Anda di halaman 1dari 5

STRATEGI PELAKSANAAN

PADA PASIEN PERILAKU KEKERASAN


DI RUANG FLAMBOYAN
RSJD. Dr. RM. SOEDJARWADI PROVINSI JAWA TENGAH

Disusun Oleh:
WITRI NURHAETI
140100496

Program Studi S-1 Ilmu Keperawatan


Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan
Universitas Alma Ata Yogyakarta
2016

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 1


PERILAKU KEKERASAN
Pertemuan ke-1

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien

DS :

Pasien mengatakan : Saya sering mengamuk ketika diolok-olok oleh orang lain,
terkadang saya juga marah sama ibu saya karena ibu juga sering mengejek saya.
Pasien mengatakan : saya kalau dengar suara-suara bising jadi jengkel dan ingin
marah
Pasien mengatakan : saya sudah melakukan teknik nafas dalam, setiap bangun
tidur kadang saya lakukan.

DO:

Klien Nampak kooperatif selama berinteraksi


Kurang konsentrasi dan mudah terdistraksi
Pasien tampak gelisah dan menampar bagian mulut dan pipinya
2. Diagnosa Keperawatan
Risiko Perilaku Kekerasan
3. Tujuan khusus :
Melatih cara mengontrol marah dengan rutin minum obat
4. Tindakan
Evaluasi jadwal kegiatan harian pasien untuk cara mencegah marah yang sudah dilatih
secara fisik, teknik nafas dalam, pukul bantal atau pukul kasur.
Latih pasien minum obat secara teratur dengan prinsip 6 benar (benar nama pasien,
nama obat benar cara minum obat, benar waktu minum obat dan benar dosis obat)
disertai penjelasan kegunaan obat dan akibat jika putus obat.
Masukan pada jadwal kegiatan untuk latihan fiik dan minum obat

B. STRATEGI KOMUNIKASI

Fase orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat pagi bapak?

b. Perkenalan

Ketemu lagi sama mba witri, bagaimana kabarnya hari ini. Semangat ya pak
c. Validasi perasaan
bagaimana pak andri, masih sulit untuk mengendalikan emosi, ataukah sekarang sudah bisa
mengontrolnya? oke bagus sekali pak andri
d. Tujuan pertemuan
Jadi tujuan pertemuan kita kali ini masih sama supaya bapak bisa lebih mengendalikan emosi
bapak .
e. Kontrak
Topic
sesuai dengan janji kita kemarin ya pak, hari ini kita kan belajar bagaimana
mengendalikan emosi dengan cara minum obat, kalau kemari nkan kita pakai cara
fisik. Nah hari ini kita akan latihan dengan cara minum obat.
Waktu

berapa lama kita akan berbincang-bincang pak? Oh ya sudah 10 menit, harus janji loh
ya 10 menit tetap bersama saya disini..,oke bagus sekali bapak.
Tempat
bapak enaknya kita mau ngobrol dimana? Di taman atau di teras pavilion sana pak?
Baik nanti kita akan ngobrol disana ya.

Fase Kerja
Nah, sekarang coba bapak ulangi kegiatan pertemuan kita kemarin, masih ingat
tidak cara mengintrol marah dengan tarik nafas dalam dan pukul bantal atau pukul kasur,
oke bapak masih ingat ya. Bagus sekali pak andri. Sekarang selain kita belajar dengan
latihan fisik, maka kita akan belajar cara mengontrol marah dengan rajin minum obat.
Bapak sudah mendapat resep dari dokter? Bapak masih ingat berapa macam obat
yang bapak minum? Warnanya apa saja? Bagus, jam berapa aja bapak minum obat?
Obatnya berbeda-beda ya pak, kalau pagi itu itu ada 3 obat. Yang warnanya putih itu
Trihexypenidil 2 mg gunanya agar bapak bisa tidur dengan pulas dan efek sampingnya
bapak bingung, dan pusing juga salah satunya, nah kalau yang biru itu trifluoperazine 5 mg
fungsinya adalah sebagai obat psikotik dan yang yang orange itu risperidon 2 mg gunanya
untuk mengatasi gangguan mental dan efek sampingnya bisa gatal-gatal sulit bernafas dan
bengkak di wajah, lidah atau tenggorokan.
Untuk yang siang itu ada dua obat ya pak, yang warnanya putih dan biru tadi,
sama kegunaan dan efek sampingnya. Sedangkan untuk sore itu ada empat obat, seperti
yang di pagi hari ditambah 1 yang warnanya pink, namanya alprazolam 1x0.5 mg

fungsinya untuk mengurangi kecemasan bapak dan efek sampingnya bapak mudah
mengantuk. Biasanya bapak pengen tidur kan kalau habis makan siang dan minum obat.
Semuanya ini harus bapak minum rutin setelah makan, ada 3 kali sehari, ada yang dua kali
sehari da nada yang satu kali sehari. Bila nanti muut bapak kering, bapak bisa minum air
putih yang ada di ruangan ya pak? Baca juga apakah obatnya sudah benar? Sesuai dengan
nama bapak, nama obat, dosis dan biasanya diminum lewat mulut atau oral. Jangan
pernah bapak menghentikan obat sebelum berkonsultasi dengan dokterya pak, karena
dapat terjadi kekambuhan. Sekarang kita masukan waktu minum obat ke jadwal harian
bapak ya?
Fase terminasi
a. Evaluasi
1) Subjektif

Bagaimana perasaan bapak setelah kita berbincang-bincang tentang acra minum


obat yang benar? Bapak bingung, oke tidak apa-apa sambil belajar pelan-pelan aja
ya pak.
2) Objektif
Coba bapak sebutkan lagi jenis obat yang bapak minum, bagaimana cara minum
obat yang benar? Nah sekarang sudah berapa cara yang kita pelajari untuk
mengontrol marah?
3) Rencana tindak lanjut (RPL)
Nanti langsung bapak masukan ke jadwal harian bapak ya untuk yang minum
obat, jangan lupa dilaksanakan semuanya dengan teratur ya pak?
b. Kontrak yang akan datang
o Topik
Nah pak, cara yang tadi kita praktekan sudah paham ya? Jadi sudah ada dua
cara, yang pertama adalah dengan teknik nafas dalam, pukul bantal atau pukul
kasu, dan yang kedua adalah dengan minum obat yang teratur dan jangan
sampai putus obat supaya tidak terjadi kekmbuhan ya pak.
o Waktu
Bagaimana kalau cara ini kita praktekan besok pagi atau siang? Setuju pak,
15 menit ya pak waktunya, sekitar pukul 14.00 WIB ya
o Tempat
kita besok laihannya mau dimana pak? Oh mau disini lagi beneran nih pak
andri. Oke kalau begitu besok kita akan ngobrol lagi disini sekitar jam 09.30
WIB, berhubung ini waktunya sudah habis kita cukupkan sampai disini dulu ya
pak, terimakasih waktunya selamat beritirahat dan selamat pagi pak andri.