Anda di halaman 1dari 5

STATUS PASIEN

I.

IDENTITAS PASIEN
Nama
Umur
Jenis kelamin
Alamat
Pekerjaan
Suku bangsa
Agama
Status

II.

: Ny. I
: 35 tahun
: Perempuan
: kel. Surabaya, kec. Kedaton. Bandar Lampung
: Buruh
: Lampung
: Islam
: Menikah

ANAMNESIS
Keluhan utama
Keluhan tambahan

: gatal di sela jari dan paha bagian dalam


: terdapat bintil-bintil yang pada beberapa
tempat terdapat gelembung kecil.

III.

RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT


Pasien datang ke BP umum Puskesmas Rawat Inap Kedaton dengan
keluhan gatal di sela-sela jari dan paha bagian dalam. Awalnya,
keluhan mulai dirasa sejak 3 minggu sebelum berobat, namun masih
ringan, sehingga pasien hanya menggunakan bedak untuk mengatasi
rasa gatalnya. Makin lama gatal bertambah hebat terutama malam hari
dan sangat mengganggu sehingga pasien menggaruknya sampai
hampir

lecet.

Lalu

pasien

menggunakan

salep

yang

biasa

digunakannya jika kulitnya gatal-gatal, yaitu hidrocortison yang ia


dapat dari Puskesmas beberapa waktu lalu. Tetapi gatal tidak kunjung
reda, bahkan bertambah hebat dan semakin menyebar hingga ke
pergelangan tangan, perut, bokong, dan puting susu. Keluhan gatal
disertai dengan bintil-bintil yang pada beberapa tempat terdapat
gelembung kecil.

Pasien mengaku belum pernah menderita penyakit seperti ini


sebelumnya. Hanya pernah gatal-gatal ringan yang sembuh dengan
menggunakan bedak ataupun salep hidrocortison.
Riwayat penggunaan handuk dan alat tidur bersama diakui pasien.
Riwayat keluarga maupun orang-orang yang tinggal di sekitar pasien
menderita penyakit yang sama dengan pasien ada, yaitu kedua anaknya
yang tinggal serumah dengan pasien dan juga tetangga samping
rumahnya. Pasien mengaku tertular dari anaknya. Pasien menceritakan
bahwa anaknya mendapat penyakit tersebut sepulang dari bermain
hujan-hujanan dan ketika itu banjir, yaitu sekitar satu bulan yang lalu.
Riwayat penyakit kencing manis, hipertensi, maupun jantung pada
keluarga disangkal.

IV.

PEMERIKSAAN FISIK (4 Desember 2010)

A. Keadaan Umum dan Tanda-tanda Vital termasuk Status Gizi :

Keadaan umum

: Kesadaran kompos mentis, tampak sakit ringan

Tekanan darah

: 110/70 mmHg

Frekuensi nadi

: 78x/menit

Frekuensi nafas

: 20x/menit

Suhu

: 36,7 C

Berat badan

: 51 kg

Tinggi badan

: 155 cm

Status gizi

: normal

B. Status Generalis
-

Kepala

: normocephal, bentuk simetris


2

Mata

: Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-)

Hidung

: Bentuk normal, deviasi septum (-), sekret (-)

Mulut

: Bibir kering, lidah tidak kotor, sianosis (-)

Telinga

: Simetris, liang lapang, serumen (+)

- Tenggorokan

: Uvula ditengah, T1-T1 tenang, hiperemis (-)

Leher
-

Inspeksi

: Bentuk simetris, tidak terdapat benjolan

Palpasi

: Tidak teraba adanya pembesaran KGB,


JVP tidak meningkat

Paru-paru
-

Inspeksi

: Pernapasan simetris kanan dan kiri, retraksi (-)

Palpasi

: Fremitus taktil dan vokal kanan = kiri

Perkusi

: Sonor pada seluruh lapang paru kanan dan kiri

- Auskultasi

: Suara napas vesikuler kanan = kiri, wheezing -/-

Jantung
-

Inspeksi

: Iktus kordis tidak terlihat

Palpasi

: Iktus kordis tidak teraba

Perkusi

: Batas jantung kanan: parastrernal dekstra ICS IV


Batas jantung kiri: midclavicula anterior sinistra
ICS V
Batas atas: Para sternal sinistra ICS II

Auskultasi

: Bunyi jantung I-II murni, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
-

Inspeksi

: Perut datar, simetris

Palpasi

: Turgor kulit baik, nyeri tekan epigastrium (-),

hepar dan lien tidak teraba


-

Perkusi

: Timpani, shifting dullness (-)

Auskultasi

: Bising usus (+) normal

Ekstremitas (Lihat Status Lokalis)


Superior

: oedem -/-, sianosis -/-

Inferior

: oedem -/-, sianosis -/-

Genitalia
Jenis kelamin

: wanita

Perianal

: Tidak dilakukan pemeriksaan

C. Status Lokalis

Efloresensi

: papula dengan batas tegas dengan ukuran bervariasi

(miliar sampai lentikular)


-

Lokasi : di sela-sela jari tangan, pergelangan tangan, sekitar

pusat, paha

bagian dalam, bokong, dan areola mamae

V.

DIAGNOSIS BANDING
Skabies
Prurigo

VI.

DIAGNOSIS KERJA
Skabies

VII. PENATALAKSANAAN
A. Farmakologi

Terapi farmakologi yang didapat yaitu salep 2-4 sebagai kausatifnya, dan
ditambah CTM sebagai simptomatisnya. Pasien juga dijelaskan cara
menggunakan salep 2-4 nya, yaitu digunakan malam hari dengan cara
dioleskan sambil digosok-gosok sampai panas, kemudian tidak boleh
terkena air atau dibilas sampai keesokan paginya. Salep digunakan sampai
lebih dari tiga hari.
B. Non Farmakologis
Penatalaksanaan non farmakologis berupa konseling untuk meningkatkan
kebersihan diri dan lingkungan; mencuci/menjemur alat-alat tidur; tidak
memakai pakaian/handuk bersama-sama, dan jika memungkinkan merebus
pakaian, handuk, sprei, dan sarung bantal guling untuk membunuh tungau
agar tidak terjadi reinfeksi, serta membuka jendela dan atau pintu rumah
agar sirkulasi udara dan cahaya matahari baik.

VIII. PROGNOSIS
Quo ad vitam
Quo ad functionam
Quo ad sanationam

: bonam
: bonam
: dubia ad bonam