Anda di halaman 1dari 8

5.

Berikan

kasus

perhitungan

perancangan

tangki

untuk

penyimpanan gas alam.


Jawab:
Gas alam merupakan kelompok minyak bumi yang terjadi
(terbentuk) secara alami, campuran kompleks hidrokarbon dengan
jumlah senyawa anorganik yang sedikit. Para ahli geologi dan ahli
kimia menyatakan bahwa gas alam terbentuk dari sisa sisa
tumbuhan dan binatang yang berkumpul dengan sedimen bebatuan di
dasar laut atau danau selama ribuan atau jutaan tahun.
Compressed Natural Gas (CNG) merupakan salah satu bahan
bakar gas alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM). CNG
merupakan gas alam (natural gas) yang dipadatkan (dimampatkan).
CNG disimpan dan didistribusikan melalui pengemasan dalam
tangki (bejana tekan atau pressure vessel). Tekanan yang digunakan
pada operasional CNG sebesar 100 s/d 275 bar. Hal ini lah yang
menyebabkan CNG tidak dapat didistribusikan melalui sistem
jaringan perpipaan (pipe line). Tekanan yang digunakan dalam
system jaringan pipa dalam distribusi gas sekitar 11 bar. CNG efisien
untuk jarak 2500 km. Jika lebih dari 2500 km, transportasi gas alam
lebih efisien menggunakan transportasi dalam bentuk LNG
(Liquified Natural Gas).
Tangki CNG
Pada dasarnya ditinjau dari bahan, tangki CNG diklasifikasikan
menjadi 4 kelompok, yaitu :
1.

Tipe 1, Semua bahan adalah logam

2.

Tipe 2, Logam yang dilapisi komposit (fiber glass atau serat


karbon) pada bagian tengah.

3.

Tipe 3, Logam yang dilapisi komposit pada bagian dalam (full

wrapped).
4.

Tipe 4, Plastik kedap gas yang dilapisi komposit pada bagian


dalam (full wrapped).

Dalam menentukan pembautan tangki CNG diperlukan beberapa


tahap yaitu :
1. Pengertian Pressure Vessel
Pressure vessel merupakan tangki yang digunakan untuk
penyimpanan fluida. Biasanya fluida yang disimpan dalam pressure
vessel merupakan fluida yang memiliki karakteristik maupun
perlakuan khusus, misalnya fluida bertekanan, fluida dalam
temperature rendah dll. Menentukan Ukuran Utama Pressure Vessel
dapat dilakukan dengan 2 metode. Metode metode tersebut biasa
disebut dengan Metode 1 dan Metode 2. (Pressure Vessel Design
Manual oleh Dennis Moss, 2004).
2. Menghitung Tebal Pelat untuk Pressure Vessel
Untuk menghitung tebal pelat pressure vessel harus sesuai
standard yang ada. Perhitungan tebal pelat pressure vessel sesuai
standard ASME (American Society of Mechanical Engineers) adalah
sebagai berikut:
2.a. Untuk Shell Cylindrical Shell
Longitudinal Joints
Dengan P 0.385SE atau t 0.5Ri

Circumferential Joints
Dengan P 1.25SE atau t 0.5Ri

2.b. Untuk Hemispherical Head


Tebal pelat minimum untuk hemispherical head adalah :

Dimana :
t

= tebal pelat minimum yang diminta [ in ]

= tekanan dalam atau internal pressure designed [ psig ]


= Po +10%Po

Po = tekanan operasional
S

= tegangan yang diijinkan [ psi ]

= efisiensi sambungan / las lasan

Ri = jari jari dalam tabung [in]


L

= diameter dalam hemispherical head [in]

3. Perancangan Ukuran Pressure Vessel (Pressure Vessel Design)


Perhitungan berat jenis CNG, dihitung dari berat jenis
komponen komponen yang terkandung dalam CNG. Komponen
komponen CNG dan berat jenis pada kondisi NTP atau Normal
Temperature and Pressure (T = 20oC = 293 K, P = 1 atm) adalah
sebagai berikut :

Tabel 1. Komposisi CNG

Dalam hal ini, CNG dioperasikan pada temperatur -29 oC =


244oK dan tekanan 130 bar = 128.3 atm. Berat CNG yang
direncanakan adalah 2000 ton = 2.000.000 kg. Maka, berat jenis
komponen CNG pada temperatur dan tekanan operasional adalah
sebagai berikut :

Tabel 2. Perhitungan Density CNG


Dengan beberapa iterasi yang dilakukan dan dengan batasan
terhadap L = 12 m atau 39.37 ft = 472.4 in, didapatkan:
Diameter dalam (Di) = 1.964 ft = 23.56 in.
Langkah selanjutnya adalah menentukan tebal pressure vessel. Untuk
tebal shell pressure vessel diambil dari nilai yang lebih besar dari
nilai berikut ini:

Jadi didapat tebal pelat untuk shell yang sesuai adalah 1.66 in.
Untuk diameter luar shell pressure vessel dapat dihitung dengan :

Sedangkan tebal minimum untuk hemispherical head adalah:

4. Menghitungan Kekuatan Pressure Vessel


Perhitungan

kekuatan

pressure vessel

dilakukan dengan

menggunakan dua cara, yaitu :


4.1. Perhitungan Manual (Hand Calculation)
Perhitungan manual menggunakan kriteria Von Mises. Tegangan
ekivalen kriteria Von Mises dirumuskan:

4.1.a. Tegangan pada Cylindrical Shell


Tegangan tegangan principal yang terjadi pada shell antara lain
tegangan circumferential (hoop), tegangan longitudinal (long) dan
tegangan radial (rad). Jika 1 = hoop, 2 = long dan 3 = rad,
maka :

4.1.b. Tegangan pada Hemispherical Head


Tagangan tegangan yang terjadi pada hemispherical head
antara lain tegangan tangensial (t), tegangan meridian (m) dan
tegangan radial (r). Besarnya tegangan tangensial sama dengan
tegangan meridian. Hal ini dikarenakan bagian bola bersifat uniform.
Jika 1 = t, 2 = m dan 3 = r, maka besarnya tegangan ekivalen
kriteria Von Mises adalah :

4.2. Perhitungan Komputer (ANSYS Calculation)


Hasil analisa yang didapatkan dari perhitungan komputer
(ANSYS Calculation) juga dibedakan menjadi dua yaitu tegangan
pada shell dan tegangan pada head. Seperti yang telah diketahui,
tegangan yang terjadi pada struktur diintepretasikan pada tiap titik
(nodes) pada analisa menggunakan komputer (ANSYS). Hasil
analisa dari ANSYS dapat ditampilkan dalam bentuk tabulasi (list
result) maupun dalam bentuk kontur persebaran tegangan (contour
plot). Berikut ini adalah tahapan analisa menggunakan komputer :
- Modelling
- Define Model
- Meshing
- Loading
- General Postprocessor
Berikut hasil yang didapat dari perhitungan komputer, yaitu:
a. Tegangan pada Cylindrical Shell
Dari pembacaan tabulasi (list result) untuk shell pressure vessel
didapatkan besarnya tegangan kriteria Von Mises minimum adalah
11251 psi pada node 1903. Sedangkan besarnya tegangan kriteria
Von Mises maksimum sebesar 15043 psi pada node 661.

b. Tegangan pada Hemispherical Head


Dari pembacaan tabulasi (list result) untuk head pressure vessel
didapatkan besarnya tegangan kriteria Von Mises minimum adalah
6218.7 psi pada node 141. Sedangkan besarnya tegangan kriteria Von
Mises maksimum sebesar 9852.5 psi pada node 112.

Gambar 1. Countour Plot pada Shell (a) dan Head (b)


5. Mengitung Analisa Kegagalan
Dengan faktor keamanan N dan tegangan luluh (yield point /
yield strength) material sebesar Sy, berdasarkan teori kegagalan
energi distorsi maksimum, tegangan ekivalen Von Mises dirumuskan
:

Dari perhitungan diatas, dapat diketahui nilai faktor keamanan


semua komponen pressure vessel (shell dan head) dari perhitungan
manual maupun analisa komputer memiliki nilai diatas 3.
Dengan demikian bahwa dari hasil perhitungan dan analisa yang
telah dilakukan mengenai desain tangki untuk kapal pengangkut
CNG (Compressed Natural Gas), dapat ditarik kesimpulan :
Untuk pengangkutan 2000 ton gas CNG diperlukan 5420 tangki
(pressure vessel) dengan panjang 472.4 in, diameter dalam 23.56
in, tebal kulit tangki (shell) 1.66 in, diameter luar 26.88 in.
Material baja karbon A516 Grade 70 dengan yield strength 355
MPa atau 51488 psi yang digunakan dengan pada tekanan
operasional 130 bar atau 1885.5 psi dan temperatur -29 oC telah
memenuhi syarat ditinjau dari nilai faktor keamanan.
Sumber :
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-9748-sPaper.pdf