Anda di halaman 1dari 7

K.

Penatalaksanaan

Menurut Rasmun (2001) tujuan umum, tujuan khusus, dan rencana tindakan keperawatan dari diagnosa utama : resiko perilaku
kekerasan berhubungan dengan halusinasi adalah sebagai berikut :
Tujuan umum
Setelah
keperawatan

dilakukan

Tujuan khusus
tindakan 1. Klien

selama.x.jam,

diharapkan :
Klien tidak berperilaku kekerasan

Kriteria evaluasi

Intervensi

dapat

membina 1. Ekspresi wajah bersahabat


1.
2. Menunjukan rasa senang
hubungan saling percaya
3. Ada kontak mata
4. Mau berjabat tangan
5. Mau menyebutkan anma
2.
6. Mau menjaawab salam
3.
7. Mau duduk berdampingan
dengan perawat
8. Mau mengutarakan masalah
yang dihadapi.

Sapa klien dengan ramah dan


baik secara verbal dan non
verbal
Perkenalkan diri dengan sopan
Tanyakan anma lengkap dan
anma panggilan yang disukai
klien

4. Jelaskan tujuan pertemuan


5. Jujur dan menepati janji
6. Tunjukan sikap empati

dan

menerima klien apa adnya


7. Beri perhatian pada klien dan

perhatikan

kebutuhan

dasar

klien.
2. Klien

dapat

halusinasi

mengenal

1. Klien dapat menyebutkan 1. Adakan

waktu, isi dan frekuensi


timbulnya halusinasi
2. Klien
dapat
mengungkapkan

perasaan

terhadap halusinasinya

sering

dan

singkat

secara bertahap
2. Observasi tingkah laku klien
terkait dnegan halusinasinya.
Bicara

dan

tertawa

tanpa

stimulus, memandang ke kiri


dan ke kanan seolah-olah ada

teman bicara
klien

3. Bantu

mengenal

halusinasinya dengan cara :


Jika menemukan klien
yang sedang halusinasi,
tanyakan apakah ada suara

yang didengar
Jika klien menjawab ada,
lanjutkan

apa

yang

dikatakan
Katakan bahwa perawat
percaya klien mendengar
suara itu, namun perawat
sendiri

tidak

mendengarnya
nada

(dengan

sahabat,

menuduh

tidak
atau

menghakimi)
Katakan pada klien bahwa
ada juga klien lain yang

sama seperti dia


Katakan bahwa perawat

akan membantu klien.


4. Diskusikan
dnegan
klien
tentang :
Situasi
menimbulkan

yang
/

tidak

menimbulkan halusinasi
Waktu
dan
frekuensi
terjadinya halusinasi

5. Diskusikan dengan klien apa

yang dirasakan jika terjadi


halusinasi (marah, takut, sedih,
tenang)

beri

kesempatan

mengungkapkan perasaan.
3. Klien

dapat

halusinasinya

mengontrol 1. Klien

dapat

tindakan

menyebutkan 1. Identifikasi

yang

klien

biasanya

tindakanyang dilakukan jika

untuk

terjadi halusinasi (tidur, marah,

dilakukan

mengendalikan halusinasinya
2. Klien dapat menyebutkan cara

baru
3. Klien

bersama

dapat memilih cara

menyibukkan dirisendiri dan


lain-lain)
2. Diskusikan manfaat cara yang
digunakan

klien,

jika

bermanfaat beri pujian


yng telah didiskusikan dengan 3. Diskusikan
cara

untuk

mengatasi halusinasi seperti


klien
4. Klien dapat melakukan cara
yang

telah

dipilih

untuk

memutus

atau

mengontrol

timbulnya halusinasi :
Katakana :saya tidak mau

mengendalikan halusinasi

mendengar kau pada saat

halusinasi muncul
Menemui
orang

lain,

perawat,

atau

teman

anggota keluarga yang lain


untuk bercakap-cakap atau

mengatakan

halusinasi

yang didengar
Membuat jadwal sehari-

hari agar halusinasi tidak


sempat muncul
Meminta

keluarga/teman/perawat
jika klien tampak bicara
sendiri.
4. Bantu klien memilih cara untuk
memutus

halusinasi

secara

bertahap, misalnya dengan :


Membersihkan ruangan
dan

alat-alat

rumah

tangga
Mengikuti

social di masyarakat
Mengikuti
kegiatan

olahraga di kampung
Mencari teman untuk

keanggotaan

diajak ngobrol.
5. beri
kesempatan

untuk

melakukan cara yang telah


dilatih
6. anjurkan
mengikuti

klien

utntuk

terapi

aktivitas

kelompok, orientasi realita dan

stimulasi persepsi.
4. Klien dapat dukungan dari 1. Keluarga dapat saling percaya 1. Membina

keluarga dalam mengontrol


halusinasinya.

dengan perawat

tindakan

saling

percaya dnegan menyebitkan

2. Keluarga dapat menyebutkan

pengertian,

hubungan

tanda

anma, tujuan pertemuan dengan

dan

sopan dan ramah


untuk 2. Anjurkan klien menceritakan

mengendalikan halusinasinya

halusinasinya kepada keluarga


untuk

mendapatkan

keluarga

dalam

bantuan

mengontrol

halusinasinya.
3. Diskusikan
halusinasinya

tentang
pada

saat

berkunjung tentang :
Pengertian halusinasi
Gejala halusinasi yang

dialami klien
Cara yang dapat dilakukan
klien dan keluarga untuk

memutus halusinasi
Cara merawat anggota
keluarga

yang

berhalusinasi

dirumah,

misalnya : beri kegiatan,


jangan

biarkan

sendiri,

makan bersama
Beri
informasi

waktu

follow up atau kapan perlu

mendapat

bantuan:

halusinasi idak terkontrol,


dan resiko mencederai diri
sendiri, orang lain dan
lingkungan.
5. Klien dapat memanfaatkan 1. Klien

obat dnegan baik

dan

keluarga

dapat 1. Diskusikan dengan klien dan

menyebutkan manfaat, dosis


dan efek samping obat
2. Klien

frekuensi serta manfaat minum


dapat

mendemonstrasikan
penggunaan
benar
3. Klien

obat

mendapat

keluarga tentang dosis dan


obat
2. Anjurkan klien minta sendiri

dengan

obat

pada

perawat

dan

merasakan manfaatnya
informasi 3. Anjurkan klien untuk bicara

tentang efek dan efek samping

dengan dokter tentang manfaat

obat
4. Klien dapat memahami akibat

dan efek samping obat yang

dirasakan
berhenti minum obat tanpa 4. Diskusikan

konsultasi
5. Klien dapat

akibat

berhenti

minum obat tanpa konsultasi


menyebutkan

dengan dokter
prinsip 6 benar penggunaan 5. Bantu klien menggunakan obat
obat.

dengan prinsip 6 benar (benar


pasien, benar dosis, benar obat,
benar cara, benar waktu dan
benar dokumentasi)