Anda di halaman 1dari 6

Eksplorasi Mangan

BAB LOGAM DAN PADATAN

Mangan adalah elemen kimia yang memiliki simbol Mn dan memiliki nomor
atom 25. Mangan biasanya ditemukan di alam bebas dan terdapat di beberapa
macam mineral, tetapi terkadang Mangan ditemukan dalam kondisi tercampur oleh
besi. Sebagai unsur bebas, Mangan (Mn) adalah logam yang berperan penting
dalam hal percampuran logam dalam bidang industri, khususnya pada stainless
steels. Sebagai contoh, Mn3(PO4)2 dapat berfungsi untuk mencegah terjadinya karat
atau korosi pada baja. Oksida mangan sering kali digunakan sebagai katoda untuk
baterai alkali dan sel kering. Ion Mn 2+ berfungsi sebagai kofaktor dalam enzim dan
menjadi bahan dasar dalam proses detoksifikasi oleh superoksida radikal bebas.
Apabila kita menghirup Mangan pada skala yang besar, jumlah yang banyak, dan
intensitas yang tinggi, Mangan dapat menyebabkan keracunan, terkhususnya pada
mamalia.
Mangan memiliki karakteristik menyerupai besi. Seperti berwarna abu-abu
silver. Mangan sangat keras tetapi sangat rapuh, susah untuk disatukan, tetapi
mudah untuk dioksidasi. Sifat magnet yang dimiliki oleh Mangan adalah
paramagnetik. Berdasarkan teori pengumpulan bintang-bintang besar sebelum
ledakan supernova, Mangan adalah bagian dari kelompok besi-besian. Isotop dari
Mangan mempunyai massa atom dari 46 (46Mn) sampai dengan 65 (65Mn).
Walaupun pernah terobservasi bahwa bilangan oksidasi Mangan terdiri dari -3
sampai +7, bilangan oksidasi yang paling banyak digunakan oleh Mangan adalah +2,
+3, +4, +6, dan +7. Mn 2+ seringkali bersaing dengan Mg 2+ dalam bidang biologi.
Senyawa Mangan dengan Mn7+, seperti senyawa Mn 2O7 dan senyawa anion
permanganate MnO4- (dengan warna ungu yang sangat mencolok) adalah oksidator
yang sangat kuat.
Senyawa dengan bilangan oksidasi +5(biru) dan +6(hijau) adalah oksidator
yang kuat dan mudah bereaksi untuk reaksi disproporsionasi atau autoredoks.

Bilangan oksidasi yang paling stabil diantara bilangan oksidasi Mangan yang
lain adalah +2. Mn2+ memiliki warna merah muda pucat dan banyak sekali senyawa
dari Mangan (II) yang diketahui orang banyak, seperti Mangan (II) sulfat (MnSO 4) dan
Mangan (II) klorida (MnCl2). Bilangan oksidasi ini selalu ditemukan di dalam mineral
Mangan (II) karbonat. Bilangan oksidasi +2 ini, seringkali digunakan oleh makhluk
hidup untuk kebutuhan yang penting dan mendasar, karena Mangan dengan
bilangan oksidasi selain +2 bisa menyebabkan keracunan pada tubuh manusia.
Penyerapan cahaya tampak dari ion ini terjadi hanya karena transisi spin yang tak
seharusnya terjadi di dalam subkulit d. Dalam subkulit d, semua elektron harus
berpasangan, dan untuk itu terjadi pelepasan dua elektron.
Bilangan oksidasi +3 ini dikenal pada senyawa Mangan (III) asetat. Mangan
dengan bilangan oksidasi +3 dapat menjadi oksidator yang cukup baik dan juga
cenderung berdisproporsionasi atau berautoredoks menjadi Mangan (II) dan Mangan
(IV). Senyawa padat dari Mangan (III) mempunyai ciri ciri khusus yaitu
koordinasinya berdistorsi oktahedral

karena efek Jahn-Teller dan memiliki warna

merah-ungu yang mencolok.


Bilangan oksidasi +5 bisa diperoleh jika Mangan dioksida dilarutkan ke dalam
larutan Natrium nitrit. Mangan (V) juga bisa dihasilkan dengan cara melarutkan
senyawa Mangan seperti Mangan dioksida dilarutkan ke dalam larutan alkali yang
dibiarkan bereaksi dengan udara.
Permanganat (biloks +7) berwarna ungu. Potassium permanganat, Natrium
permanganat, dan Barium permanganate adalah oksidator yang kuat. Potassium
permanganat yang biasa disebut Condys crystals, sering digunakan sebagai reaktan
dalam eksperimen yang dilakukan di dalam laboratorium. Hal ini dikarenakan
kelebihannya dalam mengoksidasi dan berguna dalam pengobatan.

Mangan yang dihasilkan secara elektrolisis.

Mangan (II) karbonat.

Mangan (II) klorida

Potassium permanganat di dalam air.

Mangan bisa ditemukan di atas 1000 ppm (0,1 %) dari kerak bumi, oleh karena
itu Mangan menjadi elemen yang melimpah urutan ke- 12. Tanah mengandung 79000 ppm dari Mangan dengan rata-rata 440 ppm. Dalam laut hanya terdapat 10
ppm dari Mangan dan di dalam atmosfer terkandung 0.01 g/m3. Mangan dikenal

menjadi kandungan dalam pirolusit (MnO 2), braunit (Mn 2+, Mn3+)(SiO2), psilomelan
dan MnCO3.

Mangan

Psilomelan

Spieleisen adalah perpaduan antara besi dengan mangan

Mangan oksida dalam skala millimeter.


Mangan pertama kali diidentifikasi oleh penemu dari Swedish yang bernama
K.W. Scheele pada tahun 1774. Bergmann juga ikut berkontribusi dalam mengolah

ilmu pengetahuan tentang Mangan. Pada masa itu Mangan masih menjadi misteri
yang mengundang keingintahuan dalam bidang kimia dengan tanpa kegunaan
kecuali oksida dari mangan. Pada tahun 1740, Pott sudah menetapkan bahwa
pirolusit tidak mengandung besi, tetapi mengandung senyawa Mangan. Struktur
mangan dalam bentuk kristal sangatlah rumit.
Terdapat kisah sejarah yang cukup menarik di balik nama Mangan. Pada
zaman kuno, ada dua mineral hitam dari Magnesia dan dinamakan Magnes, tetapi
mineral tersebut dibedakan berdasarkan gender. Magnes jantan dapat menarik besi,
sehingga dia bersifat magnetik. Magnes betina tidak dapat menarik besi, dan
akhirnya digunakan untuk mewarnai gelas. Magnes betina sering juga disebut
Magnesia, yang sekarang digunakan untuk nama pirolusit atau Mangan dioksida.
Pada abad ke- 16, pembuat kaca menyebut Mangan dengan sebutan Manganesum.
Alkemis Camillus Leonardus menyebutnya Alabandicus (karena diambil dari lokasi di
mana Mangan itu ditemukan) dan ada pula yang menyebutnya Braunstein. Mercati
menyebutnya Manganesa dan akhirnya logam ini terkenal dengan sebutan Mangan.
Alasan saya memilih Mangan untuk dijadikan bahan eksplorasi dalam
pembuatan LTM pada bab logam dan padatan ini adalah karena saya sangat tertarik
akan keunikan logam transisi yang satu ini. Warna yang dihasilkan oleh logam ini
sangat berragam dan mencolok. Banyak juga kegunaan biologis atau dalam bidang
kesehatan yang melibatkan Mangan. Untuk itu saya ingin menjelaskan apa yang
saya tahu dan apa yang telah saya cari dari berbagai sumber akan Mangan itu
sendiri.

Daftar pustaka
Calvert,

J.B.

(2003-01-24).

"Chromium

and

Manganese".

http://www.du.edu/~jcalvert/phys/chromang.htm. Retrieved 2009-04-30


Corathers, Lisa A. (2009). "Mineral Commodity Summaries 2009: Manganese"
(PDF).

United

States

Geological

Survey.

http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/manganese/mcs-2009-manga.pdf.
Retrieved 2009-04-30.

Corathers, Lisa A. (June 2008). "2006 Minerals Yearbook: Manganese" (PDF).


Washington,

D.C.:

United

States

Geological

http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/manganese/myb1-2006manga.pdf. Retrieved 2009-04-30.

Survey.