Anda di halaman 1dari 10

DAFTAR PERTANYAAN YANG SERING DITANYAKAN DALAM UJIAN SKRIPSI

Teknik Informatika
- Latar Belakang, Rumusan Masalah, Batasan Masalah
- DFD & Flowchart jika Ada (kuasai DFD & Flowchart Anda)
- Desain Database (Jika terkait Sistem Informasi, meliputi master tabel, dan
relational diagram)
- Alur Program (Anda harus bisa mendemokan penggunaan program Anda dari awal
hingga akhir)
- Source Code program Anda sendiri. (buktikan itu program Anda, bukan sekedar
program orang lain yang Anda klaim jadi milik Anda)
- Jika skripsi Anda terkait suatu metode (misal AHP, JST, dlsb), maka pastikan Anda
juga sudah menguasai metode itu baik-baik. Pastikan juga Anda bisa menjelaskan
metode itu dengan sederhana kepada penguji Anda.
- Kesimpulan Ujian Skripsi

Buatlah slide proposal HANYA POINT NYA SAJA, dalam hal ini buatlah slide sesingkat
mungkin, cantumkan hanya point yang akan anda bicarakan, JANGAN MENGCOPAS
isi proposal anda didalam slide. Hal ini akan mencitrakan diri anda sebagai orang yang
tidak menguasai MATERI.

Kutiplah sumber yang menjadi argumentasi anda dalam memberikan latar belakang
bahwa judul anda layak dijadikan skripsi, misalnya dari pakar yang bersangkutan dan
dari beberapa sumber (buku, ebook, jurnal, website independen yang kredibilitasnya
tidak diragukan).

Kuasai materi seminar proposal anda, buatlah catatan kecil sebagai penjelasan singkat
dari POINT yang sudah anda cantumkan dalam slide.

Berlatihlah 2-3 kali presentasi proposal anda untuk meningkatkan kepercayaan diri anda.

Bersikap tenang dan fokus, fokuslah pada slide dimana anda sedang presentasikan,
berikan agrument untuk setiap pernyataan yang anda kemukakan.

Jawablah pertanyaan penguji dengan tegas dan singkat, jangan memancing pertanyaan
lain yang mungkin akan menjebak anda dalam kegagalan anda dengan tidak dapat
menjawab pertanyaan dari penguji.

Kuasai materi seminar anda, belajar dan berlatih untuk menunjukan diri anda bahwa anda
benar-benar menguasai materi yang akan anda seminarkan.

Jelaskan secara detail ruang lingkup dan batasan masalah dari proposal anda, jelaskan
secara rinci bagaimana sistem anda akan bekerja dan bagaimana alurnya.

Terimalah saran dan kritik dari penguji, yang sekiranya dapat memperbaiki proposal
anda, jika diluar koridor dari poposal anda bantahlah dengan argumentasi yang baik dan
benar.

Cara Membuat Powerpoint yang Menarik untuk Presentasi Skripsi


Saya sadar bahwa slide presentasi skripsi tentu sangat berbeda dengan slide presentasi untuk
pendidikan maupun perusahaan.
Tapi pada dasarnya semua teknik mendesain slide yang ada di buku Slide Design
Mastery (SDM) dapat di aplikasikan kedalam semua jenis presentasi.
Seperti yang saya tulis dalam buku SDM, untuk mendesain slide presentasi (untuk sidang
skripsi) gunakan tiga pedoman berikut: simple, clarity & visual

>>> Simple
1. Buang Informasi yang Tidak Penting
Jika Anda sudah punya slide presentasi dan tidak rela membuangnya maka Anda harus punya
kemampuan menyederhanakan, yaitu menghilangkan informasi yang tidak penting sehingga
hanya yang penting saja yang akan terlihat.
Saya yakin tidak semua teks (isi skripsi) yang memenuhi layar slide itu penting, Anda hanya
perlu menghapus, menghapus, dan menghapus lagi.
Tetapkan prioritas, ambil kata kunci yang bisa mewakili informasi yang Anda buang. Ingat,
hanya kata kuncinya saja.
2. Hindari Bullet Point
Apakah bisa membuat slide tanpa bullet point? Bisa, dan bahkan akan lebih menarik.
Bullet point hanya menambah beban dosen penguji, sebab bullet point itu seperti perintah tidak
langsung kepada dosen penguji: perhatikan semua poin ini.
Padahal seharusnya slide menjadi alat bantu bagi Anda untuk menjelaskan isi skripsi, bukan
malah membuat dosen penguji semakin bertanya dengan banyaknya point-point yang Anda
bahas.
Bullet point adalah bentuk paling standar di dunia yang dipakai dalam membuat slide presentasi.
Mahasiswa yang melakukan presentasi di atas standar telah menghindari bullet point.
Seharusnya Anda juga menghindarinya. Jika Anda terpaksa menggunakannya maka gunakan
sesekali saja, jangan menggunakan terlalu sering karena hal itu pasti membosankan.
3. Ringkas teks
Apakah slide Anda bisa dibaca dari bangku di barisan paling belakang?

Pastikan bahwa slide bisa terbaca dengan jelas. Ini penting karena dosen penguji Anda belum
tentu se-muda Anda, mereka terlalu capek untuk melihat slide yang penuh dengan teks dengan
ukuran kecil-kecil.
Selain itu slide Anda adalah alat bantu visual sehingga harus bisa dilihat oleh semua orang, jika
tidak terlihat maka slide Anda tidak akan berguna.
Jadi ringkaslah teks Anda. Gunakan size font ideal, caranya cek kira2 dengan jarak sekian
apakah slide Anda terbaca dengan baik atau supaya aman coba gunakan minimal size font 28.
4. Perkuat Pesan, Bukan Penjelasan
Jangan hanya terpaku pada teks. Pesan yang kuat bisa juga ditampilkan dengan gambar, chart,
atau video.
Manfaatkan fitur pada software untuk memperkuat pesan sebab fungsi slide adalah alat bantu
visual untuk memperkuat komunikasi Anda secara verbal.
Anda tidak perlu memasukkan penjelasan (yang sebenarnya bisa Anda jelaskan sendiri) ke dalam
slide. Jika Anda memasukkan semuanya kedalam slide, lalu untuk apa Anda presentasi?
5. Satu Slide Satu Pesan
Slide yang efektif adalah slide yang berfokus menampilkan satu pesan. Jangan mencampur lebih
dari satu pesan karena jika hal itu terjadi maka dosen penguji akan kesulitan memahami pesan
yang ingin Anda sampaikan.
Dengan aturan satu slide satu pesan maka slide Anda akan efektif, kuat secara pesan, dan kuat
secara visual.
Prinsip inti dari slide yang sederhana (simple) adalah ketika Anda bisa menampilkan satu slide
satu pesan.
seperti kata Albert Einstein:
Jika Anda tidak dapat menjelaskannya dengan sederhana, Anda belum benar-benar
memahaminya.
Jadi pahami terlebih dahulu materi yang akan Anda sampaikan lalu tampilkan secara sederhana.
Sebagai contoh aplikasi dari slide yang simple perhatikan slide presentasi berikut ini:

>>> Clarity
Seperti yang sering saya katakan:
Sederhana saja tidak cukup, harus ada kejelasan pesan dalam setiap slide yang Anda sampaikan.
Clarity bisa diartikan sebagai kejelasan pesan yang Anda sampaikan di setiap slide. Jangan
biarkan audiens memiliki persepsi yang berbeda dengan yang Anda inginkan.
Perjelas apa yang Anda inginkan dalam setiap slide sehingga audiens tidak perlu lagi
memikirkan atau membayangkan hal di luar pemahaman Anda.

Sedangkan untuk memberi kejelasan pesan ketika menampilkan slide dalam bentuk diagram,
tabel, dan sejenisnya maka perkuat pesan utama (data) yang ingin Anda tonjolkan.
Misalnya dengan menggunakan warna, bentuk, atau jenis font yang berbeda dan kontras. Dengan
demikian audiens tidak perlu mencerna informasi yang tidak penting.
Ada beberapa aturan yang bisa Anda gunakan dalam memberikan kejelasan pesan di setiap slide.
1. Clear
Slide Anda harus bersih dari hal-hal yang mengganggu. Buang item yang tidak diperlukan,
berfokuslah pada pesan yang disampaikan.
Jika item yang Anda masukkan ke dalam slide tidak menunjang pesan yang Anda sampaikan
maka jangan dimasukkan.
Ketika memilih gambar maka pilihlah gambar yang clear artinya tidak terlalu banyak item di
dalamnya, kemudian perjelas dengan kalimat penjelas sehingga pesan semakin kuat.
2. Space
Jarak yang optimal akan membuat tampilan slide menjadi lebih mudah terbaca dan lebih
memukau. Perhatikan jarak antara teks, juga antara teks dengan gambar.
Bukan asal meletakkan tapi perhatikan juga apakah mudah dibaca atau malah menyulitkan
audiens.

Banyak orang yang tidak memperhatikan space sehingga mereka menaruh teks terlalu ke bawah,
ke atas atau ke samping.
Hal ini jelas menyulitkan audiens untuk membaca dan bisa jadi ketika resolusi antara laptop dan
proyektor LCD tidak sesuai maka slide Anda akan terpotong.
3. Repetition
Teknik repetition adalah teknik pengulangan pada desain slide yang berfungsi untuk membuat
dosen penguji ingat pada materi yang disampaikan.
Teknik ini juga menciptakan harmonisasi pada slide presentasi sehingga terlihat lebih natural.
Saya juga menggunakan teknik repetition untuk memberikan keterikatan antar-pokok
bahasan/bab/poin yang dibahas dalam presentasi sehingga tanpa saya perlu menjelaskan, dosen
penguji telah memahami bahwa mereka sedang memasuki pokok bahasan/ bab/poin yang baru.
Anda bisa membuat repetition dengan memberi shape, warna, atau jenis font yang sama sehingga
tercipta pola pada slide Anda.
Untuk detail teknik repetition silahkan baca disini

>>> Visual
Selain sederhana dan memiliki kejernihan, slide yang baik juga harus memiliki kesan visual yang
kuat. Seperti yang pernah saya bahas, slide adalah alat bantu visual sehingga harus bisa
memuaskan secara visual.

Slide yang tepat dan memiliki kekuatan visual bersifat persuasif, artinya slide tersebut bisa
memengaruhi perasanan audiens.
Menjadikan audiens bersemangat, berpikir, gembira, terharu, menangis, bahkan sampai
mengambil keputusan untuk memberikan nilai terbaik untuk Anda.
Apa yang tidak bisa Anda komunikasikan secara verbal dapat disampaikan dengan baik dengan
slide yang visual.
Agar slide Anda bisa menjadi alat bantu komunikasi visual, di bawah ini ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan:
1. Mencerminkan Pesan
Slide Anda harus mampu mencerminkan pesan yang ingin disampaikan. Jika menggunakan
gambar maka gambar tersebut harus bisa menceritakan pesan Anda.
2. Memanjakan mata
Karena slide merupakan alat bantu komunikasi visual, maka slide harus menarik untuk dilihat
dan mampu membuat dosen penguji bergairah untuk memahami presentasi Anda.
3. Menarik Emosi
Slide yang visual harus mampu menarik emosi seolah- olah apa yang dilihat audiens itu benarbenar nyata, misalnya slide Anda mampu bercerita tentang kondisi/ produk/ jasa atau
sejenisnya kepada dosen penguji.
Slide adalah alat bantu visual sehingga wajib menarik secara visual. Visual bukan hanya berarti
sekadar menampilkan gambar.
Tapi ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan, di antaranya tipografi, perpaduan warna,
pemakaian gambar, mendandani tabel dan diagram, editing audio/video sampai animasi.
Ketiga hal ini: simple, clarity, dan visual harus menjadi identitas slide Anda sehingga slide yang
Anda desain bisa benar-benar maksimal seperti contoh berikut ini:

slide di atas adalah contoh template slide powepoint yang menggunakan pendekatan desain
dengan mengoptimalkan tipografi, perpaduan warna, pemakaian gambar, tabel dan diagram
sampai animasi.
Tapi saya sadar tugas mahasiswa tidak hanya mendesain slide presentasi untuk sidang
skripsi, Anda harus fokus juga menyempurnakan dan mendalami isi skripsi. Belum lagi
disibukkan dengan kegiatan yang lain.
Bagi Anda yang masih bingung atau tidak punya waktu untuk mendesain slide presentasi skripsi,
tugas akhir atau presentasi tesis maka saran terbaik dari saya, Anda bisa menggunakan template
slide powerpoint.
Tapi ingat template itu hanya sebuah alat, artinya sebagus apapun alat jika Anda tidak bisa
menggunakannya dengan baik maka hasilnya tidak akan maksimal.
Sebelum menggunakan tempalte maka pelajari dulu cara mendesain slide presentasi skripsi yang
baik (bisa lewat buku, artikel, video) sehingga pekerjaan Anda akan jadi lebih mudah dan cepat.
Kenapa harus template?
Menggunakan template presentasi yang baik adalah salah satu cara yang bisa Anda pakai untuk
mendapatkan tampilan slide presentasi yang terlihat lebih profesional & bisa menambah nilai
plus+ saat sidang skripsi.
Penggunaanya juga relatif lebih mudah & tidak memakan banyak waktu, dengan menggunakan
template presentasi yang baik akan menjadikan presentasi skripsi Anda menjadi lebih efektif dan
bisa membuat dosen penguji terkesan.