Anda di halaman 1dari 2

Berdasarkan anemnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang

pada Tn A diperoleh hasil pemeriksaan sebagai berikut.

Anamnesis :
Pasien selama 1 bulan ini mengalami demam naik turun disertai batuk,
badan lemas dan sesak napas. Batuk yang dilami pasien sekarang tidak
dirasakan terlalu menngganggu aktivitas pasien yang paling dikelunkan
pasien saat ini adalah demam dan lemasnya sehingga pasien tidak kuat
untuk melakukan aktivitas biasa sehingga pasien periksa ke RS. Keluhankeluhan tersebut sama dengan gejala-gejala yang khas pada TB, dimana
gejala klinik TB dibagi menjadi 2 golongan yaitu :
1. Gejala respiratorik : yangmuncul pada pasien yaitu : batuk 3
minggu, sesak napas
2. Gejala sistemik : yang mucul dipasien demam, malaise, keringat malam, anoreksia
dan berat badan menurun.
Sehingga dari anamnesis pasien Tn A dicurigai terkena penyakit TB Paru.
Menguatkan kearah TB asru karena pasien merupakan penderita TB paru
pada tahun 2000 lalu dengan riwayat pengobatan rutin dan dinyatakan
sembuh. Jadi pada pasien ini curiga TB paru kasus kambuh (relaps)

Pemeriksaan fisik :
Pasien didapatkan suhu demam, badan kurus yaitu diapatkan penurunan
berat badan yang cukup bermakna dalam 1 bulan ini. Pada pemeriksaan
auskultasi pulmo didapatkajn suara ronkhi basah kasar yang menandakan
adanya peradangan yang terjadi dipulmo. Dapatan pemeriksaan terebut
diatas menguatkan diagnosis pada TB paru. Tidak ditemukan atrofi dan
retraksi otot-otot interkostal yang menandakan TB paru blum pada fase
lanjut dengan fibrosis.

Pemeriksaan radiologis :
Pada foto thorax PA Tampak lokasi lesi TB di daerah apex paru lobus
bawah dan didaerah hilus yang menandakan adanya gambaran TB paru
aktif.

Setelah semua pemeriksaan dilakukan didapatkan diagnosis TB paru


kasus kambuh (relaps). Penatalaksanaan pada pasien ini sesuai dengan
kasusnya. Pada pasien ini kasus kambuh termasuk TB kategori II sehingga
penatalksanaan OAT nya yaitu dengan pengobatan TB kategori II yaitu
dengan 3HRZE/6RH. Bila tidak dilakukan atau tidak ada uji resistensi,

maka alternatif yang diberikan paduan obat : 2 RHZES/1 RHZE/5R3H3E3


(Program P2TB).