Anda di halaman 1dari 9

6

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Pemahaman Konsep Matematika


Pengertian pemahaman menurut Sardiman (2003) adalah menguasai
sesuatu dengan pikiran, karena itu maka belajar harus mengerti secara mental
makna dan filosofinya, maksud dan implikasinya serta aplikasinya. Konsep
adalah ide (abstrak) yang dapat digunakan atau memungkinkan seseorang
untuk mengelompokkan atau menggolongkan sesuatu objek. Suatu konsep
biasa dibatasi dalam suatu ungkapan yang disebut definisi (Wardhani, 2008).
Dijelaskan

pada

dokumen

Peraturan

Dirjen

Dikdasmen

No.

506/C/PP/2004 bahwa pemahaman konsep merupakan kompetensi yang


ditunjukkan siswa dalam memahami konsep dan dalam melakukan prosedur
(algoritma) secara luwes, akurat, efisien, dan tepat. Pemahaman konsep
matematika ialah kompetensi yang harus dimiliki siswa dalam memahami
suatu konsep matematika sehingga dapat menguraikan konsep tersebut dengan
kata-katanya sendiri (Shadiq, 2009).
Instrumen penilaian yang mengukur kemampuan pemahaman konsep
matematis mengacu pada indikator pencapaian pemahaman konsep. Menurut
Peraturan Dirjen Dikdasmen Depdiknas No. 506/C/PP/2004 indikator yang
menunjukan pemahaman konsep antara lain adalah:
1. Menyatakan ulang sebuah konsep, yaitu mampu menyebutkan definisi
berdasarkan konsep esensial yang dimilki oleh sebuah objek.

2. Mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan


konsepnya)

yaitu

mampu

menganalisis

suatu

objek

dan

mengklasifikasikannya menurut sifat-sifat atau ciri-ciri tertentu yang


dimiliki sesuai dengan konsepnya.
3. Memberi contoh dan non contoh dari konsep yaitu mampu memberikan
contoh lain dari sebuah objek baik untuk contoh maupun non contoh.
4. Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis yaitu
mampu menyatakan suatu objek dengan berbagai bentuk representasi,
misalkan dengan mendaftarkan anggota dari suatu objek.
5. Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep yaitu mampu
mengkaji mana syarat perlu dan syarat cukup yang terkait dengan suatu
objek.
6. Mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah yaitu mampu
menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis sebagai
sutau logaritma pemecahan masalah.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan, indikator pencapaian
pemahaman konsep adalah dapat menyatakan ulang sebuah konsep yang telah
diajarkan, dapat mengklasifikasikan sebuah objek berdasarkan sifat-sifat atau
ciri-ciri tertentu, memberikan contoh dan non contoh dari sebuah konsep,
menyajikan konsep dari berbagai bentuk, mengembangkan syarat perlu dan
cukup serta dapat mengaplikasikan konsep dalam pemecahan masalah.

B. Model Kooperatif Tipe Berkirim Salam dan Soal (Sending Greeting And
Questions)
1. Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif didasarkan atas falsafah homo homini socius,
falsafah ini menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial.
Pembelajaran

kooperatif

adalah

sistem

pengajaran

yang

memberi

kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa
dalam tugas-tugas yang berstruktur (Lie, 2010).
Isjoni (2009) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan
strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang
tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya,
setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling
membantu untuk memahami materi pelajaran.
Menurut Rusman (2010) , pembelajaran kooperatif merupakan bentuk
pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompokkelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4-6 orang
dengan struktur kelompok bersifat heterogen. Sedangkan, Suyatno (2009)
menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif adalah kegiatan pembelajaran
dengan cara berkelompok

untuk

bekerja sama

saling

membantu

mengkonstruksi konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Dijelaskan


oleh Suyatno (2009) agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap
anggota kelompok terdiri atas 4-5 orang, siswa heterogen (kemampuan,

gender, karakter), ada kontrol dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab
hasil kelompok berupa laporan atau presentasi
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang berbentuk
kerjasama diantara siswa, peran guru membimbing, mengarahkan,
mengkoordinir, dan memantau aktivitas masing- masing kelompok sehingga
dapat tercapai tujuan pembelajaran di dalam kelompok.
2. Pembelajaran Kooperatif Tipe Berkirim Salam dan Soal (Sending Greeting
And Questions)
Berkirim salam dan soal merupakan salah satu tipe model
pembelajaran kooperatif yang memberi siswa kesempatan untuk melatih
pengetahuan dan ketrampilan mereka. Dalam model pembelajaran
kooperatif tipe berkirim salam dan soal ini siswa membuat soal atau
pertanyaan sendiri sehingga akan merasa lebih terdorong untuk belajar dan
menjawab pertanyaan yang dibuat oleh teman-teman sekelasnya (Lie,2010).
Jadi pembelajaran berkirim salam dan soal adalah pembelajaran yang
melatih kemampuan siswa untuk membuat pertanyaan sendiri dan
menjawab pertanyaan yang dibuat temannya, sehingga dengan seperti itu
siswa akan memahami sebuah konsep.
a. Langkah langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Berkirim Salam
dan Soal (Sending Greeting And Questions)
Menurut Lie (2010), berkirim salam dan soal merupakan salah satu
tipe pembelajaran kooperatif yang tahapannya adalah sebagai berikut:

10

1) Guru membagi siswa dalam kelompok berempat dan setiap kelompok


ditugaskan untuk menuliskan beberapa pertanyaan yang akan dikirim
ke kelompok lain. Guru mengawasi dan membantu memilih soal-soal
yang cocok.
2) Kemudian, masing-masing kelompok mengirimkan satu orang utusan
yang akan menyampaikan salam dan soal dari kelompoknya.
3) Setiap kelompok mengerjakan soal kiriman dari kelompok lain.
4) Setelah selesai, jawaban masing-masing kelompok dicocokkan dengan
jawaban kelompok yang membuat soal.
Jadi dapat disimpulkan langkah-langkah pembelajaran berkirim
salam dan soal adalah siswa dikelompokan dalam beberapa kelompok.
Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk membuat soal dengan
bimbingan guru kemudian soal tersebut ditukar dengan kelompok lain.
Setelah itu siswa mengerjakan soal dari kelompok lain, kemudian
dicocokan dengan kelompok yang membuat soal. Dan guru mengevaluasi
hasil diskusi siswa dalam membuat dan menjawab soal yang mereka
buat.
b. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif

Tipe

Berkirim Salam dan Soal (Sending Greeting and Questions)


Setiap model pembelajaran pasti ada kelebihan dan kelemahannya,
adapaun kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe berkirim salam
dan soal (sending greeting and questions) antara lain adalah sebagai
berikut :

11

1) Lebih banyak tugas yang bisa dilakukan,


2) Lebih banyak ide muncul,
3) Kegiatan tersebut dapat mendorong pemahaman siswa terhadap materi
pelajaran,
4) Cocok untuk menjelang tes atau ujian.
Sedangkan kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe berkirim salam
dan soal (sending greeting and questions) antara lain adalah sebagai berikut:
1) Memerlukan waktu yang lama,
2) Biasanya menimbulkan kegaduhan didalam kelas,
3) Kurang kesempatan untuk kontribusi individu,
4) Siswa mudah melepaskan diri dari keterlibatan dan tidak memperhatikan.
C. Materi Segiempat
Standar Kompetensi :
6. Memahami konsep segiempat dan segitiga serta menentukan ukurannya
Kompetensi Dasar :
6.2 Mengindentifikasi sifat - sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajar
genjang, belah ketupat dan layang layang.
6.3 Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segiempat serta
menggunakannya dalam pemecahan masalah.
Indikator :
a) Mengidentifikasikan sifat-sifat dan menemukan rumus keliling dan luas
persegi panjang, persegi, trapesium, jajar genjang, belah ketupat dan layanglayang.

12

b) Menghitung keliling dan luas persegi panjang, persegi, trapesium, jajar


genjang, belah ketupat dan layang-layang.
c) Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan
luas persegi panjang, persegi, trapesium, jajar genjang, belah ketupat dan
layang-layang.

13

D. Kerangka Pikir
Kondisi Awal :
1. Siswa masih mengalami
kesulitan
dalam
mengaplikasikan
konsep
pemecahan masalah.
2. Siswa kurang memahami
konsep sehingga masih
mengalami kesulitan dalam
menyatakan ulang sebuah
konsep dan mengembangkan
syarat perlu atau syarat
cukup.

Indikator Pemahaman Konsep :


1. Menyatakan ulang sebuah konsep
2. Mengklasifikasikan
objek-objek
menurut sifat-sifat tertentu (sesuai
dengan konsepnya)
3. Memberi contoh dan non contoh dari
konsep
4. Menyajikan konsep dalam berbagai
bentuk representasi matematis
5. Mengembangkan syarat perlu atau
syarat cukup suatu konsep
6. Mengaplikasikan
konsep
atau
algoritma pemecahan masalah

Untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa akan


menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Berkirim Salam dan Soal
(Sending Greeting And Questions), adapun langkah-langkahnya adalah :
1) Guru menyampaikan materi dengan mengajukan beberapa pertanyaan,
misalnya mengajukan pertanyaan tentang contoh konkrit dari segiempat,
sementara siswa memperhatikan penjelasan guru dan merespon pertanyaanpertanyaan guru mengenai contoh konkrit segiempat, sehingga diharapkan
dapat meningkatkan indikator pemahaman konsep yaitu mengklasifikasi
objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya), dan
memberi contoh dan non contoh dari konsep.
2) Guru membagi siswa dalam kelompok dan setiap kelompok ditugaskan
untuk menuliskan beberapa pertanyaan yang akan dikirim ke kelompok lain.
Guru mengawasi dan membantu memilih soal-soal yang cocok. Pada tahap
ini diharapkan dapat meningkatkan indikator pemahaman konsep yaitu
menyatakan ulang sebuah konsep, menyajikan konsep dalam berbagai
bentuk representasi matematis dan mengembangkan syarat perlu atau syarat
cukup suatu konsep.
3) Kemudian masing-masing kelompok mengirimkan satu orang utusan yang
akan menyampaikan salam dan soal dari kelompoknya.
4) Setiap kelompok mengerjakan soal kiriman dari kelompok lain, diharapkan
dapat meningkatkan indikator pemahaman konsep yaitu mengaplikasikan
konsep atau algoritma pemecahan masalah.
5) Setelah selesai, jawaban masing-masing kelompok dicocokkan dengan
jawaban kelompok yang membuat soal.

Pemahaman konsep matematika siswa kelas


VIIA
masih
randah,
akan
mencoba
ditingkatkan melalui model pembelajaran
kooperatif tipe berkirim salam dan soal

Pemahaman konsep
matematika
siswa
kelas VIIA meningkat

14

E. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan landasan teori dan kerangka pikir di atas, maka hipotesis
dari penelitian ini adalah Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Berkirim
Salam dan Soal (Sending Greeting and Questions) Pemahaman Konsep
Matematika siswa kelas VII A SMP PGRI Baturraden dapat meningkat.