Anda di halaman 1dari 2

Anatomi dan Fisiologi Ovarium

Sebuah ovarium terletak di kedua sisi uterus, di bawah dan di belakang tuba
falopii. Dua ligamentum infundibulo pelvikum mengikat ovarium pada tempatnya, pada
bagian mesovarium ligamentum latum uterus, memisahkan ovarium dari sisi dinding
pelvis lateral kira-kira setinggi spina illiaka anterior superior, dan ligamentum ovarii
propium, yang mengikat ovarium ke uterus. Pada palpasi, ovarium dapat digerakkan.
Secara embriologi ovarium memiliki asal yang sama (homolog) dengan testis pada pria.
Bentuk ovarium ialah oval dengan ukuran diameter 2- 4 cm, yang terhubung dengan
uterus

melalui

lipatan

peritoneum

dari

ligamentum

latum

dan

ligamentum

infundibulopelvikum ke sisi lateral dinding pelvis.


Saat ovulasi, ukuran ovarium dapat berubah menjadi dua kali lipat untuk
sementara. Ovarium yang berbentuk oval ini memiliki konsistensi yang padat dan sedikit
kenyal. Sebelum menarche, permukaan ovarium licin. Setelah maturasi seksual
(menarche), luka parut akibat ovulasi dan ruptur folikel yang berulang membuat
permukaan ovarium menjadi lebih kasar. Ovarium terdiri dari dua bagian:

1. Korteks Ovarii

Mengandung folikel primordial


Berbagai fase pertumbuhan folikel menuju folikel degraf
Terdapat korpus luteum dan albicantes

2. Medula Ovarii

Terdapat pembuluh darah dan limfe


Terdapat serat saraf

Ovarium terdiri dari 2 (dua) lapisan utama, yaitu : korteks bagian luar, dan
medulla di bagian pusat. Bagian hilum adalah awal hubungan ovarium ke mesovarium
yang mengandung saraf, pembuluh darah dan sel hilus. Oosit terdapat di dalam folikel
yang terletak di bagian dalam korteks, menempel pada lapisan stromal. Bagian terluar
korteks disebut tunica albuginea, bagian permukaannya adalah lapisan tunggal kuboidial
epitelium disebut juga sebagai epitelium permukaan ovarium atau mesotelium ovarium.

Dimana tipe epithelial ovarian carcinoma terjadi paling banyak, yaitu sekitar 90 % dari
seluruh kanker ovarium pada wanita. Lapisan stromal tersusun dari jaringan penghubung
dan sel interstitial yang berasal dari sel mesenkim dan mempunyai kemampuan untuk
merespon LH atau hCG dengan produksi androgen. Ovarium memiliki potensi untuk aktif
dalam proses steroidogenesis atau untuk membentuk tumor. Sel-sel ini mirip dengan sel
leydig penghasil testosteron di testis.15
Dua fungsi ovarium ialah menyelenggarakan ovulasi dan memproduksi hormon
steroid gonad. Saat lahir, ovarium wanita normal mengandung sangat banyak folikel
primordial. Di antara interval selama masa suburnya umumnya setiap bulan, satu atau
lebih folikel matur dan mengalami ovulasi. Ovarium juga merupakan tempat utama
produksi hormon seks steroid (estrogen, progesterone, dan androgen) dalam jumlah
banyak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan dan fungsi wanita normal.
Oleh karena itu ovarium tidak dapat hanya dipandang sebagai organ endokrin yang statis
pada ukuran serta fungsinya, namun dapat berkembang dan tergantung pada kekuatan
perangsangan hormon gonadotropin. Gonad wanita adalah jaringan heterogen yang dapat
berubah siklusnya.

Gambar 1. Anatomi Genitalia Interna Wanita