Anda di halaman 1dari 23

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

SENSITIVITAS/RESPONSIVITAS SEL TERHADAP


RADIASI
Jenis Sel
Ukuran
Oksigenasi
Differensiasi
Proleferasi sel
DOSIS TUNGGAL/FRAKSINASI? Untung/rugi ?
TEKNIK :
LOKAL
LOKO REGIONAL
EFEK SAMPING :
AKUT Mulai radiasi 2 / 3 bulan pasca radiasi
LATE Setelah sinar > 6 bulan

EFEK SAMPING AKUT


KULIT :
Eritema, deskuamasi kering/basah
Kombutio radiasi
Hiperpigmentasi
MUKOSA :
Mukositis ulcus ringan
SISTEM GIT :
Kelenjar Ludah >> / hipersaliva
Lendir << dan kental
Enteritis
Tenesmus
SISTEM UG :
Dysuria, cystitis
SSP :
Pusing, sakit kepala radiation sickness
Menekan sistem haemopoetik AL
HB
AT
CORNEA :
Visus , kabur buta

EFEK SAMPING KRONIK/LATE


KULIT :
Kering, atropi, teleangiektasia, ulcerasi
Nekrosis, fibrosis CA
GIT :
Proktitis, obstruksi nekrosis
VASKULER :
Kerusakan endotel pembuluh darah fibrosis
SSP :
Fungsi kognitif, intelektual, memori
Lhermitte sign
Bomber chair sign, dll
USAHA-USAHA UNTUK EFEK SAMPING
INDIKASI
DOSIS
TARGET RADIASI Luas lapangan
Simulator
TEKNIK RADIASI :
MULTI FIELD, ROTASI, GAMA KNIFE
MENGGUNAKAN ALAT BANTU RADIASI
- Masker

- Bolus
RADIOTERAPI DIBANDING TERAPI LAIN PADA CA
Radioterapi lebih baik dari terapi lain

CA NASOFARING DINI
CA LARYNX DINI
CA CERVIX IIB - IIIB
Limfoma maligna dini

Radioterapi = operasi

CA CERVIX DINI

Operasi saja Fibrosarkoma dini


Operasi + RT :

CA MAMAE
CA LARING std III
CA CERVIX
CA RECTUM
CA THYROID, dll

KHEMOTERAPI + RADIOTERAPI

ALL

Small cell CA Paru

Limfoma maligna stadium lanjut/derajat keganasan


tinggi
OPERASI + RADIOTERAPI + KHEMOTERAPI

Wilms tumor

Retinoblastoma
Ca Mammae, dll

CA GYNECOLOGIS
CA CERVIX (terbanyak)
CA ENDOMETRIUM
CA VAGINA
CA VULVA
CA OVARI (peran sangat kecil)
Std dini operasi, khemoterapi
Std lanjut Khemoterapi
Radiasi hrs WHOLE ABDOMEN
Efek samping tinggi, manfaat kurang
CA CERVIX
- Terbanyak di negara berkembang
- Penyebab kematian karena CA pada wanita
- Di Indonesia menduduki peringkat utama
- FAKTOR PREDISPOSISI :
Sering ganti pasangan HPV
Sering hamil dan melahirkan IRITASI KRONIS
Displasia
metaplasi

STAGING FIGO (DSR KLINIS)


TNM (belum lazim digunakan)

BRACHITERAPI INTRACAVITAIR
Tidak operasi Lengkap 2 x 850 cGy
Operasi OVOID/SILINDER 2 X 1000 cGy
SKRINING PAP SMEAR

STD II
IIA Terapi spt std IB
IIB Radioterapi saja
Radiasi seluruh pelvis 50 Gy
Brachiterapi lengkap 2 x 850 cGy

STD III
Radioterapi saja
Radiasi seluruh pelvis 50 Gy
Brachiterapi lengkap 2 x 850 cGy

STD IV
IVA Radiasi kuratif percobaan, seluruh pelvis 40 Gy
evaluasi
Bila respon +
Dilanjutkan dg dosis kuratif

Tidak ada penyulit


IVB Radiasi paliatif
Lokal pelvis kecil dan atas indikasi 40 Gy

TERAPI :

STD I IA DAN IB
Terapi : - Operasi RADIKAL HISTEREKTOMI
- Limfadenektomi
- Salfingo Oovarektomi/Oovareksis

RT Ajuvant diberikan pada keadaan :


1. Operasi tidak adekuat subtotal histerektomi
2. Hasil PA :

- Adeno CA
- Ada invasi vaskuler

Cukup + RE

- Ada invasi ke lymfatik


- Salah/ > KGB terinvasi tumor

RE + BKT Bts sayatan vagina tidak bebas tumor

TEKNIK RADIASI RE :

Seluruh Pelvis AP PA / 4 LAP atau BOX SYSTEM

Bts atas

Bts bawah : Foramen Obsturatoria

Bts lateral : 2 cm dari Pelvic Out Line

DOSIS

: L 4 L5

: 46 Gy 50 Gy

RADIOBIOLOGI
DEFINISI : Interaksi antara radiasi pengion
dengan molekul yang membentuk
materi biologis (jaringan tubuh),
yang

mampu

menimbulkan

perubahan-perubahan pada jaringan


tubuh tersebut dan faktor-faktor
yang mempengaruhinya
EFEK RADIASI TERHADAP JARINGAN
Jaringan tubuh manusia 80 % terdiri atas air
(H2O) sehingga proses yang paling banyak terjadi
ialah interaksi antara radiasi dengan molekul air
(H2O).
RADIASI MENGENAI JARINGAN SEL

1.EFEK LANGSUNG
Mengenai inti sel (DNA) DNA mati /
mutant
2.Deferensiasi Sel (Semakin Buruk, semakin
sensitif)
HK. Bergonie & Tribondeau
Kepekaan

sel

terhadap

radiasi

ialah

sebanding dengan kapasitas reproduksi dan


berbanding

terbalik

dengan

tingkatan

deferensiasi.
3.MITOSIS
Siklus sel
Siklus pertumbuhan sel terdiri atas fase :
S (Sintesis DNA)
G1 (presintesis)

G2 (premitosis)
M (Mitosis)

Sel Yang Dalam Keadaan Diam Go


Mitosis Terdiri Dari :

- Profase
- Metafase
- Anafase
- Telofase

Interfase (Fase S)

2.EFEK TAK LANGSUNG


Melalui terbentuknya radikal bebas :
Sinar X + materi jaringan/sel ionisasi
H2O H2O+ eH2O H+ + OH
H2O+ + H2O H3O + OH

Hidroksi Radikal
mempunyai
Reaktifitas tinggi
Kerusakan
Khromosom

Sel Yang Sensitif Terhadap Radiasi


Jenis sel ( semakin muda, semakin sensitif)
a. Sel-sel yang radiosensitif
- Gonad
- Hemopoetie
- Limfoid
b. Cukup sensitif/responsif
- Kulit
- Mukosa
- Tulang rawan yang tumbuh
- Microvaskuler
- SSP
c. Kurang sensitif/resisten
- Otot

Tulang rawan
Jaringan ikat
Serabut saraf

Perubahan-perubahan pada struktur DNA


Tingkat molekuler
1. Mutasi : - mutasi titik (single-strand break)
delesi
inversi
duplikasi
- Frame shift mutations (double strand break)
delesi
inversi
duplikasi
translokasi
2. Perubahan sintesa : oleh karena
- Gangguan pengangkutan asam amino
- Gangguan pembuatan enzim, akibat
gangguan sintesa protein
Perubahan mitosis
Penyimpangan jumlah/struktur kromosom
3. Pada membran sel Depolarisasi membran
4. Hilang atau rusaknya organel sel seperti :
- Ribosom, badan golgi, mitokondria, lisosom
Protelisis atau sitolisis

Tingkat seluler

- Aberasi kromosom
- Hambatan pada proses kemampuan reproduksi
- Perlambatan proses mitosis

INTI SEL
Tempat informasi genetik
Mengatur metabolisme sel (dalam hal reproduksi)
Terdiri dari : 1. Nukleolus (berisi RNA)
2. Khromatin (DNA materi genetik)
3. Getah hati (nuclear sap)
SIKLUS SEL
Terdiri dari : - fase G1 (presintesis)
- fase S (sintesis DNA)
- fase G2 (premitosis)
- fase M (mitosis)
Go Sel yang diam pada keadaan fisiologis
FASE-FASE MITOSIS
Profase
Interfase
Metafase
Interfase
Anafase
Interfase
Telofase

= fase S

Komponen
An Organik
1. Air (70-80 %) isi sel
Fungsi :
- Media pelarut
- Sarana transportasi
- Pengatur suhu
- Penghantar dan
absorbsi panas
- Tempat aktivitas
fisiologis
2. Mineral
- Terdiri atas sodium
dan potasium
- Pengatur tekanan
osmotik
- Mencegah kekakuan
- Mencegah produksi
energi

Organik
1. Protein
Fungsi :
- Pertumbuhan
- Membentuk jaringan
baru
- Memperbaiki jaringan
rusak
- Mengatur komposisi
enzim
- Katalisator
2. Karbohidrat (1%) isi sel
Bahan energi utama sel
3. Lemak
- Penyimpanan energi
- Perlindungan terhadap
dingin
- Pembantu proses
pencernaan
4. Asam nukleat

STRUKTUR DAN SIKLUS SEL


SEL : - Terdiri dari sitoplasma dan inti
-

dibatasi oleh membran sel (bagian


luar) (mengatur permeabilitas sel)

Protoplasma : - Substansi koloidal


-

Untuk semua aktifitas


kehidupan, seperti proses
asimilasi, pertumbuhan,
motilitas, sekresi, reproduksi

Terdiri dari komponen organik


dan an organik

CA PAYUDARA
Di negara maju - Lebih banyak
- Std lebih dini
- Skrening :
MAMMOGRAFI
Makin Muda Prognosis makin buruk
Dipengaruhi oleh HORMONAL (estrogen &
progesteron)
Ada terapi hormonal - Obat
- Radio Kastrasi
- Operasi
STAGING TNM SYSTEM. UICC 97
STD I
II
III

Operasi

Radikal Mastektomi/MRM
perlu RT
BCT (Breast Conserving
Treatment)
+ Radiasi
+ Khemoterapi

IIIA Simple mastectomi


+ radiasi
+ khemoterapi
IIIB RADIASI/CHEMOTERAPI; OPERASI

RADIASI SAJA
IV RADIASI PALIATIF + ATAS INDIKASI
KHEMOTERAPI
HORMONAL TERAPI
DOSIS

: KURATIF

50-70 Gy

TARGET : LOKAL + REGIONAL


KGB SUPRA CLAVICULA
KGB AKSILA
KGB MAMARIA INTERNA
Untuk lesi medial
Untuk lesi-lesi besar
HISTOPATOLOGIS
CA DUCTAL INVASIF >>>
CA MEDULLARE
CA CHKIRRUS
ADENO CA

NASOPHARINX : Ruangan Berbentuk Kubus


Batas-batas :
Depan : Choanal
Belakang : V. Cervical I - III
Atas
: Dasar tengkorak
Bawah : Palatum molle
Lateral : Os Maxilla dan Spheriord
RAS CINA / MONGOLOID Incidence
Kebiasaan :
Makan ikan diasap / diasinkan / diawetkan
- Pembakaran protein yang tidak
sempurna
Merokok
- Polisiklik hidrokarbon asap
tembakau
- (Perokok 6 x lebih banyak)
Virus Epstenbar
HISTOPATOLOGIS :

UNDIFFERENTIATED CA
KSS / EPIDERMOID CA
RADIOTERAPI
Satu-satunya terapi terbaik
Operasi tehnically sulit dikerjakan
Chemoterapi belum memuaskan

DOSIS
40 Gy
66 70 Gy

RE

26 30 Gy Brakhiterapi

Hati-hati dosis toleransi untuk medula spinalis


40 Gy M S dikeluarkan dari lapisan radiasi
TARGET

: Lokal + Regional

TEKNIK
Lateral Kanan, Kiri + Supraclav
Depan belakang bila KGB besar

CA PARU
HISTOPATOLOGIS :
Small cell Ca
Adeno Ca
KSS

Small Cell Ca
Radiasi Paliatif OK sifat Systemik
Perlu profilalisis radiasi infra cranial Potensi
metastasis tinggi
Chemoterapi lebih berperan
Neo Ajuvant
Adeno Ca

Ajuvant
Radiasi

Definitif / Kuratif
Paliatif atas indikasi

KSS

CA RECTI
HISTOPATOLOGIS : Sering Adeno Ca
TERAPI

: Operasi

RADIASI
:
Neo Ajuvant
Ajuvant
Defintif / Kuratif
Paliatif, atas indikasi
OPERABLE :
Radiasi
Neo ajuvant

Jangka pendek (5 x 400 cGy)


U/ mencegah latrogenic
metastasis
U/ mencegah perdarahan >>
Dalam waktu 1 mgg harus operasi
Jangka panjang (40 45 cGy)
U/ mengecilkan tumor
Batas tumor lebih tegas
Sterilisasi KGB regional

Pasca Operasi

PA > Duke A radiasi lagi dosis


kuratif + chemoterapi
PA Duke A chemo saja

NON OPERABLE
Radiasi Kuratif
WP AP PA / Box System
Booster lokal dengan box system
Radiasi Paliatif + Indikasi

50 Gy
10 Gy

KEGANASAN PADA ANAK


1. ALL
Penyakit systemik terapi Chemoterapi
Radiasi Profilaksis pada meningen
DOSIS
10 x 180 cGy
2. RETINOBLASTOMA
Generic (gen crb)
Bilateral retinoblastoma
Umur < 2 th
Cenderung infiltrasi ke intra cranial
Prognosis lebih buruk

Kadang disertai kelainan bawaan yang lain


(MR)
Unilateral retinoblastoma

TERAPI :
Tergantung stadium :
Dini : Operasi/crioterapi
Enukleasi/exenterasi
Lanjut : Radiasi + Chemoterapi
Teknik : Axial (untuk unilateral)
Lateral Kn Ki (untuk bilateral)
DOSIS : 35 40 Gy

3. NEUROBLASTOMA
4. WILMS TUMOR

Operasi + Chemoterapi +
Radiasi

RADIASI :
Durante Operasi Kapsul pecah
Ada residu
DOSIS : 15 Gy Whole abdomen
10 15 Gy Lokal
E.S Tinggi Hati-hati dengan dosis perfraksi/total

5. MEDULOBLASTOMA radiasi Kranio Spinal

LAIN-LAIN
LIMFOMA MALIGNA Peny. Systemik
Chemoterapi
RADIASI :
U/ Std dini, derajat keganasan rendah
U/ Ajuvant terapi post chemo (masih residu)
U/ Paliatif
SARKOMA JAR. LUNAK Tx Operasi
RADIASI :
Neo Ajuvant / Ajuvant
Paliatif
Relatif Resistant