Anda di halaman 1dari 14

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA

MODAL VENTURA

KELOMPOK 8
KP-A
SAMUEL HANDY WIJAYA 3131001
SHYENNIE

3131025

WIWIN WINARLIN

3131040

YEMIMA VERNANDA

3131078

ARINI MAFARIKHAL J.

3131091

ILMIDDINA AFIFAH

3131098

FAKULTAS BISNIS DAN EKONOMIKA


UNIVERSITAS SURABAYA
SEMESTER GASAL 2014-2015

A. Pengertian
Kata ventura berasal dari bahasa Inggris venture yang berarti sesuatu yang mengandung
risiko atau dapat pula diartikan sebagai usaha. Secara sempit modal ventura dapat diartikan
sebagai modal yang ditanamkan pada usaha yang mengandung risiko dengan tujuan
memperoleh pendapatann (return) berupa bunga tau dividen.
Untuk lebih jelasnya berikut ini dikemukakan bebrapa definisi modal ventura dari
berbagai sumber:
Tony Lorenz (Combridge, 1985) mendefinisikan: Modal ventura adalah investasi
jangka panjang dalam bentuk pemberian modal yang mengandung risiko di mana penyedia
dana (venture capitalist) terutama mengharapkan capital gain di samping mendapat bunga
dan dividen.
Menurut Clinton Richardson (Antario, 1987): modal ventura adalah dana yang
diinvestasikan pada perusahaan atau individu yang memiliki risiko tinggi.
Robert White (Nasdic Institute, 1990): Modal ventura adalah bisnis pembiayaan untuk
memungkinkan pembentukan dan pengembangan usaha-usaha baru di bidang teknologi dan
atau non-teknologi.
Menurut Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988: Perusahaan modal ventura
adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke
dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan untuk jangka waktu tertentu.
Dari berbagai pengertian tentang modal ventura tersebut dapat dikemukakan beberapa
hal sebagai berikut:
1)

Perusahaan penyerta modal (venture capitalist) selain memberikan bantuan dana juga terlibat
dalam manajemen perusahaan yang menerima pembiayaan. Sebagai imbalannya perusahaan
penyerta modal memperoleh pendapatan berupa dividen atau bunga.

2)

Perusahaan pasangan usaha (investee company) selain menerima bantuan dana juga
menerima bantuan manajemen seperti pengolahan keuangan, produksi, dan pemasaran.
Keterlibatan penyerta modal dalam manajemen perusahaan pasangan usaha inilah yang
membedakandengan pembiayaan lain seperi kredit bank konvensional, kredit bank syariah
dan leasing

3)

Jangka waktu pembiayaan modal ventura lebih dari satu tahun biasanya 5 sampai 10 tahun.
Setelah jangka waktu tertentu dan perusahaan pasangan usaha telah mapan dan sudah dapat
mandiori dalam pengelolaan bisnisnya, maka penyertaan modal akan ditarik oleh penjerta
modal (pemilik modal).

B. Sejarah Perkembangan Modal Ventura


Melihat jauh ke belakang, modal ventura sesungguhnya memiliki catatan sejarah yang
cukup panjang dan dalam perkembangannya mempunyai peran dalam perkembangan
ekonomi modern (DR. Sofyan Djalil, 1997).
Konsep pembiayaan modal ventura mulai diperkenalkan di Amerika Serikat antara
tahun 1920 1930. Pada waktu itu pengusaha kaya seperti Ford, Rockeffeler, dan lain-lain
memberntuk pendanaan yang dimaksudkan untuk membantu perusahaan-perusahaan kecil
yang sedang mengalami kesulitan dana. Biasanya perusahaan kecil yang dibantu
pendanaannya adalah perusahaan yang memiliki potensi tetapi kesulitan dana. Pendanaan
yang akhirnya dikenal dengan nama modal ventura berkembang ke seluruh dunia misalnya
negara-negara di Eropa, Jepang, dan Korea.
Di Indonesia kegiatan modal ventura baru diperkenalkan melalui Kebijaksanaan 20
Desember 1988 (Pakdes 88) yang kemudian diikuti berlakunya Keppres No 61 tahun 1988.
Kegiatan modal ventura pada dasarnya merupakan salah satu kegiatan perusahaan
pembiayaan di samping leasing, anjak piutang, kartu kredit dan pembiayaan konsumen. Di
Indonesia kegiatan modal ventura dapat dikatakan belum berkembang seperti di negaranegara lain, dengan alasan sebagai berikut:
1)

Modal ventura merupakan usaha yang memiliki risiko tinggi.

2)

Modal ventura merupakan konsep pembiayaan baru dan dapat dikatakan belum banyak
dipahami oleh masyarakat pemodal mauoun kalangan pengusaha yang memerlukan
pembiayaan untuk pengembangan usahanya.

3)

Banyaknya pengusaha yang kurang bersedia menerima bentuk pembiayaan dengan


mekanisme modal ventura.

4)

Sulitnya perusahaan modal ventura menemukan perusahaan pasangan usaha yang memenuhi
kriteria untuk dibiayai.

5)

Perangkat pengaturan mengenai kegiatan usaha modal ventura dirasa masih sangat kurang
memadai.

6)

Pasar modal sebagai salah satu sarana divestasi masih kurang mendukung.

7)

Kurangnya tenaga profesional.


Secara teoretis perusahaan modal ventura mempunyai potensi yang besar untuk
memberikan kontribusi dalam pengembangan bisnis. Perusahaan kecil yang mempunyai
prospek bagus tetapi tidak mempunyai modal dan tidak memiliki akses ke perbankan, dapat

berkembang dengan memperoleh dukungan modal dari usaha modal ventura. Inovasi baru
dalam berbagai bidang teknologi dapat lebih mudah terlaksana jika mendapat dukungan
dariventure capitalists sebagaimana yang telah terjadi di berbagai negara. Pengembangan
sebagian perusahaan high-tech di Silicon Valley misalnya tidak terlepas dari peranan
perusahaan modal ventura.

C. Tujuan Dan Manfaat Modal Ventura


Pembiayaan modal ventura di samping berorientasi untuk memperoleh keuntungan
yang tinggi, dengan risiko yang tinggi pula, juga bertujuan antara lain :
a. Memungkinkan dan mempermudah pendirian suatu perusahaan baru.
b. Membantu membiayai perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dana dalam
pengembangan usahanya, terutama pada tahap-tahap awal.
c. Membantu perusahaan baik pada tahap pengembangan suatu produk maupun pada tahap
mengalami kemunduran.
d. Membantu terwujudnya dari hanya suatu gagasan menjadi produk jadi yang siap dipasarkan.
e. Memperlancar mekanisme investasi dalam dan luar negeri.
f. Mendorong pengembangan proyek research and development.
g. Membantu pengembangan teknologi baru dan memperlancar terjadinya alih teknologi.
h. Membantu dan memperlancar pengalihan kepemilikan suatu perusahaan.
Selain memiliki tujuan Modal Ventura juga memiliki manfaat, yaitu:
1. Manfaat bagi perusahaan pasangan usaha
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan pasangan usaha, yaitu:
1)

Kegiatan usaha dapat ditingkatkan


Pada umumnya perusahaan pasangan usaha merupakan perusahaan kecil yang memerlukan
penambahan dana untuk meningkatkan kegiatan usahanya. Perusahaan yang kecil dan baru
pada awal perkembangan biasanya sulit untuk mendapatkan fasilitas kredit dari bank. Dengan
adanya pembiayaan modal ventura maka perusahaan kecil dan masih dalam awal
perkembangan dapat menjadi perusahaan pasnagan usaha sehingga dapat memperoleh
bantuan dana untuk meningkatkan kegiatan usahanya.

2)

Kemungkinan berhasilnya usaha lebih besar


Seseorang yang menemukan produk baru atau suatu ciptaan baru belum tentu mampu
memproduksi dan berhasil memasarkan hasil produknya. Pelaksanaan produksi dan

pemasaran produknya membutuhkan suatu keahlian, pengalaman dan jaringan pemasaran


yang dapat menjamin kelancaran usaha. Dengan maksudnya modal ventura yang memiliki
kemampuan manajemen dan latar belakang bisnis yang kuat sebagai partner usaha, maka
kemungkinan berhasilnya perusahaan pasangan akan menjadi lebih besar.
3)

Meningkatkan efisiensi pemasaran produk


Pada awal dilakukannya kegiatan produksi baisanya kegiatan pemasaranya tidak efisien. Hal
ini disebabkan kegiatan pemasaran dilakukan sendiri dan jumlah produksinya masih relatif
kecil. Dengan masuknya modal ventura yang dapat memberikan bantuan dana, bantuan
manajemen, juga memiliki jaringan pemasaran yang luas. Sehingga menjadi perusahaan
pasangan usaha yang akan dapat meningkatkan efisiensi pemasaran produknya.

4)

Peningkatan bank abilitas


Perusahaan yang baru akan mengalami kesulitan memperoleh dana biasanya juga memiliki
manajemen yang lemah. Dalam kondisi yang demikian para kreditur masuk bank kurang
berminat untuk memberikan pinjaman. Dengan masuknya modal ventura akan meningkatkan
kepercayaan para kreditur/bank untuk memberikan pinjaman kepada perusahaan tersebut.

5)

Peningkatan tingkat likuiditas


Pembiayaan modal ventura dengan cara modal penyertaan tidak perlu membayar bunga dan
angsuran hutang. Berbeda dengan hutang bank ysng menimbulkan kewajiban membayar
angsuran hutang dan beban bunga. Dengna demikian penambahan modal penyertaan secara
langsung akan meningkatkan tingkat likuiditas.

6)

Peningkatan tingkat rentabilitas


Dengan bantuan penambahan dana sekaligus bantuan manajemen yang memiliki tenagatenaga profesional dan berpengalaman, maka kegiatan produksi dan pemasaran akan lebih
efektif dan efisien. Volume produksi dan penjualan dapat ditingkatkan. Biaya produksi dan
pemasaran dapat ditekan dan pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan memperoleh
laba (rentabilitas).

2. Manfaat bagi Perusahaan Modal Ventura


Manfaat yang diperoleh perusahaan modal ventura (venture capitalist) adalah sebagai berikut:
1)

Memperoleh pendapatan
Bantuan dana yang diberikan kepada perusahaan pasangan usaha (investee company) dapat
berupa saham dan obligasi konversi (convertible bond). Apabila bangtuan dana dalam bentuk
saham maka sebagai imbalannya perusahaan modal ventura akan memperoleh dividen.
Penyertaan modal dalam bentuk saham dapat dijual apabila pada suatu saat perusahaan
modal ventura membutuhkan dana. Apabila dalam penjualan saham tersebut harganya naik
akan mendapatkan capital gain sebagai pendapatannya. Apabila bantuan dana dalam bentuk
obligasi konversi akan memperoleh bunga sebagai pendapatannya.

2)

Peningkatan kemampuan teknis dan pengalaman bagi karyawan dan staf perusahaan modal
ventura.
Karyawan dan staf perusahaan modal ventura akan meningkat kemampuan teknis dan
pengalamannya dalam mengelola berbagai perusahaan seiring dengan semakin seringnya
memberikan bantuan manajemen kepada perushaan pasangan usaha. Peningkatan
kemampuan teknis dan pengalaman tersebut selain bermanfaat bagi karyawan dan staf juga
bermanfaat bagi perusahaan modal ventura.

3)

Peningkatan informasi tentang modal ventura


Keberhasilan dalam melakukan modal penyertaan dan memberikan bantuan manajemen
kepada perusahaan pasangan usaha secara bertahap dapat meningkatkan pengetahuan dan
kepercatyaan masyarakat tentang kegiatan modal ventura.

D.

Jenis Modal Ventura


Dalam usaha modal ventura modal ventura selain perusahaan pasangan usaha mendapat

bantuan dana juga mendapat bantuan manajemen. Hal ini yang membedakan dengan
pendanaan lain misalnya kredit bank di mana perusahaan hanya mendapat bantuan dana
sedangkan pihak bank tidak terlibat dalam pengelolaan dana tersebut.
Berdasarkan cara pemberian jenis bantuan tersebut, mekanisme modal ventura dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu single tier approach dan two tier approach.

1)

Single Tier Approach


Pada pendekatan ini perusahaan modal ventura memiliki dua fungsi yaitu sebagai
penyedia dana (fund company) dan sekaligus sebagai pengelola dana (management
company). Dana yang dikelola tersebut dapat dihimpun dari individu dan perusahaan sebagai
investor. Selanjutnya dana yang telah dihimpun tersebut diinvestasikan pada suatu
perusahaan atau beberapa perusahsaan sebagai modal penyertaan. Biasanya perusahaanm
yang diberikan bantuan dana dan sekaligus diberi bantuan manajemen adalah perusahaan
yang bidang usahanya bersifat inovatif dan menumbuhkan tambahan dana untuk
pengembangan produknya.

2)

Two Tier Approach


Pada pendekatan ini melibatkan dua badan usaha yang terpisah yaitu pihak penyedia
dana (fund approach) dan pihak pengelola dana (management company) yang kegiatan
khusus memberikan bantuan manajemen.
Berdasarkan cara pendanaannya, perusahaan modal ventura dibedakan menjadi dua
jenis, yaitu:

a) Leverage Venture Capital


Leverage Venture Capital merupakan perusahaan modal ventura yang sebagian besar
pendanaannya bersumber dari pinjaman. Dana yang berasal dari pinjaman atau hutang
tersebut dapat berasal dari bank, dana pensiun, perusahaan asuransi, investor perseorangan
dan sebagainya.
b) Equity venture capital
Equity venture capital merupakan perusahaan modal ventura yang sebagian besar
pendanaannya bersumber dari modal sendiri. Pendanaan yang bersumber dari modal sendiri
misalnya dari modal saham, cadangan dan laba yang tidak dibagi.
Berdasarkan kepemilikannya, perusahaan modal dapat dibedakan menjadi beberapa
jenis, yaitu:
a) Perusahaan privat
Perusahaan privat (private company) merupakan perusahaan modal ventura yang belum go
public artinya perusahaan modal ventura tersebut belum melakukan emisi atau menerbutkan
saham yang ditawarkan di pasar modal. Biasanyaaa perusahaan modal ventura jenis ini
dibentuk oleh perusahaan asusransi dan perusahaan dana pensiun.

b) Perusahaan publik
Perusahasan publik (public comany) merupakan saham modal ventura yang telah melakukan
emisi dan menawrkan sahamnya melalui pasar modal. Biasanya yang termasuk jenis ini
selain perusahaan modal ventura tersebut telah berkembang dan bonafid juga dapat
memberikan bantuan manajemen dan bantuan dana kepada perusahaan pasangan usaha dalam
jumlah yang relatif besar.
c) Perusahaan afiliasi bank
Perusahaan afiliasi bank merupakan perusahaan modal ventura yang didirikan oleh bank yang
memiliki kelebihan dana. Perusahaan modal ventura yang termasuk jenis ini biasanya
merupakan anak perusahaan dari bank yang manajemen dan operasinya dilakukan secara
terpisah.
d) Perusahaan modal ventura besar
Perusahaan modal ventura besar merupakan perusahaan modal ventura yang didirikan dan
dimiliki oleh sejumlah perusahaan besar.

E. Cara Penarikan Kembali Investasi (Divestasi)


Penarikan kembali investasi (divestment) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh
perusahaan modal ventura untuk menarik dana investasi dari perusahaan pasangan usaha.
Pada umumnya perusahaan modal ventura menyertakan dananya dan memberikan bantuan
manajemen pada perusahaan pasangan usaha tidak untuk menguasai atau memiliki
perusahaan yang dibantu tersebut. Tujuan perusahaan modal ventura adalah untuk
memperoleh pendapatan yang dapat berupa dividen, capital gain, dan bunga. Dengan
demikian apabila jangka waktu tertentu perusahaan pasangan usaha telah berkembang, dana
investasi dapat ditarik kembali (divestasi). Penarikan dana investasi dapat pula terjadi apabila
telah cukup lama perusahaan pasangan usaha diberikan bantuan dana sekaligus bantuan
manajemen, tetapi perusahaan tersebut tidak berkembang.
Selanjutnya, dalam hal melakukan divestasi, permasalahan yang paling pokok adalah
penetapan harga saham (pricing) milik perusahaan modal ventura. Penentuan harga oleh
pemodal ventura biasanya sangat tergantung dengan nilai perusahaan pasangan usahanya.
Apabila suatu perusahaan pasangan usaha yang masih berada pada tahap-tahap awal dan
memiliki potensi dan prospek untuk dikembangkan, pemodal ventura tidak akan cepat-cepat
melakukan divestasi, tetapi menunggu sampai perusahaan tersebut benar-benar telah
memiliki company value yang tinggi sehingga diharapkan akan memberikan gain yang lebih

besar. Oleh karena itu, perusahaan modal ventura tidak akan menjual sahamnya apabila ia
melihat bahwa perusahaan pasangan usaha tersebut akan memberikan keuntungan berlipat
beberapa tahun yang akan dating. Dan apabila pemodal ventura sudah menganggap
perusahaan yang bersangkutan benar-benar sudah mapan (matured), maka biasanya ia akan
cepat-cepat menjual sahamnya tersebut dan keluar dari perusahaan pasangan usaha yang
bersangkutan. Sehubungan dengan itu penarikan kembali penyertaan perusahaan modal
ventura pada perusahaan pasangan usaha tersebut dapat berupa divestasi positif dan negatif.
Pelaksanaan divestasi dpat dilakukan dengan memilih salah satu cara dari berbagai
alternatif yang umum digunakan dalam mekenisme divestasi. Kemampuan mempergunakan
cara tersebut akan mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan modal ventura.
Berbagai cara penarikan dana investasi yang dilakukan oleh perusahaan modal ventura,
yaitu:
1)

Penawaran umum melalui pasar modal (Initial Public Offering)


Cara investasi melalui pasar modal dapat dilakukan apabila perusahaan pasangan usaha telah
berkembang, bonafid, memiliki prospek yang baik sehingga sahamyang ditawarkan melalui
pasar modal akan terjual. Di samping itu perusahaan pasangan usaha telah memenuhi
persyaratan emisi sesuai dengan undang-undang pasar modal.

2)

Pembelian kembali saham modal ventura oleh perusahaan pasangan usaha


Apabila perusahaan pasangan usaha sudah cukup mampu, maka penarikan modal investasi
dapat dilakukan dengan cara pembelian kembali saham modal ventura oleh perusahaan
pasangan usaha sendiri. Hal ini dapat dilakukan apabila ada kesesuaian harga antara kedua
belah pihak. Dalam hal perusahaan pasangan usaha belum memiliki dana yang cukup, dapat
saja dilakukan pinjaman dari bank. Selanjunya mengenai penilaian dalam rangka penarikan
kembali investasi biasanyatelah diatur dalam perjanjian pembiayaan modal ventura.
Perjanjian pembelian kembali penyertaan saham modal ventura (buy back) dalam
pelaksanaanya dapat dilakukan dengan cara: (1) put,artinya suatu hak yang diberikan kepada
perusahaan modal ventura meminta perusahaan pasangan usaha untuk membeli kembali
pemilikan modal saham modal ventura dengan harga sesuai dengan formula yang telah
ditetapkan lebih dahulu, dan (2) call, artinya hak yang diberikan kepada perusahaan pasangan
usaha untuk membeli kembali penyertaan modal ventura dengan formula yang sama dengan
cara put.

3)

Menjual perusahaan kepada perusaan lain


Perusahaan modal ventura dan perusahaan pasangan usaha dapat melakukan kesepakatan
untuk menjual keseluruhan saham perusahaan kepada perusahaan lain yang berminat dan
tertarik untuk membeli. Apabila transaksi penjualan telah disepakati, cara pembayarannya
dapat dilakukan secara tunai atau kredit.
Ada beberapa cara yang dapat ditempuh dengan divestasi seperti ini:
a. Menjual perusahaan secara tunai kepada pihak lain;
b. Menjual perusahaan dengan menerima pembayaran dalam bentukpromes;
c. Melakukan share swap;
d. Menjual semua aset perusahaan untuk memperoleh uang tunai.

4)

Menjual perusahaan kepada investor baru.


Perusahaan modal ventura dan perusahaan pasangan usaha dapat mencari investor baru untuk
membeli penyertaan modal ventura. Biasanya harga saham akan lebih baik apabila dapat
menemukan investor baru.

5)

Melikuidasi perusahaan
Melikuidasi perusahaan atau perusahaan pasangan usaha dinyatakan pailit, dilakukan apabila
perusahaan tersebut tersebut tidak dapat berkembang sesuai yang diharapkan. Setelah
dilikuidasi melalui prosedur hukum,maka aktiva atau hartanya dijual dengan cara lelang dan
hasil penjualannya dibagi di antara kedua belah pihak sesuai kesepakatan.

F. Sumber Dana Modal Ventura


Sumber dana modal ventura dapat berasal dari berbagai sumber antara lain sebagai
berikut :
Investor Perseorangan
Alternatif sumber dana modal ventura adalah dari investor individu. Hanya saja menarik
investor perseorangan untuk mengikutsertakan dananya ke dalam suatu usaha modal ventura
tidak semudah yang dipikirkan kalau tidak ingin dikatakan sulit. Hal ini disebabkan bisnis
modal ventura memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis investasi
lainnya. Umumnya investor perseorangan lebih menyukai dan cenderung melakukan
investasi pada usaha yang telah berjalan lancer dan bersifat jangka pendek. Bagi investor
individu yang memiliki kesabaran dan kesiapan menerima dan menanggung risiko tinggi
dalam suatu usaha merupakan seorang venture capitalist murni. Karena dalam usaha modal

ventura sulit diharapkan akan meberi hasil yang besar atas investasi yang ditanam dalam
kurun waktu satu atau dua tahun.
Investor Institusi
Biasanya bagi perusahaan-perusahaan besar terutama dinegara-negara industry memiliki
suatu divisi tersendiri yang khusus menangani bisnis modal ventura. Tugas divisi khusus ini
adalah menampung dan mengevaluasi suatu ide-ide terutama dalam bidang teknologi yang
dapat dikembangkan menjadi suatu produk teknologi baru yang dapat dipasarkan.
Keikutsertaan investor institusi ini merupakan salah satu sumber dana modal ventura.
Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun
Lembaga keuangan nonbank ini merupakan sumber dana modal ventura yang cukup besar.
Potensi lembaga ini sebagai investor dalam usaha modal ventura didukung oleh sumber
dananya yang berjangka panjang.
Perbankan
Sumber dana modal ventura dapat diperoleh dari bank-bank yang tertarik melakukan bisnis
modal ventura. Namun perlu dipertimbangkan mengenai sifat dana bank yang jangka pendek
sementara modal ventura jangka panjang. Dana-dana yang berasal dari bank sebaiknya
digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dengan pola bagi hasil yang berjangka
waktu pendek.
Lembaga Keuangan Internasional
Lembaga keuangan internasional dapat menjadi sumber dana modal ventura terutama yang
berkaitan dengan upaya membantu pengembangan sektor-sektor tertentu. Kelebihan sumber
dana ini di samping berbiaya murah juga biasanya memiliki jangka waktu panjang dengan
masa tenggang waktu. Untuk mendapatkan sumber dana ini umumnya melalui two step
loan dari pemerintah.

G.

Modal Ventura vs Debt Financing


Karakteristik pembiayaan modal ventura sebagaimana telah dijelaskan diatas berbeda

dengan

pembiayaan

yang

diberikan

oleh

berbagai

jenis

pembiayaan

misalnya,

perbankan, factoring, leasing, dan sebagainya yang pada dasarnya merupakan bentuk
pinjaman. Di samping itu, pembiayaan modal ventura berbeda dengan kegiatan penyertaan
modal dalam rangka holding company, terutama dalam hal tujuan dan sifat penyertaannya.
Penyertaan pembiayaan modal ventura dengan pembiayaan dalam bentuk pinjaman (debt
factoring) dapat pula dijelaskan sebagaimana terlihat dalam table 11.1.
Table 11.1.

Pembiayaan Modal Ventura Vs Debt Financing


No.

Keterangan

Modal Ventura

Debt Financing

1.

Tujuan

Memaksimalkan capital gain

Memperoleh bunga

2.

Jangka waktu (Holding

Jangka panjang maksimum 10

Jangka Pendek/ menengah

period)

tahun

Instrument

Saham biasa, obligasi

3.

Kredit, factoring, leasing

konversi, warrant
4.

Pricing

PER, net tangible asset basis

Interest spread

5.

Jaminan (Collateral)

Tidak ada

Ada

6.

Pengendalian (Control)

Minority share-holders right

Covenants

protection
7.

Pengaruh pada:

8.

Neraca
Cash flow
Laba

Mekanisme Divestasi

Mengurangi leverage
Bertambah baik
Meningkat
IPO, private placement, buy

Meningkatkan laverage
Bertambah baik
Meningkat
Pelunasan utang

back
Dari karakteristik pembiayaan modal ventura sebagaimana telah dijelaskan di atas,
maka pada dasarnya keberhasilan susatu perusahaan modal ventura sangat tergantung pada
keberhasilan pasangan usaha yang dibiayainya. Selanjutnya, mengingat jangka waktu
penyertaan modal ventura bersifat sementara, maka perusahaan modal ventura harus
mempertimbangkan agar penarikan kembali penyertaan tersebut benar-benar dapat dilakukan
secara tepat waktu dan tepat sasaran.
Sehubungan dengan alasan-alasan tersebut, maka kegiatan modal ventura umumnya
disertai dengan bantuan pengolahan usaha atau dlam bentuk bantuan teknis lainnya agar
kinerja pasangan usahanya dapat mmencapai target atau tujuan sebagaimana yang
diharapkan. Bantuan teknis tersebut antara lain meliputi :
a. Perencanaa strategi
b. Rekruitmen sumber daya manusia
c. Peningkatan akses pada sumber dana yang tersedia
d. Peningkatan akses pada teknologi produksi
e. Pengembangan strategi pemasaran

f. Mencari partner usaha


g. Peningkatan akses pada bursa efek
Selain bantuan teknis tersebut di atas, perusahaan modal ventura juga harus berperan
aktif dalam memantau kegiatan pasangan usahanya. Pemantauan tersebut dapat dilakukan
dengan menempatkan wakilnya sebagai anggota Direksi atau Komisaris pada pasangan
usahanya.
Perusahaan modal ventura pada prinsipnya melakukan peranannya sebagai intermediasi
antara pemodal yang mengharapkan penghasilan (expected return) yang tinggi di satu pihak
dengan perusahaan pasangan usaha yang memrlukan modal jangka panjang dalam rangka
meningkatkan kinerja usahanya. Peranan tersebut dapat dilihat secara jelas pada kegiatan
modal ventura yang menganut sistem kelembagaan terpisah antara perusahaan pengelola
(venture capital management company) dan perusahaan penyedia dana (venture capital fund
company).

H.

Hambatan Usaha Modal Ventura


Meskipun bisnis modal ventura sudah dimulai sejak satu dekade yang lalu, namun

dilihat dari total pembiayaan yang disalurkan kepada sektor usaha masih relatif kecil
dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lain. Lambannya perkembangan usaha
modal ventura terutama dari kemampuan menyalurkan dana pada prinsipnya disebabkan oleh
beberapa faktor antar lain sebagai berikut:
a. Modal ventura merupakan usaha yang memiliki risiko tinggi.
b. Modal ventura merupakan konsep pembiayaan baru sehingga fungsi dan peranannya belum
banyak dipahami oleh kkalangan dunia usaha, pemodal maupun kalangan pengusaha.
c. Adanya keengganan pengusaha atas penyerahan sebagian saham pada perusahaan modal
ventura.
d. Banyaknya pengusaha (entrepreneur) yang kurang berminat atau bersedia atas keterlibatan
modal ventura dalam manajemen perusahaan.
e. Sulitnya perusahaan modal ventura menemukan perusahaan pasangan usaha yang memenuhi
criteria untuk dibiayai.
f. Investor lebih tertarik pada pembiayaan berjangka pendek.
g. Perangkat peraturan mengenai kegiatan usaha modal ventura dirasa masih sangat kurang
memadai dan kurang mendukung.

h. Pasar modal sebagai salah satu sarana divestasi massih kurang mendukung.
i. Kurangnya tenaga profesional yang berpengalaman dalam bidang tertentu.
Berdasarkan alasan-alasan yang dikemukan tersebut diatas dengan memperhatikan
potensi pengembangan usaha modal ventura di Indonesia, nampaknya perlu dirumuskan
suatu kebijakan dalam rangka pengembangan usaha modal ventura lebih lanjut. Khususnya
yang menyangkut aturan mainnya yang dirasakan masih sangat kurang memadai dan tidak
lagi dapat menampung permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kegiatan operasional
modal ventura. Disamping itu perlu diberikan fasilitas atau insentif terutama kepada pemodal,
seperti halnya di negar-negara maju dalam bentuk pajak guna merangsang pengembangan
bidang usaha ini.

DAFTAR PUSTAKA

http://evienuraini.blogspot.com/p/tugas.html