Anda di halaman 1dari 2

BEDAH BUKU

BAGAIMANA MEMOTIVASI ANAK BELAJAR


Stop and Think Learning
Karya : Lindy Petersen
Kami kelompok II memulai bedah buku ini dari gambaran umum, yaitu :
Tampilan :
Bahasa :
Isi :
Cara penulis mengangkat topic
Untuk itu, saya akan mencoba membahas bab-perbab dan memberi masukan
atau saran-saran perbaikan.
BAB I : Segelas Cocktail Bernama KELAS
Bab ini memberikan gambaran tentang bagaimana seorang guru
dihadapkan pada suatu kelas dengan lebih kurang 30 murid dengan berbagai
jenis kepribadian, potensi, latar belakang kehidupan, serta masalah belajar.
Sebaiknya latar belakang yang digambarkan lebih jelas dan lebih mendukung
mengenai masalah belajar si anak. Pada bab ini memberikan contoh pada 5
orang anak dengan permasalahan belajarnya namun menurut kami contoh yang
diberikan kurang representative karena anak-anak dalam contoh tersebut hampir
memiliki tingkat kecerdasan yang sama. Mengenai memotivasi anak belajar juga
sangat berhubungan erat dengan aneka ragam kepribadian, selera, serta
berbagai cara/resep bagaimana para guru mengajar namun pada bab ini tidak
dibahas mengenai hal tersebut.
BAB 2 : Motivasi Belajar
Pada bab ini ada membahas sedikit mengenai variabel perilaku namun
tidak menjelaskan secara rinci sementara prilaku dapat mencerminkan adanya
tekanan yang menimpa anak waktu di rumah atau selama di tempat bermain
dan dibawa ke dalam kelas dalam jumlah yang tak terhitung. Dan hal ini
berkaitan erat dengan gejala psikologi anak jadi ada baiknya dibahas juga
mengenai tumbuh kembang anak yang berkaitan dengan psikologi anak.
Program belajar individu STOP THINK DO yang digunakan untuk mendorong
motivasi individu dan perencanaan belajar sebagaimana dibahas
sangat
tergantung pada kepribadian seorang anak. Tidak semua anak mau
mengungkapkan permasalahan pribadinya secara terbuka, lengkap dan jujur.
BAB 3 : Program Proaktif
Pada bab ini menceritakan 5 orang anak yang mengalami masalah belajar
sebagai contoh namun menurut kelompok kami contoh tersebut belum
representative untuk permasalahan yang ada di lapangan. Pada contoh-contoh
yang diberikan semua anak mau diajak bekerjasama dalam hal mengungkapkan
bagaimana perasaan dan permasalahannya, bagaimana tentang anak yang
sangat pendiam tidak ada digambarkan ataupun dibahas. Pada Metode Stop
Think Do, untuk tahap stop ada Identifikasi Masalah sebaiknya ada tambahan
formulir mengenai tahap perkembangan psikologi juga karena hal ini sangat
berkaitan erat dengan prilaku seorang anak.
BAB 4 : SELERA PRIBADI
Pada bab ini memberikan gambaran pandangan pribadi penulis tentang
masalah signifikan yang dialami anak dalam proses belajar, yang meliputi
kesulitan disklesia,ketidakmampuan memusatkan perhatian,serta anak berbakat
yang tidak berhasil mencapai prestasi.bab ini juga membahas tentang efek
kemajuan belajar pada anak-anak dengan tipe pribadi yang khas, yaitu pribadi

yang mandiri dan kuat.selanjutnya disajikan pula pembahasan tentang anak


yang mengalami gangguan pengembangan kepribadian yang mencakup bidang
yang sangat luas,seperti sindrom asperger yang secara signifikan mempengaruhi
kemampuan anak untuk berinteraksi dan bergaul dalam konteks kelompok
social.dalam bab ini juga dibahas pemanfaatan model/metode STOP THINK DO
sebagai kerangka remediasi, dan bukan sekedar program remediasi bagi anak
yang memerlukan penanganan khusus.
BAB 5 : KEMAMPUAN BELAJAR DAN BERGAUL
Menyajikan penerapan model/metode STOP THINKING DO untuk
memperbaiki hubungan sosial di dalam kelas,sekaligus meningkatkan motivasi
anak untuk belajar di dalam kelas.pada bab ini disajikan data riset tentang
keberhasilan pendekatan ini mengembangkan hubungan yang positif di sekolahsekolah. Dengan menekankan adanya keterkaitan antara keberhasilan dalam
belajar dengan terbinanya hubungan yang baik di dalam kelas, ,metode STOP
THINK DO dapat digunakan oleh suatu kelompok kecil, tanpa memmandang
jumlah peserta maupun tujuannya.