Anda di halaman 1dari 5

KULIT

Kulit merupakan lapisan tipis yang menutupi permukaan tubuh. Kulit sebagai alat pengeluaran,
mampu mengeluarkan zat sisa tubuh dalam bentuk keringat. Keringat biasanya muncul karena
kita melakukan kegiatan yang mengeluarkan banyak energi dan dalam keadaan suhu panas.
Fisiologi Kulit
Jaras reseptor kulit berada di dalam kulit. Jaras visceral berhuungan dengan persepsi keadaan
intern. Pada organ sensorik kulit terdapat empat jaras, yaitu rasa raba/tekan, panas, dan rasa
sakit.
a. Modalitas rasa kulit
Rasa mekanik, suhu dan rasa nyeri berbeda dengan alat indra lain yang reseptornya
tergabung dalam satu atau dua organ tertentu. Serat aferen tidak membentuk berkas saraf
khusus tetapi tersebar pada banyak saraf perifer dan jaringan saraf di pusat dengan
demikian modalitas rasa ini tidak membentuk alat indra tertentu yng khas.
b. Rasa mekanik
Beberapa modalitas (kualitas)rasa tekan,rasa raba, rasa getar, dan rasa geli berada disetiap
bagian tubuh tertentu. Hal ini merupakan manifestasi adanya reseptor tekan pada kulit
dibawahnya.
1. Ambang diskriminasi spasial (ADS), merupakan kemampuan untuk membedakan
dua titik berdekatan sebagai titik yang terpisah, yaitu ambang deskriminasi spasial
suksetif (pengganti)dan ambang deskriminasi simultan
2. Reseptor raba, merupakan pengindra yang kecepatan dan reseptor akar rambut bila
punggung tangan diraba akan timbul rasa raba
3. Reseptor getar, rangsangan berbentuk gelombang siku yang kuatnya sama dan
beberapa kali lebih kuat dari rangsangan ambang , menghasilkan satu implus saja dan
reseptor ini sangat cepat beradaptasi.
4. Reseptor geli, melalui ujung saraf bebas yang merupakan ujung saraf pengindra ,
ambang rangsangan hanya dapat mengetahui adanya rangsangan untuk reseptor.
c. Rasa suhu
Kulit mempunyai dua sub modalitas yaitu rasa dingin dan rasa panas. . reseptor ini
berfungsi mengindra rasa dingin atau panas dan reflek pengaturan suhu tubuh. Reseptor
ini dibantu oleh reseptor dalam system saraf pusat, dengan pengukuran waktu reaksi
dapat dinyatakan kecepatan rasa dingin lebih cepat di bandingkan kecepatan hantaran
rasa panas.

Sifar reseptor sushu :


1. Selalu mengeluarkan implus pada suhu kulit yang konstan dan ferkuensinya
bergantung pada suhu kulit itu sendiri.
2. Pada penurunan/peninkatan suhu akan terjadi perubahan frekuensi implus
3. Tidak peka terhadap rangsangan lain
4. Ambang rangsang sesuai dengan kepekaan rasa suhu manusia terhadap rangsangan
suhu kulit.
5. Mempunyai daerah reseptif yang sempit .
d. Rasa nyeri
Rasa nyeri ditimbulkan oleh rangsangan yang merusak. Rasa ini berfungsi melindungi
dan mencegah kerusakan lebih lanjut dari jaringan yang terkena. Pada otot jantung yang
mengalami iskemia, nosiseptor (reseptor rasa nyeri) akan terangsang untuk menimbulkan
rasa nyeri yang disebut angina pectoris. Reseptor nyeri peka terhadap rangsangan yang
kuat sehingga terjadi nyeri viseral yang disebut kolik.
e. Rasa gatal
Rasa gatal merupakan bentuk khusus rasa nyeri yang timbul pada kondisi perangsangan
tertentu. Rangsangan semakin kuat saat rasa gatl yang timbul dig anti dengan rasa nyeri.
Bila rangsangan mencapai intensitas yang tinggi maka rasa gatal yang dialami dapat
hilang. Reseptor gatal terletak pada kulit permukaan , sedangkan receptor nyeri terdapat
lebih dalam dari kulit.
Fungsi Kulit
a. Fungsi Termogulasi
Panas tubuh dihasilkan dari aktivitas metabolic dan pergerakan otot. Panas seperti ini
dikeluarkan atau suhu tubuh akan naik diatas batas normal.penegeluaran panas melalui
kulit berlangsung melalui proses evaporasi air (perubahan molekul air) yang disekresi
oleh kelenjar keringat dan juga melalui proses perspirasi (sekresi keringat), difusi
molekul air melalui kulit.
Retensi panas adalah salah satu fungsi dari kulit dan jaringan adipose dalam lapisan
subkutan. Dalam pengaturan suhu tubuh kulit berperan mengeluarkan keringat dan
kontraksi otot dengan pembuluh darah kuit. Kulit kaya akan pembulh darah sehingga
memungkinkan kulit mendapat nutrisi yang cukup baik.
b. Fungsi proteksi
Kulit menjaga bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisis (misalnya, gesekan, tarikan,
gangguan kimiawi)yang dapat menimbulkan iritasi, gangguan panas (misalnya, radiasi,

sinar ultraviolet, dan infeksi dari luar, bakteri jamur). Proteksi rangsangan kimia karena
stratum korneum yang impermeabelterhadap zat kimia dan air.
c. Fungsi absorpsi
Kulit yang sehat tidak mudah menyerap air dan larut tetapi caira yang mudah menguap
lebih mudah diserap. Permeabilitas kulit terhadap oksigen, karbon dioksida dan uap air
memungkinkan kulit ikut mengambil bagian pada fungsi respirasi. Kemampuan absorpsi
kulit mempengaruhi tebal atau tipisnya kulit, hidrasi, kelembapan, dan metabolism.
Penyerapan terjadi melalui celah antara sel, menembus sel-sel epidermis, dan saluran
kelenjar.
d. Fungsi eksresi
Kelenjar kulit mengeluarkan zat yang tidak berguna (zat sisa metabolisme) dalam tubuh
berupa NaCl, urea, asam urat, dan ammonia. Lapisan sebum berguna untuk melindungi
kulit karena lapisan sebum mengandung minyak untuk melindungi kulit, menahan air
yang berlebihan sehingga kulit tidak menjadi kering. Produksi kelenjar lemak dan
keringat menyebabkankeasaman pada kulit.
e. Fungsi persepsi
Kult mengandung ujung-ujung saraf sensorik didermis dan subkutis untuk merangsang
panas yang diterima oleh dermis dan subkutis. Sedangkan untuk rangsangan dingin
didermis. Perbedaaan dirasakan oleh papilla dermis markel renvier yang terletak pada
dermis, sedangkan tekanan dirasakan oleh epidermis serabut saraf sensorik yang lebih
banyak jumlahnya didaerah erotic.
f. Fungsi pembentukan pigmen
Melanosit pembentuk warna kulit. Enzim melanosom dibentuk alat golgi dengan bantuan
tiroksinasi yang meningkatkan metabolism sel, ion Cu, dan oksigen. Warna kulit tidak
selamanya dipengaruhi oleh pigmen kulit melainkn juga oleh tebal atau tipisnya kulit.
g. Fungsi keratinasi
Sel basah akan berpindah keatasa dan berubah bentuk menjadi sel spinosum. Makin ke
atas sel ini semakin gepeng dan bergranula menjadi sel granulosum. Keratinosit melalui
proses sintesis dan generasi menjadi lapisan tanduk yang berlangsung kira-kira 14-21
hari. Keratin member perlindungan kulit terhadap infeksi melalui mekanisme fisiologis.
h. Fungsi pembentukan vitamin D
Pembentukan vitamin D berlangsung dengan mengubah dihidroksi kolestrol dengan
pertolongan sinar matahari. Kebutuhan vitamin D tidak cukup hanya dari proses tersebut,
pemberian vitamin D sistemik masih tetap diperlukan.

Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu
pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera
pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. Lidah juga turut membantu
dalam tindakan bicara.Juga membantu membolak balik makanan dalam mulut.
Fisiologi pengecapan (lidah)
Pengecapan merupakan keadaan umum yang sangat berperan pada persepsi makanan
melalui deteksi oleh indra pengecap dalam rongga mulut dan adanya elemen-elemen
dalam makanan yang merangsang ujung-ujung saraf yang sangat brperan pada
pengecapan. Senyawa pahit dikecap pada dorsum lingua, senyawa asam sepanjang tepi
lidah, senyawa manis pada ujung lidah dan senyawa asin pada dorsum di anterior. Hasil
penelitian menunjukan bahwa sejumlah tunas pengecapan hanya berespon terhadap
rangsangan pahit, sedangkan tunas pengecapan lain berespon terhadap rangsangan rasa :
1. Rasa asam disebabkan oleh asam dan intensitas dari sensari rasa hamper sebanding
dengan logaritma dari konsentrasi ion hydrogen yaitu makin asam.
2. Rasa asin, kualitas rasa berbeda beda antara garam yang satu dan garam yang lain.
Garam membentuk sensasi rasa yang lain selain rasa asin. Kation dari garam berperan
membentuk rasa asin anion.
3. Rasa manis, tidak dibentuk oleh satu golongan kelas subtansi kimia saja. Ada
beberapa tipe sunstansi kimia yang menyebabkan rasa manis, misalnya gula, glikol,
aldehid, keton, amida, dan asam amino.
4. Rasa pahit, suntansi yang membentuk rasa pahit hamper seluruhnya merupakan
subtansi organic.
Sel reseptor berespon terhadap senyawa yang dilarutkan di dalam cairan mulut.
Senyawa ini bekerja atas mikrovili yang terpapar didalam pori pengecapan,
membentuk potensial aksi didalam neuro sensorik. Rangsangan garam
nendepolarisasi sel reseptor asin melalui aliran masuk Na+, melalui saluran natrium
amiloid. Cita rasa asam mendepolarisasi sel reseptor melalui penghambatan H+ atas
saluran K+. senyawa yang mengecap pahit terikat pada reseptor membrane dan
mengaktivasi fosfolipase C dengan akibat peningkatan dalam intra sel dan melepas
Ca+ dari reticulum endoplasma.
Senyawa yang bercita rasa manis terikat pada reseptor membrane melalui glutation
siklase (GS) mengaktivasi adenilatsiklase dengan akibat meningkatkan AMP siklik

intra sel AMP (adenosine monofosfat) siklik, bekerja melalui proteinkinase A untuk
mengurangi kondukstan K+ dengan memfosfolarilasi (masuknya gugus fosfat ke
dalam senyawa organik) saluran K+. rangsangan adekuat pada reseptor kecap adalah
rangsangan kimia, partikel zat yang dapat membangkitkan rasa kecap bergabung
dengan salah satu molekul reseptor yang terdapat pada permukaan mikrovili sel
pengecap.hingga kini belum jelas kekhususan yang terletak pada molekul reseptor
atau sel reseptor maupun serat aferen. Dengan cara tersebut hanya dapat diketahui
bahwa tiap serat aferen mempunyai sel reseptor, mempunyai profil kecap tertentu
terhadap rangsangan kecap rasa kecap dasar yang masing-masing berbeda. Rangsang
pengecapan, terutama rasa asam menginduksi terjadinya salvias. Melalui reflex,
implus dari traktus solitaries merangsang pusat salvias dibatang otak menyebabkan
reflex peningkatan sekresi kelenjar saliva dan sekresi liur lambung oleh reflex
pengecapan. Susunan liur pencernaan dapat di pengaruhi oleh jenis zat yang
merangsang reseptor kecap.