Anda di halaman 1dari 10

BAB II

PENGULASAN

Ulasan Laskar Pelangi Dengan Sang Pemimpi


Orientasi
Keterbatasan yang ada tidak memuat anggota Laskar Pelangi putus asa,
tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih
baik.Cerita terjadi di desa Gantung, Belitung Timur yang dimulai ketika SD
Muhammadiyyah teramcam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jika tidak
melebihi 10 anak. Saat penutupan sekolah karena jumlahnya hanya 9, Harun dan
Ibunya datang dan mendaftarkan diri ke sekolah itu.
Tafsiran
Dari sanalah cerita dimulai. Mereka, Laskar Pelangi, nama yang diberikan
Bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi sempat mengharumkan
nama sekolah dengan berbagai cara.
Novel ini sangat bermanfaat bagi para remaja. Kelebihan novel ini antar
lain, berisi motivasi dan amanat-amanat yang dapat diambil dari kisah tersebut.
Naskah Laskar Pelangi telah diadaptasi menjadi sebuah film berjudul sama
dengan novelnya.
Evaluasi
Anggota Laskar Pelangi mempunyai karakter dan bakat yang berbedabeda. Ikal adalh tokoh aku dalam cerita ini. Lintang, teman sebangku Ikal,
adalah anak yang luar biasa jenius. Sahara adalah satu-satunya gadis dalam
anggota Laskar Pelangi yang memiliki sikap keras kepala dan berpendirian kuat
yang sangat patuh kepada agama. Mahar, pria tampan bertubuh kurus ini,
memiliki bakat dan minat besar pada seni. A Kiong adalah keturunan Tionghoa
dan pengikut sejati Mahar sejak kelas satu. Syahdan adalah anak nelayan yang
dalam cerita ini tak pernah menonjol. Kucai adalah ketua kelas sepanjang generasi
sekolah Laskar Pelangi. Borek adalah pia besar maniak otot. Harun adalah pria
yang memiliki keterbelakangan mental. Tokoh lain dalam novel ini adalah Bu
Muslimah, Ibunda Guru bagi Laskar Pelangi. Pak Harfan, kepala sekolah dari
sekolah Muhammadiyyah. Flo, adalah seorang anak tomboi yang berasal dari
keluarga kaya. A Ling adalah cinta pertama Ikal yang merupakan sepupu A Kiong.

Rangkuman
Novel Laskar Pelangi yang ditulis Andrea Hirata, tidak hanya populer di
Indonesia, tetapi juga di luar Indonesia, hingga ke Amerika Serikat dan
mendapatkan penghargaan penerbit para pemenang nobel sastra.
Orientasi
Sang Pemimpi adalah novel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karya
Andrea Hirata. Novel ini menceritakan kisah kehidupannya di Pulau Belitong
yang dililit kemiskinan. Ada tiga remaja SMA yang bermimpi untuk melanjutkan
sekolah hingga ke Prancis menjelajah Eropa hingga ke Afrika. Ikal, Arai, dan
Jimbron adalah para pemimpi-pemimpi itu.
Tafsiran
Pada bab pertama buku ini, Andrea menceritakan bahwa dirinya (dalam
novel ini digambarkan sebagai Ikal) dan kedua temannya, Arai dan Jimbron
adalah tiga remaja yang nakal. Mereka sangat dibenci oleh Pak Mustar, tokoh
antagonis dalam buku ini. Dia seorang Wakil Kepala SMA Bukan Main itu.
Namun, berbeda dengan sang Kepala Sekolah yang bernama Pak Balia. Ia adalah
cermin guru teladan. Pak Belialah yang telah memberikan mimpi-mimpi kepada
murid-muridnya
terutama
kepada
Ikal,
Arai
dan
Jimbron.
Pada bab-bab berikutnya pembaca akan melihat potongan-potongan kisah seperti
berdiri sendiri. Andrea hanya membuat cerpen-cerpen dalam satu buku. Meskipun
demikian, pada setiap bab, mulai awal hingga akhir, buku ini memiliki hubungan
yang sangat erat, seperti mozaik-mozaik dalam kehidupan.
Evaluasi
Novel yang disajikan dengan bahasa yang cantik ini mampu menyihir
pembaca sehingga pembaca bisa ikut merasakan kebahagiaan, semangat
keputusasaan, dan kesedihan. Selain itu, buku ini memiliki lelucon-lelucon yang
tidak biasa, cerdas, dan pasti akan membuat pembaca tertawa. Dengan membaca
buku ini, Anda akan mengetahui bahwa Andrea Hirata memiliki pribadi yang
cerdas dalam mengolah kata-kata dan memiliki wawasan yang sangat luas.
Meskipun disebut sebagai buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi, di buku ini
nyaris tidak ada hubungannya dengan buku Laskar Pelangi. Sang Pemimpi hanya
menyebutkan kata Laskar Pelangi hanya sekali. Keponakan yang Ikal biayai saat
di Jawa juga tidak disebut sama sekali dalam buku ini, padahal di Novel
sebelumnya telah diceritakan dengan jelas.

Rangkuman
Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan tadi, novel ini benarbenar buku yang sangat dibutuhkan oleh remaja negeri ini. Buku ini memberi
motivasi, semangat, dan mimpi pada anak-anak yang patah semangat supaya
sekolah dan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, buku ini juga
mengajarkan tentang ketidakmungkinan yang bisa diwujudkan dengan kerja
keras.
Ulasan 5cm dan 5 elang
Orientasi
5 cm adalah film drama Indonesia yang dirilis pada 12 Desember 2012.
Film ini merupakan film yang diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang
sama dari salah satu karya novelis muda Indonesia Donny Dhirgantoro. Film yang
disutradarai oleh Rizal Mantovani ini diperankan oleh Fedi Nuril sebagai Genta,
Denny Sumargo sebagai Arial, Raline Shah sebagai Riani, Igor Saykoji sebagai
Ian, Herjunot Ali sebagai Zafran, dan Pevita Pearce sebagai Adinda.
Film ini secara garis besar bercerita mengenai persahabatan dan
nasionalisme. Banyak di antara kita yang beranggapan bahwa nasionalisme adalah
perkara yang pelik. Melalui 5 cm, kita diajak bermain-main dengan rasa cinta
pada negeri ini secara sederhana melalui kelima sahabat yang menjadi tokoh
utama. Film yang menceritakan banyak sekali nilai-nilai kehidupan ini sangat
menggugah para generasi muda untuk selalu berfikir ke depan dan memiliki ideide cemerlang. Film ini memberi pesan kepada kita tentang arti dari persahabatan,
cinta, kasih sayang, pengorbanan, nasionalisme, dan impian untuk masa depan.
Tafsiran
Kelima tokoh utama ini telah berada dalam lingkar persahabatan selama
kurang lebih 10 tahun. Hingga suatu saat mereka diliputi kebosanan. Kehidupan
yang monoton membuat mereka berpikir untuk berpisah selama 3 bulan. Dalam
masa berpisah tersebut, mereka tidak diperkenankan melakukan komunikasi
dalam bentuk apapun. Dalam kurun 3 bulan tersebutlah, mereka ditempa dengan
rasa rindu yang saling menyilang. Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan
mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih
baik dalam menjalani kehidupan. Dan juga tentang tokoh Riani yang mencintai
salah satu sahabatnya. Tentang Zafran yang merindui adik Arial, sahabatnya
sendiri. Tentang Genta yang memilih mengagumi Riani dengan diam. Dan masih
banyak lagi lainnya. Sampai pada bagian ini, konsep nasionalisme memang masih
belum jelas. Ide mengenai nasionalisme disisip pada bagian saat mereka kembali
bertemu.

Setelah 3 bulan berselang, kelima sahabat ini dan Adinda adik Arial
memutuskan menunaikan rindu dengan mendaki puncak gunung tertinggi di Pulau
Jawa, Semeru sebagai bentuk perayaan atas pertemuan mereka lagi dalam sebuah
perjalanan penuh impian dan tantangan. Surga dunia yang dititip Tuhan di
Nusantara, Mereka melakukan pendakian ini saat menjelang hari kemerdekaan
Indonesia. Sebuah pengorbanan yang besar demi membuktikan kecintaan terhadap
tanah air ini, demi sebuah perjalanan hati mengibarkan sang saka merah putih.
Medan yang terjal, jalan yang berliku, nyawa yang harus dipertaruhkan, sahabat
yang harus saling menjaga, lelah yang tak terkira serta keringat yang selalu
bercucuran, tetap mereka tempuh. Apapun itu, karena mereka memiliki tekad yang
kuat, rasa nasionalisme yang tinggi, kebersamaan yang selalu mereka jaga,
kepercayaan akan sebuah keberhasilan, dan kebanggaan tersendiri dari sebuah
perjalanan jauh. Itulah yang mereka inginkan dari sebuah petualangan untuk
negara. Alasan yang lebih dari cukup bagi orang-orang (khususnya anak muda)
untuk mencintai bangsa ini dan memajukannya dengan tekad yang disimpan di
kening, tak lebih dari 5 cm. Pada bagian ini pula, kisah persahabatan dirubah
menjadi kisah petualangan yang dibumbui kisah cinta yang manis. Cinta segitiga
di antara mereka dikemas dengan tawa bukan tangis. Hal ini yang menjadikan 5
cm menarik, hal kecil yang mainstream dibuat berbeda tetapi natural.
Tepat pada tanggal 17 Agustus pagi, mereka sampai di puncak Mahameru.
Lelah, penat, lapar, dan haus terbayar sudah seketika melihat indahnya negeri di
atas awan. Kebanggaan tersendiri untuk mereka, mengibarkan Sang Merah Putih
di hari yang sangat bersejarah bagi negeri ini dan berada di tempat yang sungguh
indah. Mereka telah berhasil menyelesaikan perjalanan dan petualangan yang
menajubkan ini dengan segala hal, cinta, kasih sayang, pengorbanan,
kebersamaan, dan persahabatan. Tak lepas dari itu, doa yang selalu mereka
panjatkan kepada Tuhan membuat mereka berhasil. Sebuah perjalanan penuh
perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai Indonesia. Petualangan
dalam kisah ini, bukanlah petualangan yang menantang adrenalin, demi melihat
kebesaran sang Ilahi dari atas puncak gunung. Tapi petualangan ini, juga
perjalanan hati. Hati untuk mencintai persahabatan yang erat, dan hati yang
mencintai negeri ini. Segala rintangan dapat mereka hadapi, karena mereka
memiliki impian. Impian yang ditaruh 5cm dari depan kening.
Evaluasi
Film dengan jalan cerita yang dapat menghipnotis para penontonnya ini
sangat baik ditonton oleh para generasi muda. Film ini tidak mengajarkan hal
yang negatif untuk para remaja. Banyak sisi positif dari film ini, Mulai dari
pemeran yang mendukung, jalan cerita yang menyenangkan, adegan yang
mengharukan, lokasi syuting yang indah, dan pelajaran hidup yang banyak.

Judul film ini unik dan sederhana tetapi memiliki cerita yang sangat
menajubkan. Dalam film ini dengan cerdas, merekatkan karakter kuat pada
masing-masing tokoh. Hal ini yang membuat 5 cm unggul dari film lain. Jika
secara umum pada permulaan film kita dibiarkan menebak seperti apa karakter
para tokoh, maka di dalam 5 cm, kita tidak dibiarkan menebak sebab karakter
tokoh sudah terbaca kuat di halaman awal.
Terdapat beberapa perbedaan antara novel dan film 5cm, dari segi
peristiwa kecil dalam novel sangat detail disebutkan jalan cerita tetapi pada film
ada beberapa bagian yang dikurangi seperti contoh dalam ending cerita dalam
novel sangat detail ketika Genta dan Citra menikah dan pernikahan Dinda dengan
Deniek tidak ditayangkan, tetapi itu semua tidak merubah cerita inti yaitu
persahabatan akan tetapi kekecewaan pembaca yang menonton film tersebut jadi
kurang menikmati karena mungkin bagian yang dihilangkan tersebut bisa jadi
bagian favorit pembaca. Adapun inti cerita yaitu persahabatan sudah terpampang
jelas di dalam film tersebut hanya ada sedikit yang dikurangi pada pendakian,
pertemuan mereka dengan Deniek jadi pembaca heran seperti apa sosok Deniek
yang tak ditayangkan dalam film tersebut. Dan sayangnya menampilkan
Mahameru dan sekitarnya kurang diekspos secara luas, hanya sebagian yang kita
lihat. Ada kecerobohan disalah satu adegan di stasiun kereta, saat Ian mengejar
kereta yang sudah bergerak maju, dia mengejar pintu masuk yang sudah ditunggu
teman-temannya, tetapi dibelakang ada pintu masuk yang terbuka. Seharusnya
bila ingin terlihat lebih baik, Ian bisa langsung lewat pintu masuk yang
dibelakangnya. Tetapi mungkin demi keselamatan Ian tidak ingin mengambil
resiko bila terjadi kecelakaan karena tidak ada yang menarik Ian masuk. Karena
badan Ian gemuk, jadi sulit dikendalikan.
Namun, kita semua hanya perlu mengambil sisi positifnya. Kita jadi
mengerti apa arti dari sebuah persahabatan, cinta, kasih, perjuangan, dan impian.
Rangkuman
Dari film ini, kita bisa memahami lebih dalam kalimat yang mereka
ucapkan, yaitu biarkan keyakinan kita, 5 cm mengambang di depan kening
kita. Dan setelah itu yang kita perlu hanya kaki yang akan berjalan lebih jauh dari
biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan
menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas,
lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja
lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa. Maka, selalulah
bermimpi dan menjadikan mimpi itu sebagai hal yang akan nyata terjadi dalam
kehidupan kita. Jangan pernah menyerah, saat kita gagal yakinkan pada diri kita
bahwa masih jauh perjalanan yang harus kita tempuh untuk menjadi yang lebih
baik dan tidak gagal untuk yang kedua kalinya.

Taruh puncak itu di depan kita, dan jangan lepaskan !


Yang kita perlukan adalah kaki yang berjalan lebih jauh
dan tangan yang berbuat lebih banyak
Leher yang akan lebih sering melihat ke atas
Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja
Hati yang akan bekerja lebih keras
Serta mulut yang akan selalu berdoa
Dan setiap kali impian dan cita-cita muncul, letakkan di depan kening kita,
Jangan menempel, biarkan menggantung 5 cm di depan kening,
Supaya tidak terlepas dari mata kita
Dan yang bisa dilakukan seorang manusia terhadap mimpi dan keyakinannya
adalah
Ia hanya tinggal mempercayainya.
Orientasi
Film ini berawal dengan menjelang kepindahan Baron dari Jakarta. Cerita
berlanjut ketika Baron telah pindah di Balikpapan (saat ini plot film anak mulai
terasa). Saat pertama kali masuk sekolah, Baron telah bertemu Rusdi dan
melihatnya dengan sinis dari awal sehingga kentara sekali bila Baron ada
hubungannya dengan Rusdi. Hal ini membuat kelanjutan cerita dapat ditebak.
Baron sebagai murid pindahan terlihat tidak mau membuka diri dengan sekitar
dan mendapat ledekan dari teman sekelasnya.
Tafsiran
Kepindahan Baron bertepatan dengan kontingen penggalang SDnya yang
akan mengikuti perkemahan di saat liburan sekolah. Karena Rusdi, Baron harus
mengikuti perkemahan pramuka bersama dengan anggota lainnya meskipun
Baron memiliki tujuan terselubung untuk mengikuti pameran mobil RC. Di
perkemahan, mereka bertemu dengan Sindai yang bergabung dengan mereka saat
mencari markas bintang.
Di tengah perjalanan, terjadi perbedaan pendapat yang menyebabkan dua
kubu yakni Baron, Aldi, Sindai yang ingin kembali ke Balikpapan dan tidak
menyelesaikan kemah dan Rusdi serta Anton yang tetap optimis akan melanjutkan

kemah. Akhirnya, mereka menuju ke jalannya sendiri.


Namun naas, Rusdi dan Anton tertangkap oleh penculik. Sedang Baron
akhirnya memutuskan untuk kembali melanjutkan kemah, Aldi dan Sindai pun
mengikutinya. Klimaks terjadi saat Baron, Aldi dan Sindai berusaha
menyelamatkan Rusdi dan Anton.
Akhirnya mereka menyebut diri mereka 5 Elang.
Evaluasi
Pelajaran moral saat Baron berbaik hati menolong anak lain dengan
mengambilkan balon yang tersangkut di antena di atas atap rumah yang bahkan
sampai merelakan salah satu perangkat mobil RCnya.
Mengajarkan budaya Go Green saat peran Rusdi mengatakan, Maaf,
kertasnya kecil. Penghematan buat pohon.
Cerita film ini singkat, tidak bertele-tele sehingga mudah dicerna oleh
anak. Karena film ini memang didedikasikan untuk keluarga.
Akting pemain yang bagus dan tampak natural. Dibintangi oleh Coboy
Junior yang punya banyak fans, tentu saja akan memicu popularitas dari film ini.
Lalu, kekurangan-kekurangannya, antara lain:
Terlihat banyak siswa yang tidak mengenakan dasi, sedangkan peran Rusdi
mengenakan dasi. Karena film ini dinikmati semua kalangan, para pelajar yang
melihat film ini dapat mencontoh untuk tidak mengenakan dasi. Apalagi, saat
peran Aldi bertanya kepada Rusdi tentang keikutsertaan SD Matahari dalam
perkemahan (menit 11 detik 42), dasi Aldi terlihat tergantung di kantung dadanya.
Hal ini tentu kurang sopan. Hal kurang sopan terjadi lagi di menit 13 detik 25 saat
Rusdi memperkenalkan Anton ke kakak pembina, terlihat Anton sedang
mengunyah di hadapan kakak pembina, sambil berdiri pula.
Saat peran Rusdi dan Baron sedang berjalan berdua, terlihat ketidak
stabilan kamera yang menyebabkan kurang berkesinambungannya antara gerakan
menit 14,36 dan 14,37 yang memiliki latar pintu. Ketidak stabilan kamera juga
sering ditemui di sepanjang film.
Saat scene lomba tarik tambang, sebagian besar anak pramuka telah
melepas tas, namun sebagian lagi belum. Hal ini membuat kesan sebagian yang
belum melepaskan tas baru datang. Apalagi, di tengah lomba terlihat anak-anak
pramuka dan kakak sedang berlari untuk melihat lomba dan saat lomba selesai
mereka bubar tanpa komando. Hal ini tentu bukan pramuka yang sebenarnya,
melainkan mungkin sang penulis masih terngiang oleh sifat sebagian rakyat
Indonesia yang seperti itu.
Pada saat scene regu Harimau yang menancapkan bendera di dalam lima
bintang terlihat regu-regu yang lain bertepuk tangan menyambut kedatangan
mereka. Lalu mereka sudah berkumpul di sana sedang regu Harimau
baru datang mengapa mereka yang menang.

Rangkuman
Film ini sangat layak disaksikan keluarga. Apresiasi patut diberikan
kepada penulis yang berani memasukkan tema dalam pramuka meski sutradara
tidak berhasil membuat penyaksi film terpengaruh untuk semangat mengikuti
pramuka karena tak ada penjelasan lebih lanjut dari tampilan visualnya. Terlebih,
dari semua akting para pemain dapat menutupi kekurangan dari posisi
pengambilan gambar yang kurang mengesankan padahal lokasinya indah.
Terimakasih yang besar patut atas film 5 Elang yang telah membangkitkan film
anak Indonesia.

Ulasan surga yang tak Dirindukan dengan Bulan Terbelah di


Langit Amerika
Orientasi
Surga yang Tak Dirindukan merupakan film terlaris 2015. Film ini
dibintangi oleh Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella, Raline Shah, Zaskia Adya
Mecca, Sandrina Michelle, dan lain-lain. Diproduseri oleh Manoj Punjabi dan
sutradara Kuntz Agus. Skenarionya ditulis Alim Sudio dan diproduksi MD
Pictures.
Tafsiran
Dikisahkan, Pertemuan Pras (Fedi Nuril) dan Arini (Laudya Cynthia Bella)
bak sebuah dongeng. Pras jatuh hati pada sosok keibuan Arini. Arini pun tak dapat
menolak keinginan hati ketika Pras meminangnya. Kehidupan rumah tangga
keduanya berjalan mulus tanpa masalah.
Kisah cinta pada pandangan pertama Arini (Laudya Cynthia Bella) dan Pras (Fedi
Nuril) begitu indah. Pernikahan yang kemudian terwujud mendatangkan
kebahagiaan lain dengan hadirnya Nadia (buah cinta keduanya).
Sosok Pras yang baik dan setia selalu menenangkan Arini, berbagai kisah
perselingkuhan yang dialami perempuan di sekelilingnya, termasuk sahabat
dekatnya, tidak sekalipun mengusik kepercayaan Arini terhadap sang suami. Demi
mewujudkan rumah agar senantiasa menjadi surga cintanya dan Pras, Arini pun
berusaha mengabdikan diri sepenuh hati sebagai Ibu dan Istri.
Pras memang benar-benar ingin menggambarkan sebuah surga yang akan selalu
dirindukan Arini. Ia tak mau mengusik kepercayaan Arini kepadanya. Pras pun
berjanji tidak akan menyakiti hati Arini.
Namun, perjalanan takdir kemudian berujung ujian bagi cinta Arini dan Pras.
Suatu hari, dalam perjalanan menuju kantor, Pras harus menolong sebuah mobil
yang mengalami kecelakaan. Alangkah kagetnya Pras saat mengetahui korbannya,

adalah seorang perempuan dalam balutan baju pengantin Mei Rose (Raline Shah),
yang berusaha bunuh diri, setelah laki-laki yang berjanji menikahi ternyata
menipunya.
Meirose yang sangat labil itu merasa hidupnya sudah tak berguna. Padahal,
Meirose baru saja melahirkan seorang anak laki-laki.
Evaluasi
Film yang dirilis mulai 15 Juli saat lebaran 2015 lalu ini bisa dibilang
berhasil memanfaatkan momen libur Lebaran dalam mengumpulkan penonton.
Tergolong kurang spektakuler penjualannya dalam pekan-pekan awal, namun
dengan dibantu dengan promosi gencar dan respons yang baik dari penontonnya,
film ini sanggup bertahan lebih dari satu bulan di bioskop. Pada akhirnya, film
keluaran MD Pictures ini jadi film Indonesia dengan penjualan tiket terbanyak di
tahun 2015, yaitu sebanyak 1.523.570 tiket.
Diangkat dari novel karya Asma Nadia, novel terlaris tersebut memang
mengedepankan kisah poligami yang masih tabu bagi sebagian masyarakat
Indonesia. Fedi Nuril pun sudah dua kali didapuk melakoni peran sebagai pria
berpoligami. Pada filmnya kali ini, akting Fedi sangat natural. Ia terlihat sangat
masuk pada karakter Pras yang sabar dan tidak tegaan. Bahkan, Fedi tak segansegan menunjukkan akting menangisnya.
Rangkuman
Perlu diakui, pengemasan film 'Surga yang Tak Dirindukan' lebih baik dari
film drama umumnya. Pasalnya, efek suara dan visual film benar-benar dibuat
hidup, sehingga penonton seperti masuk dalam cerita dalam film. Alur cerita dan
titik klimaks film pun dibuat teratur. Film ini sangat cocok dinikmati bagi Anda
yang ingin tahu sisi berbeda dari poligami.
Orientasi
Film "Bulan Terbelah di Langit Amerika" merupakan film produksi
Maxima Pictures bergenre drama yang dibintangi oleh Acha Septriasa, Abimana
Aryasatya, Nino Fernandez, Hannah Al Rasyid, dan Rianti Cartwright. Film ini
disutradarai Rizal Mantovani dengan produser Ody Mulya Hidayat. Skenario
ditulis Hanum Salsabiela Rais. Film ini merupakan adaptasi novel best
seller dengan judul yang sama karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga
Almahendra.
tafsiran
Dikisahkan, setelah mendapat kiriman email video seorang gadis berjudul
Do you know my dad?, Hanum (Acha Septriasa) seorang jurnalis muslim dan
bekerja di sebuah kantor berita di Wina, diberi tugas untuk menulis artikel

provokatif oleh bos redaksi, berjudul Apakah dunia lebih baik tanpa Islam?.
Evaluasi
Film yang dirilis pada 5 Desember 2015 ini menawarkan banyak cerita
yang dari pasangan-pasangan di film ini. Pasangan kekasih, suami istri, ibu anak,
dan ayah anak. Untuk mendiskripsikan kisah masing-masing pasangan tentu
dibutuhkan waktu cukup banyak. Setidaknya dibutuhkan separuh durasi film ini
untuk memperkenalkan karakter dan kisahnya masing-masing.
Akting Acha dan Abimana kembali menyakinkan dengan alur yang berbeda dari
prekuelnya, 99 Cahaya di Langit Eropa. Jika sebelumnya mereka menjadi
pasangan yang kompak dan saling membantu, kali ini perselisihan demi
perselisihan membuat mereka terbelah. Tapi konflik utama film ini bukanlah cinta
Rangga dan Hanum.
Rangkuman
Jika Anda bukan penggemar film religi, mungkin film ini akan terasa
berlebihan sehingga terasa membosankan. Apalagi adegan dalam ruangan lebih
mendominasi daripada adegan di luar ruangan. Landscape New York kurang
terekspos maksimal.