Anda di halaman 1dari 22
SURAT KEPUTUSAN PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH JAWA TIMUR Nomor: 516/KEP/II.0/D/2012 Tentang: Peraturan Kepegawaian

SURAT KEPUTUSAN PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH JAWA TIMUR Nomor: 516/KEP/II.0/D/2012

Tentang:

Peraturan Kepegawaian Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur

Bismillahirrahmanirrahim

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur

Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945, Garis-Garis Besar Haluan Negara dan Persyarikatan Muhammadiyah diperlukan pegawai yang profesional dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas, berdedikasi tinggi, berwibawa, percaya diri, berintegritas, dan bertaqwa kepada Allah SWT.

2. Bahwa untuk membentuk pegawai sebagaimana tersebut pada butir (a), diperlukan upaya meningkatkan manajemen pegawai.

3. Bahwa untuk keperluan yang tersebut dalam butir (a) dan (b) perlu dikeluarkan Peraturan Kepegawaian Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian.

2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

3. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

4. Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 138/Kep/I.0/B/2008 tentang Pedoman Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah.

5. Surat Keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Nomor 374/KEP/II.0/B/2012 tentang Peraturan Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala dan Wakil Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Jawa Timur.

Berdasar

Berdasar

:

:

Hasil keputusan rapat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur tanggal 21 September 2012

MEMUTUSKAN

Peraturan Kepegawaian Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

BAB I KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:

(1) Pegawai di lingkungan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah adalah seseorang yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan yang berlaku dan diangkat oleh pejabat yang berwenang sebagai pegawai serta memperoleh gaji dan/atau honorarium menurut peraturan yang ditetapkan oleh pimpinan persyarikatan. (2) Nomor Induk Pegawai (NIP) adalah nomor pegawai yang dikeluarkan oleh Majelis Pendidikan Dasar

dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. (3) Kartu Pegawai adalah kartu identitas pegawai yang dikeluarkan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah.

(4) Mutasi Pegawai adalah perpindahan pengertian:

a. Mutasi Vertikal adalah proses penaikan atau penurunan jabatan struktural atau jabatan

status pegawai secara vertikal atau horizontal dengan

fungsional seorang pegawai.

b. Mutasi Horizontal adalah proses perpindahan status seorang pegawai dari sekolah/madrasah ke sekolah/madrasah lain.

(5) Persyarikatan adalah Persyarikatan Muhammadiyah.

(6) Pejabat

memindahkan, dan memberhentikan pegawai menurut peraturan yang berlaku. (7) Pendidikan Dasar yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah meliputi:

yang

berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan mengangkat,

a. Sekolah Dasar (SD).

b. Madrasah Ibtidaiyah (MI).

c. Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB).

d. Sekolah Menengah Pertama (SMP).

e. Madrasah Tsanawiyah (MTs).

f. Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB).

g. Madrasah Diniyah Ula dan Wustho.

(8) Pendidikan Menengah yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah meliputi:

a. Sekolah Menengah Atas (SMA).

b. Madrasah Aliyah (MA).

c. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

d. Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB).

e. Madrasah Diniyah ‘Ulya.

BAB II JENIS DAN KEDUDUKAN PEGAWAI

Pasal 2

Jenis Pegawai

(1)

Pegawai terdiri dari:

a. Pegawai Pendidik.

b. Pegawai Nonpendidik.

(2)

Pegawai Pendidik sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (1) huruf a, terdiri dari:

a. Guru.

b. Pengawas.

(3)

Pegawai Nonpendidik sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (1) huruf b, terdiri dari:

a. Pegawai Administrasi.

b. Pustakawan.

c. Laboran.

d. Teknisi.

e. Petugas Keamanan.

f. Petugas Kebersihan.

g. Pesuruh.

h. Pengemudi.

i. Tukang Kebun.

(4)

Pegawai Pendidik adalah pegawai yang diangkat oleh pejabat yang berwenang atau Majelis

(5)

Pendidikan Dasar dan Menengah yang diperkerjakan sebagai tenaga pendidik berdasarkan peraturan yang berlaku. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,

mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah, yang terdiri dari:

a. Guru Tetap Persyarikatan (GTP).

b. Guru Tidak Tetap Persyarikatan (GTTP).

c. Guru Negeri Dipekerjakan (DPK).

(6)

GTP untuk pendidikan dasar adalah guru yang diangkat oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah berdasarkan usulan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah serta persetujuan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah, yang diperkerjakan secara tetap sebagai tenaga pendidik berdasarkan peraturan yang berlaku.

(7)

GTP untuk pendidikan menengah adalah guru yang diangkat oleh Pimpinan Daerah

(8)

Muhammadiyah berdasarkan usulan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang diperkerjakan secara tetap sebagai tenaga pendidik berdasarkan peraturan yang berlaku. GTTP untuk pendidikan dasar adalah guru yang diangkat oleh Majelis Pendidikan Dasar dan

(9)

Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah berdasarkan usulan kepala sekolah/madrasah, yang dipekerjakan secara tidak tetap sebagai tenaga pendidik. GTTP untuk pendidikan menengah adalah guru yang diangkat oleh Majelis Pendidikan Dasar dan

Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah berdasarkan usulan kepala sekolah/madrasah, yang dipekerjakan secara tidak tetap sebagai tenaga pendidik. (10) Guru DPK adalah guru yang diangkat oleh pemerintah yang diperkerjakan/diperbantukan di lingkungan pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah.

(11) Pengawas adalah GTP yang diangkat oleh Pimpinan Persyarikatan dengan tugas tambahan memberikan bimbingan dan petunjuk ke arah perbaikan pengelolaan sekolah/madrasah.

Pimpinan

(12) Pegawai

Nonpendidik

Persyarikatan

(PNP)

adalah

pegawai

yang

diangkat

oleh

Persyarikatan yang terdiri dari:

a. PNP Tetap Persyarikatan.

b. PNP Tidak Tetap Persyarikatan.

Pasal 3 Kedudukan Pegawai

(1) Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 berkedudukan sebagai pegawai Persyarikatan yang dipekerjakan di lembaga pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah. (2) Dalam kedudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) setiap pegawai wajib menjalankan tugas secara profesional, jujur, adil, dan amanah

BAB III PENERIMAAN, PENGANGKATAN, MUTASI, DAN PEMBERHENTIAN PEGAWAI

Pasal 4 Penerimaan dan Pengangkatan Pegawai

(1)

Penerimaan pegawai untuk pendidikan dasar dilakukan oleh Tim Penerimaan Pegawai yang

a. seleksi administrasi.

(2)

dibentuk Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah. Penerimaan pegawai untuk pendidikan menengah dilakukan oleh Tim Penerimaan Pegawai yang

(3)

dibentuk Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Penerimaan pegawai diumumkan secara terbuka.

(4)

Tim Penerimaan Pegawai melakukan seleksi terhadap pelamar berdasarkan persyaratan yang

(5)

sudah ditentukan. Proses seleksi pegawai dilakukan secara bertahap dan menggunakan sistem gugur, dengan

urutan sebagai berikut:

b. tes potensi akademik.

c. tes potensi profesi.

d. Psikotes.

e. tes keislaman dan kemuhammadiyahan.

f. tes wawancara.

g. tes kesehatan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Muhammadiyah.

(6)

Tim Penerimaan Pegawai untuk pendidikan dasar melaporkan hasil seleksi kepada Majelis

Pegawai.

(7)

Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah. Tim Penerimaan Pegawai untuk pendidikan menengah melaporkan hasil seleksi kepada Majelis

(8)

Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah mengumumkan

pegawai untuk pendidikan dasar yang diterima berdasarkan hasil seleksi Tim Penerimaan

(9)

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah mengumumkan pegawai untuk pendidikan menengah yang diterima berdasarkan hasil seleksi Tim Penerimaan

Pegawai.

(10)

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah menerbitkan surat

perjanjian kerja, dan sekaligus mengusulkan penerbitan Surat Keputusan Pengangkatan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah sebagai GTTP dan PNP Tidak Tetap untuk pendidikan dasar. (11) Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah menerbitkan surat perjanjian kerja, dan sekaligus mengusulkan penerbitan Surat Keputusan Pengangkatan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah sebagai GTTP dan PNP Tidak Tetap untuk pendidikan

menengah.

(12) Calon yang diterima mendapatkan status sebagai GTTP dan PNP Tidak Tetap diwajibkan mengikuti masa uji coba selama 6 (enam) bulan.

(13) Selama masa uji coba, GTTP dipersyaratkan untuk memiliki nilai Daftar Penilaian Kinerja Pegawai (DPKP) paling rendah 80 (delapan puluh)

Penerimaan pengawas dengan ketentuan:

a. yang berhak menjadi pengawas adalah pegawai pendidik yang memiliki jabatan akademik

minimal guru muda, diutamakan pernah menjadi kepala sekolah/madrasah, dan berumur maksimal 55 (lima puluh lima) tahun.

(14)

b. pengangkatan pengawas untuk pendidikan dasar dilakukan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah atas usul Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah.

c.

pengangkatan pengawas untuk pendidikan menengah dilakukan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah atas usul Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah.

d. pengangkatan pengawas untuk pendidikan khusus (Madrasah Diniyah) dilakukan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah atas usul Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah.

e. rasio jumlah pengawas ditetapkan berdasarkan jumlah sekolah/madrasah setiap daerah,

dengan perbandingan 1 (satu) pengawas : 25 (dua puluh lima) sekolah/madrasah. (16) Pegawai yang telah mendapat Surat Keputusan Pengangkatan dan yang telah menandatangani perjanjian kerja sebagai pegawai bertanggung jawab kepada kepala unit kerja dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah.

Pasal 5 Persyaratan Penerimaan Pegawai

(1)

Tingkat Pendidikan:

a. Pesuruh

: paling rendah berijazah SMP atau Sederajat.

b. Tukang Kebun

: paling rendah berijazah SMP atau Sederajat.

c. Petugas kebersihan

: paling rendah berijazah SMP atau Sederajat.

d. Pengemudi

: paling rendah berijazah SMA atau Sederajat.

e. Petugas keamanan

: paling rendah berijazah SMA atau Sederajat.

f. Pegawai administratif

: paling rendah berijazah D 3.

g. Pustakawan

: paling rendah berijazah D 3.

h. Laboran

: paling rendah berijazah D 3.

i. Teknisi

: paling rendah berijazah D 3.

j. Pegawai pendidik

: paling rendah berijazah S 1.

(2)

Kepribadian:

a. Beragama Islam.

b. Memiliki komitmen dan aktif di Persyarikatan, dibuktikan dengan surat keterangan dari Pimpinan Persyarikatan.

c. Sehat jasmani dan rohani.

d. Tidak pernah terlibat tindak pidana/perdata.

e. Jujur dan bertanggung jawab.

f. Berakhlaq mulia.

(3) Administratif:

a. Warga Negara Indonesia.

b. Berusia maksimal 40 (empat puluh) tahun.

c. Mengajukan surat lamaran.

d. Memiliki Kartu Anggota Muhammadiyah.

e. Foto copy ijazah terakhir beserta transkrip nilai yang telah dilegalisasi.

f. Riwayat hidup.

g. Foto copy KTP yang masih berlaku.

h. Foto diri ukuran 4 x 6 cm.

i. Surat keterangan sehat dari dokter.

j. Surat Keterangan Cakap Kelakuan (SKCK) dari Kepolisian.

Pasal 6 Guru Negeri yang Dipekerjakan (DPK)

(1) Guru negeri yang dipekerjakan (DPK) di lembaga pendidikan Muhammadiyah oleh pemerintah

harus dengan persetujuan kepala sekolah/madrasah dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Guru DPK di lembaga pendidikan Muhammadiyah bertanggung jawab kepada kepala unit kerja dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah.

(2)

Pasal 7 Pengangkatan Pegawai Tetap Persyarikatan

Pengangkatan pegawai tetap Persyarikatan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. pegawai yang memiliki masa kerja 4 (empat) tahun di sekolah/madrasah Muhammadiyah dapat diusulkan menjadi pegawai tetap Persyarikatan oleh kepala sekolah/madrasah.

b. pegawai yang diusulkan adalah yang memiliki nilai DPKP minimal 80 (delapan puluh) dalam 2 tahun terakhir.

c. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah mengusulkan pegawai tidak tetap Persyarikatan tingkat pendidikan dasar kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk menerbitkan surat keputusan sebagai pegawai tetap Persyarikatan.

d. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah mengusulkan pegawai tidak tetap Persyarikatan tingkat pendidikan menengah kepada Pimpinan Daerah

Muhammadiyah untuk menerbitkan surat keputusan sebagai pegawai tetap Persyarikatan.

e. Pimpinan Daerah Muhammadiyah menerbitkan surat keputusan pegawai tetap persyarikatan.

f. Pimpinan Daerah Muhammadiyah mengusulkan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi pegawai tetap Persyarikatan kepada Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah

g. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah menerbitkan Kartu Pegawai bagi pegawai tetap Persyarikatan.

Pasal 8 Mutasi Pegawai Persyarikatan

(1) Mutasi dari PNP menjadi GTP dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Memenuhi persyaratan yang tercantum pada Pasal 5 ayat (1), (2), dan (3).

b. Telah menjadi PNP tetap Persyarikatan minimal 5 (lima) tahun berturut-turut.

c. Mengajukan permohonan secara tertulis kepada Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah melalui kepala sekolah/madrasah dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah untuk pendidikan dasar.

d. Mengajukan permohonan secara tertulis kepada Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah melalui kepala sekolah/madrasah untuk pendidikan menengah.

e. Lulus tes potensi akademik dan psikotes oleh tim yang ditunjuk Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah.

f. Usia maksimal 40 (empat puluh) tahun.

(2) Mutasi Pangkat GTP

a. Mutasi pangkat GTP ditetapkan per April dan Oktober.

b. Mutasi pangkat GTP diusulkan oleh kepala unit kerja minimal 6 (enam) bulan sebelum penetapan mutasi pangkat dan dilampiri Daftar Penilaian Kinerja Pegawai (DPKP) selama 2 (dua) tahun berturut-turut.

c. Mutasi pangkat regular GTP dilaksanakan setiap 4 (empat) tahun sekali.

d. Kenaikan gaji berkala dilakukan setiap 2 (dua) tahun.

(4)

Mutasi GTP dari satu sekolah/madrasah ke sekolah/madrasah yang lain berdasarkan kebutuhan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Kewenangan untuk mutasi sekolah/madrasah dalam satu daerah dilakukan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah.

b. Kewenangan untuk mutasi sekolah/madrasah antar daerah dilakukan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah antar Pimpinan Daerah Muhammadiyah atas persetujuan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah.

(5)

GTP dapat melampaui pangkat puncak karena pengabdian yang luar biasa pada pengembangan

sekolah/madrasah di lingkungan

pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah dengan

ketentuan sebagai berikut:

a) usia minimal 59 (lima puluh sembilan) tahun.

b) masa kerja minimal 30 (tiga puluh) tahun.

c) telah menduduki pangkat puncak minimal 4 (empat) tahun.

(5)

GTP yang meninggal dunia dalam rangka menjalankan tugas mendapatkan mutasi pangkat

(6)

kehormatan 1 (satu) tingkat dari pangkat terakhir. GTP yang memasuki usia purna tugas mendapat kenaikan pangkat kehormatan 1 (satu) tingkat

dari pangkat terakhir bila:

a. telah menduduki pangkat puncak minimal 4 (empat) tahun.

b. DPKP minimal 80 (delapan puluh) berturut-turut selama 2 (dua) tahun.

(7)

Mutasi pangkat PNP dilakukan dengan kentuan:

a. PNP diberi kenaikan pangkat oleh Persyarikatan sebagai penghargaan atas pengabdian dan

jasa-jasanya.

b. Mutasi pangkat PNP ditetapkan per April dan Oktober.

c. Mutasi pangkat PNP diusulkan oleh kepala unit kerja minimal 6 bulan sebelum masa penetapan

dan dilampiri DPKP selama 2 (dua) tahun berturut-turut.

d. Mutasi pangkat reguler PNP dapat dilaksanakan setiap 4 (empat) tahun sekali.

e. Kenaikan pangkat PNP berdasarkan penyesuaian ijazah dapat dilakukan melalui tes kinerja

f. Kenaikan gaji berkala dilakukan setiap 2 (dua) tahun.

g. PNP dapat melampaui pangkat puncak karena pengabdian yang luar biasa pada pengembangan sekolah/madrasah di lingkungan pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah dengan ketentuan sebagai berikut:

a) usia minimal 54 (lima puluh empat) tahun.

b) masa kerja minimal 25 (dua puluh lima) tahun.

c) telah menduduki pangkat puncak minimal 4 (empat) tahun.

h. PNP yang meninggal dunia dalam rangka menjalankan tugas mendapatkan kenaikan pangkat kehormatan 1 (satu) tingkat dari pangkat terakhir.

i. PNP yang memasuki usia purna tugas mendapat kenaikan pangkat kehormatan 1 (satu) tingkat dari pangkat terakhir bila:

a. telah menduduki pangkat puncak minimal 4 (empat) tahun.

b. DPKP minimal 80 (delapan puluh) berturut-turut selama 2 (dua) tahun.

Pasal 9 Pemberhentian Pegawai

(1)

Pegawai dapat diberhentikan dengan hormat, karena:

 

a. permintaan sendiri.

 

b. mencapai masa pengabdian purna tugas.

 

c. adanya penyederhanaan organisasi.

d. tidak cakap jasmani atau rohani.

 

(2)

Pegawai dapat diberhentikan dengan tidak hormat karena:

 

a. melanggar sumpah/janji pegawai.

 

b. melakukan suatu tindak pidana/perdata.

c. melakukan pelanggaran berat disiplin pegawai.

d. tidak pernah terlibat kegiatan yang diselenggarakan persyarikatan.

 

e. melakukan aktivitas yang mendiskreditkan persyarikatan.

 

f. melakukan aktivitas yang menyebabkan hilangnya aset persyarikatan.

 

(3)

Pegawai

yang

mengajukan

pengunduran

diri

harus

mendapat

persetujuan

kepala

(4)

sekolah/madrasah untuk diajukan kepada pimpinan Persyarikatan minimal 6 (enam) bulan sebelum pengunduran diri. Pimpinan Persyarikatan dapat menerbitkan surat referensi kerja bagi pegawai yang mengundurkan

(5)

diri sesuai ketentuan pada Pasal 9 ayat (3) tanpa mendapatkan santunan. Pegawai Persyarikatan yang diberhentikan atau melakukan pemutusan hubungan kerja atas permintaan sendiri berarti telah putus segala hak dan kewajiban sebagai pegawai.

(6)

Pegawai Persyarikatan yang mendapat fasilitas dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah, kemudian diberhentikan atau meminta berhenti sendiri, wajib mengembalikan fasilitas tersebut.

(7)

Pegawai

Persyarikatan yang diberhentikan karena penyederhanaan organisasi berhak

mendapatkan santunan purna bakti sesuai kemampuan Persyarikatan.

Pasal 10 Masa Purna Tugas

(1) Guru Tetap Persyarikatan (GTP) memasuki masa purna tugas pada usia 60 (enam puluh) tahun (2) Penetapan masa purna tugas GTP dilakukan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah berdasarkan usulan kepala sekolah/madrasah dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah. (3) PNP tetap Persyarikatan memasuki masa purna tugas pada usia 58 (lima puluh delapan) tahun. (4) Penetapan masa purna tugas PNP tetap Persyarikatan dilakukan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah berdasarkan usulan kepala sekolah/madrasah dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah. (5) Pegawai tetap Persyarikatan yang memiliki masa kerja minimal 25 (dua puluh lima) tahun atau berusia minimal 50 (lima puluh) tahun dapat mengajukan purna tugas diluar ketentuan pada Pasal 10 ayat (1), (2), (3) dan (4) dan berhak mendapatkan santunan purna tugas.

BAB IV KEPANGKATAN PEGAWAI PERSYARIKATAN

Pasal 11 Kepangkatan Pegawai Golongan, Ruang, Pangkat, dan Jabatan Pegawai Persyarikatan

Penetapan Golongan/Ruang Pegawai Persyarikatan adalah sebagai berikut:

 

Pendidikan

Golongan Awal

Golongan Puncak

Pendidik

Nonpendidik

Pendidik

Nonpendidik

SMP/MTs

 

I/c

 

II/d

SMA/SMK/MA

- II/a

-

III/a

Diploma III

- II/c

-

III/c

S

1

III/a

III/a

IV/c

IV/a

S

2

III/b

- IV/c

-

S

3

III/c

- IV/e

-

Golongan/Ruang, Pangkat, dan Jabatan akademik Guru Tetap Persyarikatan (GTP) adalah sebagai berikut:

No

Golongan/Ruang

Pangkat

Jabatan Fungsional

 

1 III/a

Penata Muda

Guru Pertama

 

2 III/b

Penata Muda Tingkat I

 

3 III/c

Penata

Guru Muda

 

4 III/d

Penata Tingkat I

 

5 IV/a

Pembina

 
 

6 IV/b

Pembina Tingkat I

Guru Madya

 

7 IV/c

Pembina Utama Muda

 

8 IV/d

Pembina Utama Madya

Guru Utama

 

9 IV/e

Pembina Utama

Pasal 12 Kepangkatan Pegawai Nonpendidik Persyarikatan

Golongan, Ruang, dan Pangkat Pegawai Nonpendidik Persyarikatan adalah sebagai berikut:

No

Golongan/Ruang

Pangkat

1

I/c

Juru

2

I/d

Juru Tingkat I

3

II/a

Pengatur Muda

4

II/b

Pengatur Muda Tingkat I

5

II/c

Pengatur

6

II/d

Pengatur Tingkat I

7

III/a

Penata Muda

8

III/b

Penata Muda Tingkat I

9

III/c

Penata

10

III/d

Penata Tingkat I

11

IV/a

Pembina

Pasal 13 Inpassing Kepangkatan

(1) Inpassing dilakukan untuk penyesuaian kepangkatan sehubungan masa kerja sebagai pegawai tetap Persyarikatan dan ijazah yang dimiliki.

(2) Penentuan inpassing kepangkatan pegawai tetap Persyarikatan didasarkan pada kelipatan masa kerja 4 (empat) tahunan.

(3)

(4) Kepangkatan awal guru yang tersertifikasi mengikuti kepangkatan yang ditetapkan pemerintah,

Kepangkatan guru DPK mengikuti kepangkatan Pegawai Negeri.

selanjutnya mengikuti Pasal 8 ayat (7) butir (d).

BAB V HAK DAN KEWAJIBAN PEGAWAI PERSYARIKATAN

Pasal 14

Hak Guru

(1)

Dalam melaksanakan tugas, guru berhak:

a. memperoleh penghasilan.

b. mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.

c. memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual

d. memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.

e. memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran.

f. memberikan penilaian, menentukan kelulusan, penghargaan, dan sanksi kepada peserta didik

g. memperoleh rasa aman.

h. memperoleh jaminan keselamatan.

i. memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.

j. memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.

k. memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.

l. memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.

(2)

Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) butir (a) meliputi gaji pokok,

(3)

tunjangan dan insentif. Ketentuan lebih lanjut mengenai penghasilan guru sebagaimana dimaksud pada Pasal 14 ayat (2) diatur dalam ketentuan Standar Penggajian dan Honorarium Pegawai Mejelis Pendidikan Dasar

(4)

dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 14 ayat (3) merupakan lampiran yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ini.

Pasal 15

Kewajiban Guru

1)

merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.

2) meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan

3)

4)

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, kondisi fisik tertentu, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran. menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik pegawai persyarikatan, serta nilai-nilai agama.

menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik pegawai persyarikatan, serta nilai-nilai agama.

5) GTP yang tidak memiliki tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah/madrasah dan kepala

sekolah/madrasah wajib mengajar paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam pelajaran per minggu dan wajib bekerja di sekolah selama 50 (lima puluh) jam pelajaran per minggu. GTP yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah wajib mengajar minimal 6 (enam) jam dan maksimal 8 (delapan) jam pelajaran per minggu dan wajib bekerja di sekolah selama 52 (lima puluh dua) jam pelajaran per minggu.

6)

7) GTP yang mendapat tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah/madrasah wajib mengajar

8)

minimal 12 (dua belas) jam pelajaran dan maksimal 16 (enam belas) jam pelajaran per minggu dan wajib bekerja di sekolah selama 50 (lima puluh) jam pelajaran per minggu. GTP yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan dan kepala laboratorium wajib

9)

mengajar 12 (dua belas) jam pelajaran dan maksimal 24 (dua puluh empat) jam pelajaran per minggu dan wajib bekerja di sekolah selama 50 (lima puluh) jam pelajaran per minggu. GTTP yang mendapat tugas tambahan sebagai pejabat struktural kewajibannya ditentukan oleh

sekolah.

10) Satu jam pelajaran sama dengan 35 (tiga puluh lima) menit (SD/MI), 40 (empat puluh) menit (SMP/MTs), dan 45 (empat puluh lima) menit (SMA/MA/SMK).

Pasal 16

Hak Pengawas

(1)

Dalam melaksanakan tugas, pengawas berhak:

a. memperoleh penghasilan.

b. mendapatkan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.

c. memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian sesuai dengan kaidah pendidikan Muhammadiyah.

d. memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan.

e. memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.

f. memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.

(2)

Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) butir (a) meliputi gaji pokok,

(3)

tunjangan dan insentif. Ketentuan lebih lanjut mengenai penghasilan pengawas sebagaimana dimaksud pada Pasal 16

(4)

ayat (2) diatur dalam ketentuan Standar Penggajian dan Honorarium Pegawai Mejelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 16 ayat (3) merupakan lampiran yang menjadi

bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ini.

Pasal 17 Kewajiban Pengawas

(1)

Dalam melaksanakan tugas, pengawas berkewajiban:

a. melakukan supervisi, evaluasi, dan pembinaan guna peningkatan kinerja sekolah/madrasah.

b. menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik pegawai persyarikatan, serta nilai-nilai agama dan etika.

(2)

Uraian tugas pengawas meliputi:

a. kurikulum.

b. kepegawaian.

c. keuangan.

d. penjaminan mutu.

e. sarana dan prasarana.

f. administrasi sekolah/madrasah.

g. Ismuba.

(3)

Memberikan laporan setiap semester kepada Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk pengawas pendidikan dasar.

(4)

Memberikan laporan setiap semester kepada Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah untuk pengawas pendidikan menengah.

Pasal 18 Hak Pegawai Nonpendidik

(1)

Dalam melaksanakan tugas, pegawai nonpendidik berhak:

a. memperoleh penghasilan.

b. mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.

c. memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.

d. memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan.

e. memiliki kebebasan berserikat dalam organisasi profesi.

f. memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi di bidangnya.

(2)

Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1) butir (a) meliputi gaji pokok,

(3)

tunjangan dan insentif. Ketentuan lebih lanjut mengenai penghasilan guru sebagaimana dimaksud pada Pasal 18 ayat (2)

(4)

diatur dalam ketentuan Standar Penggajian dan Honorarium Pegawai Mejelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 18 ayat (3) merupakan lampiran yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ini.

Pasal 19 Kewajiban Pegawai Nonpendidik

Dalam melaksanakan tugas, pegawai nonpendidik berkewajiban:

a.

bekerja di sekolah selama 50 (lima puluh) jam pelajaran per minggu.

b.

Satu jam pelajaran sama dengan 35 (tiga puluh lima) menit (SD/MI), 40 (empat puluh) menit (SMP/MTs), dan 45 (empat puluh lima) menit (SMA/MA/SMK).

c.

bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras,

kondisi fisik tertentu, dan status sosial ekonomi.

d.

menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik pegawai persyarikatan, serta nilai-nilai agama.

Pasal 20 Hak Cuti Pegawai Persyarikatan

(1)

Hak cuti diberikan kepada pegawai wanita yang melahirkan anak pertama dan kedua, sedangkan untuk anak ketiga dan seterusnya diperkenankan mengajukan cuti di luar tanggungan

persyarikatan.

(2)

Cuti melahirkan diberikan maksimal 3 (tiga) bulan, yaitu 1 (satu) bulan sebelum melahirkan dan 2

(3)

(dua) bulan setelah melahirkan dengan tetap mendapatkan gaji pokok. Hak cuti haji diberikan sekali selama menjadi pegawai Persyarikatan dalam waktu maksimal 50

(4)

(lima puluh) hari sedangkan untuk ibadah haji kedua dan seterusnya diperkenankan mengajukan cuti di luar tanggungan persyarikatan. Hak cuti tahunan diberikan selama 12 (dua belas) hari kepada pegawai dengan masa kerja minimal 1 (satu) tahun dan tidak pernah absen yang bisa diambil tidak pada hari efektif pembelajaran.

(5)

Hak cuti khusus diberikan kepada pegawai yang:

a. Menikahkan/mengkhitankan anak kandung selama 2 (dua) hari.

b. Mengalami musibah karena meninggalnya keluarga inti selama 2 (dua) hari.

c. Menikah selama 6 (enam) hari.

d. Sakit selama maksimal 2 (dua) hari, selebihnya wajib menyertakan surat keterangan dokter

(6)

Ijin cuti disetujui oleh kepala sekolah/madrasah.

Pasal 21 Hak Jaminan Sosial Pegawai Persyarikatan

(1)

Pegawai Persyarikatan berhak mendapatkan jaminan sosial dan kesehatan yang terdiri dari:

a. tunjangan kesehatan.

b. santunan kecelakaan dalam hubungan kerja.

c. santunan kematian.

d. tunjangan purna tugas.

(2)

Besarnya jaminan sosial dan kesehatan disesuaikan dengan kemampuan sekolah/madrasah.

BAB VI PENGHARGAAN DAN SANKSI PEGAWAI PERSYARIKATAN

Pasal 22 Penghargaan Pegawai Pendidik

(1) Pegawai pendidik yang berprestasi akan diberikan penghargaan sesuai dengan kemampuan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah.

(2) Hal-hal mengenai kriteria pemberian penghargaan dan jenisnya diserahkan pada Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah.

Penghargaan diberikan kepada pegawai pendidik atas dasar:

a. Masa kerja selama 20 (dua puluh) tahun dengan nilai DPKP tidak pernah turun selama 2 (dua) tahun berturut-turut oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah

(3)

Muhammadiyah.

b. Masa kerja selama 30 tahun dengan nilai DPKP tidak pernah turun selama 2 (dua) tahun berturut-turut oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah

(4) Penghargaan pegawai pendidik yang mempunyai prestasi khusus di bidang akademik dan nonakademik, diatur dengan ketentuan:

a. Untuk prestasi nasional, penghargaan diberikan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah

(5)

Pimpinan Daerah Muhammadiyah.

b. Untuk prestasi internasional, penghargaan diberikan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan

Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. Pengusulan penghargaan pegawai pendidik dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah berdasarkan Pasal 22 ayat (3) dan ayat (4).

Pasal 23 Penghargaan Pegawai Nonpendidik

(1)

a. Masa kerja selama 20 (dua puluh) tahun dengan nilai DPKP tidak pernah turun selama 2 (dua)

tahun berturut-turut, penghargaan diberikan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah.

b. Masa kerja selama 30 (tiga puluh) tahun dengan nilai DPKP tidak pernah turun selama 2 (dua) tahun berturut-turut, diberikan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah.

(2) Pengusulan penghargaan pegawai nonpendidik dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah berdasarkan Pasal 23 ayat (1).

Pegawai nonpendidik Persyarikatan diberi penghargaan atas dasar:

Pasal 24 Hukuman Disiplin

(1)

Tingkat hukuman disiplin terdiri dari:

a. hukuman disiplin ringan.

b. hukuman disiplin sedang.

c. hukuman disiplin berat.

(2)

Tingkat hukuman disiplin bagi pegawai Persyarikatan dijatuhkan bila melanggar Pasal 15, Pasal

17, Pasal 19, dan Pasal 29.

Pasal 25 Penerapan Hukuman Disiplin

(1)

Tahapan penerapan hukuman disiplin ringan adalah:

a. Teguran lisan disampaikan oleh kepala sekolah/madrasah untuk pelanggaran ringan yang pertama kali dilakukan.

b. Teguran tertulis dalam bentuk Surat Peringatan 1 (SP-1) disampaikan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah apabila pelanggaran yang sama terus dilakukan meskipun telah 3 (tiga) kali ditegur secara lisan.

c. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah memberikan SP-2 kepada pegawai yang telah mendapatkan SP-1 dan melakukan pelanggaran lagi.

(2)

Pimpinan Persyarikatan memberikan SP-3 sekaligus pemutusan hubungan kerja bagi pegawai yang telah mendapatkan SP-2 dan melakukan pelanggaran lagi. Bentuk pelanggaran yang tergolong pelanggaran disiplin ringan:

d.

a. 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) bulan datang terlambat atau pulang lebih awal tanpa ijin.

b. tidak masuk kerja 1 (satu) hari dalam 1 (satu) bulan tanpa ijin tertulis.

c. terlambat memasukkan laporan pertanggungjawaban keuangan.

d. tidak berpakaian seragam.

e. tidur pada jam kerja.

(3)

f.

tidak menjaga kebersihan dan kerapian tempat kerja. Tahapan penerapan hukuman disiplin sedang:

a. pegawai yang melakukan pelanggaran disiplin sedang akan diberikan SP-1 dan SP-2.

b. apabila terjadi pelanggaran lagi, maka pimpinan Persyarikatan memberikan SP-3 sebagai tindakan pemutusan hubungan kerja.

(4)

Bentuk pelanggaran yang tergolong pelanggaran disiplin sedang:

a. 7 (tujuh) kali dalam 1 (satu) bulan datang terlambat atau pulang lebih awal.

b. tidak masuk kerja 5 (lima) hari dalam 1 (satu) bulan tanpa ijin tertulis.

c. memanipulasi dan memalsukan dokumen.

d. membocorkan sesuatu yang bersifat rahasia.

(5)

Tahapan penerapan hukuman disiplin berat:

a.

ketetapan tindakan disiplin berat diputuskan dengan surat peringatan yang dikeluarkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah setelah mendapat usulan dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah.

(6)

surat peringatan untuk disiplin berat adalah SP-3 yang dikeluarkan oleh pimpinan Persyarikatan sebagai tindakan pemutusan hubungan kerja. Bentuk pelanggaran yang tergolong pelanggaran disiplin berat:

b.

a. memberikan keterangan palsu yang merugikan sekolah/madrasah dan persyarikatan.

b. melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan keresahan di sekolah/madrasah.

c. menganiaya siswa dan pegawai.

d. menyalahgunakan wewenang yang diberikan sekolah/madrasah.

e. melakukan tindakan pidana korupsi, dan tindak pidana lainnya (pencurian, penggelapan, penipuan, tindakan asusila, dan lain-lain).

(7)

Pegawai yang mendapat SP-1, SP-2 dan SP-3 harus menandatangani kolom tanda terima yang

 

disiapkan.

Pasal 26

Sanksi Pegawai

(1)

Pegawai yang mendapat SP-2 akan dikenakan sanksi sebagai berikut:

a. bagi PTP diturunkan pangkatnya 1 (satu) tingkat.

b. bagi guru DPK berupa pencabutan tunjangan selama 1 (satu) tahun.

(2)

Pegawai yang mendapat SP-3 akan dikenakan sanksi sebagai berikut:

a. bagi PTP diberhentikan.

b. bagi guru DPK dikembalikan kepada instansi induknya.

(3)

Sanksi berupa pemutusan hubungan kerja akan diberikan bagi PTP yang terlibat tindak pidana.

(4)

Dengan dijatuhkan sanksi hukuman berat bagi PTP berarti telah putus segala hak dan kewajiban.

BAB VII DAFTAR PENILAIAN KINERJA PEGAWAI (DPKP)

Pasal 27 Unsur Penilaian Kinerja Pegawai

(1) Kesetiaan terhadap negara. (2) Komitmen terhadap Persyarikatan Muhammadiyah. (3) Tanggung jawab dan kejujuran. (4) Keteladanan terhadap lingkungan terutama terhadap siswa. (5) Prestasi kerja. (6) Kerjasama. (7) Kreativitas. (8) Kepemimpinan.

Pasal 28 Pejabat Penilai Kinerja Pegawai

(1) Kepala sekola/madrasah. (2) Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah. (3) BPKPM (bagi sekolah kompleks).

BAB VIII KODE ETIK PEGAWAI PERSYARIKATAN Pasal 29

(1)

Menaati peraturan yang berlaku di Persyarikatan dan kedinasan.

(2)

Menjaga nama baik persyarikatan.

(3)

Berpartisipasi aktif dalam kegiatan persyarikatan.

(4)

Melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

(5)

Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat.

(6)

Menaati jam kerja.

(7)

Menciptakan suasana kerja yang harmonis dan kondusif.

(8)

Melaporkan kepada atasan, apabila ada hal yang merugikan persyarikatan.

(9)

Menggunakan aset Persyarikatan secara bertanggung jawab.

(10) Memberikan pelayanan sebaik-baiknya sesuai tugas masing-masing. (11) Bersikap tegas, adil, dan bijaksana terhadap bawahan. (12) Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas. (13) Menjadi dan memberi contoh kepada bawahan. (14) Mendorong bawahan untuk meningkatkan prestasi. (15) Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karir. (16) Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perpajakan. (17) Berpakaian rapi dan sopan, serta bersikap dan bertingkah laku santun. (18) Tidak merokok di lingkungan sekolah/madrasah.

BAB IX PERSELISIHAN KEPEGAWAIAN

Pasal 30

(1)

Penyelesaian perselisihan di bidang kepegawaian diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat

(2)

di tingkat sekolah/madrasah. Apabila penyelesaian sebagaimana dimaksud pada Pasal 30 ayat (1) tidak tercapai, pihak yang berselisih dapat mengajukan penyelesaian melalui persyarikatan.

(3) Selama proses penyelesaian sebagaimana dimaksud pada Pasal 30 ayat (1) dan (2), hak dan kewajiban pegawai yang bersangkutan tetap dilaksanakan.

BAB X KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 31

(1)

Peraturan kepegawaian ini bersifat mengikat dan jika ditemukan kesalahan maka akan segera

(2)

diperbaiki. Bagi pegawai yang belum memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam peraturan ini maka diberi batas waktu untuk menyesuaikan dalam waktu maksimal 3 (tiga) tahun.

(3)

Bagi pegawai yang telah diangkat oleh pimpinan Persyarikatan di setiap tingkatan, maka secara otomatis dapat dimintakan surat pengangkatan sesuai ketentuan yang berlaku dalam peraturan ini.

BAB XI

PENUTUP

Pasal 32

Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila terdapat kesalahan dalam keputusan ini

akan dibetulkan sebagaimana mestinya.

Ketua, NBM. 496.885
Ketua,
NBM. 496.885

Prof. Dr. H. Thohir Luth, MA.

Ditetapkan di: Surabaya Pada tanggal: 05 Dzulqa’dah 1433 H 21 September 2012 M

Sekretaris, H. Nadjib Hamid, M.Si. NBM. 728.299
Sekretaris,
H. Nadjib Hamid, M.Si.
NBM. 728.299

Lampiran:

Peraturan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Nomor: 516/KEP/II.0/D/2012 Tanggal 05 Dzulqa’dah 1433 H/21 September 2012 Tentang Peraturan Kepegawaian Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

STANDAR PENGGAJIAN DAN HONORARIUM PEGAWAI MAJELIS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH JAWA TIMUR

1. Sumber keuangan yang dipakai untuk pemberian gaji, honorarium, tunjangan, dan insentif

pegawai bersumber dari maksimal 65% uang SPP.

2. Pemberian gaji, honorarium, tunjangan, dan insentif pegawai ditentukan berdasarkan status

kepangkatan, tingkat pendidikan, jabatan struktural, dan jumlah jam

kepegawaian,

mengajar/bekerja di sekolah.

3. Status kepegawaian meliputi:

a. Guru Tetap Persyarikatan (GTP).

b. Guru Negeri Dipekerjakan (DPK).

c. Guru Tidak Tetap Persyarikatan (GTTP).

d. Pegawai Non Pendidik Tetap Persyarikatan (PNP Tetap Persyarikatan).

e. Pegawai Non Pendidik Tidak Tetap Persyarikatan (PNP Tidak Tetap Persyarikatan).

4. Jam wajib mengajar/kerja di sekolah dalam seminggu;

a. GTP dan Guru DPK wajib mengajar 24 (dua puluh empat) jam pelajaran.

b. GTP dan Guru DPK wajib bekerja di sekolah 50 (lima puluh) jam pelajaran.

c. GTTP wajib mengajar/bekerja di sekolah sama dengan jam mengajar dan mengikuti kegiatan rapat/pembinaan/diklat.

d. PNP wajib bekerja di sekolah 50 (lima puluh) jam pelajaran.

e. Kepala sekolah dapat mengajar maksimal 8 (delapan) jam pelajaran, dan wajib hadir di sekolah 52 (lima puluh dua) jam pelajaran.

f. Wakil kepala sekolah wajib mengajar 12 jam pelajaran, kelebihan jam mengajar maksimal 4 jam pelajaran, dan wajib hadir di sekolah 50 (lima puluh) jam pelajaran.

g. Kepala perpustakaan/kepala laboratorium (dari unsur GTP/DPK/DPB) wajib mengajar 18 jam pelajaran, kelebihan mengajar maksimal 12 (dua belas) jam pelajaran.

h. Kepala bimbingan konseling (dari unsur GTP) wajib membina 160 (seratus enam puluh) siswa

atau setara 5 (lima) kelas dan wajib hadir 50 (lima puluh) jam pelajaran.

i. Guru bimbingan konseling (dari unsur GTP) wajib membina 192 (seratus sembilan puluh dua) siswa atau setara 6 (enam) kelas, wajib hadir 50 (lima puluh) jam pelajaran.

j. Kepala bagian tata usaha wajib hadir 50 (lima puluh) jam pelajaran.

k. Kepala bagian keuangan wajib hadir 50 (lima puluh) jam pelajaran.

5. Gaji Pokok dan Honorarium:

a. Gaji pokok GTP setara dengan 38 (tiga puluh delapan) jam pelajaran ditambah kelebihan jam pelajaran.

b. Honorarium GTTP dibayar berdasarkan jumlah jam mengajar.

c. Honorarium DPK/DPB adalah 5 (lima) jam pelajaran ditambah kelebihan jam mengajar.

d. Gaji pokok PNP Tetap Persyarikatan setara dengan 32 (tiga puluh dua) jam pelajaran.

e. Honorarium PNP Tidak Tetap Persyarikatan setara dengan 26 (dua puluh enam) jam pelajaran.

f. Honorarium Pengawas Pendidikan diberikan pada setiap kegiatan kepengawasan yang besarnya ditentukan berdasarkan kemampuan persyarikatan.

6.

Honorarium per jam pelajaran. Honorarium per jam pelajaran disesuaikan dengan kepangkatan dan tingkat pendidikan serta kemampuan keuangan sekolah masing-masing, dengan mengikuti tabel di bawah ini.

No Gol. TINGKAT PENDIDIKAN Ruang SLTP SLTA SM/D3 S1/D4 S2 S3 1 I/c 2 I/d
No
Gol.
TINGKAT PENDIDIKAN
Ruang
SLTP
SLTA
SM/D3
S1/D4
S2
S3
1
I/c
2 I/d
3 II/a
4 II/b
5 II/c
6 II/d
7 III/a
8 III/b
9 III/c
10 III/d
11 IV/a
12 IV/b
13 IV/c
14 IV/d
15 IV/e

7. Tunjangan Pokok

a. Tunjangan fungsional diberikan kepada:

1) Guru DPK setara 5 (lima) jam pelajaran 2) GTP sebesar 5 (lima) jam pelajaran 3) GTTP sebesar 3 (tiga) jam pelajaran 4) Pengawas setara 5 (lima) jam pelajaran

b. Tunjangan Jabatan 1). Kepala Sekolah

Tunjangan jabatan diberikan berdasarkan jumlah siswa :

a. Jumlah siswa sampai dengan 240 diberikan tunjangan sebesar 50 x n

b. Jumlah siswa 241-320 diberikan tunjangan sebesar (50 + 2) x n

c. Jumlah siswa 321-400 diberikan tunjangan sebesar (50 + 4) x n

d. Jumlah siswa 401-480 diberikan tunjangan sebesar (50 + 6) x n

e. Jumlah siswa 481-560 diberikan tunjangan sebesar (50 + 8) x n

f. Jumlah siswa 561-640 diberikan tunjangan sebesar (50 + 10) x n

g. Jumlah siswa 641-720 diberikan tunjangan sebesar (50 + 12) x n

h. Setiap pertambahan 80 siswa diberikan tambahan tunjangan sebesar kelipatan 2 (dua).

i. Nilai n (rupiah) ditentukan berdasarkan kemampuan sekolah

2). Wakil Kepala Sekolah

Tunjangan jabatan diberikan berdasarkan jumlah siswa :

a. Jumlah siswa sampai dengan 240 diberikan tunjangan sebesar 35 x n

b. Jumlah siswa 241-320 diberikan tunjangan sebesar (35 + 2) x n

c. Jumlah siswa 321-400 diberikan tunjangan sebesar (35 + 4) x n

d. Jumlah siswa 401-480 diberikan tunjangan sebesar (35 + 6) x n

e. Jumlah siswa 481-560 diberikan tunjangan sebesar (35 + 8) x n

f. Jumlah siswa 561-640 diberikan tunjangan sebesar (35 + 10) x n

g. Jumlah siswa 641-720 diberikan tunjangan sebesar (35 + 12) x n

h. Setiap pertambahan 80 siswa diberikan tambahan tunjangan sebesar kelipatan 2 (dua)

i. Nilai n (rupiah) ditentukan berdasarkan kemampuan sekolah

3). Kepala Penjaminan Mutu

a. Tunjangan jabatan kepala penjaminan mutu sebesar 20 x n

b. Nilai n (rupiah) ditentukan berdasarkan kemampuan sekolah

4). Kepala Kompetensi/Program Keahlian (khusus SMK)

a. Tunjangan jabatan kepala kompetensi/program keahlian sebesar 20 x n

b. Nilai n (rupiah) ditentukan berdasarkan kemampuan sekolah

5). Kepala Bagian Keuangan

a. Jumlah siswa sampai dengan 240 diberikan tunjangan sebesar x n

b. Jumlah siswa 241-320 diberikan tunjangan sebesar (15 + 1) x n

c. Jumlah siswa 321-400 diberikan tunjangan sebesar (15 + 2) x n

d. Jumlah siswa 401-480 diberikan tunjangan sebesar (15 + 3) x n

e. Jumlah siswa 481-560 diberikan tunjangan sebesar (15 + 4) x n

f. Jumlah siswa 561-640 diberikan tunjangan sebesar (15 + 5) x n

g. Jumlah siswa 641-720 diberikan tunjangan sebesar (15 + 6) x n

h. Setiap pertambahan 80 siswa diberikan tambahan tunjangan sebesar kelipatan 1 (satu)

i. Nilai n (rupiah) ditentukan berdasarkan kemampuan sekolah

6). Kepala Bagian Tata Usaha

a. Jumlah siswa sampai dengan 240 diberikan tunjangan sebesar x n

b. Jumlah siswa 241-320 diberikan tunjangan sebesar (15 + 1) x n

c. Jumlah siswa 321-400 diberikan tunjangan sebesar (15 + 2) x n

d. Jumlah siswa 401-480 diberikan tunjangan sebesar (15 + 3) x n

e. Jumlah siswa 481-560 diberikan tunjangan sebesar (15 + 4) x n

f. Jumlah siswa 561-640 diberikan tunjangan sebesar (15 + 5) x n

g. Jumlah siswa 641-720 diberikan tunjangan sebesar (15 + 6) x n

h. Setiap pertambahan 80 siswa diberikan tambahan tunjangan sebesar kelipatan 1 (satu)

i. Nilai n (rupiah) ditentukan berdasarkan kemampuan sekolah

7). Kepala Unit

a. Tunjangan jabatan kepala unit (perpustakaan, laboratorium, BK, UKS, dan yang setara

dengannya) sebesar 10 x n

b. Nilai n (rupiah) ditentukan berdasarkan kemampuan sekolah

8). Wali Kelas

a. Tunjangan jabatan wali kelas sebesar 8 x n

b. Nilai n (rupiah) ditentukan berdasarkan kemampuan sekolah

9). Koordinator (Kebersihan, Keamanan, dan yang setara dengannya)

a. Tunjangan jabatan koordinator sebesar 4 x n

b. Nilai n (rupiah) ditentukan berdasarkan kemampuan sekolah

b. Kenaikan gaji berkala (KGB) 1) Kenaikan gaji berkala (KGB) diberikan untuk GTP dan PNP Tetap Persyarikatan sebesar nilai honorarium 1,5 jam pelajaran setiap 2 (dua) tahun sekali 2) KGB pertama dihitung sejak penetapan sebagai GTP/PNP Tetap Persyarikatan

c.

Tunjangan Keluarga 1) Tunjangan suami/istri sebesar 2 (dua) jam pelajaran 2) Tunjangan anak sebesar 1 (satu) jam pelajaran per anak (maksimal untuk dua anak

kandung) 3) Anak yang mendapat tunjangan adalah yang berusia maksimal 21 (dua puluh satu) tahun dan masih menjadi tanggungan orang tua

d. Tunjangan Sembako 1) Tunjangan sembako diberikan berdasarkan jumlah jiwa yang masuk dalam penggajian di sekolah 2) Tunjangan sembako disesuaikan dengan kemampuan sekolah

8. Tunjangan Tambahan

a. Tunjangan Hari Raya Setiap tahun guru dan karyawan mendapatkan tunjangan hari raya yang diberikan pada bulan Ramadlan sebesar maksimal 1 (satu) kali gaji sebulan sesuai kemampuan sekolah

b. Tunjangan Purna Tugas 1) Tunjangan purna tugas diberikan kepada pegawai yang telah mengabdi di sekolah yang sama minimal 10 (sepuluh) tahun 2) Tunjangan purna tugas diberikan setiap tahun dan disimpan dalam tabungan sekolah 3) Tunjangan purna tugas disesuaikan dengan kemampuan sekolah

c. Tunjangan Kesehatan 1) Tunjangan kesehatan diberikan setiap bulan dan disimpan dalam tabungan sekolah 2) Tunjangan kesehatan disesuaikan dengan kemampuan sekolah

9. Insentif

a. Insentif Ketepatan Waktu /Transport 1) Diberikan kepada pegawai yang melaksanakan tugas di sekolah mulai jam pertama sampai jam terakhir 2) Rekapitulasi pelaksanaan tugas pegawai didasarkan pada minimal 2 (dua) kali presensi (sebelum bel masuk jam pertama dan setelah bel pulang jam terakhir) 3) Insentif transport disesuaikan dengan ketepatan waktu dan jarak rumah ke sekolah

b. Insentif Ketepatan Kinerja 1) Diberikan kepada pegawai berdasarkan rekapitulasi kinerja di sekolah sesuai dengan jam wajib kerja pegawai 2) Rekapitulasi kinerja harus didukung bukti data kinerja pegawai 3) Insentif kinerja per jam dibedakan sesuai jenjang: kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru/kepala bagian, dan pegawai non pendidik

c. Insentif Uang Makan 1) Diberikan kepada pegawai yang melaksanakan tugas pokok di sekolah minimal 6 jam pelajaran dalam sehari untuk guru dan bekerja pada jam kerja efektif bagi pegawai non pendidik 2) Insentif uang makan disesuaikan dengan kemampuan sekolah

d. Insentif Umroh/Haji 1) Insentif umroh diberikan kepada GTP/PNP Tetap Persyarikatan/DPK dengan masa kerja minimal 20 tahun di sekolah yang sama dan mempunyai nilai kinerja DPKP minimal 80 (delapan puluh) dalam 2 tahun terakhir 2) Insentif umroh sebesar biaya umroh paket biasa sesuai kemampuan sekolah 3) Pegawai yang memilih haji karena sudah mendaftar, maka yang bersangkutan mendapat insentif haji sebesar biaya umroh paket biasa sesuai kemampuan sekolah 4) Insentif haji atau umroh hanya diberikan sekali selama yang bersangkutan menjadi pegawai di sekolah yang sama 5) GTP/PNP Tetap Persyarikatan/DPK yang diberi insentif haji atau umroh pada tahun berjalan maksimal 3 (tiga) orang

e. Bantuan Biaya Studi Lanjut 1) Diberikan kepada GTP/DPK yang melanjutkan studi S1/S2 dan PNP Tetap Persyarikatan yang melanjutkan studi D4/S1 2) Bantuan studi lanjut sebesar 50% dari biaya pendidikan sesuai kemampuan sekolah

f. Bantuan Biaya Pendidikan Anak

1) anak pegawai yang bersekolah ditempat kerja pegawai diberikan bantuan sebesar 50% dari SPP dan 100% DPP 2) anak pegawai yang bersekolah di sekolah yang berada dalam pembinaan penyelenggara yang sama diberikan bantuan sebesar 50% dari SPP dan DPP 3) anak Pimpinan Persyarikatan dengan menyertakan rekomendasi dari Pimpinan Persyarikatan diberikan bantuan sebesar 50% dari SPP dan DPP 4) anak keluarga tidak mampu dengan menyertakan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) diberikan bantuan sebesar 25%-100% dari SPP dan DPP berdasarkan hasil telaah yang dilakukan sekolah 5) Mekanisme pemberian bantuan biaya pendidikan:

a. Orang tua/wali siswa mengajukan surat permohonan kepada kepala sekolah dengan dilampiri surat keterangan sebagai pegawai sekolah, pimpinan persyarikatan, atau SKTM

b. Kepala sekolah dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah membahas surat permohonan bantuan untuk menetapkan siswa yang mendapatkan bantuan biaya pendidikan

c. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah memberikan bantuan pendidikan dengan dana yang bersumber dari sekolah

10. Uang infaq pegawai (UIG/K) diatur sesuai dengan pedoman keuangan sekolah Muhammadiyah

Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila terdapat kesalahan dalam keputusan ini

akan dibetulkan sebagaimana mestinya.

Ketua, NBM. 496.885
Ketua,
NBM. 496.885

Prof. Dr. H. Thohir Luth, MA.

Ditetapkan di: Surabaya Pada tanggal: 05 Dzulqa’dah 1433 H 21 September 2012 M

Sekretaris, H. Nadjib Hamid, M.Si. NBM. 728.299
Sekretaris,
H. Nadjib Hamid, M.Si.
NBM. 728.299