Anda di halaman 1dari 22

BAB 8

SUMBER DATA KESEHATAN MASYARAKAT


Bab awal telah menekankan pentingnya epidemiologi dalam melengkapi
kerangka konsep dan alat untuk mempelajari etiologi penyakit. Epidemiologi juga
berharga bagi petugas dan perencana kesehatan untuk mengidentifikasi kebutuhan
dan masalah kesehatan, alokasi sumber daya dan mengukur keefektifan program
baru. Untuk tujuan ini data dibutuhkan pada tiga area (1) populasi dan komponen
demografinya, (2) status sehat, penyakit dan kematian (3) sumber daya kesehatan
seperti dokter, dan fasilitas kesehatan lainnya. Pembahasan tentang sumber daya
kesehatan diluar lingkup bab ini. Tapi dua subjek pertama akan tercakup pada 3 bab
berikutnya. Sumber data akan dibahas pada bab ini.
SENSUS
Perencanaan dan pemrograman di semua bidang, termasuk kesehatan
didasarkan pada pengetahuan jumlah dan komposisi suatu populasi, kekuatan yang
menentukan jumlah dan komposisi tren yang diperhitungkan. Pentingnya informasi
suatu populasi yang akurat telah diakui oleh

pemerintah dimanapun berada. Di

Amerika Serikat, kongres mengalokasikan anggaran yang besar untuk pencacahan


penduduk secara berkala.
Kata sensus, berasal dari kata Latin yang berarti menghitung atau menilai
mengarah pada penghitungan atau pencacahan berkala suatu populasi. Catatan
pencacahan penduduk telah ada hampir selama 5000 tahun di Babylonia, Cina dan
Mesir. Setelah perpecahan Kerajaan Romawi, terdapat sedikit usaha untuk
memelihara catatan populasi penduduk yang akurat sampai abad ke 18, ketika
beberapa negara Eropa Barat melakukan sensus formal.
Di negara ini (Amerika Serikat), sensus telah dilakukan setiap 10 tahun sejak
1900. tujuan dasar suatu sensus adalah menghitung jumlah kepala sebagai dasar
pembagian secara merata jumlah legislator setiap negara bagian yang akan di kirim

127

ke Dewan Perwakilan. Sejak itu sensus telah secara berangsur-angsur diperluas


mencakup data pada beberapa karakteristik populasi penduduk. Nama, alamat, usia,
jenis kelamin, warna kulit, status marital, dan hubungan dengan kepala keluarga,
sebagaimana karakteristik rumah tangga, diperoleh dari semua orang. informasi
penduduk asli, migrasi, pendidikan, kesamaan, status pekerjaan, pendapatan, dan
seterusnya diperoleh dari sampel. Informasi dari sensus sangat penting untuk setiap
wilayah yuridiksi karena membentuk dasar bagi alokasi dana federal dan negara
bagian pada berbagai program. Hal ini sekarang menjadi penting terhadap aktivitas
desentralisasi pemerintah federal dan pemberian pembagian pendapatan.
Ada dua metode dasar untuk pencacahan penduduk :de facto, yang
mengalokasikan orang berdasarkan lokasi mereka pada saat pencacahan, dan de jure,
yang menetapkan

mereka berdasarkan tempat mereka menetap. Sebagai contoh,

salesman yang tinggal di Cincinnati tapi bekerja di Boston pada hari sensus diadakan
akan ditetapkan di Boston pada sensus de facto dan, tapi di Cincinnati jika metode
de jure digunakan. Sensus Amerika Serikat menggunakan pencacahan de jure karena
memberikan indikasi populasi tetap dan komposisi rumahtangga yang lebih baik pada
suatu area.
Biro Sensus telah berusaha untuk mengimbangi biaya dan kompleksitas
pencacahan populasi penduduk yang bahkan meningkat dengan menggunakan
teknologi maju, seperti kartu tekan (1890) dan scan optik (1960). Selama tahun 1950
sensus dilakukan oleh pencacah terlatih yang mengunjungi setiap rumah tangga untuk
mengumpulkan data. Sensus tahun 1960 memperkenalkan sensus diri sendiri, tahun
1970 menggunakan surat untuk distribusi dan pengembalian format sensus. Pada
tahun-tahun terakhir pencacahan digunakan pada area perkotaan hanya untuk
memperoleh informasi yang hilang dan untuk menverifikasi beberapa pertanyaan.
Informasi sensus dianalisa dan diberikan untuk keseluruhan negara dan
kemajuan subdvisi yang lebih kecil ( timur laut, utara, selatan dan Barat), sembilan
divisi, negara bagian, kota, bagian sensus blok dan lainnya. Sebagai tambahan area
dibagi menjadi kota dan desa. Definisi kota dan desa berubah dari waktu ke waktu.
128

Istilah kota sekarang secara normal digunakan untuk tempat dengan penduduk
2500.
Sejak tahun 1950 terdapat penekanan pada klasifikasi suatu area sebagai
metropolitan atau nonmetropolitan seperti halnya kota dan desa. Batas batas politis
kota di Amerika Serikat tidak begitu lama menggambarkan unit yang berarti.
Perkembangan jaringan jalan raya di dalam dan disekitar kota telah diikuti oleh
berdirinya tidak hanya kawasan perumahan dan pusat perbelanjaan tapi juga kawasan
industri dan kompleks perdagangan. Karena interaksi yang meluas antara kota dan
area disekitarnya, suatu unit yang mencakup keduanya diperlukan sebagai dasar
deskripsi statistik.
Konsep Area Statistik Metropolitan Standar (SMSA) telah diperkenalkan
untuk melengkapi unit ini. Agar memenuhi syarat sebagai suatu area SMSA harus
memenuhi kriteria yang berhubungan dengan ukuran (minimal satu kota dengan
penduduk 5000), integrasi sosial dan ekonomi kota dan wilayah disekitarnya,
kepadatan populasi minimum, dan proporsi minimum tenaga kerja yang bekerja pada
bidang non pertanian. Pada sensus 1970 terdapat 228 SMSA di Amerika Serikat.
Lebih dari dua pertiga populasinya (69 persen) tinggal dalam satu SMSA; dari jumlah
ini lebih dari seperduanya (37,6 persen) tinggal diluar pusat kota, sisanya (31,4
persen) tinggal di dalam. Tingkat aktual integrasi pada entitas politis dalam SMSA
sangat bervariasi. Tingkat dimana area metropolitan berfungsi sebagai unit

telah

masuk dalam perencanaan dan pemberian pelayanan kesehatan.


Dalam kota sering terdapat kebutuhan untuk analisis statistik area geografis
yang lebih kecil. Untuk memenuhi hal ini, unit yang disebut bagian sensus ditetapkan.
Hal ini merupakan subdivisi tetap kota besar dan daerah yang berdekatan. Batas
bidang di set sedemikian sehingga setiap bidang terdiri dari 3000 sampai 6000 orang
dan akan relatif homogen pada komposisi etnis dan sosial ekonomi. Tetapi, setelah
melewati waktu bidang itu telah menjadi cukup heterogen.
Biro Sensus membuat studi yang detail untuk mengecek kelengkapan dan
keakuratan sensus. Sensus 1970 telah dihitung memiliki error dengan perhitungan
129

bersih sekitar 2,5 persen, tapi persentase ini sangat tinggi untuk kelompok tertentuanak-anak utamanya bayi, pria muda dan kulit hitam. Perhitungan kulit hitam telah
diestimasi sekitar 7,7 persen.
Keterbatasan sensus adalah bahwa penghitungan setiap sepuluh tahun tidak
dapat memberikan informasi yang akurat dan up to date yang diperlukan bagi
populasi yang berkembang dan memiliki mobilitas tinggi. Keterbatasan ini diatasi
dengan survei sampel bulanan 50000 rumah tangga yang dikenal sebagai Survei
Populasi Terbaru (CPS). Bagaimanapun, survei ini tidak dapat memberikan informasi
dengan detail yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan intersensal. Terdapat
kepentingan yang berlanjut untuk mengurangi interval sensus antar populasi total
menjadi lima tahun.
Informasi yang dilengkapi oleh setiap orang pada sensus bersifat rahasia
dan tidak tersedia bagi petugas swasta maupun pemerintah kecuali dalam bentuk
rangkuman kompilasi statistik. Tabulasi untuk area yang kecil dapat dihilangkan bila
memberikan identifikasi seseorang. Disamping itu, pada masa lalu terdapat komplain
tentang invasi terhadap privasi. Kemarahan telah dieksperesikan pada pertanyaan
seperti apakah toilet dan kamar mandi di rumah dibagi bersama anggota keluarga
lainnya. Konsensus reaksi terhadap pekerja kesehatan masyarakat pada keberatan ini
dinyatakan pada editorial Jurnal Kesehatan masyarakat Amerika (1969).
STATISTIK VITAL
Mungkin sumber informasi utama tentang kesehatan suatu populasi adalah
statistik vitalnya. Dengan statistik vital kita mengartikan data dikumpulkan dari
catatan berjalan atau registrasi,

semua kejadian vital- kelahiran dan adopsi;

kematian dan kelahiran; pernikahan, perceraian, dan penghapusan. Kita akan


membahas hanya pada aspek registrasi dimana dokter selalu berhubungan- akta
kematian, kelahiran dan kematian janin.
Meskipun sertifikat dikumpulkan secara lokal, tanggung jawab legal untuk
registrasi kejadian vital dipusatkan pada pemerintah negara bagian seseorang tinggal
130

dan teritori serta beberapa kota besar. Gambar 8-1 menguraikan alur informasi
melalui Sistem Registrasi Statistik Vital di Amerika Serikat. Meskipun setiap negara
bagian menentukan format dan isi sertifikatnya sendiri, pemerintah federal melalui
Pusat Statistik Kesehatan Nasional merekomendasikan format standar yang dapat
diadopsi oleh negara bagian. Sertifikat standar terakhir direvisi pada tahun 1968.
revisi ini menghasilkan sedikit perubahan pada sertifikat kematian standar, tapi
beberapa perubahan penting pada sertifikat kelahiran dan kematian bayi.
Secara historis, registrasi kejadian vital kembali dalam suatu variabel lama
waktu untuk negara bagian yang berbeda. Di Virginia dan Massachutes, registrasi
kelahiran, pernikahan, dan kematian telah diinstitusikan sejak pertengahan abad ke17. pemerintah federal mulai membuat statistik nasional kematian pada tahun 1880
dan kelahiran pada tahun 1915 berdasarkan salinan sertifikat yang dikeluarkan oleh
negara bagian. Selama bertahun-tahun, standar minimum pelaporan ditetapkan oleh
pemerintah federal telah dijumpai dengan peningkatan jumlah negara bagian. Sejak
tahun 1933 kualitas pelaporan kelahiran dan kematian telah meningkat luas dengan
semua negara bagian masuk dalam apa yang dikenal sebagai Area Registrasi
Kelahiran dan Kematian. Sejak itu, registrasi kelahiran dan kematian semakin
meningkat, utamanya karena proporsi yang besar hal ini dilakukan di rumah sakit,
khususnya karena registrasi menguntungkan bagi setiap orang dan keluarganya. Bukti
kelahiran diperlukan untuk memperoleh paspor dan untuk masuk sekolah. Sertifikat
kematian dibutuhkan untuk menentukan klaim asuransi, untuk menerima setoran atau
jaminan sosial dan seterusnya.
Sertifikat Kematian
Sertifikat kematian sangat penting bagi studi epidemiologi yang layak
mendapatkan komentar. Sertifikat kematian memberikan tidak hanya informasi
jumlah kematian dan karakteristik orang yang meninggal (yaitu umur, jenis kelamin,
warna kulit, pekerjaan) tapi juga kondisi yang menyebabkan kematian.

131

Adalah penting untuk waspada terhadap beberapa masalah yang terdapat


dalam memperoleh dan menginterpretasikan informasi penyebab kematian. Jumlah
informasi yang tersedia tentang orang yang meninggal bervariasi; tergantung
seberapa luas orang tersebut telah diselidiki secara medis sebelum meninggal, pada
seberapa dekat hubungan kekeluargaan dokter yang memberikan sertifikat dengan
orang yang meninggal, dan pada apakah otopsi telah dilakukan atau tidak.
Pada hubungan ini kita mungkin mempertimbangkan nilai data otopsi.
Informasi patologi diperoleh dari otopsi sering dijadikan dasar penilaian akhir
terhadap pasien dan merupakan nilai yang berharga dalam pendidikan lanjut dokter.
Tetapi, hasil otopsi dapat menyesatkan bagi penggunaan epidemiologi karena otopsi
dilakukan pada sampel tak acak semua kematian. Kesulitan mendapatkan izin untuk
melakukan otopsi berkaitan dengan agama dan faktor lainnya menambahkan proses
seleksi lebih lanjut pada proses seleksi yang menentukan masuk rumah sakit atau
tidak.
Meskipun demikian, data otopsi memberikan kontribusi yang signifikan
pada pemahaman riwayat alami penyakit dan pengetahuan tren frekuensi. Sebagai
contoh, dasar pemikiran modern tentang penyakit jantung aterosklerotik adalah
penemuan prevalensi yang tinggi (73 persen) lesi arterosklerotik pada arteri koroner
prajurit muda yang tewas dalam perang Korea. Diantara indikasi awal peningkatan
kejadian kanker paru adalah laporan bahwa kondisi ini telah ditemukan dengan
peningkatan frekuensi otopsi.
Penguji medis dan kasus koroner (petugas forensik). Jika kematian
berkaitan dengan kecelakaan, jika ada kecurigaan terjadi permainan bodoh
(pembunuhan atau bunuh diri), atau jika dokter tidak berada di tempat, dokter pribadi
tidak melengkapi sertifikat tapi harus memberitahu otoritas lokal , seperti pemeriksa
medis atau petugas forensik. Istilah ini tidak sama. Pemeriksa medis adalah pegawai
publik yang harus dokter atau yang biasanya dilatih pada patologi forensik. Tugasnya
ialah menyelidiki penyebab kematian pada keadaan yang diuraikan diatas. Koroner
juga pegawai publik, tapi tidak harus ahli patologi atau dokter. Pada kenyataannya,
132

kualifikasinya lebih bersifat politis dibanding ilmiah. Banyak wilayah yuridiksi masih
memiliki sistem koroner. Sebagai contoh, di Pennsylvania, Philadelphia adalah satusatunya dari 67 kota yang memiliki petugas pemeriksa medis. Meskipun adopsi
sistem pemeriksa medis tidak menjamin informasi yang cukup pada semua kasus
kematian tiba-tiba. Penyelidikan kematian yang tidak dapat dijelaskan tidak wajib,
melainkan , pemeriksa kesehatan memutuskan kebutuhan untuk otopsi berdasarkan
penyelidikan sebelumnya. Untuk orang yang dirawat secara medis sebelumnya tapi
tidak ditangani oleh dokter secepatnya sebelum meninggal, pemeriksa medis
mungkin mengarah pada penilaian dokter orang yang meninggal tersebut.
Penentuan Penyebab Kematian. Kontribusi utama dokter pada sertifikat
kematian adalah sertifikasinya pada penyebab kematian. Keputusan yang harus di
buat dapat dipahami dengan baik dengan menguji sertifikat kematian pada gambar 82. untuk setiap kematian, satu kondisi harus ditentukan sebagai penyebab dasar
kematian (bagian I, item 18c) Juga terdapat ketetapan bagi pelaporan penyebab tibatiba atau penyebab kematian (item 18a dan 18b), sebagaimana kondisi signifikan
lainnya yang berkontribusi sebagai penyebab kematian (Bagian II).
Istilah diagnostik yang digunakan pada sertifikat harus mengikuti klasifikasi
yang diterima secara internasional, Klasifikasi Statistik Penyakit, Luka dan Penyebab
Kematian Internasional (ICD). Hal ini direvisi setiap sepuluh tahun. Pada tahun 1949
perubahan utama telah diperkenalkan pada metode penetapan penyebab kematian.
Sebelum tahun itu, jika terdapat lebih dari satu penyebab yang dicatat pada sertifikat,
penyebab ditetapkan berdasarkan sistem prioritas tetap. Sejak tahun 1949 penyebab
kematian yang menyatu dengan semua statistik adalah salah satu yang dicatat pada
sertifikat kematian oleh

dokter pribadi sebagai penyebab dasar. Dokter praktek

dengan demikian berpartisipasi langsung dalam sistem statistik vital resmi. Hal ini
membuat penting bagi dokter untuk mengerti sertifikat dan melengkapinya sehingga
mencerminkan pemikiran medis terbaru yang terbaik.
Perubahan

sistem

dalam

menetapkan

penyebab

kematian

diatas

mempengaruhi secara nyata pada pencatatan beberapa penyakit. Gambar 8-3


133

memperlihatkan penurunan tiba-tiba mortalitas akibat diabetes. Kematian yang


disebabkan hal ini berkurang hampir 50 persen. Sekitar setengah penurunan telah
dihitung untuk penentuan penyakit jantung asteriosklerotik, dan yang setengah yang
lainnya untuk beberapa kondisi lain. Sebaliknya, angka untuk neoplasma menular
memperlihatkan kenaikan tiba-tiba.
Dalam melengkapi sertifikat kematian, dokter harus memilih salah satu
kondisi sebagai penyebab utama kematian. Pada awalnya ketika penyebab utama
kematian adalah penyakit menular relatif lebih mudah untuk menetapkan suatu
kematian karena kolera, demam tipoid, tuberkulosis atau penyebab yang sama. Hari
ini dengan peningkatan harapan hidup, orang kelihatannya meninggal dengan
penderitaan ganda (diabetes dan neoplasma menular) atau kondisi yang merusak
sistem organ (penyakit kardivaskulra-ginjal). Hasilnya, penetapan satu penyebab
penyakit sangat sulit dan tidak memuaskan sebagai indikasi proses penyakit utama
yang terdapat pada seseorang.
Dampak pada statistik mortalitas pengkodean hanya satu penyebab kematian
telah diselidiki oleh Dorn dan Moriyama (1964). Analisis mereka terhadap sertifikat
kematian Amerika Serikat pada tahun 1955 menyatakan bahwa secara keseluruhan
pembatasan tabulasi pada penyebab tunggal menghasilkan kehilangan setengah
informasi diagnostik pada sertifikat kematian. Hal ini menjadi masalah bagi beberapa
penyakit dibanding yang lainnya. Untuk kanker kehilangan informasi relatif kecil,
karena sekitar 95 persen sertifikat menyebutkan kanker sebagai penyebab utama
kematian. Pada bagian lain, arteriosclerosis umum dan hipertensi tanpa indikasi
penyakit jantung dimasukkan berkontribusi pada kematian delapan kali lebih sering
sebagai penyebab utama kematian. Statistik berdasarkan satu penyebab kematian
akan kehilangan informasi seperti ini. Untuk memperluas jumlah informasi medis
yang terdapat pada sertifikat kematian, Pusat Statistik Kesehatan Nasional
mengembangkan sistem berbasis komputer (yang disebut Klasifikasi Otomatis Entitas
Medis untuk Seleksi Penyebab Kematian, atau ACME) yang tidak hanya mencatat

134

penyebab utama kematian tapi juga mempersiapkan tabulasi yang mencerminkan


penyebab ganda kematian.
Sertifikat Kelahiran
Seperti dijelaskan sebelumnya, registrasi kelahiran hidup adalah salah satu
hal pokok pada sistem statistik vital. Sebagai tambahan, hal ini juga memberikan
identifikasi penting pada individu sebagai warga negara.
Sertifikat kelahiran standar diperlihatkan pada gambar 8-4. sertifikat terdiri
dari dua bagian. Pertama, yang merupakan catatan publik terbuka, utamanya
mengidentifikasi anak-anak dan orangtuanya. Bagian terpisah lainnya, bersifat
rahasia dan hanya untuk pengguna medis dan kesehatan, berisi informasi yang
berguna untuk studi epidemiologi. Bagian ini berisi informasi tentang ras dan
pendidikan orangtua, kehamilan sebelumnya, jumlah perawatan sebelum kelahiran,
berat bayi, komplikasi kehamilan dan persalinan, dan ketidaknomalan kongenital.
Kebanyakan informasi ini, meskipun didapatkan sebelumnya oleh beberapa negara
bagian, ditambahkan pada sertifikat standar baru-baru ini. Perubahan yang dihasilkan
dari revisi tahun 1968 ditandai dengan area hitam pada gambar 8-4.
Terdapat beberapa kontroversi pada apakah item sensitif, seperti ras dan
status legitimasi, harus dimasukkan dalam sertifikat. Sebagai jawaban pada hal
tersebut, ras, yang selalu ada pada sertifikat standar, telah dipindahkan dari bagian
rahasia, sementara legitimasi masih tetap tercatat. Pencantuman kedua item ini
direkomendasikan karena membantu dalam evaluasi masalah sosial dan kesehatan.
Tidak semua negara bagian yang membutuhkan, bahkan menginjinkan pelaporan
ilegitimasi.
Data berat lahir, luka lahir, dan malformasi kongenital adalah berguna untuk
mengidentifikasi anak-anak yang kemungkinan membutuhkan pelayanan kesehatan,
pendidikan dan sosial khusus. Juga memberikan informasi untuk studi epidemiologi
prematur dan kerusakan kongenital. Tetapi, terdapat keterbatasan penggunaan
sertifikat kelahiran untuk tujuan seperti ini. Apakah cacat lahir tertentu dimasukkan
135

dalam sertifikat tergantung pada tingkat keganasan dan manifestasinya pada


kelahiran, ketelitian dimana anak diuji, dan perawatan dengan saat sertifikat
dilengkapi. Milham (1963) menemukan, bahwa pada rangkaian 143 kasus mulut dam
langit-langit mulut pecah, seperempatnya tidak dimasukkan dalam sertifikat
kelahiran. Catatan rumah sakit juga dapat hasilnya tidak memuaskan. Seperlima
kerusakan ini tidak tercatat dalam catatan rumah sakit.
Sertifikat Kematian Janin
Statistik kematian janin memberikan beberapa informasi pada pembuangan
janin. Terdapat perbedaan kecil dari suatu wilayah yuridiksi dengan yang lainnya
pada kriteria yang dispesfikasikan untuk menentukan ada atau tidak kehidupan pada
saat lahir (kelahiran hidup vs kematian janin), tapi masalah utamanya berasal dari
registrasi yang tidak lengkap dan dari perbedaan diantara negara bagian dalam tahap
perkembangan janin pada tempat registrasi dilakukan. Definisi kematian janin yang
diadopsi oleh Badan Kesehatan Dunia meliput semua kematian janin, tanpa
menghiraukan

umur

perkembangan

janin.

Meskipun

defenisi

ini

telah

direkomendasikan untuk digunakan di Amerika Serikat, pada prakteknya banyak


negara bagian mengisi registrasi hanya setelah janin berumur 20 minggu.
DATA MORBIDITAS
Usaha awal oleh otoritas pemerintah untuk menyelidiki kejadian penyakit
berhubungan dengan kebutuhan mendesak untuk mengetahui penyakit menular yang
serius , seperti cacar air, dipteri, sakit kuning, demam tipoid, dan kolera. Untuk tujuan
pragmatis ini telah ditambahkan dalam mempelajari kejadian penyakit ini untuk
memplot distribusinya terhadap waktu dan tempat. Lebih terbaru, telah dilakukan
usaha untuk memperluas pengumpulan sistematik data pada rentang kondisi yang
lebih luas dibanding penyakit menular katastropik. Bagian bab ini akan menguraikan
sumber

utama

data

morbiditas

dan

penjelasan

penggunaan,

sebagaimana

keterbatasannya, setiap sumber.

136

Laporan Penyakit yang Dapat Dilaporkan


Pada fokusnya terhadap pasien sebagai individu, dokter praktek cenderung
kurang memperhatikan peranan mereka dalam memberikan kontribusi terhadap
jaringan masyarakat luas tentang informasi penyakit. Kita akan memberikan suatu
gambaran bahwa jaringan itu menstimulasi kewaspadaan peranan penting dokter yang
dapat dan harus dijalankan dalam memindahkan informasi tentang kasus penyakit
yang dapat dilaporkan.
Kontrol penyakit menular telah lama diterima sebagai fungsi penting
departemen kesehatan yang kritis. Kontrol efektif penyakit menular membutuhkan
tanggung jawab petugas untuk mengetahui sifat dan luasnya masalah kesehatan
dalam wilayah yuridiksi mereka sehingga mereka dapat mengambil tindakan yang
tepat. Sebagai contoh, ketika kasus demam tipoid dilaporkan, tim investigasi harus
dikirim untuk menentukan

sumber infeksi sehingga tindakan kontrol dapat

dilakukan.
Sekarang, dengan imunisasi mencegah campak yang ada, departemen
kesehatan yang paling berkepentingan untuk mempelajari kejadiannya. Mereka
kemudian dapat mencari segmen populasi yang tidak diimunisasi dan mengatur
kampanye imunisasi. Kasus penyakit kelamin memberikan jalan masuk ke dalam
rangkaian infeksi meliputi sumber pada satu sisi dan orang yang kemungkinan
terinfeksi penyakit yang dilaporkan pada sisi lain. Dengan demikian, aktivitas kontrol
tidak hanya memberikan kebutuhan mendesak untuk penahan penyakit tapi juga
informasi tambahan umum tentang distribusi dan penyebarannya.
Sebagaimana pengumpulan dan pencacatan statistik vital, tanggung jawab
dan otoritas kontrol penyakit terdapat pada setiap negara bagian. Daftar penyakit
yang harus dilaporkan bervariasi sedemikian rupa dari suatu negara bagian ke negara
bagian lain. Penyakit yang dilaporkan pada semua negara bagian terdapat pada tabel
8-1. Disamping itu, empat penyakit- kolera, pes, cacar air dan demam kuning di
wadahi

oleh regulasi internasional. Beberapa negara bagian juga memasukkan

137

laporan untuk epidemi beberapa jenis penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan;
pada beberapa area kanker juga dilaporkan.
Sayangnya, pelaporan penyakit sering diabaikan. Penyakit menular yang
lebih penting dan jarang, seperti pes dan rabies, kemungkinan dilaporkan secara
konsisten karena dokter dapat melihat kebutuhan pemberitahuan penyakit ini. Nilai
pelaporan penyakit yang umum kurang jelas. Sebagai tambahan, dokter sering segan
untuk melaporkan penyakit yang membawa stigma sosial, seperti sipilis dan
gonorrhea.

Meskipun begitu, bahaya terhadap masyarakat sebagai bagian dari

penyakit menular yang tidak terkontrol mengikat dokter secara legal dan etis untuk
melaporkan penyakit ini pada otoritas yang tepat.
Pengenalan

terhadap

ketidaklengkapan

laporan

telah

mengarahkan

departemen kesehatan untuk mempersingkat dan mempermudah proses pelaporan,


untuk menentukan sumber beragam untuk pelaporan (seperti, dokter, rumah sakit dan
laboratorium) da sat yang sama, untuk mengumpulkan laporan dari suatu sampel
dikter yang berkepentingan dibanding dari semua populasi. Sebagai contoh, pad tida
tahun percobaan (1966-1969) di Rhode Island, 40 dokter, kebanyakan dokter praktek
dan anak-anak, diberi honorarium untuk melaporkan setiap minggu penyakit menular
yang mereka dapatkan pada praktek mereka. Selama periode percobaan ini 40
konsultan melaporkan lebih banyak kasus tiga kondisi umum-cacar air, mump dan
infeksi streptokokkal dibanding 400 dokter praktek dan dokter anak-anak diseluruh
negara bagian pada periode sebelum percobaan.
Prosedur tetap untuk pelaporan bervariasi untuk negara bagian yang
berbeda; secara umum, dokter yang bertugas bertanggung jawab untuk melaporkan
kasus yang terjadi pada otoritas

kesehatan lokal. Direktur rumah sakit dan

laboratorium mungkin juga diminta untuk melapor. Informasi ini dihubungkan pada
departemen kesehatan negara bagian, dari sana menuju Pusat Pengendalian Penyakit
(CDC) di Atlanta, dan bahkan ke World Health Organization dicantumkan pada
statistik internasional. CDC mempersiapkan laporan mingguan (Laporan Mingguan
Morbiditas dan Mortalitas , atau MMWR) yang merangkum kejadian terbaru
138

beberapa dari 20 penyakit yang dapat dilaporkan , sebagaimana kematian setiap


pekan di 122 kota di seluruh negara. Item lain MMWR mengandung laporan terbaru
investigasi epidemiologi, rekomendasi dari komite umum pada kebijakan imunisasi,
dan tinjauan ulang surveilans penyakit. Karena sistem pelaporan telegrafik setiap
minggu dari negara bagian dan petugas kesehatan teritorial ke CDC, hanya sedikit
hari yang terlewati antara pemindahan informasi ke Atlanta dan publikasi dan
penyebarannya. CDC juga mempublikasikan rangkuman tahunan morbiditas dan
mortalitas penyakit yang dapat dilaporkan. Informasi tambahan tentang penyakit
tertentu diperoleh dari suatu rangkaian program surveilans nasional (lihat bab 12).
Fakta bahwa banyak penyakit menular yang tidak dilaporkan tidak berarti
bahwa

data

dari

petugas

pelaporan

tidak

memiliki

nilai

epidemiologi.

Kemungkinannya, setidaknya untuk beberapa penyakit, untuk memperkirakan tingkat


penyakit yang tak terlaporkan; data pada penyakit yang dilaporkan dapat digunakan
untuk mempelajari tren terhadap waktu dan tempat. Dengan demikian, data semacam
ini, sekalipun tidak lengkap, dapat mengarah pada hipotesis tentang etiologi dan cara
perpindahan penyakit.
Statistik Rutin Morbiditas Lainnya
Informasi tentang penyakit tersedia dari sejumlah sumber dibandingkan
pelaporan wajib, sebagai hasil aktivitas berlanjut

berbagai organisasi. Diantara

sumber ini adalah catatan rumah sakit, catatan dokter pribadi, data dari program
asuransi, rencana kesehatan industri, catatan sekolah, dan agen pemerintah, seperti
angkatan bersenjata dan Administrasi Veteran. Beberapa dari hal ini akan dijelaskan
secara singkat.
Catatan Rumah Sakit. Pada pemikiran awal mungkin terlihat bahwa
catatan dari rumah sakit umum akan menjadi sumber data morbiditas yang bagus.
Sayangnya ini tidak benar di Amerika Serikat untuk beberapa jenis penyakit. Data
berdasarkan masuk dan keluar rumah sakit memberikan gambaran penyakit yang bias
pada suatu komunitas. Kasus penyakit akut yang diobati di kantor dokter dan kasus
139

yang tidak mendapatkan perhatian medis akan hilang. Sebagai tambahan, penyakit
serius kronik, seperti kanker dan arthritis rheumatoid, yang diikuti berdasarkan pasien
rawat jalan tidak akan muncul pada data prevalensi berdasarkan pasien rawat inap.
Opname pada suatu rumah sakit tertentu dihasilkan dari banyak faktor selektif, seperti
akses ke rumah sakit, kemampuan tempat tidur, keinginan untuk merawat oleh dokter
khusus, dan polis asuransi yang meningkatkan perawatan pasien rawat inap. Dengan
demikian, tidak ada dasar populasi yang tetap yang berhubungan dengan salah satu
rumah sakit atau bahkan dengan semua rumah sakit yang ada pada suatu area.
Lebih lanjut, data statistik rumah sakit bahkan pada diagnosis utama
umumnya sulit untuk dikumpulkan, setidaknya sebagian karena kurangnya sistem
otomatis. Di Amerika Serikat, pada saat sekarang tidak ada mekanisme terpusat dan
seragam untuk pengumpulan data epidemiologi dan utilisasi dari rumah sakit umum.
Tetapi, sebuah sistem non profit, Sistem Aktivitas Profesional (PAS), telah dibentuk
pada tahun 1953 sebagai respon terhadap kebutuhan informasi semacam ini.
Organisasi

ini, dengan disponsori oleh beberapa kelompok profesional,

mengumpulkan dan menyusun laporan pada orang yang keluar rumah sakit dari 2000
yang tinggal dalam waktu singkat di rumah sakit. Informasi ini, yang dikumpulkan
dalam bentuk abstrak standar, meliputi karakteristik demografi, lama tinggal,
diagnosis, pengobatan, komplikasi, status saat keluar, dan detail kerja dan manajemen
diagnostik.
Daya pendorong pada pelaporan data rumah sakit sekarang datang dari
pengambilan data statistik berbagai program pemerintah,. Contohnya adalah tinjauan
ulang pemanfaatan yang dimandatkan Medicare dan data yang diambil oleh Biro
Anak-anak untuk yang dirawat untuk Program Anak-anak dan Pemuda. Hal ini
seharusnya memberikan peningkatan nilai catatan rumah sakit untuk studi morbiditas.
Disamping banyak kekurangannya, data morbiditas dari rumah sakit
memberikan dirinya sendiri pada surveilans kondisi tertentu. Populasi tetap pasien
rawat inap memberikan pembilang bagi angka kejadian selama hospitalisasi. Dua
masalah yang telah dipelajari pada hal ini adalah infeksi (nosokomial) yang diperoleh
140

di rumah sakit dan yang terbaru adalah reaksi obat yang merugikan. Studi yang
seksama telah mengindikasikan bahwa kedua masalah ini secara subtansial penting
berhubungan dengan frekuensi dan keganasan. Telah dihitung bahwa sekitar 15
persen pasien di rumah sakit menderita reaksi obat yang merugikan selama mereka
berada di rumah sakit. Hal ini sebagian mencerminkan penggunaan yang meluas obat
keras pada pasien rumah sakit. Infeksi yang diperoleh di rumah sakit akan dibahas
pada bab 12.
Data pada penyakit dan keterbelakangan mental membentuk pengecualian
utama terhadap keterbatasan manfaat statistik rumah sakit rutin pada pasien yang
masuk dan keluar rumah sakit. Banyak rumah sakit jiwa swasta dan negeri dan klinik
pasien

psikiatrik rawat jalan

secara rutin melaporkan data karakteristik dan

diagnosis yang seragam pada pihak kesehatan jiwa negara bagian dan Institut
Kesehatan Jiwa Nasional. Tentu saja, dengan penyakit kronik atau kambuhan, seperti
penyakit jiwa, terdapat kemungkinan besar bahwa seseorang akan masuk beberapa
kali ke satu atau lebih fasilitas kesehatan selama suatu periode waktu. Penggunaan
register kasus menghilangkan masalah penghitungan ulang orang yang sama.
Program Asuransi Praktis Kelompok Prabayar. Peningkatan penggunaan
telah membuat data penyakit tersedia dari pelayanan praktis kelompok prabayar,
seperti Rencana Asuransi Kesehatan (HIP dan Kelompok Permanente Kaiser yang
mulai dari Pantai Barat. Meskipun anggota kelompok ini tidak membentuk sampel
reprenstatif populasi, ukurannya yang besar dan catatan komputer yang bagus
dapat memungkinkan untuk memperoleh data morbidtas yang tidak terdapat pada
sumber lain. Contoh manfaat catatan seperti ini dapat ditemukan pada studi hasil
kehamilan yang dimulai oleh HIP pada tahun 1958. menggunakan informasi yang
dicatat secara rutin, mereka mampu mempelajari hasil 12000 kehamilan dan
mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan hasil yang tidak bagus. Mereka
menemukan bahwa sekitar seperempat kehamilan berakhir dengan buruk (kematian
janin atau bayi, bayi lahir berat rendah, atau anomali kongenital yang signifikan) dan

141

histori hasil kehamilan sebelumnya berguna untuk sebagai peramal faktor kehamilan
berikutnya.
Dokter Pibadi. Catatan dokter jarang digunakan di negara ini. Sebaliknya di
Inggris sekitar 95 persen populasi penduduk ditangani oleh Pelayanan Kesehatan
Nasional, dan setiap orang berada pada daftar satu praktisi umum yang dibayar
berdasarkan per kapita. Hubungan pasti ini memungkinkan untuk menggunakan
catatan praktisi umum untuk studi morbiditas yang tidak dapat ditiru di negara ini.
Register Penyakit
Pada beberapa area register atau roster telah ditetapkan untuk penyakit yang
berkaitan dengan kesehatan masyarakat utama tuberkulosis, kanker, demam rematik
dan penyakit jiwa. Semua kasus diagnosis baru memenuhi kriteria yang disyaratkan
melalui pelaporan rutin pada tempat pengumpulan pusat (departemen kesehatan lokal
atau negara bagian). Laporan kasus yang masuk dicocokkan dengan roster terbaru,
dan kasus baru ditambahkan pada pendaftaran yang ada. Roster di jaga up to date
melalui tindak lanjut berkala.
Untuk penyakit seperti tuberkulosis dan kanker register membantu dalam
perawatan pasien dengan memberikan tindak lanjut yang teratur. Register kasus yang
didesain dan dilakukan dengan baik dapat memberikan informasi pada riwayat alami
penyakit yang tidak dapat diperoleh dari sumber lain. Sebagai tambahan jika register
berdasarkan populasi, dapat menghasilkan informasi kejadian dan prevalensi
sebagaimana daya tahan hidup.
Register kanker yang tidak berdasarkan populasi termasuk pada Kelompok
Hasil Akhir(1972). Organisasi ini, terdiri dari tiga negara bagian dan 10 rumah sakit,
telah memberikan informasi yang berharga terhadap pengalaman pengobatan dan
ketahanan hidup pada pasien yang diobati pada lebih dari 100 rumah sakit di seluruh
negeri sejak tahun 1940. sekarang digantikan dengan program Surveilans,
Epidemiologi dan Pelaporan Hasil Akhir (SEER) kanker, yang akan berbasiskan
populasi dan akan memberikan informasi pada kejadian sebagaimana pengobatan dan
survival.
142

Mengingat kerja dan pengeluaran subtansial yang dibutuhkan dalam


penetapan dan pemeliharaan register berbasis populasi, keputusan untuk membuat
register baru seharusnya tidak dibuat dengan mudah. Suatu register seharusnya dibuat
hanya pada situasi dimana terdapat prospek untuk

menjelajahi informasi yang

dikumpulkan. Harus ini mengharuskan kerjasama dari komunitas medislokal dan


dukungan finansial yang tetap untuk staf profesional yang kompoten.
Survei Morbiditas
Dapat terlihat bahwa pengumpulan penyakit secara rutin dari dokter, rumah
sakit dan sumber perawatan medis lainnya tidak menghasilkan gambaran lengkap
penyakit dan kecacatan populasi total suatu wilayah tertentu. Untuk memberikan data
yang lebih komprehensif untuk memonitor status kesehatan populasi, survei sampel
yang disebut survei morbiditas, telah dilakukan.
Survei penyakit dengan skala besar

pada area geografis yang dipilih

pertama kali dilakukan pada tahun pertama abad ini. Beberapa diantaranya adalah
suvei kunjungan tunggal ( seperti , Survei Kesehatan Nasional yang dilakukan oleh
Pelayanan Kesehatan Masyarakat Amerika Serikat pada tahun 1935 dan 1936). Yang
lain, rumah tangga yang sama dikunjungi ulang secara berkala selama beberapa bulan
atau tahun. Survei yang lebih luas dan ambisius yang dilakukan saat ini adalah Survei
Kesehatan Nasional, yang telah dioperasikan selama satu dekade.
Survei Kesehatan Nasional. Survei Kesehatan Nasional ditetapkan oleh
Undang-Undang Kongres pada tahun 1956 untuk memberikan sumber informasi
yang berlanjut tentang status

dan kebutuhan

kesehatan keseluruhan negara.

Dilakukan oleh Pusat Statistik Kesehatan Nasional, ini mencakup beberapa proram
survei utama.
SURVEI WAWANCARA KESEHATAN. Setiap minggu, wawancara dilakukan

dengan 800 rumah tangga, sampel dari keseluruhan rumah tangga. Metode sampling
sedemikian sehingga hasil sampel mingguan dapat dikombinasikan untuk mewakili
data pada periode waktu yang lama, sebulan atau setahun. Wawancara meliputi dasar
143

pertanyaan inti yang berhubungan dengan kesehatan ditambah topik khusus yang
termasuk untuk periode waktu yang terbatas.
SURVEI PENILAIAN KESEHATAN. Untuk memperbesar informasi yang

dapat diperoleh secara tepat dengan wawancara rumah tangga, sampel populasi
tambahan dipelajari melalui pengujian fisik yang dilengkapi dengan tes laboratium
(kolesterol serum dan glukosa darah). Pengujian dilakukan pada unit bergerak yang di
desain khusus. Pengujian ini telah dilakukan dengan secara berseri. Seri pertama
didesain untuk studi prevalensi kondisi kronik tertentu pada orang dewasa berusia 1879 tahun. Seri kedua meliputi anak-anak berusia 6-11 tahun; seri ketiga, remaja
berusia 12-17 tahun.
Pada tahun 1971 seri terbaru diluncurkan, Survei Pengujian Kesehatan dan
Nutrisi. Pada survei ini orang berusia 1-74 tahun akan dinilai, dengan perhatian
khusus pada pendeteksian kekurangan nutrisi.
SURVEI

CATATAN

KESEHATAN.

Survei

Kesehatan

Nasional

juga

mengumpulkan informasi dari sampel berbagai institusi yang memberikan perawatan


dan kediaman medis. Tujuan survei ini adalah untuk menggambarkan pelayanan
kesehatan yang diberikan oleh berbagai fasilitas, untuk meningkatkan statistik
fasiiltas itu sendiri, dan

menggambarkan karakteristik orang yang dilayani,

mengeluarkan diagnosis dan prosedur pembedahan.


SURVEI PERTUMBUHAN KELUARGA NASIONAL . Ini merupakan survei

rumah tangga tiap dua tahun pada pola dan tren kesuburan serta praktek keluarga
berencana.
SURVEI YANG BERHUBUNGAN DENGAN CATATAN VITAL . Pada survei

hitam belakang ini informasi tambahan pada sertifikat kematian dan kelahiran
diperoleh dari keluarga, dokter atau rumah sakit. Pada kematian hal ini termasuk data
morbiditas dan masuk rumah sakit pada tahun akhir hidup, untuk kelahiran informasi
yang dicari adalah perawatan prenatal dan riwayat kesuburan.
SURVEI PERAWATAN MEDIS RAWAT JALAN. Survei telah dijelaskan pada

halaman 176.
144

Untuk meningkatkan kualitas data dari survei ini, Pusat Statistik Kesehatan
Nasional banyak melakukan tes percobaan prosedur dan melakukan berbagai macam
pemeriksaan untuk mendeteksi sumber kesalahan dan bias. Sebagai contoh, catatan
rumah sakit telah ditinjau ulang untuk mensahkan laporan rumah sakit sendiri yang
diperoleh melalui wawancara. Studi semacam ini telah menunjukkan bahwa penyakit
kronik tertentu tidak dilaporkan pada wawancara. Diantara alasan yang mungkin
adalah stigma sosial yang berhubungan dengan penyakit tertentu dan kurangnya
pengetahuan seseorang pada diagnosis khusus yang dibuat dokter.
Keterbatasan lain Survei Nasional adalah lebih mewakili data prevalensi
dibanding data kejadian, dan ukuran sampel yang analisis dapat dilakukan hanya pada
wilayah geografis utama dan untuk kondisi yang relatif umum. Meskipun demikian,
disamping keterbatasan ini, Survei Kesehatan Nasional merupakan satu-satunya
sumber data secara nasional

penyakit minor, kecacatan, kehilangan fungsi,

pengukuran psikologis, dan pola penggunaan perawatan medis. Untuk memberikan


data nilai yang lebih besar pada area negara bagian atau lokal, Pusat Statistik
Kesehatan Nasional mengembangkan pengaturan kerjasama diantara berbagai level
pemerintah.
Survei Penyakit Khusus. Survei Kesehatan Nasional berusaha untuk
mengumpulkan data komprehensif penyakit. Kebalikannya adalah survei yang fokus
pada penyakit khusus atau kelompok penyakit, seperti kanker, penyakit jiwa, dan
diabetes. Contoh pendekatan ini adalah survei kanker yang dilakukan oleh Institut
Kanker Nasional (1937, 1947 dan 1969 sampai 1971) untuk area kota dan desa yang
dipilih. Survei ini telah menghasilkan data kejadian kanker berdasarkan tempat, tipe
histologik, dan tahap penyakit pada diagnosis.
CATATAN KESEHATAN YANG BERHUBUNGAN
Berbagai sumber data yang dijelaskan sejauh ini mengarah pada catatan
untuk berbagai individu. Sertifikat kelahiran seseorang mungkin disimpan pada satu
wilayah yuridiksi, sertifikat pernikahannya pada yuridikasi lain, sertifikat kelahiran
145

anaknya pada yang lain. Sebagai tambahan, dia mungkin masuk dalam catatan
sejumlah rumah sakit dan dokter pribadi. Kemungkinan untuk menggabungkan
semua informasi ini kedalam satu sistem pencatatan sangat menarik. Istilah catatan
yang berhubungan pertama kali digunakan oleh Dunn pada tahun 1946

untuk

menandakan pendekatan komprehensif untuk menghubungkan kejadian signifikan


terkait masalah kesehatan. Pada kata yang diungkapkan oleh Dunn:
Setiap orang di dunia menciptakan buku kehidupan. Buku ini mulai dengan
kelahiran dan diakhiri dengan kematian. Halamannya terdiri dari catatan kejadian prinsip
dalam hidup. Pertalian catatan adalah nama yang diberikan pada proses pengumpulan
halaman buku ini menjadi satu buku yang lengkap.

Dua

aspek

kehidupan

kontemporer

pada

bagian

yang

membuat

keterhubungan ini sangat diinginkan : peningkatan harapan hidup, seiring dengan


hilangnya penyakit kronis, dan penyebaran mobilitas populasi. Dengan hadirnya
teknologi komputer adalah beralasan untuk mempertimbangkan

kelayakan

keterhubungan catatan pada statistik vital dan kejadian kesehatan untuk keseluruhan
populasi atau subpopulasi. Konsep awal pertalian kejadian untuk individu
(keterhubungan
keterhubungan

hubungan

personal)

telah

meluas

untuk

digunakan

pada

catatan keluarga, yang berarti catatan perseorangan dikumpulkan

pada unit keluarga.


Pada seperempat abad yang lalu beberapa proyek telah dikembangkan untuk
mengevaluasi

kelayakan keterhubungan catatan dan untuk memperlihatkan

kegunaannya. Proyek Keterhubungan Catatan Oxford ditetapkan pada tahun 1962.


Pada proyek itu file dibuat dengan memasukkan semua kelahiran dan kematian dalam
area yang pasti. File in telah memberikan kegunaan materi untuk perencanaan dan
administrasi pelayanan kesehatan, sebagaimana hasil epidemiologi yang signifikan.
Kerja Newcombe di British Columbia dengan keterhubungan keluarga telah
memberikan pengetahuan tentang masalah ini sebagai pengumpulan penyakit
keluarga dan kesuburan ibu mengikuti kematian sewaktu lahir dan kelahiran anak
dengan berbagai macam penyakit.
146

Bank data catatan kesehatan dan vital yang terhubung dengan komputer
secara teoritis memiliki potensi besar untuk studi demografi, kesuburan, genetik, dan
riwayat alami penyakit. Tetapi, untuk mengeksploitasi data menjelaskan bahwa
keterhubungan catatan akan menemui keterbatasan aplikasi pada masa akan datang.
Akan ada banyak keuntungan memiliki catatan kesehatan individu dan
lainnya melalui nomor identifikasi khusus; nomor Jaminan Sosial telah ditawarkan
untuk tujuan ini. Tetapi, banyak orang yang merasa takut bahwa informasi pada file
mungkin tak layak tersedia bagi pekerja, sumber kredit dan berbagai pegawai
pemerintah. Tidak ada solusi yang memuaskan pada masalah ini yang telah
disarankan.
Pada bab ini kita menjelaskan berbagai sumber data untuk menentukan
frekuensi penyakit. Adalah penting untuk

menyadari bahwa jumlah faktor

menentukan pilihan sumber dan metode untuk studi masalah penyakit tertentu.
Dari hal tersebut yang paling penting adalah sifat penyakit ,yaitu apakah
sering atau jarang, akut atau kronik, ringan atau ganas, dan apakah memerlukan
penanganan medis secara teratur. Sebagai contoh, kita mungkin membedakan kanker
paru dengan athritis dan reumatisme. Sertifikat kematian akan menjadi dumber
informasi yang bagus.
Kita harus memperhatikan bahwa kondisi fatal tiba-tiba data mortalitas
secara praktis sama ekivalen dengan data kejadian. Tetapi pada banyak contoh
mortalitas dan morbiditas tidaklah sama, dan masalah pengumpulan informasi dua
aspek penyakit ini harus dipertimbangkan secara terpisah.
Faktor lain yang relevan dengan pemilihan metode studi meliputi keadaan
pengetahuan sekarang tentang kondisi , biaya relatif metode studi yang berbeda, dan
tujuan khusus penyelidikan.
Sering terjadi pada kasus yang jawaban pasti tentang etiologi [penyakit tidak
dapat ditemukan melalui semua sumber data yang dibahas sejauh ini.

Sebagai

gantinya, studi khusus mungkin harus dilakukan untuk menguji hipotesis khusus.
Studi Framingharm, berbagai studi efek asap rokok, dan percobaan flouridasi
147

merupakan sedikit contoh riset dimana data baru harus dihasilkan untuk menjawab
pertanyaan tertentu.
RANGKUMAN
Bab ini telah menguraikan sumber data utama populasi, untuk memonitor
status kesehatan dan investigasi epidemiologi. Sensus tiap sepuluh tahun sekali
memberikan informasi dasar jumlah orang dan karakteristik demografi, sosial
ekonomi, dan rumah tangganya. Juga memberikan pembilang angka morbiditas dan
mortalitas.
Penyebut dari angka ini diperoleh dari berbagai sumber lain. Diantaranya
adalah pelaporan kejadian vital, kelahiran dan kematian. Informasi akurat yang
dikumpulkan oleh dokter, khususnya yang berhubungan dengan penyebab kematian,
merupakan sumber utama pengetahuan kita tentang penyebab kematian dan tren pada
penyebab ini.
Khususnya untuk penyakit dan kondisi tidak fatal, data morbiditas harus
dilengkapi dengan data penyakit. Kegunaan dan keterbatasan berbagai jenis data telah
diperhitungkan. Pelaporan penyakit yang dapat dilaporkan, khususnya penyakit
menular, meskipun tidak lengkap, memberikan informasi yang berguna pada tern
penyakit.
Statistik morbiditas yang dikumpulkan secara rutin diperoleh dari catatan
berlanjut rumah sakit, praktek swasta, dan praktek kelompok prabayar. Sumber
informasi yang lebih modern adalah survei morbiditas. Rubrik ini tidak hanya
meliputi survei penyakit tertentu tapi juga Survei Kesehatan Nasional yang lebih
komprehensif, dengan sampel populasi acak diselidiki dengan cara seperti wawancara
rumah tangga, pengujian fisik, dan analisis catatan vital dan penggunaan fasilitas
perawatan medis.
Pada bagian akhir bab ini, konsep, potensi dan masalah catatan kesehatan
dan kejadian kesehatan yang saling berhubungan telah diberikan.

148