Anda di halaman 1dari 27

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
BANANA ROLL ON
(PEMANFAATAN KULIT PISANG MENJADI OBAT GATAL
SEBAGAI SOLUSI PENANGANAN
LIMBAH KULIT PISANG)
BIDANG KEGIATAN:
PKM KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan Oleh :
Ketua

: Rifka Amilia

NIM : 130351615569 Angkatan 2013

Anggota : Arini Roichatul Jannah

NIM : 130351603596 Angkatan 2013

Lilik Zuliatul Husna

NIM : 130351603598 Angkatan 2013

Khusnul Khotimah

NIM : 150351604944 Angkatan 2015

Lena Lusiana

NIM : 150351604973 Angkatan 2015

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


MALANG
2015

Daftar Isi

Halaman sampul............................................................................................... i
Halaman pengesahan........................................................................................ ii
Daftar isi........................................................................................................... iii
Daftar Tabel...................................................................................................... iv
Ringkasan.......................................................................................................... v
Bab 1 Pendahuluan........................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................2
1.2 Perumusan Masalah ............................................................................2
1.3 Tujuan Produk.. .................................................................................. 2
1.4 Luaran yang diharapkan...................................................................... 2
1.5 Manfaat Produk................................................................................... 2
Bab 2 Gambaran umum usaha rencana............................................................ 3
Bab 3 Metode pelaksanaan............................................................................... 5
Bab 4 Biaya dan jadwal kegiatan .....................................................................7
4.1 Anggaran Biaya .................................................................................. 7
4.2 Jadwal Kegiatan .................................................................................. 7
Daftar Pustaka .................................................................................................. 8
Lampiran .......................................................................................................... 9
Lampiran 1. Biodata ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan

iii

Daftar Tabel

Tabel 2.1 Komposisi Zat Gizi Kulit Pisang per 100 gram bahan3

iv

Ringkasan
Kata Kunci: Kulit Pisang, Limbah, Obat Gatal, Roll On
Kulit pisang adalah salah satu limbah yang banyak ditemukan diberbagai
tempat. Hal ini kerena pisang adalah salah satu buah favorit dan seringkali dibuat
berbagai olahan makanan. Kulit pisang sendiri tidak banyak dimanfaatkan oleh
masyarakat karena ketidaktahuann masyarakat untuk memprosesnya. Oleh karena
itu, kulit pisang sering kali dibuang begitu saja dan akan menimbulkan
penumpukan limbang kulit pisang dan berbau busuk. Limbah kulit pisang tersebut
akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan menjadi sarang penyakit jika dibiarkan
begitu saja. Kulit pisang juga sebagai limbah organik, digunakan sebagai
makanan ternak seperti kambing, sapi, dan kerbau. Jumlah kulit pisang yang
cukup banyak akan memiliki nilai jual yang menguntungkan apabila bisa
dimanfaatkan sebagai bahan baku produk tertentu
Berdasarkan analisis tersebut, dipandang perlu adanya suatu upaya untuk
dapat mengurangi melimpahnya limbah kulit pisang dan juga untuk meningkatkan
daya jual kulit pisang. Oleh karena itu, salah satu upaya yang tepat dalam
penanganan limbah kulit pisang dan meningkatkan daya jualnya dengan membuat
Banana Roll On (Pemanfaatan Kulit Pisang Menjadi Obat Gatal Sebagai Solusi
Penanganan Limbah Kulit Pisang). Roll on merupakan tempat penyimpan cairan
yang kecil dan praktis sehingga dapat dibawa kemana saja.
Banan Roll On dibuat dengan berbahan baku kulit pisang untuk kemudian
diekstrak dan dikemas dengan tempat yang praktis dan mudah dibawa. Sehingga
kulit pisang yang tadinya hanya menjadi sampah dan bahkan tak bernilai jual,
akan berubah menjadi obat gatal serta memiliki nilai jual yang berkali-kali lipat.

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pisang merupakan tanaman buah tropis yang berasal dari Asia Tenggara,
Brazil, dan India. Pisang menjadi buah yang penting di masyarakat Indonesia,
karena pisang merupakan buah yang sering dikonsumsi dibandingkan dengan
buah yang lain dan dikonsumsi tanpa memperhatikan tingkat sosial.
Banyak orang yang belum mengetahui manfaat lain dari buah pisang, selain
kandungan gizi yang tinggi dalam buahnya, bagian pisang yang lain juga
memiliki manfaat yaitu kulitnya. Kulit pisang merupakan limbah pertanian yang
cukup banyak ditemukan, sehingga dalam hal ini kulit pisang berpotensi untuk
dimanfaatkan lagi menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Buah ini
mengandung vitamin c, vitamin a, sejumlah serat dan berbagai mineral yang
penting untuk tubuh. Bahkan buah pisang cocok untuk segala usia dari bayi
sampai orang tua, hal itu karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis.
Siapa sangka, kulit buah pisang ternyata dapat dimanfaatkan karena mengandung
gizi yang cukup tinggi dan tak kalah dengan buahnya.
Di sebagian kota di Indonesia, kulit pisang dibuang begitu saja karena
dianggap sebagai barang yang tak berguna dan jika dibiarkan saja akan
menimbulkan bau busuk. Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah buah
pisang) yang cukup banyak jumlahnya, yaitu sekitar 1/3 dari buah pisang yang
belum dikupas. Menurut data Badan Pusat Statistik (2009) volume produksi
pisang di Indonesia dari tahun 2007 hingga tahun 2009 berturut-turut sebesar
5.454.226 ton, 5.741.351 ton,dan 6.373.533 ton. Kulit pisang sampai saat ini
belum dimanfaatkan secara nyata, hanya dibuang sebagai limbah organik saja atau
digunakan sebagai makanan ternak seperti kambing, sapi, dan kerbau. Jumlah
kulit pisang yang cukup banyak akan memiliki nilai jual yang menguntungkan
apabila bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan (Susanti, 2006).
Pada perkembangan jaman yang sudah maju ini, banyak obat gatal yang
beredar di pasaran. Masyarakat banyak yang tidak mengetahui secara jelas
kandungan yang ada dalam obat gatal tersebut, bahkan marak adanya obat gatal
yang sengaja dipalsukan. Era globalisasi saat ini juga banyak orang yang
mengiginkan segala sesuatu berjalan serba cepat, termasuk dalam hal pengobatan.
Banyak orang lebih memilih obat gatal yang dijual dipasaran walaupun tidak
mengetahui bahan dasarnya secara jelas namun praktis dalam penggunaanya.
Proposal ini disusun agar masyarakat dapat memilih obat gatal yang berbahan
dasar dari herbal namun juga sudah dikemas secara praktis dan mudah dibawa
kemana saja yaitu dalam kemasan kecil dan berbentuk Roll On.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa masalah yang
penting untuk dikaji, yaitu:

1. Bagaimana pemanfaatan kulit pisang dalam pembuatan obat gatal akibat


gigitan serangga yang aman dan praktis (BANANA ROLL ON)?
1.3 Tujuan Produk
Tujuan umum dari pembuatan produk ini adalah untuk memberikan solusi
kepada masyarakat terhadap keberadaan obat gatal yang aman dan praktis digunakan.
Tujuan khusus pembuatan metode ini adalah sebagai berikut:

1. Membuat inovasi baru obat gatal akibat gigitan serangga yang berbahan
dasar kulit pisang.
2. Menumbuhkan motivasi mahasiswa dalam menciptakan kreasi dan
inovasi yang lainnya pada obat-obatan.
3. Memberikan solusi pengobatan herbal alternatif yang aman dan praktis.
1.4 Luaran yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari adanya pembuatan BANANA ROLL ON
antara lain :
1. Menciptakan suatu usaha baru di bidang pengobatan yang mampu bersaing
dengan obata-obatan lain yang telah beredar di masyarakat.
2. Menjadikan BANANA ROLL ON sebagai salah satu obat gatal
alternatif yang aman dan praktis bagi masyarakat.
3. Menciptakan lowongan kerja sehingga dapat mengurangi angka
pengangguran di masyarakat.
4. Adanya pemanfaatan limbah kulit pisang yang belum dimanfaatkan secara
optimal.
1.5 Manfaat Produk
Adapun manfaat BANANA ROLL ON adalah sebagai berikut.
1. Bagi tim penyusun
Mengembangkan jiwa kewirausahaan dan kreativitas mahasiswa dalam
menciptakan produk yang berkualitas, bermanfaat, dan bernilai jual tinggi
dengan memanfaatkan limbah kulit pisang.
2. Bagi masyarakat
Secara umum, masyarakat dapat memanfaatkan produk BANANA ROLL
ON ini sebagai alternatif pilihan obat gatal yang aman dan praktis
digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Bagi pemerintah
Produk ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam upaya membantu
pemerintah guna meminimalisir limbah kulit pisang yang cukup banyak
jumlahnya.

BAB 2
GAMBARAN UMUM USAHA RENCANA

2.1 Gambaran Produk


Pisang adalah tanaman buah berupa herbal yang berasal dari kawasan di
Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman pisang mempunyai nama latin
Musa Para Disiaca nama ini telah diproklamirkan sejak sebelum masehi. Nama
musa diambil dari nama seorang dokter kaisar Romawi Octavianus Augustus yang
bernama Antonius Musa. Pada zaman octavianus augustus, antonius musa selalu
menganjurkan pada kaisarnya untuk makan pisang setiap harinya agar tetap kuat,
sehat, dan segar.
Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah pisang) yang cukup banyak
jumlahnya. Pada umumnya kulit pisang tidak dimanfaatkan secara nyata, hanya
dibuang sebagai limbah organik saja atau digunakan sebagai makanan ternak
seperti kambing, sapi, dan kerbau. Jumlah kulit pisang yang cukup banyak akan
memiliki nilai jual yang menguntungkan (Susanti, 2006). Kulit pisang
mengandung banyak karbohidrat, air, vitamin C, vitamin B, lemak, protein, lutein,
anti-oksidan, kalsium, dan juga fosfor. Komposisi zat gizi dapat dilihat pada table
2.1 dibawah ini.
Zat Gizi
Kadar
Air (g)

68,90

Karbohidrat (g)

18,50

Lemak (g)

2,11

Protein (g)

0,32

Kalsium (mg)

715

Fosfor (mg)

117

Zat Besi (mg)

1,60

Vitamin B (mg)

0,12

Vitamin C (mg)

17,50

Tabel 2.1 Komposisi Zat Gizi Kulit Pisang per 100 gram bahan
Dari tabel diatas terlihat bahwa kandungan anti-oksidan yaitu vitamin C
pada kulit pisang tergolong tinggi. Vitamin C sangat penting untuk membantu
tubuh manusia berfungsi dengan normal, selain itu vitamin C yang terkandung
pada kulit pisang akan merangsang pembentukan kolagen yang berperan aktif
untuk meregenerasi kulit sehabis luka. Dan juga vitamin C merupakan

Antioksidan pemangsa radikal bebas sekaligus pelindung kulit. Karena,


antioksidan membatasi dan memperbaiki kerusakan sel kulit yang terjadi..
BANANA ROLL ON ini bisa digunakan oleh semua umur karena tidak memilki
efek samping, selain itu cara penggunaan dan harga yang ekonomis serta kemasan
yang praktis sehingga memudahkan konsumen dalam penggunaannya.

BAB 3
METODE PELAKSANAAN
Cara pembuatanBANANA ROLL ON", sebagai obat alternatif obat gatal
yang aman dan praktis. Cara pembuatan pemanfaatan produk ini adalah sebagai
berikut:
Bahan :
1. Kulit pisang 5kg
2. Air
3. Minyak bunga melati
Peralatan :
1. Wajan Besar
2. Pengaduk
3. Blender
4. Botol ROLL ON 10ml
5. Kompor Industri
6. Pisau
7. Gelas takar
8. Suntikan 10ml
Cara Pembuatan :
1. Pembuatan bubur kulit pisang
Kulit pisang yang telah dibersihkan dengan air dan diangin-anginkan
selama 60 menit, diblender dengan penambahan sedikit air sehingga diperoleh
bubur kulit pisang.
2. Rendering
Kulit pisang yang telah halus menjadi bubur kemudian dimasukkan ke
dalam ketel yang terbuka yang dilengkapi dengan steam jacket dan alat pengaduk
(agitator). Kemudian dilakukan pengadukan dan pemanasan pada suhu 1050C1100C. Dalam pemanasan ini akan dihasilkan ampas bubur kulit pisang yang
mengendap pada dasar ketel dan minyak yang terapung sehingga minyak dapat
diambil melalui bagian atas ketel.

3. Pemberian Pengharum
Setelah didapatkan minyak kulit pisang, ditambahkan minyak bunga
melati sebagai pemberi aroma.
4. Pengemasan
Setelah tercampur semua minyak dikemas dalam ROLL ON dan siap
digunakan dan dipasarkan.
3. Pemakaian
Minyak ini dipakai seperti minyak gatal pada umumnya, dengan
mengoleskan di bagian kulit yang gatal.
Pelaksanaan Program
Produk BANANA ROLL ON yang sudah siap akan dijual ditempat yang
sudah dipilih, seperti di toko, Apotek, dan minimarket di lingkungan masyarakat.
Evaluasi
Apabila program ini sudah berjalan satu bulan, akan dihitung laba rugi di
bulan pertama produksi. Kegiatan ini akan berlangsung sampai tiga bulan yang
merupakan waktu pencapaian program. Akan diketahui apakah produk ini banyak
peminatnya atau sedikit peminatnya.

BAB 4
BIAYA DAN JADWAN KEGIATAN
3.1 Anggaran Biaya
NO

Jenis Pengeluaran

Biaya (Rp)

Peralatan penunjang, ditulis sesuai kebutuhan (2030%)

Rp. 4.340.000,00

Bahan habis pakai, ditulis sesuai dengan


kebutuhan (40-50%)

Rp. 2.010.000,00

Perjalanan, Jelaskan kemana dan untuk tujuan apa


(maks.10%)

Rp. 1.350.000,00

Lain lain: administrasi, publikasi, seminar,


laporan, lainnya (maks. 10%)

Rp. 4.800.000,00
Rp. 12.500.000,00

TOTAL

3.2 Jadwal Kegiatan


N
O

Aktivitas

Persiapan pembuatan

Proses pembuatan

Penjualan produk

Evaluasi Produk

Pembuatan Laporan

Minggu Ke1

10

DAFTAR PUSTAKA

HAM, Mulyono. 2005. Kamus Kimia. Bandung: Bumi Aksara.


Setiawan, A. 1999. Manfaat Pohon Pisang. Jakarta Angkasa.
Susanti, L. 2006. Perbedaan Penggunaan Jenis Kulit Pisang Terhadap Kualitas
Nata. (Skripsi). Semarang:Universitas Negeri Semarang.
Wardhany , Ketty Husnia. 2015. Khasiat Ajaib Pisang, A to Z Khasiat dari Akar
hingga Kulit Buahnya. Jakarta: Andhi Publisher.
Zhillullahi, Jeni. 2013. Pemanfaatan Kulit Pisang , (Online),
(http://repository.upi.edu/3517/4/S_KIM_1105717_Chapter1.pdf ),
diakses 20 April 2015.

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Peralatan penunjang
Justifikasi
Pemakaian

Material

Harga Satuan
(Rp)

Jumlah (Rp)

Rp. 280.000,00

Rp. 840.000,00

Rp. 150.000,00

Rp. 450.000,00

Kuantitas

Pengaduk
(Pengaduk
kayu)

Untung wadah
memanaskan kulit
pisang
Untuk mengaduk kulit
pisang yang
dipanaskan

Kompor
Industri

Untuk memanaskan
kulit pisang

Rp.500.000,00

Rp. 1.500.000,00

Pisau

Untuk memotong kulit


pisang

10

Rp. 20.000,00

Rp. 200.000,00

Blender

Untuk menghaluskan
kulit pisang

Rp. 400.000,00

Rp. 1.200.000,00

Gelas
Takar

Untuk mengukur
ekstrak kulit pisang
yang akan dimasukkan
kedalam botol

Rp.

Rp. 150.000,00

Wajan
Besar

30.000,00

Sub Total (Rp)

Rp. 4.340.000,00

2. Bahan Habis Pakai


Justifikasi
Pemakaian

Kuantitas

Bahan Baku
Utama Produk

5Kg

Minyak bunga
melati

Untuk
memberikan
wangi khas
bunga melati

40 ml

Air

Untuk
mencampurkan

Material

Kulit Pisang

Harga Satuan
(Rp)

Rp

9.000,00

Rp

200.000,00
Per 10ml

Jumlah (Rp)

Rp. 45.000,00

Rp. 800.000,00

Botol ROLL ON
10ml

bahan

secukupnya

Untuk
mengemas
produk

10Lusin

Suntikan 10ml

Untuk
memasukkan
ekstrak
kedalam
kemasan

Label nama
kemasan

Untuk
mempercantik
tampilan

Rp.
Rp

10

Sesuai
kebutuhan

Rp.

Rp

20.000,00

Rp. 100.000,00

5.000,00
perbuah

Rp. 600.000,00

5.000,00

4.000,00

Rp. 50.000,00

Rp. 415.000

Sub Total Rp. 2.010.000,00

3. Perjalanan
Material
Kontrakan
tempat beli
bahan
Kontrakantempat
penjualan
Kontrakanmencari proyek
kerjasama
Kontrakantempat
pembuatan
lebel

Justifikasi
Perjalanan

Kuantitas

Harga Satuan
(Rp)

Jumlah (Rp)

16 kali

Rp. 20.000,00

Rp. 320.000,00

produk

16 Kali

Rp. 30.000,00

Rp. 480.000,00

Memaksimalkan
penjualan
dengan mencari
kerjasama

10 kali

Rp. 50.000,00

Rp. 500.000,00

1 kali

Rp. 50.000,00

Rp. 50.000,00

Biaya kirim
bahan
Mendistribusikan

Membuat label
untuk produk

Sub Total Rp. 1.350.000,00

4. Lain-lain
Material

Justifikasi
Perjalanan

Kuantitas

Harga Satuan
(Rp)

Jumlah (Rp)

Biaya mengurus
surat

Untuk
mengurus surat
untuk
kerjasama

3 kali

Rp. 100.00000

Rp. 300.000,00

Internet,
telepon, listrik

Untuk
melakukan
hubungan
dengan mitra
dan publikasi

4 bulan

Rp. 250.000,00

Rp. 1.000.000,00

Gaji karyawan

Untuk
membantu
membuat
produk

2 orang

Rp. 800.000,00
per orang

Rp. 1.600.000,00

Pemasaran

Untuk
melakukan
penjualan
produk

16 kali

Rp. 80.000,00
@ 1 kali

Rp. 1.280.000,00

31 hari

Rp. 10.000,00/
orang

Rp. 620.000,00

Makan siang
karyawan

Untuk
konsumsi
karyawan

/bulan

Sub Total Rp. 4.800.000,00


TOTAL KESELURUHAN Rp. 12.500.000,00

a. Perkiraan biaya produksi


Biaya variabel (Variable Cost) untuk cetak 1250 Kemasan
Biaya bahan baku
Rp. 2.010.000,00
Transportasi pembelian bahan
Rp. 1.350.000,00
Biaya Lain-lain
Rp. 4.800.000,00
Total Biaya Variabel
Rp. 8.160.000,00
Biaya Tetap (Fixed cost) untuk 4 Bulan
Biaya Penunjang
Rp. 4.340.000,00
Total Biaya Tetap
Rp. 4.340.000,00
Biaya Total
Rp. 12.500.000,00

b. Biaya Rata-Rata Per Bungkus Tiap Bulan (Average Cost)


Biaya rata-rata per bungkus (AC) = Biaya variabel + Biaya Tetap/Unit
= Biaya Total (Total Cost)/Unit
= Rp 12.500.000,00 /1320
= Rp 9.469,00 dibulatkan menjadi
= Rp. 9.500,00
c. Estimasi Penjualan
Perkiraan total hasil promosi bungkus dalam 4 bulan
Bulan keI
II
III
IV
Produksi (unit) 270
320
350
380
Modal kerja untuk 4 bulan pertama 1320 x @ Rp 9.500 Rp 12.540.000,00
Penjualan (unit) 240
280
320
360
Penjualan selama 4 bulan pertama 1200 x @ Rp 15.000 Rp 18.000.000
Laba usaha selama 4 bulan pertama Rp 5.910.000
Keterangan:
a. Harga tiap bungkus snack rengginang adalah Rp 15.000
b. Modal kerja satu kemasan adalah Rp 9.500
c. Produk diproduksi 250 buah pada bulan pertama dan meningkat
sebanyak 40 bungkus pada bulan kedua dan ketiga, dan 30 buah
pada bulan keempat.
d. Penjualan 89% pada bulan I, 87% pada bulan II, 91% pada bulan
III dan 94% pada bulan IV
e. Persentase laba setiap unit dari Snack Rengginang yaitu
= HJ HB x 100%/HB
= Rp 15.000 Rp 9.500 x 100%/ Rp 9.500
= 57.89% 58%
Break Even Point (BEP)
TR = P x Q
12.500.000 = 15.000 x Q
Q = Rp 12.500.000 15.000
Q = 834
Jadi, perusahaan mengalami BEP (tidak laba dan tidak rugi) pada saat
mencapai target sebanyak 834 bungkus. Untuk mendapatkan laba, maka
perusahaan harus mencapai target promosi lebih dari 834 bungkus.
Dengan kata lain, perusahaan akan dapat mengembalikan modal dalam
jangka waktu 3 bulan.

Analisa Usaha
Variable Cost

: Rp. 8.160.000,00

Fix Cost

: Rp. 4.340.000,00

Total Biaya

= VC + FC
= (Rp. 8.160.000,00) + (Rp. 4.340.000,00)
= Rp. 12.500.000,00

HPP

= Total Biaya / jumlah kemasan


= (Rp 12.500.000,00) / 1320
= Rp 9.469,00 = Rp. 9500,00

Laba @unit

= Harga jual @unit HPP @unit


= (Rp 15.000,00) (Rp 9.500,00)
= Rp 5.500,00

Laba 1320 unit

= Laba @unit x 1320


=(Rp 5.500,00) x 1320
= Rp 7.260.000,00

Total Penerimaan= Harga jual @unit x 1200


= (Rp 15.000,00) x 1200
= Rp 18.000.000,00 ,VC @unit

= Variabel Cost / 1200


= (Rp 8.160.000,00) / 1200
= Rp 6.800,00

BEP (unit)

= Fix Cost / (Harga Jual biaya variable @unit)


= (Rp. 4.340.000,00) / {(Rp 15.000,00 ) (Rp 5.500,00)}
= Rp. 456.84,00 1 kemasan

BEP (Rp)

= Fix Cost / (1- (Variable Cost @unit / harga jual @unit))


= (Rp. 4.340.000,00/ {1-[( Rp 6.800,00) / (Rp 15.000,00)]}
= Rp 529.20 ,-

Perhitungan Efisiensi Usaha


R/C Rasio

= Total Penerimaan / Total Biaya Produksi


= Rp 18.000.000,00 / Rp. 8.160.000,00
= 2,21
= (R/C > 1 : maka usaha efisien dan menguntungkan)

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas


No.

Nama/NIM

Program Studi

Bidang Ilmu

Alokasi
Waktu
(jam/minggu)

Uraian Tugas

Rifka
Amilia

S1 Pendidikan
IPA

Ilmu
Minggu ke 5
Pengetahuan Hingga
minggu ke -8
alam
Minggu ke- 1
hingga
Minggu ke10

Mensosialisasika
n produk,
mencari
kerjasama
Banana Roll On
Konsultasi pada
Dosen
Pembimbing

Arini
Roichatul J

S1 Pendidikan
IPA

Ilmu
Minggu ke-2
Pengetahuan
alam

Proses
pembuatan

Lilik
Zuliatul
Husna

S1 Pendidikan
IPA

Ilmu
Minggu ke-2
Pengetahuan sampai
alam
minggu ke-7

Penjualan
produk

S1 Pendidikan
IPA

Ilmu
Minggu ke-8
Pengetahuan sampai ke-10
alam

Evaluasi
Produk dan
Pembuatan
Laporan

S1 Pendidikan
IPA

Ilmu
Minggu ke-1
Pengetahuan
alam

Persiapan
pembuatan