Anda di halaman 1dari 188

www.mercubuana.ac.

id

U N I V E R S I T A S

Utama
Psikologi Pelayanan Penyintas Bencana

Lanskap
Penilaian Kognitif akibat Terorisme dan
Cinta Tanah Air: Melawan Stres?
PTSD; Calon Kriteria baru PTSD

Humaniora
Jangan Depresi karena Berat Badan

Makna Sebuah
Ujian
Wawancara Eksklusif dengan
Prof. Dr. Komaruddin Hidayat

Ragam Sorot
Psikologi
Psikologi Kewirausahaan, Psikologi
Bencana, Psikologi Sosial
Psikologi Agama, Psikologi Komunikasi,
Psikologi Biologi, Psikosinema

Cerpen
Melawan Dunia Saat Terjatuh dan
Menantang Hari Tuk kembali Berdiri
Tips
Jangan Biarkan Kecemasan
Mengendalikan Hidup Anda ISSN_2085-5486

UMB 24
Jam
021-333 80 800 Fotografi
Alamku
Vol1 No2 Maret 2010
UNIVERSITAS FASILITAS
LEMBAGA PSIKOLOGI TERAPAN
MERCU FASILITAS
Untuk pengabdian masyarakat maka disediakan
LEMBAGA PSIKOLOGI TERAPAN
fasilitas layanan Psikologi Terapan sebagai
BUANA Untuk pengabdian masyarakat maka disediakan
berikut:
fasilitas layanan Psikologi Terapan sebagai
-Pusat Pelayanan Psikologi Perkembangan
berikut:
-Pusat Pelayanan Psikologi Industri
-Pusat Pelayanan Bisnis
-Pusat Pelayanan Psikologi Perkembangan
-Pusat Pelayanan Psikologi Industri
FAKULTAS -PusatPROFESI
PROSPEK Pelayanan Bisnis
LULUSAN

PSIKOLOGI
FAKULTAS
Lulusan Program Studi Psikologi dapat berkarir di
PROSPEK
bidang PROFESIpsikologi
konsultan LULUSAN perkembangan,
pendidikan, klinis, sosial, industri dan organisasi.
(S1)
PSIKOLOGI
Lulusan Program Studi Psikologi dapat berkarir di
Kemudian dapat juga berkarir sebagai pengelola
bidang konsultan psikologi perkembangan,
Sumber Daya Manusia (SDM), pendidik, trainer,
pendidikan, klinis, sosial, industri dan organisasi.
(S1)
peneliti dan lain-lain.
Kemudian dapat juga berkarir sebagai pengelola
STAF PENGAJAR Sumber Daya Manusia (SDM), pendidik, trainer,
Fakultas Psikologi diselenggarakan sebagai pusat unggulan Website
peneliti dan lain-lain.
Staf pengajar berlatar belakang yang bermanfaat bagi pengembangan SDM profesional yang
STAF PENGAJAR
pendidikan S2 dan S3 berkualitas. Dirancangdiselenggarakan
untuk menghasilkan sarjana psikologi http://fpsi.mercubuana.ac.id
dari lulusan dalam negeri dan luar negeri, Fakultas Psikologi sebagai pusat unggulan
yang cerdas emosi, bagi
spiritual, dan berhati mulia. Di antara BIAYA STUDI :
Staf pengajar berlatar
antarabelakang
lain : yang bermanfaat pengembangan SDM profesional yang
pendidikan S2 dan S3 misinya adalahDirancang
berkualitas. menumbuhkan jiwa wirausaha
untuk menghasilkan dan psikologi
sarjana sikap ORGANISASI
a. Biaya Fasilitas : Rp. 3.000.000,-
dari lulusan dalam negeri dan luar negeri,
Prof. Dr. M. Enoch Markum, M.Si mental, perilakuemosi,
yang cerdas beretika bagi dan
spiritual, mahasiswa
berhati dalam bidang
mulia. Di antara b. Biaya Uang Kemahasiswaan tahun pertama:
antara SU
lain : psikologi,
Prof. Dr. Agus Djoko Santoso, misinyaserta menyelenggarakan
adalah menumbuhkanlembaga bantuan psikologi
jiwa wirausaha dan sikap Rp. 200.000,-
Penasihat Akademik
Dr. A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, M.Si bagi perkembangan industri, organisasi, dan masyarakat. c. Uang Paket Buku (hanya 1 kali bayar) :
Prof. mental, perilaku beretika bagi mahasiswa dalam bidang Prof. Dr.
Rp.M. Enoch Markum, M.Si.
Dr. Dr. M. Enoch Markum, M.Si 300.000,-
Syahrial Syarbaini, M.Si Menghasilkan sarjana
psikologi, serta terampil dalam
menyelenggarakan lembagamenggunakan
bantuan psikologi
Prof. Dr. Agus Djoko Santoso, d. BPP Pokok Per Semester : Rp. 2.400.000,-
Dr. dr. Airiza Ahmad SU pemikiran ilmiah, memiliki kemampuan menganalisis dan Dekan
Dr. A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, M.Si bagi perkembangan industri, organisasi, dan masyarakat. e. BPP SKS : Rp. 100.000,-Per SKS
Erna Multahada, SHI, M.Si merancang kajian psikologi
Dr. Syahrial
Filino Syarbaini,
Firmansyah, M.Si
M.Psi Menghasilkan sarjana yang sesuai dalam
terampil dengan karakteristik
menggunakan Dr. A. A. Anwar Prabu Mangkunegara, M.Si.
Dr. Susanti,
dr. AirizaM.Psi
Ahmad dan kultur organisasi
pemikiran ilmiah, usaha ataukemampuan
memiliki industri menjadi kompetensidan
menganalisis
Catatan :
Ika utama.
Erna Multahada,
Lidianti,SHI, M.Si
M.Psi merancang kajian psikologi yang sesuai dengan karakteristik Wakil Dekan
Biaya Fasilitas diatas untuk yang mendaftar dan
FilinoR.
Dra. Nunnie Firmansyah,
Widagdo, MM M.Psi dan kultur organisasi usaha atau industri menjadi kompetensi Sri Wulandari,
membayar di S.Psi., Psikolog
Gelombang I, untuk Gelombang II
Ika Susanti, M.Psi FASILITAS LABORATORIUM ditambah Rp.500.000, dan Gelombang III ditambah
Ir. Purwanto SK, M.Si utama.
Rah Madya Handaya, Lidianti, M.Psi
M.Psi Untuk menunjang proses belajar mengajar maka disediakan
Rp.1.000.000,-
Ketua Program Studi S1
Dra. Tjiptorini,
Nunnie R. MBA, Widagdo, Semua Biaya Studi di atas dapat diangsur sesuai
Sitawaty M.PsiMM FASILITAS
fasilitas LABORATORIUM
Laboratorium sebagai berikut: Sitawaty Tjiptorini, M.B.A., M.Psi., Psikolog
kemampuan
Drs. S.S. Ir.Sulistiyono,
Purwanto SK, M.Si
M.Si Biaya fasilitas dibayarkan hanya 1 kali selama studi
Rah Madya Handaya, M.Psi Untuk menunjang proses belajar
Dra. Tika Bisono, M.Si -Laboratorium Psikologi Industri danmengajar
Organisasimaka disediakan Koordinator
di UMB Laboratorium Psikologi
Sitawaty Tjiptorini,
Zakiyatul MBA,
Fitri, M.Psi
M.Psi fasilitas Laboratorium sebagai berikut:
Drs.SriS.S. Sulistiyono, M.Si -Laboratorium Usia Sekolah dan Remaja (TesBiaya Fasilitas bisa diangsur selama 1 semester
Psikologis dan Asesmen)
Wulandari, S.Psi BPP Pokok dan SKS bisa diangsur 6 kali dalam 1
Dra. TikadanBisono, M.Si
lain lain -Laboratorium
-Laboratorium Klinis Dewasa
Psikologi dan Anak-Anak
Industri dan Organisasi Dra. semester
Nunnie Retna Widagdo, M.M., Psikolog
Zakiyatul Fitri, M.Psi - dan lain - lain Usia Sekolah dan Remaja
-Laboratorium Pembayaran Total Pertama (angsuran pertama
Sri Wulandari, S.Psi a+b+c+d)
Koordinator minimal Rp. 1.000.000,-
Laboratorium Jasa Bisnis dan
yang
dan lain lain -Laboratorium Klinis Dewasa dan Anak-Anak dibayarkan 14 hari setelah dinyatakan lulus seleksi
Psikologi Industri
- dan lain - lain
Dr. A. A. Anwar Prabu Mangkunegara, M.Si.

Koordinator Jurnal Ilmiah "Psikobuana"


Prof. Dr. Agus Djoko Santoso, S.U. &
Juneman, S.Psi.

Koordinator Majalah Psikologi "MerPsy"


Erna Multahada, S.H.I., M.Si.

25

26
Redaksi

SUSUNAN DEWAN REDAKSI


MEDIA PSIKOLOGI POPULER
MERPSY
Penanggung Jawab
Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana

Redaktur Ahli Sekilas MerPsy:


Prof. Dr. M. Enoch Markum
Dr. A. A. Anwar Prabu Mangkunegara, M.Si. “MerPsy”, ber-ISSN 2085-5486,
Sri Wulandari, S.Psi., Psikolog merupakan akronim dari “Mercu Buana’s
Psychology”, sebuah majalah psikologi
Pemimpin Redaksi populer yang diterbitkan oleh Fakultas
Erna Multahada, M.Si.
Psikologi Universitas Mercu Buana,
Wakil Pemimpin Redaksi
Jakarta, yang bertujuan menyajikan
Juneman, S.Psi., C.W.P. pemberitaan beserta pengkajian dalam
kemasan populer terhadap dinamika
Sekertaris psikologis kehidupan manusia Indonesia.
Amanda Syafitrie, Mulia Rachmawati Eksplisitasi kata “Psychology” dalam
nama majalah ini menjadi corak khas
Bendahara yang belum banyak ditawarkan oleh
Ika Susanti, M.Psi., Psikolog kebanyakan majalah yang lain, yakni
pemaknaan psikologis terhadap segala
Staf Redaksi
peristiwa kehidupan kita. Pembaca
Meilisha Djati Arum, Muhammad Luthfi, Karina
Cyntia Dewi, Jilly Margy Hui Lodera, Made Dwi
yang ingin mengkontribusikan tulisan
Cahyaningrum, Anjas Purna Yudha, Siti Hodijah, orisinalnya, bertanya, mengkritik,
Husnul Chotimah, Dya Anugrah Pamungkas, Sitawaty berkonsultasi, dan memasang advertensi/
Tjiptorini, M.B.A., M.Psi., Agus Mulyana advertorial dipersilakan menghubungi
Redaksi MerPsy melalui nomor telepon/
Editor fax/alamat surat elektronik sebagaimana
Ida Anggraeni Ananda, M.Si., Juneman, S.Psi., C.W.P. tercantum di bawah ini.

Divisi Riset
Muhammad Ifan Fauzi, Meilisha Djati Arum, Dimas Alamat Redaksi:
Prasada, Karina Cyntia Dewi
Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana
Kampus Menara Bhakti
Divisi Desain, Tata Letak & Fotografi
Begeng, Felicia Putri Wacana Mahakita Jl. Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat
DKI Jakarta
Divisi Iklan dan Promosi Email: redaksi@merpsy.com
Muhammad Luthfi, Rusdi, Agus Mulyana Web-1: http://www.merpsy.com
Web-2: http://fpsi.mercubuana.ac.id
Divisi Cetak, Distribusi, dan Sirkulasi Telp: (021) 5840816, (021) 58903455
Marsani, S.Kom, Divisi Humas Himpunan Mahasiswa Fax: (021) 5861906
Majalah Psikologi "MERPSY"

Vol1 No2 Maret 2010 1


editorial

perasaannya dengan bahasa yang jelas ketika


mereka ditinggal oleh ayah mereka. Trauma
yang anak rasakan lebih diungkapkan dengan
bahasa tubuh, seperti sakit atau cengeng.

Ya, INILAH HIDUP ! Trauma tidak hanya terjadi


pada anak usia dini. Trauma juga terjadi pada
orang dewasa. Sometime kita berfikir, “Apa
salahku? Mengapa harus aku yang alami ini?”
Mengapa harus menjalani hal yang bukan
pilihanku? Bukan impianku? Bicara “Sabar”,
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
mudah. Mengatakan, “Ini cobaan”, gampang.
Salam Sejahtera buat kita semua….
Tetapi, menjalani…..?

A
pabila kita mencermati fenomena yang
Memang, hanya lewat berbagai problem
terjadi di sekitar kita, maka kita akan
hidup seseorang terbentuk menjadi kuat,
bersepakat bahwa dalam beberapa
menjadi lebih baik, lebih bijaksana. Namun,
tahun terakhir negeri kita cukup sering
ada juga yang kalah ketika dihadapkan dengan
dihentakkan dengan kejadian-kejadian yang
ujian hidup. Rasanya kita merasa takut
sangat mengiris hati, yang membuat linangan
ketika mengalami musibah atau berbagai
air mata bahkan pelu tak pernah kering. Mulai
peristiwa yang mencekam. Marah dapat saja
dari tsunami beberapa tahun silam, gempa
muncul. Namun, jika perasaan seperti ini
bumi di Aceh, Padang dan beberapa kota
terus belangsung, hingga aktivitas terganggu,
lainnya, jebolnya Tanggul Situ Gintung, banjir di
terbawa sampai alam bawah sadar yang
Karawang dan beberapa kota lainnya. Bahkan
termunculkan melalui mimpi, dan terus
tidak ketinggalan, terorisme masih saja terjadi
berlangsung hingga sampai melampaui 6
di negara kita tercinta ini. Kondisi yang terjadi
bulanan....., sesungguhnya, maukah kita?
menyebabkan berbagai perubahan, mulai
Boleh kiranya kita pertanyakan ke ahlinya, ada
dari perubahan status keluarga, kehilangan
apakah dengan diri kita. Apakah kita terserang
tempat tinggal, kehilangan anggota keluarga,
PTSD?
kehilangan anggota tubuh, bahkan kehilangan
mental yang sehat karena peristiwa traumatis
PTSD adalah suatu gangguan kecemasan
yang dialami.
yang dapat berkembang setelah mengalami
atau melihat peristiwa yang berbahaya,
Dampak yang terjadi pun bervariasi. Ambil
seperti kecelakaan buruk, perang, terorisme,
contoh, bencana yang terjadi tak pelak
badai, gempa atau berbagai peristiwa alam
menimbulkan rasa kehilangan yang tidak jelas
lainnya. PTSD membuat seseorang merasa
pada seorang anak. Hal ini mengakibatkan anak
tertekan dan takut setelah bahaya berakhir. Ini
selalu menunggu dan sering menangis tanpa
memengaruhi kehidupan orang tersebut dan
sebab yang jelas. Seorang anak yang masih
orang-orang di sekitarnya. Lalu, bagaimanakah
berusia dini belum dapat mengungkapkan

2 Vol1 No2 Maret 2010


editorial

menyikapinya? dini hari (kehidupan kembali). Pada penerbitan kedua ini,


Tuhan menuliskan “surat Oleh karena itu, kematian MerPsy memperkaya sudut
cinta kepada hamba-Nya” lingkungan sosial, pandang
fisik, dan diskusinya
bahwa bagi mereka yang dan mental sebagai akibat ke dalam beberapa ranah
mendapatkan pemahaman berbagai terpaan musibah kajian psikologi, seperti
atas ilmu dari firman-Nya, ataupun ujian bukanlahpsikologi sosial, psikologi
akan mendapatkan kekuatan akhir segalanya yang harus agama, psikologi klinis,
dan kesembuhan jiwa. Hal terus kita ratapi hingga tidak psikologi perkembangan,
ini berlaku tak terkecuali memiliki produktivitas hidup. psikologi komunikasi, bahkan
bagi para korban penderita dicerahkan dengan adanya
trauma pasca bencana Hidup merupakan suatu hal wawancara dengan penulis
yang mengalami berbagai yang sangat berharga dan buku “Psikologi Kematian”,
reaksi-reaksi ketakutan dan harus kita terus maknai karena Prof. Dr. Komaruddin Hidayat.
kesedihan. Tuhan melalui Kitab kita pun akan benar-benar
Suci menenangkan jiwa dan akan menyambut kematian MerPsy juga memberikan
hati manusia, menghibur akal yang sesungguhnya seperti ruang komunikasi untuk
pikiran manusia, merupakan anggota keluarga dan kawan berbagi dengan pakar pada
kabar gembira yang janji ujian- yang sudah mendahului kita. rubrik-rubrik Konsultasi
Nya paling pasti bagi manusia. Psikologi Agama, Psikologi
Bagi mereka yang hati, Perkembangan, serta Psikologi
Manusia harus tetap pikiran, dan perilakunya Kewirausahaan. Selain itu
berprasangka baik terhadap selalu merasa terikat dengan tetap MerPsy memberikan
diri sendiri dan kepada Tuhan, kematian sama sekali kenyamanan berupa tampilan
Tuhannya. Pemahaman tidak menakutkan. Mengapa? rubrik fotografi.
tentang tujuan awal dan Karena dengan berakhirnya
kesudahan atas segala kejadian episode kematian duniawi Akhirnya, selamat membaca!
dan peristiwa bencana yang berarti seseorang setapak Semoga MerPsy dapat
ada di dalam bumi dan dalam menjadi lebih dekat pada menjadi sahabat yang dapat
diri manusia itu sendiri adalah Tuhan yang selalu dicintai menghadirkan wacana segar
suatu perumpamaan yang dan dirindukan. Demikianlah yang mengundang pemikiran
menjelaskan bahwa Tuhan menurut Prof. Dr. Komaruddin dan refleksi baru dalam
Maha Berkuasa menciptakan Hidayat, seorang Guru Besar memahami keadaan yang
dan menghancurkan serta Filsafat Islam. terjadi di sekitar kita.
menciptakan kembali suatu
bentuk permulaan dari Sejumlah isu di atas memang Redaksi
kematian atau kehancurannya. kali ini ini menjadi konsen
Simulasi kematian pada MerPsy. MerPsy peduli
dasarnya kita lakukan setap untuk memahami PTSD yang
hari, karena kita tidur pada terjadi di dalam situasi sosial
malam hari (kematian dan psikologis yang ada.
sementara) dan bangun pada

Vol1 No2 Maret 2010 3


daftar isi

Sajian

5 72 78 133 179
1 Susunan redaksi 116 PSIKOLOGI
KEWIRAUSAHAAN:
2 Editorial REFLEKSI
5 Psikologi Pelayanan 121 PSIKOLOGI
Penyintas Bencana KEWIRAUSAHAAN:
KONSULTASI
38 LANSKAP
38 Kognitif dan Cinta Tanah
128 PSIKOLOGI KOMUNIKASI
Air 128 Self Disclosure
46 PTSD
133 Keharmonisan Hubungan
56 PSIKOLOGI BENCANA
137 PSIKOSINEMA
64 PSIKOLOGI Sosial
156 CERPEN
72 Refleksi Agama :
Renungan 167 Tips

78 PSIKOLOGI AGAMA 169 PSIKOLOGI BIOLOGI

93 PSIKOLOGI AGAMA: 175 Make Up


KONSULTASI
177 Fotografi
102 Humaniora

110 PSIKOLOGI 179 tokoh


PERKEMBANGAN: Wawancara Eksklusif dengan
KONSULTASI Prof. Dr. Komaruddin Hidayat

4 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

Psikologi Pelayanan
Penyintas Bencana
Juneman, S.Psi.

Pengantar rangkaian gempa bumi Tasikmalaya-


Indonesia merupakan negeri yang ra- Yogyakarta-Toli-toli-Padang; (2) Kedua,
wan mengalami bencana, baik ben- ulah manusia, yang menyebabkan
cana alam maupun bencana konflik “alam mulai enggan bersahabat
sosial. Indonesia rawan mengalami dengan kita” (Ebiet G. Ade dalam
bencana alam, oleh karena: (1) lagu “Berita Kepada Kawan”), seperti
Pertama, secara geologis, Indonesia eksploitasi berlebihan terhadap hasil
terletak pada pertemuan antara tiga bumi, pembalakan hutan liar, emisi
lempeng tektonis dan jalur gunung karbondioksida (yang menyebabkan
api lingkar pasifik serta lintas Asia; global warming), dsb. Termasuk
disamping itu, Indonesia juga bercurah dalam kategori penyebab ini adalah:
hujan cukup tinggi, antara 1.000- Semburan Lumpur Panas di Sidoarjo.
4.000 milimeter per tahun (Roestam Menurut Prof. Dr. R.P. Koesoemadinata
Sjarief, dalam Suara Merdeka, (2007), Bapak Geologi Indonesia,
2007). Menurut Sjarief, 83% wilayah bencana lumpur tersebut disebabkan
Indonesia rawan bencana alam, dan atau dipicu oleh kelalaian/kegagalan
98% dari 220 juta warga Indonesia operasi pemboran Banjar Panji-1 oleh
tidak siap menghadapi ancaman P.T. Lapindo Brantas. Oleh karena
bencana. Contoh bencana dalam disebabkan oleh ulah manusia,
kategori penyebab ini adalah: tsunami maka, menurut Koesoemadinata,
Aceh dan Pangandaran-Yogyakarta; semburan mestinya dapat dihentikan

Vol1 No2 Maret 2010 5


UTama

dengan pemboran relief well. Untuk mencakup kondisi transportasi dan


memahami peta rawan bencana komunikasi yang baik; (5) lemahnya
(hazard maps), pembaca dapat kontrol sosial, misalnya perilaku
mengunduh dokumen Peta Rawan pemerintah dan aparat keamanan
Bencana (2007) melalui tautan http:// yang tidak profesional dalam
www.sadisun.enggeol.org/pdf/2007_ menyikapi strain; serta (6) pemicu,
Hazard_Maps.pdf yang sulit diterka, dapat terjadi
sewaktu-waktu, dan sumbernya
Indonesia juga rawan bencana sering tidak jelas; misalnya pernyataan
konflik sosial, oleh karena, menurut politik tertentu, petisi masal, peristiwa
Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono pemukulan guru agama oleh oknum
(2003, antara lain dalam situs web polisi (di Tasikmalaya), penusukan
http://www.sarlito.hyperphp. tukang becak oleh pemuda China
com), mengambil inspirasi dari teori (Solo, 1980), perselisihan antara
“Perilaku Kolektif” dari Neil J. Smelser pengikut almarhum Kyai As’ad dan
(1963), terdapatnya enam faktor, keponakannya (Situbondo). Kerusuhan
yakni: (1) ketegangan/keresahan/ Sanggau Ledo, di Kalimantan Barat,
tekanan (strain) atau deprivasi relatif misalnya, dipicu oleh kecemburuan
(Gurr) yang relatif kronis, misalnya: seorang pemuda Madura, sebab
perasaan miskin, diperlakukan pacarnya diajak menari oleh seorang
diskriminatif, pengangguran, biaya pemuda Dayak dalam suatu pesta
hidup dan pendidikan yang mahal; pernikahan (J.E. Wawa, dalam Kompas,
(2) suasana kondusif, misalnya: 2001). Kecemburuan itu diluapkan
pelanggaran yang tidak dihukum, dengan menikam pemuda Dayak
pelipatan oleh media massa, kelompok hingga tewas sehingga menimbulkan
minoritas yang menyolok mata kemarahan keluarga korban. Dua atau
kelompok mayoritas, dsb; (3) opini/ lebih dari keenam faktor di atas harus
keyakinan publik, misalnya: keyakinan saling berinteraksi. Hanya salah satu
bahwa tindakan masal dapat faktor saja tidak akan menyebabkan
mengubah situasi sesuai kehendak; bencana konflik.
syiar atau aktivitas keagamaan yang Berikut ini adalah gambar peta konflik
memperkokoh keyakinan keimanan kekerasan komunal di Indonesia
pemeluknya secara internal, tetapi sepanjang tahun 2006:
pada sisi lain, mempertipis keterikatan
dengan komunitas lainnya dengan
membentuk persepsi adanya ancaman
dari satu komunitas atas komunitas
lainnya; (4) peluang (sarana dan
prasarana) mobilisasi masa, yang

6 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

Gambar 1. Peta Konflik Kekerasan Komunal di Indonesia Sepanjang Tahun 2006


(Institut Titian Perdamaian, 2007)

Memperhatikan kondisi objektif di atas, tidak mengherankan bahwa Pendidikan


Tinggi di Indonesia menaruh perhatian dengan ikut berpartisipasi dalam
memahami dan mengupayakan intervensi terhadap keseluruhan fase dari
siklus bencana (Siklus bencana: lihat Gambar 2. Perhatikan bahwa, misalnya,
fase “Pasca Bencana” harus selalu dilihat dalam konteks kesinambungannya
dengan fase “Persiapan Bencana selanjutnya”). Universitas Hasanuddin,
Sulawesi Selatan memiliki program studi Magister Manajemen Bencana dan
Kegawatdaruratan. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta memiliki prodi
Magister Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana, bekerjasama dengan ITC
Netherlands. Institut Pertanian Bogor dikabarkan menyiapkan lahirnya prodi
Magister Manajemen Bencana. Universitas Tarumanagara di Jakarta memiliki
prodi Magister Manajemen Bencana. Universitas Indonesia memiliki prodi
Magister Psikologi Terapan Trauma dan Bencana (gelar akademik: M.Psi.T.).

Vol1 No2 Maret 2010 7


UTama

sudah merupakan suatu badan yang


dijiwai!, yang terstruktur berkat jiwa;
dia sudah merupakan keseluruhan
manusia dari segi badaniahnya (Leahy,
1996). Mengenai perhatian terhadap
jiwa, dalam syair lagu kebangsaan
“Indonesia Raya”, kita ketahui
juga bahwa “Bangunlah jiwanya”
dikumandangkan lebih dahulu, yang
kemudian segera disusul dengan “....
bangunlah badannya, untuk Indonesia
Raya”.

Sebuah ilmu terbuka (open science)


yang mendalami persoalan jiwa
adalah Psikologi. Secara etimologis,
psikologi berarti “ilmu jiwa” (psyche
= jiwa, logos = ilmu). Ironisnya, di
Indonesia, pendekatan psikologis
seringkali terabaikan dalam pelayanan
kepada korban bencana. Padahal,
Gambar 2. [Atas] The Disaster Cycle versus dari pihak filsafat, kita ketahui bahwa
the Relief to Development Spiral (FAO, 2001); meskipun jiwa tidak dapat dilihat atau
[Bawah] The Conflict Helix as a Coil Moving
Upward on a Path of Learning (Rummel, 1979)
diverifikasikan dengan pancaindera,
jiwa dianggap sebagai sesuatu
Dalam setiap peristiwa bencana, yang senyata badan, karena jiwa
seringkali terdapat korban jiwa. Frasa itu dituntut supaya makhluk hidup
“korban jiwa” dalam bahasa Indonesia dapat dimengerti persis sebagaimana
ini menarik. Menurut Kamus Besar adanya; jiwa merupakan “instansi
Bahasa Indonesia, Edisi III (Depdiknas, pemimpin” yang menunjukkan bahwa
2001), “korban” berarti: orang, dalam keseluruhan kompleks manusia
binatang, dsb, yang menjadi menderita itu terdapat suatu pusat pimpinan,
(mati, dsb) akibat suatu kejadian, suatu tempat batin di mana semua
perbuatan jahat, dsb. Penambahan diputuskan (Leahy, 1996, 2001).
kata “jiwa” dalam frasa “korban
jiwa” menekankan arti penting jiwa Berdasar pada latar belakang
itu sendiri, meskipun badan yang kenyataan di atas, melalui tulisan ini
penuh dengan hidup, yang kita sentuh penulis membahas prinsip-prinsip
dan rasakan itu, (sesungguhnya) dan praktik-praktik psikologis yang

8 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

selayaknya benar-benar diperhatikan something else, or because of illness


dan diimplementasikan dalam or chance”; dan “survive” (kata sifat)
konteks pelayanan kepada korban didefinisikan “to continue to live or
jiwa dari bencana. Tanpa perhatian exist, especially after coming close to
terhadap segi psikologis penyintas dying or being destroyed or after being
bencana, pengabulan penggunaan in a difficult or threatening situation”.
dana cadangan bencana tahun 2009 Berdasarkan definisi tersebut, nampak
sebesar 1,7 trilyun dan pagu anggaran bahwa “survive” (terus bertahan
2010 Badan Nasional Penanggulangan hidup) memiliki perspektif yang lebih
Bencana sebesar 172,062 milyar oleh aktif, lebih positif, lebih berdaya,
Komisi VIII DPR RI (Rabu, 9 September daripada kata “victim” (yang lebih
2009) tidak akan bermakna banyak pasif: ter/disakiti, dirusak, dibunuh,
untuk pemulihan korban jiwa bencana dibuat menderita). Makna survivor
yang masih hidup. Di samping itu, lebih daripada sekadar “korban yang
sebagai seorang sarjana psikologi, selamat, korban yang tidak meninggal
penulis pun teringat akan ungkapan dunia.” Penekanan pemaknaan
Dreyfus & Rabinow (1983), bahwa istilah ini penting untuk memberikan
ilmu-ilmu yang menyatakan diri perspektif demi pemulihan psikologis
mengkaji kegiatan manusia perlu itu sendiri. Dalam Kamus Besar Bahasa
memperhitungkan kegiatan-kegiatan Indonesia, Edisi III (Depdiknas, 2001),
manusia yang telah memungkinkan kata “sintas” lah yang sepadan dengan
lahirnya ilmu-ilmu tersebut. Dalam kata survive, yang kemudian menjadi
tulisan ini, penulis mencoba akar kata “penyintas”. Meskipun suatu
memperlihatkan kontribusi psikologi sumber menyatakan bahwa kata
untuk “kegiatan-kegiatan manusia” “penyintas” digulirkan oleh linguis
itu, khusus dalam konteks bencana. Anton M. Moeliono, namun Ayu Utami
(Koran Sindo, 2007) mengungkapkan
Sebelum menelaah lebih jauh, penting
juga dicatat bahwa penulis selanjutnya
menghindari kata “korban” (victim)
dalam tulisan ini. Sebagai gantinya,
penulis menggunakan kata “penyintas”
(survivor). Dalam bahasa Inggris
(antara lain: Cambridge Advanced
Learner’s Dictionary), “victim” (kata
benda) berarti: “someone or something
which has been hurt, damaged
or killed or has suffered, either
because of the actions of someone or

Vol1 No2 Maret 2010 9


UTama

bahwa kata “penyintas” muncul air dan sanitasi.


pertama kali pada 2005, bukan dari
kalangan ahli sastra maupun ahli Oleh karena itu, perlu ditetapkan
linguistik, melainkan berasal dari standar dan kebutuhan
aktivis LSM dalam konteks bencana. sehubungan dengan pemulihan
psikososial penyintas bencana
Berikut ini, penulis mengupas prinsip- untuk memastikan adanya
prinsip dan praktik-praktik layanan kesamaan praktik. Standar ini
psikologis kepada penyintas bencana penting untuk memastikan bahwa
sebagaimana disebutkan di atas. ada interoperabilitas diantara
badan-badan di pusat serta
Prinsip-Prinsip Pelayanan dengan dan antar daerah, serta
Psikologis Kepada Penyintas menjadi pedoman advokasi dan
Bencana peningkatan layanan psikososial.
1. Koordinasi, fokus sumberdaya, Sehubungan dengan hal ini, bukti-
dan integrasi layanan. bukti ilmiah yang berkenaan
Program pelayanan kesehatan dengan layanan kesehatan jiwa
jiwa dan kesejahteraan psikososial dan psikososial yang terbaik dan
kepada penyintas bencana yang terefektif masih belum banyak
efektif mensyaratkan koordinasi dewasa ini. Kebanyakan riset
antarsektor diantara pelaku- yang dilakukan dalam area ini
pelaku yang beragam. Semua dilakukan justru berbulan-bulan
partisipan respons kemanusiaan atau pun bertahun-tahun setelah
memiliki tanggungjawab untuk berakhirnya fase akut terjadinya
melindungi dan mempromosikan bencana. Namun demikian, basis-
kesehatan jiwa dan kesejahteraan basis riset mengenai hal ini dan
psikososial para penyintas. juga basis-basis pengalaman prak-
Koordinasi layanan kesehatan tisi terus berkembang. Guna men-
jiwa dan kesejahteraan gikutsertakan wawasan-wawasan
psikososial harus mencakup yang akan terus berkembang,
segi-segi kesehatan, pendidikan, standar-standar tersebut henda-
perlindungan dan layanan sosial, knya diperbarui dan diadaptasikan
serta representasi dari komunitas secara periodik.
yang terimbas. Koordinasi Bentuklah sebuah kelompok koor-
layanan kesehatan jiwa dan dinasi dan sub-sub kelompok koor-
kesejahteraan psikososial ini juga dinasi aksi layanan kesehatan jiwa
harus melibatkan sektor pangan, dan kesejahteraan psikososial, dan
keamanan, tenda (shelter), serta secara bersama mengembangkan

10 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

sebuah rencana yang menunjuk- penyembuh tradisional, pekerja-


kan hal-hal yang akan dilakukan pekerja kesehatan komunitas,
beserta siapa pelakunya, apabi- guru-guru, kelompok-kelompok
la kelompok semacam itu belum perempuan, klub-klub anak muda,
terdapat. Bila sudah ada, gunakan kelompok-kelompok perenca-
kelompok koordinasi yang ada. na komunitas; (3) sumber daya
Masukkan kedalam kelompok ko- ekonomi, pendidikan, kesehatan,
ordinasi itu, bilamana mungkin religius dan spiritual, praktik-
dan tepat, perwakilan-perwakilan praktik kultural. Guna merenca-
dari pemerintah nasional dan nakan respons yang tepat terha-
daerah, LSM-LSM, agen-agen dap bencana, maka penting untuk
PBB, lembaga-lembaga donor, mengetahui sifat sumberdaya-
asosiasi-asosiasi profesional dan sumberdaya lokal, apakah mereka
universitas-universitas, organi- bersifat membantu ataukah ju-
sasi-organisasi religius atau yang stru berbahaya, dan sejauh mana
berbasis-komunitas, dan gerakan- sumberdaya ini dapat dijangkau.
gerakan Palang Merah/Bulan Sa- Sejumlah praktik lokal ― yang
bit Merah. terentang dari praktik-praktik
kultural tradisional sampai den-
Populasi lokal yang terkena ben- gan perawatan dalam panti-panti
cana memiliki aset atau sumber- kustodial ― dapat saja bersifat
daya yang bersifat mendukung merugikan dan dapat melanggar
kesehatan jiwa dan kesejahteraan prinsip-prinsip hak asasi manusia.
psikososial mereka. Kekeliruan Kendati demikian, prinsipnya ada-
umum dalam kerja-kerja keseha- lah memaksimalkan partisipasi
tan jiwa dan kesejahteraan psiko- populasi lokal yang terkena benca-
sosial adalah pengabaian sumber- na dalam asesmen, perancangan,
daya-sumberdaya ini dan hanya implementasi, pemantauan, dan
berfokus pada defisit (kelemahan, penilaian bantuan, untuk men-
penderitaan, dan patologi) orang- umbuhkan rasa memiliki bersama
orang yang mengalami bencana. (sense of belonging) terhadap pro-
Sumberdaya-sumberdaya terse- gram-program layanan kesehatan
but dapat berupa: (1) sumberda- jiwa dan psikososial. Di samping
ya individual: kemampuan dalam itu, penting diingat bahwa banyak
pemecahan masalah, komunikasi, layanan kunci kesehatan jiwa dan
negosiasi, dan pencarian nafkah; psikososial yang seringkali berasal
(2) sumberdaya sosial: keluarga, dari komunitas penyintas bencana
pemerintah lokal, pemimpin-pe- itu sendiri ketimbang berasal dari
mimpin komunitas, penyembuh- pihak-pihak atau badan-badan ek-

Vol1 No2 Maret 2010 11


UTama

sternal. welfare; lihat paradigma kesejah-


teraan sosial melalui http://www.
Kurangi perbedaan-perbedaan ke- policy.hu/suharto/Naskah%20
kuatan diantara anggota-anggota PDF/UINYogyaParadigmaKesos.
kelompok koordinasi, serta fasi- pdf), studi agama, keperawatan,
litasi partisipasi dari kelompok- antropologi kesehatan (lihat pe-
kelompok yang tidak terwakilkan ran umum antropologi kesehatan,
atau kurang memiliki kekuatan/ antara lain melalui tautan http://
power (misalnya, dengan meng- www.papuaweb.org/uncen/dlib/
gunakan bahasa-bahasa lokal jr/antropologi/01-01/jurnal.pdf),
serta mempertimbangkan struk- kesehatan masyarakat, ekonomi/
tur dan lokasi pertemuan). Kenali manajemen, komunikasi massa,
dan selalu sadari bahwa dalam dsb; sepanjang sesuai dengan
setiap bencana, di samping terda- kompetensi yang dibutuhkan dan
pat kerugian (misalnya, tergero- beretika. Disiplin-disiplin ini me-
gotinya mekanisme dukungan/ miliki kontribusinya yang khas
bantuan yang bersifat tradisional dalam menunjang kesehatan jiwa
yang dimiliki sebelumnya oleh dan kesejahteraan psikososial pe-
masyarakat serta tergerogotinya nyintas bencana.
struktur-struktur komunitas), ada
pula populasi yang “diuntungkan”, Penting diingat, bahwa perilaku
entah karena kepentingan politik, manusia tidak hanya dipelajari
bisnis bantuan, perbuatan korup- oleh Psikologi (Irwanto, 2002)!
tif, dan sebagainya. Berbasiskan pernyataan Irwanto
tersebut, disiplin-disiplin yang di-
2. Hindari ego disiplin ilmu. sebutkan di atas dapat dikelom-
Dalam pelayanan psikologis kepa- pokkan juga ke dalam keluarga
da penyintas bencana, kita harus besar ilmu-ilmu perilaku (beha-
menghindari pandangan bahwa vioral sciences). Meskipun profe-
profesi dari disiplin ilmu tertentu si kesehatan jiwa (mental health
lebih otoritatif, lebih berwenang, professional) ― yang terdiri dari
lebih sahih daripada yang lain. psikiater, psikoterapis, peker-
Profesi atau relawan dari disiplin ja sosial klinis, perawat jiwa (li-
ilmu di luar psikologi dan psikia- hat standar praktik keperawatan
tri merupakan sumberdaya yang jiwa, misalnya http://moveamura.
harus disambut dan dioptimalkan wordpress.com/dsm-1v/mhn),
perannya, seperti dari disiplin- konselor kesehatan jiwa, psiko-
disiplin ilmu pendidikan, sosio- log klinis, profesi kesehatan jiwa
logi, kesejahteraan sosial (social bersertifikasi, dsb ― seyogianya

12 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

diberikan kewenangan supervisi


dalam konteks layanan spesialisa- Dalam sebuah buku yang disun-
si psikologis dan psikiatris, namun ting oleh J. Worell dan N.G. John-
mereka hanya merupakan bagi- son (1997) dan diterbitkan oleh
an dari komunitas profesi disiplin American Psychological Associa-
ilmu yang lebih luas yang mengad- tion (APA), “Shaping the future of
vokasi dan memberikan intervensi feminist psychology: Education,
keperilakuan yang tepat terhadap research, and practice”, praktik
faktor-faktor risiko yang memen- psikologis telah didefinisikan se-
garuhi kesehatan jiwa dan kese- cara luas dengan mencakup kegia-
jahteraan psikososial penyintas tan-kegiatan yang berhubungan
bencana. dengan semua wilayah terapan
psikologi, seperti: clinical practice
Misalnya, Sekretaris Lembaga and supervision, pedagogy, re-
Penelitian dan Pemberdayaan search, scholarly writing, admini-
Masyarakat (LPPM) IPB, Dr. Ir. Su- stration, leadership, social policy,
ryahadi (September, 2006) me- and any of the other activities in
nyampaikan, “Meskipun IPB me- which psychologists may engage.
miliki ranah kompetensi utama
dalam ilmu pertanian dalam arti 3. Pertimbangan nuansa
luas, namun dengan bertam- permasalahan, populasi rentan,
bahnya fakultas baru seperti Fa- dan bentuk layanan.
kultas Ekologi Manusia (FEMA), Permasalahan kesehatan jiwa dan
kini IPB bisa lebih mengembang- psikososial dalam bencana sangat
kan perhatian pada sisi manu- terkait erat, meskipun dapat saja
sianya… Ada konsep yang sudah ada nuansa-nuansa beban utama
dalam bentuk proposal serta telah faktual, yang bersifat psikologis
diterima oleh LPPM IPB. Proposal atau sosial, seperti hal-hal berikut
itu berisi tentang ‘Penanganan ini (diperlukan Diagnostik):
Masalah Tumbuh Kembang Anak
Pasca Bencana’, dan ini akan den- • Permasalahan yang sudah
gan segera direalisasikan dengan ada sebelum terjadi bencana:
melibatkan mahasiswa IPB… IPB • Permasalahan psikologis
sangat peduli terhadap masalah yang telah ada, misalnya:
perkembangan anak, pasalnya gangguan jiwa yang berat,
pada situasi bencana, stress dan penyalahgunaan alkohol.
tekanan pada anak cukup ting- • Permasalahan sosial
gi. Maka dari itu kita harus cepat yang telah ada, misalnya:
menanggulanginya” ? kemiskinan, kelompok

Vol1 No2 Maret 2010 13


UTama

terdiskriminasi atau mekanisme dukungan/


termarginalkan, opresi bantuan yang bersifat
politis. tradisional yang
• Permasalahan yang dimiliki sebelumnya
merupakan imbasan dari oleh masyarakat serta
bencana: tergerogotinya struktur-
• Permasalahan psikologis struktur komunitas.
yang merupakan imbasan
bencana, misalnya: Dengan demikian, permasalahan
duka cita, distress non- kesehatan jiwa dan psikososial
patologis; depresi dan dalam bencana meliputi
gangguan kecemasan, jauh daripada sekadar
termasuk gangguan stres pengalaman gangguan stres
pasca-trauma (PTSD). pasca-trauma (PTSD) yang
• Permasalahan sosial yang sering didengung-dengungkan.
merupakan imbasan Dalam situasi bencana, tidak
bencana, misalnya: setiap orang memiliki atau pun
keterpisahan dari keluarga; mengembangkan permasalahan
terganggunya jejaring psikologis yang berarti. Banyak
sosial; rusaknya struktur- orang menunjukkan ketangguhan
struktur komunitas, (resiliensi), yang merupakan
sumberdaya-sumberdaya kemampuan untuk menghadapi
dan kepercayaan (trust); atau menanggulangi situasi-
meningkatnya kekerasan situasi kemalangan secara relatif
berbasiskan jender. baik. Terdapat sejumlah faktor
• Permasalahan yang sosial, psikologis, dan biologis
merupakan imbasan dari yang saling berinteraksi serta
pemberian bantuan: memengaruhi apakah seseorang
• Permasalahan psikologis mengembangkan permasalahan
yang merupakan imbasan psikologis ataukah menunjukkan
pemberian bantuan, daya tahan dan ketangguhan
misalnya: kecemasan dalam menghadapi kemalangan.
karena kekurangan
informasi mengenai Bergantung pada konteks bencana,
distribusi pangan; kelompok atau orang tertentu
• Permasalahan sosial yang memiliki kerentanan risiko yang
merupakan imbasan meningkat untuk mengalami
pemberian bantuan, permasalahan sosial dan/atau
misalnya: tergerogotinya psikologis. Meskipun banyak

14 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

yang pasif. Kendatipun


orang-orang tersebut
memerlukan layanan/
dukungan, seringkali
mereka memiliki
kapasitas dan
jejaring sosial yang
memungkinkan mereka
untuk berkontribusi
terhadap keluarga atau
lingkungan mereka
dan untuk aktif dalam
kehidupan sosial,
religius, dan politis.

Dalam situasi bencana,


oleh karena orang-
orang terimbas dengan
cara yang berbeda-
beda, maka dibutuhkan
layanan yang berbeda-
beda pula. Kunci untuk
bentuk-bentuk dukungan dan layanan kunci mengorganisasikan
secara umum seyogianya tersedia bagi layanan kesehatan
populasi yang terkena bencana, namun jiwa dan psikososial
perencanaan yang baik secara spesifik adalah dengan
mencakup pula penyediaan layanan-layanan mengembangkan
yang relevan terhadap orang-orang yang sebuah sistem
berisiko lebih tinggi (misalnya pengungsi, berlapis dari layanan-
anak 0-18 tahun, orang dengan gangguan layanan yang bersifat
jiwa berat, orang yang sangat miskin, komplementaris
orang-orang dalam panti asuhan dan panti yang sesuai dengan
jompo, aktivis politik dan kaum minoritas kebutuhan dari
etnik, orang dalam tahanan, mantan korban kelompok-kelompok
pelanggaran HAM, anak jalanan, dsb), yang yang berbeda-beda.
butuh diidentifikasi dalam masing-masing Misalnya, dengan
krisis spesifik. Pengidentifikasian orang- piramida intervensi,
orang yang “rentan/berisiko” bukan berarti dari lapisan bawah ke
menunjukkan bahwa mereka adalah korban atas, sebagai berikut:

Vol1 No2 Maret 2010 15


UTama

(1) layanan dasar dan keamanan tan RI, Dr. dr. Siti Fadilah Supari,
(makanan, tenda, air, kesehatan Sp.J.P.(K.), pada Puncak Peringa-
dasar, pengendalian penyakit tan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia
menular); (2) layanan komunitas (HKJS) Tahun 2008 di halaman
dan keluarga (pelacakan dan kantor Walikota Bogor, 20 Ok-
penyatuan kembali keluarga, tober 2008, bahwa “Kesehatan
asistensi terhadap perayaan Jiwa adalah bagian integral dari
perkabungan atau penyembuhan Kesehatan; tidak ada Kesehatan
komunal, komunikasi massa tanpa Kesehatan Jiwa“. Konseku-
mengenai metode-metode ensinya, khususnya dalam pedo-
coping yang konstruktif, program- man-pedoman dan SOP-SOP yang
program parenting yang suportif, dikeluarkan oleh badan-badan
aktivitas-aktivitas pendidikan Pemerintah maupun badan-ba-
formal dan non-formal, aktivitas- dan Asuransi, merupakan suatu
aktivitas mata pencaharian, dan urgensi untuk menyusun suatu
aktivasi jejaring sosial, seperti ukuran-ukuran baku-kuantitatif
melalui kelompok-kelompok (meskipun tidak selalu mungkin,
perempuan dan klub-klub namun harus senantiasa diupa-
pemuda); (3) layanan terfokus yakan) mengenai pengaruh ben-
non-spesialistik (contoh: cana terhadap kondisi psikologis
penyintas korban kekerasan penyintas. Sampai dengan saat
berbasis jender sangat mungkin ini, sejauh penulis ketahui, uku-
memerlukan layanan majemuk ran-ukuran kerusakan psikologis
dari para pekerja komunitas, baik (psychological damage) yang dia-
layanan yang bersifat emosional kibatkan berbagai jenis bencana,
maupun yang berkenaan dengan yang elaboratif, akuntabel, dan di-
penghidupan/mata pencaharian; sepakati, belum ada di Indonesia,
(4) layanan spesialistik (misalnya, padahal ini penting untuk menen-
layanan psikologis dan psikiatris tukan jenis perlakuan rehabilitatif,
bagi orang-orang dengan rekonstruktif, dan pemeliharaan
gangguan jiwa berat, khususnya yang akurat dan tepat guna, bes-
bilamana kebutuhan orang-orang erta rentang-rentang pengangga-
ini melampaui kapasitas layanan rannya. Dalam rangka penyusunan
kesehatan umum). ukuran ini, rujuk antara lain,
paper “Economic Valuation
4. Perlunya estimasi satuan of Catastrophe Risk: Beyond
pembiayaan ekonomi dari Expected Losses Paradigms” oleh
kerusakan psikologis. Kobayashi & Yokomatsu (2000).
Ingat pesan Menteri Keseha-

16 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

mendefinisikan apakah “kesejah-


Praktik-Praktik Pelayanan teraan” (well-being) dan “dist-
Psikologis Kepada Penyintas ress” itu bagi mereka, apakah
Bencana problem-problem, sumberdaya-
Sejumlah hal yang sangat penting sumberdaya dan solusi-solusi
diperhatikan dalam pelayanan potensial yang terdapat di ling-
psikologis kepada pelayanan bencana, kungan terjadinya bencana.
diinspirasikan oleh Inter-Agency • Asesmen berfokus pada identi-
Standing Committee (2007) di Jenewa, fikasi prioritas tindakan, bukan
adalah sebagai berikut: sekadar pengumpulan dan pela-
poran data atau informasi.
• Program asesmen harus men- • Asesmen hendaknya menghin-
ghindari pembebanan yang tidak dari penggunaan istilah-istilah
perlu terhadap populasi yang di- yang dalam konteks kultur lokal
sebabkan asesmen yang bersifat dapat memengaruhi stigmatisa-
ganda, misalnya: konstruk-kon- si.
struk yang sudah diperiksa oleh • Prinsip-prinsip etis: privasi, kon-
Departemen Kesehatan kemu- fidensialitas dan kepentingan
dian diperiksa lagi oleh Depar- terbaik dari orang-orang yang
temen Sosial, atau sebaliknya. diwawancarai harus dihormati.
Ingat, bahwa kondisi manusia te- Sejalan dengan prinsip ”tidak
lah mengalami perubahan sete- membahayakan/merugikan”,
lah mengalami setiap asesmen! perhatian harus diberikan un-
Organisasi-organisasi pemberi tuk menghindarkan harapan-
bantuan hendaknya menginfor- harapan yang tidak realistis yang
masikan kelompok koordinasi berkembang selama asesmen
mengenai persoalan-persoalan (misalnya, para penyintas yang
apa sajakah yang telah di-assess, diwawancarai hendaknya men-
di manakah dan bilamanakah, gerti bahwa asesor mungkin
serta hendaknya bersiap untuk tidak kembali apabila mereka
mengadaptasikan asesmen-ases- tidak menerima dana yang per-
men mereka apabila diperlukan, nah dijanjikan oleh pihak-pihak
dan membagi informasi itu (mis- tertentu kepada mereka).
alnya, mem-pos/menaruh hasil • Asesmen hendaknya cukup cepat
asesmen di internet dan meny- untuk diperoleh hasilnya dalam
elenggarakan sesi umpan balik rangka digunakan secara efektif
dengan komunitas). dalam perencanaan program ke-
• Populasi yang terimbas bencana daruratan. Proses asesmen ter-
hendaknya dilibatkan pula dalam diri atas dua fase yang dinamis:

Vol1 No2 Maret 2010 17


UTama

(a) Asesmen awal (cepat/rapid) • Data kuantitatif hendaknya di-


yang berfokus pada pemahaman lengkapi dengan data kualitatif
terhadap pengalaman-pengala- yang relevan (misalnya, kesaksi-
man dan situasi saat itu dari po- an-kesaksian dari pengalaman-
pulasi yang mengalami bencana, pengalaman penyintas bencana
beserta kapasitas komunitas dan mengenai intervensi).
organisasional, serta kesenjan- • Hormati hak para penyintas akan
gan-kesenjangan dalam perenca- konfidensialitas (kerahasiaan)
naan. Normalnya, ini dilakukan dan akan persetujuan (informed
dalam 1-2 minggu; (b) Asesmen consent), termasuk hak untuk
rinci: asesmen yang lebih ketat menolak treatment.
yang dilakukan untuk memeriksa • Advokasi dan berikan nasihat
persoalan yang beragam yang di- spesifik untuk membawa legis-
sajikan dalam informasi kunci di lasi, kebijakan dan program-
atas, yang dilakukan ketika situa- program nasional yang relevan
si darurat berkembang. untuk sejalan dengan standar-
• Pemantauan dan evaluasi standar HAM internasional dan
hendaknya berbasiskan pen- meningkatkan kepatuhan ter-
dekatan partisipatoris. Hal ini hadap standar-standar ini oleh
berarti bahwa komunitas-komu- badan-badan pemerintah (in-
nitas yang terimbas bencana stitusi-institusi, polisi, tentara,
hendaknya berpartisipasi pada dsb).
jangkauan maksimum dalam se- • Problem-problem perlindungan
mua aspek proses pemantauan semacam itu menghasilkan
dan evaluasi, termasuk diskusi penderitaan langsung serta
mengenai hasil-hasil dan impli- dapat bertentangan dengan
kasi-implikasinya. pembangunan kembali jejaring
• Indikator-indikator proses, ke- sosial serta rasa kebersamaan
puasan dan keluaran pelayanan (sense of community), dalam
kesehatan jiwa dan kesejahte- hal mana keduanya semestinya
raan psikososial hendaknya diru- mendukung kesejahteraan
muskan bersama secara konsis- psikososial. Kedaruratan mungkin
ten dengan tujuan-tujuan yang juga mempertajam perbedaan
telah didefinisikan sebelumnya. dalam kekuasaan diantara
Indikator-indikator hendaknya populasi yang terpengaruh,
bersifat SMART (Specific = spesi- meningkatkan kerentanan dari
fik, Measurable = Terukur, Achie- orang-orang yang sebelumnya
vable = Dapat Diraih, Relevant = telah termarjinalkan.
relevan, dan Time-bound = me- • Perlindungan mensyaratkan baik
miliki rentang waktu).
18 Vol1 No2 Maret 2010
UTama

mekanisme hukum maupun perlindungan yang lain atau yang


sosial. Perlindungan hukum baru muncul.
(legal protection) memerlukan • Hindari untuk menjadikan target
pengaplikasian instrumen- tunggal atau menargetkan
instrumen HAM internasional, secara spesifik sub-sub
hukum-hukum nasional dan kelompok tertentu untuk
internasional. Perlindungan diberikan asistensi/bantuan,
sosial (social protection) kecuali hal ini penting untuk
berlangsung sebagian besar mencegah terjadinya bahaya
melalui pengaktifan dan lebih jauh. Layanan yang
pemerkuatan jejaring sosial terintegrasi (integrated
dan mekanisme komunitas support) adalah lebih baik,
dalam mengurangi risiko serta untuk membantu mengurangi
memenuhi kebutuhan yang diskriminasi dan dapat
bersifat segera. membangun keterhubungan
• Identifikasikan dalam suatu sosial (social connectedness).
rentang berbagai setting Sebagai contoh, pertimbangkan
(misalnya, kamp-kamp, rute- untuk menyediakan bantuan
rute yang dilalui oleh orang- bagi kelompok-kelompok
orang yang mengumpulkan perempuan secara umum,
air atau kayu bakar, tempat- ketimbang pengkhususan/
tempat pendidikan non-formal, pemilahan perlakuan (yang
pasar-pasar) ancaman-ancaman dapat menimbulkan stigmatisasi)
perlindungan, seperti kekerasan kelompok-kelompok perempuan
berbasis jender, penyerangan yang secara khusus mengalami
terhadap warga sipil, perkosaan.
pemindahan paksa, penculikan, • Tetapkan prosedur-prosedur
rekrutmen kaum minoritas, yang berkenaan dengan akses
perdagangan orang (trafficking), media oleh orang-orang yang
eksploitasi, perburuhan yang berada dalam risiko, dengan
berbahaya/berisiko, ranjau- menyadari bahwa atensi/
ranjau, paparan terhadap HIV/ perhatian media dapat
AIDS dan pengabaian terhadap menimbulkan (a) pembalasan
orang-orang dalam panti-panti. dendam terhadap para penyintas
Namun demikian, hindari perkosaan; (b) distres yang
menggunakan pendekatan berkaitan dengan pelanggaran
daftar-cek (checklist approach), konfidensialitas, wawancara
yang dapat ”membutakan” para berganda atau penggunaan
asesor akan ancaman-ancaman pertanyaan-pertanyaan yang

Vol1 No2 Maret 2010 19


UTama

tidak tepat; dan (c) stigma cara yang menghormati


yang disebabkan karena konfidensialitas, martabat
pengkhususan. dan integritas, dan yang
• Kenali bahwa pada sejumlah menghindari distres lebih jauh.
situasi, mekanisme-mekanisme Pemajangan/pemertontonan
resmi/ofisial seperti kepolisian publik mengenai wajah-wajah
merupakan tempat-tempat para penyintas, sekalipun
yang tepat untuk pelaporan, untuk mengomunikasikan
sementara dalam situasi informasi mengenai upaya-
yang lain, pelaporan kepada upaya kemanusiaan, dapat
kepolisian dapat menciptakan bersifat menghina atau
risiko bahaya. merendahkan. Hindari gambar-
• Identifikasikan dan dukung gambar dan citra-citra yang
mekanisme-mekanisme yang mempertontonkan penderitaan
mengakhiri pembebasan yang berat dan nyata, atau yang
(impunitas) bagi para pelaku memperkuat rasa pengkorbanan
kejahatan serta menuntut (sense of victimization) terhadap
tanggung jawab/akuntabilitas para penyintas.
tindakan para pelaku • Kenali kebutuhan akan sistem
kejahatan tersebut. Hal ini rujukan perlindungan hukum
mencakup pengakuan bahwa bagi orang-orang yang ditemui
keadilan punitif (yang bersifat dalam layanan Kesehatan Jiwa
menghukum) tidak selalu harus dan Kesejahteraan Psikososial.
diberlakukan dalam rangka Sebagai contoh, penyintas
penyembuhan level-komunitas
atau sistem keadilan restoratif
berbasiskan komunitas yang
konsisten dengan standar-
standar hukum internasional,
serta bahwa hal tersebut
hendaknya membawa kepada
pemaafan dan rekonsiliasi
(misalnya, pembebasan anak
dan para kombatan yang rentan
secara aman, penelusuran jejak
dan reunifikasi, serta promosi
langkah-langkah awal dalam
proses reintegrasi).
• Lakukan advokasi dengan

20 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

kekerasan seksual seringkali perbedaan-perbedaan sosio-


menerima layanan medis dan kultural, seperti misalnya
psikososial, namun mungkin antara populasi perkotaan dan
berlanjut untuk berada atau pedesaan dan antar kelompok-
merasa dalam bahaya dan tidak kelompok etnis.
dapat sembuh secara penuh • Terdapat prinsip-prinsip
apabila mereka mengetahui yang hendaknya diikuti
bahwa pelaku kejahatan tidak dalam pengelolaan pekerja
akan dihukum. kemanusiaan. Tujuan dari
• Distres yang dialami oleh rekrutmen adalah untuk
populasi yang terpengaruh memperoleh orang yang tepat
bencana dapat menjadi semakin (staf dan sukarelawan) pada
diperburuk oleh arus masuk para tempat yang tepat pada saat
pekerja kemanusiaan apabila yang tepat. Pada kebanyakan
para aktor kemanusiaan tersebut situasi darurat, hal ini merupakan
tidak memiliki kompetensi teknis tantangan yang hebat, dan
atau mereka tidak mampu kompetisi untuk memperoleh
untuk menangani stres-stres staf lokal merupakan hal yang
yang diprediksi muncul dari biasa.
pemberian bantuan. Staf lokal • Tunjuk personil-personil yang
dan para sukarelawan mungkin mengetahui dan bertanggung
mengenal dengan baik kultur- jawab untuk menyelenggarakan
kultur dan tradisi-tradisi lokal, rekrutmen. Personil tersebut
namun masih dapat terdapat hendaknya mengerti persyaratan
minimum kesehatan dan
kesehatan jiwa bagi penugasan
berisiko tinggi dan berstres
tinggi (berdasarkan pengalaman
organisasi sendiri dan agen-agen
serupa).
• Cegah atau kurangi kabur/
mengalir keluarnya tenaga ahli
(brain drain) dari organisasi lokal
sampai dengan internasional.
Pelaku-pelaku kemanusiaan
internasional hendaknya
(a) berkolaborasi dengan
pelaku-pelaku lokal untuk
menyelenggarakan tugas-tugas

Vol1 No2 Maret 2010 21


UTama

peredaan/penenangan yang (yang tidak berafiliasi kepada


esensial, mengurangi kebutuhan organisasi apapun) hendaknya
untuk mempekerjakan jumlah dihindari dan dijaga agar mereka
yang besar dari staf organisasi tidak melakukan perjalanan ke
internasional; serta (b) wilayah terpengaruh bencana,
menghindari untuk menawarkan kecuali mereka memenuhi
gaji yang sangat besar yang kriteria, antara lain: (1) Mereka
membuat staf lokal meninggalkan memiliki kompetensi dasar
organisasi-organisasi yang telah dalam sejumlah intervensi ; (2)
bekerja di wilayah tersebut. Mereka memiliki pemahaman
• Ketika mempekerjakan para mengenai psikologi komunitas
profesional, periksa kualifikasi atau prinsip-prinsip kesehatan
formal (bukti kelengkapan publik; (3) Mereka diundang
pelatihan profesional, bukti untuk bekerja sebagai bagian
keanggotaan organisasi dari suatu organisasi yang
profesional). berkemungkinan memelihara
• Apabila waktu memungkinkan, kehadiran komunitas yang
periksa rekam jejak kriminal. berkelanjutan dalam wilayah
Pertimbangkan hal-hal sebagai kedaruratan; (4) Mereka tidak
berikut: (1) Dalam situasi-situasi memfokuskan kerja mereka pada
represi politis, orang-orang implementasi intervensi oleh diri
mungkin memiliki rekam jejak mereka sendiri (misalnya, dalam
bahwa dirinya telah ditahan tanpa pekerjaan klinis), melainkan
melakukan kejahatan apapun; memberikan layanan kepada
(2) Jangan mempekerjakan program-program pada level
orang-orang yang memiliki yang bersifat umum/general,
sejarah melakukan jenis yang mencakup transfer
kekerasan apapun. Perkecualian keahlian kepada staf lokal,
dengan sengaja dapat diberikan sedemikian sehingga intervensi-
dalam kasus mantan pejuang/ intervensi dan layanan-layanan
tentara, dengan tujuan untuk diimplementasikan oleh staf
mempromosikan reintegrasi lokal.
mereka kedalam masyarakat. • Keberadaan kode etik atau
• Secara berhati-hati, evaluasi standar etis yang disepakati tidak
penawaran bantuan dari para dengan sendirinya mencegah
profesional kesehatan jiwa asing penyelewengan atau eksploitasi.
individual (non-afiliasi). Para Akuntabilitas mensyaratkan
pekerja kesehatan jiwa asing bahwa semua staf dan komunitas
yang memiliki niat yang baik diinformasikan mengenai

22 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

standar-standar dan bahwa pekerja untuk menyediakan


mereka mengerti relevansi respons-respons kedaruratan
dan aplikasi standar-standar yang diidentifikasikan dalam
tersebut. Harus terdapat budaya asesmen kebutuhan
organisasi yang mendukung dan • Meskipun isi pelatihan akan me-
melindungi para pengungkap miliki sejumlah keserupaan lintas
fakta (whistle-blowers) dan situasi darurat yang beragam, isi
yang mematuhi mekanisme- pelatihan ini wajib dimodifikasi
mekanisme yang aksesibel dan sesuai dengan kultur, konteks,
terpercaya melalui mana orang- kebutuhan dan kapasitas dari
orang, termasuk mereka yang tiap-tiap situasi, dan tidak dapat
paling terisolasi dan/atau paling ditransfer secara otomatis dari
rentan (dan dengan demikian satu situasi darurat ke situasi
paling berisiko terhadap bahaya), lainnya. Keputusan-keputusan
dapat melaporkan persoalan- mengenai siapa yang berpar-
persoalan secara rahasia. tisipasi dalam pelatihan serta
• Berikan tindakan disiplin yang mengenai modus, isi dan me-
tepat terhadap staf yang terbukti todologi pembelajaran adalah
melakukan pelanggaran kode bervariasi bergantung kepada
etik. kondisi-kondisi kedaruratan dan
• Pelihara rekam jejak tertulis kapasitas-kapasitas dari para pe-
dari para pekerja yang kerja. Pekerja yang tidak terlatih
telah ditemukan melakukan serta tanpa sikap dan motivasi
pelanggaran kode etik, guna yang tepat dapat membahaya-
meningkatkan efektivitas dari kan populasi yang dibantu.
perujukan atau rekrutmen • Seminar-seminar pelatihan
berikutnya. hendaknya partisipatoris,
• Para pekerja pemberi bantuan hendaknya diadaptasikan pada
nasional dan internasional kultur dan konteks lokal, serta
memainkan sebuah peran hendaknya menggunakan mo-
kunci dalam penyelenggaraan del-model pembelajaran dalam
Kesehatan Jiwa dan hal mana para peserta berfungsi
Kesejahteraan Psikososial baik sebagai pelajar (learner)
dalam situasi darurat. Dalam maupun pembelajar (educator).
rangka itu, dipersyaratkan • Gunakan gaya pengajaran parti-
bahwa semua pekerja memiliki sipatoris (misalnya, permainan
pengetahuan dan keahlian yang peran, dialog, drama, pemeca-
penting/dibutuhkan. Pelatihan han masalah kelompok, dan se-
hendaknya mempersiapkan para bagainya) yang melibatkan parti-

Vol1 No2 Maret 2010 23


UTama

sipasi trainee secara aktif. • Implementasikan kebijakan


• Di samping kelas-kelas teoritis, layanan staf organisasi, terma-
gunakan pelatihan berbasis-la- suk penyediaan relaksasi dan
pangan yang bersifat praktis dan penyembuhan (R & R = rest and
langsung guna mempraktikkan recuperation).
keahlian di lokasi yang berada • Latih sejumlah staf dalam meny-
dalam atau menyerupai wilayah ediakan dukungan sejawat, ter-
yang terkena bencana. masuk manajemen stres umum
• Setelah tiap-tiap pelatihan, ten- dan pertolongan pertama yang
tukan sistem tindak lanjut untuk bersifat psikologis (PFA = psycho-
pemantauan, layanan, umpan logical first aid) dasar.
balik dan supervisi terhadap se- • Jamin back-up spesialis dan sen-
mua trainee, sepanjang tepat antiasa siap sedia bagi keluhan-
terhadap situasinya. keluhan psikiatris yang bersifat
• Anggota-anggota staf yang be- mendesak dalam staf (misalnya,
kerja dalam situasi darurat cen- perasaan-perasaan bunuh diri,
derung untuk bekerja dalam ba- psikosis, depresi berat dan reak-
nyak jam di bawah tekanan serta si-reaksi kecemasan akut yang
dalam kendala keamanan yang memengaruhi fungsi sehari-hari,
sulit. Banyak pekerja pemberi kehilangan kontrol emosional
bantuan mengalami dukungan yang signifikan, dan sebagainya).
manajerial dan organisasional Pertimbangkan pengaruh dari
yang tidak memadai, dan me- stigma terhadap kemauan staf
reka cenderung melaporkan hal untuk mengakses bantuan kese-
ini sebagai stresor terbesar bagi hatan jiwa serta sesuaikan du-
mereka. kungan back-up seturut dengan
• Lebih dari itu, konfrontasi- hal tersebut (misalnya, staf inter-
konfrontasi dengan kengerian, nasional mungkin takut bahwa
bahaya, dan kesengsaraan ma- mereka akan dikirim pulang ke
nusia secara emosional bersi- negara mereka apabila mereka
fat menuntut (demanding) dan mencari bantuan).
secara potensial memengaruhi • Dalam komunitas cenderung ada
Kesehatan Jiwa dan Kesejahte- banyak sub-sub kelompok yang
raan Psikososial dari para suka- berbeda-beda kebutuhannya
relawan maupun para pekerja, dan sering saling bersaing untuk
baik untuk mereka yang berasal memengaruhi dan mempero-
dari wilayah/region/negara yang leh kekuasaan. Agar komunitas
terpengaruh bencana maupun dapat berperanserta sungguh-
dari luar negeri. sungguh, diperlukan pemaha-

24 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

man akan struktur kekuasaan satu yang diwawancarai menga-


setempat dan pola-pola konflik takan: ”Kami tidak pernah memi-
komunitas, bagaimana beker- liki ketua disini. Sebagian besar
ja dengan sub-kelompok yang orang yang ada adalah saudara.
berbeda-beda dan menghindari Kalau ada yang mempunyai ma-
menganakemaskan kelompok- salah, para tetangga datang me-
kelompok tertentu. nolong. Tapi sekarang beberapa
• Proses eksternal sering mendo- orang bertindak seolah mereka
rong komunitas menyesuaikan adalah pemimpin, untuk mene-
diri dengan agenda organisasi gosiasikan donasi. Para saudara
pemberi bantuan. Ini adalah ini tidak lagi saling menolong.”
suatu masalah sendiri, terutama • Contoh di atas menunjukkan
saat pekerja kemanusiaan dari efek merusak bila peran serta
luar bekerja secara tidak terkoor- komunitas dalam tingkat tinggi
dinasi. Misalnya, setahun setelah dipermudah oleh adanya agensi
tsunami 2004 di Asia Tenggara, atau badan yang datang dengan
suatu komunitas yang terdiri dari membawa agenda tawaran
50 keluarga di utara Sri Lanka, bantuan sendiri, namun agensi
yang diwawancara dalam suatu itu tidak mempunyai ikatan
survey psikososial dari rumah ke kuat atau pemahaman tentang
rumah, mengidentifikasi ada 27 komunitas tersebut. Oleh karena
LSM berbeda yang menawarkan itu penting untuk menciptakan
atau memberikan bantuan. Salah kondisi dimana komunitas

Vol1 No2 Maret 2010 25


UTama

mengorganisasi tindakan masalah yang berpendekatan


bantuan sendiri, ketimbang budaya. Dalam beberapa konteks,
mendorong komunitas mengikuti bekerja dengan pimpinan agama
agenda dari luar. dan SDM lain merupakan bagian
• Pendekatan bantu-diri (self-help) penting dari bantuan psikososial
menjadi pendekatan penting dalam situasi darurat.
dalam situasi bencana karena • Keterlibatan dalam agama
dengan mengendalikan sendiri setempat atau budayanya
berbagai aspek kehidupannya, sering mendorong para pekerja
maka kesehatan jiwa dan pemulihan yang berasal dari
kesejahteraan psikososial luar untuk mempertimbangkan
penyintas akan terpacu. pandangan orang setempat yang
• Stres kolektif yang dialami amat berbeda dari pandangan
penyintas bencana seringkali mereka sendiri. Karena
dapat dikurangi dengan beberapa kegiatan lokal dapat
melakukan kegiatan budaya, merugikan (misalnya, dalam
spiritual dan keagamaan yang konteks dimana spiritualitas dan
tepat. Kematian atau upacara agama dipolitisasi), para pekerja
penguburan dapat mengurangi kemanusiaan harus berpikir
stress dan membebaskan kritis dan membantu kegiatan
kesedihan dan rasa duka. Di lokal dan sumberdayanya bila
beberapa tempat, upacara kegiatan itu cocok dengan
kebersihan dan penyembuhan standar internasional tentang
dapat membantu pemulihan HAM.
dan reintegrasi. Bagi masyarakat • Masa kanak-kanak (0-8 tahun)
yang amat religius, keyakinan adalah periode paling penting
atau kegiatan seperti berdoa dalam kehidupan manusia
membantu dan memberi bagi perkembangan kognitif,
makna akan situasi yang sulit. sosial dan emosional. Selama
Memahami dan memberdayakan masa ini, bagian otak yang
atau membantu kegiatan penting berkembang pesat dan
penyembuhan secara bergantung pada perlindungan,
budaya dapat meningkatkan stimulasi dan perawatan
kesejahteraan psikososial bagi ekstensif.
banyak penyintas. Mengabaikan • Kehilangan pada masa kanak-
kegiatan penyembuhan semacam kanak (misalnya kematian
itu dapat memperpanjang stres orangtua), menyaksikan
dan mungkin merugikan bila kekerasan fisik atau seksual,
menepiskan cara pengatasan dan kejadian menakutkan

26 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

lainnya dalam bencana alam Oleh karenanya: (1) Dorong


maupun konflik sosial dapat kegiatan menyusui melalui
mengacaukan perkembangan dialog perorangan dan dengan
dan melemahkan perkembangan masyarakat; (2) Hindari tekanan
sosial dan emosionalnya dalam berlebihan bagi ibu menyusui.
jangka panjang. Namun, seba- Ibu yang menolak menyusui,
gian besar anak pulih dari pen- yang mengalami kesulitan atau
galaman semacam itu, terutama tidak dapat menyusui harus
bila mereka diberi bantuan dan menerima bantuan memadai.
pengasuhan tepat. • Berikan bantuan agar anak dapat
• Jaga anak-anak bersama ibu, bermain, mendapat pengasuhan
ayah, keluarganya atau pengasuh dengan kasih sayang dan
lain yang dikenal. Bantulah pen- dukungan sosial.
gaturan alternatif pengasuhan. • Para pengasuh hendaknya
Dalam situasi krisis dimana tidak bertemu secara periodik di
tersedia pilihan lain dalam masa- sebuah tempat yang aman untuk
lah pengasuhan, mungkin perlu membahas persoalan dan saling
untuk mengelola pusat peng- membantu
asuhan sementara untuk melin- • Staf kesehatan umum harus
dungi anak yang terpisah hingga mengetahui bagaimana
ada solusi jangka panjang. Sam- melindungi dan mendorong
bil menunggu disatukan kembali hak pasien akan martabatnya
dengan keluarganya, anak yang melalui pemberian persetujuan,
terpisah dapat diasuh orang kerahasiaan dan privasi.
atau keluarga yang dapat mem- • Staf kesehatan umum harus
berikan pengasuhan memadai mampu memberi pertolongan
dan perlindungan. Panti asuhan psikologis pertama (PFA =
harus dipandang sebagai tempat psychological first aid) kepada
terakhir. pasien sebagai bagian dari
• Dorong keberlanjutan menyusui. perawatan.
Menyusui adalah kegiatan • Banyak orang mengalami stres
optimal bagi perkembangan mental akut setelah dihadapkan
fisik, psikososial dan kognitif bayi pada kejadian yang menimbulkan
dan anak. Menyusui mendorong stres berat, dan mereka ini paling
perkembangan kognitif anak, baik mendapat bantuan yang
membuat anak merasa nyaman, tidak menggunakan obat-obatan.
dan memperkuat ikatan ibu dan Semua pekerja pemberi bantuan
anak, dan mudah dilakukan, dan terutama pekerja kesehatan,
bebas dan biasanya sangat aman. harus mampu memberikan

Vol1 No2 Maret 2010 27


UTama

kepada penyintas yang


sedang tertekan itu, hak
mereka untuk menolak
membicarakan kejadian
dengan pekerja bantuan
(lainnya) atau dengan
reporter.
• Beri kesempatan
kepada penyintas untuk
membicarakan kejadiannya
dengan bebas. Hormati ke-
inginan mereka untuk tutup
mulut, dan jangan mende-
sak mereka untuk mendapat
informasi lebih dalam dari
yang ingin disampaikan oleh
Pertolongan Psikologis Pertama penyintas itu.
(PFA) yang sangat mendasar, • Dengarkan dengan sabar,
yang sering disalahartikan dengan cara penuh
sebagai intervensi psikiatris klinis penerimaan dan tidak
atau darurat. Sebenarnya, PFA menilai.
adalah gambaran respons yang • Tunjukkan perhatian yang
suportif dan manusiawi kepada tulus
orang yang menderita dan butuh • Identifikasi kebutuhan
bantuan. PFA sangat berbeda dasar dan pastikan bahwa
dari wawancara psikologis. PFA kebutuhan itu terpenuhi.
tidak selalu berisi pembahasan • Tanyakan apa yang
akan suatu kejadian yang menye- dikhawatirkan dan
babkan distress. PFA mencakup: berusahalah mengatasinya.
• Melindungi penyintas • Tidak mendorong cara-cara
bencana dari penderitaan negatif menghadapi masa-
lebih dalam (dalam sejumlah lah. Utamanya, jangan men-
kecil situasi, orang yang dorong cara menghadapi
sangat tertekan akan masalah melalui pengguna-
mengambil keputusan yang an alkohol dan zat-zat lain.
membuat mereka berisiko Jelaskan bahwa orang yang
mengalami penderitaan sedang amat tertekan berisi-
lebih dalam). Bila dirasa ko tinggi mengalami masalah
tepat, beritahukan penggunaan napza.

28 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

• Dorong peran serta dalam proses penyembuhan bagi para


rutinitas normal sehari-hari penyintas dari gangguan jiwa
(bila mungkin) dan meng- ringan dan sedang, berlangsung
gunakan cara positif men- seiring dengan berjalannya
ghadapi masalah (misalnya waktu (sembuh sendiri tanpa
metode relaksasi yang tepat intervensi dari luar), namun
secara kultural, mendapat memang tidak semua terjadi
akses bantuan kultural dan demikian.
spiritual). • Gangguan jiwa parah yang
• Dorong, namun tidak me- dialami penyintas boleh jadi
maksa, adanya pendamping merupakan gangguan yang telah
yang berasal dari satu atau dialami sebelum bencana atau
lebih anggota keluarga atau terpicu situasi darurat bencana.
teman penyintas. Mereka yang mengalami
• Bila perlu, tawarkan kemun- gangguan jiwa pertama kali akan
gkinan kembali untuk men- datang ke layanan kesehatan
dapatkan bantuan lebih in- utama (PHC = primary health
tensif. care) untuk mencari bantuan
• Bila perlu, rujuk ke mekanis- atas keluhan somatis yang secara
me bantuan yang tersedia di medis tidak dapat dijelaskan.
lingkungan sekitar atau ke Namun, orang dengan gangguan
klinisi terlatih. jiwa parah barangkali tidak
• Sudah diperkirakan bahwa sanggup mencari bantuan
dalam situasi bencana, rata- karena masalah isolasi, stigma,
rata persentase penyandang ketakutan, pengabaian diri
gangguan jiwa parah (misalnya, sendiri, ketidakmampuan dan
psikosis dan gangguan suasana akses yang buruk. Mereka
hati yang parah dan kecemasan) menjadi amat rentan, baik karena
bertambah satu persen melebihi gangguannya parah maupun
data dasar yang sebesar 2 sampai karena situasi darurat yang
3 persen. Selain itu, persentase terjadi menjauhkan mereka dari
penyandang gangguan jiwa bantuan sosial yang sebelumnya
ringan atau sedang, termasuk telah diperoleh. Dalam
gangguan suasana hati dan situasi normal saja, keluarga
kecemasan (seperti gangguan seringkali merasa tertekan dan
stres pasca trauma) dapat mendapat stigma oleh beban
meningkat 5 sampai 10 persen di perawatan anggota keluarga
atas perkiraan data dasar sebesar yang mengalami gangguan jiwa.
10 persen. Pada umumnya Situasi ini membuat penyandang

Vol1 No2 Maret 2010 29


UTama

itu berisiko lebih tinggi untuk tkan pelabelan dan stigmatisasi


ditinggalkan dalam situasi pada mereka, termasuk pada ke-
darurat yang memerlukan lompok jangkauan yang menjadi
perpindahan tempat. Namun target ke populasi lebih luas (se-
jika telah teridentifikasi, maka perti klinik jangkauan bagi anak-
dapat diambil langkah-langkah anak di sekolah) sebagai bagian
perlindungan dan pemulihan dari layanan terpadu.
segera, dan membantu mereka • Penyandang gangguan jiwa pa-
yang selama ini merawat. Perlu rah sering mendapat stigma dan
ada prioritas bagi mereka yang prasangka, yang berakibat pada
menyandang risiko besar untuk pengabaian, ditinggalkan dan
bertahan hidup atau yang tinggal pelanggaran hak asasi. Tinggal
di tempat dimana martabat dan dalam institusi atau panti mem-
hak asasi mereka diremehkan, buat mereka jauh dari perlin-
atau dimana minim dukungan dungan dan bantuan keluarga,
sosial dan anggota keluarga yang barangkali amat perlu bagi
berjuang mengatasi masalahnya. mereka untuk bertahan dalam si-
• Beberapa gangguan jiwa dapat tuasi genting. Beberapa penyan-
efektif ditangani oleh intervensi dang gangguan jiwa parah yang
psikologis saja, dan tidak perlu tinggal dalam panti (amat) ber-
menggunakan pengobatan gantung pada perawatan dari
kecuali bila intervensi psikologis panti, agar dapat mudah pindah
tidak tersedia atau gagal. ke tempat lain selama benca-
• Usahakan menghindari terben- na. Ketergantungan total pada
tuknya layanan kesehatan jiwa perawatan dari lembaga dapat
yang terfokus pada diagnosa menimbulkan kecemasan lebih
khusus tertentu (misalnya PTSD dalam, pergolakan dan tindak
= Post-Traumatic Stress Disorder) pengucilan diri total. Kesulitan
atau pada kelompok kecil (mi- dalam memberikan reaksi tepat
salnya para janda). Hal ini ber- terhadap situasi darurat yang ce-
potensi berakibat pada layanan pat berubah-ubah dapat mem-
yang mengelompok, yang tidak batasi mekanisme perlindungan
berkelanjutan, dan pengabaian diri dan bertahan hidup.
yang terus menerus terhadap • Para pekerja profesional setem-
mereka yang tidak sesuai den- pat seharusnya membimbing
gan kategori diagnostik tertentu mereka berespons terhadap si-
atau kelompok tertentu. Cara ini tuasi darurat bilamana mungkin.
juga mungkin akan mengakiba- Intervensi yang diberikan harus

30 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

terpusat pada perlindungan dan tradisional, indigenous (ulayat,


diterapkannya lagi perawatan keperibumian), baik yang bersi-
yang sebelumnya sudah ada fat melengkapi atau yang meru-
(existing) sebelum bencana. Na- pakan alternatif dari perawatan
mun, apabila sistem perawatan kesehatan, juga bermakna besar.
sebelumnya berada di bawah • Sebagai contoh, di India, Ayur-
standar, maka intervensi daru- deva adalah sistem pengobatan
rat harus terfokus bukan pada tradisional, yang populer dan
membangun kembali perawatan berkembang baik (termasuk para
seperti semula, melainkan pada dokter yang melatih praktisi), se-
upaya memenuhi standar mini- mentara di Afrika Selatan, posi-
mum, bahkan lebih baik, secara si para penyembuh tradisional
umum dan standar praktek pe- diakui secara hukum. Di masya-
rawatan psikiatri. Pada banyak rakat Barat, banyak orang meng-
negara, segera setelah fase gunakan obat pelengkap, terma-
terburuk dari bencana berlalu, suk psikoterapi non-ortodok dan
layanan kesehatan jiwa komuni- penanganan lain (akupuntur, ho-
tas memberikan intervensi yang meopathi, penyembuhan berba-
layak. sis keyakinan, dan berbagai ma-
• Perawatan kesehatan jiwa secara cam pengobatan mandiri lain),
medis (istilah yang dipakai untuk meskipun bukti ilmiahnya masih
menjelaskan perawatan keseha- sangat lemah. Di banyak masya-
tan jiwa model Barat yang kon- rakat pinggir kota, di kalangan
vensional dan bersifat biomedis) mereka yang berpenghasilan
cenderung berpusat pada rumah rendah, sistem informal dan tra-
sakit, klinik, namun makin lama disional seolah merupakan cara
makin banyak bersandar pada pokok mendapatkan perawatan
komunitas. kesehatan.
• Layanan perawatan kesehatan • Bahkan ketika layanan kesehatan
jiwa ini diberikan staf terlatih medis telah tersedia, masyarakat
dalam bidang pengobatan, ilmu setempat lebih suka menggu-
keperilakuan dan psikoterapi for- nakan layanan kesehatan di wi-
mal atau pekerja sosial. Namun, layahnya yang bersifat tradisio-
semua anggota masyarakat ter- nal bila ada masalah kesehatan
masuk kelompok non medis, se- jiwa dan fisik. Layanan semacam
perti sistem penyembuhan yang itu memang lebih murah, lebih
terdapat dalam lingkungan se- mudah diperoleh, juga mungkin
tempat, yang sifatnya informal, lebih dapat diterima secara so-

Vol1 No2 Maret 2010 31


UTama

sial dan tidak mengakibatkan ada berbasis keyakinan.


stigma, dan dalam beberapa ka- • Perlu dicatat bahwa praktek
sus tertentu, kemungkinan juga penyembuhan tradisional
efektif. Seringkali layanan kese- kadang bersifat merugikan.
hatan setempat ini mengguna- Misalnya, memberikan informasi
kan pendekatan sebab-akibat salah, melakukan metode
yang dapat diterima masyarakat penyiksaan, perpanjangan masa
setempat. Contoh kegiatannya puasa, perpanjangan penahanan
antara lain penyembuhan yang fisik, atau ritual pembersihan
dilakukan tokoh agama, dengan secara sosial dimana para tukang
menggunakan doa-doa atau magis dienyahkan dari komunitas
mantra; para penyembuh spesia- itu. Selain itu, beberapa ritual
lis yang diijinkan komunitas aga- berbiaya amat mahal dan
ma dengan menggunakan me- dulu beberapa penyembuh
tode serupa; atau penyembuhan memanfaatkan situasi darurat
oleh penyembuh khusus yang untuk mengubah keyakinan
bergerak dalam kerangka budaya pasien dan mengeksploitasi
setempat. Mereka ini mungkin populasi rentan. Tantangan yang
menggunakan herbal atau zat dihadapi dalam kasus semacam
alami lain, pijat atau kegiatan fi- ini adalah mendapatkan cara
sik lain, ritual tertentu dan atau efektif dan konstruktif mengatasi
sihir, serta ritual yang melibatkan praktek-praktek merugikan,
roh-roh. selama cara ini dapat diwujudkan
• Meskipun beberapa tokoh aga- dalam situasi darurat. Sebelum
ma barangkali tidak menghukum membantu atau bekerjasama
atau secara aktif melarang kegia- dengan praktek penyucian atau
tan tersebut, para penyembuh penyembuhan tradisional, lebih
lokal seringkali populer dan ka- dulu perlu ditentukan obat apa
dang juga berhasil menyembu- yang digunakan dalam praktek-
hkan. Dalam beberapa budaya, praktek itu dan apakah obat itu
keyakinan dan praktik kesem- menguntungkan atau merugikan
buhan ini bercampur dengan atau justru tidak berefek apa-
kelompok agama besar. Selain apa.
itu, farmasi setempat barangkali • Beberapa penyembuh
menyediakan layanan kesehatan tradisional mungkin mencoba
dengan menggunakan pengoba- membuat “jarak” secara fisik dan
tan medis dan tradisional sekali- simbolik dengan praktisi medis,
gus. Beberapa kelompok agama dan mungkin menghindari
memberikan penyembuhan kerjasama. Pada saat yang sama,

32 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

staf kesehatan yang terlatih setempat mengenai perawatan


dalam pengobatan medis dapat pasien yang baik karena
bersikap tidak simpati atau barangkali hal itu mendasari
ketus atau tidak peduli terhadap pemahaman pasien sendiri
praktisi tradisional. Meskipun tentang masalahnya.
dalam beberapa situasi, menjaga • Bila mungkin, bentuklah layanan
jarak dapat menjadi cara terbaik kerjasama, antara lain rujukan
menghadapi mereka, namun silang, misalnya: masalah
perlu dibangun jembatan antara seperti stres, kecemasan,
kedua sistem perawatan yang kehilangan, reaksi kejang, dan
berbeda. stres eksistensial, mungkin lebih
• Tunjukkan penghargaan pada baik ditangani oleh penyembuh
peranan penyembuh dan tradisional, sementara
tanyakan apakah mereka dapat penyembuh medis lebih baik
menjelaskan kegiatannya mengatasi gangguan jiwa parah
dan bagaimana kegiatan itu dan epilepsi.
terpengaruh oleh situasi bencana • Dalam situasi darurat bencana,
(misalnya, ada peningkatan pendidikan adalah salah satu
jumlah pasien, atau kesulitan intervensi psikososial utama.
menjalankan kegiatannya Pendidikan memerlukan
karena kekurangan bahan atau lingkungan aman dan stabil dan
kehilangan fasilitas?). dapat mengembalikan perasaan
• Undang para penyembuh dalam normal, bermartabat dan
pertemuan komunitas untuk membangun harapan dengan
berbagi informasi dan sesi adanya kegiatan terstruktur,
pelatihan. Pertimbangkan untuk tepat dan mendukung. Banyak
memberikan para penyembuh anak dan orangtua memandang
itu peranan dalam pelatihan, partisipasi dalam pendidikan
misalnya dengan menjelaskan sebagai dasar masa kanak-kanak
pemahaman mereka bagaimana yang sukses.
penyakit disebabkan oleh definisi • Pendidikan yang dirancang
mereka tentang penyakit. Bila juga baik untuk membantu
kegiatan ini tidak sesuai dengan masyarakat yang terkena
pendekatan organisasi setempat bencana menghadapi situasinya
atau internasional yang turut dengan menyebarkan pesan-
dalam respon terhadap situasi pesan penting untuk bertahan
darurat, maka tetap diperlukan hidup, memberdayakan proses
pemahaman terhadap model belajar tentang perlindungan
yang digunakan para penyembuh diri, dan mendukung strategi

Vol1 No2 Maret 2010 33


UTama

masyarakat setempat memahami pendidikan) berperan penting


kondisi darurat. Kegiatan dalam kesehatan jiwa dan kese-
pendidikan formal dan non jahteraan psikososial siswa. Se-
formal perlu segera dimulai lagi ringkali, para pendidik berjuang
dengan menjadikan keamanan mengatasi tantangan yang me-
dan kesejahteraan sebagai reka dan para muridnya hadapi,
prioritas bagi semua anak dan termasuk kesehatan jiwa mereka
pemuda, termasuk bagi mereka sendiri terkait dengan bencana
yang risikonya bertambah dan masalah psikososial.
dengan adanya bencana atau • Pendidik dapat menyediakan
mereka yang memiliki kebutuhan bantuan psikososial bagi siswa
pendidikan khusus. dengan menyesuaikan cara me-
• Hilangnya kegiatan pendidikan reka berinteraksi dengan siswa,
sering menjadi stresor terbesar menciptakan lingkungan yang
bagi para siswa dan keluarganya, aman dan kondusif, dimana para
yang memandang pendidikan siswa dapat menyatakan emosi
sebagai jalur menuju masa depan dan pengalamannya, dan dengan
lebih baik. Pendidikan dapat memasukkan kegiatan psikososi-
menjadi alat utama membantu al terstruktur dalam proses peng-
masyarakat membangun ulang ajaran/belajar. Namun, pendidik
kehidupannya. Akses terhadap tidak perlu berusaha melakukan
pendidikan formal dan non- terapi, yang memerlukan ke-
formal dalam lingkungan yang terampilan khusus tertentu.
mendukung dapat membangun • Aktifkan bantuan psikososial
intelektualitas siswa dan kom- yang tersedia bagi pendidik. Mis-
petensi emosinya, memberikan alnya, membawa para pendidik
dukungan sosial melalui inter- bersama-sama dengan fasilitator
aksi dengan sebaya dan pendi- terampil untuk mulai berbicara
dik dan memperkuat perasaan tentang masa lalu, sekarang dan
siswa tentang masalah kendali masa depan, atau bentuk me-
diri dan harga diri. Akses itu juga kanisme bantuan masyarakat
membangun keterampilan hidup untuk membantu pendidik men-
yang memperkuat strategi men- ghadapi situasi krisis.
gatasi masalah, seperti masalah • Bantu staf sekolah, seperti ad-
pekerjaan di masa datang dan ministrator, konselor, guru dan
mengurangi stres ekonomi. pekerja kesehatan agar paham
• Para pendidik (guru kelas formal, kemana merujuk anak penyan-
instruktur kegiatan belajar non- dang gangguan kesehatan jiwa
formal dan fasilitator kegiatan parah dan kesulitan psikososial

34 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

(termasuk anak yang tidak secara komunikasi dan hiburan (seperti


langsung terpengaruh bencana sketsa, lagu dan drama) berpe-
namun yang sebelumnya telah ran penting dalam penyebaran
menunjukkan gangguan) ke laya- informasi tentang hak dan kewa-
nan kesehatan jiwa yang tepat, jibannya, sementara informasi
layanan sosial dan bantuan psi- tepat tentang pemulihan dan ke-
kososial dalam komunitas, dan beradaan orang yang dipindah-
ke layanan kesehatan, bila perlu. kan dapat membantu memper-
Pastikan bahwa siswa, orangtua satukan keluarga.
dan anggota masyarakat mema- • Pastikan bahwa tidak perlu ada
hami bagaimana menggunakan pengulangan tayangan tidak
sistem rujukan ini. mendesak tentang kejadian
• Sistem informasi dan komunikasi menakutkan yang telah lewat, di
dapat dirancang untuk memban- media setempat (misalnya, men-
tu masyarakat berperan dalam ghindari pengulangan video klip
proses pemulihan dan menjadi momen terburuk dalam benca-
penyintas yang aktif, bukannya na) dengan mengadakan jumpa
korban yang pasif. Teknologi pers dan kunjungan ke lokasi.
komunikasi dan informasi (ICT) Doronglah organisasi media dan
dan metode tradisional dalam jurnalis menghindari penggu-

Vol1 No2 Maret 2010 35


UTama

naan gambar yang tidak perlu mang tidak tersedia.


yang mungkin menimbulkan st- • Meskipun bahan cetak (seperti
res berat untuk pemirsa. Selain brosur dan poster) adalah me-
itu, dorong media untuk tidak tode paling umum menyebarkan
hanya menyampaikan gambar informasi, mekanisme lain seper-
dan cerita tentang mereka yang ti radio, televisi, lukisan/gambar,
putus asa, tetapi juga tentang lagu, drama, atau teater jalanan,
mereka yang tabah dan kegiatan berpotensi lebih efektif.
para penyintas, selama dalam • Bersama-sama masyarakat dan
upaya pemulihan. pimpinan agama, cobalah meng-
• Imbangi kepentingan media se- gali cara-cara menyampaikan
tempat dengan mengambil be- informasi tak tertulis. Cara pa-
rita dari sudut berbeda, seperti ling tepat menyampaikan pesan
berbagai dimensi dari kesehatan adalah bergantung pada sasara-
jiwa dan kesejahteraan psikoso- nnya, tingkat kemampuan baca
sial, kisah pemulihan penyintas, dan konteks budaya. Misalnya,
keterlibatan kelompok-kelompok bahan non-tulis (misalnya buku
berisiko dalam upaya pemulihan komik yang menggambarkan to-
dan prakarsa tanggapan terhad- koh, drama) mungkin lebih efek-
ap bencana. tif dalam berkomunikasi dengan
• Sebarkan pesan akan hak dan anak-anak.
kewajiban para penyintas, se- • Pemahaman mengenai keterkai-
perti hukum kecacatan, hukum tan antara kesejahteraan psiko-
kesehatan masyarakat, kewaji- sosial dan keamanan pangan/gizi
ban terkait dengan tanah untuk membuat pekerja kemanusiaan
rekonstruksi, program pemuli- mampu meningkatkan kualitas
han, dsb. dan efektifitas program bantu-
• Dalam kaitan dengan informasi an pangan dan gizi seraya men-
yang disebarkan, jangan meng- dukung martabat kemanusiaan.
gunakan bahasa yang rumit atau Pengabaian terhadap interaksi
teknis (misalnya istilah psikologi ini dapat merugikan, berakibat
atau psikiatri), jangan menjanji- pada program yang membuat
kan secara khusus kerangka wak- orang mengantri selama berjam-
tu untuk pemulihan (misalnya, jam untuk menerima makanan,
„Anda akan merasa lebih baik memperlakukan penerimanya
dalam 3 minggu“) dan jangan secara tidak manusiawi, menjadi
menyarankan untuk mencari konsumen pasif atau mencipta-
bantuan profesional bila me-

36 Vol1 No2 Maret 2010


UTama

kan kondisi kekerasan di dalam tidak terkunci, telah menjadi


dan sekitar pembagian makanan. tempat kekerasan berbasis
• Pengelolaan tempat gender, termasuk perkosaan,
penampungan dan tenda sedangkan di tempat lain, konflik
(shelter) berdampak besar pada karena sumber air, telah menjadi
kesejahteraan. Kesejahteraan sumber stres besar.
dapat berkurang bila tempat • Sebagian dari stress yang
terlalu sesak dan kurang privasi dialami karena terkait dengan
dan hal ini umum dijumpai penyediaan air dan sanitasi,
dalam tempat penampungan berasal dari masalah budaya.
atau tempat lain. Misalnya di Afganistan anak
• Masalah kesehatan jiwa dan perempuan dan wanita
psikososial dapat timbul melaporkan bahwa kurangnya
bila orang terisolasi dari toilet yang terpisah untuk wanita
keluarganya atau dari kelompok telah menjadi kekhawatiran
komunitasnya, atau terpaksa besar karena jika menunjukkan
tinggal di sekitar orang tak bagian badannya, maka ia akan
dikenal, yang berbicara dengan dihukum dan malu dan membuat
bahasa berbeda atau yang keluarga merasa terhina.
menimbulkan ketakutan atau
kecurigaan. Penutup
• Konflik di kalangan pengungsi Demikian telah penulis diskusikan prin-
atau antara pengungsi dengan sip-prinsip dan praktik-praktik laya-
masyarakat penampung, nan psikologis kepada para penyintas
karena berebut sumberdaya bencana. Penulis berharap, seluruh
yang minim, seperti tempat bahasan di atas berguna bagi segenap
atau air, seringkali menjadi pemangku kepentingan (stakeholders)
masalah besar, dan karena itu terkait bencana.
kegiatan perencanaan tempat
penampungan harus dapat Jikalau benar bahwa kita mencintai
mengurangi masalah-masalah dan menyayangi bangsa kita sendiri,
itu. maka kita tidak akan melupakan atau
• Bergantung pada cara sengaja mengabaikan pelayanan op-
bagaimana penyediaannya, air timal terhadap dimensi psikologis ka-
dan sanitasi dapat meningkatkan wan-kawan kita sebangsa yang tengah
atau merugikan kesehatan jiwa berjuang sebagai penyintas-penyintas
dan kesejahteraan psikososial. bencana. Psikologi Bencana? Ayo
Pada beberapa situasi darurat, dong, ah!
toilet yang remang-remang,

Vol1 No2 Maret 2010 37


LANSKAP

Apakah Penilaian Kognitif Penduduk


pada Situasi yang Penuh dengan Bahaya
Akibat
“Terorisme” dan Cinta Tanah Air
dapat Membuat Mereka Stres
ataukah
Tetap Berkembang dengan Baik???
Erna Multahada, M.Si

Manusia memiliki banyak sisi kehidupan,


namun kita sering hanya melihat segala sesuatu secara "hitam-putih".
Karena itulah rubrik Lanskap ini diadakan.
Dalam rubrik ini, pembaca diajak untuk melihat bebagai hal maupun peristiwa
dari cakrawala "yang lain"- yang membantu kita menyusun "puzzle-puzzle kehidupan"
dalam sebuah keutuhan pandangan.

MerPsy dalam kolom ini ingin berbagi informasi


mengenai permasalahan psikologis melalui
penelitian yang dilakukan oleh Rachel Dekel
and Orit Nuttman-Shwartz, yang dipublikasikan
pada bulan Mei tahun 2009, Penelitian
mereka mengenai Stres pasca trauma dan
perkembangan: Suatu kontribusi kognitif dan
cinta tanah air (Health & Sosial Work; May 2009;
34 (20; Proquest Sociology pg. 87). Diketahui
bahwa situasi yang berbahaya---akan menjadi
bahaya dan menambah stress kita ataukah
memberikan peluang perkembangan yang positif
sangat, tergantung pada bagaimana kita dapat
memberikan penilaian kita secara kognitif pada
situasi yang berbahaya tersebut terlebih akibat
terorisme atau pun gempa. Jika kita memberi-
kan penilaian kognitif sebagai suatu ancaman,
maka kita akan semakin stres akibat peristiwa
traumatis. Sebaliknya, jika penilaian kognitif kita
terhadap situasi yang berbahaya akibat teroris-
me ataupun gempa sebagai suatu tantangan,

38 Vol1 No2 Maret 2010


LANSKAP

maka kita akan tetap berkembang dengan terhadap tanah air pada Sderot lebih
mental yang tetap sehat. Di sisi lain, da- rendah daripada Kibbutz yang melakukan
lam penilaian kognitif---apakah suatu situ- perjuangan pada situasi yang penuh
asi menjadi suatu ancaman ataukah suatu dengan tekanan, di samping adanya
tantangan---tidak terlepas dari rasa cinta solidaritas dan loyalitas serta komitmen
kita terhadap tanah air. So… bagaimana yang tinggi terhadap suatu negara.
cerita selanjutnya? Hal ini dapat terjadi Adapun sumbangsih atau prediktor dari
dalam kondisi seperti apa? Bagaimana ya penilaian kognitif dan cinta tanah air pada
gambaran permasalahannya?? stres pasca trauma dan perkembangan
Rachel Dekel and Orit Nuttman-Shwartz pasca trauma dapat kita ketahui melalui
menjelaskan penelitiannya dengan bebe- hasil beberapa kali perhitungan sebagai
rapa tujuan sebagai berikut: (1) penelitian berikut.
dilakukan untuk membandingkan dampak
serangan Qassam pada tipe penduduk Tahap pertama dijelaskan kontribusi dari
kota yang berkembang, Sderot dan Kib- beberapa variasi seperti tingkat terpaan/
butz; (2) untuk menguji hubungan antara eksposur, tempat tinggal penduduk, dan
stres pasca trauma (PTS) dan perkem- usia ternyata diketahui signifikansinya
bangan pasca trauma (PTG); dan (3) un- terhadap perkembangan pasca trauma
tuk menguji kontribusi tingkatan terpaan sebesar 23,1%. Sedangkan untuk stress
teror (terorisme), penilaian kognitif, dan pasca trauma kontribusinya sebesar 8,1%.
cinta tanah air terhadap Negara, dalam Pada tahap kedua, terdapat kontribusi
hal sumbangsihnya terhadap PTS dan PTG. terpaan, tempat tinggal penduduk,
usia, cinta tanah air, penilaian ancaman,
Ternyata ditemukan bahwa penduduk di penilaian tantangan, perkembangan
kota berkembang Sderot memiliki stress diketahui signifikansinya terhadap
pasca trauma lebih dari pada penduduk perkembangan pasca trauma sebesar
Kibbutz, meskipun pada kenyataannya 21,6%, sedangkan kontribusi stress pasca
Sderot adalah kota yang lebih makmur trauma sebesar 21%. Tahap ketiga,
dibandingkan dengan Kibbutz; dan kontribusi dari beberapa hasil interaksi
asosiasi antara stress pasca trauma dan penduduk x cinta tanah air, cinta tanah air
pertumbuhan pasca trauma adalah positif. x ancaman, cinta tanah air x tantangan,
Semakin individu melakukan penilaian ancaman x perkembangan diketahui
kognitif terhadap distres sebagai suatu signifikansinya terhadap perkembangan
ancaman, maka akan semakin distres. sebesar 10,1%. Deskripsi singkat atas
Sebaliknya, semakin penilaian kognitif dinamika yang terurai dari hasil penelitian
terhadap distres memandangnya sebagai berikut ini.
suatu tantangan maka distres akan
rendah. Diketahui pula bahwa penilaian Terorisme???? Mungkin kata-kata ini
kognitif yang negatif karena rasa cinta sudah sangat tidak asing lagi di telinga

Vol1 No2 Maret 2010 39


LANSKAP

kita. Bagaimana tidak? Ternyata gem- yang terus berulang dan ingat ke masa
bong terorisme untuk Asia Tenggara lalu. Kedua, tidak ingin membuka diri
menetap dan melancarkan aksi se- dengan lingkungan maupun secara
rangan di Indonesia. Ironisnya, banyak pribadi, seperti enggan untuk ber-
individu yang tak berdaya di negara fikir, beraktivitas, tidak memiliki mi-
kita yang merupakan penduduk asli nat, sikap yang kaku (tidak dapat dip-
pribumi pun ikut terhempas mera- engaruhi), perasaan terbatas di dalam
sakan penderitaan akibat aksi teror- melihat ke depan. Stres yang dialami
isme. Bagi negara Indonesia mungkin dan terus meningkat pada akhirnya,
terorisme merupakan suatu hal yang menyebabkan individu mengalami su-
masih sangat menakutkan yang akan lit tidur, suka marah, tidak dapat ber-
cenderung dapat menimbulkan akibat konsentrasi, kewaspadaan meningkat,
pascatrauma tersendiri dan berkepan- dan respon mengejutkan berlebihan
jangan bagi sebagian individu. Namun, (American Psychiatric Association,
hal ini kemungkinan tidak berlaku bagi 1994).
sebagian negara asing
Sebaliknya, sebagian individu yang
Lebih dari sepuluh dasawarsa, selamat dari trauma mengalami peru-
terorisme menjadi suatu masalah yang bahan psikologis ke arah yang positif.
bermacam-macam. Beberapa peneliti Perkembangan pasca trauma digam-
memaparkan adanya kekerasan politik barkan sebagai pengalaman subjektif
di Bosnia dan Croasia (Grgric, Mandic, berupa perubahan psikologis positif
Koic, & Knezevic, 2002), Palestin sebagai hasil dari perjuangan mela-
dan Israel (Baker & Kevorkian, 1995; wan trauma. Perkembangan pasca
Bleich, Gelkopf, & Solomon, 2003), trauma berhubungan dengan ber-
dan US (Galea, dkk, 2002; Silver; bagai perubahan psikologis positif,
Holman, McIntosh, Poulin, & Gil- meliputi adanya kemampuan untuk
Rivas, 2002). Para peneliti tersebut mengapresiasi kehidupan, dapat me-
menyampaikan hal serupa bahwa nata kehidupan dengan prioritas yang
teror politik rata-rata berdampak baru, kepribadian yang bertambah
negatif berupa kecemasan yang tinggi; kuat, kemampuan mengidentifikasi
depresi; berkurangnya rasa aman; dan hal-hal yang baru, memperbaiki hu-
meningkatnya penggunaan tembakau, bungan yang lebih intim, atau bahkan
alcohol dan obat-obatan (drugs); dan adanya perubahan spiritual (Tedeschi,
umumnya banyak mengalami stress Park, & Calhoun, 1998). Selain Rachel
pasca trauma. dan Shwartz, Butler, dkk pada tahun
Stress pasca trauma (PTS) dapat di- 2005 juga menemukan bahwa teror
kelompokkan menjadi tiga. Pertama, merupakan peristiwa traumatis.
pengalaman traumatis, seperti mimpi Untuk kali ini kita dapat memperha-

40 Vol1 No2 Maret 2010


LANSKAP

tikan stres dan perkembangan pasca Shwartz (2009) ingin membandingkan


trauma yang dialami oleh penduduk dampak dari serangan Qassam di da-
Negev Barat Israel diteliti oleh Rachel lam dua tipe penduduk yang berbeda
dan Shwartz. Diketahui bahwa terda- di Negev Barat. Satu tipe penduduk
pat kekerasan yang mematikan, dan bernama Sderot, kota berkembang.
kekerasan berupa ancaman, pem- Sderot telah dibangun pada tahun
berontakan bersenjata yang dimulai 1950, beberapa tahun setelah Israel
pada bulan September 2000. Peristiwa mendeklarasikan kemerdekaan, untuk
ini masih berlangsung dan belum reda mengentaskan besarnya rakyat jelata
hingga saat ini. Negev Barat masih dari kehidupan menjadi imigran miskin
menjadi target serangan roket Qassam selama tahun-tahun tersebut, dan un-
secara terus menerus sepanjang ta- tuk penduduk di sekeliling wilayahnya.
hun. Pada tahun 2007 lebih dari 2.300 Pemerintah memberikan perhatian di
roket terlihat menyerang seluruh wila- dalam pembangunan, namun fondasi
yah. kota tidak cukup kuat, demikian pula
dengan fondasi ekonomi, sehingga se-
Roket Qassam yang diluncurkan tidak panjang tahun dialami kerugian dan
ada batasnya dan ketepatannya pun kemiskinan. Kota-kota di Sderot dici-
rendah. Frekuensi penembakan mere- rikan dengan tingginya pengangguran,
ka sepanjang waktu (sehari semalam), rendahnya tingkat pendidikan, dan
dengan tanpa adanya waktu yang pa- penduduk merasakan bahwa mereka
sti dalam serangan. Hal ini ternyata sangat diabaikan oleh pemerintah dan
menimbulkan kecemasan tersendiri diabaikan oleh individu-individu kaya,
bagi penduduk, yang nampak dalam serta adanya pandangan bahwa pen-
sinyal fisik dan emosional. Kondisi ini duduk di negara lain lebih beruntung.
menyebabkan mereka sulit untuk me-
lakukan perlindungan diri. Individu-in-
Kibbutz adalah tipe penduduk pem-
dividu secara tiba-tiba menghentikan banding. Kota dibangun untuk berco-
aktivitas, lari ke beberapa daerah mes-
cok tanam dan memiliki keseimbangan
kipun tidak cukup aman untuk berlin- di dalam perekonomian dan sosial.
dung, dan tetap menunggu ledakan. Penduduk di dalamnya saling mem-
Qassam sesekali menembus rumah bantu dan bertanggung jawab. Sam-
penduduk. Banyak kerusakan pada ta- pai tahun 1980, penduduk Kibbutzim
nah milik mereka, dan, tidak hanya itu,
adalah individu menengah ke atas.
sejumlah individu (diantaranya anak- Mereka beranggotakan militer senior
anak) terbunuh. dan petugas pemerintahan. Sejak itu,
situasi ekonomi dari Kibbutz menjadi
Pada dasarnya tujuan pertama pene- memburuk, wibawa mereka menurun
litian Rachel Dekel and Orit Nuttman- secara drastis, pendapatan mereka

Vol1 No2 Maret 2010 41


LANSKAP

Tujuan kedua penelitian adalah un-


tuk menguji hubungan antara hasil
patologi dan kesehatan dari serangan
yang terjadi pada dua tipe penduduk-
--secara spesifik lebih untuk menguji
asosiasi pengukuran antara stress pas-
ca trauma dan perkembangan pasca
trauma. Beberapa peneliti seperti
Updegraff, Taylor, Kemeny, & Wyatt
(2002) menyatakan bahwa stres dan
perkembangan adalah lawan yang te-
pat; semakin individu mengalami stres
dalam suatu peristiwa traumatis maka
menurun, dan mereka kehilangan hu-
pertumbuhannya akan semakin lam-
bungan sosial. Namun demikian, me-
bat. Namun, pada tahun 2005, Butt-
skipun terjadi peperangan, Kibbutzim
ler, dkk menemukan bahwa semakin
secara relatif masih mampu merajut
individu mengalami stres pasca trau-
atau bersatu dengan penduduk lain-
ma dilaporkan pertumbuhannya lebih
nya secara harmonis, dan tetap me-
tinggi.
melihara elemen di dalamnya berda-
sarkan pada ideologi suatu kelompok
Tujuan ketiga ingin mengetahui sum-
dan kebangsaan. Kibbutzim berbeda
bangsih dari terpaan, penilaian kogni-
dengan Sderot. Kibbutzim kurang
tif, dan cinta tanah air negara terhadap
makmur, namun kualitas kehidupan-
PTS dan PTG akibat serangan Qassam.
nya relatif tinggi, sekalipun tidak ada
Tingkatan terpaan, baik dalam hal pe-
pemandangan yang hijau dan indah.
perangan maupun dalam teror, secara
Tingkat pendidikannya dan aktivitas
berulang ditemukan dapat mempen-
budayanya baik, dan angka kriminali-
garuhi stres psikologis terhadap peris-
tas rendah.
tiwa traumatis, termasuk peperangan
Benyamin, dkk pernah melakukan
(Dekel, Solomon, Ginburg, & Neria,
penelitian pada tahun 2004. Diketa-
2003; Tucker, Pfefferbaum, Nixon, &
hui bahwa penduduk Kibbutz memi-
Dickson, 2000).
liki emosi yang lebih baik meskipun
Lazarus dan Folkman (1984) berargu-
di bawah kondisi yang penuh dengan
mentasi bahwa stresor-stresor dapat
tekanan daripada penduduk dari pen-
dipersepsi sebagai ancaman-ancaman
duduk lain. Namun yang ingin diketa-
atau tantangan-tantangan. Kecende-
hui lebih jauh apakah Kibbutzim masih
rungan kebanyakan individu merasa-
mampu menjaga kondisi psikologis di
kan situasi yang berbahaya sebagai an-
masa lalu.

42 Vol1 No2 Maret 2010


LANSKAP

caman. Jika hal ini yang dialami, maka pada komunitas tentara lebih rendah.
individu-individu ini akan semakin Hal ini dapat terjadi karena adanya so-
mengalami keadaan yang berbahaya; lidaritas dan kekompakkan yang tinggi,
sedangkan jika keadaan yang berba- dibandingkan dengan apabila tentara
haya dianggap sebagai suatu tantan- memiliki cinta tanah air lebih rendah
gan, maka keadaan yang berbahaya (Streiner & Neumann, 1987). Penemu-
akan semakin berkurang. Banyak pen- an baru-baru ini di Israel menunjuk-
elitian yang mendukung pernyataan kan suatu asosiasi antara cinta tanah
ini, termasuk dalam masalah pepe- air yang tinggi dengan tingkat keadaan
rangan (Solomon, Mikulinier, & Bran- berbahaya yang lebih rendah ketika
nen, 1989) dan terror (Piotrkowski & teror dialami secara terus menerus di
Brannen, 2002). Beberapa penelitian dalam suatu negara (Kovatz, Kutz, Ru-
juga menemukan bahwa ternyata ada bin, Dekel, & Shenkamn, 2006).
hubungan positif antara penilaian kog- Rachel Dekel and Orit Nuttman-Sh-
nitif dengan perkembangan (Armeli, wartz dalam penelitian ini mengam-
Gunthert, & Cohen, 2001; Cordova, bil sampel terdiri dari 134 penduduk
Cunningham, Carlson, & Andrykowski, dari Negev Barat; 67 tinggal di dua
2001). Kibbutzim dan 67 di Sderot dari kota
Cinta tanah air mengacu kepada pe- berkembang, di mana jender dan usia
rasaan individu untuk menjadi bagian kemudian dicocokkan. Kuesioner yang
dari kelompok (Newbrough & Chavis, terisi secara lengkap hanya 122 indi-
1986). Kelompok itu dapat berupa vidu, termasuk analisis dan gambaran.
tetangga, penduduk langsung, nega- Perbandingan menunjukkan bahwa
ra, beberapa kelompok atau tempat. tidak ada kelompok yang berbeda
Cinta tanah air dicirikan dengan per- secara signifikan di dalam usia, gen-
hatian, hubungan, loyalitas penduduk, der, negara kelahiran, status keluarga,
dan kepercayaan yang bersifat mutu- jumlah anak, laporan situasi ekonomi.
al di mana kebutuhan individu akan Hanya di atas setengah dari partisipan,
dipenuhi dengan adanya komitmen 53 persen, adalah laki-laki. Usia parti-
terhadap kelompok sebagai satu kese- sipan berkisar dari 18 tahun hingga 76
luruhan (Chavis, Hogge, McMillan, & tahun. Lebih dari setengah, 55 persen,
Wandersman, 1986). Manifestasi lain lahir di Israel. Enam puluh persen te-
dari cinta tanah air adalah memiliki lah menikah, 26 persen memiliki pen-
suatu harapan yang menetap terhadap dapatan di atas rata-rata, dan 21 per-
penduduk dan menganjurkan individu sen memiliki pendapatan rata-rata.
lain untuk bergabung dalam satu pen-
duduk (Itzhaky, 1995). Sebuah pene- Hasil dari penelitian ini adalah bahwa
muan menunjukkan bahwa nilai stres perbedaan signifikan ditemukan di da-
dengan kondisi adanya pertempuran lam pendidikan dan terpaan. Rata-rata

Vol1 No2 Maret 2010 43


LANSKAP

penduduk Kibbutz dilaporkan lebih berlangsung dengan baik. Calhoun


dari setahun mendapat pendidikan di dan Tedeschi (1998), menyatakan bah-
sekolah daripada penduduk Sderot. wa perkembangan adalah suatu hasil
Penduduk Kibbutz dilaporkan memili- psikologis akan peristiwa “yang ber-
ki terpaan yang lebih rendah terhadap kaitan dengan gempa bumi (seismic)”
Qassam daripada penduduk Sderot. yang ditunjang perjuangan dalam me-
lawan keadaan yang ada. Sejak peris-
Setelah Rachel Dekel and Orit Nutt- tiwa yang berkaitan dengan gempa,
man-Shwartz mendeskripsikan tujuan oleh alam, tekanan, tuntutan/hak,
penelitian, diketahui bahwa pada keadaan yang berbahaya secara aktual
penelitian pertama---yang menelaah dipandang sebagai suatu pemicu per-
perbandingan tingkat stress pasca tumbuhan. Sepanjang garis linier, But-
trauma dan perkembangan pasca ler, dkk (2005) memandang kunci stres
trauma, penduduk Sderot ternyata pasca trauma perlu dihindari tidak
mengalami stress pasca trauma yang hanya dalam penilaian keadaan yang
lebih besar daripada Kibbutz. Meski- berbahaya, tetapi perlu adanya pem-
pun Kibbutz tidak seindah, semakmur, buktian adanya usaha individu untuk
bahkan lebih banyak mengalami te- mengasimilasi dan mengakomodasi
kanan keadaan berbahaya dibanding- peristiwa traumatis.
kan dengan Sderot, namun ternyata Semakin serangan Qassam dipandang
penduduk Kibbutz mampu melakukan sebagai suatu hal yang mengancam,
perlawanan terhadap gangguan psiko- semakin besar stress pasca trauma.
logis dari teror. Namun demikian, per- Menurut teori Taylor mengenai adap-
bedaan keduanya dalam menghadapi tasi kognitif terhadap peristiwa (Tay-
tekanan relatif rendah. Hal ini dapat lor & Amor, 1996), penerimaan per-
terjadi dengan karena tembakan ber- kembangan pasca trauma merupakan
langsung terus menerus sepanjang suatu bentuk “ilusi positif” dari suatu
tahun. Artinya, mereka telah terbiasa fungsi adaptasi akan penyesuaian psi-
dengan keadaan yang penuh bahaya kologis. Persepsi tentang perkemban-
dan teror (Bleich, dkk, 2003). Ren- gan pasca trauma dimungkinkan un-
dahnya keadaan yang berbahaya juga tuk mempertinggi penilaian diri, dan
menggambarkan adanya ketabahan hal ini akan membantu dalam menga-
dan kemampuan dalam mengatasi tasi ancaman. Jadi, kita akan beranjak
ancaman terorisme dengan baik oleh pergi dari persepsi adanya suatu anca-
mayoritas penduduk. man dengan melakukan persepsi per-
Jika hal di atas cenderung dilakukan kembangan. Bagaimanapun, karena
pada setiap keadaan yang penuh trau- penilaian ancaman adalah karakter
ma, maka tidak menutup kemungki- delusi (khayalan), penilaian akan ada-
nan bahwa perkembangan akan tetap nya ancaman menyebabkan keadaan

44 Vol1 No2 Maret 2010


LANSKAP

yang berbahaya menjadi lebih tinggi. nya rasa cinta tanah air. Cinta tanah
air ternyata mampu mengurangi stres
Ditemukan bahwa cinta tanah air ada- pasca trauma anggota Kibbutz (diban-
lah sumber untuk mengurangi keada- dingkan dengan penduduk Sderot).
an yang berbahaya pasca trauma. Di Temperamen yang ada di antara pen-
samping itu, perkembangan (positif) duduk Sderot memberi kontribusi pe-
pasca trauma dapat semakin mening- nilaian kognitif akan adanya ancaman,
kat. Hal ini tidak terlepas dari peran sehingga penduduk mengalami stres
perjuangan lingkungan sosial di dalam pasca trauma.
mengatasi masalah teror.
Cinta tanah air pada penduduk Kib-
Hasil penemuan bahwa cinta tanah butz dibuktikan dengan adanya ko-
air adalah sumber untuk mengurangi mitmen yang bersifat mutual antara
keadaan yang berbahaya pasca trau- satu dengan lainnya, dan membangun
ma. Di samping itu, perkembangan komitmen serta mempertahankan ne-
(positif) pasca trauma dapat semakin gara sesuai dengan ideologi Kibbutz.
meningkat. Hal ini tidak terlepas dari Penemuan serupa dari penelitian
peran perjuangan lingkungan sosial di terdahulu menunjukkan bahwa cinta
dalam mengatasi masalah teror. Pen- tanah air mengurangi keadaan yang
duduk membantu mengatasi perma- berbahaya siswa-siswa Israel, bila di-
salahan individu yang mengalami stres bandingkan dengan keadaan berba-
dengan menghindari pengisolasian, haya yang dialami rekan Yahudi Ame-
meminimalisasi penderitaan, dan rika (Kovatz, dkk, 2006).
mendukung percepatan penyembu-
han. Penduduk juga dapat memberi- Demikianlah, kita dapat memahami
kan kontribusi penting dalam konteks bahwa ternyata cinta tanah air yang
persiapan mengatasi masalah terkait kuat mampu melahirkan mental yang
ancaman terorisme ke depan. Suatu sehat, meskipun dalam keadaan yang
penduduk dapat menjadi sumber dan penuh dengan bahaya dan tekanan.
rencana untuk tindakan ke depan,
yang akan dapat mengurangi ketaku-
tan individu (Maguen, dkk, 2008).

Hasil penelitian menemukan bahwa


cinta tanah air memberikan kontribusi
terhadap stres dan perkembangan
pasca trauma. Pada kota Kibbutz, di-
ketahui tingkatan stress lebih rendah
dari Sderot. Hal ini dikarenakan ada-

Vol1 No2 Maret 2010 45


LANSKAP

Stres Pasca-Trauma dapat


diderita pada orang-orang
yang pernah mengalami
peristiwa mengerikan.
Namun bagaimana
seseorang dapat
didiagnosis memiliki PTSD?
Tidak semua orang yang
mengalami pengalaman
traumatis juga memiliki
PTSD. Apa sebenarnya
PTSD? Siapa saja yang
rentan terkena PTSD?
Bagaimana gejala-gejala
yang muncul? Apa saja
cara penanganan PTSD?
Dan apa dampak lain
dari peristiwa traumatis
Apakah itu PTSD ? seperti bencana alam
Meilisha Djati Arum pada penyedia layanan
kesehatan? Berikut ini
adalah penjelasannya.

P
eristiwa buruk yang mengerikan tidak
pernah kita harapkan untuk menimpa pada Apa itu Post-Traumatic
diri kita atau orang terdekat kita, seperti Stress Disorder (PTSD)
tsunami Aceh pada 2004 atau konflik di Maluku atau Gangguan Stres
pada 1999. Namun kita tidak ada daya untuk Pasca-Trauma?
meramalkan kapan bencana atau peristiwa buruk PTSD adalah gangguan
akan terjadi. Kecelakaan, bencana alam, berada kecemasan yang
dalam situasi konflik atau peristiwa berbahaya didapatkan seseorang atau
dan traumatis lainnya akan menimbulkan rasa beberapa orang setelah
takut, sedih, cemas, stres, dan trauma pada melihat atau mengalami
orang yang mengalaminya. Perasaan-perasaan langsung peristiwa yang
yang muncul seperti itu adalah hal yang wajar berbahaya.
terjadi pada orang yang mengalami peristiwa Ketika dalam bahaya,
berbahaya atau mengerikan. Perasaan-perasaan wajar apabila merasa
tersebut menjadi tidak wajar dan menjadi takut. Ketakutan ini dalam
gangguan mental apabila terjadi berkelanjutan. sepersekian detik memicu
Post-Traumatic Stress Disorder atau Gangguan banyak perubahan

46 Vol1 No2 Maret 2010


LANSKAP

pada tubuh untuk mempersiapkan kencang atau berkeringat


pertahanan atau menghindari bahaya. • Mimpi buruk
Respons “fight or flight” (bertahan • Pikiran-pikiran yang
atau menghindar) adalah reaksi yang mengerikan.
sehat dimaksudkan untuk melindungi Gejala-gejala mengalami-kembali
seseorang dari bahaya. Tapi dalam dapat menimbulkan masalah
PTSD, reaksi ini akan berubah atau dalam rutinitas harian seseorang.
rusak. Orang yang memiliki PTSD Hal ini dapat dimulai dari pikiran
mungkin merasa stres atau takut dan perasaan orang itu sendiri.
bahkan ketika mereka tidak lagi dalam Kata-kata, benda, atau situasi
bahaya. yang mengingatkan peristiwa
tersebut juga dapat memicu
Siapa yang mengalami PTSD? mengalami-kembali.
Siapapun dapat menderita PTSD pada 2. Gejala menghindar (avoidance):
usia berapa pun. Ini termasuk veteran • Menjauhi tempat, kejadian,
perang dan korban yang selamat dari atau benda-benda yang
serangan fisik dan seksual, pelecehan, mengingatkan pengalaman
kecelakaan, bencana, dan banyak ke- buruk tersebut
jadian-kejadian serius lainnya. • Merasa mati rasa secara
Tidak semua orang dengan PTSD te- emosional
lah melalui peristiwa yang berbahaya. • Merasakan rasa bersalah yang
Beberapa orang mendapatkan PTSD besar, depresi, atau khawatir
setelah seorang teman atau anggota • Kehilangan minat dalam
keluarga mengalami bahaya atau pe- kegiatan-kegiatan yang
ristiwa yang merusak. Kematian se- menyenangkan di masa lalu
seorang yang dicintai secara tiba-tiba • Memiliki kesulitan mengingat
dan tak terduga juga dapat menyebab- peristiwa yang berbahaya.
kan PTSD. Hal-hal yang mengingatkan
seseorang tentang peristiwa
Apa saja gejala PTSD? traumatik dapat memicu
PTSD dapat menyebabkan banyak ge- gejala penghindaran. Gejala-
jala. Gejala-gejala ini dapat dikelom- gejala ini dapat menyebabkan
pokkan menjadi tiga kategori: seseorang untuk mengubah
1. Gejala mengalami-kembali (re- rutinitas pribadinya. Misalnya,
experiencing): setelah kecelakaan mobil yang
• Kilas balik—menghidupkan parah, orang yang biasanya
kembali trauma berulang kali, mengemudikan mobil mungkin
termasuk gejala-gejala fisik akan menghindari mengemudi
seperti jantung berdegup atau naik mobil.

Vol1 No2 Maret 2010 47


LANSKAP

3. Gejala hyperarousal: belajar cara menggunakan toilet


• Menjadi mudah kaget sebelumnya
• Merasa tegang • Melupakan bagaimana atau tidak
• Memiliki kesulitan tidur, dan/ mampu berbicara
atau memiliki ledakan marah. • Bertindak seperti peristiwa yang
menakutkan selama jam istirahat
Gejala hyperarousal biasanya • Menjadi sangat lekat dengan orang
konstan, bukannya dipicu oleh hal-hal tua atau orang dewasa lainnya.
yang mengingatkan salah satu dari
peristiwa traumatik. Gejala-gejala ini Anak-anak dan remaja yang lebih tua
dapat membuat seseorang merasa biasanya menunjukkan gejala seperti
tertekan dan marah. Gejala-gejala ini yang terlihat pada orang dewasa. Me-
dapat membuat sulit untuk melaku- reka mungkin juga mengembangkan
kan tugas-tugas sehari-hari, seperti perilaku disruptif, tidak hormat, atau
tidur, makan, atau berkonsentrasi. perilaku destruktif. Anak-anak dan re-
Merupakan hal yang wajar memiliki maja mungkin merasa bersalah karena
beberapa gejala ini setelah peristi- tidak mencegah cedera atau kemati-
wa yang berbahaya. Kadang-kadang an. Mereka mungkin juga punya piki-
orang memiliki gejala yang sangat ran untuk membalas dendam.
serius menghilang setelah beberapa
minggu. Hal ini disebut gangguan stres Bagaimana PTSD terdeteksi?
akut, atau acute stress disorder (ASD). Seseorang yang memiliki pengalaman
Bila gejala berlangsung lebih dari be- membantu orang dengan penyakit
berapa minggu dan menjadi masalah mental, seperti psikiater atau psikolog
yang berkelanjutan, gejala ini mungkin dapat mendiagnosis PTSD.
PTSD. Beberapa orang dengan PTSD Untuk dapat didiagnosis dengan PTSD,
tidak menunjukkan gejala selama be- seseorang harus memiliki semua geja-
berapa minggu atau bulan. la berikut ini untuk sekurang-kurang-
nya 1 bulan:
Apakah anak bereaksi secara • Setidaknya ada satu gejala menga-
berbeda daripada orang lami-kembali (re-experiencing)
dewasa? • Sekurang-kurangnya tiga gejala
Anak-anak dan remaja dapat memiliki penghindaran (avoidance)
reaksi yang ekstrim terhadap trauma, • Paling tidak dua gejala hyperarou-
namun gejala mereka mungkin tidak sal
sama dengan orang dewasa. Pada • Gejala yang membuatnya sulit
anak-anak yang masih sangat muda, untuk menjalani kehidupan sehari-
gejala-gejala ini dapat termasuk: hari, pergi ke sekolah atau bekerja,
• Mengompol, ketika mereka sudah baik dengan teman-teman, dan

48 Vol1 No2 Maret 2010


LANSKAP

mengurus tugas- Faktor risiko untuk PTSD dalam menghadapi


tugas penting. meliputi: bahaya
• Mengalami peris- • Memiliki strategi
Mengapa beberapa tiwa berbahaya dan menghadapi atau
orang mengalami trauma cara melewati peris-
PTSD dan yang • Mempunyai sejarah tiwa buruk dan be-
lainnya tidak? penyakit mental lajar dari hal tersebut
Penting untuk diingat • Terluka • Mampu bertindak
bahwa tidak semua • Melihat orang-orang dan merespons se-
orang yang mengalami yang terluka atau cara efektif meskipun
peristiwa yang terbunuh merasa takut.
berbahaya terkena • Merasa ngeri, tidak
PTSD. Bahkan, sebagian berdaya, atau ketaku- Para peneliti sedang
besar tidak akan terkena tan yang ekstrim mempelajari pentingnya
gangguan ini. • Memiliki sedikit atau berbagai faktor risiko
tidak ada dukungan dan ketahanan. Dengan
Banyak faktor yang sosial setelah peris- studi yang lebih banyak,
memainkan peranan tiwa terjadi maka memungkinkan
dalam apakah seseorang • Berurusan dengan suatu hari nanti untuk
akan terkena PTSD. stres tambahan memprediksi siapa yang
Beberapa di antaranya setelah peristiwa, akan terkena PTSD dan
adalah faktor risiko yang seperti kehilangan mencegahnya.
membuat seseorang orang yang dicintai,
lebih mungkin untuk rasa sakit dan cedera, Bagaimana PTSD
terkena PTSD. Faktor- atau kehilangan pe- disembuhkan?
faktor lain, yang disebut kerjaan atau rumah. Perawatan utama bagi
faktor ketahanan Faktor ketahanan yang orang-orang dengan
(resilience factors), dapat mengurangi risiko PTSD adalah psikoterapi
dapat membantu PTSD meliputi: (terapi “berbicara”),
mengurangi risiko • Mencari dukungan obat-obatan, atau
gangguan ini. Beberapa dari orang lain, keduanya. Setiap orang
dari faktor-faktor risiko seperti teman-teman berbeda, sehingga
dan ketahanan yang ada dan keluarga pengobatan yang
sebelum trauma dan • Menemukan kelom- bekerja untuk satu orang
lain-lain menjadi penting pok pendukung mungkin tidak bekerja
selama dan setelah setelah peristiwa bagi orang lain. Penting
peristiwa traumatik. traumatik bagi siapa pun dengan
• Merasa baik tentang PTSD harus dirawat
tindakan sendiri oleh penyedia layanan

Vol1 No2 Maret 2010 49


LANSKAP

kesehatan jiwa yang biasanya berlangsung hadap trauma yang


berpengalaman dengan 6-12 minggu, tetapi mereka alami dalam
PTSD. Beberapa orang dapat berlangsung cara yang aman.
dengan PTSD perlu untuk lebih lama. Penelitian Menggunakan imajeri
mencoba perawatan menunjukkan bahwa mental, menulis, atau
yang berbeda untuk dukungan dari keluarga kunjungan ke tempat
menemukan apa yang dan teman-teman dapat peristiwa terjadi.
bekerja untuk gejala menjadi bagian penting Terapis menggunakan
mereka. dari terapi. cara-cara ini untuk
membantu orang-
Jika seseorang dengan Banyak jenis psikoterapi orang dengan PTSD
PTSD mengalami trauma dapat membantu orang mengatasi perasaan
yang berkelanjutan, dengan PTSD. Bebera- mereka.
seperti berada dalam pa jenis menargetkan • Restrukturisasi
sebuah hubungan secara langsung geja- kognitif (cognitive
yang penuh kekerasan, la PTSD. Terapi lainnya restructuring). Terapi
maka kedua masalah berfokus pada sosial, ini membantu orang
tersebut perlu diobati. keluarga, atau masalah memahami kenangan
Masalah-masalah lain yang berkaitan dengan buruk. Terkadang
yang berkelanjutan pekerjaan. Terapis dapat orang mengingat
dapat termasuk menggabungkan terapi peristiwa secara
gangguan panik, depresi, berbeda-beda tergan- berbeda daripada
penyalahgunaan obat, tung pada kebutuhan bagaimana hal itu
dan merasa ingin bunuh masing-masing orang. terjadi. Mereka mun-
diri. Salah satu terapi yang gkin merasa bersalah
membantu disebut te- atau malu tentang
Psikoterapi rapi perilaku kognitif, apa yang bukan
Psikoterapi bagi PTSD atau cognitive behavio- kesalahan mereka.
adalah terapi “berbicara”. ral therapy (CBT). Ada Terapis membantu
Maksudnya melibatkan beberapa bagian untuk orang dengan PTSD
berbicara dengan CBT, termasuk: melihat apa yang ter-
seorang profesional • Terapi eksposur jadi dalam cara yang
kesehatan mental (exposure therapy). realistis.
untuk menyembuhkan Terapi ini membantu • Pelatihan stres
penyakit mental. orang menghadapi inokulasi (stress
Psikoterapi dapat terjadi dan mengontrol inoculation training).
secara diadik atau dalam ketakutan mereka. Terapi ini mencoba
kelompok. Perawatan Terapi ini memperli- untuk mengurangi
terapi bicara untuk PTSD hatkan mereka ter- gejala PTSD dengan

50 Vol1 No2 Maret 2010


LANSKAP

mengajari orang bagaimana untuk Perawatan setelah trauma


mengurangi kecemasan. Seperti re- massal
strukturisasi kognitif, perawatan ini Kadang-kadang banyak orang yang
membantu orang melihat memori dipengaruhi oleh peristiwa yang
mereka dengan cara yang sehat. sama. Sebagai contoh, banyak orang
yang membutuhkan bantuan setelah
Jenis perawatan lain juga dapat gempa-tsunami Aceh pada 2004.
membantu orang-orang dengan PTSD. Kebanyakan orang akan memiliki
Orang dengan PTSD harus berbicara gejala PTSD dalam beberapa minggu
tentang semua pilihan perawatan pertama setelah peristiwa seperti ini.
dengan terapis mereka. Hal ini adalah normal dan respon yang
diharapkan terhadap trauma yang
Bagaimana Terapi Bicara serius, dan bagi kebanyakan orang,
Membantu Orang Mengatasi umumnya gejala berkurang seiring
PTSD dengan waktu. Kebanyakan orang
Terapi bicara mengajari orang cara- dapat dibantu dengan dukungan
cara yang bermanfaat untuk bereaksi dasar, seperti:
terhadap peristiwa-peristiwa menaku- • Memperoleh tempat yang aman
tkan yang memicu gejala PTSD me- • Menemui dokter jika terluka
reka. Berdasarkan tujuan umum ini, • Mendapatkan makanan dan air
berbagai jenis terapi dapat berupa: • Menghubungi orang-orang tercinta
• Ajarkan tentang trauma dan dam- atau teman-teman
paknya. • Belajar apa yang sedang dilakukan
• Gunakan relaksasi dan keterampi- untuk membantu.
lan pengendalian amarah. Tetapi beberapa orang tidak menjadi
• Sediakan tips untuk tidur lebih lebih baik pada diri mereka sendiri. Se-
baik, diet, dan kebiasaan berolah- buah studi pada penyintas dari Badai
raga. Katrina menemukan bahwa, seiring
• Membantu orang mengidentifi- waktu, semakin banyak orang yang
kasi dan mengatasi rasa bersalah, memiliki masalah dengan PTSD, de-
malu, dan perasaan lain tentang presi, dan gangguan-gangguan mental
peristiwa tersebut. yang berhubungan. Pola ini berbe-
• Fokus pada mengubah bagaimana da dengan pemulihan dari bencana
orang bereaksi terhadap gejala alam lainnya, di mana jumlah orang
PTSD mereka. Sebagai contoh, yang memiliki masalah kesehatan
terapi membantu orang-orang mental secara bertahap berkurang.
mengunjungi tempat-tempat dan Ketika masyarakat mencoba untuk
orang-orang yang mengingatkan membangun kembali setelah trauma
trauma. massal, orang dapat mengalami stres

Vol1 No2 Maret 2010 51


LANSKAP

yang berkelanjutan dari kehilangan Trauma Massal Mempengaruhi


pekerjaan dan sekolah, dan kesulitan Rumah Sakit dan Penyedia
membayar tagihan, menemukan peru- Lainnya
mahan, dan mendapatkan perawatan Rumah sakit, sistem perawatan ke-
kesehatan. Keterlambatan ini dalam sehatan, dan penyedia layanan ke-
pemulihan masyarakat pada gilirannya sehatan juga dipengaruhi oleh trauma
dapat menunda pemulihan dari PTSD. massal. Jumlah orang yang membu-
tuhkan bantuan fisik dan psikologis
Dalam beberapa minggu pertama dengan segera mungkin terlalu berat
setelah trauma massal, versi singkat bagi sistem kesehatan untuk menan-
CBT dapat membantu pada beberapa ganinya. Beberapa pasien mungkin
orang yang memiliki distress berat. tidak menemukan bantuan ketika
Terkadang perawatan lain digunakan, mereka membutuhkannya karena ru-
namun efektivitasnya tidak diketahui. mah sakit tidak punya cukup staf atau
Sebagai contoh, ada minat yang tum- persediaan. Dalam beberapa kasus,
buh dalam sebuah pendekatan yang penyedia layanan kesehatan itu sen-
disebut pertolongan pertama psikolo- diri mungkin berjuang untuk memu-
gis (psychological first aid). Tujuan dari lihkan diri juga.
pendekatan ini adalah untuk mem- Studi yang dilakukan oleh para ilmu-
buat orang merasa aman dan aman, wan National I Mental Health meneliti
menghubungkan orang-orang kepa- pada masalah ini. Sebagai contoh, para
da pelayanan kesehatan dan sumber peneliti menguji bagaimana membe-
daya lainnya, dan mengurangi reaksi rikan terapi kognitif behavioral (CBT)
stres. Ada panduan-panduan untuk dan perawatan lainnya menggunakan
melakukan perawatan, namun para telepon dan internet. Dalam sebuah
ahli belum tahu apakah itu membantu studi, orang-orang dengan PTSD ber-
mencegah atau mengobati PTSD. temu dengan seorang ahli terapi un-
Dalam sesi tunggal pembekalan psiko- tuk mempelajari tentang gangguan,
logis (psychological debriefing), jenis membuat daftar hal-hal yang memicu
lain dari perawatan trauma massal, gejala mereka, dan mempelajari cara-
penyintas berbicara tentang peristiwa cara dasar untuk mengurangi stres.
dan mengungkapkan perasaan mereka Setelah pertemuan ini, partisipan da-
secara diadik atau dalam kelompok. pat mengunjungi situs Web dengan
Studi-studi menunjukkan bahwa tidak lebih banyak informasi tentang PTSD.
mungkin untuk mengurangi bahaya Peserta dapat menyimpan log gejala
atau risiko untuk PTSD, dan mungkin mereka dan melatih keterampilan
sebenarnya meningkatkan distres dan mengatasi gejala. Secara keseluruhan,
risiko PTSD. para peneliti menemukan perawatan
berbasis internet membantu mengu-

52 Vol1 No2 Maret 2010


LANSKAP

rangi gejala PTSD dan depresi. Efek ini


berlangsung setelah perawatan ber-
akhir.
Peneliti akan melakukan penelitian Calon Kriteria
lebih lanjut untuk mengetahui apa-
kah pendekatan lain untuk terapi se- Baru Diagnosis
macam itu dapat membantu setelah PTSD
trauma masal.
Sumber: http://www.dsm5.
Upaya apa yang sedang org/ProposedRevisions/Pages/
dilakukan untuk meningkatkan proposedrevision.aspx?rid=165

deteksi dan pengobatan PTSD?


Para peneliti telah belajar banyak da-
lam dekade terakhir tentang rasa tak- Posttraumatic Stress
ut, stres, dan PTSD. Ilmuwan mereka Disorder*
juga belajar tentang bagaimana orang-
orang membentuk memori. Hal ini A. The person was exposed to
penting karena menciptakan memori the following event(s): death
yang berkaitan dengan rasa takut yang or threatened death, actual or
tampaknya merupakan bagian utama threatened serious injury, or actual
dari PTSD. Para peneliti juga menggali or threatened sexual violation, in
bagaimana orang dapat menciptakan one or more of the following ways:**
memori ”keamanan” untuk menggan- 1. Experiencing the event(s) him/
tikan memori buruk yang terbentuk herself
setelah trauma. 2. Witnessing the event(s) as they
occurred to others
* Disadur dari: http://www.nimh.nih.gov/
3. Learning that the event(s)
health/publications/post-traumatic-stress-
disorder-ptsd/ occurred to a close relative or
close friend
4. Experiencing repeated or
extreme exposure to aversive
details of the event(s) (e.g., first
responders collecting body parts;
police officers repeatedly exposed
to details of child abuse)

Vol1 No2 Maret 2010 53


LANSKAP

NOTE: Witnessing or exposure to distress at exposure to internal or


aversive details does not include events external cues that symbolize or
that are witnessed only in electronic resemble an aspect of the traumatic
media, television, movies or pictures, event(s)
unless this is part of a person’s vocational 5. Marked physiological reactions to
role. Exposure to aversive details of reminders of the traumatic event(s)
death applies only to unnatural death.
C. Persistent avoidance of stimuli
B. Intrusion symptoms that are associated associated with the traumatic event(s)
with the traumatic event(s) (that (that began after the traumatic event(s)),
began after the traumatic event(s)), as as evidenced by efforts to avoid 1 or more
evidenced by 1 or more of the following: of the following:
1.Spontaneous or cued recurrent, 1. Thoughts, feelings, or physical
involuntary, and intrusive distressing sensations that arouse recollections of
memories of the traumatic event(s). the traumatic event(s)
Note: In children, repetitive play may 2. Activities, places, physical reminders,
occur in which themes or aspects of or times (e.g., anniversary reactions)
the traumatic event(s) are expressed. that arouse recollections of the
2. Recurrent distressing dreams in traumatic event(s)
which the content and/or affect of the 3. People, conversations, or
dream is related to the event(s). Note: interpersonal situations that arouse
In children, there may be frightening recollections of the traumatic event(s)
dreams without recognizable content.
*** D. Negative alterations in cognitions
3. Dissociative reactions (e.g., and mood that are associated with
flashbacks) in which the individual the traumatic event(s) (that began or
feels or acts as if the traumatic worsened after the traumatic event(s)), as
event(s) were recurring (Such evidenced by 3 or more of the following:
reactions may occur on a continuum, Note: In children, as evidenced by 2 or
with the most extreme expression more of the following:****
being a complete loss of awareness 1. Inability to remember an important
of present surroundings.) Note: In aspect of the traumatic event(s)
children, trauma-specific reenactment (typically dissociative amnesia; not due
may occur in play. to head injury, alcohol, or drugs).
4. Intense or prolonged psychological 2. Persistent and exaggerated negative

54 Vol1 No2 Maret 2010


LANSKAP

expectations about one’s self, others, F. Duration of the disturbance (symptoms


or the world (e.g., “I am bad,” “no in Criteria B, C, D and E) is more than one
one can be trusted,” “I’ve lost my soul month.
forever,” “my whole nervous system
is permanently ruined,” "the world is G. The disturbance causes clinically
completely dangerous"). significant distress or impairment in social,
3. Persistent distorted blame of occupational, or other important areas of
self or others about the cause or functioning.
consequences of the traumatic event(s)
4. Pervasive negative emotional state Specify if:
-- for example: fear, horror, anger, guilt, With Delayed Onset: if diagnostic threshold
or shame is not exceeded until 6 months or more
5. Markedly diminished interest or after the event(s) (although onset of some
participation in significant activities. symptoms may occur sooner than this).
6. Feeling of detachment or  
estrangement from others. * Developmental manifestions of PTSD
7. Persistent inability to experience are still being developed. The term
positive emotions (e.g., unable to have ‘developmental manifestation’ in DSM-V
loving feelings, psychic numbing) refers to age-specific expressions of one
or another criteria that is used to make a
diagnosis across age groups.
E. Alterations in arousal and reactivity
** For children, inclusion of loss of a
that are associated with the traumatic parent or other attachment figure is being
event(s) (that began or worsened after considered.
the traumatic event(s)), as evidenced *** An alternative is to retain the DSM-IV
by 3 or more of the following: Note: In criterion
children, as evidenced by 2 or more of the **** The optimal number of required
following:**** symptoms for both adults and children will
1. Irritable, angry, or aggressive behavior be further examined with empirical data
2. Reckless or self-destructive behavior
3. Hypervigilance
4. Exaggerated startle response
5. Problems with concentration
6. Sleep disturbance -- for example,
difficulty falling or staying asleep, or
restless sleep.

Vol1 No2 Maret 2010 55


PSIKOLOGI BENCANA

PTSD
(Post Traumatic
Stress Disorder)
Pasca Gempa Jogja
Leila Fatmasari, S.Psi

B
encana, sesuatu yang akrab mengakibatkan penderitaan manusia
pada kehidupan masyarakat dan kerugian material yang besar.
Indonesia beberapa tahun Sedangkan menurut Kamus Besar
belakangan. Hampir seluruh wilayah Bahasa Indonesia (KBBI), bencana
di Indonesia pernah merasakan berarti sesuatu yang menyebabkan
bencana. Menurut WHO, bencana (menimbulkan) kesusahan, kerugian,
adalah peristiwa atau kejadian pada atau penderitaan.
suatu daerah yang mengakibatkan
kerusakan lingkungan, kerugian Berdasarkan faktor penyebabnya
fisik dan non-fisik pada kehidupan bencana dikategorikan menjadi dua
manusia, seperti memburuknya jenis yaitu bencana alam (natural
kesehatan dan pelayanan kesehatan disaster); seperti banjir, tanah longsor,
yang bermakna sehingga memerlukan gempa bumi, tsunami, gunung berapi,
bantuan luar biasa dari pihak lain. kekeringan, dan angin puting beliung,
UNHCR mendefinisikan bencana serta bencana yang disebabkan oleh
sebagai peristiwa atau kejadian manusia (human-caused disasters);
berbahaya pada suatu daerah yang seperti terorisme, kecelakaan

56 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI BENCANA

transportasi, kecelakaan industri, dan sekitarnya menyebabkan


dan perang. Salah satu bencana alam bangunan dan infrastruktur hancur
yang dialami di beberapa daerah di luluh lantak dan jaringan komunikasi
Indonesia beberapa tahun belakangan putus untuk Yogyakarta dan Bantul.
ini adalah gempa bumi (earth quake). Korban tewas berasal dari berbagai
Daerah yang pernah mengalami wilayah di DIY, seperti Kota Yogyakarta,
gempa bumi cukup parah adalah Pulau Sleman, Kulon Progo, dan Gunung
Jawa; salah satunya Daerah Istimewa Kidul. Korban tewas juga berasal
Yogyakarta. dari Klaten dan Boyolali. Isu tsunami
menyebabkan kepanikan warga,
Kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga lalu lintas kacau, kecelakaan
dan Jawa Tengah   diguncang gempa banyak terjadi, dan berakibat
bumi berkekuatan 5,8 Skala Richter, menambah jumlah korban. Rumah
pada hari Sabtu, tanggal 27 Mei 2006, Sakit baik milik pemerintah maupun
pukul 05.55 WIB. Setelah gempa itu, swasta penuh korban meninggal
Gunung Merapi mengeluarkan awan dan luka-luka hingga tidak dapat lagi
panas raksasa. BMG Departemen menampung dan korban terpaksa
Perhubungan mencatat gempa ditempatkan di selasar dan halaman.
berkekuatan 5,8 SR pada kedalaman Warga kesulitan mendapatkan
60 Km, 49 Km di selatan Yogyakarta. makanan. Warga panik karena adanya
Sedangkan BMG Amerika mencatat isu tsunami dan gempa susulan yang
6,1 SR pada kedalaman 17,1 Km, 25 Km lebih besar. Warga merasa takut
di selatan Yogyakarta (Kompas, 27 Mei akibat gempa besar yang belum
2006). Menurut keterangan Suharjono, pernah mereka alami sebelumnya.
Kepala Pusat Gempa Nasional BMG, Warga tidak berani masuk rumah dan
perbedaan ini dikarenakan perbedaan sempat panik saat isu gempa terlebih
gelombang yang diukur. Namun, jika saat gempa susulan dirasakan.
dikonversikan hasilnya ekuivalen. Meskipun diguyur hujan deras, warga
Menurut Amin Widodo, Ketua Pusat memilih untuk tidur di luar rumah
Studi Bencana ITS, Gempa Jogja dengan alas tikar atau tenda seadanya
disebabkan tumbukan lempengan karena mereka masih takut terjadi
tektonik samudera Hindia dengan gempa. “Mau bagaimana lagi, saya
lempeng benua Asia dan merupakan masih takut gempa lagi,” tutur RP,
gempa siklus 20 tahunan yang sifatnya salah seorang warga yang bersama
tidak dapat diperkirakan. Gempa keluarganya tidur di teras rumah
ini dapat memicu aktivitas Gunung meskipun rumahnya tidak rusak.
Merapi. Warga berinisiatif meminta bantuan
di tepi jalan karena bantuan dari
Gempa di Daerah Istimewa Yogyakarta pemerintah pusat maupun daerah

Vol1 No2 Maret 2010 57


PSIKOLOGI BENCANA

belum sampai. Mereka mendirikan biasanya menghilang dalam


tenda-tenda di pinggir jalan karena beberapa jam atau hari.
rumah mereka roboh atau retak. - Dampak jangka panjang (gejala
muncul setelah tiga bulan
Dampak bencana bagi korban selamat hingga satu tahun setelah
(survivor) dapat terdiri dari: bencana), yaitu Post Traumatic
1. Dampak Fisik Stress Disorder (PTSD).
Kerusakan dan kerugian materi
(kerusakan bangunan rumah, Dampak psikologis pada survivor
sekolah, rumah sakit, jalan raya, gempa Jogja bertambah dengan
dan sebagainya). adanya tekanan dari luar, seperti
2. Dampak Sosial-Ekonomi kemunculan orang-orang asing
- Terputusnya silaturahmi yang ingin melihat-lihat kondisi
karena kematian, perpisahan, daerah dan korban gempa
pengucilan, dan kehilangan atau yang biasa dikatakan
lainnya. Hancurnya keluarga sebagai ”wisata bencana” yang
dan komunitas, kerusakan pada menambah rasa takut karena
nilai-nilai sosial dan hancurnya khawatir terhadap tindakan
fasilitas umum (pasar, balai penjarahan, kondisi pengungsian
desa) maupun fasilitas sosial yang tidak kondusif, informasi
(tempat ibadah, sekolah, dan yang simpang-siur dan tidak
sebagainya). dapat dipertanggungjawabkan,
- Kehilangan status sosial, posisi, kekecewaan terhadap janji-janji
dan peran dalam masyarakat pemerintah yang tidak ditepati,
- Kehilangan sumber penghasilan. dan juga kecemasan terhadap
3. Dampak Psikologis masa depan.
Dampak Psikologis itu pada
prinsipnya ada dua, yaitu: Survivor gempa Jogja terdiri dari
- Dampak jangka pendek (gejala berbagai tingkatan usia, mulai dari
muncul pada periode satu bulan bayi, anak-anak hingga lanjut usia.
setelah bencana), yaitu Acute Mereka menunjukkan respon yang
Stress Disorder (ASD). ASD berbeda-beda. Ada yang dapat
merupakan suatu gangguan menerimanya dengan ikhlas dan
sementara yang cukup parah lapang dada, ada pula yang merasa
yang terjadi pada seseorang takut dan trauma. Gejala reaksi stress
tanpa adanya gangguan jiwa dapat terjadi setelah peristiwa atau
lain yang nyata, sebagai respon beberapa hari bahkan beberapa bulan
terhadap stres fisik maupun setelah gempa. Berikut adalah gejala
mental yang luar biasa dan yang perilaku yang mengindikasikan adanya

58 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI BENCANA

dampak psikologis setelah bencana, • Anak merasa cemas dan


berdasarkan tingkatan usia, yang sedih, namun tidak ingin
nampak pada survivor gempa Jogja membicarakan perasaan
berdasarkan hasil studi Crisis Recovery tersebut
Center Fakultas Psikologi UGM: • Menjadi tidak peduli terhadap
1. Bayi (0-2 tahun) orang lain dan apa yang terjadi
Karena belum memiliki di sekitarnya
kemampuan bicara yang baik, bayi • Ingin selalu dekat dengan
belum bisa menceritakan perasaan orang dewasa.
dan pengalaman mereka. Gejala- • Merasa sedih dan kehilangan,
gejala yang biasanya ditunjukkan khawatir akan kehilangan lagi.
oleh bayi antara lain: • Merasa kesepian dan
• Sering mengalami ketakutan kehilangan kepercayaan diri.
dalam berbagai situasi • Merasa lemas, kurang
• Ketakutan saat berada dalam bersemangat, kurang nafsu
situasi khusus, misalnya berada makan, sakit kepala, sakit
dalam lingkungan yang ramai. di seluruh tubuh dan detak
• Mengalami gangguan tidur, jantung menjadi cepat.
sulit untuk ditidurkan, atau • Masalah tidur seperti mimpi
tidur tidak nyenyak, mudah buruk, mudah terbangun.
terbangun. • Gelisah, tidak dapat duduk
• Bayi tidak mau lepas dari ibu tenang.
atau pengasuhnya • Kembali mengompol
• Bayi tidak menunjukkan • Perubahan pada kegiatan
ekspresi sedih, senang, dan belajar, karena sulit
takut berkonsentrasi. Seperti
2. Anak Menolak untuk kembali
Beberapa masalah mental dan bersekolah.
emosional yang bisa ditemui pada • Kehilangan minat terhadap
anak-anak yang menjadi korban permainan atau kegiatan yang
bencana adalah sebagai berikut: biasa dilakukan.
• Sering memikirkan peristiwa • Anak-anak menjadi
traumatis, yang pernah memberontak, hiperaktif,
disaksikan atau dialaminya. dan sulit diatur, padahal
• Sangat takut mendekati sebelumnya mereka tidak
tempat-tempat tertentu seperti itu.
dimana anak mengalami • Anak tidak mempercayai orang
bencana, misalnya takut masuk lain lagi karena merasa orang
rumah. tua atau orang dewasa lainnya

Vol1 No2 Maret 2010 59


PSIKOLOGI BENCANA

tidak bisa melindungi mereka. (sering panas dingin)


• Memiliki keraguan terhadap • Tekanan darah meningkat dan
masa depan. jantung berdebar
3. Remaja dan Dewasa d. Cara Berpikir
a. Kondisi emosi • Was-was yang berlebihan
• Munculnya perasaan • Teringat peristiwa bencana
khawatir (yang berlebih) akan yang telah terjadi.
keselamatan • Mudah lupa
• Kekecewaan/ kesedihan yang • Sulit konsentrasi
mendalam akibat kehilangan 4. Lanjut Usia (Lansia)
• Bingung, kehilangan arah dan Beberapa masalah psikologis yang
kehilangan pegangan hidup dialami lansia akibat bencana
(disorientasi) adalah :
• Rasa curiga a. Masalah perilaku
• Mudah tersinggung, marah • Menarik diri dan memisahkan
• Kecemasan diri dari lingkungan sosial
• Mimpi buruk • Keterbatasan mobilitas
• Depresi, hilang semangat, dan • Masalah-masalah penyesuaian
pesimis diri pada tempat baru
b. Tingkah laku • Menghindari aktivitas atau
• Menarik diri dan memisahkan tempat yang dapat memicu
diri dari lingkungan sosial ingatan terhadap bencana.
• Keterbatasan ruang gerak • Ketidakmampuan untuk
• Masalah-masalah penyesuaian merelakan/ menerima apa
diri pada tempat baru yang telah terjadi.
• Menghindari aktivitas dan b. Masalah fisik
tempat yang memicu ingatan • Bertambah parahnya penyakit-
terhadap bencana. penyakit kronis
• Ketidakmampuan untuk • Gangguan tidur
merelakan dan menerima apa • Gangguan ingatan
yang telah terjadi. • Simtom somatis
c. Fisik • Lebih sensitif terhadap
• Bertambah parahnya penyakit- hypothermia (suhu badan yang
penyakit kronis (yang sudah terlalu rendah; di bawah 36oC
diidapnya) dan hyperthermia (suhu badan
• Sulit tidur, mimpi buruk yang terlalu tinggi; diatas
• Keluhan fisik (pusing, mual dan 37oC).
muntah, kelelahan, dsb) • Keterbatasan sensoris dan fisik
• Suhu badan tidak normal (penglihatan, pendengaran)

60 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI BENCANA

dapat mengganggu proses • Membantu dengan melayani


penyembuhan kebutuhan survivor selama di
• Kelelahan barak pengungsian
• Meningkatkan tekanan darah • Memberikan informasi
dan jantung berdebar mengenai situasi terakhir,
c. Masalah Emosional dan misalnya mengenai status
Psikologis merapi dan memberikan
• Khawatir akan keselamatan peringatan bahaya
• Kekecewaan/ kesedihan yang • Menemani aktivitas
mendalam akibat kehilangan survivor untuk menjaga dan
• Hilang semangat dan simpati memastikan mereka dalam
• Bingung, kehilangan arah dan keadaan yang aman
kehilangan pegangan hidup • Menjalin hubungan yang akrab
(disorientasi) dengan survivor, sehingga
• Rasa curiga survivor merasakan nyaman.
• Mudah tersinggung, marah Menumbuhkan rasa senasib
• Kecemasan pada lingkungan sepenanggungan
yang belum dikenal (lingkungan • Menyadari bahwa sikap,
baru) pandangan, dan kondisi
• Mimpi buruk relawan mempengaruhi
• Rasa percaya diri yang rendah survivor, relawan lebih menjaga
• Depresi sikap dan kondisi emosinya

Berikut adalah beberapa hal yang Berbagai hasil studi menunjukkan


dilakukan oleh pemerintah, para bahwa perempuan dan anak-anak
relawan dan beberapa pihak luar yang merupakan golongan yang rentan
diharapkan dapat membantu para terhadap PTSD. Survivor yang
survivor menjadi lebih tenang dan umurnya lebih tua umumnya lebih
tercukupi kebutuhannya: mampu bertahan dibanding korban
• Memberikan bantuan berupa yang berumur lebih muda. Akan
makanan dan perlengkapan tetapi, anak-anak yang umurnya lebih
untuk tinggal sementara tua lebih berisiko dibanding anak-anak
(misalnya tenda dan tikar) yang umurnya lebih muda.
• Mengadakan penjagaan
keamanan di barak Fakta di lapangan pasca gempa Jogja
pengungsian dan daerah menunjukkan banyak anak yang
tempat tinggal survivor yang mengalami ketakutan saat masuk
ditinggalkan secara bergilir rumah atau takut ketika mendengar
• Membantu evakuasi survivor suara keras seperti suara pesawat

Vol1 No2 Maret 2010 61


PSIKOLOGI BENCANA

atau truk yang melewati jalan. Hal bersemangat di sekolah, bahkan


ini menunjukkan bahwa anak masih sering menyendiri menjauh dari
sering mengalami kecemasan serta teman-temannya. Pada saat ada
ketakutan meskipun gempa telah wartawan yang mewawancarainya, Sr
lama berlalu. Kondisi ini kemudian lebih banyak diam, hanya menjawab
diperparah dengan munculnya dengan isyarat seperti anggukan dan
berbagai ancaman bencana pasca gelengan kepala. Sr menangis ketika
gempa seperti kondisi gunung merapi wartawan menanyakan tentang
dan angin puting beliung yang juga perasaannya ketika menyaksikan
terjadi di wilayah Daerah Istimewa orangtuanya meninggal dunia. Sr juga
Yogyakarta. menunjukkan sikap tidak bersahabat
dan curiga terhadap para relawan yang
Beberapa anak mendapat tanggung mendekatinya dan mengajaknya untuk
jawab tambahan di luar kapasitas bermain bersama teman-temannya.
usianya akibat gempa. Beberapa anak Berdasarkan hasil observasi dan
sepulang sekolah harus membantu wawancara untuk deteksi dini pasca
orang tua membangun rumah, dan gempa Jogja di sekolah darurat, Sr dan
beberapa anak dibebani tanggung beberapa anak lain yang mengalami
jawab menjaga adik selama orang tua trauma kemudian mendapatkan
memperbaiki rumah. Kondisi ini jelas bantuan dan pendampingan
memberi pengaruh tersendiri bagi psikologis demi pemulihan diri dan
perkembangan psikologis anak yang menghilangkan simtom PTSD yang
sebenarnya belum memiliki tugas terdapat pada diri mereka.
perkembangan seberat itu.
Simtom PTSD dapat menetap
Banyak anak yang tidak dapat tidur beberapa bulan bahkan beberapa
nyenyak karena takut akan terjadi tahun. Dukungan dan semangat dari
gempa lagi. Di sebuah sekolah darurat keluarga, sekolah, teman, lingkungan
di daerah Bantul, beberapa anak sekitar, serta ahli psikologi dan
mendadak menjadi pendiam padahal psikiater akan sangat membantu. Rasa
menurut guru mereka anak-anak empati harus dikedepankan untuk
tersebut tidak seperti itu sebelum menciptakan rasa aman bagi survivor
gempa. yang mengalami PTSD, khususnya
pada anak-anak. Psikoterapi (individu,
Ada seorang anak (Sr) yang menyaksikan kelompok, atau keluarga) dengan
kematian kedua orangtua dan adiknya mengajak anak menggambar,
karena tertimpa reruntuhan rumah. berbicara, menulis, atau bermain
Sr menjadi pendiam dan agresif (semacam drama) tentang kejadian
(pasif agresif) di sekolah. Sr tidak yang dialami dan terapi kognitif bisa

62 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI BENCANA

membantu mengurangi ketakutan dan masyarakat survivor gempa, dan saat


kekhawatiran yang dirasakan. ini masyarakat DIY dan Jawa Tengah
survivor gempa Jogja sudah dapat
Hal tersebut dilakukan terhadap Sr menjalankan aktivitasnya sehari-hari
dan teman-temannya. Sr dan teman- seperti sedia kala.
teman diberikan kegiatan-kegiatan Survivor yang mengalami PTSD
positif yakni olah raga seperti brain berat masih ada yang mendapatkan
gym, berbagai permainan dan pendampingan, terutama
simulasi (play therapy), menyanyi, pendampingan dari keluarga yang
menulis puisi dan cerita, menonton telah dilatih sebelumnya oleh para ahli
film bersama, berdo’a dan membuat dan relawan.
pohon harapan, serta relaksasi, dan
sebagainya. * Penulis adalah Relawan Pendampingan
Psikologis Program Sekolah Darurat Pasca
Gempa Yogyakarta, DEPDIKNAS; Relawan
Usaha yang dilakukan terhadap dalam Aksi Cepat Tanggap Pendampingan
Sr dan teman-temannya kian hari Psikologis R.S. Dr. Sardjito
menunjukkan hasil yang progresif.
Hal tersebut didukung oleh tindakan
langsung dan cepat terhadap deteksi
dini permasalahan psikologis yang
dialami Sr dan teman-temannya
sehingga simtom PTSD yang mereka
alami tidak menetap secara permanen.
Kini mereka dapat kembali semangat
bersekolah, dan dapat ceria bermain
bersama teman-temannya. Guru-
guru dan keluarga juga menjadi
pihak yang sangat penting dalam
menjaga stabilitas psikologis Sr dan
teman-teman sebagai sustainability
program yang telah dilaksanakan oleh
para ahli dan relawan terhadap Sr
dan teman-temannya. Program dan
sustainability pemulihan pasca gempa
Jogja tidak hanya dilakukan terhadap
Sr dan teman-temannya di sekolah,
tetapi juga di berbagai tempat di
sekitar wilayah DIY dan Jawa Tengah.
Program seperti ini sangat membantu

Vol1 No2 Maret 2010 63


PSIKOLOGI SOSIAL

Pengantar hal apa (pikiran, perasaan, perilaku)?

S
eringkali kita mendengar Bilamana terjadi otomatisitas?
atau pun menghadapi sendiri Pembahasan otomatisitas secara
bahwa orang yang didiagnosis populer seringkali dikaitkan dengan
mengalami gangguan stres pasca- perspektif Psikoanalisis Klasik,
traumatis (Posttraumatic Stress khususnya mengenai perilaku yang
Disorder/PTSD) memerlihatkan dilatarbelakangi oleh motif tak sadar
simtom/gejala otomatis. Gejala (semi- dan mekanisme defensif diri. Dalam
) otomatis PTSD, menurut Carvajal tulisan ini, penulis justru menelaah
(2006), merupakan struktur kualitatif otomatisitas dari keragaman perspektif
dari PTSD, yang mencakup otomatisitas besar lain dalam psikologi, yakni dari

tiga kelompok gejala utama PTSD, pendekatan kognitif dan sosiokognitif,


yakni (1) mengalami kembali simtom humanistik, serta biologis.
(reexperiencing symptoms), (2) “mati
rasa” (numbing symptoms), dan (3) Genealogi, Konseptualisasi, dan
keterbangkitan (arousal symptoms). Prospek Riset
Simtom pertama, misalnya mengalami Otomatisitas merupakan proses-
kilas balik (flashbacks) peristiwa secara
proses psikologis internal seseorang
otomatis; simtom kedua, misalnya, yang dikontrol oleh stimuli dan
kehilangan minat terhadap hal-hal peristiwa eksternal dalam lingkungan
yang sebelumnya menyenangkan; yang dihadapi orang tersebut saat itu
simtom ketiga, misalnya, kewaspadaan(immediate environment), seringkali
otomatis yang sangat tinggi. tanpa otonomi, pengetahuan, atau
kesadaran subjek mengenai kontrol
Guna memahami secara lebih tepat tersebut (Bargh & Williams, 2006).
mengenai apakah “otomatisitas”
itu, tulisan ini mengkaji secara Sebuah proses menjadi otomatis
ilmiah fenomena ini, meskipun tidak melalui praktik, repetisi, dan
mengaitkannya langsung dengan kebiasaan. Demikianlah, akar konsep
PTSD. Apa yang dimaksud dengan otomatisitas dapat dirunut dari konsep
otomatisitas? Otomatisitas dalam William James (1890/1950) tentang

64 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI SOSIAL

habit (kebiasaan): “Dalam sebuah lingkungan yang diorganisasikan


tindakan habitual, sensasi semata- dan diinterpretasikan ketika orang
mata merupakan pemandu yang mengalaminya. Setiap determinasi
cukup terhadap tindakan, dan wilayah- lingkungan atau pengaruh stimulus
wilayah otak yang lebih tinggi serta memiliki elemen-elemen dari
mind ter-set bebas secara komparatif”. organisasi/evaluasi mind yang implisit
Lebih jauh lagi, perunutan dapat di dalamnya. Maka, sebuah stimulus
sampai kepada perspektif evolutif hanyalah sebuah stimulus, karena ia
Darwin (1872/1998) yang menggagas sudah sebelumnya bermakna (already
bagaimana perilaku kompleks awalnya meaningful) bagi orang tersebut.
dilakukan secara sadar kemudian Elemen mental yang bersifat a priori
terutinkan (routinized)/terkonversi ini secara bebas diperluas kepada
menjadi tindakan refleks melalui hal-hal dalam dirinya sendiri (sadar/
habit dan asosiasi, serta lebih lanjut tak sadar), sehingga otomatisitas
menetap (firmly fixed) dan diturunkan bukanlah automatically involuntary
(inherited) sekalipun sudah tidak melainkan automatically voluntary.
fungsional. Artinya, pilihan-pilihan dan evaluasi-
evaluasi telah direpresentasikan
Menurut epistemologinya, (betapapun baik/buruknya hal itu
otomatisitas berakarkan filsafat diingat) yang mem-predisposisi orang
empirisme, dalam hal mana untuk memersepsi situasi sedemikian
lingkungan merupakan originator sehingga mereka bereaksi otomatis.
dari representasi kognitif. Komitmen Reaksi otomatis ini dapat terasa in-
implistik Bargh dan Chartrand (1999) volunter (tak disengaja) karena reaksi
terhadap empirisme ini jelas, ketika ini tak terduga (unexpected) dan/atau
menyatakan “Lingkungan langsung karena komponen mental volunter
menyebabkan aktivitas mental”. telah dilupakan. Namun, otomatisitas
Tanda-tanda otomatisitas merupakan bukanlah involuntary, melainkan non-
indikasi aktivasi dan determinasi consciously voluntary.
lingkungan. Representasi kognitif
diasumsikan “teraktivasi otomatis Menurut filsafat hermenutik ontolo-
oleh fitur-fitur lingkungan”. gis, aksi-aksi otomatis orang secara
Namun, Smith dan Slife (2000) simultan berkaitan dengan jejaring
mengritik Bargh dan Chartrand karena makna yang lebih luas. Tidak ada
otomatisitas juga memiliki alternatif pembagian yang nyata (kecuali se-
akar filosofis, yakni rasionalisme dan cara teoretis) antara subjek (minda)
hermeneutika ontologis. Menurut dengan objek (lingkungan). Hal ini
filsafat rasionalisme, lingkungan karena makna memiliki syarat perlu
sudah dan selamanya merupakan (necessary condition) keduanya. Oleh

Vol1 No2 Maret 2010 65


PSIKOLOGI SOSIAL

karena orang terarah secara volun- para peneliti kognisi sosial, khususnya
ter (rela, sengaja) kepada pola-pola Bargh (1994). Bargh menyatakan
makna dan perilaku yang lebih besar bahwa setiap proses kompleks
(tujuan-tujuan kompleks, pandangan yang dipelajari oleh para psikolog
dunia/worldviews), maka komponen- sosial tersusun atas komponen-
komponen yang lebih kecil dari pola komponen yang berbeda, sejumlah
ini nampaknya otomatis. Namun, tertentu otomatis dan sejumlah
perilaku-perilaku otomatis tidak invo- tertentu terkontrol oleh subjek. Ia
lunter—meskipun dapat tidak sadar mengidentifikasi empat “empat
(nonconscious)—karena perilaku ini penunggang kuda dari otomatisitas”
secara paripurna melayani sasaran (four horseman of automaticity).
dan pandangan dunia yang lebih be- Penunggang kuda pertama adalah
sar. kesadaran (awareness). Dalam
proses-proses otomatis, subjek sangat
Penggunaan peristilahan “pemrose- mungkin tidak sadar. Otomatisitas
san otomatis” dalam persepsi sosial pada level ini mencakup efek-efek
dapat dirunut akarnya dari penelitian dari stimuli yang disajikan secara
psikologi sosial 1970-an yang meme- subliminal, seperti dalam priming
luk metodologi psikologi kognitif. Da- subliminal dari sikap atau aktivasi
lam psikologi kognitif, “otomatisitas” stereotip (Bargh & Pietromonaco,
dan “kontrol” secara tradisional dip- 1982). Kedua, intensionalitas:
erlawankan dan diperlakukan sebagai apakah subjek perlu secara sukarela/
fenomena “semua-atau-tidak sama volunter menghasut atau memancing
sekali” (all or none) (Posner & Sny- dimulainya (instigate) proses tersebut.
der, 1975; Shiffrin & Schneider, 1977). Contohnya, efek-efek Stroop dianggap
Proses-proses otomatis dianggap ber- otomatis karena terjadi tidak peduli
sifat tidak dikehendaki (involuntary), apakah subjek menginginkannya atau
tidak mengonsumsi sumber-sumber tidak (spontan) (Bargh, 1997; Pratto &
daya kognitif umum, serta resisten John, 1991). Ketiga, efisiensi. Proses-
terhadap campur tangan dari aktivitas proses otomatis lebih efisien daripada
yang tengah dijalani atau aktivitas- proses-proses terkontrol. Proses-
aktivitas otomatis lainnya (Johnson & proses ini lebih cepat, mensyaratkan
Hasher, 1987). Proses-proses terkon- lebih sedikit atensi terfokus. Pun
trol bersifat sebaliknya: dikehendaki, proses ini menggunakan sedikit/tanpa
mengganggu (interfering), dan berada sumberdaya kognitif (Bargh, 1997).
di bawah pengaruh interferensi (sub- Keempat, kontrolabilitas. Dalam
ject to interference). proses-proses otomatis, subjek tidak
dapat dengan mudah mengontrol
Namun, pandangan di atas ditentang dalam arti menyetop, interupsi, atau

66 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI SOSIAL

memodifikasi proses awal tentang apakah mengonseptualisasikan


tersebut begitu sekali pengaruh-pengaruh non- respons-respons
berlangsung. sadar eksis. Misalnya, otomatis dengan
riset-riset laboratorium lebih hemat/efisien
Para “penunggang kuda” telah menunjukkan (parsimoniously) sebagai
dari Bargh ini terkadang bahwa stimulus priming stimuli yang diproses
berjalan bersamaan, dapat memprovokasi pada sejumlah rate
namun kadang tidak. secara paralel berbagai konstan pada saat yang
Misalnya, Fiske dan Neu- respons-respons sama dengan informasi
berg (1990) menunjuk- otomatis segera dalam yang disimpan dalam
kan bahwa stereotip persepsi, dalam motivasi, “hard drive mental”,
diakses secara tidak in- dan sebagainya. menyerupai kerja
tensional, namun peng- Namun, dalam setting sebuah modem (Tate,
gunaan stereotip untuk dunia nyata yang 2000). Dengan analogi
menyokong sebuah pe- kaya stimulus yang modem, ketika orang
nilaian (judgment) ter- tak memiliki batasan “belajar” informasi baru
kait dengan sejumlah (unconstrained), orang (misalnya, mengendarai
derajat kontrol tertentu. dibombardir dengan mobil), informasi ini
Karenanya, otomatisi- ribuan stimuli semacam memiliki ukuran file
tas merupakan suatu itu setiap hari, dari iklan tertentu yang sudah
konsep yang bertingkat sampai aitem-aitem tetap.
(graded) dan bervariasi. dalam jendela-jendela
Ada otomatisitas pra- toko. Ketika
Pertanyaannya, seseorang
sadar—dengan ukuran “Manakah yang akan pertama memelajari
psikometrik antara lain menjadi informasi ini, waktu
pengaruh-
lexical decision dan at- pengaruh yang dibutuhkan 10
non-sadar,
titude priming, pasca- dan mana yang tidak?” jam (36.000 detik) guna
sadar—ukuran antara Selanjutnya, memproses
riset semua
lain response time la- juga ingin menjawab informasi pada rate
tencies in surveys dan pertanyaan bagaimana pemrosesan konstan
implicit association test, berbagai 56 kbps. Sesuai dengan
jenis
dan bergantung-tujuan) otomatisitas teori kognitif yang lain,
saling
(Burdein, Lodge, & Ta- berinteraksi. informasi yang diproses
ber, 2006; Moskowitz, ini dapat meninggalkan
2005). Pendekatan Kognitifjejas memori (yakni
dan Sosiokognitif sejumlah informasi
Arah riset otomatisitas Dengan model komputer disimpan dalam hard
mutakhir bergerak tentang penjelasan drive mental). Jadi,
melampaui pertanyaan psikologis, orang dapat pada waktu berikutnya

Vol1 No2 Maret 2010 67


PSIKOLOGI SOSIAL

file “mengendarai- “kognisi panas” (hot pilihan. Teori otomatisi-


mobil” dibuka, waktu cognition)? Eksperimen tas afek ini merupakan
yang dibutuhkan untuk Lodge dan Taber (2005) penjelasan terhadap ba-
memproses informasi menguji hipotesis kognisi gaimana orang secara
tersebut lebih sedikit, panas, komponen kunci rutin berpikir mengenai
karena sejumlah hal teori motivated political objek-objek politis. Lod-
darinya telah berada reasoning. Hipotesis ge dan Taber menemu-
pada hard drive mental. ini menyatakan bahwa kan bukti kuat bahwa
Di samping itu, seseorang semua pemimpin, kebanyakan—bila tidak
dapat mem-“bookmark” kelompok, isu, simbol, semua—konsep poli-
file mengendarai-mobil dan gagasan yang tis membawa asosiasi-
(yakni, menyimpan bersifat politis yang telah asosiasi afektif otoma-
mayoritas informasi dipikirkan dan dievaluasi tis. Implikasinya, orang
dalam hard drive di masa lampau tidak mampu (unable)
mental), sehingga menjadi konsep-konsep melepaskan diri dari
file tersebut berjalan bermuatan afek positif sentimen-sentimen me-
(loads) sangat cepat atau negatif, dan afek reka sebelumnya ketika
(karena membutuhkan ini berkaitan langsung mengevaluasi argumen
lebih sedikit informasi dengan konsep-konsep mengenai isu-isu politis,
eksternal dibandingkan tersebut dalam memori bahkan ketika mereka
sebelumnya). Jadi, jangka panjang. Afek memotivasi dirinya un-
otomatisitas merupakan ini selanjutnya datang tuk adil dan imparsial.
jumlah data dalam secara otomatis dan tak-
hard drive mental serta terhindarkan ke minda Namun, terdapat ka-
waktu pemrosesan (pikiran) ketika terdapat jian kognitif-sosial yang
yang diambil untuk presentasi objek yang mengritik kekakuan (fix-
mengintegrasikan berhubungan (heuristik edness) dan sifat tak-ter-
informasi tambahan— “how-do-I-feel?”). hindarkan (inescapable)
bilamana diperlukan Perasaan (feelings) dari otomatisitas, dalam
untuk melengkapi menjadi informasi. hal ini dikaitkan dengan
sejumlah fungsi tertentu. stereotip dan prasangka.
Kritiknya, model Afek memengaruhi Terdapat eviden bahwa
komputer secara kuat proses otomatisitas itu lentur
menitikberatkan penilaian dari paling (malleable) dan dipeng-
“kognisi dingin” (cold awal sampai akhir—dari aruhi (a) motif diri dan
cognition) yang banyak pengkodean informasi, motif sosial, (b) strate-
bersifat skematis-rutin. penemukembalian dan gi-strategi spesifik, (c)
Lalu, bagaimana dengan komprehensi, sampai fokus atensi perseptor,
otomatisitas terkait ekspresinya sebagai dan (d) konfigurasi pe-

68 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI SOSIAL

Maleabilitas dari otomatisitas se-


jalan dengan argumen Moskowitz
(2005) bahwa otomatisitas justru
merupakan respons yang cukup
pragmatis dan rasional terhadap
tantangan unik dari proses persepsi.
Menurutnya, “Having the will and our
goals automated does not make us
automata… Not all processes that lack
conscious awareness are irrational.”
Orang menurunkan (relegate)
sebanyak mungkin pemrosesan yang
dapat dilakukannya ke level prasadar
atau ketidaksadaran, bahkan yang
relevan dengan pengejaran tujuan
Gambar 1. Model pemrosesan terpenting. Hal ini membuatnya
informasi sosial otomatis (Blair, 2002) menjadi makhluk yang lebih efisien.
Otomatisitas tidak membuat orang
mengabaikan informasi yang relevan,
tunjuk stimulus (Blair, 2002). Maka, melainkan justru menjadi “terlatih”
dibangun model generik pemrosesan (so skilled) secara invisible dalam
informasi sosial (Gambar 1). Contoh- mendeteksi informasi yang relevan
nya: (a) Orang dengan gambaran diri dalam lingkungan.
(self-image) yang terancam secara
otomatis mengaktifkan stereotip ne- Pendekatan Humanistik
gatif untuk membuat dirinya nampak Inisiator konsep otomatisitas, Bargh
lebih baik, (b) Petunjuk kategori sosial dan Chartrand (1999), dengan
yang berada di luar fokus perhatian konsep dual-process mengontraskan
perseptor dapat tidak secara otomatis pemrosesan otomatis (nonconscious)
mengaktifkan informasi kategoris. Di versus pemrosesan terkontrol
samping itu, karakteristik keanggotaan (conscious), antara lain berdasarkan
individu dalam kelompok berpenga- pandangannya mengenai perspektif
ruh pula. Misalnya, anggota kelompok stimulus-respons versus perspektif
yang memiliki lebih sedikit ciri dari fi- humanistik. Menurut mereka,
tur fisik distingtif (khas) kelompok ku- perspektif S-R berada di pihak
rang mungkin menimbulkan stereotip otomatisitas, dan perspektif
dan prasangka otomatis yang beraso- humanistik menawarkan suatu “diri
siasi dengan kelompoknya. penyebab” (causal self) sebagai

Vol1 No2 Maret 2010 69


PSIKOLOGI SOSIAL

mediator antara lingkungan dengan rangkaian waktu, seolah-olah bahwa


respons orang terhadapnya. apabila tidak ada (atau sangat sedikit)
Tate (2000) mengritik bahwa jeda waktu antara presentasi stimulus
Bargh dan Chartrand telah keliru dengan responnya maka tidak ada
memahami perspektif humanistik proses kognitif yang terjadi atau
dan menempatkannya justru sebagai ada jenis pemrosesan kognitif yang
subordinat dari “behaviorisme berbeda (dalam hal ini: otomatisitas).
mediasional” (formulasi stimulus-
organisme-respons/S-O-R); karena Pendekatan humanistik sejalan dengan
“diri kausal” itu tidak lain merupakan filsafat hermenutik ontologis tentang
aspek Organisme (intensi, kemauan) hubungan antara otomatisitas dan
dari rumus S-O-R yang dibentuk dan makna sebagaimana dipaparkan
disebabkan dari luar atau dari dalam dalam bagian sebelumnya di atas,
oleh determinan lingkungan dan/ karena keterlibatan hermeneutik
atau biologis. Perspektif humanistik merupakan hal lazim dalam kreasi
justru menentang model mediasional teori-teori psikologi humanistik
yang memandang manusia sebagai (Rennie, 2007).
makhluk yang pertama-tama
berespon terhadap—dan dibentuk Pendekatan Biologis
oleh—berbagai pengaruh tersebut. Telah dinyatakan bahwa dalam derajat
tertentu terdapat kemampuan kontrol
Berdasarkan perspektif humanistik orang terhadap perilaku otomatis.
yang benar, otomatisitas dikonsepkan Otomatisitas dan kontrol tidaklah
sebagai intensi-intensi (niat-niat) dikotomis. Hal ini dikonfirmasi
untuk bertindak (yakni, untuk penelitian neurosains kognitif.
berpikir, merasa, bertindak) yang Kübler, Dixon, dan Garavan (2006)
menunjukkan secara jelas waktu- menyajikan tugas pencarian visual
waktu bertindak (action times) yang yang memungkinkan partisipan
lebih cepat dibandingkan dengan mengotomatisasikan responnya;
intensi-intensi lain (Tate, 2000). hal ini berlangsung tiga jam praktik.
Dalam hal ini, terdapat perbedaan Partisipan selanjutnya diminta untuk
dalam derajat/kuantitatif dalam hal menekankan lagi kontrol tanpa
rangkaian waktu yang dilalui (time’s mengubah set stimulusnya. Dari
passage), namun bukan perbedaan hasil fMRI (Gambar 2), Kübler et al.
kualitatif dalam jenis kegiatan yang menemukan aktivasi kortikal tersebar
dilakukan. Aktivitas-aktivitas otomatis luas pada awal praktik. Aktivasi dalam
juga masih intensional. Jadi, tidak semua area frontal dan lobus parietal
benar bahwa ada pemrosesan kognitif inferior menurun signifikan (tanda
yang berbeda-beda bergantung pada proses otomatis) berkat praktik.

70 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI SOSIAL

Area prefrontal (area nyak jenis perilaku. Studi tunggal tidaklah mema-
Brodmann/BAs 9/46/8) dai, melainkan harus diperlengkapi bukti lain yang
dan parietal (BAs mendukung yang menggunakan teknik lain. Kedua,
39/40) tertentu secara bentuk-bentuk perilaku dan kognisi yang bahkan
spesifik teraktifkan nampaknya sederhana bergantung pada jejaring
kembali ketika kontrol struktur otak yang berinterrelasi. Tidak ada organ
eksekutif dibutuhkan. politis tunggal di otak, dan harus dilakukan kompu-
Riset memberikan basis tasi integral. Signifikansi jejaring ini diperkuat lagi
penjelasan biologis bagi dalam riset termutakhir dari Chong dan Mattingley
perilaku, seperti ketika (2009) yang menunjukkan bahwa mirror neuron
supir terkontrol sewaktu system—jejaring dari wilayah parieto-promotor
kondisi lalu lintas tiba- yang menyokong fenomena sosiokognitif kompleks
tiba memburuk. (observational learning, theory of mind, sosialisasi,
dan evolusi bahasa manusia)—bertanggungjawab
Kritik terhadap bagi otomatisitas.
pendekatan biologis
adalah bahwa seringkali
data tidak tepat
ditafsirkan. Lieberman,
Schreiber, dan Ochsner
(2003) menyontohkan:
Peneliti mengidentifikasi
basis neural dari sikap-
sikap politis dan mene-
mukan amigdala terak-
tivasi ketika partisipan
mengekspresikan sikap Gambar 2. Citra fMRI dari otomatisitas dan
tersebut. Apabila peneli- pemulihan kontrol eksekutif
ti menyimpulkan bahwa
amigdala merupakan
pusat dari sikap politis
di otak, maka konklusi
ini keliru. Alasannya: Per-
tama, riset neurosains
kognitif telah menunjuk-
kan bahwa setiap struk-
tur otak (amigdala, dan
sebagainya) dapat saja
berpartisipasi dalam ba-

Vol1 No2 Maret 2010 71


PSIKOLOGI AGAMA: REFLEKSI

Berfikir Mungkin biasanya naik kendaraan,


milik sendiri ataupun bukan. Namun
Sejenak… tak jarang terpaksa jalan kaki.
Sebaliknya, walau biasanya kemana-
Hj. Dzaatil Husni Binti Ali, M.A.
mana on foot atau mengandalkan
angkot, namun pasti ada momen
dimana ada yang mengantar dengan
kendaraan pribadi. Biasanya langit
cerah mengiringi hari, pakaian terjaga
bersih dan mood stabil. Namun ada
kalanya hujan turun saat payung tidak
terbawa, sehingga kerapihanpun jadi
kusut diacak-acak hujan.

JUGA, terkadang jalan begitu mulus


hingga langkah jadi ringan dan tujuan
tercapai tanpa keluhan, namun kadang
ada yang menusuk kaki, sehingga kita
menjerit kecil: AUU!!!, what’s going
on?? ow..!! mungkin kerikil tajam
atau paku payung yang tidak pada
tempatnya, telah menusuk tapak
sepatu, sakit memang, tapi hanya
sedikit, lalu melangkah lagi.

B
Namun kadang, sebagian orang
agi saya, menjalani hidup tak pergi dengan dandanan sempurna,
ubahnya laksana menyusuri persiapan matang lahir batin, namun
luasnya jalan raya, terbentang di perjalanan takdir berkata lain,
lurus dan bercabang. Sesekali bisa tiba-tiba saja ada yang menabraknya
melenggang santai, lain kali harus walau ia telah hati-hati, ada saja
menepi karena disalip orang lain. yang membuatnya terluka, tersakiti
Kadang lancar-lancar saja, lain waktu walaupun ia tidak salah. Akhirnya ia
terjebak kemacetan. Terkadang ada harus menanggung sakitnya badan
orang yang membantu perjalanan, karena kecelakaan, juga sakitnya
lain waktu justru langkah kita dijegal perasaan karena hidupnya jadi
orang dengan sengaja, dan kita hanya tidak nyaman, merasa dirugikan,
bisa termangu. kegiatannya jadi terbengkalai, target

72 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI AGAMA: REFLEKSI

hidupnya jadi mundur karena harus pada suatu obyek. Para insinyur men-
berdamai dulu dengan rasa sakit ghitung jumlah tekanan yang ditimpa-
yang diterimanya bukan dari akibat kan kepada obyek, (obyek ini semacam
perbuatannya secara langsung. karet tebal, yang ditimpakan batu be-
sar di atasnya). Kemudian menghitung
INILAH HIDUP. Sometime kita berfikir, ”toleransi stres” yakni besarnya teka-
apa salahku? Mengapa harus aku nan atau kekuatan yang mampu DITA-
yang alami ini? Mengapa harus HAN obyek karet, sebelum akhirnya
menjalani hal yang bukan pilihanku? obyek tersebut melengkung dan sela-
Bukan impianku? So what now? njutnya PUTUS. Beberapa benda karet
Bicara “sabar”, mudah. Mengatakan ada yang ketahanan/elastisitasnya le-
bahwa “ini cobaan”, gampang. Tapi bih baik, dalam arti hanya melengkung
menjalani…..? tetapi tidak putus.
Sungguhnya tubuh kita memiliki sistem
penyembuhan alami. Seberat apapun Naah.. sekali lagi diulang: obyek yang
luka pada raga, dengan dibantu obat memiliki ketahanan lebih baik ia ti-
ia akan perlahan sembuh, begitu dak mudah putus, ini ibaratnya diri
pulalah hendaknya jiwa, hendaknya kita yang tertimpa kemalangan: ban-
jiwa-jiwa yang merasa terluka mampu jir bandang, diputusin kekasih secara
menyembuhkan dirinya sendiri. sepihak, kebakaran yang tidak kita
Caranya? Secara rasional, haruslah sebabkan, tsunami yang tak pernah
disadari bahwa UJIAN/MUSIBAH disangka, kematian anak tercinta, dik-
itu sifatnya it must. Tekanan hidup hianati suami tercinta, ditipu puluhan
merupakan sarana penguatan jiwa. juta oleh sahabat sendiri, atau banyak
Setiap manusia MEMBUTUHKAN lagi kepahitan hidup yang lain. Usaha-
tekanan. Tapi tekanan yang dibutuhkan kanlah agar saraf otak dan serat jiwa
adalah yang seimbang dengan kita tidak putus, walau tertimpa batu
kemampuannya. Bila tekanan itu ujian seberat apapun. Bila penyadaran
melewati ambang batas kemampuan diri secara rasional gagal, maka tidak
maka saraf otak dan serat jiwanya akan ada yang bisa menenangkan jiwa se-
putus, di sinilah akan timbul akibat lain kembali padaNYA.
fatal dari stres. Tay Swee Noi dan Peter
J. Smith (1990), peneliti tingkat stres di Semua agama memiliki tuntunan aja-
Asia, menjelaskan stres dari sisi fisika. rannya sendiri, namun ada satu ke-
samaan: ketika jiwa manusia terasa
Dalam buku mereka, “Managing kosong dan hampa -materi yang dicari
Stress: A Guide to Asian Living”, dije- dengan setengah mati ternyata hilang
laskan bahwa stres fisik timbul bila su- tak tersisa, orang yang dicintai dan
atu kekuatan atau tekanan ditimpakan menjadi belahan hati bertahun-tahun

Vol1 No2 Maret 2010 73


PSIKOLOGI AGAMA: REFLEKSI

ternyata tak lagi di sisi, atau ketika se- dangan Kami). Ini dimaksudkan agar
mua usaha yang dilakukan untuk men- manusia bersabar, karena walaupun
jadi bahagia ternyata justru membuat ada derita dan luka, bukan berarti Al-
luka-, apapun itu, maka tak ada pilihan lah SWT tidak memperhatikan, namun
lain selain mengharapkan cinta Tu- Allah memiliki tujuan di balik itu, maka
han, menghamba belas kasih Tuhan, hendaklah mereka yang mengaku be-
karena hanya Sang Pencipta-lah yang riman pada Allah dan rasulnya sen-
selalu hidup dan senantiasa memberi antiasa bersabar dan tetap berdoa
kehidupan pada semua kita. Dalam dalam menanti ketetapan Allah Ta’ala
iman katolik, dikenal 4 tugas pokok atas kelanjutan hidup.
manusia, dimana tugas pertamanya Bahkan dalam kepercayaan animisme
adalah: membuka diri pada Yang Tran- dan dinamisme (sebelum datangnya
senden (Konferensi Waligereja Indo- agama), ketika menghadapi kematian
nesia, 1996, Iman Katolik: Buku Infor- anggota keluarga yang pergi berburu,
masi dan Referensi, Catholic Church, maka anggota keluarga yang ditinggal-
Yogyakarta: Kanisius, h. 7-8). Ajaran kan mengadakan tari-tarian untuk di-
Sang Buddha mengatakan, satu-satu- persembahkan kepada kekuatan ghaib
nya jalan untuk memurnikan makhluk, yang mereka percayai bisa memberi-
agar bebas dari kekecewaan akan has- kan ketenangan, lepas dari kesedihan
rat duniawi yang tidak tersampaikan, karena kehilangan anggota keluarga
hendaklah ia meluruskan jalan kepada (Thom Hartmann, 2006, Walking Your
Yang Tak Mati dan Tak Berubah, Yang Blues Away, Vermont: Inner tradition,
Suci dan Profan (Mariasusai Dhavamo- h. 5).
ny, 2006; ”Fenomenologi Agama”, Ka-
nisius, h. 94). Tiga prinsip nafas dalam So, jelaslah sudah, bahwa: Hidup tak
tuntunan meditasi Hindu: merelakan akan pernah totally free dari musibah,
masa lalu, menerima masa kini, dan cobaan, kesedihan. Manusia harus
menerima kebenaran/fakta (Miranda bisa survive dalam keadaan apapun,
Holden, 2002; Boundless Love, Lon- bila ia ingin mencapai kebahagiaan se-
don: Random House, h. 205). jati. Untuk survive, manusia membu-
tuhkan kedekatan yang lebih dengan
Sedang bagi yang merasa umat Nabi penciptanya, bahwa rasio saja tidak
Muhammad SAW, hanya Allah SWT cukup untuk menyelamatkan kekeru-
satu-satunya tempat kembali, perha- han jiwa, tetapi membutuhkan kete-
tikanlah salah satu firmanNYA: Q.S at rikatan yang kuat dengan Sang Maha
Thuur: Washbir lihukmi rabbika fa inn- Pengatur hidup ini.
aka bi a’yunina (dan bersabarlah da- Jangan biarkan keluhan mewarnai
lam menunggu ketetapan TUHANmu, hari-hari kehidupan... sehingga yang
maka sungguhnya engkau dalam pan- ada wajah akan bertambah muram,

74 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI AGAMA: REFLEKSI

senyum jadi kusam, dan masa depan


terasa kelam... walau ada pelita yang
padam hari ini, namun yakinlah.. TU-
HAN MENYEDIAKAN PELITA-PELITA
LAIN YANG AKAN MENYINARI LANG-
KAH DI KEMUDIAN HARI...

Pelita yang kita miliki saat ini, bisa


keluarga, bisa sahabat, bisa si dia,
bisa perkerjaan yang menjadi sumber
hidup, bisa anak yang lucu, suami yang
setia, atau hidup yang terasa sempur-
na..... atau apapunlah... semua PELITA
ITU BISA PADAM TIBA-TIBA JUSTRU DI
SAAT PELITA ITU SANGAT KITA HARAP-
KAN UNTUK BERSINAR... hanya satu
pelita yg tak pernah padam... yaitu
pelita kasih sayang TUHAN YME. Maka
menghadaplah pada pelita itu... ber-
jalanlah di bawah cahaya pelita yang
ESA itu... mendekatlah pada pelita
itu.. maka hati kita akan selalu berca-
haya... langkah kita akan tenang walau
menyusuri jalan yang gelap gulita,
karena pelita itu telah bersarang di
kalbu kita... PENJARAKANLAH PELITA
CINTA TUHAN DI KALBU... AGAR TAK
ADA APAPUN ATAU SIAPAPUN ISI DU-
NIA YANG MAMPU GELAPKAN JALAN
HIDUP INI.....
Jangan pernah lelah berdo’a sau-
daraku, karena Ia Maha Mendengar.
Namun ada satu hal yang hendaknya
kita camkan, bahwa Tuhan memiliki
otorisasi penuh dalam mengabulkan
permintaan kita. Kadang bisa saja:
1. Doa kita dikabulkan sesuai dengan
apa yang kita ingin, pada waktu
yang kita mau.

Vol1 No2 Maret 2010 75


PSIKOLOGI AGAMA: REFLEKSI

2. Doa kita dikabulkan sesuai dengan hanya ¼ yang terpakai. Yang 2/4
apa yang kita ingin, tetapi ditunda nya adalah cadangan untuk hidup
waktunya seterusnya.
3. Doa kita dikabulkan tetapi
diberikan bukan yang kita ingin, Bahwa juga, otak kita ini mengandung
Tuhan mengganti pemberianNya 1500 cc cairan, terlindung di dalam
4. Mungkin yang kita ingin tidak rangka ”batok” kepala yang sangat
diberikan sama sekali, tetapi keras ini, agar tidak mudah rusak
digantiNya dengan pengampunan karena cairan itu melumuri jaringan
dosa otak dan menunjang pekerjaan otak.
Bahwa semua anggota tubuh kita ikut
Mengapa demikian? Karena kita hanya membesar bila kita bertambah usia
tahu apa yang kita ingin, sementara atau bertambah berat badan, namun
Tuhan lebih faham apa yang kita apakah kepala kita ikut membesar?
butuhkan. Ingatlah... yang kita INGIN Bila kepala ikut membesar seiring
belum tentu yang kita BUTUHKAN, melebarnya pinggul bagaimana
karena keinginan berbeda dengan jadinya kita?
kebutuhan. KEINGINAN kadang
datang dari nafsu duniawi yang bisa Bahwa Tuhan juga menciptakan sifat
saja TIDAK DISANDARKAN pada rasio ”lupa” untuk kita. Andainya kita tidak
dan nilai-nilai keimanan. punya sifat lupa, sistem syaraf otak
kita akan merekam semua kejadian
Just Keep on praying... believe it dari awal kita keluar dari rahim ibu,
works!! Cause GOD luv us!! Karena bernafas pertama kali, menyusu ke
kita adalah ciptaan Tuhan yang paling ibu pertama kali, melihat objek benda
istimewa dari semua isi jagad raya ini. pertama kali, telungkup, merangkak,
Buktinya? Sedikit paparan dari Prof. berjalan pertama kali, terjatuh
Tadjudin, mantan rektor UI, guru besar pertama kali, menangis pertama
di bidang kedokteran, bahwa: hati itu, kali,tumbuh gigi susu yang pertama,
yang bentuknya kecil, ternyata hanya sampai hari-hari, bulan ke bulan,
dipakai 1/4nya untuk menjaga sistem tahun ke tahun kita membesar dan
metabolisme tubuh dan itu cukup meninggi, andainya semua itu teringat
untuk sepanjang usia kita apabila tidak dalam sistem otak kita, bagaimana
terkena penyakit fungsi hati. Kalaupun jadinya? Seperti harddisk komputer,
satu hari terjangkiti hepatitis, maka bukankah ada batasnya besaran giga
hati itu bisa dipotong di bagian yang memory penyimpanan data??
sakit, dan sisanya yang ¾ masih bisa
menjaga sistem metabolisme tubuh, Bisa dibayangkan banyaknya data yang
dan dari ¾ bagian yang sehat itupun harus dijaga otak kita andainya Tuhan

76 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI AGAMA: REFLEKSI

tidak menganugrahi kita sifat lupa?? itu kepadaNya. Bahwa hanya ikatan
Mungkin bisa membengkak otak yang kuat dengan Tuhanlah yang
kita, meradang sarafnya, atau .....?? mampu mengalirkan kekuatan, untuk
So, do we See??? Bukankah Tuhan menghadapi gelombang hidup.
telah memberikan segalanya untuk Menyembuhkan luka yang terperih
kebahagiaan kita?? Bahwa kita ini sekalipun, dan membangkitkan
sempurna?? Adakah yang diciptakan semangat jiwa yang telah terpuruk
lebih baik dari kita?? Tuhan telah hancur. So, dalam keadaan apapun..
begitu mencintai kita dengan segala janganlah pernah menjauh dariNYA....
nikmat dan anugrah yang terdapat
dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sekedar penutup catatan sederhana
Bahkan juga masalah dan musibah, ini, Saya nukilkan petuah Socrates:
itupun dianugrahkan Tuhan agar kita ”Hidup yang teruji, adalah hidup yang
bisa lebih menghargai anugrah hidup. bermakna” .....
Ketika disakiti maka cinta akan terasa
berharga, ketika bangkrut maka kita
belajar mensyukuri rezeki, ketika sakit * Penulis adalah mahasiswa pasca
kita mengakui nikmatnya sehat. Ketika sarjana (S3) UIN Syarif Hidayatullah
dicoba dengan apapun, kita akan dan Dosen Sekolah Tinggi Agama
menyadari, bahwa diri ini hanyalah Islam (STAIDA)
hamba, yang pasti terbatas dan
berkekurangan.

Yakinlah, bahwa Ia tidak akan


memberi cobaan yang melebihi
kemampuan kita menghadapinya. Ia
yang menciptakan kita, Ia Maha Tahu
batas ketahanan dan kekuatan kita,
maka Ia tidak akan pernah memberi
beban di luar kesanggupan hamba
menanggungnya, (laa yukallifullaahu
nafsan illa wus’aha: Q.S: al Baqarah,
286). Lalu mengapa kita merasa tidak
sanggup??? Sungguhnya bukan kita
tidak sanggup, itu hanya karena
kita kurang erat hubungan dengan
Sang Kuasa, karena Dia lah sumber
kesanggupan itu, Dialah sumber
kekuatan itu. Jadi mintalah kekuatan

Vol1 No2 Maret 2010 77


PSIKOLOGI AGAMA

Media Ujian Audio Visual Imagery


dan
Sejarah PTSD Manusia di Planet Bumi
Dalam Berita Al Qur’an
Siti Nur Aisyiyah

Riset Empiris tentang PTSD dapat mengidentifikasikan adanya


Rintisan pertama untuk keterkaitan antara reaksi stres dan
mendeskripsikan definisi PTSD gambaran visual dari suatu peristiwa
dibuat oleh sejarawan Yunani yang menakutkan serta kesedihan
yaitu Herodotus pada tahun 490 mendalam karena kehilangan
SM. Ia menjelaskan bahwa selama kematian orang-orang terdekat dalam
pertempuran Marathon, seorang peristiwa pertempuran di medan
tentara Athena yang tidak mengalami perang, yaitu pada awal abad 6 SM.
luka fisik akibat perang tetapi menjadi
buta permanen setelah menyaksikan Pada Agustus 2000, American
gambaran visual dari kematian seorang Psychiatric Association, dengan para
prajurit sesamanya. Data sejarah juga penelitinya, Xiangdong Wang, M.D.,
menjelaskan bahwa manusia baru Lan Gao, M.D., Naotaka Shinfuku,

78 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI AGAMA

M.D., Ph.D., Huabiao Zhang, M.D., mereka adalah faktor ancaman


Chengzhi Zhao, M.D., dan Yucun penting bagi harapan kehidupan
Shen, M.D., Ph.D., melaporkan hasil masadepan para korban paska gempa.
penemuan penelitiannya mengenai Jenis ancaman tersebut, misalnya
gempa di Cina. Hasil penemuan (1) jenis dan banyaknya kehilangan
penelitian mereka dikenal dengan yang mereka alami secara kuantitas
nama studi “Longitudinal Study dan kualitas (the type and amount of
of Earthquake-Related PTSD in a losses they experienced); (2) tingkat
Randomly Selected Community level stress yang mereka rasakan
Sample in North China.” Pendekatan (their perceived level of stress); (3)
studi mereka digambarkan sebagai kepuasan mereka atas dukungan
berikut: “This study longitudinally materi dan kesehatan mental (their
described rates of posttraumatic satisfaction with material and mental
stress disorder (PTSD) in two groups health support); dan (4) tingkat reaksi
with different levels of severity of munculnya ketakutan atas gempa
exposure to an earthquake in North (their level of fear of earthquake
China. The effects of diagnostic recurrence).
criteria on the frequency of detected
PTSD were also examined.” Kehilangan yang melukai memori
pikiran biasanya berhubungan dengan
Hasil penelitian mereka menemukan (1) rasa kehilangan yang menyakitkan
gambaran bahwa pengalaman suatu karena kematian anggota keluarga
kawasan atau desa yang akan level (deaths of family members),
tertinggi peringatan awal eksposur saudara, orang-orang terdekat yang
bahaya gempa dan dukungan dikasihi, dicintai dan para sahabat;
lebih atas kejadian paska gempa (2) kegelisahan yang menakutkan
telah memperkecil kemungkinan akan harapan masadepan karena
frekuensi gejala PTSD, demikian juga kehilangan bisnis usaha, inventaris
sebaliknya. Kesimpulan dari hasil harta benda dan rumah tempat tinggal
penelitian ini adalah rekomendasi bersama keluarga (damage to one’s
untuk penanganan sigap sejak awal house and other property losses).
bagi para korban paska gempa di Para peneliti gempa di China
Cina dan bagi dunia, agar para korban melukiskan gambaran stress
gempa tidak berpotensi mengalami kepedihan duka cita para korban
reaksi gejala PTSD. Berdasarkan gempa berhubungan dengan konsep
penelitian ini didapatkan gambaran “Kehilangan”. Kehilangan orang-
bahwa pengalaman bencana (disaster orang yang dicintai karena kematian
experiences) yang hidup dalam dan kehilangan harta benda yang luput
gambaran visual imagery mental untuk diselamatkan. “The perceived

Vol1 No2 Maret 2010 79


PSIKOLOGI AGAMA

level of stress associated with deaths 17.000 orang dan menghancurkan


of relatives and friends and with the hampir setengah kota Gumri di
loss of one’s house and property and Armenia. Mereka mempelajari 200
the perceived level of overall stress orang dari 12 multigenerasi keluarga
were evaluated.” yang memiliki pengalaman ingatan
tentang gempa. Semua indera
Pada tahun 2008, dunia dibuat heran mereka melihat gambaran visual dari
dengan berita yang didapatkan bangunan hancur di seluruh kota
dari hasil studi penelitian yang Gumri, 90 persen dari mereka telah
didanai oleh “The Collaborative menyaksikan mayat yang ditinggalkan
Neuroscience Network” untuk “The di jalan-jalan, dan 92 persen
UCLA Department of Psychiatry and menyaksikan dan mendengar suara
Biobehavioral Sciences within the orang-orang terluka parah. Gambaran
David Geffen School of Medicine.” Di visual dari apa yang mereka saksikan
tempat ini berkumpul para dosen yang dengan indera mereka telah menjadi
ahli dalam asal-usul dan perawatan gambaran mental yang hidup dalam
untuk kelainan perilaku manusia imageri ingatan pikiran mereka.
yang kompleks dan sebab-sebab
serta konsekuensi dari gangguan Para peneliti menemukan bahwa
neuropsikiatrik. Hasil penemuan para korban yang selamat mengalami
penelitian mereka dilaporkan dalam
jurnal Psychiatric Genetics di edisi
bulan Desember 2008. Ini merupakan
penelitian pertama di dunia yang
berhubungan dengan pendekatan
“Multigenerational Study”. Penelitian
mereka berjudul “Research Finds
Genetic Connection Between
PTSD, Depression And Anxiety.”
Penelitian ini masuk dalam kategori
utama Anxiety dan Stress, dan juga
berhubungan dengan konsep-konsep
di dunia keilmuan Psychology/
Psychiatry; Depression dan Genetics.

Hasil penelitian diketahui setelah


mereka mempelajari para korban
yang selamat dari bencana gempa
bumi tahun 1988 yang menewaskan

80 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI AGAMA

kerentanan terhadap PTSD, Penemuan didapatkan pada gambaran


kegelisahan dan gambaran depresi persentase terbesar dari suatu gen
telah mengendalikan kehidupan telah diturunkan di antara sesama
suatu keluarga. Mereka mengalami penderita gangguan. Pembuktiannya
penderitaan dengan berbagai derajat berdasarkan hasil laporan praktik klinis
gangguan mental.Hasil penemuan para terapis yang sering menemukan
mereka digambarkan sebagai berikut, kasus dari para pasien yang datang
“Earthquakes have aftershocks, not untuk pengobatan depresi paska
just the geological kind but the mental gempa. Para pasien ini diketahui
kind as well. Just like veterans of war, telah hidup secara kebersamaan
earthquake survivors can experience dalam suatu kecemasan. Hal ini
post-traumatic stress disorder, menunjukkan bahwa sebagian besar
depression and anxiety.” Penemuan dari kesamaan ini menjelaskan suatu
ini menggambarkan secara imajeri alasan yang mendasar untuk berbagi
bahwa peristiwa bencana gempa gen PTSD, dan bukan hanya karena
bumi dengan aftershocks-nya berupa faktor lingkungan dan pendidikan
efek gempa susulan sesudahnya, tidak yang dapat mempengaruhi gejala dan
hanya menggambarkan suatu kejadian reaksi PTSD.
geologis tapi juga menggambarkan Peneliti menemukan bahwa 41 persen
bagaimana mental manusia juga gejala variasi dari PTSD ini disebabkan
mengalami aftershocks sebagai akibat oleh faktor-faktor genetik, 61 persen
dari pengaruh setelah peristiwa dari gejala variasi depresi, dan 66
gempa. Fenomena ini sama halnya persen lainnya merupakan gejala
seperti veteran perang, korban gempa kecemasan yang disebabkan oleh
dapat mengalami post-traumatic stress faktor genetika. Tema penelitian ini
disorder, depresi dan kecemasan. adalah rekaman peta pengalaman
Anak-anak adalah sasaran ancaman klinis terapi pertama bagi dunia, untuk
paling potensial untuk mengalami memahami gejala dan penderita PTSD
dampak PTSD paska gempa. gempa secara genetik dalam suatu
keluarga. Temuan ini menjanjikan
Penelitian secara mendalam juga untuk langkah berikutnya dalam
menemukan bahwa sebagian besar memahami konsep biologi yang
kemampuan gangguan genetik pada mendasari gangguan PTSD paska
para penderita PTSD gempa ini gempa, khususnya dalam upaya untuk
telah diturunkan didalam generasi menemukan gen-gen tertentu yang
suatu keluarga, karena mereka telah terlibat dalam gejala PTSD paska
menjadi individu-individu yang lebih gempa.
rentan untuk mengembangkan
PTSD, kecemasan dan gejala depresi. Kasus-kasus ganguan emosi dan

Vol1 No2 Maret 2010 81


PSIKOLOGI AGAMA

kejiwaan berhubungan dengan bumi alam semesta beserta segala


kejadian yang menimbulkan reaksi- isinya dengan tujuan tidak untuk sia-
reaksi trauma yang telah lama sia dan beribadah kepada Allah SWT.
terjadi namun masih mempengaruhi
seorang manusia. Hal ini dikenal Semua memori audio yang terdengar
dengan sebutan PTSD atau Post oleh telinga, dan memori visual yang
Traumatic Stress Disorder. PTSD terlihat oleh mata, direkam oleh otak
berhubungan dengan konsep “Vivid yang memiliki milyaran sel. Setiap
Visual Imagery” atau pengalaman pergerakkan sel dan perkembangan
ingatan pendengaran dan penglihatan DNA adalah peta memori penciptaan
yang hidup didalam pikiran seorang jenis mental jiwa manusia yang ada
penderita PTSD. Psychology Today dalam pengetahuan dan kendali Allah
Magazine, dalam artikelnya, “The SWT sebagai Maha Pencipta segala
risks of PTSD following the 2010 kejadian dan peristiwa dilangit, bumi
earthquake in Haiti”, 21 Januari, 2010, dan didalam diri manusia itu sendiri.
menyebutkan, “The flashbacks and
trauma recollections experienced Rekaman memori audio visual ini
by the earthquake victims were menjadi data memori ingatan secara
dominated by the vivid visual imagery ilmu dan pengalaman ingatan emosi
they had experienced.” yang disimpan dalam keunikan struktur
otak dan DNA dalam memprosesnya.
Perspektif Al Qur’an Data memori ingatan ini menjadi
Maha Benar Allah SWT dengan referensi bagi berbagai jenis jiwa dan
segala firman Nya. Al Qur’an adalah tipe karakteristik manusia, karena apa
media sumber pengetahuan lintas yang dilihat dan didengarnya, secara
ilmu multidisipliner dengan berbagai bersamaan telah ditetapkan juga
muatan data informasi berita tentang sebagai perintah kepada akal untuk
masa lalu, masa kini dan masa depan memikirkan dan memerintah tubuh
yang telah dan akan terjadi bagi untuk memprosesnya, demikian
manusia di Planet bumi. Media Al juga halnya dengan hati nurani yang
Qur’an telah menjelaskan bahwa ide telah ditetapkan untuk menemukan
besar di balik penciptaan manusia kebenaran dari apa yang dilihat dan
yang memiliki indera pendengaran didengarnya.
dan penglihatan secara audio visual,
bahwa tujuannya adalah untuk Ada dua faktor yang turut
mengujinya dengan berbagai ujian mempengaruhi manusia secara
yang terlihat dan terdengar oleh kejiwaan yaitu: (1) faktor “bisikan
inderanya. Ide ini juga berhubungan dan pengaruh tipu daya negatif”
dengan ide awal penciptaan langit dari mahluk ghaib sebagai musuh

82 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI AGAMA

“bisikan dan pengaruh tipu daya


negatif” ini sebagai “Parasit dalam
pikiran.” Setiap manusia mempunyai
bisikan dari musuh ini (QS6:12-23:97).

Faktor kedua yaitu pemahaman atas


ilmu Allah SWT dalam Al Qur’an.
Hal ini menjadi utama bagi manusia
karena musuh alami manusia secara
absolut telah ditetapkan adalah
mahluk yang justru tidak dapat
terlihat dan terdengar oleh indera
manusia, tetapi ia adalah musuh yang
paling nyata dalam setiap tarikan
nafas, aliran darah, getaran rasa hati,
dan akal pikiran manusia. Ia adalah
musuh yang dampak akibatnya
paling nyata terlihat dan terdengar
kerusakan dan bencananya bagi
diri manusia itu sendiri. Karena Al
yang paling nyata (devil); (2) faktor
Qur’an telah menjelaskan bahwa
memahami ilmu Al Qur’an bersama
syeitan juga menguji manusia dengan
ilmu dunia untuk dapat menyadari
berbagai bisikan pikiran buruk, seperti
adanya Maha Pencipta segala hal
kecemasan, ketakutan, pikiran buruk,
yang berhubungan dengan apa yang
gejala-gejala seperti reaksi-reaksi
dilihat dan apa yang didengar oleh
stres, depresi, trauma, prasangka
manusia dengan berbagai kapasitas
buruk kepada diri sendiri dan kepada
akal pikirannya. Kedua faktor ini saling
bekerja untuk merebut pengaruhAllah SWT, hingga putus asa dari
rahmat, pengampunan dan kasih
yang paling kuat pada diri jiwa
manusia, khususnya bagi merekasayang Allah SWT. Sebagian dari gejala-
gejala ini juga dialami oleh manusia
yang mengalami peristiwa traumatik.
Faktor pertama yaitu bisikan “musuh”
pertama di planet bumi, yaitu Nabi
manusia, yaitu syeitan. Musuh ini
Adam AS, dan juga oleh para nabi dan
para rasul dalam perjuangan mereka
telah ditetapkan secara absolut tidak
menegakkan
dapat berkuasa untuk mengendalikan keimanan, seperti
dikisahkan dalam berita Al Qur’an.
akal pikiran dan emosi perasaan jiwa
manusia yang bertaqwa dengan
keimanan yang tidak setengah hati. Sejarah PTSD Pada Manusia
Dunia sains-psikologi menyebut Pertama Di Planet Bumi

Vol1 No2 Maret 2010 83


PSIKOLOGI AGAMA

Pengalaman ingatan audio visual yang atas pemandangan visualisasi bumi


hidup dalam pikiran, menimbulkan yang berbeda sekali dengan visualisasi
reaksi-reaksi traumatik, stress, depresi surga. Pada saat itu, manusia pertama
hingga putus asa pada manusia di di planet bumi ini mengalami pikiran
planet bumi, dalam perspektif Al dan perasaan penyesalan yang
Qur’an sebenarnya sama tuanya mendalam, rasa kehilangan nikmat
dengan sejarah pertama kali manusia surga, dan kehancuran harga diri yang
diciptakan. Sejarah ini terekam dalam mendalam. Nabi Adam AS mengalami
kesaksian media kitab suci Al Qur’an perasaan tidak berdaya, kesedihan
yang menceritakan tentang sebab yang memilukan, ketakutan dan
akibat turunnya Nabi Adam AS dan ketegangan akan masadepan, dan ia
Siti Hawa dari surga ke planet bumi merasa tidak berarti karena rasa malu
sebagai akibat dari perbuatannya dan dosa atas perbuatannya yang
sebagai manusia yang zalim (QS 2 zalim atas dirinya sendiri. Semua ini
:35). adalah akibat dari ketidaktaatannya
kepada perintah Maha Penciptanya
Peristiwa turunnya kedua manusia ini untuk tidak memakan buah dari suatu
ke planet bumi menjadi awal sejarah pohon di surga. Allah SWT menyebut
bagaimana konsep-konsep PTSD akan pelanggaran ini sebagai perbuatan
berkembang peta model dan pola durhaka dan sesat. Sesat karena
“Traumatic Stress Disorder”-nya, mengikuti arah petunjuk dan bisikan
karena secara bersamaan turunlah Iblis/Syeitan melalui pikirannya (QS
ketetapan Allah SWT, yaitu, “Sebagian 20:120-121).
manusia akan menjadi musuh bagi
yang lain, dan bagi manusia ada Imajeri “buah” dari suatu pohon
tempat kediaman di bumi, dan adalah suatu godaan dan ujian
kesenangan hidup sampai waktu visual pertama bagi indera manusia
yang ditentukan” (QS 2: 36). Ayat pertama, Nabi Adam AS. Pengalaman
ini memiliki isyarat muatan makna indera mata yang melihat secara
yang sangat dalam guna memahami visual buah yang sangat menggoda
kecenderungan pola dari ingatan dan penuh ujian bagi nabi Adam
kejadian peristiwa traumatik yang AS ini kemudian ditambah dengan
mempengaruhi perilaku, perasaan tekanan pengaruh syeitan yang
emosi dan pikiran manusia. membisikkan pikiran jahat kepadanya
(QS 20:120). Hal ini telah menjadikan
Ketika berada pertama kalinya di Adam AS durhaka dan sesat, hingga
planet bumi, secara imajeri dapat akhirnya Allah mengampuninya,
digambarkan bahwa indera Nabi menerima taubatnya, memilihnya dan
Adam AS mengalami penyesuaian memberinya petunjuk (QS 20 : 122).

84 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI AGAMA

Sejarah data ingatan traumatik Nabi untuk berpihak kepada kebenaran


Adam AS ini kemudian berlanjut dalam dari apa yang dilihat dan didengarnya,
berita hadis yang menyebutkan bahwa sebagai suatu ilmu pengetahuan,
ia tetap merasa malu kepada Allah petunjuk bagi arah berpikir, bersikap,
SWT dan merasa tidak pantas untuk merasa dan bertindak terhadap
memberi syafaat kepada manusia segala kejadian dan peristiwa, dalam
pada hari kebangkitan manusia untuk kesedihan dan kebahagiaan yang
kedua kalinya. ada dan menimpa dirinya di atas
planet bumi. Namun demikian,
Apa yang terjadi pada manusia semua itu hanya dapat berproses
pertama ini dengan pengalaman menjadi berarti ketika jiwa manusia
perjuangan menghadapi konsep itu dilengkapi dengan keimanan
“bisikan pikiran jahat” Iblis adalah dan ketaqwaan untuk ikhlas, ridha,
suatu “tipu daya” bagi pertahanan bersabar, bersyukur dan berprasangka
kesadaran pikiran manusia dan baik kepada yang menciptakan nikmat
menjadi “pola pertarungan penglihatan dan nikmat pendengaran
kesadaran” abadi hingga akhir jaman pada diri manusia itu sendiri sebagai
yang sering ditemui pada penderita hal yang secara bersamaan juga dapat
PTSD, khususnya bagi mereka yang berpotensi berdampak positif atau
gagal secara mental mengatasi negatif kepada dirinya sendiri, kepada
pola dari peta “ketidaksadaran dan sesama manusia, mahluk, bumi dan
bisikan pikiran jahat” atau dalam alam semesta.
bahasa para ahli PTSD menyebutnya
sebagai “Parasit dalam pikiran Kemampuan manusia untuk melihat
yang mempengaruhi ruang-ruang dan mendengar secara audio visual
kesadaran manusia”. Itulah sebabnya adalah bukti bahwa Allah SWT Maha
mengapa ketika manusia memiliki Berkehendak untuk menunjukkan
kesadaran atas faktor kedua yaitu Maha Kebesaran Ide Penciptaan
pemahaman ilmu agama dan ilmu Nya atas segala apa yang dilihat dan
masa depan dalam Al Qur’an adalah didengar manusia.
jiwa yang paling ditakuti oleh para
musuh (devil advocate/lingkaran Allah SWT juga Maha Berkehendak
setan) dibandingkan manusia ahli dengan Maha Kekuatan-Nya untuk
ibadah tetapi tidak paham atas ilmu menunjukkan kepada mata hati dan
dari ibadahnya. akal pikiran manusia akan Maha
Kekuatan Kendali-Nya atas segala
Manusia secara spirit dari roh kejadian dan peristiwa yang menimpa
kejiwaannya sebenarnya telah planet bumi bersama segala elemen
ditetapkan secara “Absolute By Design” dan unsur di dalamnya, seperti tanah,

Vol1 No2 Maret 2010 85


PSIKOLOGI AGAMA

gunung, besi, api, air, awan dan angin. indera penglihatan dan pendengaran
Semua elemen di planet bumi ini, arah manusia untuk secara sukarela atau
perggerakan dan perjalanannya ada terpaksa mengakui bahwa “Ada yang
dalam Maha Kendali-Nya. menggerakkan semua ciptaan yang
terlihat dan terdengar oleh mata hati
Allah SWT dapat memerintahkan dan akal pikiran manusia itu.”
gunung untuk bergerak dan Itulah sebabnya setiap ayat Al Qur’an
berjalan bersama bumi di suatu titik yang menjelaskan kisah dan peristiwa
tertentu hingga terjadilah tabrakan bencana alam dan juga kekuatan gempa
(lempengan bumi) yang menimbulkan selalu berarah pada isyarat makna
gempa besar dan berakibat sebagai dalam matriks imajeri perumpamaan
pengalaman ingatan kejadian tentang hal-hal sebagai berikut.
traumatik bagi sebagian jiwa manusia Pertama, peringatan untuk kembali
yang menyaksikan kehebatan-Nya kepada konsep keimanan, perintah
Yang Maha Perkasa. dan larangan. Kedua, pertunjukkan
kekuatan tanda-tanda kebenaran
Ketakutan, kepanikan, kesedihan dan kebesaran kekuasaan kehendak Allah
ketidak berdayaan yang dirasakan SWT bagi mata hati dan akal pikiran
pada peristiwa kejadian bencana yang ada di dalam jiwa manusia yang
alam seperti gempa adalah ujian bagi tunduk untuk beriman secara ikhlas

86 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI AGAMA

atau terpaksa. Ketiga, suatu Ilmu yaitu, “Maka hancurlah apa yang
Pengetahuan yang Absolute dan tidak mereka dirikan, mereka bangun,
dapat didebat oleh dunia sains bahwa mereka sembah, mereka miliki,
“Ada yang Maha Menggerakkan karena manusia itu sendiri; dan Allah
dan Maha Mengendalikan langit SWT tidak sekalipun mendzalimi
bumi alam semesta beserta segala manusia. Adakah yang mengambil
isinya”. Keempat, Allah SWT Maha pelajaran dari apa yang dilihat
Pencipta mengendalikan segala dan didengar oleh mata hati dan
pergerakkan para langit bersama akal pikiran manusia?” Ketujuh, Al
pintu-pintunya, para planet galaksi Qur’an adalah sumber utama ilmu
bersama misterinya, para gunung pengetahuan yang menjelaskan
bersama kandungannya, para api kabar berita gembira dan kabar berita
bersama panasnya, para air bersama peringatan yang menjadi tanda-tanda
rasanya, para awan bersama isinya, petunjuk secara audio visual imajeri
para halilintar bersama energinya, tentang apa yang harus direncanakan
para angin bersama arahnya, dan para dan dilakukan manusia dengan
gempa bersama peringatannya yang pengetahuannya diberbagai disiplin
menjadi suatu tanda-tanda bagi akal ilmu.
tentang adanya mahluk lain selain Isyarat makna Ini bukanlah mitos,
manusia dialam semesta ini yang taat tahayul, konsep gila, atau fiksi. Ini
pada perintah Maha Penciptanya. adalah bukti bahwa manusia dengan
Kelima, manusia telah dikepung dari segala peristiwa yang dialaminya dalam
segala penjuru oleh Maha Kekuatan planet bumi adalah perumpamaan
Yang Maha Perkasa. Tidak ada bagi ujian itu sendiri. Isyarat makna ini
satupun manusia yang akan lepas dari adalah tantangan bagi suatu gerakan
janji absolut yaitu bahwa Allah SWT lintas disiplin ilmu multidisipliner
pasti akan menguji manusia dengan dalam melakukan pendekatan dan
apa yang dilihat dan didengarnya tinjauan berbagai kajian ilmiah yang
untuk mengetahui kualitas akal dan tidak dapat mengingkari adanya faktor
jiwa manusia yang baik keimanannya keterlibatan Ilmu Maha Pencipta.
atau buruk keimanannya. Keenam, Untuk mengetahui ilmu Maha
ada hubungan peristiwa fenomena Pencipta maka pelajarilah firman-Nya.
kejadian bencana alam, khususnya
bencana gempa dan tsunami berkaitan Aplikasi Al Qur’an untuk Kasus
dengan faktor kesombongan dan PTSD
kebanggaan manusia dengan apa yang Al Qur’an menjelaskan bahwa
telah mereka pikirkan dan mereka bagi mereka yang mendapatkan
usahakan. Allah SWT menyebutnya pemahaman atas ilmu dari firman
dengan perumpamaan secara imajeri, Nya, akan mendapatkan kekuatan

Vol1 No2 Maret 2010 87


PSIKOLOGI AGAMA

dan kesembuhan jiwa, khususnya bagi adalah menjadi tanggungjawab dan


para korban penderita trauma paska kembali kepada Allah SWT.
bencana alam yang menyebabkan Hal-hal tersebut di atas sangat
berbagai reaksi-reaksi ketakutan bermanfaat untuk dikomunikasikan
dan kesedihan, karena Al Qur’an kepada para korban paska bencana
menenangkan jiwa dan hati manusia, alam dan semua manusia yang
menghibur akal pikiran manusia, menyaksikan kekuasaan dan
merupakan kabar gembira yang janji kehebatan kekuatan Allah SWT yang
ujian Nya paling pasti bagi manusia, menggerakkan berbagai bencana
nasehat yang menjelaskan segala alam seperti gempa dan tsunami yang
sesuatu bagi mata hati manusia, mereka lihat dan mereka dengar di
peringatan yang menyiapkan segala media massa cetak, televisi hingga
sesuatu bagi akal pikiran manusia, ilmu dunia hypermedia news on line.
yang menjadikan manusia menyadari Harapannya agar sesama manusia
bahwa tidaklah sia-sia dalam beriman dapat saling mengingatkan dan saling
dan bertaqwa. Tidaklah sia-sia dalam menasehati, dengan tujuan agar
mensyukuri nikmati dan menyabari mereka yang beriman akan makin
ujian atas segala yang dialami, terasa, bertambah keyakinannya, dan mereka
terlihat dan terdengar oleh indera yang dzalim dan sesat keimanannya
manusia. akan mendapatkan petunjuk,
karena Allah SWT Maha Pengasih
Tidaklah sia-sia dalam berprasangka dan Maha Penyayang dengan Maha
baik atas diri sendiri dan kepada Allah PengampunNya.
SWT. Pemahaman tentang tujuan awal
dan kesudahan atas segala kejadian Mengingat kemajuan ilmu dunia
dan peristiwa bencana yang ada dengan teknologi sains yang
didalam bumi dan didalam diri manusia fenomenal bersama ilmu ekonomi
itu sendiri adalah suatu perumpamaan politik sosial dan budaya di abad ini,
yang menjelaskan bahwa Allah SWT dengan biaya trilyunan dollar untuk
Maha Berkuasa menciptakan dan berbagai penelitian, ternyata pada
menghancurkan serta menciptakan akhirnya hanya untuk membuktikan
kembali suatu bentuk permulaan dari kebenaran berita ilmu Al Qur’an; untuk
kematian atau kehancurannya. Secara itu, tidaklah pantas untuk menjadi
logika dan audio visual imagery, maka sombong dengan tidak memikirkan
kepada yang menciptakanlah manusia pengetahuan yang ada didalam Al
dan semua mahluk yang terlihat dan Qur’an.
terdengar atau ghaib sekalipun akan
kembali. Hal itu adalah mudah bagi Itulah sebabnya mengapa ada
Allah SWT. Mengingat segala urusan kecenderungan beberapa disiplin

88 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI AGAMA

versi Yusuf peraih nobel semakin


mendunia. Konsep kembali kepada
“Etika Moral Politik Berdasarkan
Sikap Keyakinan Spiritual” bagi
seorang calon kandidat presiden di
negara-negara besar seperti Amerika
dan Indonesia semakin sensitif dan
strategis untuk menjadi pertimbangan
kebijakan agenda media dan agenda
publik selama kampanye pemilihan
presiden. Demikian pula halnya
dalam kajian Ilmu kedokteran di
Amerika dan Eropa. Maurice Bucaille
menjelaskan dalam kajian kedokteran
bahwa Al Qur’an, yang berasal dari
abad ke enam Masehi saat Perancis
diperintah oleh raja Dagobert,
telah mengandung konsep-konsep
dasar dunia kedokteran yang baru
ditemukan pada masa-masa terakhir
dari perjalanan sejarah peradaban
manusia. Pernyataan Maurice ini
sama dengan sikap pemikiran Keith
L. Moore yang melakukan kajian
bersama A. Majid az-Zindani tentang
perkembangan janin.

Ilmu Allah SWT didalam Al Qur’an


telah mendahului ilmu manusia.
ilmu mulai bergerak menuju suatu Seperti bagaimana kita dapat
arah yang disebut “Kembali kepada memahami makna surah Al Insaan
semangat manusia sebagai mahluk 76:2: “Sesungguhnya Kami telah
spiritual”. Misalnya, pemikiran menciptakan manusia dari setetes
Antonio Syafei dan Herman mani yang bercampur, yang Kami
Kertawijaya mengenai konsep-konsep hendak mengujinya (dengan perintah
“Bisnis dan Marketing Syariah” dan larangan), karena itu Kami jadikan
menjadi isu internasional. Pemikiran dia mendengar dan melihat.” Ayat ini
konsep-konsep “Ekonomi Kerakyatan memberikan isyarat mengenai proses
Berdasarkan Konsep Syariah” penciptaan manusia berhubungan

Vol1 No2 Maret 2010 89


PSIKOLOGI AGAMA

dengan berbagai ujian yang akan


diperlihatkan dan diperdengarkan
kepada tubuh dan jiwanya sebagai
mahluk yang sempurna karena telah
didesain dan dilengkapi dengan
berbagai rekaman data DNA,
pengalaman emosi, hati nurani dan
akal pikirannya. Kesempurnaan ini
bertujuan untuk diuji. Jadi, Al Qur’an
telah menjelaskan bahwa manusia
adalah media bagi ujian secara
audio dan visual dari rekaman data
pengalaman memori apa yang dilihat
dan didengarnya.

Namun demikian, dunia sains,


khususnya disiplin ilmu kedokteran,
psikologi, sosial budaya dan ilmu
komunikasi baru dapat menjelaskan
konsep ayat tersebut secara signifikan
pada abad 21, dalam teori-teori dan
definisi-definisi yang berhubungan
dengan konsep-konsep dan istilah Dengan kesadaran pemahaman
tentang: “Transfer of Affect”, ini, maka dunia sains-kedokteran
“Thinking And Language”, “Imagery dan psikologi akan lebih berarti
and Language in Productive Thinking”, dan bermanfaat jika dapat
“The Role of Images in Though”, mengembangkan konsep kesembuhan
Imageless Though”, “Memory Image”, secara fisik juga berkaitan dengan
“Eidetic Image”, “Vivid Visual Imagery” konsep kesembuhan dari kekuatan
hingga “PTSD-Post Traumatic Stress jiwa, dengan kembali kepada semangat
Dissorder”, dan sebagainya. Istilah manusia sebagai mahluk spiritual,
dan definisi ilmiah tersebut lahir dari khususnya untuk penanganan korban
berbagai penelitian dan kajian yang dari kejadian traumatik paska bencana
berhubungan dengan konsep-konsep alam seperti gempa dan tsunami.
dan fungsi indera penglihatan dan
pendengaran yang ada di diri manusia. Konsep “kehilangan” orang-orang
Al Qur’an telah mengisyaratkan hal ini yang dicintai karena kematian dan
jauh sebelum manusia mendapatkan kehilangan harta benda yang luput
dukungan kemajuan dari teknologinya. untuk diselamatkan sebelumnya telah

90 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI AGAMA

media bagi ujian secara audio dan


dijelaskan oleh Al Qur’an QS Al Hadiid
visual dari rekaman data pengalaman
57:22-23, “……….(Kami jelaskan
memori apa yang dilihat dan didengar
yang demikian itu) supaya kamu
oleh tubuh dan jiwanya sebagai
jangan berduka cita terhadap apa
mahluk yang sempurna karena telah
yang hilang (luput) dari kamu,….”
didesain dan dilengkapi dengan sains
Sejarah PTSD pada dalam diri manusia
data DNA, pengalaman emosi, hati
yang berhubungan dengan peristiwa
nurani dan akal pikiran. Namun dunia
“traumatic event” telah dijelaskan
sains, khususnya disiplin ilmu psikologi
oleh Al Quran. Bahwa para penderita
baru dapat menjelaskan kebenaran
trauma paska bencana alam dan paska
arah konsep ayat ini dalam kajian dan
tragedi dalam diri manusia itu sendiri,
penemuan penelitian penting di abad
akan mengalami pola pengalaman
21.
yang sama yaitu kesedihan dan
kehilangan yang mendalam. Hal ini
Jelaslah kebenaran firman Allah SWT
sesuai dengan yang dijelaskan dalam
didalam Al Qur’an yang menegaskan
surah QS Al Hadiid 57 : 22-23, “Tiada
dan menjelaskan tentang ide awal
suatu bencanapun yang menimpa di
penciptaan manusia yaitu bahwa
bumi dan (tidak pula) pada dirimu
manusia adalah media bagi ujian
sendiri melainkan telah tertulis dalam
secara audio dan visual dari rekaman
kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami
data pengalaman memori apa yang
menciptakannya. Sesungguhnya
dilihat dan didengarnya oleh tubuh
yang demikian itu adalah mudah
dan jiwanya sebagai mahluk yang
bagi Allah. (Kami jelaskan yang
sempurna karena telah didesain dan
demikian itu) supaya kamu jangan
dilengkapi dengan berbagai data DNA,
berduka cita terhadap apa yang luput
pengalaman emosi, hati nurani dan
dari kamu, dan supaya kamu jangan
akal pikiran. “Sesungguhnya Kami
terlalu gembira terhadap apa yang
telah menciptakan manusia dari
diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah
setetes mani yang bercampur yang
tidak menyukai setiap orang yang
Kami hendak mengujinya (dengan
sombong lagi membanggakan diri.”
perintah dan larangan), karena itu
Kami jadikan dia mendengar dan
Ayat di atas memberikan isyarat
melihat.” (QS Al Insaan 76:2). Maha
mengenai metode dan pola
Benar ilmu Allah SWT didalam Al Qur’an
pendekatan penanganan pada kasus-
yang diimagerykan tiada terhingga
kasus PTSD paska bencana alam.
kedalaman dan keluasannya, dan
Ayat ini juga menegaskan kembali
seandainya semua pohon-pohon di
ayat sebelumnya tentang ide awal
planet bumi menjadi pena dan semua
penciptaan manusia (QS Al Insaan
air lautan menjadi menjadi tinta untuk
76:2), yaitu bahwa manusia adalah

Vol1 No2 Maret 2010 91


PSIKOLOGI AGAMA

digunakan menulis ilmu Allah SWT, * Penulis adalah akademisi, peneliti


maka tidaklah dapat menuliskan dan dan praktisi dibidang kajian ilmu seni
melukiskan kebesaran dan kekuasaan komunikasi media audiovisual. Email:
Ilmu Maha Pencipta segala kisah dan asiaaudiovisual@gmail.com
cerita gembira dan sedih didalam
setiap kejadian dan peristiwa diatas
bumi dan didalam diri jiwa manusia
(QS 18:109-31:27). QS: An Najm 53:42-
43: “….dan bahwasanya kepada
Tuhanmulah kesudahan (segala
sesuatu), “…dan bahwasanya Dialah
yang menjadikan orang tertawa dan
menangis,” (karena apa yang dilihat,
didengar, dirasa dan diingat didalam
pikirannya)

92 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI AGAMA: KONSULTASI

B
agi orang Indonesia yang pluralistik, agama adalah
aspek yang inheren (melekat) dalam kehidupan
sehari-hari. Paradoksnya, banyak masalah dan
konflik yang muncul karena benturan-benturan diantara
para pemeluk agama, baik yang seagama maupun yang
berbeda agama. Yang seringkali terjadi, bukan ajaran
agamanya yang teramat problematis, melainkan jauh
lebih banyak dan kompleks tingkah laku beragama orang
lah yang perlu ditinjau ulang. Rubrik ini mencoba mengupas
secara kritis permasalahan yang dihadapi individu-individu
pemeluk agama dan menawarkan sejumlah alternatif
pemikiran dari ilmu psikologi guna diaplikasikan terhadap
permasalahan yang dihadapi pembaca dalam praksis hidup
keagamaan.
Pengasuh:
Sari Narulita, Lc., M.Si.

Poligami Orangtua Awal Ujian Kehidupanku

Aku Osie, sudah lulus kuliah S1 di salah satu perguruan tinggi negeri di
Jakarta. Dari kecil orang tuaku mendidikku dengan cukup agamis, sehingga
sampai kini pun aku insyallah masih mengingat dan menjalankan nilai-
nilai  yang diajarkan kedua orang tuaku. Dari segi finansial, syukur aku
ga pernah kekurangan, juga soal hubungan sosial dan pribadi, aku punya
sahabat yang baik dan orang-orang yang sayang padaku di sekitarku..

Tapi.. waktu kecil ayahku menikah lagi, ibuku dimadu. Sejak itu, aku
merasa ada sesuatu yang hilang dalam kebersamaan kami.. Waktu itu
aku masih  SD, aku tidak tahu cara mengungkapkan perasaan. Yang ku
tahu hidup terasa berbeda karena ada seorang yang harus kupanggil
mama (karena ibu kandungku kupanggil ibu).

Sedari kecil memang aku sering melihat orang tuaku bertengkar, bahkan
aku juga melihat ayah memukuli ibuku.. Osie kecil hanya bisa berteriak
ketakutan, seakan turut merasakan tamparan yang mendarat di pippi
ibuku tercinta..

Vol1 No2 Maret 2010 93


PSIKOLOGI AGAMA: KONSULTASI

Aku sayang ayahku, aku tidak bisa memilih salah satu dari keduanya..
hingga hatiku sering terasa hampa bila  melihat mereka adu mulut bahkan
sampai memukul. Ayah membentak dengan suara keras dan ibu juga
menjerit karena kesakitan dan menahan emosi.. Aku hanya menonton
semuanya sambil merekam adegan itu dalam pita memori balitaku...
hingga semua tergambar jelas sampai detik ini....

Hidup benar-benar bagai dua mata uang yang berbeda buatku.. Bila dalam
keadaan “normal”, ayahku begitu periang dan sering bercAnda dengan
ibu, shalat berjama’ah, mengajari aku mengaji bergantian, dan di akhir
pekan kami pergi ke taman kota atau tempat mainan anak-anak. Aku
puas dengan banyak mainan dan kedua orang tuaku mengobrol di pinggir
arena permainan. Saat-saat seperti itu, aku merasa dunia hanya milik kami
bertiga.

Namun bila badai mengamuk, aku seakan merasa ayahku begitu


benci dengan ibu. Bahkan juga sebaliknya. ibu bisa kasar pada ayah,
mengucapkan protes dengan nada tinggi dan sangat berang, seakan-
akan mereka tidak pernah saling menyayangi.. Di saat melihat yang
seperti ini, aku seakan merasa ditiadakan di tengah-tengah mereka.

Sampai akhirnya ada pihak ketiga menjadi bagian hidup kami... Dengan
segala kekurangan dan kelebihannya, aku tahu sosok ini telah berusaha
untuk cocok denganku.. juga dengan adikku (kelas 6 SD aku baru punya adik)..

Hidup berlanjut, aku makin besar, pindah belajar ke pesantren ternama


di Jakarta. jarang pulang, hanya satu kali sebulan, dan aku tidak terlalu
merasakan badai itu pada masa-masa pubertas dan memasuki masa
remajaku.
Di pesantren, ada banyak pengajaran yang kuterima. Berbakti pada orang
tua, ikhlas dalam menjalani hidup, sampai belajar tabah pada cobaan.
Semua  ajaran yang kudapatkan kubawa masuk dalam real life-ku.. Hingga
ketika sesekali ibu datang ke pesantren, dan aku melihat pipinya yang
merah sebelah karena “dicintai” ayah, maka aku hanya bisa menangis..
Karena norma bakti pada orang tua, membuatku selalu menyanjung
mereka, ikhlas dan sabar pada cobaan membawaku pada air mata yang
kadang turun sambil mengaji, atau saat sendirian di pojokan masjid, saat
semua jemaah shalat isya sudah pulang ke asramanya masing-masing.

94 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI AGAMA: KONSULTASI

Sekarang makin kudalami paham agama, makin kutahu bahwa hidup


bukanlah tempat bersenang-senang bagi umat Nabi Muhammad.
Hidup adalah tempat berjuang, menahan nafsu dunia. Nafsu jangan
terlalu diperturutkan. Sebaliknya, ini masa untuk menanam benih yang
bisa dituai untuk modal ketika dihisab Allah nanti di padang Mahsyar.

Aku tahu, untuk membuktikan diri menjadi hambanya yang kuat batin
dalam menghadapi gelombang hidup, tidaklah mudah. Aku tahu teorinya...
Aku tahu caranya. Aku tahu harus bagaimana dan melakukan apa... karena
aku hampir menyelesaikan doktoral di bidang agama. Tapi aku tidak tahu
kemana kucari motivasi untuk melakukannya..

Aku merasa hidupku ini seperti mengalir yang tidak tentu arah. Ada
orang berkata, biarkan hidup ini mengalir sebagaimana adanya. Namun
bila “sebagaimana adanya” itu adalah air mata dari waktu ke waktu,
bagaimana? Apa hanya menangis yang bisa aku lakukan?

Aku tahu jawabannya tidak. Toh sekarang aku pun pengajar di salah satu
universitas swasta yang cukup dikenal di Jakarta. Aku melakukan semua
dengan baik. Tidak jarang mahasiswa datang padaku dengan membawa
segudang masalah mereka dan berharap aku mampu menyelesaikannya.
Lalu aku pun berusaha menjadi pendengar yang baik, sahabat bagi
mahasiswa-mahasiswaku. Mereka jalankan nasihatku sehingga mereka,
dengan kuasa Allah, bisa lepas dari tekanan yang mereka rasakan.

Namun aku? Bagaimana agar aku bisa bebas dari tekanan yang kurasakan?
Bahwa bayang-bayang ketakutan akan diduakan? Bahwa aku mungkin akan
bernasib sama dengan ibu? Aku sampai saat ini masih sendiri. Di usiaku
yang hampir 31, tak ada seorangpun yang bisa kupanggil kekasih. Bukan
aku tak ingin bersuami, tetapi aku merasa terlalu muluk mengharapkan
itu.

Dengan penuh kesadaran kukatakan aku tidak cantik. Mungkin aku mudah
mengajak orang tertawa dan mendengarkan mereka, namun aku sangat
jauh dari menarik secara fisik. Dengan keadaanku yang seperti ini dan
masa lalu yang kualamai, aku merasa hidupku ke depan begitu hambar..
Ada keyakinan dalam diri bahwa Allah tidak akan memberi hambanya

Vol1 No2 Maret 2010 95


PSIKOLOGI AGAMA: KONSULTASI

cobaan di luar kekuatan hamba menerimanya. Hanya itulah modalku,


walau dalam hati aku tidak tahu kekuatan apa yang kupunya untuk
bertahan?

Mungkin rubrik ini bisa memberi aku sedikit sinar cerah...

Wassalam,
Ossie… di Jakarta

Jawaban

Dear Ossie….
Tampaknya Anda menjadi ragu untuk melangkah menuju masa depan;
selain disebabkan kurang percaya diri Anda akan fisik Anda, juga karena
Anda merasa bahwa masa lalu Anda menjadi satu bentuk trauma dan
penghalang tersendiri bagi Anda.

Suatu prestasi luar biasa, di kala dengan trauma yang Anda alami, namun
Anda masih bisa mengeyam jenjang pendidikan tinggi, yang dengannya
Anda pun masih bisa menyelesaikan masalah orang lain. Namun sayangnya,
Anda merasa bahwa Anda belum mampu menyelesaikan masalah Anda
sendiri. Tampaknya Anda masih belum menerima kenyataan bahwa
orangtua Anda punya masalahnya sendiri; masalah yang mungkin telah
mereka selesaikan dengan caranya tersendiri. Anda merasa bahwa Ibu
Anda seolah mengalami kekerasan dalam rumah tangga setelah Ayah yang
Anda banggakan menikah kembali; namun disisi lain, Anda pun menyadari
bahwa sebelum menikah pun, Ibu pernah mengalami hal yang sama dan
seseorang yang Anda panggil mama pun tetap berusaha beradaptasi baik
dengan Anda dan adik-adik Anda. Langkah awal sebelum melangkah yang
sebaiknya Anda lakukan tampaknya adalah menerima kenyataan yang ada
dan mencoba menjadikannya sebagai suatu cambuk untuk bisa melangkah
ke masa depan yang lebih baik.

Ketahuilah, Lemon adalah minuman yang asam rasanya. Namun dengan


tambahan sedikit gula, ia akan menjadi manis rasanya. Orang yang cerdik
dan pandai adalah mereka yang mampu mengubah semua kerugian,
musibah, kesengsaraan, penyakit menjadi suatu keuntungan. Sedangkan

96 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI AGAMA: KONSULTASI

mereka yang bodoh adalah mereka yang membuat musibah menjadi lebih
sulit dihadapi.
Kita bisa belajar dari Imam Ibnu Hambali yang dipenjara, namun demikian
ia mampu menulis buku yang terkenal; juga dari Ibnu Taimiyah yang juga
dipenjara dan ketika keluar dari penjara, ia telah menjadi orang yang
berilmu sangat banyak. Pelajari juga bagaimana Malik bin Raib tertimpa
penyakit ganas, namun ia tetap mampu menyusun banyak syair indah
yang bila dikumpulkan melebihi syair yang ada di Daulah Abbasiyah.

Bila Anda tertimpa musibah. Lihatlah sisi positifnya dan optimalisasikan


sisi tersebut dengan mengindahkan sisi negatifnya. Bila seseorang
menghadiahkan Anda serigala, maka ambil kulitnya dan buatlah sepatu
darinya; sedang yang lainnya, buanglah! Bila Anda tertimpa penyakit,
maka katakanlah bahwa hal tersebut merupakan satu kesempatan untuk
mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kualitas doa kepada
Allah. Bila Anda miskin, maka katakanlah Anda beruntung bisa memahami
kondisi para orang miskin dan tengadahkan tangan Anda kepada Yang
Maha mengetahui segala sesuatunya. Sesungguhnya tidak semua yang ada
di dunia ini hanya kebaikan ataupun hanya keburukan. Allah berfirman, ”
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,” (QS.
Al-Baqarah: 216).

Atas dasar itulah, maka katakanlah, ’Ya Allah, setiap kali Kau memberikan
nikmat padaku, sedikit sekali rasa syukurku; dan setiap kali Kau
memberikanku musibah, sedikit sekali kesabaranku. Wahai Dzat yang
sedikit sekali kusyukuri atas nikmat yang telah diberikan namun tidak
menjerumuskanku; Wahai Dzat yang sedikit sekali kutampakkan pada-
Nya kesabaran atas musibah yang diturunkan namun tidak menghukumku
atas itu; Wahai Dzat yang melihatku melakukan kemaksiatan namun
tidak memberikan skandal padaku; Wahai Dzat yang mengungkap segala
bahaya yang ada pada diriku, bagi-Mu lah segala pujian; Engkau lah
Maha pemberi nikmat dan bagi-Mu lah segala keistimewaan.

Dale Carniege, mengungkapkan bahwa seorang lelaki di kota Brooklyn


Amerika serikat mengalami infeksi berat pada usus dua belasnya dan
bahkan tiga orang dokter telah memvonis mati dengan memintanya
membuat surat wasiat bagi ahli warisnya. Mendengarnya, lelaki tersebut

Vol1 No2 Maret 2010 97


PSIKOLOGI AGAMA: KONSULTASI

pun lalu meninggalkan pekerjaannya selama ini dan lebih banyak berdiam
diri di rumah menanti saat-saat kematiannya. Tiba-tiba, ia memutuskan
suatu hal yang membuat keluarganya terperangah. Ia memutuskan untuk
merealisasikan segala asanya dalam hidup, yakni berkeliling dunia dan
mengemukakan bahwa itulah yang bisa dilakukannya selama ia masih
memiliki kesempatan hidup beberapa bulan kedepan sebagaimana yang
diprediksikan oleh dokternya. Ia lalu memesan keberangkatan pertama
melalui kapal laut berkeliling dunia dengan tak lupa meninggalkan
wasiat dan harta kekayaannya. Ia juga memutuskan untuk memakan
apapun yang disukainya selama hidupnya, yang selama ini dilarang oleh
dokternya. Kenyataannya, lelaki tersebut menikmati perjalanan –yang
dipikirnya adalah perjalanan terakhirnya dan kembali dari perjalanannya
dengan kondisi yang sangat baik; bahkan dinyatakan telah sembuh. Ia lalu
kembali kepada pekerjaan semulanya dan hidup dalam waktu yang cukup
lama.

Dengan demikian, pahamilah bahwa sesungguhnya Allah memahami


semua kondisi Anda dan mempertimbangkan segala aduan serta
mendengarkan segala rintihan. Karenanya, tenangkan diri Anda dan
berpikir positiflah pada Tuhan Anda! Sesungguhnya segala solusi atas
segala permasalahan yang Anda hadapi sangatlah dekat. Oleh karena
itu, janganlah bersedih dan mulailah lembaran hidup baru. Giatlah
bekerja dan berbuat baik kepada sesama. Sesungguhnya Allah tidak akan
mengindahkan semua perbuatan baik yang telah Anda lakukan. Tetap
semangat dan semoga sukses....

Kakak Laki-laki Meninggal Dunia

Assalamualaikum, Wr. Wb.


Saya memiliki masalah yang terus saya pendam dan saya jalani tanpa
mengetahui jalan keluarnya. Sebenarnya masalah ini saya pendam selama
1 tahun. Masalah yang sampai saat ini selalu menghantui saya. Satu tahun
yang lalu, kakak laki-laki saya satu-satunya meninggal karena kecelakaan
mobil. Setelah kejadian kecelakaan itu, sejujurnya saya sendiri bingung
untuk mengatakan apakah saya depresi atau hanya stress berat. Karena
saat itu saya benar-benar shok dan terpukul kehilangan kakak lelaki satu-

98 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI AGAMA: KONSULTASI

satunya yang sangat saya sayangi. Saya tidak percaya bahwa kakak saya
telah meninggal. Apalagi beberapa jam sebelum kejadian kecelakaan itu,
saya sempat bercAnda dengan beliau.

Butuh waktu yang cukup lama bagi saya untuk bisa menerima kenyataan
ini. Hampir setiap hari saya habiskan waktu dengan menangis, menangis,
dan menangis. Karena hanya itu yang bisa saya lakukan. Gairah belajar
saya menjadi turun karena selalu memikirkan kakak. Kejadian itulah yang
menyebabkan Indeks Prestasi (IP) saya merosot drastis di bawah 3. Saya
percaya bahwa setiap manusia akan meninggal dan berpisah dengan
orang-orang yang dicintainya. Saya melihat, bahwa saya yang paling tegar
diantara yang lainnya. Dan memang itu yang harus saya lakukan. Meskipun
sulit untuk menerima keadaan pahit ini, namun semuanya sudah kehendak
Allah Swt. Tugas saya selanjutnya adalah mengirim doa pada beliau setiap
hari dan menjaga ponakan saya yang merupakan amanah dari kakak saya
tercinta. Dengan begitu, saya masih tetap bisa menjadi kebanggaan bagi
kakak meskipun sekarang kakak telah tiada.

Naluri saya sebagai seorang adik tidak akan pernah lepas. Terkadang,
kalau saya lagi kangen sekali pada kakak, malamnya saya mimpi bertemu
kakak. Saya senang sekali bertemu kakak meskipun hanya dalam mimpi.
Di dalam mimpi itu, kakak sering menitipkan pesan dan nasihat untuk
saya. Insya Allah, sekarang saya sudah jauh lebih tegar kehilangan kakak
lelaki satu-satunya yang saya cintai dibandingkan satu tahun yang lalu.

Mba yang terhormat… Namun ada sedikit masalah dengan ibu saya…
Sampai hari ini beliau masih belum bisa menerima keadaan ini. Singkatnya,
beliau masih belum mengikhlaskan sepenuhnya kepergian kakak saya.
Terkadang, ibu suka memanggil-manggil nama kakak pada waktu malam.
Dan beliau kerap kali berkata bahwa kakak sering mengunjunginya dan
berbincang-bincang dengan ibu. Yang ingin saya tanyakan adalah… Apa
yang harus saya untuk membantu ibu menjadi lebih ikhlas menerima
keadaan sekarang ini..? Meskipun saya tahu, bahwa belajar untuk ikhlas
itu tidak mudah. Terima kasih, Mba…

Wassalam
Mrs. L, Jakarta

Vol1 No2 Maret 2010 99


PSIKOLOGI AGAMA: KONSULTASI

Jawaban

Teruntuk Mrs. L
Saya berduka cita atas meninggalnya kakak Anda. Namun demikian,
tampaknya kita harus meyakini, bawa semua yang terjadi sudah menjadi
ketetapan Tuhan; ketetapan yang sudah tersusun di Lauh Mahfudz. Allah
berfirman, ”Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak
pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz)
sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah
mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadiid: 22).

Semoga kita tidak menjadi manusia yang paling sengsara, yakni mereka
yang jauh dan tidak memiliki iman dalam dirinya. Keimanan kepada Allah
dan keimanan kepada qadha dan qadharnya bila berasimilasi dengan hati
akan mampu menjadi filter baginya. Jangan pernah beranggapan bahwa
apapun yang terjadi adalah suatu kebetulan belaka. Sesungguhnya semua
itu telah diaturnya dalam kehidupan ghaib dan tidak
ada seorang pun yang memahami hikmah dibaliknya.

Nampaknya Anda sudah cukup bisa meyakini bahwa kepergian kakak Anda
adalah sudah menjadi skenario-Nya. Anda pun tetap mencoba melakukan
yang terbaik bagi kakak yang telah meninggalkan Anda dengan selalu
mendoakannya dan mengingat kebaikannya. Namun terkait dengan Ibu
Anda, tampaknya Anda sebagai seorang anak yang baik bisa membantunya
menyadari kenyataan yang terjadi.

Untuk langkah awal, berikan pemahaman, bahwa setiap orang akan mati.
Namun demikian, kesedihan yang berlebih dalam diri ibu Anda, tentunya
disebabkan ada sisi positif dalam diri kakak Anda yang belum bisa
dilepaskan dalam diri Ibunda. Pelajari hal tersebut dan cobalah menjadi
anak terbaik bagi ibu Anda; hingga beliau menyadari bahwa beliau masih
memiliki anak lain yang masih bisa dibanggakan dan mesti mendapatkan
perhatian.

100 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI AGAMA: KONSULTASI

Ingatkanlah...betapa banyak orang yang tertimpa musibah. Untuk itu,


tegarlah dalam menjalani kehidupan. Ingatkanlah untuk menjadikan
Rasulullah saw. sebagai panutan. Kakinya berdarah, wajahnya terluka,
ia terkepung hingga harus memakan tumbuhan, ia dibuang dari tanah
kelahirannya sendiri-Makkah, istrinya tertimpa fitnah, 70 (tujuh puluh)
sahabatnya terbunuh, ia kehilangan anak yang disayanginya selama
hidupnya dan beliau harus mengikatkan batu pada perutnya untuk
mengganjal rasa laparnya. Juga, banyak orang menuduhnya gila, seorang
penyair, penyihir dan pembohong. Namun demikian, beliau tetap tenang
dengan keimanannya.

Semua ujian hendaknya mampu membuat kita meneladai Rasulullah saw.


Dunia mencakup dua sisi; baik dan buruk; miskin dan kaya; senang dan
sedih; konstruksi dan destruksi; hidup dan mati. Hiduplah dengan penuh
realitas. Terima posisimu dan beradaptasilah dengannya. Bantulah kerabat
dan lakukan hal yang mudah dengan tidak mempersulit diri.

Semua itu membutuhkan proses, namun saya yakin, Anda pasti bisa
melakukannya demi ibu yang Anda cintai. Sesungguhnya, tidak akan ada
ketenangan kecuali dengan mengingat-Nya. Semoga sukses!!!

Vol1 No2 Maret 2010 101


HUMANIORA

S
aya adalah seorang
yang sempat
mengalami depresi
akibat kelebihan berat
badan (obesitas). Banyak
hal yang membuat saya
menjadi tidak percaya
diri akibat postur tubuh
yang tidak normal seperti
kebanyakan orang pada
umumnya. Saya lahir
dengan berat dan panjang
yang normal seperti pada
kebanyakan bayi pada
umumnya. Dari kecil bakat
bertubuh besar memang
sudah terlihat. Hal ini
dikarenakan mama saya
juga memiliki bobot tubuh
yang besar. Pada usia
3-4 tahun belum banyak
hal yang saya pikirkan
Jangan Depresi atau masalah yang saya
hadapi mengenai bentuk
Karena tubuh yang tidak normal
seperti kebanyakan
Berat Badan! orang. Masa-masa yang
sangat pahit muncul
ketika saya memulai
Made Dwi Cahyaningrum aktivitas untuk sekolah
di TK. Masa yang sangat-
sangat menyedihkan
Aspek-aspek kehidupan manusia tidak cukup untuk dinyatakan
dalam rangkuman fakta-fakta. Di sela-sela, di sekeliling telah terjadi pada masa
peristiwa dan masalah faktual tersebut, tersimpan nilai- ini, banyak teman yang
nilai humaniora, misi-misi edukatif, potensi-potensi heroik, mengejek dan menghina
koreksi-koreksi kritis, dan refleksi-refleksi psikologis. Ternyata
orang memang dapat membangun dan mewarnai “cerita”- saya dengan perkataan
nya sendiri. Mari kita temukan makna-makna yang terserak, yang kasar. Mereka selalu
mengapresiasinya, dan menjadikannya “harta hidup” kita memberikan saya julukan
yang sejati.
si Atun yang terkenal

102 Vol1 No2 Maret 2010


HUMANIORA

bertubuh besar di sinetron Si Doel. ketika saya berkelahi dengan teman


Sungguh hal yang sangat menyakitkan. laki-laki saya hanya karena sebuah
Di usia yang begitu muda dan masih ejekan yang menyinggung perasaan
dini, mendapat perlakuan yang tidak saya. Saya pernah membanting teman
menyenangkan dari lingkungan sekitar. saya hingga terpental dan karena sikap
Saya merasa sangat sedih dan selalu saya tersebut saya dipanggil oleh guru
menyalahkan diri sendiri kenapa saya saya untuk berlapang dada menerima
berbeda dengan teman-teman yang segala kekurangan dan kelebihan kita.
lain. Secara psikologis saya merasa Anak kecil mana yang sudah tahu apa
tertekan dengan berbagai omongan artinya berlapang dada, yang ada pada
teman-teman saya yang menyakitkan, saat itu hanyalah emosi ingin melawan
namun saya tidak berdaya karena di siapa saja yang menghina atau men-
usia yang sedini itu hanya menangislah gejek saya. Masa SD adalah masa di-
yang bisa saya lakukan. Hampir mana saya belum tahu bagaimana ca-
setiap hari saya selalu menangis dan ranya menyikapi segala tindakan yang
mengeluh, bahkan saya ogah-ogahan ada apalagi untuk menenangkan emo-
masuk sekolah hanya karena takut si yang meluap. Pada saat itu hanya
diejek oleh teman-teman. Perasaan emosi dan kebencianlah yang ada dan
itu amat sangat menyiksa diri saya selalu membuat saya terluka.
yang pada saat itu masih berusia 5 ta-
hun. Barulah ketika saya memasuki masa
SMP saya baru menyadari bahwa hi-
Seiring dengan berjalannya waktu dup ini adalah sebuah anugerah yang
dan perkembangan yang ada, maka indah yang telah diberikan oleh Tuhan
timbulah sebuah perubahan yang cu- untuk kita syukuri apapun pemberian
kup membantu diri saya untuk dapat yang telah Tuhan beri untuk kita. Pada
menjadi pribadi yang kuat. Setelah SMP pun bobot tubuh saya masih te-
saya memasuki masa SD, banyak peru- tap berkisar diantara orang yang tidak
bahan yang terlihat. Dulu waktu masa normal untuk usia saya. Saya masih
TK saya adalah orang yang pendiam gemuk dan sangat gemuk untuk uku-
dan malu karena kekurangan yang ada ran anak SMP seperti kebanyakan
pada diri saya. Tetapi perasaan malu orang pada umumnya. Pada saat saya
nampaknya sudah tidak sedalam atau SMP saya belum memiliki dorongan
sebanyak pada saat saya TK dulu. Mu- seks untuk tertarik pada lawan jenis
lai memasuki masa SD saya mulai be- saya. Tidak seperti teman-teman se-
rani menyerang perkataan teman saya baya saya yang sudah mulai puber dan
yang menyakitkan yang selalu mem- genit-genit pada masa itu. Masa SMP
buat saya kesal dengan apa yang dika- saya adalah masa dimana saya mulai
takannya kepada saya. Pernah suatu menyenangi pelajaran-pelajaran yang

Vol1 No2 Maret 2010 103


HUMANIORA

ada pada masa SMP. Secara akade- libur ke Bali. Saat saya berlibur saya
mis saya mendapatkan banyak pen- berkunjung ke salah satu obyek pari-
galaman dan kesempatan untuk bias wisata yang terkenal dengan keinda-
terus-menerus menjadi juara kelas. hannya, yaitu Tanah Lot. Di sana lah
Pada masa itu fokus saya hanya pada saya memegang ular suci yang katanya
sekolah, les dan sekolah. Tidak ada akan mengabulkan permohonan kita
waktu untuk berleha-leha seperti ke- setelah kita memegang serta memi-
banyakan orang pada umumya. Berat num air suci (tirta). Percaya ga perca-
yang besar membuat saya tidak PD da- ya saya mulai menumbuhkan sugesti
lam bergaul di lingkungan social saya. yang kuat pada diri saya untuk mem-
Saya merasa tertekan dan tersiksa percayai hal tersebut. Permohonan
dengan keadaan ini. Pernah terlintas yang saya pinta pada saat itu adalah
dibenak saya bahwa aya tidak terima saya ingin berubah menjadi cantik se-
dengan kenyataan ini. Saya pernah perti teman-teman saya dan adik se-
kecewa pada Tuhan dengan keadaan pupu saya yang mana merupakn seo-
saya seperti ini. Saya merasa Tuhan ti- rang model di Bali. Sungguh hal yang
dak adil dan sangat-sangat tidak adil. konyol yang terlintas dibenak kebany-
Pelampiasan yang lakukan hanyalah akan orang pada umumnya yang me-
menangis dan terus menangis. Se- minta permohonan yang muluk-muluk
lain menagis saya hanya menyendiri seperti permohonan saya. Saya tahu
dari teman-teman saya. Sungguh hal apa yang saya minta itu adalah hal
yang sangat menyedihkan mengalami yang sulit terwujud walaupun tidak
keadaan yang tidak normal seperti ini. ada sesuatu yang mustahil di dunia ini.
Saya sempat merasa bahwa apa yang
Bobot tubuh saya masih sangat besar saya pinta disana adalah permohonan
ketika saya memasuki masa SMA, ya- yang tidak masuk akal logika. Entah
kni di angka lebih dari 100 kg. saat mu- mengapa saya selalu berusaha optimis
lai memasuki masa inilah barulah saya dalam memandang sesuatu hal ter-
mengalami masa-masa yang sangat maksud pada permohonan ini. Saya
indah seperti kebanyakan orang pada
umumnya. Saat itu saya mulai merasa
tertarik pada lawan jenis saya. Salah
seorang kakak kelas telah membuat
saya jatuh hati dengan kepintaran dan
penampilannya itu. Sungguh hal yang
indah dan menyenangkan bisa men-
gaggumi seorang pujaan hati. Saatnya
untuk mulaimelakukan perubahan,
perubahan terjadi setelah saya ber-

104 Vol1 No2 Maret 2010


HUMANIORA

yakin Tuhan dan para Dewa yang bers- babkan saya sangat berhati-hati dalam
tana di pura Tanah Lot mendengar doa memilih program diet yang tepat yang
saya. Alhasil saya memiliki kekuatan sesuai kemampuan saya baik secara
yang lebih yang memacu saya untuk finansial maupun secara fisik. Secara
terus menerus menguatkan tekad un- finansial saya tidak mungkin memilih
tuk melakukan perubahan. Sekemba- sedot lemak, karena sekali saja kita
linya saya dari Bali, saya mulai menco- melakukan treatment tersebut kita
ba menanyakan dan mencari program harus mengeluarkan budget ± 2 juta-
diet yang sesuai dengan kemampuan an. Mungkin hanya satu kali treatment
saya. Saya sempat tergoda dengan saja saya mampu membayar, selebih-
program yang instan yang mampu nya saya akan mengalami hal yang
menurunkan berat badan dalam jang- sama seperti teman-teman saya yang
ka waktu yang relative singkat. Banyak melakukan program diet tersebut. Se-
dari teman saya telah membuktikan lain financial saya juga mempertimb-
kemanjuran program tersebut yakni nagkan kemapuan fisik, karena banyak
dengan menyodot lemak yang dapat sekali orang yang berhasil melakukan
menurunkan berat badan sesuai ke- diet dengan berolahraga secara keras
inginan kita. Siapa yang tidak tergiur dan sangat rutin, namun untuk saya
untuk dapat menurunkan berat badan pribadi saya tidak bisa menjalankan-
secara cepat dan singkat. nya secara rutin maupun sekeras yang
ada pada program tersebut. Maka dari
Saya merasa beruntung diberi rasa itu saya selalu berusaha menacari pro-
takut akan jarum sntik, kalau tidak gram diet apa yang sesuai dengan ke-
pasti saya juga akan melakukan hal mampuan saya. Hasilnya adalah pro-
yang sama seperti teman saya. Apa gram diet sehat berdasarkan golongan
yang terjadi dengan teman saya yang darah. Secara tidak sengaja pada wak-
melakukan program diet secara in- tu saya pergi ke Gramedia saya mem-
stan?? Jawabannya adalah sangat baca sebuah buku tentang program
disayangkan mereka memilih program diet yang menurut saya sesuai dengan
yang instan. Awalnya mereka memang kemampuan finansial maupun fisik
mengalami keberhasilan yang luar bia- saya. Program tersebut ternyata me-
sa dan sangat-sangat berubah, namun mang tepat dan sesuai dengan apa
hal tersebut hanya mampu bertahaan yang saya cari selama ini.
dengan waktu yang relatif singkat se-
perti hasil yang mereka terima. Alha- Saya memulai program tersebut ke-
sil tubuh mereka mengalami kenaikan tika saya berada di semester 2 akhir
yang sangat banyak seperti sebelum pada masa SMA. Dalam menjalankan
mereka melakukan sedot lemak terse- program tersebut orang yang paling
but. Kondisi seperti inilah yang menye- berperan ialah mama. Sebelum mela-

Vol1 No2 Maret 2010 105


HUMANIORA

kukan diet saya memberitahukan biasa dengan menu-menu yang aneh


mama bahwa selama menjalankan ini. Makanan yang ingin dimakan kini
diet makanan yang saya makan tidak tidak boleh dimakan. Apa boleh buat,
boleh sama seperti sebelumnya. Saya semua itu harus dijalani dengan se-
memberitahukan kepada mama ma- penuh hati. Selain makanan yang di-
kanan apa saja yang boleh saya makan pantang ada beberapa informasi yang
dan yang tidak boleh saya makan. Saya saya dapatkan yakni ternyata meng-
memberitahukan dari mulai sayur-say- konsumsi nasi memilki kadar glukosa
uran, buah-buahan, daging-dagingan, yang sangat besar melebihi gula serta
kacang-kacangan serta beberapa ma- minum air dingin sangat berpotensi
cam bumbu masakan yang juga ada memicu mengembangnya badan kita
pada list tersebut. serta saya tidak makan malam mele-
wati jam tujuh malam. Maka dari itu
Saya tidak tahu apa cara yang saya la- saya juga berusaha mengurangi porsi
kukan ini akan berhasil apa tidak, tapi makan nasi saya yang biasanya em-
yang pasti saya yakin dengan kekuatan pat kali menjadi tiga kali sampai saya
doa serta permohonan pada saat saya benar-benar tidak makan nasi selama
di Tanah Lot saya yakin bahwa Tuhan enam bulan.
akan membantu saya dalam menja-
lankannya. Mama adalah orang yang Makan nasi sehari ternyata membawa
sangat berperan dalam membantu perubahan yang tidak terlalu jelek. Be-
saya menjalankan diet ini. Setiap pagi rat badan saya bisa turun 1 kg setiap
mama selalu menyiapkan makanan dua minggu berkat mengurangi porsi
yang sesuai dengan aturan main yang nasi saya. Maka dari itu saya mencoba
ada pada list tersebut. Setiap hari juga perlahan-lahan untuk tidak memakan
saya selalu membawa bekal yang di- nasi sampai waktu 6 bulan. Alhasil
sediakan oleh mama. Mama menyi- saya mengalami perubahan yang luar
apkan bekal-bekal yang akan menjadi biasa, yakni berat badan saya bisa tu-
menu makan siang saya pada saat run sebanyak 35 kg dalam waktu 6,5
itu. Semuanya telah mama siapakan bulan. Semua informasi yang saya da-
setiap hari demi membantu program patkan saya gabung menjadi satu, dari
diet tersebut. program diet berdasarkan golongan
Banyak kendala yang terjadi pada saat darah sampai pada pengurangan porsi
menjalankan diet tersebut, sungguh makan nasi serta membatasi waktu
hal yang sulit dan tidak seperti apa makan malam. Ternyata hasilnya luar
yang dibayangkan. Awal yang buruk biasa, saya benar-benar telah men-
dari program yang saya jalani adalah capai berat badan yang ideal seperti
hawa nafsu yang sulit untuk diken- teman-teman saya serta seperti adk
dalikan. Rasanya sangat-sangat tak sepupu saya.

106 Vol1 No2 Maret 2010


HUMANIORA

dalam jumlah besar maka dari itu saya


Selain tubuh yang besar, saya juga berusaha memikirkan solusi apa yang
memilki masalah dengan keadaan ku- paling tepat untuk bisa menggunakan
lit muka saya. Saya memliki jenis kulit uang ini dengan sebaiak mungkin. Ak-
yang berminyak yang memicu timbul- hirnya sampai juga pada keputusan
nya jerawat serta bekas noda jera- yang sangat tepat, yakni berkat salah
wat yang sulit dihilangkan. Saat saya seorang teman saya, saya menemukan
menjalankan program diet berdasar- klinik kecantikan yang tepat sebagai
kan golongan darah banyak manfaat solusi dalam mengatasi masalah saya
yang saya dapatkan. Semenjak mama tersebut.
menyediakan bekal untuk saya bawa,
uang jajan yang mama berikan kepada Hampir setiap hari saya mengunjungi
saya tidak terasa bertambah banyak. klinik tersebut untuk melakukan treat-
Mulai saat itu saya tidak pernah jajan ment maupun berkonsultasi mengenai
di kantin maupun ingin makan di res- kondisi muka saya tersebut. Untung-
toran favorit saya. Hasrat untuk makan nya saya selalu bersemangat dan terus
sudah tidak sekuat dulu. Saya sempat percya bahwa Tuhan akan membantu
merasa bingung ketika memiliki bany- saya dalam mewujudkan mimpi ser-
ak uang dari hasil uang jajan saya, ka- ta permohonan saya. Investasi yang
rana saya tidak biasa memegang uang cukup memuaskan sambil menyelam

Vol1 No2 Maret 2010 107


HUMANIORA

minum air. Pepatah inilah yang selalu kan kembali diet yang sama namun
terkait mengenai diri saya. Saya me- tidak seketat pada proses yang perta-
rasa mendapatkan hasil yang maksi- ma. Dari 5 kali kenaikan berat badan,
mal tidak hanya dari program diet te- ada kenaikan yang sangat besar yakni
tapi juga dari perawatan kulit. Semua mencapai 10 kg pada Mei 2007, sung-
yang saya capai dan saya rasakan saat guh sangat menyeramkan. Saya sangat
ini adalah karena hasil kemauan saya merasa khawatir dan hampir frustasi
serta dukungan doa dari orang-orang dengan keadaan ini.
sekitar saya terutama Tuhan sebagai
pencipta dn segalanya buat saya. Bagaimana jika saya kembali menja-
di Aya yang seperti dulu, bertubuh
Setelah saya berhasil melaksanakan gemuk yang menakutkan?? Sungguh
program tersebut, banyak sekali ke- sangat memprihatinkan. Apa yang ha-
hawatiran yang berlebih, yang saya rus saya lakukan dengan berat badan
rasa membuat saya selalu harus ber- yang naik ini?? Huft saya harus bisa
hati-hati. Perasaan cemas yang meng- mengontrol dan mengembalikannya
hantui saya adalah ketika saya merasa ke posisi 61 kg. usaha serta kerja ke-
khawatir akan klembali gemuk dan ras ternyata telah membuahkan hasil
saya juga takut jika hal-hal yang men- yang cukup baik. Saya mulai program
jengkelkan dating kepada saya. Saya diet dengan teratur namun kapasitas-
sangat amat takut. Kenaikan berat ba- nya tidak seketat dulu. Cukup dengan
dan selalu saya alami disaat saya men- membatasi makan malam dan tidak
ginginkan suatu masakan yang sudah meminum air dingin serta mengurangi
lama tidak pernah saya makan. Sela- porsi makan dan banyak mengkon-
ma 4 tahun sudah hampir 5 kali saya sumsi sayuran serta buah-buahan. Ha-
mengalami trauma akan kenaikan be- silnya saya dapat menstabilkan berat
rat namun ada rasa takut membayang- badan ke posisi yang ideal. Dengan
kan akan menjadi diri saya yang dulu. berhasilnya saya mengembalikan be-
Saya selalu mensiasati apa saja yang rat badan sesuai yang saya harapkan,
telah saya peroleh dari proses yang maka dari pengalaman tersebut saya
pertama. Jika saya sudah merasa agak tidak akan panik apabila berat badan
gemukan dan tidak nyaman untuk ber- saya sewaktu-waktu akan mening-
gerak berarti itu tandanya saya harus kat, karena saya tahu bagaimana cara
melakukan diet untuk mengembalikan mengatasi masalah saya tersebut.
berat badan saya seperti target perta-
ma. Saat ini berat yang ideal untuk diri Tips-tips mencegah depresi dari berat
saya adalah berkisar dari 61-65 kg. jika badan yang kembali gemuk:
berat badan saya melewati standar ini, 1. Optimis dan yakin bahwa Anda
itu artinya saya sudah harus menjalan- dapat meraihnya kembali;

108 Vol1 No2 Maret 2010


HUMANIORA

2. Review program diet yang sudah menggangu keseimbangan dirinya, yaitu ia-
pernah Anda lakukan; lah selalu berada dalam suasana hati yang
diliputi kebencian. Namun sewaktu di SMP,
3. Pilih cara yang sesuai dengan ke- ia menyadari bahwa hidup ini adalah suatu
mampuan Anda baik materi mau- anugerah, ia menerima diri apa adanya se-
pun fisik; bagai anugerah Tuhan. Dengan kesadaran
4. Tekuni apa yang telah Anda jalani, ini, MD menggunakan cara penyesuaian
jangan berhenti dengan berbagai yang bertujuan menghadapi tuntutan se-
cara sadar (ia menyadari kegemukannya
alasan yang ada;
dengan tulus ikhlas), realistis, obyektif,
5. Lakukan dengan niat yang tu- dan rasional. Cara-cara yang digunakan
lus dan bukan merupakan suatu MD adalah salah satu dari mekanisme
paksaan yang berat; pembelaan EGO (pribadi). Mekanisme ini
6. Rileks dalam menjalankan dan penting karena memperlunak kegagalan,
meraih kembali berat yang ideal menghilangkan kecemasan, mengurangi
perasaan yang menyakitkan karena
yang sesuai dengan harapan Anda; pengalaman yang tidak enak, dan juga
7. Lakukan olahraga secara teratur untuk mempertahankan perasaan layak
jika Anda memilki niat dan waktu serta harga diri.
untuk bisa melaksanakannya;
8. Semangat dan terus semangat un- Beberapa cara dari berbagai mekanisme
pembelaan ego yang MD lakukan antara
tuk bisa meraihnya kembali.
lain ada dua hal. Pertama, rasionalisasi,
yakni dengan menyadari anugerah Tuhan
ia dapat menerima kegemukannya (dapat
* Penulis adalah mahasiswa S1 menerima cemoohan/ejekan/hinaan
Fakultas Psikologi, Universitas Mercu teman-temannya) dan selanjutnya disiplin
Buana, Jakarta. melakukan “diet”. Kedua, identifikasi.
Dengan seorang saudara sepupunya
yang cantik, MD membayangkan akan
Tanggapan Dra. Nunnie Retna bisa menjadi seperti sepupunya, dapat
Widagdo, M.M., Psikolog meningkatkan rasa harga dirinya.
(Koordinator Laboratorium Psikologi, Salut untuk MD.
Fakultas Psikologi, Universitas Mercu
Buana, Jakarta)

Akibat kelebihan berat badan MD sejak usia 5


tahun sering dicemooh atau diejek, dihina den-
gan perkataan yang kasar, sehingga ia merasa
tertekan perasaan. Dalam kondisi ini, MD bera-
da dalam keadaan stress. Stress ini ialah segala
masalah atau tuntutan penyesuaian diri yang

Vol1 No2 Maret 2010 109


PSIKOLOGI PERKEMBANGAN: KONSULTASI

Pengasuh:
Rah Madya Handaya, M.Psi., Psikolog

Pacar Meninggal Dunia


Assalamu’alaikum Wr. Wb
Saya sangat senang MerPsy memiliki ruang psikologi perkembangan.
Karena kebetulan ada yang ingin saya konsultasikan berkaitan
dengan masalah saya. Saya seorang mahasiswi semester 2 fakultas
psikologi. Beberapa bulan yang lalu, saya baru kehilangan pacar yang
sangat saya sayangi. Dia meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.
Meskipun kami baru pacaran selam 4 bulan, namun dia sungguh
berarti bagi saya. Setelah dia pergi untuk selamanya, hidup saya
galau dan tidak bergairah. Saya kehilangan sosok yang selalu ada di
saat saya membutuhkannya. Kecelakaan itu terjadi saat saya sedang
mengurus surat kelakuan baik di Polres Ciledug bersama teman saya.
Salah satu teman saya di kampus menelepon dan memberi kabar
bahwa pacar saya kecelakaan dan meninggal dunia. Saya lemas dan
shok. Lalu saya menangis histeris di Polres tersebut. Karena melihat
saya histeris, beberapa Polisi menghampiri saya.

Mereka menanyakan mengapa saya menangis. Akhirnya teman


saya mencoba menjelaskan semuanya. Tidak lama kemudian, salah
seorang Polisi memberi informasi yang membuat saya nyaris tidak
percaya. Ternyata kecelakaan motor yang dialami pacar saya baru
saja ia tangani, dan motor pacar saya yang sangat saya kenal berada
di luar Polres. Dunia itu begitu sempit. Setelah kejadian kecelakaan
itu, saya menjadi orang yang bimbang antara percaya dan tidak
percaya… Saya merasa kalau dia tetap ada di dekat saya. Karena

110 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI PERKEMBANGAN: KONSULTASI

masih tidak percaya kalau dia sudah meninggal, hampir setiap


saat saya membuka facebooknya. Terkadang saya membuat status
yang kata-katanya saya sendiripun tidak mengerti. Saya seperti
orang yang kehilangan semangat hidup. Selama satu bulan saya
menghabiskan waktu dengan berdiam diri di kamar. Memandangi
foto-foto kebersamaan kita. Terkadang saya ngomong sendiri.
Dan sama sekali saya tidak merasa lapar karena tidak nafsu
makan. Bahkan beberapa hari setelah dia meninggal, saya tidak
memperhatikan makan. Saya sadar kalau saya terus menerus
seperti ini akan menyiksa diri saya sendiri. Tapi saya beruntung
karena memiliki teman-teman yang tidak pernah lelah untuk men-
support saya setiap saat. Mereka yang membuat hari-hari saya
kembali cerah. Namun, sampai saat ini saya masih belum bisa
melupakan dia sepenuhnya. Bapak yang baik hati…

Dapatkah bapak membantu saya agar terlepas secara perlahan dari


masalah ini..? Saya sangat membutuhkan saran dan masukan dari
bapak… Terimakasih bapak … Saya tunggu jawabannya…

Wassalam
Mrs. D, Jakarta
Jawaban
Hi Mrs D,
Pertama-tama saya ingin mengucapkan turut berduka cita
atas meninggalnya pacar Anda. Apa yang Anda alami setelah
meninggalnya pacar Anda merupakan suatu hal yang sangat
wajar dimana Anda merasa sulit untuk mempercayai bahwa pacar
Anda telah meninggal dan sekarang Anda kehilangan minat untuk
melanjutkan hidup Anda. Saat ini Anda merasa sangat terpukul
atas perginya seseorang yang sangat Anda sayangi dan yang Anda
harapkan untuk menjalani hidup bersama-sama.

Dalam menghadapi suatu peristiwa yang menyedihkan, khususnya


peristiwa meninggalnya seseorang yang dekat dengan kita, tidak
perlu memaksakan diri untuk cepat-cepat menerima peristiwa
tersebut. Dari cerita Anda, dimana Anda masih mengirimkan

Vol1 No2 Maret 2010 111


PSIKOLOGI PERKEMBANGAN: KONSULTASI

pesan-pesan untuknya melalui facebook seakan-akan dia masih


hidup, terlihat bahwa Anda masih berada pada tahap penyangkalan.
Mungkin Anda juga merasakan kemarahan kepada Allah karena
telah begitu cepat mengambil orang yang Anda sayangi.

Untuk sampai pada tahap menerima peristiwa menyedihkan


ini secara ikhlas, Anda memerlukan waktu yang mungkin tidak
sebentar. Jangan paksakan diri Anda untuk melupakannya. Semakin
Anda berusaha melupakannya, maka perasaan Anda akan semakin
tersiksa. Anda merasa tidak rela untuk melupakannya, dan memang
kenangan bersamanya merupakan suatu kenangan yang terlalu
berharga untuk dilupakan.
Anda perlu melanjutkan hidup dan yang perlu Anda lakukan adalah
mengingat kehidupannya dan jangan mengingat bagaimana
peristiwa kecelakaan tersebut terjadi. Secara perlahan Anda juga
perlu menanamkan dalam pikiran Anda bahwa peristiwa tersebut
memang benar-benar telah terjadi dan ia telah tenang berada di
sisi-Nya. Yakinkan diri Anda bahwa ia tidak mau melihat Anda selalu
bersedih dan tidak mengurus diri Anda sendiri.

Mrs D, saya yakin Anda mampu untuk melewati masa-masa sulit ini
karena Anda mempunyai dukungan dari teman-teman dan Anda
bisa menghargai usaha mereka untuk membantu Anda melewati
hari-hari yang sulit ini. Anda dapat membicarakan mengenai
kebaikan-kebaikannya dengan teman-teman Anda. Anda juga perlu
menimbulkan sara syukur bahwa Anda telah memiliki kesempatan,
yang walaupun hanya sesaat, untuk mengenalnya secara mendalam.

Jangan terlalu keras pada diri Anda sendiri. Biarkan diri Anda
berkabung dan bersedih karena Anda memang baru saja mengalami
peristiwa yang sangat menyedihkan dalam hidup Anda. Sejalan
dengan berlalunya waktu dan dengan pola pikir yang tepat, Anda
akan mampu melalui masa-masa yang terasa berat ini. Satu hal
yang tentu saja tidak boleh Anda lupakan adalah berdoa kepada
Allah agar diberikan kekuatan untuk menghadapi kehidupan Anda
selanjutnya. Semoga Anda dapat menjalani hari-hari Anda dengan
lebih bahagia………

112 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI PERKEMBANGAN: KONSULTASI

Ditinggal Pergi Oleh Sahabat Sejati


Waktu Kecil
Hallo MerPsy…
Saya sudah tidak sabar menunggu berita-berita menarik yang selalu
dihadirkan MerPsy. Perkenalkan, saya seorang mahasiswi sekaligus
aktivis pers mahasiswa.

Saya ingin berbagi cerita pada MerPsy, sekaligus berharap dapat


membantu saya untuk keluar dari masalah saya ini. Saya akan mulai
bercerita tentang hubungan persahabatan saya dengan seseorang.
Sebut saja Ani, sahabat sejati saya waktu kecil yang telah berhasil
mengubah hidup saya menjadi lebih berwarna. Namun, kisah manis
itu tidak berlangsung lama. Hanya 3 tahun persahabatan yang kami
bina. Dia teman saya yang paling baik. Kita berteman dari kelas
2 SD sampai kelas 5 SD. Hampir setiap hari kita habiskan waktu
bersama dengan bermain di pematang sawah. Akan tetapi, tiba-tiba
dia meninggalkan saya tanpa sepatah kata atau sebuah pesan. Dia
beserta keluarganya pindah rumah dan tidak meninggalkan alamat
rumah barunya. Saat itu, saya benar-benar sedih dan terpukul.
Sahabat sejati saya pergi meninggalkan saya tanpa memberitahu
saya terlebih dahulu.

Hidup saya terasa hampa tanpanya. Meskipun kami masih kecil,


tapi kami sudah mengerti arti dari sebuah persahabatan. Saya lebih
memilih untuk berdiam diri di kamar, membayangkan saat-saat
indah bersama dia, dan tanpa terasa air mata saya meleleh setiap
kali merindukannya. Bagi saya, dia adalah sosok sahabat yang tidak
akan ada yang bisa menggantikannya. Untuk itu, saya menutup diri
dari pergaulan dan enggan untuk memiliki sahabat dekat. Masih ada
perasaan takut jika saya memiliki sahabat baru dan kemudian dia
meninggalkan saya lagi seperti Ani.

Meskipun sulit bagi saya untuk melupakan sosok Ani, namun saya
terus mencoba untuk melupakannya. Satu-satunya cara adalah
saya menyibukkan diri di organisasi sekolah saat masuk SMP.

Vol1 No2 Maret 2010 113


PSIKOLOGI PERKEMBANGAN: KONSULTASI

Menghabiskan waktu di perpustakaan dan menulis cerita pendek.


Dengan begitu, membantu saya mengurangi intensitas kerinduan
saya pada sahabat tercinta saya. Ani akan selalu ada di hati saya.
Tidak ada yang bisa menggantikan posisi dia di hati saya. Bahkan
sampai saat ini, saya masih berharap besar untuk bertemu
dengannya meskipun kemungkinannya kecil. Setelah Ani pergi, saya
menjadi takut untuk bersahabat. Yang saya takuti adalah, ketika saya
sudah mulai menyayangi sahabat, tiba-tiba dia meninggalkan saya
tanpa pesan yang jelas. Itu yang akan membuat saya sakit, terpukul,
dan trauma. Untuk itu, sampai sekarang saya sangat menjaga jarak
dengan teman. Saya mempersiapkan diri sedini mungkin   apabila
teman tercinta saya harus pergi meninggalkan saya.

Itulah yang menjadi hambatan saya untuk menemukan sahabat


baru… Saya sering dihantui oleh perasaan takut kecewa jika
ditinggalkan oleh sahabat saya lagi. Bapak… Apa yang harus
saya lakukan agar trauma masa kecil saya bisa hilang dan tidak
mengganggu aktivitas saya sehari-hari? Terima kasih, Bapak…

Wassalam
Mrs. S, Jakarta

Jawaban

Hi Mrs S,
Sahabat memang memegang peranan penting dalam hidup kita dan
memang sangat menyedihkan apabila kita ditinggal oleh sahabat.
Menurut pemahaman Anda, sahabat Anda di masa kecil telah
mengkhianati diri Anda, yaitu dengan meninggalkan Anda tanpa
memberikan pesan apapun. Peristiwa tersebut telah menimbulkan
luka di batin Anda sehingga Anda kehilangan kepercayaan terhadap
orang lain dan tidak mau lagi memiliki seorang sahabat karena takut
terluka kembali.

Walaupun persahabatan Anda dengan Ani saat itu hanya bertahan


selama 3 tahun, namun pengalaman tersebut telah memberikan

114 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI PERKEMBANGAN: KONSULTASI

banyak pelajaran yang sangat berharga kepada Anda mengenai


bagaimana rasanya memiliki seorang sahabat. Anda perlu
memfokuskan diri pada proses persahabatan Anda dengan Ani,
bukan kepada bagaimana Ani meninggalkan Anda tanpa pesan.
Hubungan antar manusia adalah hubungan dua arah, dimana tidak
semua hal bisa kita kendalikan. Kadangkala kita sudah melakukan
berbagai usaha untuk mempertahankan hubungan tersebut, namun
hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Hal ini merupakan suatu
hal yang sangat wajar terjadi dalam hubungan antar manusia.

Keputusan Anda untuk menjaga jarak dengan teman-teman dan


tidak mau lagi memiliki sahabat akan lebih banyak merugikan
dibandingkan menguntungkan diri Anda. Di satu sisi, nda merasa
bahwa perilaku tersebut menguntungkan bagi Anda karena
kemungkinan Anda akan terhindar dari rasa sakit dan kecewa apabila
persahabatan tersebut berakhir sama dengan persahabatan Anda
dengan Ani. Namun, di lain pihak, Anda sebenarnya menghambat
diri Anda sendiri untuk berbagi dan merasakan kebahagiaan dengan
seorang sahabat. Anda perlu ingat bahwa ketika kita takut untuk
merasakan kekecewaan, maka kita juga tidak akan merasakan
kebahagiaan.

Anda tidak perlu berusaha keras untuk melupakan Ani, karena


walaupun ia telah menimbulkan luka di hati Anda, namun Ani telah
memberikan masa-masa yang menyenangkan dalam hidup Anda.
Bersyukurlah bahwa Anda pernah memiliki seorang sahabat yang
telah bersama-sama melewati 3 tahun yang indah dalam hidup
Anda.

Untuk saat ini, Anda perlu menanamkan dalam pikiran Anda bahwa
Anda tidak bisa mengendalikan orang lain untuk tetap selalu
bersama Anda, dan mulailah untuk membuka diri Anda terhadap
orang-orang yang ingin menjadi sahabat Anda. Anda tidak akan
mengetahui hasilnya apabila Anda tidak pernah mencoba. Selamat
menemukan sahabat baru yang dapat mengisi hari-hari Anda………

Vol1 No2 Maret 2010 115


PSIKOLOGI KEWIRAUSAHAAN: REFLEKSI

Kiat Sukses dan Selalu Optimis


Menjalani Usaha
Dalam Situasi Krisis
Rian Muhammad Mufti

Di tengah-tengah ombak krisis dalam berbagai bidang kehidupan, banyak orang


kehilangan asa dan cenderung dilanda frustrasi. Namun dalam perspektif orang-
orang yang berjiwa kewirausahaan atau entrepenuership, banyak dan ruwetnya
krisis-krisis yang muncul justru menjadi “lahan subur” untuk mengembangkan dan
mengepakkan sayap-sayap usahanya, baik usaha yang tengah dijalani maupun usaha
yang hendak dirintis. Rubrik ini mencoba menawarkan tips-tips dan strategi-strategi
dalam menggarap beraneka ragam bidang usaha (tidak terbatas dalam bidang
bisnis) dengan bermodalkan jiwa kewirausahaan.

N seorang entrepreneur adalah dapat


ama saya Rian Muhammad
Mufti. Saya lahir di Sukabumi, melayani konsumen dengan baik
24 Desember 1984. Sekarang dalam pemeriksaan mata sampai
saya sekarang kuliah di Universitas memilih kacamata yang konsumen
Mercu Buana. Saya mempunyai usaha inginkan, apalagi bila sedang banyak
sendiri di bidang opticion yang letaknya konsumen yang membeli kacamata.
di Sukabumi (Jl. Cagak Cibaraja Rt Tak terelakkan, apabila sudah jarang
01/01 No. 189, Cisaat, Sukabumi, konsumen yang datang untuk periksa
”Optik Hilman”) dan Jakarta. Ilmu dan membeli kacamata, maka hal itu
optik ini saya dapatkan dari ayah yang disebabkan persaingan harga pasar
selalu mengajarkan saya bagaimana yang semakin meningkat. Namun,
tata cara pemeriksaan mata dengan saya tidak patah semangat dan terus
baik agar dapat memenuhi kebutuhan berusaha dan berpromosi, karena
customer. Keseriusan dan pengalaman dalam berwirausaha sudah semestinya
saya dalam menggeluti bidang optik begitu; mungkin kadang ramai
mungkin sudah hampir 6 tahun, pembeli, kadang sepi. Dibutuhkan
sejak 2003 sampai sekarang. Cukup kesabaran dalam menghadapi semua
banyak pengalaman yang saya miliki itu. Sebagai seorang entrepreneur,
dari bisnis optic ini. Suka dan dukanya kedekatan dengan Tuhan menjadi

116 Vol1 No2 Maret 2010


hal yang tak bisa
dinafikan. Kedekatan saya yang letaknya
dengan Tuhan merupakan hal di Jakarta Pusat dan
yang mutlak diperlukan. Ini wajar Jakarta Selatan, yang di-
mengingat medan kerja seorang sebabkan kecurangan yang
pengusaha yang demikian keras, dilakukan oleh beberapa karyawan
penuh dengan tantangan, penuh saya, sehingga saya harus melakukan
pemecatan. Namun, dengan kejadian
kejutan, baik kejutan yang diharapkan
maupun yang sama sekali tak kita itu saya tidak menjadi mundur, mala-
inginkan. Bisnis seringkali penuh han saya berpikir mungkin ini hanya
ketidakpastian. Kendati telah kita cobaan yang diberikan Allah kepada
hitung secara matang semua rencana,saya. Walaupun optic mengalami pe-
nyusutan tapi saya tetap tegar dan
telah dibuat presisif semua strategi,
tetap saja hal-hal di luar dugaan sabar, berusaha mengembangkan-
seringkali terjadi. Dalam keadaan nya lagi, dan memperluas pemasaran
seperti ini, hanya Tuhan yang mampudengan kemampuan yang saya miliki.
menjawab berbagai pertanyaan yang Alhamdulillah, dengan keyakinan dan
berusaha serta dan tak lupa berdoa
terbersit di benak kita. Dan kita hanya
bisa bersandar pada kekuasaan-Nya kepada Yang Maha Kuasa, akhirnya
yang mampu membalikkan keadaan. optik saya yang ada di Jakarta Selatan,
Kita berharap ia akan memberikan walaupun sekarang hanya cuma hanya
pencerahan di benak kita, dan ada satu, berjalan maju dan lancar
mengucurkan ide ke pikiran kita. sampai sekarang. Untuk itu, apabila
kita mengalami musibah atau kejadian
Suatu ketika saya pernah mengalami apapun, janganlah kita mundur dan
penyusutan beberapa cabang optic

Vol1 No2 Maret 2010 117


PSIKOLOGI KEWIRAUSAHAAN: REFLEKSI

tak berani menghadapi kenyataan ka- akan kehilangan konsumen, misalnya,


rena semua itu hanyalah cobaan yang jika konsumen merasa barang yang di-
di berikan Allah untuk mencoba kesa- terimanya terdapat hal-hal yang tidak
baran kita agar kita selalu ingat dan sesuai dengan yang dipesan, barang
bersyukur kepada-Nya. cacat / rusak, dsb. Konsumen dapat
saja mengajukan tuntutan.
Lingkungan kerja saya di Departemen
Agama, yang letaknya di Jakarta Se- Menghadapi keluhan semacam ini,
latan. Konsumen kebanyakan adalah saya berupaya bijaksana, karena bila
guru-guru sekolah. Namun, ada juga keliru dalam menangani, akan be-
dari masyarakat. Menanggapi kelu- rakibat fatal. Konsumen merupakan
han konsumen harus dengan prinsip media promosi yang paling jitu. Jika
pelayanan prima, karena dampak dari konsumen merasa tidak puas, me-
keluhan kosumen, apabila tidak se- reka akan menyebarkan hal yang je-
gera diatasi, akan menimbulkan citra lek-jelek tentang perusahaan / toko
buruk bagi perusahaan. Perusahaan kita, dengan demikian perusahaan di
ambang kehancuran. Oleh karena itu,
dalam menghadapi tuntutan sema-
cam ini harus hati-hati. Kita perlu me-
meriksa lagi apa betul barang tidak se-
suai dengan contoh atau cacat/rusak.
Apabila barang cacat/ rusak, harus
kita periksa lagi, apa betul rusak, apa
betul cacatnya itu dari penjualan kita
atau karena sebab-sebab lain. Setelah
semuanya jelas, baru kita menanga-
ninya. Bila cacat atau rusaknya bera-
sal dari kita (perusahaan), maka pe-
rusahaan yang harus menggantinya.
Dengan penanganan yang baik, semua
akan merasa puas.

Pada dasarnya setiap orang memliki


masalah, apalagi bila mengalami
kesulitan keuangan. Semua orang
ingin bebas dari masalah, persoalan
dan kesulitan. Kita berupaya
bangkit dari kekecewaan menuju

118 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI KEWIRAUSAHAAN: REFLEKSI

kegembiraan, mengubah penderitaan


menjadi kebahagiaan lahir dan batin.
Masalah kesulitan dan penderitaan itu
sebenarnya perlu karena akan memberi
peluang untuk menyesuaikannya. Jika
kita dapat menyelesaikan, masalah itu
sebenarnya bukanlah sesuatu yang
mengerikan. Setiap kali ada masalah,
sebenarnya di situ terdapat peluang.
Tinggal bagaimana kita mampu
melihatnya dan menggarapnya
menjadi sebuah kesempatan. Apabila
melamar menjadi karyawan/pegawai
adalah sangat sulit, ini berarti ada
peluang untuk mencari pekerjaan
di luar. Apa itu…? Jawabnya adalah
menjadi wirausaha atau menjadi
pengusaha.

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia


pada tahun 1997 menjadikan orang Untuk menjadi pengusaha, biasanya
berpikir bagaimana ia hidup. Ada orang takut gagal, cemas akan diolok-
yang memutuskan berganti profesi olok orang, karena budaya kita masih
sebagai pengusaha demi mengatasi menganggap wiraswasta adalah
masalah perekonomian keluarga. pekerjaan yang kurang terhormat.
Menjadi pengusaha juga bukan hal Dan, yang paling  ditakuti adalah faktor
yang sederhana, apalagi orang tua kita resiko. Karena sekali gagal, bagi orang
menasehati putra-putrinya dengan yang tidak berjiwa wirausaha, biasanya
nasehat yang sebenarnya membuat akan putus asa. Tetapi bagi orang yang
anak tidak kreatif dan mampu bersaing berjiwa wiraswasta, gagal merupakan
dengan orang lain. Anak disuruh ujian dan sekaligus wahana latihan
rajin belajar agar indeks prestasi/IP- untuk mengetahui apa yang salah
nya tinggi, sehingga kelak melamar dari kita dan tidak kita ulangi lagi.
pekerjaan di perusahaan-perusahaan Jangan mengukur berapa kali seorang
swasta. Jarang  orang tua mendorong wirausahawan  jatuh, tetapi berapa
anaknya agar menjadi pengusaha kali dia bangkit. Sebenarnya tidak ada
seperti saudara–saudara dari etnis orang yang benar-benar jatuh atau
Tionghoa. gagal, tetapi dia hanya gagal untuk

Vol1 No2 Maret 2010 119


PSIKOLOGI KEWIRAUSAHAAN: REFLEKSI

mencoba lagi. Apabila ia mau mencoba


lagi, pasti ia tidak gagal. Banyak sekali
orang terpelajar yang tidak sukses.
Hanya kemauan dan ketabahan saja
yang paling ampuh.

Jangan melihat krisis sebagai masalah


yang tidak bisa diatasi. Meskipun
bisnis kita perlu dirampingkan atau
kita perlu berganti segmen pasar
untuk merespon situasi ekonomi yang
sulit ini, tetaplah berpegang pada visi
kita. Percayalah bahwa kemunduran
ini hanya sementara. Bergeraklah ke
arah tujuan kita. Pengusaha umumnya yang dibangunnya. Kuncinya adalah
sangat berorientasi pada tujuan, tetapi menemukan cara yang paling efektif. 
kadang-kadang pasar yang membuat Jangan putus harapan. Pandangan yang
mereka mati langkah. Buatlah tujuan optimis akan membantu kita berpikir
yang realistik dan lakukan  sesuatu jernih dan memberikan kekuatan
langkah maju secara teratur. Meskipun untuk menghadapi tantangan demi
langkah maju itu kelihatannya sangat tantangan. Bila rencana bisnis kita
kecil, tetapi langkah-langkah itu  akan memang bagus, kita pasti bisa melalui
mendekatkan kita pada tujuan kita. setiap krisis dan kembali tumbuh
Ambil keputusan dan jalankan. Situasi sehat. Amien!
yang sulit seringkali membuat orang
menghindari masalah dan tekanan
yang ditimbulkannya, sambil berharap
masalah itu akan hilang sendiri dengan
berjalannya waktu. Memecahkan
masalah adalah sesuatu kegiatan
aktif yang akan berlangsung terus.
Membiasakan diri untuk menghadapi
masalah dan memecahkannya akan
meningkatkan ketegaran kita.

Setiap pengusaha bisa punya banyak


cara untuk membangun ketegaran
bagi dirinya dan bagi perusahaan

120 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI KEWIRAUSAHAAN: KONSULTASI

Pengasuh :
Dr. A. A. Anwar Prabu Mangkunegara

Dampak Menjamurnya Mini Market


Assalamu’alaikum Wr. Wb

Saya sangat senang MerPsy memiliki ruang psikologi wirausaha.


Karena kebetulan ada yang ingin saya konsultasikan berkaitan
dengan usaha saya. Saya seorang pendidik, yang memiliki usaha
sampingan meneruskan toko sembako orangtua. Orangtua
merintis toko sejak tahun 1984. Alhamdulillah sangat maju.
Karena toko sembako tersebut, orangtua bisa pergi haji dan
semua anaknya kuliah dengan hasil usaha toko sembako. Namun
sangat disayangkan, sejak tahun 2003, beberapa mini market
berdiri dekat dengan usaha kami dan anehnya dalam satu
gang saja ada dua mini market yang berbeda berdiri. Dengan
berdirinya mini market tersebut, ternyata berdampak luar biasa
pada pendapatan kami. Sekitar 50% menyusut. Terlebih saya
melanjutkan usaha orangtua sejak 2005 tahun yang lalu. Berat
rasanya kondisi yang ada sekarang ini. Usaha orangtua yang saya
pegang memang besar. Namun ya… namanya sembako paling
pembelian kecil-kecilan. Sedangkan mini market disain ruang
juga luar biasa, ada AC dan sebagainya.

Pertanyaan saya, bagaimana, Pak, saya bisa terus mengembangkan

Vol1 No2 Maret 2010 121


PSIKOLOGI KEWIRAUSAHAAN: KONSULTASI

usaha orangtua ini, mengingat persaingan sangat ketat dan yang


sudah saya terima saja omset menurun sampai 50%? Mohon
penjelasannya agar kami pun memiliki motivasi dan kepuasan di
dalam wirausaha.

Wassalam
Karnali, Jakarta

Jawaban

Bapak Karnali,
Saya bangga Anda pendidik dan berwirausaha. Pendidik yang
berprofesi wirausaha, tentunya akan memiliki kemampuan
empati dan memahami situasi lingkungan serta tidak pernah
kalah dalam menghadapi tantangan bisnisnya. Bahkan senantiasa
mengambil hikmah terhadap kegagalan dan berusaha keras
untuk tidak gagal pada permasalahan yang sama atau gagal
kedua.

Menjamurnya mini market di lingkungan bisnis Anda, tentu


perlu disadari karena ada pengaruhnya, tetapi haruslah
membangkitkan kesadaran diri Anda, kreativitas, dan berinovasi.
Bahkan peluang untuk bekerjasama dalam pemasokan barang
(Coba Anda pikirkan produk/barang apa yang belum ada di
mini market, tetapi Anda bisa mengisinya. Misalnya, kue-kue
tradisional, kacang mente, kue-kue kering khas daerah, atau
produk/barang lainnya yang disukai masyarakat).

Keberhasilan orangtua Anda dengan toko sembakonya perlu


Anda analisis secara ekonomi dan spiritual. Mungkinkah karena
orangtua Anda memberikan pelayanan sepenuh hati kepada
masyarakat? Menentukan harga yang lebih murah dibandingkan
toko sembako lainnya? Memberi peluang kepada masyarakat
(konsumennya) dengan pembayaran sistim kredit tanpa bunga?
Orangtua Anda dikenal sebagai orang yang baik hatinya, orang
yang suka menolong, mengambil keuntungan yang wajar dan

122 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI KEWIRAUSAHAAN: KONSULTASI

dekat dengan Tuhannya?

Rekomendasi :
1. Jika Anda tetap mengembangkan usaha orangtua, maka Anda
perlu mengambil pembelajaran INTI atau KUNCI Sukses Bisnis
dari orangtua Anda. Selain itu, Anda perlu menentukan harga
yang lebih murah dibandingkan mini market, khususnya barang-
barang pokok seperti gula, kopi, minyak goreng dan terigu. Hal
ini akan memberi kesan bahwa toko Anda ”Murah” sekalipun
barang-barang lainnya relatif sama atau lebih mahal sedikit
daripada mini market.

2. Karena Anda Pendidik dan tentunya mampu berpikir perspektif.


Coba analisis kemampuan khusus yang Anda miliki(termasuk
istri Anda), kira-kira bisnis apa yang paling menguntungkan bagi
kehidupan Anda untuk periode saat ini dan masa yang akan
datang. Hal ini karena salah satu keberhasilan bisnis adalah
”Minat Yang ditekuni dan Jiwa Bisnis Yang Menyenangkan Diri”.
Sebaiknya Anda mengikuti training tentang ”Business Plan and
Entrepreneur Leadership”.Semoga Anda Sukses untuk masa
mendatang.

Merombak Pola Pikir Lama dengan


Manajemen yang Baik

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Saya memiliki masalah yang terus saya pendam dan saya jalani
tanpa mengetahui jalan keluarnya. Saya berlatar belakang
keluarga yang sangat berpendidikan dan kebetulan orangtua saya
juga seorang yang sangat berpengaruh di masyarakat. Beliau juga
seorang pegawai yang juga punya jabatan penting sebagai abdi
negara. Saya adalah anak pertama. Orangtua menginginkan saya
menjadi pegawai. Namun saya tidak suka bekerja di atur orang

Vol1 No2 Maret 2010 123


PSIKOLOGI KEWIRAUSAHAAN: KONSULTASI

lain. Saya lebih suka menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.


Pada tahun 2004, saya membuka rental komputer di lahan
orangtua saya, dan di tempat yang sangat strategis sekali. Dana
yang di keluarkan tidak sedikit.

Saya tentunya mendapatkan bantuan dana pinjaman dari


orangtua. Meskipun dipinjamkan saya merasa dukungan
orangtua belum maksimal. Karena mereka menginginkan saya
menjadi pegawai.

Awal usaha, masih dipertanyakan bahwa sarjana tekhnik yang


memiliki yayasan pendidikan kok kerjanya buka Rental komputer.
Imbas dukungan yang tidak maksimal yang disebabkan saya
yang tidak memenuhi keinginan orangtua, saya rasakan sampai
sekarang. Kami memiliki perbedaan pola pikir yang sangat
signifikan. Saya katakan sangat signifikan, karena orangtua
memiliki manajemen usaha yang ingin diterapkan di dalam
usaha saya. Contohnya, perlu adanya pengaturan keuangan
secara ketat uang masuk dan keluar. Orangtua memang memiliki
usaha sampingan toko yang cukup besar sejak saya masih sangat
kecil. Toko tersebut dirasakan sangat membantu kehidupan ayah
di dalam menafkahi keluarga. Tetapi saya merasa tidak nyaman
dengan segala sarannya yang harus diterapkan di Rental saya.

Usaha kami berbeda, tentu manajemen di dalam keuangan pun


berbeda. Orangtua menginginkan adanya pembayaran secara
ketat. Sedangkan saya sangat membebaskan pegawai untuk
melakukan aktivitas apa saja di Rental saya dengan alasan bahwa
di Rental ada billing yang mengatur ketat keuangan, secara teknis
melalui mesin komputer. Perbedaan yang sangat signifikan ini tak
pelak membuat kami mengalami konflik. Alhamdulillah, seiring
perjalanan waktu dengan kegigihan dan perjuangan, usaha yang
saya jalani terus berkembang, yang tadinya cuma 1 lokal yang
hanya Rental sekarang menjadi 3 lokal dengan dibukanya Warnet
dan Toko Komputer yang sedang menanjak ke tahun ketiga. Saya
tinggal dibelakang toko dan bersebelahan dengan orang tua.

124 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI KEWIRAUSAHAAN: KONSULTASI

Permasalahan lain, adalah di dalam manajemen pengembangan


usaha. Pada dasarnya usaha Komputer yang saya kelola memiliki
penghasilan yang sangat besar, kurang lebih 25 juta kotornya dan
bersihnya adalah 10 juta. 15 juta tentunya diantaranya untuk
operasionalisasi peralatan komputer dan memutar modal, serta
membayar 4 karyawan. Pendapatan bersih yang saya pegang
saya rencanakan untuk pengembangan toko. Namun orangtua
“memaksa” saya kredit mobil yang harga cicilannya sangat
tidak sedikit. Uang pembayaran cicilan mobil pada awalnya
saya rencanakan untuk dialokasikan ke pengembangan usaha,
khususnya Toko.

Sekarang saya merasa bahwa saya adalah orang yang boros dan
belum mampu memanajemen uang dengan sangat baik. Cicilan
mobil ditambah ada kebutuhan keluarga kecil saya menjadi
kendala demi pengembangan usaha saya selanjutnya, khususnya
Toko Komputer yang masih membutuhkan modal untuk menjadi
sebuah toko yang komplit/lengkap.

Jadi, pertanyaan saya adalah bagaimana manajemen usaha yang


baik agar tidak boros, sehingga saya dapat mengembangkan
usaha saya, sedangkan orangtua selalu ikut campur padahal
pola pikir kami sangat bertentangan dengan saya? Di mata orang
tua, saya merasa, saya tidak pernah dipercaya dan selalu salah
dalam manajemen usaha. Bagaimana cara meyakinkan orang
tua? Mohon bantuan jalan keluarnya, Pak,… Terima kasih.

Salam,
Kurniawan, Jakarta

Vol1 No2 Maret 2010 125


PSIKOLOGI KEWIRAUSAHAAN: KONSULTASI

Jawaban

Saudara Kurniawan,
Saya senang Anda Sarjana Teknik dan menekuni Wirausaha.
Apalagi Anda lebih suka menciptakan lapangan kerja sendiri.
Pemuda terpuji seperti Anda sudah saatnya bermunculan
di Indonesia. Kasihan bangsa ini sudah terlalu banyak
pengangguran intelektual. Permasalahan Anda sebenarnya lebih
bersifat psikologis, ”Perbedaan persepsi dan komunikasi dengan
orangtua”.

Saudara Kurniawan, Anda harusnya bersyukur punya orangtua


yang ”Sangat Menyayangi dan Mendambakan Kesuksesan Hidup
Anda”. Anda anak pertama dari orangtua pegawai negeri yang
punya jabatan penting dan punya bisnis toko relatif besar. Tentu
saja Beliau sangat kecewa kepada Anda. Mereka mendambakan
kesuksesan Anda pada bisnis besar bukan rental komputer. Atau,
kalau mungkin Anda juga pegawai yang punya jabatan penting.
Pada umumnya orangtua menginginkan anaknya ”harus lebih
sukses” atau paling tidak relatif sukses seperti orangtuanya.

Rekomendasi :
1. Anda mulai membuka komunikasi kepada orangtua dengan
cara sikap hormat, tutur kata sopan, dan mau menjadi
pendengar yang baik tanpa debat. Kalaupun Anda mau
berpendapat mintalah terlebih dahulu izin berpendapat. Hal
ini akan memberikan perasaan senang orangtua Anda (Ingat,
orangtua Anda itu sangat sayang dan memiliki harapan yang
besar kepada Anda sebagai anak pertamanya. Secara psikologis
Beliau sangat sensitif terhadap anak kesayangannya. Jadi rasa
sayang yang berlebihan dari orangtua sering juga dilampiaskan
dengan Sikap Mudah Marah, Sikap seperti tidak percaya kepada
Anda). Orangtua ”memaksa” Anda mengambil kredit mobil di
sisi positifnya sebenarnya dimaksudkan agar Anda bekerja keras
untuk berpenghasilan relatif besar sekalipun cukup memberatkan
Anda.

2. Cobalah Anda terbuka dan yakinkan kepada orangtua bahwa

126 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI KEWIRAUSAHAAN: KONSULTASI

Anda juga punya upaya keras untuk sukses seperti Bapak


(orangtua Anda) dan tunjukkan perencanaan program bisnis
Anda untuk 5 sampai dengan 10 tahun yang akan datang.
Jelaskan rental komputer yang lengkap dan ideal yang akan Anda
wujudkan itu. Jika masih terjadi perbedaan pendapat dengan
orangtua, secara sopan dan santun mintalah kepada orangtua,
”Izinkan Ananda dalam waktu 3-5 tahun ini menekuni bisnis
rental komputer.” Kalau memungkinkan, Anda juga buat rencana
bisnis lain (CV, PT) yang jangka panjang bisa menjadi bisnis besar
selain rental komputer. Untuk bisnis lain itu harus diawali dengan
analisis SWOT dan mintalah orangtua Anda berpendapat melalui
dialog yang saling mau mendengarkan. Begitu pula kemukakan
kepada orangtua bahwa Anda mempunyai planning untuk
mengikuti training tentang ”Manajemen Bisnis, Sukses Hidup,
Wirausaha Sukses, Behaviour Managerial Skills, Kepemimpinan
Bisnis”. Bahkan jika memungkinkan, Anda juga punya program
untuk melanjutkan studi S2 program manajemen bisnis agar
memiliki perspektif berpikir luas dan memiliki jaringan bisnis
(networking) dengan pelaku bisnis di dalam dan luar negeri.

3. Anda perlu pula memberikan pemahaman kepada istri bahwa


keuangan bisnis harus terpisah dengan keuangan keluarga.
Bahkan upayakan istri menjadi kawan dialog dalam membangun
bisnis dan membangun keluarga.

4. Upayakan Anda berhasil menjadi ”Partner Dialog” dengan


orangtua Anda, maka Anda akan menjadi orang kepercayaannya.
Tentu Anda akan mendapat support untuk melakukan bisnis
besar pada masa yang akan datang. Jadilah anak sholeh dan
mampu mengangkat derajat orangtua serta meneruskan cita-cita
mereka.

Vol1 No2 Maret 2010 127


PSIKOLOGI KOMUNIKASI

Pengungkapan Diri
Dalam Interaksi Antara
Anak Usia Dini dan Ibu
Berstatus Orangtua Tunggal

Meni Handayani, S.S., M.Si.

I
bu lebih banyak menjalankan peran orangtua
tunggal daripada ayah karena ikatan emosi yang
begitu kuat dengan sang anak (Paras, Maret,
2004). Menjadi orangtua tunggal berarti memikul dua
beban yang seharusnya ditanggung dua orang. Jelas
ini bukanlah hal yang mudah. Pada saat bersamaan
seorang ibu harus dapat memainkan peran sebagai
ayah. Hingga pukulan keras dari kenyataan ini tidak
hanya mengenai sang ibu tapi juga sang anak yang
terkejut dengan kehidupan barunya.
Seorang anak yang masih berusia dini belum dapat

128 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI KOMUNIKASI

mengungkapkan perasaannya dengan pertumbuhan kemampuan anak. Anak


bahasa yang jelas ketika mereka usia prasekolah umumnya memiliki
ditinggal oleh ayah mereka. Trauma rasa ingin tahu yang besar, dengan
yang anak rasakan lebih diungkapkan mengajukan pertanyaan terus-
dengan bahasa tubuh, seperti sakit menerus.
atau cengeng.Peran ibu pada anak
usia di bawah 5 tahun sangat besar Reduksi Ketidakpastian
pengaruhnya. Orangtua tunggal Untuk mengetahui apa yang diinginkan
walaupun dengan keterbatasannya dan dirasakan oleh anaknya, maka
harus tetap mengasuh dan mendidik orangtua berusaha untuk mencari
anaknya agar dapat bersosialisasi dan informasi. Usaha mencari informasi
berkomunikasi dengan baik. Anak pada yang dilakukan orangtua untuk
usia dini bebas untuk mengeksplorasi mereduksi ketidakpastian karena
berbagai rasa ingin tahu yang ada ketidaktahuan orangtua membuat
dalam pikirannya, dengan bantuan dirinya menjadi bingung apa yang
dari lingkungan dan orangtua. Pada harus dilakukan.
usia tersebut bentuk komunikasi
mendapat peran yang sentral, artinya Menurut Charles R. Berger (1975),
keluarga sangat diharapkan peran proses reduksi ketidakpastian ada
sertanya sebagai model untuk ditiru dua, yaitu: (1) Proses eksplanasi
oleh anak. sebagai atribusi yang retroaktif, yaitu
proses yang menginterprestasikan
Carol Seefeld dan Nita Barbour (1986) arti tindakan-tindakan yang telah
mengelompokkan perkembangan dilakukan dalam suatu hubungan
anak usia dini dalam kategori: bayi tertentu dan menyiapkan informasi
(infancy) lahir sampai 1 tahun; toddler atas dasar interpretasi tersebut,
1-3 tahun; prasekolah 3-4 tahun; untuk dijadikan dasar bagi suatu
kelas awal Sekolah Dasar 5–6 tahun; interaksi di masa mendatang;
kelas lanjut Sekolah Dasar 7–8 tahun. (2) Prediksi sebagai atribusi yang
Tahap dari lahir sampai sebelum anak proaktif, yaitu memformulasikan
memasuki usia sekolah atau awal atau mendefinisikan pilihan-pilihan
sekolah disebut anak usia dini. perilaku dimana tersedia respon
Periode dari mulai akhir tahun secara luas dan beragam bagi individu-
pertama di dalam kehidupan anak individu yang berinteraksi, jadi mitra
sampai dengan anak berusia 5 tahun, bicara sudah menyiapkan formula
kemajuan yang dicapai anak dalam untuk mengantisipasi perilakunya.
perkembangan sosial dan kognitif Untuk mengurangi ketidakpastian
cukup pesat (Monks, Knoers, & hubungan antara orang tua dan
Haditono, 1994). Ini menunjukkan anak biasanya orang tua bertanya
bahwa di usia 1-5 tahun terjadi banyak
Vol1 No2 Maret 2010 129
PSIKOLOGI KOMUNIKASI

langsung kepada sang anak untuk berinteraksi antara dua orang dalam
mencari informasi yang sebenarnya pengungkapan diri biasanya bersifat
atau dengan pengungkapan diri (self simetris. Terjadi keseimbangan
disclosure) dari orangtua dan anak. antara dua partisipan. Tidak mungkin
yang satu bercerita tentang dirinya
Pengungkapan Diri sedangkan yang lain menampung.
Dalam komunikasi antarpribadi, Orang biasanya mau mengungkapkan
self disclosure (pengungkapan diri) sesuatu kalau dia merasa aman; (4)
digunakan sebagai salah satu cara Pengungkapan diri menjadi konteks
untuk mendapatkan informasi dari hubungan sosial yang positif, jadi tidak
orang lain agar kita dapat mempelajari mungkin terjadi pada hubungan sosial
bagaimana perasaan dan pikiran yang negatif dimana orang saling
orang lain. Sekali seseorang terlibat mencurigai.
self disclosure, berarti juga bahwa
orang lain akan membuka informasi Seorang ibu yang berstatus orangtua
personalnya. Hal ini diketahui sebagai tunggal memiliki strategi yang
norma timbal balik. Dalam hubungan berbeda dalam memberi penjelasan
antarpribadi yang berkembang, saling terhadap anak-anak tentang bapak
mengungkapkan diri cenderung mereka yang sudah tiada atau
bersifat timbal balik dan membuat keberadaan bapak mereka yang sudah
suasana menjadi lebih akrab dari berpisah. Pengungkapan tentang
waktu ke waktu. Pengungkapan diri keadaan ayah dilakukan oleh ibu
biasanya terjadi diantara dua orang sebagai strategi agar anak-anak dapat
(dyads). mengerti keadaan yang sebenarnya.
Informasi dari pengungkapan keadaan
Dalam pengungkapan diri terjadi diri orangtua tentu diperlukan oleh
dalam hal sebagai berikut (Jourard, anak-anak agar mereka tidak merasa
1959, Jourad & Landsman, 1960, ada hal yang disembunyikan dan
Jourad & Richman, 1963, Chittick akan menjadi bom waktu. Ibu sebagai
& Himelstein, 1967): (1) Individu
biasanya selektif memilih orang kepada
siapa ia mengungkapkan sesuatu
mengenai dirinya; (2) Sahabat yang
kita percaya, yang kecil kemungkinan
untuk berkhianat. Biasanya laki-
laki mengungkapkan dirinya kepada
orang yang dia percaya. Perempuan
mengungkapkan dirinya kepada orang
yang dia merasa simpatik; (3) dalam

130 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI KOMUNIKASI

orangtua tunggal berpendapat bahwa Ibu adalah anak menjadi sakit panas
anak-anak yang memang sudah beberapa hari.
dapat diajak berkomunikasi kurang
lebih pada umur dua tahun keatas Jika kenyataan tentang kematian
maka sudah selayaknya diberikan dalam hal ini kematian seorang ayah
penjelasan tentang ketidakberadaan tidak diberitahukan secara terbuka
ayah mereka. Self disclosure yang pada saat yang tepat maka anak juga
dilakukan secara tepat bisa menaikkan akan merasa bingung mencari sosok
kesehatan fisik dan mental. Johnson ayahnya yang biasanya selalu berada
(1981, dalam Borchers, 2000; dalam disisinya. Rasa kehilangan yang tidak
www.mentalhelp.net) menyatakan jelas pada sang anak mengakibatkan
bahwa orang yang melakukan self anak selalu menunggu dan anak
disclosure lebih self–content, lebih menjadi sering menangis tanpa
adaptif dan kompeten, lebih terbuka, sebab yang jelas. Oleh karena itu, self
lebih percaya dan mempunyai disclosure yang dilakukan secara tepat
pandangan yang lebih positif terhadap antara orangtua tunggal dan anak
orang lain daripada orang yang tidak dapat memberikan ketenangan batin
melakukan self–disclosure. pada keduanya.

Namun demikian self disclosure Terdapat perbedaan tanggapan antara


juga memiliki efek yang kurang anak usia dini yang usianya sudah 5
baik terhadap seseorang. Anak usia tahun ke atas dengan anak usia dini
dini yang masih berumur antara 2 yang berumur 2 tahun ke bawah
– 5 tahun, belum paham mengapa ketika mereka ditinggal oleh ayahnya.
seseorang meninggal atau harus Perbedaan ini disebabkan intensitas
berpisah (cerai). Terdapat kasus pada waktu bertemu.
dua orang anak usia dini kakak dan
adik. Pada saat ayahnya meninggal, Anak pertama sebagian besar
sang kakak berumur 5 tahun dan merasa kehilangan dengan kenyataan
adiknya berumur 2 tahun. “Ayah kematian (dalam hal ini ayah) atau
kenapa, Bu?” “Ayah sudah gak perceraian orangtua, karena mereka
ada,“ jawab ibunya. Mendengar sudah lebih banyak merasakan kasih
hal tersebut, anak menjadi bingung sayang ayahnya. Rata–rata umur anak
karena kenyataannya ayahnya masih pertama ketika ditinggal ayahnya
ada terbaring di hadapannya. Setelah adalah 4 tahun sampai 8 tahun.
Ibu menjelaskan kalau ayahnya sudah Sedangkan anak kedua atau anak
meninggal dan tidak bisa bangun lagi, paling kecil yang ditinggal ayahnya
maka sang anak menjadi ketakutan. berumur antara satu bulan sampai satu
Reaksi anak terhadap keterbukaan setengah tahun. Anak kedua ini tidak

Vol1 No2 Maret 2010 131


PSIKOLOGI KOMUNIKASI

merasa kehilangan yang mendalam daripada ayahnya.


karena mereka mengganggap hanya Berbeda dengan tanggapan sang adik
ibunyalah orangtua mereka. Sehingga yang berumur 3 tahun. Pengungkapan
anak pertama yang ditinggal tetap diri Ibu E ditanggapi sang adik tidak
mengharapkan kehadiran ayah sesuai dengan keinginan ibu E. Adik
kembali. tidak mau menerima kenyataan bahwa
ayahnya sudah tidak satu rumah lagi
Untuk menjalin suatu komunikasi dengannya. Ia masih selalu mencari-
antarpribadi yang efektif, self disclosure cari ayahnya. Ibu E sudah mencoba
selayaknya juga dibarengi dengan berterus terang kepada adik, namun
menerapkan sikap mendengarkan sang adik belum dapat menerimanya.
karena dengan mendengarkan, kita Berdasarkan pengalaman adik, dapat
memberikan perhatian, memahami, dilihat bahwa self disclosure tidak
mengevaluasi suatu stimuli yang kita selalu berdampak sesuai dengan
terima (O’Hair, Friedrich, Wieman, & keinginan.
Wieman, 1997).
Pada kasus lainnya, yaitu ibu E yang Terdapat risiko dimana orang yang
berumur 34 tahun dan berpendidikan mendengarkan informasi mungkin
sarjana, juga memperoleh informasi tidak akan memberikan respon yang
dari anak perempuannya yang berumur menyenangkan terhadap informasi
8 tahun tentang perasaan dirinya tersebut (Borchers, 2000; dalam
terhadap ketidakberadaan ayahnya. www.mentalhelp.net). Self disclosure
Sebelumnya ibu E berterus terang tidak secara otomatis mengarah
dulu tentang ketidakberadaan ayah. pada impresi yang menyenangkan.
Ibu E sekarang bekerja sebagai guru Alasannya, berdasarkan pengalaman
yang berangkat jam 6 pagi dan pulang di atas, karena sang adik tidak ingin
pada sore hari. Ibu E mengungkapkan kehilangan sosok ayahnya.
kepada anaknya tentang perceraian
ibu E dengan suaminya. Ibu E bertanya * Penulis adalah dosen dan peneliti
kepada anaknya apakah dia mau ikut
ayahnya dengan seorang ibu tiri.
Sang anak menjawab dia tidak mau
ikut ayahnya, dia mau ikut ibunya
saja. Pengungkapan diri anak adalah
ungkapan yang keluar dari hati
nuraninya. Ketika masih berumur 2
tahun, sang anak sudah sering melihat
perlakuan kasar ayahnya terhadap
ibunya. Anaknya lebih memilih ibu E

132 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI KOMUNIKASI

S
ecara umum komunikasi dapat sosial. Interaksi sosial disebabkan
dilihat dari kehidupan seorang interkomunikasi.
manusia. Sejak bangun tidur
sampai mau  tidur lagi, dipastikanTerjadinya interkomunikasi karena tiap
orang terlibat dalam hubungan sosial,
manusia memiliki pikiran, pandangan,
salah satunya dalam bentuk komu- gagasan, sikap, kemauan, bahkan
nikasi, sebagai konsekuensi dari hu-
memiliki perasaan. Faktor-faktor ini-
bungan sosial tadi. lah yang dikomunikasikan. Misalnya
seorang komunikator punya penda-
Komunikasi adalah upaya untuk pat tentang politik. Buah pikirannya
membuat pendapat, menyatakan atau pandangan, gagasan dan  sikap-
perasaan, menyampaikan informasi, nya tentang politik itu pula lah yang

Menjaga Keharmonisan Hubungan


Adi Badjuri

dan sebagainya, agar diketahui dikomunikasikan. Sementara lawan


atau dipahami oleh orang lain, “To bicaranya, yakni komunikan, bereaksi
make opinions, feelings, information mendengarkan, menanggapi dan me-
etc,   known or understood by nyikapinya pula. Terjadilah apa yang
others” (Longman). Kemampuan disebut dialog dari kedua belah pihak,
berkomunikasi adalah kemampuan antara komunikator dan komunikan,
untuk mengungkapkan keinginan, tentang masalah politik.
ide, perasaan, pikiran atau pendapat
seseorang sehingga dapat mengerti Faktor lain terjadinya komunikasi
dan dimengerti oleh orang lain. Atau adalah faktor perasaan. Katakanlah
tegasnya, komunikasi adalah proses perasaan cinta. Sudah jadi kodrat ma-
penyampaian pesan dari komunikator nusia memiliki rasa cinta.  Cinta, kata
ke komunikan melalui saluran/media pujangga, berawal dari mata turun ke
dengan harapan mendapatkan umpan hati. Ketika mata seorang melihat so-
balik sok wanita cantik atau pria tampan,
maka mata merespon ke otak dan
Masyarakat kecil, paling sedikit dua otak menghasilkan hormon yang me-
orang, terdiri dari komunikator dan rangsang otak untuk merasakan atau
komunikan, saling berhubungan. menikmati keindahan sosok yang dili-
Hubungan itu menimbulkan interaksi hatnya.

Vol1 No2 Maret 2010 133


PSIKOLOGI KOMUNIKASI

Hal itu terjadi karena adanya serang- tu kurang lebih satu tahun. Pada saat
kaian perubahan kimia yang membuat itu, rasa cinta bergulat dengan logika.
darah dan otak sang pencinta banyak Cinta tidak selamanya indah ketika
terisi oleh sejenis zat yang dapat digo- perasaan bercampur logika. Bisa jadi
longkan amphetamine. Zat-zat ini me- akan terjadi   kesenjangan komunikasi
rangsang kerja otak dan menyebabkan antara kedua pasangan hingga lahir
seseorang merasa bahagia, rileks, dan perselisihan. Perselisihan itu sendiri
bergairah. Keindahan itu terekam oleh adalah komunikasi yang sarat dengan
otak dan otak pun ingin merasakan pesan-pesan evaluasi dan sikap-sikap
keindahan tersebut berulang-ulang, egoistis. Bila itu terjadi maka salah
jadi perasaan cinta itu dihasilkan oleh satu pasangan harus mengalah demi
zat tersebut. Keindahan akan rasa itu pasangannya. Di sini memang ada
membuat rangkaian komunikasi yang pengorbanan. Pengorbanan akan se-
intens mencerminkan rasa kasihsa- rasa berat apabila tidak didasari den-
yang antara dua orang manusia yang gan keikhlasan. Di sinilah diperlukan
berlainan jenis. adanya humanitas yang kuat pada
diri seseorang yang memungkinkan
Permasalahannya kemudian, penga- adanya komunikasi yang menjembata-
ruh zat-zat kimia ini sifatnya tidak aba- ni perselisihan.
di karena lama kelamaan tubuh akan
menjadi kebal. Sehingga dalam kondisi Adapun faktor-faktor yang
seperti ini dibutuhkan zat kimia yang membuat  hubungan tetap serasi ,
jumlahnya besar untuk mendapatkan yaitu:
reaksi fisik yang sama. Terjadilah feno-  
mena timbulnya siklus rasa cinta ter- 1. Tetap terlibat satu sama lain.
hadap pasangan seseorang. Hubungan dalam hidup berdam-
pingan secara damai akan terjaga
Selain keterlibatan zat kimia semacam manakala kedua pihak tetap ter-
amphetamine, zat endorphin yang libat satu sama lain dan bekerja
dihasilkan otak juga berpengaruh be- bersama-sama dengan suatu kesa-
sar dalam menimbulkan rasa cinta daran.  Terkadang ada dan terjadi
yang lebih tenang dan sifatnya lebih hubungan yang  kelihatannya stabil
langgeng. Rasa cinta ternyata juga di permukaan, namun karena ku-
melibatkan sejenis hormon bernama rangnya keterlibatan dan  komuni-
oksitosin yang dihasilkan oleh otak, kasi yang berjarak, di sanalah terja-
yang memberi rasa tenang serta men- di hubungan semu. Suatu saat bisa
dorong tercapainya kepuasan fisik. terjadi ledakan hebat dan mem-
Hormon oksitosin tersebut akan hi- porakporandakan sebuah hubun-
lang seiring dengan berjalannya wak- gan, yang sebenarnya tidak perlu

134 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI KOMUNIKASI

terjadi. Membangun hubungan kuat ini: tidak boleh takut kon-


cinta  yang sehat dan kuat  dapat flik.  Sampaikan atau ungkapkan
menjadi faktor penentu dalam hi- hal-hal yang mengganggu  tanpa
dup berdampingan dengan sesa- merasa takut akan pembalasan,
ma.  Membangun hubungan yang dan selesaikan konflik tanpa pen-
baik dengan siapa saja merupakan ghinaan, degradasi atau bersikeras
investasi. Semakin banyak investasi untuk menjadi yang benar.
yang ditanam, semakin kuatnya jati
diri seseorang  3. Jangan teralu banyak berharap.  
Jika berharap untuk mendapatkan
2. Berterus terang. Hidup berdam- apa yang kita inginkan 100% dalam
pingan tidak harus berpura-pura; sebuah hubungan, pasti akan  ke-
sesuatu yang terjadi seakan-akan cewa karena tidak akan mungkin
tidak terjadi. Pasangan yang serasi terwujud.  Tidak ada satu orang
adalah pasangan yang dapat  ber- pun yang dapat memenuhi semua
bicara seapa adanya disampaikan kebutuhan kita, dan mengharap-
dengan tenang, sementara yang kan terlalu banyak dari seseorang
lain mungkin menyampaikannya dapat menempatkan banyak teka-
dengan suara yang tinggi dan ber- nan yang tidak sehat pada suatu
gairah dan pesannya yang keluar hubungan.  Memiliki teman-teman
merupakan hal yang tidak setu- dan kepentingan luar tidak hanya
jui.  Kunci dalam hubungan yang memperkuat jaringan sosial, tetapi

Vol1 No2 Maret 2010 135


PSIKOLOGI KOMUNIKASI

juga membawa pemahaman baru


dan stimulasi ke hubungan juga. 

4. Berkomunikasi.
Jujur, komunikasi langsung adalah
bagian penting dari setiap hubung-
an.  Ketika kedua orang merasa
nyaman mengekspresikan kebutu-
han mereka, ketakutan dan keingi-
nan, kepercayaan dan ikatan dip-
erkuat.  Penting untuk komunikasi
nonverbal-isyarat bahasa tubuh
seperti kontak mata, membungkuk
ke depan atau menjauh, atau me-
nyentuh lengan seseorang.  
 
5. Jangan pernah berhenti berkomu-
nikasi.
Komunikasi yang baik adalah
bagian mendasar dari sebuah
hubungan yang sehat.  Ketika orang memahami lebih baik apa yang
berhenti berkomunikasi dengan ingin dikatakan oleh setiap pasan-
baik, mereka berhenti berhubung- gan. Hubungan yang sehat diban-
an dengan baik.  Selama kita ber- gun di atas kompromi.  Namun,
komunikasi, tentu dapat bekerja dibutuhkan suatu suatu kearifan
tentang masalah apa pun yang kita pada masing-masing pasangan un-
hadapi.  Banyak komunikasi yang tuk memastikan bahwa ada komu-
dapat sampaikan tanpa harus kita nikasi yang masuk akal.  
katakan.  Isyarat nonverbal seper-
ti kontak mata, membungkuk ke
depan atau menjauh, menyentuh * Penulis adalah Dosen Psikologi Media,
Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana,
lengan merupakan cara seseorang
Jakarta
berkomunikasi yang jauh lebih ber-
makna daripada kata-kata.  Untuk
hubungan kerja dengan baik, se-
tiap orang harus dapat mengirim
dan menerima isyarat-isyarat non-
verbal.  Belajar untuk memahami
”bahasa tubuh” dapat membantu

136 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOSINEMA

Genosida Rwanda 1994


dalam Kajian Psikologi Kelompok
—Tinjauan Analitis terhadap
Film “Sometimes in April”
Juneman, S.Psi.

Pendahuluan umum dan dilansir kebanyakan media


Esai ini dimulai dengan sinopsis film, dua massa) bukan pokok persoalannya.
kerangka teoritis besar yang digunakan Di samping itu, kedua, esai ini juga
untuk menganalisis film Sometimes in mengambil posisi bahwa genosida 1994
April, yakni Teori Perilaku Kolektif dari bukanlah kejahatan karena kebencian
Smelser, serta Teori Identitas Sosial (crime of hate) sebagaimana pandangan
dan Kategorisasi Diri dari Tajfel dan umum; melainkan genosida tersebut
Turner, analisis, dan diakhiri dengan merupakan peristiwa kejahatan
kesimpulan, refleksi, dan saran. identitas (crime of identity).
Penulis menggunakan pendekatan
analisis dinamika yang secara simultan Sinopsis Sometimes in April
mengintegrasikan penekanan variabel- Isi film Sometimes in April adalah
variabel teoretis di dalam analisis genosida orang Rwanda yang
tersebut. membunuh lebih dari 800.000 orang
Esai ini meninjau genosida April 1994 pada 1994. Augustin, seorang Hutu, dan
di Rwanda dengan perspektif psikologi keluarganya mencoba untuk mencari
kelompok. Dua buah posisi dasar tulisan jalan setelah terjadinya serangan yang
ini adalah bahwa pertama, faktor-faktor memuncak setelah pesawat Presiden
psikokultural dan psikopolitik merupakan Habyarimana ditembak jatuh. Honoré,
faktor yang penting dalam terjadinya saudara kandung Augustin dan anggota
genosida. Jadi, esai ini hendak menepis partai Hutu Power, merupakan seorang
anggapan bahwa genosida di Rwanda jurnalis radio yang menginspirasikan
April 1994 merupakan permasalahan orang-orang Hutu untuk membunuh
permusuhan antar-suku. Seluruh esai “cecunguk” (cockroach) Tutsi. Hal yang
ini menunjukkan bahwa tribalisme Hutu rumit adalah adanya fakta bahwa
lawan Tutsi (sebagaimana pandangan Augustin menikah dengan seorang Tutsi

Vol1 No2 Maret 2010 137


PSIKOSINEMA

yang ingin disingkirkan oleh kelompok orang Rwanda membutuhkan sesuatu


Hutu garis keras. Guna menyelamatkan untuk memulihkan mereka dari
istri dan anak-anaknya, Augustin luka dan bergerak melintasi tragedi
memohon kepada saudara kandungnya, genosida. Augustin memang frustrasi
Honoré, untuk menggunakan dan meragukan bagaimana mungkin
selebritasnya untuk menolong mereka pengadilan yang terdiri atas kira-
menghindari roadblocks (penghadang kira 80 orang, sepuluh tahun setelah
jalan) dan mencari tempat berlindung terjadinya genosida, sungguh-sungguh
yang aman. Honoré, istri Augustin dan akan mampu menolong mereka yang
anak-anaknya serta seorang tetangga telah kehilangan semua hal untuk dapat
meninggalkan Augustin dan temannya, memaafkan.
melewati roadblocks yang dibuat oleh
orang-orang Hutu yang mabuk dan Honoré, saudara kandung Augustin,
memegang senjata otomatis serta pisau yang ditahan dan diadili karena
besar. Namun Honoré diberhentikan kejahatan perang, merupakan host
oleh Tentara ofisial roadblock. Honoré radio populer RTLM (radio yang populer
mencoba untuk menggunakan di Rwanda sebelum dan setelah
popularitasnya namun ternyata tidak genosida). Sampai dengan Genosida
efektif. Mobil yang digunakan Honoré April 1994, RTLM menyiarkan secara
diserang, dan nasib istri Augustin konstan komentar-komentar yang
dan anak-anaknya selanjutnya tidak menggambarkan ketidakadilan yang
diketahui. ditimbulkan terhadap orang Hutu
oleh “cecunguk” Tutsi. Kekuatan dari
Film juga menampilkan perjalanan stasiun radio ini sangat nyata nampak
Augustin menuju ladang pembantaian sepanjang film ini. Pemimpin Hutu garis
Kigali tahun 1994 dan juga pergulatan keras, oleh karena mengerti potensi
batinnya apakah akan pergi ke radio ini sebagai sarana komunikasi
Tanzania untuk mengikuti pengadilan massa, membagi-bagikan secara gratis
saudaranya, Honoré. Oleh karena radio kepada semua orang Hutu guna
Augustin penasaran akan nasib istri dan memastikan bahwa semua orang Hutu
anak-anaknya, Augustin akhirnya pergi dapat mendengar pesan yang sama
juga ke pengadilan tersebut. Namun dan memperoleh informasi yang sama.
demikian, prosiding pengadilan tidak Tidak ada radio lain yang memberikan
memuaskan Augustin; malah membuat perspektif yang berbeda.
ia frustrasi. Seorang teman dengan
nada bijaksana menyatakan pada Film ini juga memperlihatkan perjalanan
Augustin bahwa adanya pengadilan Martine, seorang guru di sebuah sekolah
ini adalah lebih baik daripada tidak Katolik di mana anak perempuan
ada pengadilan sama sekali, bahwa Augustin, Anne-Marie bersekolah.

138 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOSINEMA

Perjalanan Martine menunjukkan tidak selalu harus secara kronologis)


pergulatan berhadapan dengan senjata keenam prasyarat itu berurutan.
demi senjata dan menemui perjumpaan- Artinya, pertama sekali diperlukan
perjumpaan yang mengerikan. adanya determinan pertama terlebih
dahulu. Selanjutnya, determinan
Film ini juga menampilkan respons kedua menambah nilai (value added)
pemerintah Amerika Serikat, dalam determinan pertama, determinan ketiga
hal mana mereka tidak ingin terlibat. menambah nilai determinan pertama
Namun demikian, politik dan hukum dan kedua, dan seterusnya, sehingga
internasional serta menguatnya pada akhirnya terjadilah kumulasi nilai
peristiwa genosida memaksa aksi pada determinan keenam, sehingga
AS untuk terlibat dalam intervensi. meletuslah aksi massa itu. Keenam
Menariknya, terdapat episode di determinan itu berturut-turut adalah
mana Assistant Secretary of State sebagai berikut:
mengancam pemimpin Tentara Rwanda Pertama, situasi yang memungkinkan
dengan “konsekuensi” apabila mereka timbulnya aksi massa (social/structural
tidak mengakhiri pembunuhan, yang conduciveness) yang disebabkan oleh
direspons secara kalem, “Rwanda tidak struktur sosial tertentu, seperti tidak
memiliki minyak, mineral; kami tidak adanya sistem tanggung jawab yang jelas
memiliki apa-apa yang Anda inginkan”. dalam masyarakat, tidak adanya saluran
Hal ini menunjukkan bahwa AS untuk mengungkapkan kejengkelan-
sebagai sebuah negara pada dasarnya kejengkelan, adanya sarana untuk saling
sebenarnya memang tidak memiliki berkomunikasi antar mereka yang
interest untuk terlibat dalam situasi di jengkel itu; kelompok minoritas yang
Rwanda. menyolok mata kelompok mayoritas,
pelanggaran yang tidak dihukum,
Pada akhir film, terdapat pesan bahwa peliputan oleh media massa, dsb.
pada tahun 2004 hanya kira-kira 20 Kedua, ketegangan/keresahan/
orang yang telah dihukum oleh UN tekanan (structural strain) atau deprivasi
International Criminal Tribunal for relatif (bila memakai konsep Gurr) yang
Rwanda. relatif kronis yang dirasakan sejumlah
besar anggota masyarakat (kelompok
Teori Value-Added dari Smelser besar atau massa), misalnya: perasaan
N. J. Smelser dalam bukunya Theory miskin, diperlakukan diskriminatif,
of Collective Behavior (1963) pengangguran, biaya hidup dan
mengemukakan enam prasyarat pendidikan yang mahal, banyaknya
(determinan) yang secara bertahap pelanggaran nilai dan norma. Strain
harus dipenuhi untuk terjadinya suatu dapat muncul ketika pengetahuan
perilaku massa. Secara logis (walaupun baru secara tiba-tiba memungkinkan

Vol1 No2 Maret 2010 139


PSIKOSINEMA

orang untuk melakukan sesuatu yang pemuda Dayak dalam suatu pesta
sebelumnya selalu didambakan, pernikahan (J.E. Wawa, dalam Kompas,
namun sebelumnya mustahil karena 2001).
tidaknya pengetahuan/keterampilan Kelima, mobilisasi massa untuk
yang dibutuhkan. Strain itu sendiri tidak beraksi (mobilization for action), yaitu
cukup untuk mencetuskan kerusuhan. adanya tindakan nyata dari massa
Akan tetapi, determinan ini menambah mengorganisasikan diri mereka untuk
”nilai” yang sudah ada pada determinan bertindak.
pertama sehingga memperbesar Keenam, kontrol sosial, yaitu
kemungkinan terjadinya kerusuhan. kemampuan aparat keamanan
Ketiga, berkembangnya keyakinan dan petugas untuk mengendalikan
yang meluas (generalized belief), opini/ situasi dan menghambat kerusuhan.
keyakinan publik, yang mencakup Determinan ini merupakan determinan
tentang (a) diagnosis mengenai lawan dari determinan-determinan
kekuatan-kekuatan dan agen-agen sebelumnya. Semakin kuat determinan
yang menyebabkan strain itu, (b) kontrol sosial ini, semakin kecil
keyakinan mengenai sebuah program, kemungkinan meletusnya kerusuhan.
yang apabila dilembagakan/dilakukan,
akan menghapus/meniadakan sumber/ Teori Identitas Sosial dan
penyebab strain. Misalnya, keyakinan Kategorisasi-Diri dari Tajfel dan
bahwa tindakan masal dapat mengubah Turner
situasi sesuai kehendak. Meskipun Tajfel (1970) meletakkan
Keempat, faktor pencetus dasar-dasar teori identitas sosial 40
(precipitating factor), yaitu peristiwa tahu yang lalu, pengaruhnya meningkat
tertentu yang mengawali atau memicu secara dramatis dalam dasawarsa-
suatu kerusuhan. Pemicu ini sulit diterka, dasawarsa terakhir. Sementara psikologi
dapat terjadi sewaktu-waktu, dan sosial diwarnai dominan dengan topik
sumbernya sering tidak jelas; misalnya stereotip dan prasangka, gagasan
pernyataan politik tertentu, petisi bahwa orang merepresentasikan dirinya
masal, peristiwa pemukulan guru agama dan orang lain dalam berbagai tingkatan
oleh oknum polisi (di Tasikmalaya), telah membantu untuk menjelaskan
penusukan tukang becak oleh pemuda sejumlah pola perilaku yang dahulunya
China (Solo, 1980), perselisihan antara membingungkan. Teori identitas sosial
pengikut almarhum Kyai As’ad dan dan turunannya, teori kategorisasi-
keponakannya (Situbondo). Kerusuhan diri (Turner, 1985) menyatakan
Sanggau Ledo, di Kalimantan Barat, bahwa orang merepresentasikan
misalnya, dipicu oleh kecemburuan dirinya dan orang lain dalam berbagai
seorang pemuda Madura, sebab level berdasarkan idenya tentang
pacarnya diajak menari oleh seorang keanggotaannya dalam kelompok. Teori

140 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOSINEMA

identitas sosial menyatakan bahwa digunakan untuk memandu persepsi


orang memiliki identitas yang multipel, dan perilaku ketika petunjuk-petunjuk
mulai dari sebagai individu unik situasional tidak ada (absen) atau
sampai dengan anggota dari berbagai ambigu. Brewer (1991) menyatakan
kelompok. Turner mengambil gagasan bahwa kita memiliki motif baik untuk
ini dan memformalisasikannya dalam sesuai, menjadi bagian dari orang-orang
terminologi kategorisasi. Hampir sama lain (belonging) maupun untuk berbeda
seperti kita mengategorikan objek-objek, dari orang-orang lain (distinctiveness).
maka kita juga mengategorisasikan Ada pertukaran dialektis antar motif-
orang-orang, termasuk diri kita sendiri. motif ini yang memandu ketika kita
Kelompok (dalam mana kita menjadi melihat diri kita sebagai anggota dari
anggotanya) membentuk basis-basis sebuah kelompok atau sebagai individu
kategorisasi yang kita gunakan untuk unik.
mengidentifikasi orang lain dan diri kita
sendiri. Aspek tambahan lain dari orientasi
teoretis SIT (teori identitas sosial)
Meskipun motivasi di balik kategorisasi adalah bahwa perbandingan kelompok
semacam itu masih tidak dapat dipahami (group comparisons) berfungsi
secara penuh, dua hal yang sementara baik untuk mengaktifkan identitas
ini dianggap mampu menjelaskannya kelompok maupun mengklarifikasikan
dan memperoleh sejumlah dukungan identitas kelompok. Guna mengetahui
empiris adalah peningkatan harga apa (atau siapa) kelompok kita
diri (self-esteem enhancement) sesungguhnya, sangatlah membantu
(Tajfel & Turner, 1979) serta reduksi untuk mengetahui apa (atau siapa)
ketidakpastian (uncertainty reduction) yang bukan kelompok kita. Memiliki
(Hogg & Mullin, 1999). Sebagai sebuah outgroup dengan siapa kita
contoh, menjadi anggota sebuah tim membandingkan ingroup kita akan
pertandingan yang menang (winning membantu untuk mengklarifikasikan
team) membuat seseorang menjadi proses kategorisasi. Dengan demikian,
pemenang (winner). Jadi, aspek positif kategorisasi level-kelompok menjadi
dari sebuah kelompok dapat digunakan lebih lazim terjadi (prevalensi lebih
untuk meningkatkan perasaan berharga tinggi) dalam situasi-situasi antar-
seseorang. Di samping itu, dalam situasi- kelompok. Sekali kategori-kategori
situasi di mana kita tidak pasti mengenai level-kelompok teraktivasi, anggota-
kelayakan atau ketepatan perilaku kita, anggota kelompok mencoba untuk
identitas kelompok dapat membantu mendiferensiasikan/membedakan
untuk mengurangi ketidakpastian itu. kelompok mereka dari kelompok
Definisi/batasan-batasan kelompok perbandingan. Sekali lagi, dimotivasi
dan norma-norma kelompok dapat oleh kebutuhan untuk meningkatkan

Vol1 No2 Maret 2010 141


PSIKOSINEMA

harga diri (self-esteem), hampir saling membunuh satu sama lain ketika
semua perbandingan antarkelompok mereka memiliki peluang dan mampu
cenderung untuk menguntungkan melakukan; kebencian/permusuhan
ingroup, menempatkan outgroup pada mereka bersifat bebuyutan (ancient),
dimensi komparasi yang lebih negatif. keras (violent), sebanding (equivalent),
Teori kategorisasi-diri juga menyatakan dan tak dapat dikoreksi lagi (incorrigible).
bahwa anggota-anggota kelompok Dengan perkataan lain, analisis tersebut
berupaya untuk memposisikan diri menyatakan bahwa ada kebencian
mereka lebih dekat ke mayoritas yang tak dapat direpresi/ditekan lagi
anggota “prototipikal” dari kelompok. di antara musuh-musuh bebuyutan
Oleh karena hampir semua anggota (Hutu dan Tutsi). Tanggul represi ini
prototipikal dari kelompok cenderung jebol dan selanjutnya meledak sebagai
menjadi anggota yang paling berbeda kekerasan katastrofik pada 7 April 1994,
dari outgroup, hal ini menimbulkan sehari setelah Presiden Rwanda (orang
posisi-posisi atau sikap-sikap yang Hutu), Habyarimana meninggal dalam
lebih ekstrim oleh anggota-anggota peledakan pesawat. [Penembakan
ingroup ketika konteks intergroup ini merupakan Determinan Keempat,
(antarkelompok) dibuat menonjol PRECIPITATING FACTOR, Teori Smelser].
(salient). Disebutkan dalam media bahwa hampir
semua pelaku pembunuhan pasca
Analisis peledakan pesawat Presiden adalah
Media membuat stereotip tentang para petani Hutu yang secara spontan
genosida, hampir sesaat setelah membunuh tetangga-tetangga Tutsi
pembunuhan demi pembunuhan April mereka. Pernyataan ini selanjutnya
di Rwanda terjadi. Media menyebutnya berimplikasi bahwa karakter orang
“suku-suku yang bertengkar tak habis- Rwanda ditenun oleh air mata kolektif.
habisnya” (feuding tribes). Misalnya, Sejumlah ahli juga menyatakan bahwa
beberapa hari setelah genosida orang-orang Rwanda memiliki karakter
berlangsung, Reuters menyebutnya yang dikondisikan oleh “dinamika sosial
“perkelahian berusia panjang antara otoritarian”, yang disebut sebagai
mayoritas Hutu dan minoritas Tutsi” “dehumanisasi total terhadap orang
(dalam Longman, 1995). The New York lain (dalam hal mana orang lain/Tutsi
Times menyebutnya “perang kesukuan” dianggap setan) serta legitimasi absolut
(tribal warfare) yang berasal dari pada Otoritas”. Dengan perkataan lain,
“pertengkaran berabad-abad” (dalam menurut penggambaran media, orang-
Omaar & de Wall, 1995). Implikasi dari orang Rwanda, baik dalam kelompok
pernyataan tersebut adalah: persoalan Hutu maupun dalam kelompok Tutsi,
disederhanakan sebagai peristiwa nampaknya “menginginkan adanya
di mana orang-orang Tutsi dan Hutu pembantai-pembantai”.

142 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOSINEMA

sebuah konstelasi dari faktor-faktor


Klaim tersebut sesungguhnya keliru. sosiopolitis dan psikokultural yang
Meskipun otoritarianisme dan sejenis mendasarinya. Mengapa? Sebab, pada
kuasi-etnosentrisme berkontribusi kenyataannya, banyak orang Hutu dan
terhadap genosida, banyak orang Tutsi yang bersama-sama melawan para
Rwanda bukanlah kedua-duanya pembunuh dari mayoritas Hutu. Banyak
pada dasarnya (otoritarian maupun orang Hutu yang mengambil risiko
etnosentris). Namun, lebih tepatnya, untuk menyelamatkan teman-teman
kebangkitan gerakan otoritarian lah dan tetangga mereka yang merupakan
yang mendorong rezim saat itu kepada suku Tutsi. Banyak orang Hutu yang
kekerasan ekstrim pertama kalinya. Jadi menolak untuk diperintah membunuh
guna memahami genoside, semua faktor orang Tutsi, lalu orang Hutu itu dibunuh
yang relevan harus dipertimbangkan: (aktual atau pun potensial, sebagaimana
antiotoritarianisme dan otoritarianisme, ditunjukkan episode Augustin disuruh
kelas dan etnisitas, kultur dan politik. membunuh kawannya) karenanya oleh
sesama Hutu. Intensitas kekerasan
Genosida April terbukti sebagai sangat bervariasi di wilayah-wilayah
peristiwa kompleks yang mengejutkan. yang berbeda. Orang-orang oposan
Sumber peristiwa tersebut secara Pemerintah merupakan korban-korban
spesifik bersifat modern, jauh pertama genosida.
dari “tribalisme” dan “kebencian
primordial”. Meskipun ada pemisahan Yang menimbulkan tanda tanya:
Tutsi-Hutu, namun pemisahan itu bukan mengapa banyak orang, termasuk orang
sungguh-sungguh pemisahan “etnik” awam Rwanda, yang mengikutkan diri
dan bukan pemisahan final. Utamanya, dalam pembantaian? Banyak orang
pemisahan tersebut merupakan Tutsi dibunuh semata-mata karena
mereka adalah orang
Tutsi, meskipun
orang Tutsi dan Hutu
secara umum sangat
mirip satu sama
lain. Masing-masing
kelompok Hutu dan
Tutsi utamanya terdiri
atas para petani/
peternak miskin
yang menikahi sanak
keluarganya sendiri
(intermarry), tinggal

Vol1 No2 Maret 2010 143


PSIKOSINEMA

tersebar bersama pada bukit/gunung nampak bahwa banyak faktor struktural


yang sama, nampak sama, memiliki yang krusial yang berkonvergensi dalam
kultur bersama, dan memanen serta genosida, yang merupakan warisan dari
memelihara lembu yang sama. Tidak masa pra-kolonial, kolonial, dan pasca-
ada satu pun dari kelompok orang kolonial Rwanda. Faktor-faktor struktural
Tutsi maupun Hutu yang merupakan ini misalnya perubahan struktur-
orang-orang fanatik suku (tribal) struktur politik dan stratifikasi sosial,
selama berabad-abad. Sebelum abad pemekerjaan paksa, pertumbuhan
ini, antagonisme antara Hutu dan Tutsi populasi yang mantap padahal dalam
itu jarang (kata ”etnis” tidak begitu kondisi paceklik, kemiskinan, orang-
mengental maknanya). Sepanjang orang Rwanda (Tutsi) di Uganda menjadi
sejarah, Rwanda merupakan masyarakat kekuatan yang besar, invasi Rwandan
tri-etnis yang damai (Hutu, Tutsi, Twa); Patriotic Front (RPF), tekanan PBB/
ketiganya hidup koeksis secara damai. IMF, efek konflik di Burundi sebelum
genosida April (di mana Pemerintah
Meskipun demikian, terdapat Tutsi secara keras menyerang oposisi
sebuah bias yang mengambil wujud Hutu), serta bangkitnya gerakan-
”etnosentrisme” yang memainkan peran gerakan akar rumput (arus bawah)
kunci dalam genosida. Etnosentrisme melawan ketidakadilan stratifikasi baru.
ini sedemikian mengental sehingga [Semua hal ini merupakan Determinan
konsen diarahkan ke sana, dan Pertama, SOCIAL/STRUCTURAL
mengaburkan konsen terhadap situasi CONDUCIVENESS, Teori Smelser].
politik-ekonomi yang mendominasi Faktor kultural menyertai faktor-faktor
periode pra-genosida. Di sinilah terletak struktural itu. Misalnya, perubahan
Paradoksnya. Pertanyaan utamanya: dalam struktur pemerintahan
(a) mengapa orang Tutsi secara khusus menyebabkan perubahan dalam
menjadi objek hostilitas pada 1994?, struktur politik. Setiap transisi suksesi
dan (b) mengapa hostilitas ini berubah pemerintahan (dari Rwabugiri ke
menjadi sangat mematikan? Musinga, penguasa Belgia, Parmehutu
dan Habyarimana), terjadi kehilangan
Tulisan ini menawarkan dua penjelasan, atau pemerolehan legitimasi. Yang
yakni (1) faktor struktural dan (2) faktor lebih utama lagi, ikatan-ikatan religi
psikokultural di seputar genosida April dan kultur patrimonial yang dahulunya
1994. Faktor struktural berkenaan mengunifikasi (menyatukan) penguasa
dengan konflik ”siapa melawan siapa”. dengan warga sepenuhnya rusak atau
Faktor psikokultural merupakan hal yang berakhir.
memengaruhi intensitas konflik (tingkat
sejauh mana konflik menyebabkan Pemisahan Tutsi-Hutu dalam masyarakat
amuk dan kekerasan. Dalam film, Rwanda merupakan contoh nyata

144 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOSINEMA

dari bergabungnya faktor struktural sistem kelas (class system) yang


dan kultural. Di satu sisi, konflik Tutsi- memposisikan orang yang kaya lembu
Hutu memang memiliki dimensi di atas budak tanah (pembayar pajak
struktural yang berakar dalam sejarah. tanah), sehingga lebih mengandung
Namun demikian, pemisahan ini juga muatan kualitas politik-ekonomi, bukan
memperoleh energi psikologis dan muatan etnisitas/rasial. Bahkan, Hutu
kultural. Sesungguhnya, antagonisme dapat di-”Tutsi”-kan melalui proses ”de-
Tutsi-Hutu pada tahun 1994 kurang Hutuisasi” (Kagame, 1972). Sejak raja
memiliki akar struktural apabila Gahindiro memerintah di abad ke-19,
dibandingkan dengan kebanyakan relasi kelas menjadi paralel, di mana
konflik lain yang terjadi di Rwanda pada ada dua otoritas, yakni ”pemimpin
awal-awal tahun 1990-an. Meskipun tanah” (orang-orang kaya Hutu) dan
demikian, antagonisme tersebut justru ”pemimpin lembu” (orang-orang Tutsi);
menjadi tanda dan simbol dari genosida. namun pemimpin tanah menjadi kaya
Pembagian/pemisahan Tutsi-Hutu karena pajak, upeti serta kekuasaan di
menjadi sedemikian akut yang atas Tutsi.
memicu genosida. Inilah yang menjadi
pertanyaan utamanya. Mengapa? Pada tahun 1916, Belgia, sepeninggal
Pemisahan Tutsi-Hutu adalah ”aneh”, Jerman, menguasai Rwanda. Belgia lah
karena, sesungguhnya ”Hutu” dan yang menggagas bahwa Hutu dan Tutsi
”Tutsi” bukanlah terminologi kesukuan secara elementer berlawanan, bukan
(tribal). ”Hutu” bukanlah satu kelompok hanya secara sosial melainkan juga
tunggal yang unik (unique ethnic group) secara rasial. Hutu-Tutsi yang semula
yang sudah ada sejak dulu; demikian adalah klasifikasi/kategorisasi kelas
pula ”Tutsi”. ”Tutsi” secara linguistik sosial, lalu diubah menjadi klasifikasi
berarti ”pendatang” atau ”imigran” sosial dan rasial. Tutsi sebagai ”Kaukasian
(Kagame, 1956), ”outsider” yang perunggu” (bronze Caucasians)
datang ke Great Lakes Afrika. Ketika ditempatkan oleh penguasa Belgia di
para pendatang ini tiba di Great Lakes, atas Hutu (yang semula adalah petani
mereka juga tidak lantas bertemu Bantu). Jadi, ada politik apartheid yang
dengan orang ”Hutu”. Yang mereka diterapkan Belgia. Semua hak orang Hutu
temui adalah kelompok-kelompok besar disangkal. Belgia sendiri sesungguhnya
petani yang tersebar. Para petani itu tidak memiliki basis ”rasial” yang dapat
disebut ”Hutus” (etimologinya berarti diandalkan untuk kebijakan apharteid
”penyewa/budak tanah”/”vassals”) ini. Yang dipakai sebagai “kriteria Tutsi”
ketika ditaklukkan oleh prajurit ”Tutsi” adalah orang-orang yang memiliki
penggembala lembu, utamanya setelah sepuluh atau lebih lembu. Terjadilah
abad ke-15 (Newbury, 1991). Jadi, Hutu eksploitasi, pemekerjaan paksa, dan
dan Tutsi lebih merupakan terminologi pengambilan keuntungan terhadap

Vol1 No2 Maret 2010 145


PSIKOSINEMA

petani Hutu. Padahal Hutu mayoritas Pada 1990, dari Uganda, RPF Tutsi
di Rwanda. Sementara itu, orang-orang meluncurkan serangan ofensif melawan
kaya Tutsi menikmati privilise berupa rezim Hutu, yang berhasil distop
pendidikan, presitise, dan kesejahteraan oleh dukungan militer Perancis dan
materi. Terjadilah ketidakadilan Belgia. Namun demikian, siklus perang
(injustice) yang dipersepsi Hutu. Dengan dan pembantaian berlanjut hingga
demikian, terdapat fenomena polarisasi 1993, PBB menegosiasikan perjanjian
antarkelompok Tutsi-Hutu. Polarisasi pembagian kekuasaan (power sharing)
ini pada gilirannya berimplikasi pada antar kedua belah pihak. Peristiwa ini
konflik-konflik baru, yang sebelumnya dipandang berawal dari krisis legitimasi
jarang terjadi. akut yang diderita oleh pemerintah
Rwanda (yang dipegang orang Hutu).
Pada 1959, Belgia memberikan Krisis legitimasi akut ini sebenarnya
kekuasaan kepada Hutu yang bersumber dari dipertanyakannya
merupakan penduduk mayoritas akuntabilitas publik Pemerintah Rwanda
Rwanda. Mengapa? Hal ini karena saat itu, dalam hal mana pemerintahan
otoritas Belgia sebenarnya berupaya Presiden Habyarimana dipandang
mematahkan keinginan orang-orang sebagai pemerintahan yang hanya
elit Tutsi yang mendesak meminta melayani diri sendiri, menyebabkan
kemerdekaan segera dari Belgia. krisis kopi, paceklik, sehingga
Dimulailah dekade segregasi anti-Tutsi menyebabkan pemerintahan dipaksa
yang melembaga. Ratusan dari ribuan menerima program IMF PBB dengan
orang-orang Tutsi yang kaya (dan devaluasi mata uang Franc Rwanda
juga orang moderat Hutu) dibuang/ sebanyak 40%. Orang miskin semakin
diasingkan oleh chauvinist/ekstrimis menderita, kelaparan, kehilangan
Hutu. Namun demikian, sampai kira-kira rumah, serta sakit tanpa perawatan.
hampir 20 (dua puluh) tahun ke depan, [Semua hal ini merupakan Determinan
kehidupan di Rwanda cukup harmonis Kedua, STRUCTURAL STRAIN, Teori
antara Hutu dan Tutsi. Meskipun dalam Smelser]. Lingkar pemerintah Presiden
keharmonisan itu, Tutsi menjadi warga Habyarimana sendiri tidak solid.
kelas dua; kekayaan dan kekuasaan Sementara itu, gerakan dan tekanan
terletak di tangan penduduk mayoritas arus bawah semakin gencar (sebagai
Hutu. hasil dari KERESAHAN STRUKTURAL).
Terjadi kecemasan masal, sehingga
Keharmonisan itu bertahan hingga pada praktis sepanjang 1989-1994 rezim
1988, pengungsi Tutsi membentuk Habyarimana harus berupaya
gerakan perlawanan untuk merebut mempertahankan legitimasi dalam
kembali tanahnya, dengan mendirikan krisis ini, dan ditempuhlah jalan
Rwandan Patriotic Front (RPF). genosida (setelah dipicu oleh kematian

146 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOSINEMA

Presiden dalam penembakan pesawat). Tutsi. Masalahnya adalah, mengapa


Penjelasannya dari sisi politis dan ”etnisitas” yang menurut sejarah
sosiohistoris; bahwa untuk melindungi tidak terlalu kentara lalu berkembang
kekuasaannya, ekstrimis Hutu garis menjadi etnosentrisme? Jawabannya
keras menolak implementasi perjanjian adalah karena faktor psikokultural.
power sharing Hutu-Tutsi serta Faktor-faktor psikokultural tersebut
merencanakan satu dari genosida yang antara lain propaganda, proyektivitas
paling menyeramkan dalam sejarah. seksual, aspek-aspek religi tradisional,
Yang menimbulkan pertanyaan: Di otoritarinisme dalam pengasuhan anak,
samping keharmonisan Hutu-Tutsi kondisi anomi bagi para pemuda yang
sampai kira-kira dua dasawarsa; tak memiliki pekerjaan dalam di wilayah
namun ketika genosida dimulai, banyak urban/kota. Kombinasi dari faktor-faktor
orang awam Rwanda yang ikut dalam ini lah yang memacu genosida April.
pembantaian. Mengapa? Sebagian
jawabnya dapat ditarik ke relasi-relasi Propaganda dilakukan melalui radio.
yang tidak menyenangkan pada era Radio-Télévision Libre des Mille Collines
kolonial, sebagaimana dijelaskan di (RTLM), milik ekstrimis Hutu, menyebut
atas. Kendati demikian, relasi-relasi orang Tutsi sebagai ”cecunguk” (social
ini merupakan ingatan/memori labeling), menyalahkan RPF, oposisi
kolektif lama yang kemungkinan sudah pemerintah. RTLM saat itu merupakan
memudar di tahun 1993. Jadi, tentulah jejaring radio resmi yang menjadi
ada permasalahan lain yang jauh lebih sumber pengetahuan mengenai dunia
nyata/riil dan segera di seputar waktu bagi para petani Rwanda (dalam film
genosida. Memang benar bahwa tersebut, nampak bahwa kebanyakan
pernah ada stereotip kelas dan etnis/ dari penduduk memiliki radio). Hal
rasial yang menyebut orang Tutsi yang dikatakan oleh radio merupakan
sebagai ”setan” (evil) atau ”cecunguk” hal yang didengar oleh para petani.
(cockroach). Namun, pertanyaannya, Yang dikatakan oleh radio adalah
mengapa banyak sekali orang Rwanda kekasaran, kekerasan, lelucon, yang
(Hutu) ingin sekali mengusir ”setan bersifat anti-Tutsi. Tutsi digembor-
penguasa masa lalu”? gemborkan sebagai pembantai orang-
orang Hutu yang tak berdosa. Radio
Jawabnya antara lain adalah karena memprograndakan terus bahwa teman-
terdapatnya faktor-faktor struktural, teman, tetangga, bahkan keluarga yang
sebagaimana disebutkan sebelumnya merupakan orang-orang Tutsi tidak
di atas. Namun demikian, faktor- boleh dipercaya, tidak boleh ditoleransi.
faktor struktural tidak akan melahirkan Bahwa orang-orang Tutsi, secara
suatu genosida, kecuali orang telah aktual maupun potensial, merupakan
dikondisikan untuk membenci orang pengkhianat (traitors) dan pembunuh

Vol1 No2 Maret 2010 147


PSIKOSINEMA

massa. [Semua hal ini merupakan perempuan) seringkali menikahi orang


Determinan Ketiga, GENERALIZED Hutu juga (seperti Augustin-Hutu
BELIEF, Teori Smelser]. Pernyataan ini dan Jeanne-Tutsi). Namun, banyak
dipaparkan berulang-ulang. Meskipun perempuan Tutsi diperkosa dengan
tidak semua penduduk Rwanda tuduhan proyektif yang demikian.
meyakini hal yang disebut radio, namun Pelaku memproyeksikan/melempar
ini dipandang sebagai penanaman kesalahannya pada perempuan Tutsi.
emosi negatif kepada orang Tutsi Simak Episode: Perempuan korban
(outgroup-nya Hutu). Propaganda ini pemerkosaan bersaksi di Pengadilan/
cukup berhasil memfasilitasi terjadinya Tribunal.
genosida karena dilakukan melalui
media sebagai jejaring sosial (social Dalam religi tradisional (yang masih
network, communication network), hidup di Rwanda, bahkan di antara
di mana sejumlah pendengar sebagai orang Katolik ortodoks), kematian
simpul (nodes) dan gagasan/ideologi jarang dipandang sebagai sesuatu yang
RTLM tersebar atau tertular sangat penyebabnya natural. Sebagaimana
cepat. Mengapa disebut ”memfasilitasi” dalam banyak kultur Afrika Timur,
(facilitating, reinforcing)? Sebab, kematian orang Rwanda seringkali
sebenarnya, RTLM tidak akan sepopuler diatribusikan sebagai keinginan jahat
itu tanpa sebelumnya sudah terdapat dari para musuh yang ”menyihir”
ketegangan dan kemarahan di antara korbannya hingga mati. Keyakinan ini
penduduk Rwanda. RTLM menguatkan membawa tiap-tiap orang takut akan
tensi sosial dengan komentar seperti, peristiwa terburuk yang mungkin
“Masses, be vigilant (Waspadalah!) terjadi yang berasal dari musuh
- Your property is being taken away. mereka, oleh karenanya orang dapat
What you fought for in ’59 [period of hidup dalam ketakutan itu (misal: Hutu
decolonization] is being taken away.” menakuti Tutsi) atau menetralisasikan
Faktor kedua adalah kecemburuan ketakutannya dengan penyerangan
seksual proyektif. Banyak propaganda balik, pembalasan kepada yang ditakuti
dan banyak kesaksian pribadi (Tutsi). [Semua hal ini merupakan
menunjukkan bahwa perempuan Determinan Ketiga, GENERALIZED
Tutsi merupakan fokus fantasi seksual BELIEF, Teori Smelser]. Terdapat bukti
yang bersifat kekerasan. Perempuan sejumlah kasus, dalam hal mana
Tutsi disebut-sebut dalam propaganda penyerangan-penyerangan semacam
sebagai perempuan yang unik itu bereskalasi menjadi pembantaian
kecantikannya, mengundang hasrat, berskala besar dan menjadi kekerasan
namun juga sombong dan sudah massa. Sebagaimana diungkap oleh
didekati. Padahal, kenyataannya, Hamelink (2008), bahwa di Rwanda
orang Tutsi (baik pria maupun “ordinary people turned into crazed

148 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOSINEMA

killing machines – because they were Rwanda. Keluarga-keluarga dalam


made to believe that a dangerous and kultur yang seperti itu menghargai
hideous enemy lived next door.” Orang anak-anak sebagai pembantu/pelayan,
awam dapat berubah menjadi mesin namun sangat menekankan kepatuhan
pembunuh yang mematikan karena terhadap otoritas (Kagitçibasi, 1996).
adanya keyakinan mengenai adanya Di atas telah dianalisis dinamika
musuh yang berbahaya serta adanya genosida Hutu-Tutsi dari pendekatan
efikasi bersama bahwa mereka perlu teoretis Smelser. Selanjutnya, akan
dan dapat dimusnahkan. dianalisis dinamika genosida dengan
menggunakan teori identitas sosial
Para orang awam pelaku genosida juga dan kategorisasi diri (Tajfel dan
didorong oleh impuls otoritarianisme Turner). Berbasiskan teori ini, genosida
buta untuk mematuhi pemimpin merupakan hasil ekstrim dari proses
mereka. “Sebuah perintah lebih berat identitas sosial normal. Konsep
daripada batu” (Omaar & de Waal, 1995). identitas sosial merupakan konsep yang
Antiotoriatrianisme dan otoritarianisme sangat krusial dalam menjelaskan setiap
sama-sama tersebar luas di Rwanda. peristiwa genosida, termasuk genosida
Sementara itu, kultur keluarga dalam April di Rwanda. Genosida dalam
pengasuhan anak yang bersifat dingin konteks identitas sosial dipandang
(cold), keras secara fisik maupun sebagai tindakan atau proses destruksi
emosi, menyangkal afeksi anak, kasar yang ditujukan pada kelompok orang
cenderung secara signifikan lebih keras yang didefinisikan secara abstrak. Dalam
daripada norma masyarakat. Anak-anak genosida, bisa terdapat banyak pelaku
yang diasuh dalam kultur yang demikian (perpetrators), namun aksi-aksi mereka
cenderung menjadi agresif luar biasa dikoordinasikan untuk menyusun
dan dapat berkelanjutan hingga sebuah tindakan atau proses tunggal.
dewasa. Signifikansi poin penjelasan Tindakan-tindakan destruktif ditujukan
ini adalah bahwa sentralisasi dalam kepada individu-individu berdasarkan
keluarga (sebagaimana juga dalam basis mereka (baik basis aktual maupun
keluarga Augustin) seringkali dipenuhi basis yang dipersepsikan) yang terkait
dengan ketegangan-ketegangan (tensi) asosiasi keanggotaan individu dengan
yang tinggi, dan keluarga-keluarga di kelompok kebangsaan, kelompok etnis,
Rwanda, khususnya pada masa pra- ras, religi, politik, sosioekonomis atau
kolonial, sangatlah tersentralisasi. definisi-definisi abstrak kekelompokan
Dengan demikian, kekakuan (rigiditas), lainnya. Kelompok korban genosida
adanya faksi-faksi dalam satu keluarga disasar dengan sengaja. Jadi, genosida
(seperti Augustin vs Honoré), dan merupakan suatu konsepsi ”destruksi/
konflik merupakan hal-hal yang normal penghancuran kelompok”. Genosida
dalam kondisi keluarga normal di lebih merupakan kejahatan identitas

Vol1 No2 Maret 2010 149


PSIKOSINEMA

(crime of identity) ketimbang dehumanisasi, dan kemudian destruksi


kejahatan kebencian (crime of hate) (genosida) serta penyangkalan.
(Moshman, 2007). Penjelasan psikologis Dikotomisasi (Kategorisasi)
konvensional yang menerangkan memberikan perhatian dimensi
genosida sebagai kejahatan kebencian, identitas ingroup / outgroup, dan
sebagaimana saya temukan dalam membuat perbedaan dua kategori yang
Piramida Kebencian (Hicks, 2006) tajam, yaitu “kami” dan mereka”. Hal ini
berikut ini, adalah tidak memadai dapat membawa kepada dehumanisasi,
menurut teori identitas sosial. dalam hal mana “mereka” dilihat tidak
hanya berbeda dari “kita”, tetapi juga
bahwa mereka berada di luar himpunan
manusia. Destruksi selanjutnya
dihasilkan dari dehumanisasi ini dan
diiringi dengan penyangkalan yang
memungkinkan pelaku genosida untuk
memelihara harga diri atau konsepsi diri
moral mereka.

Berdasarkan kerangka teori identitas Sepanjang periode kolonial di awal


sosial yang dipaparkan sebelumnya, abad ke-20, Belgia mengeksploitasi
mengenai kebutuhan belonging dan pembedaan tegas (distingsi) Hutu/
distinctiveness individu, maka genosida Tutsi untuk mengendalikan negara
dilihat sebagai sebuah tindakan dengan memungkinkan orang Tutsi
kelompok melawan kelompok namun untuk mensolidkan dan meningkatkan
tanpa melepaskan pengertian bahwa dominasi tradisional mereka terhadap
individu pun secara kausal dan moral orang Hutu. Kartu identitas merupakan
bertanggungjawab terhadap aksi-aksi sesuatu yang wajib dimiliki dan
genosidal mereka. Premis dasarnya mengklasifikasikan setiap orang
adalah bahwa cara melihat individu sebagai Hutu atau Tutsi (atau Twa, 1%
dalam relasinya dengan berbagai populasi). Dengan demikian, dimensi
kelompok adalah cara melihat individu identitas ini berada di atas keragaman
dengan pola-pola relasi sosial, afiliasi, identitas lainnya dan men-dikotomisasi
peran, dan komitmen-komitmen yang (kategorisasi)-kan populasi. Jauh
unik. Jalur logis genosida berdasarkan sebelum genosida, orang-orang Rwanda
SIT adalah bahwa sebuah proses dalam dapat melihat diri mereka multipel
hal mana pilihan-pilihan identitas identitas sebagai orang Rwanda, dan/
secara drastis menyempit menjadi dua, atau orang Hutu atau orang Tutsi,
dan kemudian menjadi satu identitas, dan/atau orang yang berafiliasi dengan
melalui proses-proses dikotomisasi, religi, profesi, partai politik, aktivitas,

150 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOSINEMA

ideologi, dsb, yang beragam. Apabila distigmatisasi atau, lebih ekstrim lagi,
kita ambil sampel dua orang Rwanda didehumanisasi. Dalam dehumanisasi
secara acak, kita akan memperoleh dan self-esteem enhancement,
secara umum bahwa mereka berdua mereka yang dianggap sebagai anggota
adalah Katolik (warisan kolonial), outgroup disangkal/direndahkan
menggunakan bahasa Kinyarwanda statusnya. Ketimbang dilihat sebagai
(bahasa prakolonial) dan sangat anggota komunitas manusia dengan
mungkin memiliki aspek-aspek identitas identitas individual, anggota-anggota
potensial lainnya juga. Jalur menuju outgroup dipandang sebagai unsur-
genosida 1994 melibatkan pilihan- unsur subhuman, nonhuman, atau
pilihan yang terbatas. Oleh karena antihuman. Dalam periode jelang
ideologi Kekuatan Hutu disebarkan genosida 1994, orang Tutsi secara
melalui radio dan sarana lain, orang- persisten digambarkan dalam metafora
orang Rwanda meningkatkan konsennya oleh propaganda ekstrimis Hutu sebagai
untuk melihat diri mereka dan orang lain inyenzi, cockroaches (cecunguk). Tidak
sebagai pertama-tama dan utamanya hanya bahwa orang Tutsi berbeda
Hutu atau Tutsi, sementara identifikasi dari orang Hutu, namun juga orang
lainnya menjadi sekunder. Pada awal- Tutsi dikonstruksikan sebagai sebuah
awal terjadi genosida, korban genosida kelompok yang berbeda dari manusia,
mencakup juga sepuluh (dari ribuan) tidak bermakna bahkan sebagai identitas
orang Hutu Moderat yang dianggap oleh individual. Jadi, pembunuhan terhadap
ekstrimis Hutu sebagai pengkhianat orang Tutsi bukan lagi pelanggaran hak-
identitas Hutu. hak individu seorang manusia, karena
yang dibunuh bukan manusia melainkan
Dikotomisasi tidak harus meletakkan cecunguk (serangga). Obligasi moral
identitas kelompok seseorang di berlaku bagi sesama orang, bukan
atas kelompok lain. Seseorang dapat bagi “mereka” (outgroup) yang tidak
meyakini bahwa orang-orang secara memenuhi ekspektasi legitimate
fundamental didefinisikan secara rasial ingroup. Kelompok-kelompok saling
tanpa harus meyakini bahwa suatu ras mempersepsikan satu dengan yang lain
superior di atas ras yang lain. Namun, sebagai “mengancam” (threatening);
orang seringkali memiliki preferensi ancaman tersebut bisa sungguh ada
yang kuat untuk meletakkan identitas atau hanya ilusi. Dalam situasi seperti
sosial tertentu di atas identitas sosial ini, orang-orang Hutu, bahkan orang-
lain, khususnya yang menyangkut hal- orang awam, merasa secara moral wajib
hal yang dipertimbangkan sebagai set untuk bergabung melawan “mereka
kategori yang paling mendasar. Dalam yang mengancam/menghambat
sejumlah kasus, identitas sosial yang kita”. Apabila ingroup dan outgroup
dianggap inferior dapat secara aktif memiliki kekuatan yang setara, maka

Vol1 No2 Maret 2010 151


PSIKOSINEMA

hasilnya adalah perang. Bila salah satu hanya gagal menyediakan Dallaire
lemah, maka hasilnya adalah genosida. dengan penguatan dan otoritas yang
Genosida merupakan sebuah destruksi. ia perlukan, tetapi juga PBB menarik
Dalam genosida April, 800.000 orang mundur hampir semua tentaranya. [Ini
dari delapan juta populasi dibunuh, juga sekaligus merupakan Determinan
sebagian besar dengan pisau besar Keenam, SOCIAL CONTROL yang tidak
(machetes) dan sejenisnya [Ini juga beroperasi, Teori Smelser]. Setelah
sekaligus merupakan Determinan ratusan sampai ribuan orang Tutsi
Kelima, MOBILIZATION FOR ACTION, dan puluhan dari ribuan orang Hutu
Teori Smelser]. dibunuh, dalam hal mana genosida
hampir selesai, barulah AS mengakui
Setelah destruksi, maka terjadi bahwa “telah terjadi aksi genosida”. Di
penyangkalan (denial), sebagai fase antara orang-orang Rwanda pun terjadi
normatif. Hal ini terjadi pada diri Honoré, penyangkalan ini. Sebagian pelaku
penyiar RTLM, saudara kandung Agustin genosida memilih untuk melupakan
selama bertahun-tahun. Di Rwanda, peristiwa itu. Ignace Rukiramacumu
penyangkalan menjadi faktor penting (dalam Hatzfeld, 2005), salah seorang
bagi orang-orang di sekitar (penonton, pelaku genosida, mengatakan bahwa
bystanders) untuk tidak melakukan “Bahkan dari dalam hati yang paling
intervensi apapun. Penyangkalan ini dalam, lebih berisiko untuk mengingat
terjadi ketika upaya-upaya internasional ketimbang melupakan. Jadi saya
kolaboratif yang dipimpin oleh Amerika mencoba untuk tetap diam dengan diri
Serikat. Pada saat terjadi genosida, PBB saya sendiri.”
memiliki kekuatan penjaga perdamaian
yang berasal dari ribuan tentara Kesimpulan dan Refleksi
Rwanda di bawah komando Letjen Esai ini secara keseluruhan menunjukkan
Roméo Dallaire. Dallaire meyakinkan bahwa teori Smelser dan Tajfel sangat
bahwa dengan penambahan beberapa sesuai (fit) guna menjelaskan genosida
ribu tentara dan memperluas mandat Rwanda, dengan unit analisis proses-
dirinya, maka ia dapat menghentikan proses psikokultural, psikopolitik, dan
genosida. Dari sudut pandang AS, identitas sosial intrakelompok dan
Rwanda merupakan negara Afrika interkelompok. Gabungan penjelasan
kecil tanpa sumberdaya spesial dan ini mampu menjelaskan mengapa
tidak memiliki sesuatu yang penting kelompok atau individu dapat
secara strategis. Namun intervensi di melakukan tindakan seekstrim genosida
Rwanda memang diperlukan. Kendati terhadap kelompok lain.
demikian, moral AS menyatakan Menyadari bahwa genosida merupakan
bahwa tidak mengintervensi juga tidak suatu proses psikososiologis, maka
dapat diterima. Uniknya, PBB tidak penting untuk mewaspadai tumbuh dan

152 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOSINEMA

berkembangnya keenam determinan genosida berakar dari kebencian, maka


perilaku kolektif sebagaimana kita dapat berupaya mengeliminasi
diterangkan Smelser. Determinan- kebencian atau mengelola/memitigasi
determinan tersebut dapat tumbuh kebencian itu. Namun, kita tidak dapat
dan berkembang secara gradual, mengeliminasi identitas sosial, atau pun
terakumulasi tanpa disadari, yang orang bahkan tidak ingin mengeliminasi
apabila muncul pemicu (trigger)-nya, identitas sosialnya. Hal yang dapat
terjadilah kerusuhan massa. Seolah- dilakukan adalah mempromosikan
olah rusuh massa dan pembantaian identitas multidimensional yang
terjadi tiba-tiba, padahal tidak. Maka, berakar dalam koordinasi yang aktif
seluruh komponen masyarakat harus terhadap multipel/beragam afiliasi
berupaya agar strain, dll, itu tidak dan komitmen, ketimbang rekognisi
dibiarkan, melainkan segera diatasi, sederhana terhadap sebuah kelompok
dicari penyelesaiannya. serta mengadopsi semua keyakinan dan
Mengenali bahwa genosida berakar nilai-nilainya.
identitas sosial berarti juga mengakui
bahwa kita semua berpotensi untuk Saran: Pemahaman Bersama
menjadi pelaku genosida, baik sebagai Memori Kolektif sebagai Sarana
individu maupun sebagai anggota Rekonsiliasi
beragamnya kolektivitas. Mengapa? Perlu adanya upaya-upaya untuk
Sebab kita semua memiliki identitas mempertimbangkan luka, kerugian yang
sosial, dan identitas sosial yang kita dialami oleh kedua kelompok, baik Hutu
pegang dapat menjadi poin untuk maupun Tutsi, bahkan meskipun luka/
mendikotomisasi, menstigmatisasi, kerugian yang dialami tidak berimbang/
mendehumanisasi mereka yang tidak sama beratnya. Pertimbangan ini
berbeda identitas sosialnya dengan akan mengembangkan suatu memori
kita, serta menyangkal destruksi yang kolektif (shared collective memories)
dapat kita buat pada masa yang lalu atau sejarah bersama (shared history)
maupun masa kini. Namun demikian, atau memori superordinat. Apabila
dengan mengenali hal ini, kita juga kelompok-kelompok yang bertikai
belajar banyak dari proses ini untuk memiliki pendapat masing-masing
berkontribusi mengeliminasi genosida. yang saling bertentangan satu sama
Yang menjadi catatan penting dalam lain mengenai akar kekerasan, maka
dinamika genosida dalam tinjauan konflik akan terus berlanjut. Namun,
teori identitas sosial adalah bahwa apabila pandangan-pandangan yang
apabila kita menerima premis bahwa berbeda mengenai sejarah kekerasan ini
genosida berakar dari identitas sosial, dibuatkan suatu kesepahaman bersama,
maka tidak ada cara yang sederhana meskipun sulit, akan membawa banyak
untuk mengeliminasi genosida. Apabila manfaat. Mengapa sulit? Sebab anggota

Vol1 No2 Maret 2010 153


PSIKOSINEMA

dari kelompok pelaku genosida bahkan pada tahun 1990, sebuah perang sipul
dapat memberikan penekanan yang dimulai. Tiba-tiba terdapat kegiatan
berlebihan mengenai luka/kerugian politis substansial dengan partai-partai
yang dialami kelompok mereka, dan politik baru. Hal ini merupakan sebuah
menggunakannya sebagai justifikasi/ situasi yang tidak biasa bagi Rwanda,
pembenaran tindakan mereka. Maka, serta memerlukan penyesuaian
diperlukan pembangunan memori terhadap kondisi masyarakat yang tidak
kolektif sebagai hasil dari re-eksaminasi biasa dan menjadi sangat hierarkis
dan re-interpretasi sejarah, dan proses serta nampak kacau. Partai-partai
ini melibatkan negosiasi-negosiasi, politik mulai membentuk kelompok-
dalam kelompok-kelompok dialog, kelompok pemuda, dan merekrut
seminar-seminar, dan bentuk-bentuk pengikut-pengikut muda. Pada waktu-
resolusi konflik lainnya. Pembangunan waktu tertentu, partai-partai tersebut
memori kolektif bersama ini dapat mulai memberikan para pemuda
sangat difasilitasi dengan pemahaman ini pelatihan militer, menjadikannya
mengenai bagaimana tindakan- prajurit-prajurit yang dapat dipanggil
tindakan merugikan/melukai baik saat dibutuhkan. Dengan bergabung,
dari ingroup maupun outgroup mula- pemuda-pemuda ini telah memperoleh
mulanya terjadi. Pemahaman ini akan keamanan materi, komunitas, dan rasa
memfasilitasi akseptansi/penerimaan. diri penting. Kebutuhan para pemuda
Pembangunan memori kolektif dan akan keamanan, identitas, koneksi, dan
sejarah bersama ini dapat difasilitasi oleh komprehensi realitas, yang sebelumnya
suatu Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi mengalami frustrasi, setidak-tidaknya
dengan melibatkan para penyintas menjadi terpuaskan. Di Amerika Serikat,
(survivor), ahli trauma, jurnalis, para pemuda dalam situasi serupa
pimpinan pemerintahan, dan pihak lain. bergabung dalam geng-geng. Para
Misalnya saja, dapat ditawarkan sebuah pemuda ini bergabung bukan untuk
narasi untuk membangun pemahaman menjadi pembunuh. Kalaupun mereka
bersama mengenai adanya pembunuh- menjadi pembunuh, itu karena suatu
pembunuh muda (yang menjadi bagian proses evolusi. Bagaimana bisa? Para
dari kelompok paramiliter teroris pemuda ini telah belajar bertahun-
Hutu, Interahamwe) dalam genosida tahun untuk menilai rendah orang Tutsi.
April, sebagai berikut (level sosial dan Rangkaian peristiwa menjelang genosida
individual): sungguh-sungguh memengaruhi
mereka, misalnya: kemenangan invader
Sejak 1980-an, Rwanda berada dalam Tutsi, propaganda yang intensif anti-Tutsi
situasi ekonomi yang sangat buruk. di radio dan surat kabar, pengingatan
Banyak pemuda tanpa pekerjaan, akan ”perbudakan Hutu” yang dulu
tanpa prospek. Dengan invasi RPF pernah terjadi, eksposur tentang

154 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOSINEMA

ideologi Hutu serta ”sepuluh perintah” sosial dan proses sosial sebagaimana
(tend commandments) Hutu yang yang saat itu terjadi di Rwanda yang
mengharuskan tindakan keras terhadap bersifat memfasilitasi terjadinya
orang Tutsi. Juga terjadi pembunuhan kekerasan.
terhadap Presiden Hutu di Burundi yang
dipilih secara demokratis oleh sebagian Implikasi dari kegiatan di atas adalah
tentara Tutsi, sehingga menyebabkan penegakan kebenaran, keadilan, serta
Hutu takut bahwa orang Tutsi tidak juga pemaafan antar kelompok. Hal
akan berbagi kekuasaan dengan orang ini karena keadilan (justice) merupakan
Hutu. Semua otoritas yang menaungi kebutuhan yang sangat penting bagi
para pemuda (dari pimpinan kelompok para penyintas (survivor) genosida.
teroris Hutu/Interahamwe sampai Keadilan mensyaratkan kebenaran,
dengan pimpinan yang lebih tinggi) pengakuan bahwa telah terjadi tindakan
mengatakan kepada mereka bahwa merugikan terhadap korban. Hal ini
kekerasan melawan orang Tutsi membantu korban untuk pulih. Namun
adalah tindakan yang benar. Mereka demikian, perlu diingat bahwa hukuman
menyaksikan kekerasan terhadap orang hanya berfokus pada sejumlah terbatas
Tutsi, sebelum terjadinya genosida, pelaku genosida. Sementara pelaku
dan kekerasan ini tidak dihukum oleh genosida banyak sekali. Genosida
otoritas. Perkembangan-perkembangan merupakan proses sosial yang, sekali
ini menyebabkan bangkitnya nilai, lagi, memiliki akar psikokultural dan
spirit membunuh, dan komitmen psikopolitik. Pendekatan hukuman
dalam kelompok pemuda. Semua hal tidak akan efektif tanpa menyentuh
ini membuat dapat kita pahami secara akarnya dan membangun proses sosial
psikologis, mengapa para pemuda dapat berupa pemaafan serta rekonsiliasi.
berpartisipasi dalam genosida yang Pemaafan di sini maksudnya adalah
begitu mengerikan. Menjadi bagian pengubahan emosi dan pikiran negatif
paramiliter Interahamwe membuat terhadap pelaku genosida (seperti
mereka sulit untuk menolak apa yang kemarahan, dll) maupun bystander
diperintahkan kepada mereka. Tentu (mereka yang tidak membunuh/
saja penting untuk tidak menjadikan memperkosa namun bersikap pasif
pemahaman ini sebagai dalih membiarkan terjadinya pembunuhan/
pembenaran terhadap apa yang mereka pemerkosaan) ke emosi dan pikiran
lakukan, karena orang selalu memiliki yang lebih positif. Di samping itu, perlu
pilihan. Namun, untuk mencgah dioptimalkan penggunaan media massa
kekerasan, untuk memungkinkan orang untuk mengurangi prasangka serta
secara praktis membuat pilihan-pilihan membangun kepercayaan, kerjasama,
yang berbeda, maka esensial juga untuk dan empati antarkelompok.
menghambat perkembangan sistem

Vol1 No2 Maret 2010 155


CERPEN

Melawan Dunia
Saat Terjatuh
dan Menantang Hari
tuk Kembali Berdiri
Anjas Purna Yudha

I
ni adalah sebuah kisah nyata memakai tas yang
dari seorang anak manusia. berwarna serupa
Waktu menunjukkan dengan sepatunya dia sudah
jam 10 pagi, ketika dia siap pergi ke sekolahnya. Kemudian
terbangun dari tidurnya, dengan bergegas dia mengambil kunci
hari itu dia bangun siang karena motor yang terletak di atas kulkas
sekolahnya sedang libur, tiba-tiba dan mengambil helm yang terletak
ada perasaan yang mengganjal dalam tak jauh dari kulkas tersebut, lalu dia
diri seorang remaja, suatu perasaan berpamitan sambil mencium tangan
yang menghadirkan kerisauan dalam ibunya yang sedang memasak di dapur
jiwanya, dia adalah seorang anak laki- rumahnya. Andha hanya berpamitan
laki yang berusia jalan 18 tahun yang kepada Ibunya karena sang Ayah
bernama Andha yang duduk di bangku sudah pergi ke kantor sekitar jam
SMA kelas 12 IPA, karena ada perasaan 8 pagi. Tanpa banyak melakukan
yang tidak enak dalam dirinya sesuatu langsung saja dia mengambil
maka dengan bergegas dia mandi, motor dan berangkatlah di ke sekolah
setelah itu dipakailah kemeja pendek SMA-nya dengan hati yang cemas,
berwarna putih dan celana panjang di sepanjang perjalanan dia selalu
bahan berwarna abu-abu yang tak berdoa agar tidak terjadi hal buruk
lain adalah baju seragam sekolah pada dirinya.
SMA-nya. Dengan memakai sepatu
berwarna hitam bertali putih dan Setelah sekitar 10 menit sampailah

156 Vol1 No2 Maret 2010


CERPEN

dia ke sekolah SMA-nya tersebut, agar lulus ujian nasional, tapi kamu
pada saat itu pintu gebang masih juga jangan berdoa juga,” pungkas
terbuka karena hari itu memang guru Biologinya tersebut. Mendengar
semua Anak kelas 12 di sekolahnya perkataan gurunya tersebut perasaan
diliburkan karena telah melaksanakan Andha pun sudah sedikit tenang walau
ujian nasional. Setelah memarkir di hati kecilnya masih ada perasaan
motornya, dia melangkahkan kakinya khawatir, mengingat pengumuman
dengan perlahan perasaan khawatir, ujian nasional itu akan di lakukan
risau, dan cemas berkecamuk di 3 hari lagi). Tak lama kemudian
dalam dirinya, tidak lama kemudian terdengarlah suara adzan zuhur di
dia melihat 3 orang gurunya yang sekolahnya tersebut, dan diapun
sedang berada di dekat tukang bakso salat zuhur berjamaah bersama guru-
yang berada di dalam sekolahnya guru dan adik-adik kelasnya. Seusai
tersebut, lalu dia berlari menghampiri salat dia berdoa agar dia bisa lulus
ke tiga gurunya tersebut, seorang bersama teman-temannya yang lain.
guru melihat siswanya yang berjalan Selesailah dia salat dan berdoa dan
menghampirinya yang tak lain adalah melangkahlah dia keluar dari masjid,
Andha. “Ada apa Ndha” tanya guru kemudian memakai sepatunya. Seusai
tersebut yang sedang berdiri di memakai sepatu Andha pergi ke ruang
samping gerobak bakso, tetapi tanpa guru, yang terletak di lantai 2 dekat
menjawab pertanyaan gurunya sambil tangga.
menangis dia langsung mencium
tangan guru yang tadi bertanya Sampailah Andha di ruang guru,
kepadanya, (guru tersebut adalah guru diketuklah pintu dan diucapkanlah,
agamanya) dan meminta maaf apabila “Assalamualaikum”, terdengarlah
selama sekolah disana dia sering jawaban “Waalaikumusalam” dari
berbuat salah dan membuat gurunya dalam ruang guru tersebut. Masuklah
kesal, dia juga melakukan hal yang Andha ke ruang guru tersebut.
sama kepada guru biologi dan Bahasa Diciumlah tangan gurunya satu
Inggrisnya yang sedang duduk. Karena persatu seraya mengatakan, “Doain
melihat siswanya tersebut menangis saya ya Pak/Bu supaya saya dan
guru-gurunya pun menenangkannya teman-teman yang lain supaya lulus”.
dan bertanya, “Ada apa Ndha, ko’ Pinta Andha kepada gurunya. “Iya
kamu sedih?” tanya guru Biologinya. Andha Ibu dan guru-guru yang lain
“Entah kenapa perasaan saya tidak pasti akan doain agar kalian semua
enak Bu, saya takut tidak lulus ujian bisa lulus dan kamu juga harus optimis
nasional,” pungkas Andha. “Ibu dan ya” salah satu jawaban dari seorang
guru-guru yang lain akan doain kamu guru B.Inggrisnya. setelah itu salah
serta teman-teman kamu yang lain seorang gurunya-pun menyuruhnya

Vol1 No2 Maret 2010 157


CERPEN

duduk di bangku yang berada di depan diparkirkanlah motor tersebut di


meja guru tersebut. Sekitar 3 menit depan rumahnya, kemudian dengan
kemudian masuklah seorang guru mengucapkan salam dia masuk ke
laki-laki dengan tinggi sekitar 165 cm rumahnya, di dalam rumah terdapat
berkulit putih, memakai kacamata min, ibunya dam adiknya yang baru saja
dan berkemeja rapi berwarna hijau pulang dari sekolah, ketika di dalam
muda, dan memakai celana panjang rumah Andha langsung istirahat di
bahan berwarna coklat yang tak kamarnya, dia berbaring di tempat
lain adalah guru ekonomi-nya ketika tidur di dalam kamar tidur yang hanya
duduk di kelas 10, berdirilah Andha berukuran 3 x 2 meter, saat berbaring
dan dihampirilah gurunya tersebut. di tempat tidur terlintas di kepalanya
”Eh Andha, ada apa Ndha datang ke kata-kata dari guru-gurunya yang
sekolah? Dan gimana perasaan kamu menyuruh Andha harus optimis dan
menunggu hasil pengumuman UAN?“ yakin bahwa dia akan bisa, karena
tanya guru ekonominya tersebut. sebenarnya Andha termasuk pelajar
“Saya sedang ingin main saja pak ke yang cukup pintar karena dia bisa
sekolah, kalau masalah perasaan si masuk kelas unggulan. Seketika itu
saya deg-degan Pak,” jawab Andha. Andha langsung tersentak dan bangun
“Yah kamu harus yakin aja kalau kamu dari tempat tidurnya, dihampirilah
bisa lulus, jangan lupa juga salat, sebuah cermin yang tergantung di
berdoa dan minta doa dari orang tepat di depan tempat tidurnya, lalu
tua kamu,” pungkas guru ekonomi di cermin Andha berkata kepada
tersebut menanggapi jawaban Andha. dirinya sendiri, “Lu harus bisa, lu
pasti lulus, jangan pesimis, lu mesti
Setelah pembicaraan itu Andha yakin kalau lu tu bisa, keyakinan itu
pamit pulang kepada guru-gurunya, penting Ndha, kalau lu melakukan
satu persatu Andha salaman kepada sesuatu tanpa keyakinan lebih baik lu
gurunya seraya mencium tangan guru- gak usah melakukan hal itu, seperti
gurunya tersebut. Dengan perasaan lu ingin mengikuti sebuah kejuaraan,
tenang Andha melangkahkan kaki turnamen dan lomba apapun lu
keluar dari ruang guru tersebut karena mesti yakin lu harus menang, sama
telah mendapat dukungan dari guru- ketika lu melaksanakan ujian lu musti
gurunya. Berjalanlah Andha menuju yakin lu bisa dapat nilai yang bagus,
parkiran untuk mengambil motornya, jangan nyerah Cuma karena hal yang
tak lama Andha sampai di parkiran, belum pasti, dan pula waktu sebelum
dihidupkanlah motor tersebut dan UAN lu kan udah belajar jauh-jauh
dinaikilah. Lalu dia kendarai motornya hari, lu dah les dan lu udah latihan-
menuju kerumahnya, setelah sekitar latihan soal dan lu juga udah berdoa,
10 menit sampailah di rumah, udah solat nah sekarang lu tinggal

158 Vol1 No2 Maret 2010


CERPEN

tawakal (menyerahkan semuanya Ndha, aku nelpon aja, kamu lagi apa
kepada sang Tuhan), tanam di dalam kok suaranya pelan sih?” jawab Phie-
hati lu keyakinan untuk menjalankan phie, seraya bertanya lagi kepada
suatu hal yang harus lu lakukan Andha. “ Aku baru bangun tidur
saat ini adalah berdoa, berdoa dan Phie, kamu sendiri lagi apa?” jawab
berdoa.“ Setelah berkata seperti itu, dan tanya Andha lagi kepada pujaan
Andha mulai yakin kalau dia pasti hatinya tersebut. ”Aku lagi nonton
akan lulus bersama dengan teman- tv aja, oh iya Maaf yah aku ganggu
temannya yang lain. Dan kembalilah tidur kamu” jawab phie-phie dengan
dia berbaring di tempat tidurnya. tak suara yang menunjukkan permintaan
lama kemudian di tertidur. maafnya. (Pembicaran pun di teruskan
selama hampir setengah jam).
Kring…kring…kring…kring… bunyi Waktu semakin sore dan berganti
suara handphone milik Andha malam. Andha masih memikirkan
yang berada di tempat tidurnya, bagaimana nasibnya apakah dia akan
Andha-pun terbangun mendengar lulus atau tidak, walaupun dia sudah
suara handphone-nya. Diambillah dapat dukungan dari guru, orang
handphone tersebut dan di lihat tua, keluarga dan teman-temannya
nama Phie-phie yang menelponnya tapi isi hatinya masih menghadirkan
(Phie-phie adalah kekasih Andha kebimbangan, karena di suatu dirinya
yang baru saja 1 bulan belakangan mengatakan dia pasti bisa tapi di sisi
ini mereka menjalin kasih. Phie- lain dirinya penuh dengan kecemasan,
phie juga merupakan teman sekelas ketakutan akan sebuah kegagalan.
dengan Andha di sekolahnya. Phie- Konflik itu terus terjadi dalam dirinya.
phie merupakan seorang siswi yang
sangat pintar karena ketika di SMA di Hari semakin malam tetapi dia masih
selalu mendapat peringkat pertama memikirkan hal tersebut. “Tinggal
dan menjadi siswi terbaik di SMA- 3 hari lagi, lulus gak yah?!”. Hatinya
nya tersebut. Selain itu Phie-phie selalu berkata demikian. Karena tidak
juga berasal dari keluarga yang bisa mau memikirkannya terlalu lama
dibilang sangat mapan, beda sekali Andha pun tidur berharap besok
dengan Andha yang berasal dari perasaannya menjadi lebih tenang.
keluarga sederhana, bahkan terkadang Pagi-pun datang menggantikan malam,
Andha menjadi tukang parkir bersama mentari dengan gagahnya menyinari
teman SMP-nya di sebuah mini market pagi ini memberikan harapan dan
dekat dengan rumahnya). Diangkatlah semangat yang baru di hari ini. Andha
telpon tersebut. “Halo ada apa, Phie? pun terbangun dari tidurnya berharap
Tanya Andha dengan suara pelan hari ini lebih baik dan indah. Andha
karena dia masih mengantuk. “Gak melakukan aktivitas seperti biasanya.

Vol1 No2 Maret 2010 159


CERPEN

Seperti mandi, sarapan, nonton tv


dan membantu orang tuanya, setelah
melakukan itu semua, waktu telah
menunjukkan pukul 9 pagi, Andha pun
bersiap-siap pergi ke sekolah SMA-nya
lagi untuk mencari informasi tentang
apakah sudah ada bocoran tentang
siapa-siapa saja yang lulus. Setelah
bersiap-siap Andha-pun segera pergi,
seperti biasanya dia berpamitan
kepada Ibunya seraya meminta doa rumahnya. Sesampainya di rumah
agar dia bisa lulus. Lalu pergilah Andha hatinya kembali cemas, perasaan takut
dengan naik sepeda motor. Kali ini hadir dalam dirinya lagi. Seperti biasa
dia menuju ke sekolahannya dengan sisi lain dirinya mengatakan, “Andha
perasaan yang cukup tenang tidak itu pasti bisa, jangan takut gagal”.
seperti kemarin. Setelah sekitar 10 Tetapi sisi lain satunya lagi berkata,
menit Andha tiba di sekolahnya, dan “Gue udah coba untuk tenang tapi
Andha pun berjalan menuju ruang gak bisa.” Hari itu pun dilalui dengan
guru. Sesampainya di sana masuklah pertengkaran yang ada di dalam
Andha ke ruang guru tersebut lalu dirinya tersebut dan dia hanya bisa
satu-persatu Andha bersalaman berdoa.
dengan gurunya sambil mencium
tangan gurunya. Saat itu ruang guru Ketika malam hari diapun tertidur,
begitu ramai karena sekarang adalah tetapi sekitar jam 1 dia bangun untuk
jam istirahat. Andha pun menanyakan melihat informasi kelulusan UAN lewat
kepada gurunya tentang apakah ada internet yang ada di handphone-nya-
informasi tentang pengumuman pada saat itu badannya terasa dingin,
ujian nasional. Tetapi ternyata belum seperti ada tanda-tanda akan ada
informasi tentang ada pengumuman hal buruk pada dirinya, di buka lah
UAN. Dia pun kembali ke rumah. handphone tersebut dan dia langsung
Esok harinya dia melakukan hal yang membuka internet. Dan ternyata
sama. Dia ke sekolah untuk mencari apa yang terjadi, hal yang tidak dia
apakah sudah ada informasi tentang inginkan pun terjadi pada dirinya,
ujian nasional. Dan dia-pun mendapat ternyata dia tidak lulus. Seketika itu
informasi bahwa jam 12 malam nanti dia langsung menangis, dia tidak
sudah ada pengumuman tentang hasil kuat menerima kalau dirinya gagal.
UAN. Dan dia bisa melihatnya melalui Langsung saja dia membangunkan
internet. Setelah mendapat informasi ibunya yang kamarnya berada di
tersebut maka pulanglah Andha ke samping kamarnya, dibangunkanlah

160 Vol1 No2 Maret 2010


CERPEN

ibunya. “Bu, bangun,” rintih Andha pada saat itu di ruang tersebut hanya
sambil menangis, ibunya-pun terdapat seorang guru( karena pada
terbangun. Ketika ibunya terbangun saat itu hari masih terlalu pagi). Andha
Andha langsung memeluk ibunya, bertanya kepada gurunya tersebut.
sambil menangis dia berkata, “Bu, “Bu, saya mau pengumuman tentang
Andha gak lulus”. Seketika itu ibunya UAN,” tanya Andha kepada gurunya
langsung lemas mendengar bahwa dengan hati yang tidak tenang. “Ndha
anaknya itu tidak lulus. Tetapi ibunya kamu harus sabar ya, sebenarnya Ibu
coba menenangkan Andha agar dia tidak mau ini terjadi sama kamu dan
lihat pengumumannya langsung teman-teman kamu yang lain. Maaf,
ke sekolahnya, karena takut ada Ndha, kamu dan ke 13 teman kamu
kesalahan pada informasi lewat harus berusaha lagi di ujian Paket C
internet tersebut, setelah itu Andha (ujian Paket C adalah ujian bagi mereka
dan ibunya pergi ke bawah, karena yang belum berhasil di UAN),” Jawab
ayahnya tidur di bawah, karena ayah guru tersebut dengan sedih karena
dan ibunya sedang ada masalah, melihat siswanya harus gagal dalam
mendengar bahwa Andha tidak lulus UAN. Andha pun tidak bisa menahan
ayahnya pun hanya terdiam dan air mata dan menutupi kesedihannya
mencoba menenangkan Andha. Dan tersebut. Gurunya-pun mencoba
menyuruhnya untuk tidur agar besok menenangkan Andha dan memberi
paginya dia mengecek langsung ke semangat kepada Andha Tak lama
sekolahnya apakah pengumuman itu kemudian guru-guru yang lainpun
benar apa tidak. Setelah kejadian itu datang dan memberi dukungan kepada
Ayah dan Ibunya pun kembali baikan Andha agar kuat setiap masing-masing
lagi. Andha-pun mencoba untuk tidur guru mnceritakan dan memberikan
dengan perasaan sedih. nasihat kepada Andha. “Sebagai laki-
laki kamu harus kuat, Ndha. Allah
Pagipun tiba, Andhapun terbangun memberikan ini bukan karena Allah
dari tidurnya, yang ada di benaknya benci sama kamu, bukan karena kamu
hanyalah pergi ke sekolah untuk lemah tapi karena kamu kuat, jangan
memastikan tentang pengumuman jadi kecil saat kesulitan datang, semua
UAN tersebut, bersiap-siaplah Andha orang juga pernah gagal. Semua
lalu dia berpamitan dan memohon doa orang pernah menghadapi saat-saat
kepada kedua orang tuanya, dengan sulit dalam hidupnya, dan sekarang
penuh perasaan galau dia pergi ke bagaimana kamu bisa bangkit dari
sekolahnya berharap pengumuman masalah itu, karena hal ini bisa buat
itu salah. Setibanya di sekolah Andha kamu menjadi lebih kuat,“ nasihat
langsung ke ruang guru bertanya guru agamanya tersebut. Selama di
tentang pengumuman UAN tersebut, sekolah Andha mendapat dukungan

Vol1 No2 Maret 2010 161


CERPEN

dan motivasi dari pada guru-gurunya. lulus bukan berarti gue akan berhasil
Ketika itu guru Bahasa Inggrisnya di banding lu, malah gue yakin lu
bertanya kepadanya. “Ndha, Phie-phie yang lebih berhasil dari pada yang
mana? Dia udah tau pengumumannya? lulus,“ pungkas teman-temannya
Kok, dia tidak datang ke sini?”. “Dia seraya memberikan semangat kepada
ninggalin saya! Dia udah gak peduli Andha. ”Thankz ya, lu semua emang
sama saya lagi mungkin karena saya temen-teman terbaik gue,” sambut
tidak lulus, “ jawab Andha sambil Andha menanggapi perkataan teman-
menangis. “Lah kok Phie-phie tega temannya. Lalu Wakil Kepala Sekolah
banget sih berbuat itu ke kamu? pun datang untuk memberikan
Seharusnya saat ini dia itu memberi informasi tentang ujian Paket C yang
support ke kamu,” kata guru Bahasa akan diadakan dua minggu lagi.
Inggrisnya Andha. (Pembicaraanpun Banyak informasi yang diberikan Wakil
di lakukan sangat panjang). Ketika Kepala Sekolahnya tersebut. Untuk
itu datanglah temannya Andha yang menghadapi ujian Paket C tersebut,
bernama Ernie (Ernie adalah teman sekolah akan memberikan pelajaran
dekat Andha di kelas). “Ndha gua turut tambahan untuk menghadapi ujian
sedih, yang kuat ya lu Ndha,” kata Paket C.
Ernie kepada Andha. “Thankz ya nie
dah ngasih semangat ke gue,“ jawab Esok hari pun tiba. Andha bersama
Andha. “Oh iya, Phie-phie ke sini gak teman-teman yang mengalami
Ndha?” tanya Erni kepada Andha. ketidakberuntungan pada UAN
“Gue dah putus Nie. Dia ninggalin menjalani pelajaran tambahan.
gue, mungkin gara-gara gue gak Tetapi dia dan teman-teman lainya
lulus,” jawab Andha. “Parah banget tu masih belum bisa menerima
anak. Cowonya lagi susah, bukannya pelajaran dengan baik karena masih
di dukung malah ditinggalin. Awas trauma dengan ketidak lulusannya.
aja tu, ntar kalo ketemu, gue marah- Merekapun takut gagal di ujian Paket
marahin,” pungkas Ernie dengan C, karena waktu yang sangat singkat
hati yang kesal karena tidak terima untuk mempersiapkan diri untuk
temannya di perlakukan demikian. menghadapi ujian tersebut. Guru-
Tak lama teman-temannya Andha pun guru pun mengerti mereka tidak
datang. Ada yang lulus dan ada juga membebankan murid-muridnya agar
yang bernasib sama seperti Andha. serius dalam mengikuti pelajaran.
Mereka yang lulus memberi semangat Yang mereka lakukan adalah berusaha
ke pada Andha. “Lu bukannya gagal dengan cepat menenangkan hati
Ndha tapi Karena Allah tu punya jalan murid-muridnya tersebut. Sang guru
lain buat lu. Dan pula lu ma gue juga pun heran ketika memberi pelajaran
masih pintaran lu. Ya walaupun gue tambahan, kenapa yang tidak lulus

162 Vol1 No2 Maret 2010


CERPEN

malah anak yang baik-baik yang mantan kekasihnya yang secara tega
notabenenya mereka termasuk anak meninggalkannya. Diapun menangisi
yang pintar. Sebenarnya Andha dan sepanjang hari karena memikirkan
teman-temannya pun tidak terima hal tersebut dan juga melihat Ibu,
dengan hasil UAN yang meluluskan Ayah, kakak dan adiknya sedih melihat
beberapa temannya karena mereka bahwa Andha tidak lulus. Tetapi Andha
merasa lebih pintar dari yang lulus terus berdoa agar mendapatkan nilai
tersebut. Hari demi hari berlangsung dan baik. Dia beribadah sangat tekun
seperti demikian dan tibalah waktu agar Allah memberikan dia sebuah
ujian Paket C. Andha sebagai satu- kebahagiaan, walaupun dirinya selalu
satunya anak laki-laki yang tidak menyalahkan Allah karena padahal dia
lulus memimpin teman-temannya sudah melakukan ibadah wajib ibadah
agar semangat dalam ujian Paket C sunnah tapi kenapa dia tidak lulus.
tersebut. Guru Matematika, guru
Bahasa Inggris dan Wali Kelas Andha Setelah lama menunggu tibalah
pun mengantar Andha dan kawan- hari pengumuman tersebut, Andha
kawan untuk melakukan ujian Paket berkumpul di depan sekolahnya
C tersebut yang bertempat di sekolah bersama teman-temannya menunggu
lain. Setibanya di tempat ujian Andha hasil pengumuman, dan datanglah
dan teman-temannya dan dibantu seorang guru yang tak lain adalah
gurunya mencari ruangan tempat guru Matematikanya. “Ayo anak-anak
mereka ujian. Sebelum ujian di mulai, kita duduk dulu,” kata gurunya dengan
guru-gurunya pun selalu memberi ekspresi yang begitu datar. “Gimana,
motivasi kepada Andha dan teman- Pak, sudah ada pengumamnya
temannya. Bel pun berbunyi dan belum?” tanya salah seorang teman
ujian pun dimulai. Mereka semua Andha yang bernama Via. “Begini,
berdoa agar diberi kemudahan dalam anak-anak. Tadi Bapak sudah dapat
menjawab soal-soal tersebut. Ujian nama-nama yang lulus. Ternyata dari
pun dimulai. Empat hari mereka ujian kemarin banyak sekolah yang
melaksanakan ujian Paket C tersebut, murid-muridnya gagal. Dan di sekolah
berharap dapat hasil yang baik. Usai kita hanya dua orang saja yang lulus
sudah ujian Paket C. kini mereka ujian: Via dan Dian,” kata guru tersebut
tinggal menunggu hasil yang akan dengan perasaan yang sedih dan tidak
diumumkan bulan depan. Mereka pun sanggup melihat anak didiknya gagal
saling berkomunikasi untuk bertukar lagi. Seketika itu mereka yang kembali
informasi tentang hasil ujian Paket C menelan pil pahit karena harus gagal
tersebut. Andha menunggu waktu satu untuk kedua kalinya merasa tidak
bulan tersebut dengan penuh tanda percaya dan menangis, tak terkecuali
tanya. Selain itu dia juga memikirkan Andha yang langsung lari dari tempat

Vol1 No2 Maret 2010 163


CERPEN

itu dan ingin bunuh diri. Tapi dengan dengan nada kecewa.” “Udah, udah,
cepat sang guru mengejar Andha dan sekarang jangan salahkan dia lagi.
memarahi Andha sambil menangis, Biarkan dia tenangin diri dulu. Nanti 2
“Kamu jangan begitu donk, Ndha. bulan lagi akan ada ujian ulang lagi,“
Bapak juga sedih. Bapak capek pungkas sang ibu seraya membela
setelah tahu kalian gagal lagi.” Melihat anaknya. Hari berganti malam Andha
gurunya menangis dan berkata merenungkan kesalahannya. Kali ini
demikian, Andha merasa bersalah dan dia langsung belajar. “Udah dua kali
meminta maaf kepada gurunya. Dan gue gagal, dan jangan sampai ada
teman-temannya-pun menenangkan yang ke tiga kali. Udah cukup gue buat
Andha. Lalu Andha pulang dengan hati orang tua gue, keluarga gue, guru-guru
yang sedih. Sesampainya di rumah dia gue dan teman-teman gue kecewa.
langsung mencium tangan ibunya dan Sekarang gue harus bangkit, gue harus
berkata, “Bu, Andha gak lulus lagi”. lawan dunia ini walaupun saat ini gue
Panjang sekali pembicaraan Andha lagi terjatuh. Gue harus menantang
kepada ibunya. “Sekarang, bagaimana hari supaya gue bisa kembali berdiri.
lagi, apa masih ada ujian ulang?” Kali ini gue gak boleh menyalahkan
tanya si Ibu kepada Andha. “Ada, Bu, siapa-siapa. Gue harus tanggung
nanti 2 bulan lagi, tapi ngurusnya jawab dengan apa yang gue lakukan
sendiri bukan dari sekolahan. Tapi tadi ini. Bodoh kalau nanti gue harus jatuh
ada teman, namanya Ayu (Ayu adalah lagi.” Andha-pun memotivasi dirinya
temannya Andha yang bernasib sama sendiri dia percaya, hidupnya gak akan
seperti Andha). Kata Ayu, teman berubah kalau dia sendiri yang gak
Ibunya merupakan orang dari Dinas ngerubahnya. Dan sekarang saatnya
Pendidikan. Jadi, nanti daftarnya untuk menunjukkan kalau dirinya
lewat dia,” kata Andha kepada Ibunya. itu bisa. Dirinya bukan pecundang.
“Memang, rumahnya Ayu di mana?” Akhirnya, dia sadar dia harus merubah
tanya ibunya lagi. “Di Batu Sari,“ jawab hidupnya. Sekarang dalam dirinya
Andha. Karena rumahnya Ayu tidak Andha, tertanam untuk menyerahkan
jauh Andha, Ibunya merencanakan hidupnya dan apapun yang terjadi
akan ke rumah Ayu keesokan harinya. kepada Allah. Dia percaya bahwa apa
yang Allah berikan kepadanya adalah
Sore pun tiba. Ayahnya Andha yang terbaik buat dia. Karena selama
pulang dari kantor. ”Bagaimana dia berusaha, selama itu Allah pasti
pengumumannya?” tanya ayahnya akan ngasih jalan ke dia. Dia percaya
kepada Andha. Tetapi yang menjawab kalau satu pintu itu tertutup pasti
adalah Ibunya. “Andha gagal lagi,” akan ada pintu lain yang dibukakan
pungkas ibunya. “Bagaimana sih kok untuk dirinya. Sejak saat itu, Andha
bisa gagal lagi?” tanya sang Ayah menjadi pribadi yang optimis dan

164 Vol1 No2 Maret 2010


CERPEN

bersemangat. Esok hari-pun tiba. Andha mendaftar ke universitas


Andha bersama Ibunya pergi ke rumah Malaysia tersebut (universitas
Ayu, sesampainya di sana Andha tersebut merupakan milik Malaysia
bersama Ibunya ngobrol bersama Ayu yang berada di Indonesia, yang
dan ibunya Ayu menanyakan tentang setelah 2 tahun belajar di Jakarta,
ujian tersebut. (Pembicaraan panjang Andha akan meneruskan kuliahnya di
pun di lakukan oleh mereka). Malaysia, bahkan di Inggris). Andha
mendaftar di sana dengan mengambil
Tibalah hari di mana ujian akan di jurusan Teknik Informatika. Beberapa
lakukan. Andha bersama teman- hari kemudian, Andha sudah mulai
temannya ke tempat ujian. Kali mengikuti kuliah disana. Selama belajar
ini mereka datang tanpa gurunya, di sana, Andha hanya belajar B.Inggris
karena ujian tersebut di luar tanggung dulu. Ini karena ketika perkuliahan di
jawab sekolah. Empat hari Andha mulai, perkuliahan akan di lakukan
melaksanakan ujian tersebut. Kali ini menggunakan B.Inggris. Dengan
mereka sangat optimis bahwa mereka sangat senang Andha melaksanakan
akan lulus, karena rasa pesimis hanya kuliah di sana, karena kali ini dia
akan menyakiti hatinya sendiri. merasa tidak mengecewakan orang
Pengumuman kelulusan akan di tuanya lagi. Tetapi ternyata ada
lakukan 1 bulan setelah ujian. Andha perubahan di kampusnya Andha,
pun menunggu hasil ujian dengan yang mengharuskan dia bersama
perasaan yang optimis. teman-teman yang lain ke Malaysia 3
bulan mendatang. Kemudian Andha
Ketika menunggu hasil ujian, Andha dan temannya pun mengurus paspor
mendapat surat panggilan dari sebuah untuk kepindahannya kuliah di
universitas internasional di Malaysia, Malaysia. Tetapi di sinilah ada hal yang
yang ternyata waktu pendaftarannya cukup menyedihkan terhadap Andha.
akan dilaksanakan 2 bulan lagi. Saat itu Dia sakit dan harus di rawat di rumah
Andha merasa bahwa di tempat itulah sakit karena terkena DBD.
Allah menunjukkan jalan kepadanya.
Hari pengumuman pun tiba. Andha Karena kejadian itu, Andha gagal ke
dan teman-temannya berkumpul di melanjutkan studinya ke Malaysia.
rumah Ayu. Alhamdulillah, ternyata Tetapi setelah dia sembuh, dia tidak
Andha dan teman-temannya pun lulus putus asa. Dia tetap optimis dan
ujian tersebut. Mereka pun sangat dia berpikir kalau Allah ngasih jalan
senang dan tanpa henti mengucapkan lain buat dia, dan dia yakin bahwa
syukur kepada Allah SWT. Setelah itu adalah jalan yang terbaik. Andha
lulus, beberapa minggu kemudian pun kembali daftar kuliah di sebuah
kampus. Dia melanjutkan studinya di

Vol1 No2 Maret 2010 165


CERPEN

sana. Dan dia juga menyembunyikan jadikan hal buruk di masa lalu menjadi
masa lalunya kepada teman-teman beban dalam hidup kita, tetapi jadikan
barunya di kampus barunya tersebut, sebagai semangat dalam hidup kita.
Di sana Andha menjalani hidupnya Jangan pernah menyalahkan siapapun
yang baru dan menemukan jati dirinya. saat kita ada masalah, tapi rubahlah
Dia juga sedang membuat sebuah selesaikanlah masalah tersebut.
karya seni. Dia mempunyai cita-cita Kita juga harus yakin saat kita ingin
besar untuk membahagiakan kedua melakukan sesuatu. Percayalah apa
orang tuanya, keluarga guru-guru, yang Tuhan berikan kepada kita itu
teman-temannya dan semua orang semata-mata untuk kebaikan kita. Dan
yang telah membuatnya kembali selalu percaya bahwa setiap kejadian
berdiri setelah dia terjatuh dalam buruk itu selalu ada hikmahnya.
kisah lalu. `Apa yang akan terjadi pada Jangan pernah lagi tanamkan sifat
Andha, tidak seorang pun yang tahu. pesimis, takut dan putus asa dalam
Dan bahkan sang penulis cerita ini hidup kita, BECAUSE YOU WILL HATE
pun tidak tahu akhir cerita perjalanan YOURSELF IN THE END.
Andha. Mungkin saat ini kita belum
melihat dia menjadi seorang yang * Anjas, mahasiswa program studi
sukses, tapi si penulis yakin bahwa S-1 Psikologi, Fakultas Psikologi,
tidak lama lagi Andha akan menjadi Universitas Mercu Buana, Jakarta
orang yang sukses. Karena sekarang
dia menjadi orang yang kuat, dia tidak
takut gagal, dia selalu optimis dengan
apa yang dilakukannya, dan dia
percaya bahwa apa yang Tuhan berikan
kepada dia karena Tuhan itu sayang
kepadanya. Dia juga telah melupakan
sang mantan kekasih yang bernama
Phie-phie. Sekarang hidupnya lebih
hati-hati, bukan berarti dia takut, tapi
dia mempertimbangkan sesuatunya
secara matang. Banyak pelajaran
yang kita ambil dalam kisah seorang
Andha. Dalam hidup itu kita harus
menjadi orang yang kuat dan optimis,
jangan takut gagal karena kegagalan
itu akan menjadikan manusia yang
lebih kuat lagi, dan saat kita terjatuh
kita harus cepat bangkit. Jangan

166 Vol1 No2 Maret 2010


TIPS

bisa membantu tetapi


Jangan Biarkan juga mungkin memerlukan

Kecemasan terapi dan obat-obatan.

Mengendalikan Latihan-latihan ini dapat


Hidup Anda dilakukan sendiri-sendiri
atau dalam kelompok:

K
ecemasan akrab bagi setiap orang akibat dari Ambil nafas menenangkan
banyaknya tekanan dan kompleksitas kehidupan Latihan ini dengan cepat
modern. Namun sebagian orang dewasa memiliki mengganggu momentum
masalah yang serius dengan kecemasan di suatu saat gejala kecemasan.
dalam kehidupannya. Bernafas dari perut
Anda, tarik nafas melalui
“Tidak seperti rasa takut, yang biasanya diarahkan
hidung perlahan-lahan
pada hal atau peristiwa yang konkret, seperti geraman
hingga hitungan lima.
anjing atau tidak memenuhi tenggat waktu, kecemasan
Berhenti dan tahan
kerap kali tidak spesifik dan dapat terjadi karena
nafas hingga hitungan
mengkhawatirkan mengenai masa depan, keadaan
lima. Hembuskan nafas
kesehatan atau keuangan secara general,” menurut
perlahan-lahan hingga
Edmund Bourne, Ph.D., penulis dari Coping with Anxiety.
hitungan lima. Ambil dua
“Kecemasan dapat muncul dalam bentuk dan tingkat
nafas normal, lalu ulangi
intensitas yang berbeda-beda, dan beratnya dapat
siklus tersebut tiga
terbentang dari hanya sengatan ketidaknyamanan
sampai lima menit.
sampai ledakan serangan panik.”

Penyebab dari kecemasan yang beragam dan termasuk Berhenti memperbesar


gangguan di dalam kimia otak, hereditas, trauma masa masalah
kecil, pelecehan, stres kronis, kehilangan orang yang Melebih-lebihkan
dicintai dan penyalahgunaan obat dan alkohol, misalnya. masalah dengan
membuat mereka
Strategi mengatasi kecemasan tampak lebih besar
Latihan-latihan berikut sangat membantu bagi siapa dan lebih serius
pun dengan kecemasan dan mungkin semua itu daripada kenyataannya
diperlukan jika tingkat kecemasan Anda ringan dan tidak dapat menimbulkan
mengganggu hidup Anda. kecemasan. Untuk
memerangi cara berpikir
Orang dengan kecemasan yang lebih parah, termasuk semacam ini, berhenti
siapa pun berurusan yang dengan panik atau gangguan menggunakan kata-kata
stres pasca-traumatis, cara-cara latihan ini akan masih seperti mengerikan,

Vol1 No2 Maret 2010 167


TIPS

kacau atau menghebohkan dalam mungkin menjadi seburuk


kaitannya dengan peristiwa atau dari pikiran terburuk Anda
situasi dalam hidup Anda. Daripada mengenai hal tersebut.
berkata kepada diri sendiri, “Itu
tak tertahankan,” atau “Saya tidak Memerangi self-talk yang negatif
tahan,” cobalah mengatakan, “Saya Afirmasi yang positif dapat membantu
bisa mengatasinya” dan “Saya bisa Anda mengatasi kecemasan pada
menghadapi dan bertahan dari hal ini.”saat dan selama jangka panjang
dengan membantu Anda mengubah
Berhenti mengkhawatirkan pikiran kepercayaan lama yang cenderung
Gunakan strategi ini jika Anda untuk mengaktifkan kecemasan. Untuk
menemukan diri Anda terjebak dalam membuat pikiran Anda lebih konstruktif
spiral pemikiran yang mengkhawatirkan dan mendukung, ganti atau sangkal
yang terus terbayang. “Jika Anda setiap pernyataan negatif seperti
sendirian dan ingin menghentikan yang diilustrasikan di bawah ini dalam
rantai pemikiran cemas, berteriaklah huruf miring dengan pernyataan yang
dengan cara yang keras dan kuat,” mengikutinya.
Stop! “ atau ‘Hentikan!’ “kata Dr
Bourne. “Jika Anda dengan orang Misalnya, ganti “Ini tak tertahankan”
lain, berteriak secara internal seperti dengan “Saya bisa belajar untuk
Anda membayangkan ada suatu mengatasi hal ini.” Atau, ganti
tanda berhenti yang besar.” Setiap kali “Bagaimana kalau hal ini berlangsung
pikiran mengkhawatirkan itu kembali, tanpa henti?” dengan “Saya akan
ulangi perintah yang diucapkan atau menangani hal ini pada suatu waktu.”
pengucapan secara internal kepada diri “Bertahan atau melawan kecemasan
Anda sendiri. kemungkinan akan membuatnya lebih
buruk,” kata Dr Bourne. “Pendekatan
Ganti sudut pandang Anda yang lebih konstruktif adalah dengan
Ketika kecemasan atau kekhawatiran mengembangkan sikap yang mengatakan,
tentang kemungkinan atau masalah “OK, ini dia lagi. Saya bisa menangani
yang aktual menghadang sisi terbaik ini. Saya sudah pernah melakukannya.”
dari Anda, cobalah berpikir mengenai Dalam kebanyakan kasus, kecemasan
situasinya dengan cara berikut: memuncak dan mulai mereda dalam
• Katakan pada diri sendiri beberapa menit. Itu akan berlalu
Anda dapat meringankan hal lebih cepat jika Anda berlatih strategi
tersebut. mengatasi kecemasan secara teratur
• Memastikan “ini juga akan ketika Anda mulai merasa cemas. (mdj)
berlalu.”
• Sadarilah bahwa itu tidak Sumber: NIMH

168 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI BIOLOGI

Adiksi Sebagai
Penyakit Otak
dr. Dharmawan Ardi
Purnama, Sp.K.J.

S
etiap kali menangani pasien
dengan ketergantungan obat,
selalu saja pihak keluarga
mengatakan bahwa kalau mau sembuh
dari ketergantungan obat tergantung
dari diri pasien sendiri. Masyarakat
awam banyak yang menganggap
bahwa masalah ketergantungan obat
seperti stroke, tumor otak, infeksi otak,
ini hanyalah masalah perilaku biasa
ayan/epilepsi, dll. Lalu, bagaimanakah
yang sederhana mekanismenya dan
menjelaskan bahwa adiksi (apapun
belum memahami bahwa masalah
bentuk adiksinya, termasuk adiksi
perilaku sangat bergantung dengan
belanja, seksual, judi, dan narkoba)
kondisi medik otak dengan segudang
adalah penyakit otak?
mekanismenya yang rumit. Boleh
dikata, hampir mustahil pendapat
Adiksi Seperti Penyakit Infeksi
yang menyederhanakan bahwa lepas
Sebenarnya dari banyak cara pandang,
dari adiksi/ketergantungan adalah
adiksi mirip dengan penyakit infeksi.
cukup mengandalkan diri sendiri si
Virus atau bakteri yang menginfeksi
penderita.
beberapa orang tetapi tidak semua
orang, tergantung derajat kekebalan
Berkaitan dengan kenyataan tersebut
tubuh orang tersebut. Belum lagi
di atas dan ketika membaca judul
pengaruh genetic dan faktor-faktor
tulisan ini, akan muncul pertanyaan
lingkungan. Hal-hal ini menyangkut
bagaimana mungkin adiksi adalah
kerentanan genetik individu, etnis,
penyakit otak sedangkan sejauh
kepadatan penduduk, sanitasi
pengetahuan kita, penyakit otak itu

Vol1 No2 Maret 2010 169


PSIKOLOGI BIOLOGI

lingkungan, status kekebalan analogi penyakit infeksi tidak sama


tubuhnya, dan kecukupan gizi. Orang dengan adiksi karena pada adiksi
yang menjadi pembawa agen infeksius ada faktor perilaku aktif dalam
dapat menularkannya kepada orang mencari obat-obatan penyebab
lain yang belum terinfeksi. Mekanisme adiksi. Walaupun demikian, alasan
penularan ini sama saja dengan ini dapat dibantah dengan kenyataan
penyalahguna narkoba yang baru bahwa banyak juga penyakit infeksi
terkena menularkan kepada teman- yang didapatkan secara aktif oleh
teman sebaya dan sepergaulannya. penderitanya seperti perilaku minum
dari sumber air yang tidak bersih
Melalui pendekatan kesehatan sehingga menyebabkan penyakit
masyarakat seperti penegakan hukum, kolera, disentri, hepatitis, dll. Perilaku
kita mencoba memusnahkan agen- seksual bebas tanpa perlindungan
agen infeksi; hal ini analog dengan primer yang menyebabkan penularan
pemberantasan suplai narkoba di virus AIDS dan masih banyak
sekitar kita. Bersamaan dengan hal perilaku lain yang berkontribusi pada
ini, kita juga melakukan penyuluhan penyebaran penyakit infeksi.
masyarakat tentang perilaku hidup
sehat tanpa narkoba, pencegahan Sindrom Adiksi
perilaku dan gaya hidup yang mudah Adiksi atau ketergantungan menurut
terpapar dengan narkoba atau dalam bidang medis adalah suatu kumpulan
hal penyakit infeksi adalah menyuluh gejala ketergantungan atau yang
masyarakat agar mempertahankan disebut sindrom ketergantungan
daya tahan tubuh (imunitasnya). menurut Pedoman Penggolongan
Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) III
Ahli-ahli biologi molekular dan genetik yang digunakan di Indonesia adalah:
saat ini terus menerus melakukan Tiga atau lebih dari gejala di bawah ini
penelitian dan mengembangkan terjadi bersamaan paling sedikit satu
suatu vaksin untuk mencegah bulan lamanya, atau bila kurang dari
penyalahgunaan dan perilaku adiksi satu bulan, harus terjadi berulang-
terhadap narkoba (narkotika dan zat ulang secara bersamaan dalam kurun
psikoaktif). Di saat yang bersamaan, waktu 12 bulan:
para ahli juga berjuang dalam 1. Ada keinginan yang kuat atau
mengurangi pusat-pusat penyebaran merasa harus menggunakan zat
adiksi ini (sama seperti penyakit psikoaktif
infeksi) agar tidak menyebar menjadi 2. Gangguan kemampuan untuk
epidemi. mengendalikan perilaku
menggunakan zat psikoaktif
Beberapa pihak mengatakan bahwa dalam hal onset, terminasi, atau

170 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI BIOLOGI

tingkat penggunaan, sebagaimana


dapat dibuktikan dengan adanya
penggunaan zat psikoaktif
dalam jumlah yang lebih banyak
atau lebih lama dari waktu
yang semula dikehendaki, atau
adanya keinginan yang menetap
atau usaha yang gagal untuk
mengurangi atau mengendalikan
penggunaan zat psikoaktif.
3. Adanya keadaan putus zat secara
fisiologis bila zat psikoaktif yang
digunakan dikurangi atau berhenti
menggunakan, sebagaimana untuk mencari, menggunakan,
dapat dibuktikan dengan adanya dan habisnya efek zat psikoaktif.
sindrom putus zat yang khas untuk 6. Tetap menggunakan zat psikoaktif
setiap jenis zat psikoaktif, atau tanpa menghiraukan adanya
menggunakan zat psikoaktif yang bukti nyata terdapat efek
sama (atau yang sangat mirip) merugikan akibat menggunakan
dengan maksud menghilangkan zat psikoaktif, yang diperlihatkan
atau menghindari gejala putus zat. dengan terus menggunakan zat
4. Adanya bukti toleransi terhadap psikoaktif walaupun mengetahui
zat psikoaktif, seperti adanya atau diduga patut mengetahui
kebutuhan yang jelas meningkat sifat dan luasnya kerugian akibat
terhadap zat psikoaktif agar penggunaan zat tersebut.
tercapai keadaan intoksikasi
atau efek yang diinginkan, atau Sistem Kenikmatan pada Otak (Brain
berkurangnya secara jelas efek Reward System)
zat psikoaktif itu bila terus Kalau kita mengamati perilaku
menggunakan zat psikoaktif manusia yang selalu ingin mencari
tersebut dalam jumlah yang sama. enaknya sendiri dan juga cenderung
5. Adanya preokupasi terhadap mengulangi pengalaman yang enak
zat psikoaktif, seperti yang maka saat ini telah terbukti bahwa
tampak dengan terhentinya atau perilaku ini sangat erat hubungannya
berkurangnya kesenangan dan dengan struktur dalam otak yang
minat yang penting lainnya, akibat disebut sistem hadiah otak. Sistem ini-
menggunakan zat psikoaktif, atau lah yang mendorong perilaku manusia
menghabiskan waktu berkaitan untuk selalu mengulangi pengalaman
dengan aktivitas yang diperlukan yang enak dan secara naluriah men-

Vol1 No2 Maret 2010 171


PSIKOLOGI BIOLOGI

cari hal-hal yang dipersepsi ’enak’ ter- teknik-teknik modern dari biologi
sebut. molekular telah dapat menjelaskan
mengapa sindrom adiksi ini dapat
Sistem kenikmatan ini dimulai dengan terjadi. Para ahli menemukan bahwa
proses penguatan (reinforcing) di da- ada agen-agen kimiawi dalam tubuh
lam otak yang memegang peranan manusia yang mempengaruhi fungsi
penting dalam perilaku adiksi. Ter- biologisnya. Zat/agen kimiawi ini
jadinya penguatan yang positif (po- diproduksi oleh tubuh sendiri untuk
sitif reinforcing) dan adiksi terhadap mempengaruhi metabolisme dalam
opioida, kokain, nikotin, amfetamin, sel tubuh. Diantara zat kimiawi yang
alkohol, dan ganja disebabkan oleh terkenal itu adalah hormon. Apabila
pengaruh senyawa tersebut pada ven- tubuh kekurangan produksi hormon
tral tegmental area (VTA) yang terle- ini maka perlu diberikan hormon
tak pada bagian ventral otak tengah, dari luar tubuh untuk membantu
dan pada nucleus accumbens (NAc) kelancaran metabolisme di dalam sel-
yang terletak pada bagian ventral sel tubuh tersebut dalam bentuk obat.
otak depan. Lokus sereleus (LC) dan
periaqueductal grey (PAG, substansia Di dalam otak ditemukan zat yang diberi
grisea periaqueduktus) yang terletak nama neurotransmitter, yang adalah
pada dasar ventrikel quartus berkaitan zat yang dihasilkan oleh sel syaraf
dengan terjadinya ketergantungan fi- (neuron) dan kemudian dikeluarkan
sik dan gejala putus obat. dari neuron untuk bereaksi pada
neuron lain atau pada otot atau pada
Struktur otak yang disebut talamus kelenjar. Ketika kita takut, kelenjar
juga berperan dalam terjadinya adiksi adrenalin kita menghasilkan hormon
kokain. Pada mesolimbic dopamine adrenalin yang akan membuat detak
pathway terdapat medial fore-brain jantung kita berdetak lebih cepat dan
bundle yang berisi serabut saraf dopa- ketika kita melihat/ mencium bau
minergik. Serabut saraf ini menyebar makanan yang enak, syaraf-syaraf kita
dari VTA menuju NAc dan berlanjut ke akan mengeluarkan neurotransmiter
korteks prefrontal. Jalur neural yang
sering dijuluki sebagai ’jalur kenikma-
tan’ ini disebut sebagai brain reward
system atau brain pleasure system, se-
dangkan depamin mendapat julukan
’neurotransmiter kenikmatan’.

Neurotransmiter dan Adiksi


Saat ini, dengan menggunakan

172 Vol1 No2 Maret 2010


PSIKOLOGI BIOLOGI

ke kelenjar liur kita sehingga kelenjar di korteks serebri, serebelum,


liur kita akan memproduksi air liur. hipokampus, kolikuli superior, dan
kolikuli inferior, serta amigdala. VTA
Ada beberapa macam neurotransmiter dan NAc mengandung beberapa tipe
yang mempunyai fungsi berlainan sel dan tiap sel bereaksi berbeda
dalam tubuh kita. Neurotransmiter terhadap zat psikoaktif yang berbeda.
yang penting diketahui dalam kaitan
dengan penggunaan zat psikoaktif Faktor Genetik
adalah dopamine, serotonin, Tidak semua orang pernah mencoba
asetilkolin, adrenalin dan noradrenalin, zat psikoaktif dan bagi yang pernah
gama-amino-butyric acid (GABA), mencoba pun tidak semuanya akan
glisin, glutamate, dan asam aspartat. mengalami ketergantungan. Bagi yang
Neurotransmiter dopamine pada jaras telah mengalami ketergantungan ada
mesolimbik di otak akan memberikan yang bisa berhenti menggunakan
rasa nikmat atau puas, dari menikmati zat psikoaktif tersebut, sementara
konser sampai memperoleh orgasme. sebagian lainnya sulit atau bahkan
Untuk memperoleh kenikmatan yang tidak bisa melepaskan diri dari
alami ini, mesolimbik dibantu oleh ketergantungan itu.
senyawa alami yang terdapat dalam
otak, yaitu endorphin (bentuk alami Tidak dapat diingkari bahwa faktor
dari morfin/heroin), anandamida lingkungan sangat berpengaruh
(mariyuana), asetilkolin (nikotin), penting dalam ikut menentukan
dan dopamine sendiri (kokain dan apakah seseorang menjadi
amfetamin). ketergantungan atau tidak. Di lain
pihak, faktor genetik lebih memegang
Zat psikoaktif menyebabkan peranan penting dalam hal terjadinya
perubahan perilaku, perasaan, pikiran ketergantungan zat psikoaktif.
dan persepsi karena berpengaruh Sebagai contoh adalah ketergan-
pada satu atau lebih neurotransmitter. tungan alkohol. Di dalam tubuh kita,
Semua zat psikoaktif mempengaruhi alkohol akan diubah oleh enzim di
dopamine pada VTA, NAc, dan korteks hati menjadi asetaldehid yang sangat
prefrontal. Selain ketiga tempat beracun bagi tubuh kita. Pada orang-
tersebut, opioida bekerja pada nucleus orang tertentu yang memiliki enzim
arkuatus, amigdala, lokus sereleus, asetaldehid-dehidrogenase, mereka
dan substansia grisea periakueduktus. dapat mengubah asetaldehid yang
beracun tersebut menjadi asam
Pada alkohol, selain mempengaruhi asetat dalam tubuh yang dapat
ketiga hal tersebut, alcohol juga digunakan sebagai sumber energi.
bekerja pada neuron GABA-ergik Ada atau tidaknya enzim asetaldehid-

Vol1 No2 Maret 2010 173


PSIKOLOGI BIOLOGI

dehidrogenase pada diri kita adalah Jadi kalau kita melihat secara
tergantung genetik kita apakah dapat menyeluruh masalah adiksi ini
menyediakan/ memproduksi enzim maka adiksi bukan hanya masalah
tersebut atau tidak? Apabila secara lingkungan, budaya atau pendidikan
genetik tubuh kita dapat memproduksi agama untuk menjadikan seseorang
enzim tersebut, maka perilaku kita beriman dan lebih tahan terhadap
akan lebih dapat menerima minuman godaan zat-zat adiktif melainkan ada
beralkohol dalam jumlah yang lebih peran serta factor otak yang apabila
banyak daripada individu yang tidak sudah dipengaruhi maka melibatkan
dapat menghasilkan enzim tersebut banyak mekanisme. Pada akhirnya
sehingga meminum sedikit alkohol dapat disimpulkan bahwa perilaku
saja sudah menimbulkan reaksi adiksi ini adalah ‘penyakit otak’ yang
keracunan. Itulah sebabnya kalau dapat bersifat kronik menahun.
kita bicara genetik maka kita akan
bicara soal ‘bibit’ dan lebih mudah Daftar Rujukan
menemukan ayah yang pemabuk • Goldstein, A. (2001). Addiction: From
dengan anaknya yang juga memiliki biology to drug policy (Ed.2, h. 12-13).
Oxford University Press.
‘bibit’ untuk menjadi pemabuk. Hal • Joewana, S. (2003). Gangguan mental
ini bukanlah suatu kebetulan belaka dan perilaku akibat penggunaan zat
tetapi suatu mekanisme biologis yang psikoaktif. (Ed.2, h.39-54). Penerbit
berhubungan dengan penurunan Buku Kedokteran EGC.
sifat/ genetik. • Kalat, J. W. (2004). Biological psycho-
logy (Ed. 8). Thomson International.
Simpulan
Setelah memperhatikan bahwa * Penulis adalah seorang Psikiater, Dosen
ada struktur otak tertentu yang Tidak Tetap pada Fakultas Psikologi
berperan penting dalam memberikan Universitas Tarumanagara & Universitas
kenikmatan dan neurotransmitter Bhayangkara Jaya, Jakarta
tertentu yang bekerja secara spesifik
terhadap zat psikoaktif yang berbeda
dalam otak kita maka jelaslah sudah
bahwa masalah adiksi adalah masalah
di dalam otak kita. Mudah atau
sulitnya sistem dalam otak kita itu
dipengaruhi oleh zat adiktif juga telah
terbukti berhubungan dengan sifat
genetik yang diwariskan dari orang
tua kita.

174 Vol1 No2 Maret 2010


MAKE UP

Mengatasi
Wajah Kucel

Friday night, pasangan ngajak kencan..


Seharian ngantor bikin wajah kucel…

Tidak perlu menghapus make up yang dipakai ke


kantor. Cukup tambahkan sentuhan shimmer atau
glitter.

1. Gunakan bedak tabur (loose powder) atau


finishing powder. Biasanya bedak jenis demikian
mengandung glitter.

2. Untuk eye shadow, gunakan warna-warna yang


ekspresif. Misalnya hitam, deep denim, grey
(sesuaikan dengan baju yang dipakai). Baurkan eye
shadow pada kelopak mata. Gunakan eye shadow
berbentuk liquid, cream atau pensil yang lebih
mudah digunakan dan tahan lama. Jika tidak ada
jenis demikian, bisa diakali dengan mengoleskan
eye primer atau face primer pada kelopak mata
sebelum pengaplikasian eye shadow.

Vol1 No2 Maret 2010 175


MAKE UP

3. Oleskan mascara warna hitam (lebih baik jika


waterproof). Dan gunakan eye liner tepat pada
garis di atas bulu mata atas untuk kesan dramatis
(optional).

4. Sapukan blush on warna peach pada tulang pipi.


Warna peach akan memberi-kan kesan segar pada
wajah, baik yang berkulit putih atau gelap.

5. Terakhir oleskan lipstick. Gunakan warna orange/


coral/beige jika ingin memusatkan tata rias pada
mata. Atau gunakan warna merah maroon jika ingin
memusatkan tata rias pada bibir. Tambahkan lip
gloss untuk shimmering.

Model: Mia dan Dya


Lokasi: Pizza Hutt Ciledug
Kostum: EDGINA BOUTIQUE&SALON
Ruko Puri Botanical, Jl. Joglo Raya Blok H7/23, Jakarta Barat.
Telp:58906385
Make up by: Jilly (Oriflame Independent Beauty Consultant)
HP: 08999 0262 99

(Model menggunakan: OB matte CONTROL foundation-Natural Beige,


OB matte CONTROL Pressed Powder-Medium, air SOFT Powder-Clear,
GG Luxury Suite, eye LINER stylo Black, blush TOUCH duo-Peach Blush,
midnight colour L/S-Vibrant Beige)

176 Vol1 No2 Maret 2010


Fotografi

Vol1 No2 Maret 2010 177


Fotografi

178 Vol1 No2 Maret 2010


tokoh

Makna Sebuah Ujian


(Sebuah Wawancara dengan
Prof. Dr. Komaruddin Hidayat,
Rektor Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta)
Pewawancara: M. Luthfi dan Agus Mulyana

Rubrik Tokoh memuat perjalanan


hidup dan karier seseorang,
kumpulan karya-karya yang pernah
dihasilkan seseorang, maupun
renungan dan pemikiran seseorang.
Rubrik ini mencoba untuk menjadi
partner kritis dalam menguak kisah
pasang-surut di balik kehidupan
manusia. Mudah-mudahan dapat
dipakai sebagai cermin bagi kita
dalam menapaki langkah-langkah
kehidupan yang penuh dengan
pelbagai kemungkinan dan pilihan.

Pengantar Redaksi
Akhir-akhir ini Bangsa kita mengalami berbagai cobaan yang sangat
memprihatinkan. Seolah penderitaan silih berganti menghampiri
kita. Suatu saat media sibuk dengan peliputan konflik antar putra
bangsa yang menimbulkan ribuan korban jiwa yang tak berdosa, kita
harus menyaksikan korban-korban teror yang mengguncang Ibukota.
Tak lama kemudian media haru-biru dengan pemberitaan kelaparan
dan kematian yang disusul dengan bencana alam yang dahsyat.

Bencana alam ini seolah tak pernah berhenti; banjir, longsor, gempa
bumi, tsunami dan gunung meletus. Di sela-sela itu, banyak sekali
pemberitaan mengenai kekerasan terhadap anak; pemerkosaan,
pemukulan bahkan pembunuhan. Kepahitan bangsa ini tak berhenti
di situ karena kenyataan juga menunjukkan bahwa anak-anak juga
mengalami trauma karena seksual abused yang terjadi di salah satu

Vol1 No2 Maret 2010 179


tokoh

pulau cantik yang sangat terkenal di dunia. Berbagai peristiwa yang


terjadi kemungkinan besar akan meninggalkan efek psikologis yang
luar biasa bagi si korban.

Beberapa waktu lalu, MerPsy menyambangi ruang kerja Prof.


Komaruddin Hidayat, seorang tokoh nasional penulis buku best seller
Psikologi Kematian, di Rektorat Universitas Islam Negeri Jakarta.
Kedatangan MerPsy tentunya ingin mendapatkan informasi berharga
akan “makna sebuah ujian”. Prof. Komaruddin di dalam beberapa
tulisannya seringkali memberikan penyadaran kepada kita akan
arti sebuah hidup sekalipun kita dihadapkan dengan suatu masalah
ataupun ujian, bahwa hidup adalah bermakna. Karena ujian adalah
satu paket dengan kehidupan, dan yang memberikan rasa dan warna
di dalam memaknai arti sebuah hidup. Optimisme selalu diusung
karena ada hidup setelah kematian.

Bagi sebagian orang pasti pernah terlintas pemikiran kenapa ya kita


selalu di uji? Apa sih sebenarnya, makna sebuah ujian….? Beberapa
untaian kalimat yang tertata dari hasil pemikiran brilian Prof.
Komaruddin Hidayat tertuang di dalam wawancara kami berikut ini.

Bagaimana Bapak melihat fenomena mulut manusia. Banyak contoh dari


berbagai musibah yang terjadi dan ujian hidup sehari-hari diantaranya
menimpa saudara-saudara kita? yang sangat sederhana. Ada orang
yang sedang terburu-buru ke bandara
Prof. Komaruddin Hidayat (KH): Saya agar tidak tertinggal. Namun ketika
melihat fenomena berbagai macam sampai di bandara ternyata ia
musibah yang terjadi dan dialami terlambat. Di balik keterlambatannya
oleh sebagian besar di pelosok tanah ada maknanya, yaitu pesawat yang
air adalah sebagai suatu ujian. Setiap seharusnya ditumpangi mengalami
manusia yang hidup di dunia pasti akan kecelakaan.
mengalami ujian. Hidup takkan lepas
dari ujian. Jika ingin naik tingkat … ya, Bagaimana Bapak melihat dampak
kita harus mampu menghadapinya, dari ujian yang terjadi di sekitar kita?
untuk mencapai tahap hidup yang lebih
tinggi. Ujian takkan usai hingga nafas KH: Ujian dapat berupa kesenangan
tidak berhembus lagi dari hidung dan hidup maupun kegetiran bahkan

180 Vol1 No2 Maret 2010


tokoh

penderitaan di dalam hidup. Ujian itu sekali tidak tahu, atau sudah berusaha
terdiri dari dua sisi, dari sudut pandang maksimal namun musibah terjadi,
mana kita bisa menyikapinya dua sisi maka di situlah kita mesti bersangka
tersebut, Pertama, kembali pada diri baik pada takdir dan musibah yang
sendiri atau harus menilai pada diri menimpa seseorang. Di situ ada hukum
sendiri apakah musibah itu datang sebab-akibat yang kita tidak tahu, dan
dari diri kita sendiri atau mungkin sebaiknya kita sikapi dengan pasrah
kesalahan kita. Kedua, untuk dirinya dan ikhlas; semuanya dikembalikan
berubah peluang naik kelas/pangkat, pada Tuhan Pemilik kehidupan.
karena dari setiap ujian itu pasti ada
makna tersembunyi yang membuat Manusia tidak bisa keluar dari
kita lebih mandiri. takdir, karena semua ciptaan Tuhan
telah ditentukan sifatnya sehingga
Musibah artinya suatu kejadian yang manusia diminta memahaminya agar
tidak diinginkan menimpa seseorang. tidak terjadi musibah. Kalau pun
Sebagai contoh, jika lempengan perut terjadi musibah, itu pun ada hukum
bumi patah lalu terjadi gempa, di situ sebab-akibatnya, namun ada yang
berlaku takdir Tuhan, bahwa daya kita ketahui dan ada yang kita tidak
tahan lempeng bumi ada batasnya. sanggup mengetahui penyebabnya.
Batas atau ukuran adalah takdir. Di
situ berlaku hukum sebab-akibat. Ada dua kemungkinan yang terjadi
Yang menjadi persoalan adalah di dalam bencana atau musibah
ketika sudah mengetahui bahwa kita yaitu “kehidupan dan kematian”,
berada di lokasi yang rawan gempa bagaimana pandangan Bapak
atau musibah, namun kita tidak mau untuk menyikapi orang yang masih
menghindarinya, maka seseorang hidup sebagai korban bencana atau
berada dalam waktu dan tempat musibah? Apakah mereka akan
yang secara lahiriah salah, sehingga mengalami trauma?
terkena musibah. Gempanya sendiri
merupakan fenomena alam, berlaku KH: Musibah adalah sesuatu yang akan
hukum sebab-akibat mengapa terjadi dialami oleh manusia dalam menjalani
gempa. kehidupannya. Kematian merupakan
suatu fenomena alam yang sudah
Tetapi jika manusia sudah tahu di pasti dan akan datang pada setiap
situ dikenal sebagai daerah gempa, makhluk yang memiliki nyawa dan
namun tidak mau pindah, maka hidup. Karena pada dasarnya bagi
anugerah kebebasan yang dimiliki kita yang hidup telah melakukan
tidak dimanfaatkan untuk menjauhi perjanjian khusus dengan Sang Khalik
musibah gempa. Jika seseorang sama bahwa setelah kita dihembuskan

Vol1 No2 Maret 2010 181


tokoh

nafas kehidupan maka akan diambil optimis dan mampu memaknai hidup.
kembali. Kekuatan hidup juga akan tumbuh
kalau yang mengalami peristiwa
Adapun orang yang menjadi korban traumatik memiliki tekad untuk tetap
bencana atau musibah, ada sebagian hidup.
dari mereka memiliki kecenderungan
mengalami trauma, karena tubuh Bagi mereka yang ditinggal mati,
kita dapat merekam peristiwa- maka perlu adanya kepedulian dari
peristiwa atau situasi yang dialami. lingkungan untuk dapat melakukan
Jadi, peristiwa traumatik dapat saja ta’ziyah (yaitu mengunjungi mereka
menimbulkan trauma bagi mereka yang ditinggal mati). Hal tersebut
yang mengalaminya dan tak akan dilakukan karena semata-mata
mudah terlupakan karena tubuh ini untuk berdo’a, merasa dirinya untuk
merekam secara kuat apa yang pernah didekatkan oleh Tuhan. Secara
dialami. psikologis, acara ini banyak manfaatnya.
Pertama, dapat menghibur keluarga
Bagaimana cara kita dapat yang terkena musibah. Kedua, sebagai
membantu mereka yang mengalami ajang silaturrahmi sesama tetangga
trauma? Atau bahkan ditinggal mati dan teman dekat. Jadi, sebagai
oleh keluarganya? keluarga atau teman karib harus selalu
membantu dan mendorongnya agar
KH: Banyak cara untuk dapat mereka bisa menjalankan kehidupan
membantu mereka yang mengalami dengan baik. Lebih dari itu, bagi kita
trauma. Untuk individu itu sendiri yang berkunjung sebagai peringatan
bahwa agama adalah penolong utama akan kematian.
seseorang ketika mengalami ujian. Terkadang ada orang yang sudah
Agama mampu meredam penderitaan berusaha dalam berbagai cara di
yang menimpa manusia. Dengan dalam menghadapi ujian, namun
kekuatan iman dan rasa kedekatan orang cenderung berprasangka
dengan Tuhan, seorang yang terkena bahwa Tuhan belum berpihak
musibah, sebesar apa pun akan kepadanya, sedangkan kematian
sanggup menanggungnya. Mereka tidak kunjung juga dia temukan?
mampu menerima kenyataan bahwa
dirinya sedang diuji. Dukungan dari KH: Di dalam menghadapi ujian,
luar juga (kerabat, keluarga, teman, kita perlu belajar dari anak kecil,
dokter) sangat membantu individu bagaimana anak kecil belajar naik
yang sedang diuji untuk dapat sepeda kemudian jatuh, mencoba
memandang masa depan secara lagi dan jatuh lagi tanpa merasa perlu
jaim (red: “jaga image”). Begitu pula,

182 Vol1 No2 Maret 2010


tokoh

sebagai ladang menuai amal shaleh.


Memanfaatkan waktu yang diberikan-
Nya hingga menuai berkah kehidupan
paripurna (dunia dan akhirat). Seperti
V. Frankl; meskipun berada di dalam
situasi dan kondisi yang tidak dapat lagi
melakukan pilihan ---hidup dipenjara
dan akan dihukum mati oleh Nazi-
-- namun ia memiliki tekad, bahwa
hidupnya harus memberikan makna
bagi orang lain. Dalam pengertian
lain, ketika kita dihadapkan dengan
ujian apapun bentuknya, kita sendiri
yang dapat memberikan arti penuh
terhadap makna kehidupan sekalipun
dalam keadaan terhimpit. Yakin ada
hikmah di balik semua ujian, karena
Tuhan adalah pembuat skenario yang
hebat.
kita di dalam menghadapi berbagai
ujian tergantung dari cara pandang Adapun kematian, meskipun benar
kita. Dari situ kita belajar memaknai adanya tetapi tak hanya diratapi dengan
sebuah ujian, di mana dalam sebuah sikap pesimis melainkan mengisi
ujian kita harus bersikap positif untuk kehidupan dengan sikap optimis.
menyikapinya. Jika kita memaknai Karena dengan sikap optimisme hidup
secara negatif, maka kita akan tersiksa kita yakin bahwa setelah kematian ada
dan itu akan menyiksa diri kita. kehidupan yang sungguh amat nyata
Sebaliknya, kita perlu menghadapi kehadirannya. Life after life. Pada
dengan penuh keikhlasan. dasarnya manusia percaya sesudah
kehidupan ini ada kehidupan lain.
Hanya ada dua jalan keluar di dalam Dalam diri (jiwa) setiap orang (orang
mencapai kemenangan dalam ujian suci dan juga orang bejat) memiliki
sekaligus kebahagiaan yaitu Tuhan harapan yang sama tentang hidup
dan kematian. setelah kematian. Kegelisahan pada
akhirnya membawa manusia kepada
Kita harus kembalikan secara ikhlas kecemasan dan ketakutan. Kesadaran
kepada Tuhan. Bagi individu itu sendiri, ini lalu memunculkan sebuah proses
mereka yang mampu menghargai berupa penolakan bahwa masing-
hidupnya akan membuat kehidupan masing kita tidak mau mati. Setiap

Vol1 No2 Maret 2010 183


tokoh

orang berusaha menghindari semua Saya dapat analogikan dengan


jalan yang mendekatkan ke pintu orangtua saya. Ketika belum tahu
kematian. Banyak orang bersikap Jakarta, takut datang ke Jakarta. Apa
demikian, karena tak memahami apa yang mesti ditakutkan? Datang saja
sesungguhnya kematian. Kematian belum. Begitu juga dengan kematian.
bagi mereka adalah misteri yang tiada
pemecahannya. Sudah selayaknya kita menyambut
kematian dengan kebahagiaan, karena
Dalam pandangan Imam Ghazali, ada berarti kita meninggal dengan damai,
beberapa alasan mengapa manusia bagaikan pulang mudik dan bertemu
takut terhadap kematian. Pertama, dengan kekasih kita yaitu Tuhan.
karena ia ingin bersenang-senang dan Karena segala yang berkaitan dengan
menikmati hidup ini lebih lama lagi. pulang pasti menyenangkan; “pulang
Kedua, ia tidak siap berpisah dengan sekolah, pulang ke rumah, pulang
orang-orang yang dicintai, termasuk mudik?” Semuanya menyenangkan,
harta dan kekayaannya yang selama ini tentunya bagi anak yang memiliki
dikumpulkannya dengan susah payah. orangtua yang penuh cinta dan kasih
Ketiga, karena ia tidak tahu keadaan sayang kepadanya. Sebaliknya jika
mati nanti seperti apa. Keempat, tidak ada cinta dan kasih sayang dari
karena ia takut pada dosa-dosa yang ia orangtua, maka anak akan takut
lakukan selama di dunia ini. pulang ke rumah.
Kematian kerapkali menjadi dramatis, Ketika mudik tentunya ada yang
apalagi kalau peristiwa itu melibatkan perlu dipersiapkan. Tidak akan sama
diri kita, orang yang kita cintai, orang orang yang hidup di dunia melakukan
yang sangat kita butuhkan, orang yang kejahatan dengan orang yang berusaha
mempengaruhi atau menentukan berjuang di dalam menghadapi ujian
jalur hidup kita. Akibatnya, meskipun dengan penuh keikhlasan. Setelah
kita (manusia) hidup di alam dimana kehidupan di dunia tidak berarti tutup
semua makhluk lahir, tumbuh dan buku. Kalau begitu enak dong orang
mengalami kematian, tidak begitu yang melakukan kejahatan tidak
mudah menerima kematian itu sendiri, mendapatkan hukuman? Jadi kita
atau menerimanya sebagai sesuatu sendiri yang menentukan hasil akhir;
yang wajar. Esensi sikap penolakan yakni bagaimana kita memerankan
akan kematian karena kematian selalu dan memaknai ujian dan peran dalam
diindentikkan dengan tragedi, sakit, kehidupan.
ketidakberdayaan, kehilangan, dan
kebangkrutan hidup.

184 Vol1 No2 Maret 2010


tokoh

Sebagai penutup kami meminta peluang untuk mengikuti ujian lalu ia


pandangan Bapak pemahaman tidak memanfaatkan peluang tersebut
“Makna Sebuah Ujian”? secara optimal sehingga tidak lulus.
Hidup memiliki makna, karena hidup
KH: Pada hakikatnya ujian itu sendiri mengajari kita tentang kematian
sebenarnya adalah sesuatu hal yang (pintu keabadian). Selalu ada hikmah
sangat positif. Yang tidak positif dari setiap peristiwa dan kejadian yang
adalah jika seseorang yang telah diberi kita alami sebagai bentuk sunnatullah.

Prof. Dr. Komaruddin Hidayat


Lahir
Muntilan, Pabelan, Magelang, 18 Oktober 1953

Agama
Islam

Jabatan
Rektor UIN Jakarta, 2006-2010

Pendidikan
• Pondok Pesantren Pabelan, Magelang (1969)
• Sarjana Fakultas Ushuluddin IAIN Jakarta (1981)
• M.A. dan Ph.D. bidang Filsafat pada Middle East Technical University
(METU), Ankara, Turki (1995)
• Post Doctorate Research Program di McGill University, Canada (1995)
• Post Doctorate Research Program di Hartfort Seminary, Connecticut, AS,
selama satu semester (1997)
• International Visitor Program (IVP) ke Amerika Serikat (2002)

Pengalaman
• Direktur Eksekutif Yayasan Paramadina (1996-2000)
• Associate Trainer/Consultant bidang HRD pada Vita Niaga Consultant (1999)
• Dosen Institut Bankir Indonesia (2000-sekarang)

Vol1 No2 Maret 2010 185


tokoh

• Advisory Board Member of Common Ground Indonesia (2001-sekarang)


• Guru Besar Filsafat Agama, UIN Jakarta (2001-sekarang)
• Pendiri dan Penasihat Madania Islamic School di Bogor (2001-sekarang)
• Ketua Indonesia Procurement Watch (IPW) (2002-sekarang)
• Dosen Pascasarjana Universitas Gajah Mada (2003-sekarang)
• Ketua Panitia Pengawas Pemilu Pusat (2004)
• Dewan Pertimbangan Pendidikan DKI Jakarta (2004-sekarang)
• Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan RI (2005-sekarang)
• Direktur Indonesia Institute for Civic Education (ICCE) (2005-sekarang)
• Kepala Divisi Pendidikan Yayasan Sukma untuk pemulihan pendidikan di
Aceh dan Nias pasca-Tsunami (2005)
• Anggota Pendiri Masyarakat Dialog Antar Agama (MADIA) (2006)
• Rektor UIN Jakarta, 2006-2010
• Anggota Tim Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (2007)
• Telah berkeliling hingga 30 negara dalam rangka seminar dan studi
komparatif untuk masalah kebudayaan dan pengembangan keagamaan
dengan berbagai universitas dan NGO.

Karya Tulis
• Agama Masa Depan (1995, sebagai co-author)
• Memahami Bahasa Agama (1996)
• Passing Over (1998, sebagai co-editor)
• Tragedi Raja Midas (1998)
• Tuhan Begitu Dekat (2000)
• Wahyu di Langit, Wahyu di Bumi (2002)
• Pesan Damai Idul Fitri (2003, sebagai kontributor)
• Manuver Politik Ulama (2004, sebagai co-author)
• Islam, Negara, dan Civil Society (2005, sebagai co-editor)
• Politik Panjat Pinang: Di Mana Peran Agama? (2006)
• Menafsirkan Kehendak Tuhan (2003)
• Psikologi Kematian (2005)
• Psikologi Beragama, Menjadikan Hidup Lebih Nyaman dan Santun (2006)
• The Wisdom of Life: Menjawab Kegelisahan Hidup dan Agama (2008)
• Reinventing Indonesia (2008; sebagai Editor bersama Putut Widjanarko)
• Berdamai dengan kematian (2009)

186 Vol1 No2 Maret 2010