.69
0.46
0.63
0.67
1.00

0.69
0.64
0.70
0.65
0.71

0.89
0.82
0.83
0.92
1.00

1.00
0.85
1.00
1.00
1.00

0.74
0.78
0.78
0.79
0.72

0.78
0.78
0.78
0.67
0.78

0.74
0.73
0.00
0.83
0.00
0.80
0.72
0.78
0.78
0.87

SWAKARYA
SWAKARYA
SWADAYA
SWASEMBADA
SWADAYA
SWAKARYA
SWAKARYA
SWAKARYA
SWAKARYA
SWASEMBADA

6106092013

PIASAK HULU

0.61

0.93

0.80

1.00

0.68

0.89

0.82 SWASEMBADA

12

13

MULA
MADYA
MULA
MULA
MULA
LANJUT
LANJUT
LANJUT
MULA
LANJUT

Perladangan
Perladangan
Perladangan
Perladangan
Perladangan
Perladangan
Perladangan
Perladangan
Perladangan
Perladangan

MULA

Perladangan

6106092012 SEKULAT
0.00 SWADAYA
MULA
Perladangan
6106092013 NANGA LEBOYAN
0.00 SWADAYA
MULA
Perladangan
6106092017 VEGA
0.56
0.57
0.68
0.92
0.84
0.78
0.73 SWAKARYA
MULA
Persawahan
6106092015 MAWAN
0.00 SWADAYA
MULA
Perladangan
6106092016 SEMALAH
0.71
0.68
0.67
1.00
0.85
0.89
0.80 SWAKARYA
MULA
Perladangan
6106092017 TEMPURAU
0.00 SWADAYA
MULA
Perladangan
Keterangan:
1. Kecamatan, 2 Kode PUM, 3. Desa/Kelurahan, 4. Ekonomi masyarakat, 5. Pendidikan, 6. Kesehatan, 7. Keamanan dan Ketertiban, 8. Kedaulatan politik masyarakat, 9. Peran serta masyarakat dalam pembanguan, 10. Indeks, 11. Klasifikasi, 12. Kategori, 13. Tipologi

Sumber : Data BPMPD KH


KEADAAN EKONOMI

Masyarakat Piasak Hulu memperlihatkan daya resilience (penyesuaian diri) yang tinggi dalam
mempertahankan sumber penghidupan mereka. Sebagian besar wilayah Desa Piasak Hulu terdiri dari
perairan (sungai dan danau) dan sisanya daratan. Hasilnya, baik pada musim pasang (banjir) maupun
pada musim kemarau (kering) masyarakat Piasak Hulu tetap memiliki penghasilan. Sehingga kestabilan
ekonomi penduduk tetap terjaga.
Sektor perikanan menyumbang income yang
paling besar bagi masyarakat Piasak Hulu
melalui pekerjaan menangkap ikan di sungai
Kapuas dan Danau, budi daya ikan di keramba
apung (Toman, Patin, Jelawat) dan budi daya
ikan di kolam (khususnya arwana). Selain itu
sektor ini juga membuka lapangan kerja bagi
penduduk yang tidak memiliki alat penangkap
ikan, keramba dan kolam ikan. Hasil tangkapan
yang melimpah membuka kerja bagi tenaga
pengolah ikan segar dan home industri olahan
ikan seperti kerupuk kering, kerupuk basah,
ikan
asin,
ikan
asap,
dll.,
walaupun
pengolahannya kebanyakan masih menggunakan
cara-cara
tradisional.
Berkat
bantuan
pemerintah, Desa Piasak Hulu dan Piasak Hilir
bahkan telah dijadikan SENTRA pengolahan
kerupuk ikan air tawar. Sentra tersebut telah
membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat
Piasak (Hulu dan Hilir). Produk sektor perikanan
Piasak Hulu telah dipasarkan keluar kecamatan
sampai ke Pontianak dan bahkan diekspor ke
luar negeri, yaitu Malaysia (sumber data : data
RPJMDes Piasak Hulu 2014).

11

Laporan... (lanjutan)
Wilayah
daratan
yang
relatif
sempit
dimanfaatkan secara efektif oleh masyarakat
untuk menanami karet dan buah-buahan.
Mereka bahkan mengolah daerah pasang surut
untuk berladang dan berkebun sayur-sayuran.
Kegiatan ini mendatangkan penghasilan yang
lumayan bagus bagi keluarga.
Selain itu masyarakat Piasak Hulu menambah
income keluarga melalui usaha peternakan sapi.
Meskipun usaha ini sangat sulit, terutama pada
musim hujan (pasang) karena kesulitan mencari
pakan sapi, semangat masyarakat Piasak Hulu
tidak surut untuk meneruskan tradisi turuntemurun untuk beternak sapi. Mereka mengaku,
meskipun usaha ternak sapi sangat berat
mereka mendapat pemasukan yang lumayan
besar dari penjualan sapi setiap tahunnya.
EKONOMI KREATIFDESA EKO-WISATA
Anugerah keindahan alam dan budaya leluhur
yang tinggi mulai disadari oleh masyarakat
Piasak Hulu sebagai potensi pengembangan
ekonomi kreatif bidang pariwisata, yaitu ekowisata. Potennsi ini didukung oleh danau yang
tenang, pemandangan alam yang indah, hutan
hujan, pemandangan perkampungan pantai
Kapuas yang membentuk komunitas dengan
keeksotisan kehidupan budaya rumah-rumah
yang terhubung oleh jembatan serta produk
olahan ikan krupuk ikan air tawar. Budidaya
ikan air tawar dengan keramba apung dan kolam
ikan arwana menambah daya tarik desa ini.
Keindahan
alam
yang
didominasi
air
memunculkan
ide
masyarakat
untuk
mengembangkan desa Eko-Wisata, dengan
andalan olahraga air berupa perahu aruk dan
lomba balap body landas atau yang disebut
racing fiber . Kedua olah raga air ini menjadi
magnet Piasak Hulu sebagai desa wisata ekologi
berbasis air. Sejarah Piasak Hulu yang melekat
dengan kraton Piasak menjadi nilai tambah
untuk promosi wisata.
KESIMPULAN
HULU

LAPORAN

KHUSUS

PIASAK

Desa Piasak Hulu merupakan suatu contoh desa


yang paling cepat berkembang. Baru 5 (lima)
tahun memisahkan diri dari desa Piasak, desa
ini telah mampu merebut gelar juara I (pertama)
lomba desa se-kabupaten Kapuas Hulu tahun
2016. Setidaknya ada 3 (tiga) faktor utama yang
membuat desa ini berkembang begitu pesat,
pertama,
pemerintahan
desa,
kedua,
kekompakan masyarakat desa dan ketiga,
potensi alam. Desa Piasak Hulu dapat dijadikan
contoh pengembangan desa bagi desa-desa
lainnya di Kapuas Hulu.
12

Laporan... (lanjutan)
3.5. Evaluasi, Rekomendasi dan RKTL
3.5.1. Evaluasi
Kegiatan bulan April 2016 difokuskan pada kajian keadaan desa dengan prioritas pada masalah desa
sangat terpencil, yaitu desa Rantau Bumbun, Kecamatan Kalis dan berkembang, yaitu desa Piasak
Hulu, Kec. Selimbau. Sayang sekali kegiatan kajian keadaan desa tidk bisa mendalam karena terhambat
masalah kesulitan dana. Wilayah Kapuas Hulu sangat luas, medan ekstrim membutuhkan biaya tinggi.
3.5.2. Rekomendasi
Dari kunjungan lapangan bulan April 2016 dapat kami sampaikan beberapa rekomendasi dan tindak
lanjut dalam rangka mendorong percepatan pembangunan desa di Kapuas Hulu:
1. Desa perlu didorong untuk melakukan kajian keadaan desa, karena hal ini penting untuk menjadi
dasar penyusunan rencana pembangunan desa.
2. Perlu diadakan kerjasama sinergis antar SKPD untuk mendukung pengembangan desa.
3. Perlu dilakukan penguatan lebih lanjut terhadap aparatur desa dalam menyusun perencanaan
kegiatan pembangunan desa tahun anggaran 2017.
4. Kunjungan lapangan dan studi mendalam mengenai tingkat pelayaan dasar di desa-desa di
Kabupaten Kapuas Hulu perlu ditingkatkan.

3.5.3. RKTL (bulan depan)


Rencana kerja tindak lanjut bulan depan:
1.
2.
3.
4.

Mendampingi desa Piasak Hulu dalam rangka Lomba Desa tingkat Provinsi
Penguatan Aparatur Desa di daerah lintas Utara
Kajian desa menyangkut Pelayanan Dasar
Koordinasi lintas SKPD

Kendala dan Permasalahan


1. Kendala
TA Pelayanan Dasar membutuhkan Kajian
Keadaan Desa untuk dapat mengindentifikasi permasalahan dan peluang/potensi desa. Hasil identifikasi ini sangat penting untuk menjadi dasar
rekomendasi dan RKTL bagi semua piha terkait
dalam rangka pembangunan desa.

Namun pelaksanaan kegiatan kajian keadaan desa


terkendala masalah kekurangan dana. Karena desa-desa di Kapuas Hulu tersebar di wilayah yang
sangat luas dengan medan ekstrim dan jauh terpencil sehingga membutuhkan biaya yang tinggi.
Padahal umumnya desa-desa tersebutlah yang
merupakan desa termiskin dan paling tertinggal.

2. Permasalahan
1. Belum terfasilitasinya perencanaan pelayanan desa
Dari hasil kunjungan lapangan ditemukan
bahwa masih banyak desa yang perencanaan
desa tahun anggaran 2016 belum terfasilitasi
karena beberapa keterbatasan, diantaranya
kekosongan PD/PLD, kapasitas PD/PLD rendah, desa yang jauh tanpa sinyal dan
pemahaman terhadap regulasi yang ada
berbeda-beda khususnya dalam pelaksanaan

penataan usulan di empat bidang yaitu Bidang


Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Bidang
Pembangunan Desa, Bidang Pembinaan dan
pemberdayaan Masyarakat sesuai dengan
permendagri 114.

13

Kendala dan Permasalahan


2. Minim riset dan data tidak valid
Diperlukan suatu dasar ilmiah yang kuat untuk menyusun suatu perencanaan pembangunan yang berkelanjutan. Demikian juga
untuk menyusun rencana pengembangan pelayanan
dasar.
Sementara
ini
hasil
penelitian ilmiah mengenai kondisi terkini
pelayanan dasar di Kabupaten Kapuas Hulu
masih sangat minim, sehingga pihak-pihak
terkait yang akan menyusun kebijakan pembangunan dan perencanaan pengembangan
pelayanan dasar masih sulit mendapat referensi. Sebagai contoh di Kapuas Hulu masih
ditemukan penggunaan data yang sudah kedaluarsa (data 10-15 tahun lalu) yang dipakai
untuk dasar melaksanakan program layanan
dasar untuk keluarga miskin, seperti bantuan
BPJS kesehatan BLSM, RASKIN, dll., sehingga
bantuan yang diberikan sering menjadi tidak
tepat sasaran.
3. Kapasitas SDM Minim
Dari hasil studi awal disadari bahwa permasalahan minimnya kapasitas SDM di desa masihmenjadi salah satu factor penghambat
pelaksanaan pelayanan dasar di KH. Absennya
tenaga pendidik dan tenaga medis di daerah

pedalaman juga menjadi hambatan terbesar


melakukan pelayanan dasar bidang pendidikan dan kesehatan di daerahdaerah sulit
tersebut. Kemiskinan dan keterbelakangan
juga terjadi karena minimnya kemampuan
warga desa dalam mengelola aset alam dan
social serta yang sebenanya merupakan potensi bagi mereka untuk keluar dari situasi kemiskinan.
4. Minim infrastruktur
Buruknya kondisi jalan dan jembatan masih
menjadi permasalahan terbesar di banyak desa di Kapuas Hulu. Banyak desa dan dusun
jauh di pedalaman masih terisolir. Desa/dusun tersebut masih kesulitan mengakses
layanan pendidikan, kesehatan dan layanan
social lainnya. Infrastruktur pendukung
komunikasi dan informasi juga masih minim
di desa-desa yang jauh terpencil. Masih banyak desa/dusun tanpa sinyal dan belum bisa
menangkap informasi yang disalurkan melalui
Radio dan TV .
5. Minim ide kreatif/inovasi
Di desa masih terkesan minim ide-ide kreatif
untuk pengembangnan pembangunan desa.

Penutup
1. Kesimpulan

2. Saran

Di Kapuas Hulu terdapat banyak sekali desa-desa


yang memiliki potensi SDA yang luar biasa. Desa
Piasak Hulu dan desa Rantau Bubun misalnya.
Namun potensi tersebut belum dikembangkan
secara optimal untuk kesejahteraan warga desa.
Hambatan utamanya adalah minimnya SDM , informasi dan kreativitas aparat Desa serta
dukungan dari pemerintah terkait. Maka pendampingan dari tenaga professional pendamping
desa dan kerjasama synergis antar SKPD serta
masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi
kebutuan tersebut.

Desa yang memiliki potensi luar biasa seperti Piasak Hulu dan Rantau Bumbun dapat diberi perhatian khusus dari pihak pemerintah untuk
dikembangkan. Desa-desa seperti ini dapat dijadikan Labsite yang akan dijadikan perconthan bagi
desa-desa lainnya.

Putussibau, 30 April 2016

Stephanus Mulyadi, M.Sc


Tenaga Ahli Pelayanan Dasar
14

Beri Nilai