Anda di halaman 1dari 3

A.

Pengertian Pengadilan
Pengadilan adalah badan atau instansi resmi yang melaksanakan sistem peradilan berupa
memeriksa, mengadili, dan memutus perkara.
Bentuk dari sistem Peradilan yang dilaksanakan di Pengadilan adalah sebuah forum publik
yang resmi dan dilakukan berdasarkan hukum acara yang berlaku di Indonesia untuk
menyelesaikan perselisihan dan pencarian keadilan baik dalam perkara sipil, buruh,
administratif maupun kriminal. Setiap orang memiliki hak yang sama untuk membawa
perkaranya ke Pengadilan baik untuk menyelesaikan perselisihan maupun untuk meminta
perlindungan di pengadilan bagi pihak yang di tuduh melakukan kejahatan.
Di Indonesia sebagai negara hukum terdapat beberapa lembaga peradilan, antara lain:
1. Peradilan Umum
Peradilan Umum terdiri dari Pengadilan Negeri di tingkat kabupaten/kota, Pengadilan Tinggi di
tingkat provinsi dan Mahkamah Agung hanya satu-satunya bertempat di Ibu Kota Negara. Demikian
juga Peradilan Agama ada di setiap kabupaten/kota.
2. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)
Pengadilan Tata Usaha Negara diatur dalam UU RI No. 5/1986. Pengadilan ini menyelesaikan
sengketa-sengketa tata usaha negara antara orang atau badan hukum perdata dengan hukum atau
pejabat tata usaha negara tentang Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Badan dan Pejabat Tata
Usaha Negara agar supaya SK tersebut dicabut.
3. Pengadilan Agama
Pengadilan Agama diatur dalam UU RI No. 7/1989. Merupakan pengadilan tingkat pertama untuk
memeriksa, memutuskan, dan menyelesaikan perkara-perkara antara orang-orang yang beragama
Islam di bidang perkawinan, kewarisan, wasiat, hibah, wakaf, dan sedekah berdasarkan hukum Islam.
4. Peradilan Militer
Peradilan Militer diatur dalam UU RI No. 31/1997. Pengadilan Militer dan Pengadilan Militer Tinggi
bersidang untuk memeriksa dan memutuskan perkara pidana pada tingkat pertama dengan satu
orang hakim ketua dan dua orang Hakim Anggota yang dihadiri satu orang oditur militer/oditur militer
tinggi dan dibantu satu orang panitera.
Pengadilan Militer Tinggi bersidang untuk memeriksa dan memutuskan perkara sengketa Tata
Usaha Angkatan Bersenjata (TNI) pada tingkat pertama dengan satu orang hakim ketua dan dua
orang hakim anggota yang dibantu satu orang Panitera. Pengadilan Militer Tinggi dan Pengadilan
Militer Utama bersidang untuk memeriksa dan memutuskan perkara pidana pada tingkat banding
dengan satu orang hakim ketua dan dua orang hakim anggota yang dibantu satu orang panitera.
Pengadilan Militer Utama bersidang untuk memeriksa dan memutuskan perkara sengketa Tata
Usaha Angkatan Bersenjata (TNI) pada tingkat banding dengan satu orang hakim ketua dan dua
orang hakim anggota yang dibantu satu orang panitera.

-Pengadilan Umum adalah pengadilan yg bertugas di lingkungan peradilan


yang menjalankan kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan.
Pengadilan umum meliputi :
**--Pengadilan Negeri, berkedudukan di ibukota kabupaten/kota, dengan daerah
hukum meliputi wilayah kabupaten / kota bertugas utk memeriksa dan
memutuskan perkara tinggkat pertama dari segala perkara sipil untuk semua
golongan penduduk (warga negara dan orang asing). setiap perkara dalam
pengadilan negeri diadili oleh sekurang-kurangnya tiga orong hakim yang
dibantu oleh seorang panitera.
pengadilan negeri memiliki kewenangan nisbi, kewenangan nisbi adalah
kewenangan untuk memeriksa gugatan atas tuntutan berdasarkan tempat tinggi
tergugat.
**--Pengadilan Tinggi, berkedudukan di ibukota provinsi, dengan daerah hukum
meliputi wilayah provinsi.Fungsi n Wewenang Pengadilan Tinggi adalah sebagai
berikut :
1. Memutuskan pada tingkat
pertama dan terakhir mengenai sengketa wewenang danmengadili

antarpengadilan negeri dalam daerah hukumnya (provinsi)


2. Memeriksa ulang semua perkara perdata dan pidana sepanjang dimungkinkan
untuk dimintakan bandingan 3. Memimpin pengadilan-pengadilan negeri dalam
daerah hukum
4. Melakukan pengawasan
terhadap jalannyapengadilan dalam daerah hukumnya dan menjaga agar
peradilan tersebut diselenggarakan dengan saksama dan sewajarnya
5. Mengawasi perbuatan hakim pengadilan negeri dengan daerah hukumnya
secara teliti.
**--Mahkamah Agung (MA) merupakan bad
an kehakiman tertinggi di berbagai negara (termasuk Indonesia) dan merupakan
pengadilan terakhir di mana putusannya tidak dapat diajukan banding. MA
berkedudukan di ibu kota Republik Indonesia (Jakarta).
Fungsi n tugasnya adalah sbb:
1. Memutuskan pada pemeriksaan pertama dan tingkat tertinggi mengenai
perselisihan-perselisihan yurisdiksi antarpengadilan negeri, pengadilan tinggi
yang sama, pengadilan tinggi dan pengadilan negeri, pengadilan sipil dan
pengadilan militer.
2. Memberi atau membatalkan kasasi atau keputusan hakim yang lebih rendah.
Kasasi dapat diajukan apabila peraturan hukum tidak dilaksanakan atau terdapat
kesalahan pada pelaksanaannya dan peradilan tidak dilaksanakan menurut
undang-undang
3. Memberi keputusan dalam tingkat banding atas keputusan-keputusan wasit
atau pengadilan arbiter (pengadilan swasta yang terdapat dalam dunia
perdagangan dan diakui oleh pemerintah)
4. Mengadakan pengawasan tertinggi atas jalannya peradilan dan memberi
eterangan,pertimbangan, dan nasihat tentang soal-soal yang berhubungan
dengan hukum, apabila hal itu diminta oleh pemerintah.
....Sebagai sebuah lembaga negara Mahkamah konstitusi diberikan kewenangan oleh

konstitusi. Kewenangan tersebut antara lain:


1. menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945;
2. memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
3. memutus pembubaran partai politik;
4. memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum;
5. Mahkamah Konstitusi wajib memberikan putusan atas pendapat DPR bahwa Presiden
dan/atau Wakil Presiden diduga telah melakukan pelanggaran hukum berupa
pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau
perbuatan tercela, dan/atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau
Wakil Presiden sebagaimana
dimaksud
......Sebagai sebuah lembaga

yang dijadikan sebagai pelindung konstitusi MK mempunyai beberapa fungsi yang


meliputi:
1. Sebagai penafsir konstitusi
2. Sebagai penjaga hak asasi manusia
3. sebagai pengawal konstitusi
4. Sebagai penegak demokrasi

Perbedaan Hukum Acara Pidana dan Perdata?


Perbedaan mengadili

Hukum acara perdata mengatur cara mengadili perkara di muka pengadilan perdata
oleh hakim perdataHukum acara pidana mengatur cara mengadili perkara pidana di
muka pengadilan pidana oleh hakim pidana.

Perbedaan pelaksanaan

Pada acara perdata inisiatif beracara dari pihak berkepentingan yang dirugikan.

Pada acara pidana inisiatif beracara datang dari penuntut umum/ jaksa.

Perbedaan dalam penuntutan

Dalam acara perdata, yang menuntut si tergugat adalah pihak yang dirugikan.
Penggugat berhadapan dengan tergugat, jadi tidak ada penuntut umun/ jaksa.

Dalam acara pidana, jaksa menjadi penuntut umum yang mewakili Negara,
berhadapan dengan si terdakwa. Disini terdapat seorang jaksa.