Anda di halaman 1dari 18

F.

Prognosis
4. Ad vitam

: ad bonam

5. Ad sanactionam

: ad bonam

6. Ad functionam

: ad bonam

43

LAPORAN STUDI KASUS


PENANGANAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA IBU HAMIL
MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI
PUSKESMAS KECAMATAN KELAPA GADING

PEMBIMBING

DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes

DISUSUN OLEH :

Arief Rachman

1102011044

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA


BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
4 APRIL 15 APRIL 2016

44

PERNYATAAN PERSETUJUAN
Laporan Hasil Studi Kasus Pasien dengan judul Penanganan Anemia Defisiensi Besi pada
Ibu Hamil dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga di Puskesmas Kecamatan Kelapa
Gading

periode April 2016 Mei 2016

telah disetujui oleh pembimbing untuk

dipresentasikan dalam rangka memenuhi salah satu tugas Kepaniteraan Kedokteran Keluarga
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi.

Jakarta,

Mei 2016

Pembimbing,
DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes

45

LAPORAN KASUS

1.1 BERKAS PASIEN


A. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. F

Umur

: 31tahun

Alamat

: Jl. Cekatan no. 41

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Pendidikan terakhir

: Sekolah Menengah Atas (SMA)

Agama

: Islam

Suku bangsa

: Jawa

Tanggal berobat

: 8 April 2016

B. ANAMNESIS
(Autoanamnesis pasien pada tanggal 8 April 2016)
1. Keluhan Utama :
Pasien G1P0A0 hamil 24 minggu datang untuk kontrol kehamilan.
2. Keluhan Tambahan :
Pasien mengeluh badan terasa lemas dan pusing
3. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien G1P0A0 hamil 24 minggu datang ke Puskesmas Kecamatan Kelapa
Gading untuk kontrol kehamilan. Pasien mengeluhkan sudah 4 hari terakhir ini
merasakan badan terasa lemas sehingga kurang bersemangat dalam melakukan
aktivitas. Keluhan badan lemas mengganggu aktivitas pasien. Aktivitas pasien
seperti menyapu dan memasak. Pasien juga mengeluhkan nafsu makannya
berkurang. Selain itu juga pasien mengatakan bahwa mudah mengalami pusing.
Pasien mengaku tidak mual maupun muntah. Tidak terdapat keluhan seperti
demam maupun kejang. BAK dan BAB tidak terdapat masalah. Tidak terdapat
keluhan perdarahan dari jalan lahir ataupun keluar cairan dari jalan lahir. Selama
mengalami keluhan pasien hanya beristirahat dan tidak pernah minum obat.
46

Selama kehamilan pasien rutin kontrol ke Puskesmas Kecamatan Kelapa


Gading. Pasien termasuk kurang memperhatikan asupan gizi sehari-hari. Tidak
ada kekhawatiran pasien pada diri pasien. Pasien merasa hal ini bukanlah hal
yang serius dan dapat sembuh dengan pertolongan dokter.
4. Riwayat Penyakit Dahulu
h) Riwayat hipertensi

: disangkal

i) Riwayat Diabetes Mellitus (DM)

: disangkal

j) Riwayat asma

: disangkal

k) Riwayat penyakit jantung

: disangkal

l) Riwayat penyakit paru

: disangkal

m) Riwayat alergi

: disangkal

n) Riwayat operasi sebelumnya

: disangkal

5. Riwayat Penyakit Keluarga


g) Riwayat hipertensi dalam keluarga

: disangkal

h) Riwayat DM dalam keluarga

: disangkal

i) Riwayat Asma dalam keluarga

: disangkal

j) Riwayat penyakit jantung dalam keluarga

: disangkal

k) Riwayat penyakit paru dalam keluarga

: disangkal

l) Riwayat alergi dalam keluarga

: disangkal

6. Riwayat Sosial Ekonomi


Biaya hidup pasien dan anggota keluarga diperoleh dari penghasilan Tn. E
yaitu suami pasien yang bekerja sebagai

pelayan di restoran nasi padang.

Penghasilan suaminya Rp 3.000.000 /bulan. Pendapatan tersebut digunakan


untuk kebutuhan sehari- hari. Jumlah tersebut dirasakan cukup untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Pasien tidak bekerja, hanya sebagai ibu rumah tangga.
7. Riwayat Kebiasaan
Pasien rutin memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas Kecamatan Kelapa
Gading, pasien mengatakan bahwa sudah lima kali memeriksakan kehamilannya.
Pasien sudah dua kali mendapatkan suntikan imunisasi tetanus.
47

Pasien tidak mempunyai kebiasaan merokok. Di dalam keluarga pasien,


tidak ada yang merokok. Pasien kadang-kadang mencuci tangan dengan sabun
sebelum makan.
8. Riwayat Kehamilan Sebelumnya
Kehamilan ini adalah kehamilan pertama.
9. Riwayat Tambahan
-

Riwayat Menikah

: Menikah 1 kali

Riwayat Obstetri

: G 1 P0 A0

HPHT

: 24 Oktober 2015

Taksiran Persalinan

: 31 Juli 2016

Usia Kehamilan

: 24- 25 minggu

C. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum
Kesadaran

: Tampak sakit ringan


: Compos mentis

2. Vital Sign
a. Tekanan darah

: 90/60 mmHg

b.

Respirasi

: 20 x/menit

c.

Nadi

: 85 x/menit

d.

Suhu

: 36,5 C

3. Status Gizi
a. Berat badan

: 51 kg

b.

Tinggi badan

: 158 cm

c.

IMT

: 20.4 kg/m2 (normoweight)

4. Status Generalis
a. Kepala

b.

a) Bentuk

: Normocephal

b) Rambut

: Hitam,tidak mudah dicabut

Mata

: Konjungtiva anemis (+/+), sklera ikterik (-/-),


48

refleks cahaya (+/+) pupil bulat isokor


c.

Telinga

: Bentuk normal, serumen (+), pendengaran baik

d.

Hidung

: Septum tidak deviasi, sekret (-/-), polip (-/-)

e.

Tenggorokan

: Tidak hiperemis, T1 T1

f.

Mulut

: Mukosa bibir basah, tidak sianosis, lidah tidak kotor

g.

Leher

: Trakea ditengah, pembesaran kelenjar getah bening (-),


pembesaran kelenjar tiroid (-)

h.

Thorax

: Cor : Bunyi jantung I/II reguler, murmur (-), gallop(-)


Pulmo : vesikuler diseluruh lapang paru,wheezing -/-,
rhonki -/-

i.

Abdomen

: Cembung, tegang, bising usus (+) normal, hepar dan


lien sulit dinilai

j.

Ekstremitas

: akral hangat, edema (-/-/-/-), sianosis (-/-/-/-), CRT < 2 detik

5. Status Obstetri
-

Pemeriksaan Luar
Kepala/ wajah : Chloasma gravidarum (-)
Thorax

: Hiperpigmentasi areola mamae dan papilla mamae menonjol

Abdomen

: Membesar, striae gravidarum (+)

Leopold I

: TFU 24 cm, bagian atas teraba masa lunak, kesan bokong

Leopold II

: Letak memanjang, teraba lengkung kontinu dan tahanan


terbesar di sebelah kiri. Kesan punggung janin di sebelah kiri.

Leopold III

: Bagian terbawah janin bulat, terasa keras, presentasi kepala,


masih bisa digerakan

Leopold IV

: Kepala belum sudah masuk PAP

DJJ

: 138x/menit reguler

Kesan

: G1P0A0 hamil antara 24-25 minggu, janin tunggal hidup


letak punggung kiri, presentasi kepala diatas pintu atas
panggul dengan denyut jantung janin 130 x/menit.

Pemeriksaan Dalam : Tidak dilakukan

2. PEMERIKSAAN PENUNJANG
-

Golongan Darah

: AB
49

Hb

: 9 mg/dL

Glukosa Darah Sewaktu (GDS) : 88 mg/dL

1.2 BERKAS KELUARGA


A. PROFIL KELUARGA
1. Karakteristik Keluarga
a. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Tn. E
Umur : 26 tahun
b. Identitas Pasangan
Nama : Ny. F
Umur : 31 tahun
c. Struktur Komposisi Keluarga
Bentuk keluarga ini merupakan keluarga inti (the nuclear family). Mereka
yang tinggal dalam satu rumah adalah Tn.E sebagai suami pasien dan Ny.F
sebagai pasien.

Tabel 1. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah


Umur

No.

Nama

Status
keluarga

Jenis
kelamin

(tahun)

1.

Tn. E

Suami

Laki - laki

2.

Ny. F

Istri

Perempuan

Pendidikan

Pekerjaan

26 tahun

SMA

Pelayan
Rumah
Makan
Padang

31 tahun

SMA

Ibu Rumah
Tangga

50

2. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a. Lingkungan tempat tinggal
Tabel 2. Lingkungan Tempat Tinggal
Status Kepemilikan Rumah : Milik sendiri
Daerah Perumahan : Padat
Karakteristik Rumah dan Lingkungan

Kesimpulan

Luas rumah : 12 m x 6 m
Jumlah penghuni dalam rumah : 2 orang
Luas halaman rumah : 3 m x 1 m
Bertingkat

Rumah milik sendiri yang berada

Lantai rumah : keramik

pada lingkungan yang cukup padat.

Dinding rumah : tembok

Rumah tersebut cukup nyaman untuk

Jamban keluarga : ada


Tempat bermain : tidak ada

ditempati oleh dua orang anggota


keluarga

Penerangan listrik : 1300 watt


Ketersediaan air bersih : ada (PAM)
Tempat pembuangan sampah : ada

b. Kepemilikan barang-barang berharga


Keluarga Ny. F memiliki satu buah motor. Keluarga pasien memiliki barangbarang elektronik antara lain satu buah televisi yang terletak di ruang keluarga, satu
buah lemari es, dua buah handphone dan dua buah kipas angin yang terletak di kamar
keluarga dan kamar tidur. Peralatan rumah tangga yang dimiliki keluarga pasien antara
lain magic jar dan kompor gas.

51

c. Denah rumah
Lantai 1

BELAKANG

DEPAN

Lantai 2

BELAKANG

DEPAN

3. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga


a. Tempat berobat
Jika ada salah satu anggota keluarga yang sakit, awalnya keluarga Ny. F akan
mengobati sendiri dengan obat-obat yang dibeli sendiri di warung. Namun, apabila
sakit tidak sembuh-sembuh barulah keluarga Ny. F berobat ke Puskesmas Kecamatan
Kelapa Gading.
52

b. Asuransi/ Jaminan Kesehatan


Keluarga Ny.F memakai kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
c. Kepatuhan dalam minum tablet Fe
Ny. F tidak meminum tablet Fe yang diberikan puskesmas setiap hari Ny. F
kadang-kadang lupa untuk meminum obat tersebut. Tn. E selalu mengingatkan Ny. F
untuk meminum tablet Fe setiap hari.
4. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)
Tabel 3. Pelayanan Kesehatan
Faktor
Cara mencapai pusat

Keterangan

Kesimpulan

Kendaraan Pribadi

Letak Puskesmas Kecamatan Kelapa

pelayanan kesehatan
Tarif pelayanan kesehatan

Gading tidak jauh dari tempat tinggal


Tanpa biaya

pasien,

sehingga

puskesmas

untuk

keluarga

mencapai

pasien

dapat

menggunakan motor pribadi. Untuk


Kualitas pelayanan
kesehatan

Cukup memuaskan

biaya pengobatan diakui murah karena


ditanggung oleh BPJS dan pelayanan
puskesmas pun dirasakan keluarga
pasien cukup memuaskan.

5. Pola konsumsi Makanan Keluarga


a. Kebiasaan makan
Keluarga Ny. F mempunyai kebiasaan makan sebanyak dua sampai tiga kali
dalam sehari. Biasanya mereka makan pada pagi, siang dan malam hari. Tetapi Ny.
F hanya makan dua kali dalam sehari yaitu siang dan malam hari. Makanan yang
dimakan oleh keluarga Ny.F adalah makanan buatan Tn.E . Keluarga Ny.F makan
daging maupun ayam, tetapi Ny. F tidak menyukai daging sehingga lebih memilih
makan ikan dan Ny.F jarang meminum susu karena tidak suka meminum susu.
Ny. F juga jarang mengkonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur.
Keluarga tersebut selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum dan
sesudah makan serta merapikan dan membersihkan peralatan makan mereka
setelah selesai makan.

53

b. Menerapkan pola gizi seimbang


Ny. F belum menerapkan pola gizi seimbang sesuai dengan pedoman gizi
karena walaupun mereka sehari-hari telah membiasakan untuk sarapan namun kalori
makanan yang mereka konsumsi tidak sesuai dengan kebutuhan kalori basal.
Makanan yang dimakan juga tidak sesuai dengan menu makan gizi seimbang, tidak
membatasi konsumsi makanan yang berlemak dan berminyak. Tidak melakukan
aktivitas fisik seperti berolahraga secara teratur. Karena menurut Ny. F aktivitas
sehari-harinya sudah termasuk berolahraga.
Adapun menu makanan sehari-hari yang sering dimasak maupun dibeli oleh Ny.
F antara lain nasi, tahu, tempe, telur, ikan, ayam, dan sayur. Menu lainnya seperti
daging sapi atau daging kambing jarang sekali dikonsumsi. Pola gizi seimbang belum
diterapkan pada keluarga Ny. F. Ny. F jarang memakan buah karena Ny. F tidak
menyukai berbagai macam buah.
Pola makan pasien selama 3 hari terakhir sebagai berikut:
Tabel 4. Pola makan pasien pada tanggal 5 April 2016
Siang

Menu
Nasi putih

Kalori
175 kal

Karbohidrat
40 gr

Protein
4 gr

Lemak
-

Telur dadar

225 kal

7 gr

10 gr

Tahu

75 kal

7 gr

5 gr

7 gr

Tempe goreng

187 kal

7 gr 5 gr
8 gr

Malam

Air putih

Nasi putih

175 kal

40 gr

4 gr

Tempe orek

187 kal

7 gr

5 gr

8 gr

Sayur bayam

25 kal

5 gr

1 gr

Total kalori pada tanggal 5 April 2016: 937 kalori

54

Tabel 5. Pola makan pasien pada tanggal 6April 2016


Pagi

Malam

Menu
Nasi putih
Sayur labu siam
Tahu
Air putih
Nasi putih

Kalori
175 kal
25 kal
75 kal
175 kal

Karbohidrat
40 gr
5 gr
7 gr
40 gr

Protein
4 gr
1 gr
5 gr
4 gr

Lemak
3 gr
-

Tahu

75 kal

7 gr

5 gr

7 gr

Tempe goreng

187 kal

7 gr 5 gr
8 gr

Air putih

Total kalori pada tanggal 6 April 2016: 712 kalori


Tabel 6. Pola makan pasien pada tanggal 7 April 2016
Pagi

Malam

Menu
Nasi putih
Telur dadar
Tempe goreng
Air putih
Nasi putih

Kalori
175 kal
225 kal
187 kal
175 kal

Karbohidrat
40 gr
7 gr
40 gr

Protein
4 gr
7 gr
5 gr
4 gr

Lemak
10 gr
8 gr
-

Sayur
siam

25 kal

5 gr

1 gr

200 kal

7 gr

7 gr

labu

Ikan goreng
Air putih

Total kalori pada tanggal 7 April 2016: 987 kalori

Cara untuk menghitung berat badan ideal saat hamil, menurut Arsyad Rahim Ali (2009)
adalah:
BBI = (TB 100 )

BBIH = BBI + ( UH x 0,35 )

= 158 100

= 58 + ( 20 x 0,35 )

= 58 kg, maka

= 65 kg

Keterangan :

0
BBIH = Berat badan ideal ibu hamil yang akan dicari
0
=
5

55

BBI = Berat badan ideal sebelum hamil


UH

= Usia kehamilan dalam minggu

- Kebutuhan Kalori Basal (BEE) berdasarkan rumusan Harris Bennedict adalah:


Kalori basal = BBI x 25 kal/ kgBB
= 58 kg x 25 kal
= 1.450 kal
- Koreksi Faktor Aktivitas :
Tambahkan Faktor aktivitas pada kebutuhan kalori basal

Tambahkan 10% pada

Aktivitas Ringan (Pekerjaan rumah tangga)


= 1.450 kal x 10% = 145 kal
- Total Kebutuhan Kalori Harian = Kebutuhan Kalori Basal + Koreksi Faktor Aktifitas +
Kehamilan
= 1.450 + 145 + 300
= 1.895 kal = 1.900 kal
- Kebutuhan Zat Gizi :
a. Karbohidrat (60-70%) = 60% x 1.900 kal = 1.140 kal : 5 kal/gr = 228 gr
b. Protein (10-15%) = 10% x 1.900 kal = 190 kal : 4 kal/gr = 47 gr
c. Lemak (20-25%) = 20% x 1.900 kal = 380 kal : 9 kal/gr = 42 gr
Interpretasi terhadap food recall pasien:
Dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa Ny. F mendapat total kalori per hari:
Tanggal 5 April 2016 : 937kal
Tanggal 6 April 2016 : 712 kal
Tanggal 7 April 2016 : 987kal
Total kalori : 937 + 712 + 987/ 3 = 895 kalori
Setelah menghitung jumlah BBI, kebutuhan energi/kalori serta kebutuhan zat gizi
pada pasien, juga dengan melihat food recall pasien selama 3 hari sebelum datang ke
56

puskesmas maka dapat disimpulkan bahwa setiap harinya menu makan pasien kurang dari
jumlah energi/kalori yang dibutuhkan setiap harinya dan belum mencakupi gizi yang
seimbang untuk kehamilannya.
6. Pola Dukungan Keluarga
a.

Faktor Pendukung Terselesaikannya Masalah dalam Keluarga


Tn. E kurang memberikan perhatian yang cukup terhadap Ny. F karena sibuk
bekerja. Setiap kali Ny. F mengeluhkan tentang kehamilannya, Tn. E menyarankan
istrinya tersebut untuk segera memeriksakan diri ke bidan di Puskesmas. Ny. F
diantar Tn. E menggunakan motor atau ketika Tn. E sedang sibuk bekerja tetangga
menemani Ny. F untuk kontrol kehamilan.

b. Faktor Penghambat Terselesaikannya Masalah dalam Keluarga


Ny. F dan Tn. E kurang memiliki pengetahuan dalam masalah kehamilan
karena ini merupakan kehamilan pertamanya. Tn. E sulit menentukan keputusan
dalam menyelesaikan masalah pengobatan bagi keluarganya. Tn. E lebih memilih
berobat menggunakan obat warung ketika Ny. F sakit saat hamil. Tn. E juga sibuk
bekerja sehingga Ny. F khawatir jika suami tidak dapat menemaninya saat
persalinan.
B. GENOGRAM
1. Bentuk Keluarga :
Bentuk keluarga ini adalah keluarga inti (Nuclear Family) yang terdiri dari Tn.E
sebagai kepala keluarga dan Ny.F sebagai seorang istri. Tn. E dan Ny. F tinggal berdua
dalam satu rumah.
2. Tahapan Siklus Keluarga
Menurut Duvall (1967), keluarga Tn. E berada pada tahapan siklus keluarga
yang pertama, yaitu keluarga pemula.

57

3. Family Map

4. Dinamika Keluarga:
Masalah dalam keluarga ini adalah kurangnya waktu berkumpul bersama
karena Tn.E sibuk bekerja dan pulang kerja pukul 20.00 sehingga komunikasi antar
anggota keluarga juga kurang berjalan dengan baik. Tn. E juga lebih memilih
mengobati Ny. F dengan obat warung ketika Ny. F sakit karena Tn. E sibuk bekerja.
Ny. F pergi ke puskesmas ketika sakitnya dirasakan lama tidak sembuh.
Hubungan pasien dengan tetangga atau masyarakat sekitar cukup baik. Pasien
senang bergaul dengan masyarakat disekitarnya. Jika tidak ada yang bisa membantu
untuk menemani pasien berobat maka pasien mengajak tetangga sebelah rumahnya
untuk menemaninya.

5. Fungsi Keluarga
a. Biologis

: Secara aspek biologis keluarga Tn. E telah menjalankan fungsinya


dengan baik. Ny. F sedang mengandung anak pertama dari
pernikahan mereka.

b. Psikologis : Secara psikologis keluarga tersebut saling menyayangi satu sama


lain. Tn. E dan Ny. F sangat menantikan kelahiran anak pertama
mereka.
c. Sosial

: Tn. E dan Ny. F dapat bersosialisasi dan beradaptasi dengan baik


dengan tetangga disekitar rumah mereka serta selalu ikut serta
kegiatan yang diadakan di lingkungan rumah mereka.

58

d. Ekonomi : Tn. E bekerja sebagai pelayan di restoran padang penghasilan yang


diperoleh termasuk cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
mereka. Keluarga tersebut juga menabungkan uangnya di bank.
e.

Pendidikan : Tn. E dan Ny. F berpendidikan SMA, tetapi mereka berusaha sebisa
mungkin untuk dapat menyekolahkan anaknya sampai kuliah.

C. Identifikasi Permasalahan yang Didapat dalam Keluarga


Ada beberapa permasalahan yang dapat ditemukan pada keluarga ini yaitu :
- Kurangnya waktu berkumpul bersama di dalam keluarga karena kesibukan dari
Tn.E yang bekerja sebagai pelayan di restoran nasi padang sehingga Ny. F sering
terlambat dalam menerima pengobatan dan Tn. E lebih memilih mengobati Ny.F
dengan obat warung.
- Kebiasaan istrinya yaitu kurangnya makanan berserat seperti sayur-sayuran dan
buah buahan. Kebiasaan makan Ny.F tidak menyukai daging dan susu sehingga
asupan makanan yang mengandung zat besi tidak mencukupi.
- Kurangnya pengetahuan mengenai gizi pada kehamilan sehingga Tn. E dan Ny. F
tidak mengkhawatirkan mengenai permasalahan gizi yang Ny. F alami.
D. Diagnosis Holistik
1. Aspek Personal
- Alasan Datang: Pasien datang berobat ke puskesmas karena keinginan untuk
kontrol kehamilan.
- Kekhawatiran: Tidak ada kekhawatiran pasien pada diri pasien. Pasien
merasa hal ini bukanlah

hal yang serius dan dapat sembuh dengan

pertolongan dokter.
- Harapan: Pasien berharap dapat mengetahui bahwa hal yang terjadi pada
dirinya bukanlah hal yang serius, pasien juga ingin mengetahui kondisi
kehamilannya dari dokter.
- Persepsi Penyakit: Pasien merasa sakit yang diderita pasien bukanlah hal
yang serius dan dapat sembuh dengan pertolongan dokter.
2. Aspek Klinik
Berdasarkan hasil :
59

Anamnesa, pasien datang dengan keluhan merasa badan lemas dan pusing
sehingga tidak semangat dalam melakukan aktivitas. Saat ini pasien hamil
trimester ke II, sehingga harus mendapat perhatian khusus terhadap bayi
dalam kandungannya.
Sedangkan dari Pemeriksaan Fisik didapatkan kelainan konjungtiva anemis
(+).
Dari hasil laboratorium, didapatkan Hb 9 mg/dl
Sehingga dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang dapat disimpulkan bahwa :
-

Diagnosis Kerja : G1P0A0 Gravida 24 - 25 Minggu dengan Anemia defisiensi


besi pada Kehamilan

Diagnosis Banding : G1P0A0 Gravida 24 - 25 Minggu dengan anemia


defisiensi asam folat dalam kehamilan.

3. Aspek Resiko Internal


Pola makan Ny. F yang kurang baik. Ny. F jarang mengkonsumsi daging,
buah-buahanm, dan sayur karena Ny. F termasuk pemilih dalam makanan. Serta
kurangnya makan makanan yang tinggi kandungan zat besinya. Selain itu, Ny. F
juga jarang mengkonsumsi susu selama hamil dikarenakan tidak suka minum susu.
Selama hamil, Ny.F jarang melakukan olahraga seperti jalan santai di pagi hari
atau sore hari karena menurut Ny.F melakukan aktivitas ibu rumah tangga seperti
menyapu, menyuci, dan memasak sudah termasuk aktivitas fisik.
4. Aspek Psikososial Keluarga
Ny. F tinggal berdua dengan suaminya. Suaminya sibuk dengan pekerjaannya
sehingga tidak bisa selalu bersama keluarga sehingga Ny. F khawatir jika suaminya
tidak dapat bersamanya saat persalinan. Ny. F khawatir jika penghasilan suaminya
kurang dalam menghidupi keluarganya nanti ketika anaknya lahir. Sedangkan faktor
yang dapat mendukung kesembuhan pasien yaitu adanya usaha dari pasien dan
suami pasien baik secara moral dan materi untuk kesembuhan Ny. F.
5. Aspek Fungsional
Pasien termasuk dalam derajat 1 yaitu pasien masih aktif, mampu melakukan
aktivitas.
60