Anda di halaman 1dari 4

antibiotik yang ekstensif tidak dapat dihindarkan.

Contoh lain adalah bahwa infeksi bayi lair


yang didapat selama persalinan vaginal adalah suatu hal yang tidak dapat dihindarkan atau
diatasi ,sehingga seharusnya tidak dimasukkan dalam infeksi nosokomial, namun seperti
ditulis di atas bahwa infeksi semacam (contoh,bakterimia oleh streptokokus grup B dengan
inkubasi cepat) itu termasuk infeksi nosokomial yang didapat dari ibu. Informasi ini harus
disampaikan kepada kebidanan untuk diberikan strategi intervensinya.
2. defenisi yang dipakai pada surveilens infeksi nosokomial tidak dimaksudkan untuk dipakai
sebagai dasar pemberian terapi.Beberapa infeksi yang sesungguhnya terjadi mungkin saja
terlewatkan sedang beberapa lainnya sesungguhnya bukan infeksi ikut tercatat sebagai
infeksi.
Defenisi-defenisi infeksi nosokomial terperinci dapat dilihat di halaman lampiran
B.Jaringan Surveilans Infeksi Nosokomial

Jejaring Surveilans Infeksi Nosokomial terdiri dari :


1.
2.
3.
4.
5.

Rumah sakit-rumah sakit,terutamaTim Pandalin


Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
Dinas Kesehatan Propinsi
Ditjen PPM&PL Depkes RI
Ditjen YanMedik Depkes RI
Skema Jejaring Surveilans Infeksi Nosokomial :
Rumah Sakit
Pemerintah/Swasta

Dinkes Kab/Kota

Ditjen Yanmedik

Dinkes Propinsi

Ditjen PM&PL
= Umpan balik
= Jemput bola

V.Pelaksanaan Surveilans Infeksi Nosokomial

Langkah-langkah yang dalam pelaksanaan surveilans infeksi nosokomial :


1.
2.
3.
4.
5.

Identifikasi masalah infeksi nosokomial


Pengumpulan data
Pengolahan dan penyajian data
Analisa dan Interpresentasi data
Pelaporan dan Penyebarluasan Informasi

Pada awal pelaksanaan surveilans hendaknya semua langkah di atas dikerjakan, jika
surveilans sudah berjalan rutin yang dikerjakan adalah langkah 4-6, namun bila surveilans
tidak berjalan sebagaimana diharapkan mulai dari langkah pertama.
Disarankan agar kegiatan surveilans didahului oleh pembentukan Panitia Pengendalian
Infeksi Nosokomial (Panitia PIN)
A. Identifikasi Masalah Infeksi Nosokomial
Beberapa sumber yang dapat digunakan untuk identifikasi masalah infeksi
nosokomial antara lain adalah :
1. Laporan personel rumah sakit bersangkutan
2. Pengalaman rumah sakit lain
3. Tinjauan literature
4. Melakukan kajian atau pengumpulan data dasar
Pengumpulan data dasar infeksi nosokomial dilakukan dengan studi
retrospektif,prospektif selama kurang lebih tiga bulan atau survey point prevelans
dan lain lain, yang dilakukan oleh pelaksana surveilans dan anggota tim lain
Pengumpulan data dasar dapat dilakukan di seluruh rumah sakit,tetapi untuk
praktisnya dianjurkan untuk mengumpulkan data dasar di ruang perawatan
bedah,penyakit dalam, kebidanan &kandungan ICU.
Langkah selanjutnya adalah:
1. Menghitung angka infeksi nosokomial (insidens atau prevalens rate), misalnya
Insidens Rate infeksi nosokomial di Rs XY tahun 2003, rata-rata =10% di
mana proporsi ILO: 35%, ISK: 35%,Fleblitis : 20% dan Pneeumonia: 10%
2. Menyusun rencana pendanaan program pengendalian infeksi nosokomial
termasuk dana kegiatan surveilans (alat bahan, biaya pertemuan dan insentif
pelaksana)
B. Pengumpulan Data
Hal-hal yang perlu direncanakan adalah:
a. Menentukan jenis surveilens yang akan dilaksanakan:
Pelaksanaan surveilans dan Tim PIN bersama-sama jenis surveilans yang akan
dilakukan,dengan mempertimbangkan waktu, tenaga dan visi-visi rumah sakit
b. Menentukan defenisi populasi pasien berdasarkan jenis pelayanan/ruang rawat
(misal Bedah, Penyakit Dalam,dan lain-lain), faktor resiko (misal pasien denagn
operasi bersih,pemasangan kateter menetap, dan lain-lain)
Contoh: surveilans rutin untuk seluruh jenis infeksi nosokomial dilakukan di
ruang perawatan tertentu saja misalnya penykit dalm, bedah,anak serta kebidan
dan kandungan

c. Menetapkan defenisi infeksi nosokomial yang akan digunakan (defenisi-defenisi


terlampir)
d. Menentukan data spesifik yang akan dikumpulkan
Data yang dikumpulkan diusahakan seminimal mungkin namun mencapai tujuan
e. Menentukan kapan data akan dikumpulkan
Sebaiknya data dikumpulkan saat pasien masih berada di rumah sakit karena
setelah pulang dat sulit dikumpulkan,sedangkan frekuensi pengumpulan data
tergantung pada jumlah pasien,lama hari rawat rata-rata dan karakteristik populasi
pasien
f. Menentukan siapa pengumpul data
Pengalaman di negara maju, suatu pengendalian infeksi nosokomial yang efektif
dan efisien adalah menggunakan perawat sebagai pelaksana pengendalian infeksi
nosokomial termasuk surveilans yang disebut Infection Control Nurse (ICN).
Pelaksana surveilans IN adalah anggota Panitia PIN yang menduduki posisi kunci
dalam pengendalian IN karena sebagai pelaksana surveilans dia memiliki
informasi tentang besarnya masalah IN, faktor resiko dan masalah lain yang
berkaitan dengan kinerja staf rumah sakit dalam pelaksanaan kewspadaan
universal dan aspek lain yang berkaitan dengan pencegahan infeksi
g. Formulir pengumpulan data
1. Rutin: memuat data minimal yang dibutuhkan dan mudah mengisinya .
Contoh formulir pengumpulan data rutin IN terlampir
2. KLB : memuat data tambahan yang dibutuhkan untuk investigasi KLB yaaitu
yang berkaitan dengan sumber penularan, cara penularan dan aspek lain yang
diperlukan untuk penanggulangan atau memutuskan rantai penularan.
Setelah perencanaan di atas siap, sosialisasikan seluruh aspek kegiatan
pengendalain IN kepada seluruh staf ruangan dan staf terkait lainnya.
Data yang dikumpulkan berasal dari :
1.
2.
3.
4.

Laporan laboratorium
Catatan/status pasien
Kunjungan pasien
Laporan personil rumah sakit
Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengumpulan data adalah :
a. Siapkan buku pedoman surveilans /defenisi IN sebagai rujukan penentuan
IN

b. Siapkan semua formulir pengumpulan data yang dibutuhkan :


-

Daftar isian
Check list proses penerapan kewaspadaan universal (lihat lampiran
daftar tilik pengendalian infeksi)
Buku catatn untuk mencatat temuan di ruangan yang berkaitan denag
pengendalian IN

c. Lakukan kunjungan ruanagn


d. Cari indikasi adanya IN dengan melakukan telaah/kajian laporan
laboratorium
e. Jika ada pasien IN catat pada daftar pasien
f. Lakukan pengecekan apakah pasien IN sebelumnya (kalau ada) sudah
sembuh atau belum
g. Sambil melakukan kunjungan ruangan perhatikan apakah ada staf baik
perawat, dokter maupun keluarga pasien yang tidak melakukan standar
pengecekan infeksi dengan benar, jika ada catat pada formulir check list
penerapan prosedur kewaspadaan universal
h. Sewaktu-waktu lakukan wawancara /diskusi dengan perawat ruangan
tentang ketersediaan fasilitas untuk tindakan pencegahan IN
C. Pengolahan dan Penyajian Data
a. Pengolahan Data
1) Tujuan : untuk memberi informasi yang berguna bagi strategi pengendalian
IN,konsolidai serta validai data, juga memudahkan penyajian data
2) Sarana : software computer atau manual jika tidak ada computer
3) Menghitung besar masalah IN
Contoh :
Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang
Ruang : Anak
Bulan : 2004
Jumlah pasien keluar : 802
Jenis IN
ILO (Kontaminasi)
ISK
Pneumonia
Flebitis
Lain-lain
Total

Jumlah
2
2
4

Dari tabel di atas dapat dihitung besar masalah IN di Ruang Anak Rs


Mohammad Hoesin pada bulan Mei 2004 adalah :
1. Total insiden rate (IR) IN = X/YxK
= 4/802x 100%
= 0,5%
2. IR Spesifik