Anda di halaman 1dari 12

3.1.5.

Kapasitas Produksi dan Sistem Pengendalian Persediaan


Kapasitas produksi PT. Kharisma Cakranusa Rubber Industry adalah

3.000kg/hari. Sistem pengendalian persediaan pada PT. Kharisma Cakranusa


Rubber Industry adalah sistem Make to Order yaitu karetCompound dan precured
Liner akan diproduksi sesuai dengan apa yang dipesan dengan konsumen atau
pelanggan.
3.2.

Mesin dan Peralatan

3.2.1.

Mesin Produksi
Pada PT. Kharisma Cakranusa Rubber Industrymesin-mesin yang

digunakan untuk proses pembuatan Karet Compound dan precured Lineradalah


sebagai berikut:
1. Mesin External Rubber Mixer
Spesifikasi dan gambar mesin External Rubber Mixer dapat dilihat pada Tabel
3.2.
Tabel 3.2. Spesifikasi Mesin External Rubber Mixer
Spesifikasi
Kapasitas
Power
Tegangan
Jumlah
Fungsi

Keterangan
180 Kg/Jam
37kW
380V 3 fasa
4 buah
Mengiling Bahan Baku menjadi satu dan menjadi lembaran

Sumber : http://cnqdxiangjie.en.alibaba.com

2. Mesin Internal Rubber Mixer


Spesifikasi dan gambar mesin Internal Rubber Mixer dapat dilihat pada Tabel
3.3.

Tabel 3.3. Spesifikasi Mesin Internal Rubber Mixer


Spesifikasi

Keterangan

Kapasitas
Tenaga
Tegangan
Frekuensi
Jumlah
Fungsi

350 Kg/Jam
55 kW
660V 3 fasa
50 hz
2 buah
Mengiling Bahan Baku dan bahan tambahan menjadi satu

Sumber : http://cnqdxiangjie.en.alibaba.com

3. Mesin Shredder
Spesifikasi dan gambar mesin Shredder dapat dilihat pada Tabel 3.4.
Tabel 3.4. Spesifikasi Mesin Shredder
Spesifikasi
Kapasitas
Power
Tegangan
Frekuensi
Jumlah
Fungsi

Keterangan
2000 Kg/Jam
130 kW
380V 3 fasa
50 hz
1 buah
Memperpanjang dan menyesuaikan ukuran lembaran karet.

Sumber : http://cnqdxiangjie.en.alibaba.com

4. Mesin Press
Spesifikasi dan gambar mesin Press dapat dilihat pada Tabel 3.5.
Tabel 3.5. Spesifikasi Mesin Press
Spesifikasi
Berat
Tenaga
Jumlah
Fungsi

Keterangan
135.000 Kg
44 kW
1 buah
Memberikan pola pada karet Compound

Sumber : http://cnqdxiangjie.en.alibaba.com

3.2.2. Peralatan (Equipment)


Pada PT Kharisma Cakranusa Rubber Industry peralatan yang digunakan
untuk proses pembuatan karet compound dan precured lineradalah sebagai
berikut:
1. Troli dorong
Berguna untuk mengangkat dan memindahkan barang dengan kapasitas
sedikit dan pada jarak yang dekat.

Sumber : PT Kharisma Cakranusa Rubber Industry

Gambar 3.1. Troli Dorong


2. Timbangan
Digunakan sebagai alat untuk mengukur berat dari bahan baku dan produk
yang telah jadi

Sumber : PT Kharisma Cakranusa Rubber Industry

Gambar 3.2. Timbangan

3. Alat Pengoles Tepung Talak


Digunakan sebagai pengoles tepung talak pada lembaran karet compound

Sumber : PT Kharisma Cakranusa Rubber Industry

Gambar 3.3. Pengoles Tepung Talak


4. Alat shredder Karet Compound
Digunakan untuk meratakan bagian-bagian yang melebihi ukuran agar
lebih rapi

Sumber : PT Kharisma Cakranusa Rubber Industry

Gambar 3.4. Shredder Karet Compound


3.2.3. Utilitas
Utilitas yang dipakai pada PT. Kharisma Cakranusa Rubber Industry
adalah :
1. Listrik PLN
Listrik PLN berfungsi sebagai pembangkit listrik untuk memberi tenaga
kepada sebagian mesin dan peralatan lain yang beroperasi di PT Kharisma
Cakranusa Rubber Industry dengan pemakaian 60.000 kvArh sampai 65.000
kvArh atau dengan pengeluaran 60-70 juta rupiah dalam sebulan.

2. Air PDAM
Air PDAM digunakan sebagai bahan tambahan dan juga pengairan pada
fasilitas-fasilitas PT Kharisma Cakranusa Rubber Industry dengan pemakaian
1730m3 atau dengan pengeluaran 4 juta rupiah dalam sebul
3.2.4. Safety and Fire Protection
1

Penerapan safety yang pada awalnya mematuhi undang- undang, saat ini

bagian dari investasi perusahaan untuk meningkatkan kinerja peforma


perusahaannya. Di Indonesia penerapan safety sudah dimulai sejak tahun 1847
ketika mulai dipakainya mesin uap oleh Belanda di berbagai industri gula.
Penerapan Safety K3 di Indonesia dimulai sejak disahkan Undang- undang No.1
tahun 1970 yang resmi diberlakukan tanggal 12 Januari 1970 dan dijadikan
sebagai lahir K3 yang diperingati setiap tahun sebagai bulan K3.
Peran Safety Management tidak lepas dari peran dan tugas lainnya sebagai Fire
Protection Engineering. Di beberapa industri tersebut, pengelolaan aspek Safety
and FireProtection menjadi tugas dan tanggung jawab Departement atau Divisi
khusus yaitu, HSE (Health, Safety, and Environment) dan Fire Brigade menjadi
salah satu unit didalamnya.
Guna melindungi para pekerja, terutama pekerja lapangan sektor
konstruksi dan bangunan dan pertambangan maka ada persyaratan penggunaan
Alat Keselamatan Pribadi (Personal Protective Equipment/ PPE ) yang wajib
tersedia dan digunakan.
PT. Kahrisma Cakranusa Rubber Industri dalam upaya menjaga kesehatan
pekerja maka peusahaan juga memberi tambahan asupan gizi kepada pekerja demi
menjaga kesehatan pekerja, kegiatan ini dilakukan seminggu sekali dan
mengharuskan pekerja menggunakan alat keselamatan pribadi untuk mencegah
adanya kecelakaan kerja yaitu sebagai berikut:
a. Foot Protection (pelindung kaki)
1 http:// www.linked.com/pulse/standar-keselamatan-perlindungan-kerja-mulyadichandra//

Alat pelindung kaki yang digunakan adalah berupa sepatu boot karet.

Sumber: https://www.google.co.id/search?q=safety+shoes&hl=id&biw=1034&bih=575&site

Gambar 3.5. Sepatu kulit


b.

Head Protection (alat pelindung kepala)


Alat pelindung kepala yang digunakan adalah helm.

Sumber: https://www.google.co.id/search?q=safety+shoes&biw =helm+proyek

Gambar 3.6. Helm


c.

Hearing Protection (alat pelindung telinga)


Alat pelindung telinga yang digunakan adalah earmuff dan earplug. Alat
pelindung telinga ini digunakan oleh pekerja yang berada di dekat mesin
parut yang memiliki intensitas kebisingan yang cukup tinggi.

Sumber: https://www.google.co.id/ =earmuff&imgrc=-sXMgWhVkJnPiM%3A

Gambar 3.7. Earmuff


d. Respitory Protection (alat pelindung pernapasan)
Alat pelindung pernapasan yang digunakan adalah masker yang akan
melindungi pekera dari debu yang dihasilkan olahan karet.

Sumber: https://www.google.co.id/search?q=masker&biw=1366&bih=643&s//

Gambar 3.8. Masker

e.

Alat Pelindung Tangan dan Jari-jari (Hand Gloves)


Alat pelindung tangan ini paling banyak digunakan, karena kecelakaan yang
paling banyak terjadi pada tangan dari keseluruhan kecelakaan yang ada.

Sumber: http://mandirikaryateknindo.co.id/ /alat-pelindung-diri-apd/alat-pelindung-diri-apd

Gambar 3.9. Sarung Tangan

f.

Alat Pelindung Mata ( Eye Protector)


Alat pelindung mata digunakan untuk melindungi mata dari kemungkinan
kontak dengan bahaya karena percikan atau kemasukan debu-debu, gasgas, uap, cairan korosif, partikel-partikel melayang atau terkena radiasi
gelombang elektromagnetik.

Sumber: http://mandirikaryateknindo.co.id/ /alat-pelindung-diri-apd/alat-pelindung-diri-apd

Gambar 3.10. Kacamata


Fire Protection yang dilakukan oleh perusahaan adalah dengan
menyediakan alat pemadam api ringan (APAR). Alat ini digunakan sendiri oleh
pekerja. Perusahaan juga melakukan pelatihan penggunaan APAR kepada seluruh
pekerja agar ketika adanya kebakaran ringan di lokasi kerja pekerja dapat

langsung memadamkan api. Pelatihan ini dilakukan setiap setahun sekali yang
bertanggung jawab dalam pelatihan ini adalah ahli K3 perusahaan. Setiap pekerja
yang akan dilatih dalam penggunaan APAR akan dilatih oleh pekerja yang telah
mengikuti pelatihan penggunaan APAR sebelumnya.

Sumber: https://www.google.co.id/search =APAR&imgrc=lJt89FnwKBGYjM%3A

Gambar 3.11. Alat Pemadam Api Ringan (APAR)


Selain pelatihan penggunaan APAR, perusahaan juga membuat tanda
jalur evakuasi untuk memudahkan dan membimbing pekerja keluar dari lokasi
kerja dan berkumpul pada titik kumpul evakuasi.
3.2.5.

Unit Pengolahan Limbah


PT. Kharisma Cakranusa Rubber Industri dalam mengolah limbah karet

yang dihasilkan selama proses produksi limbahnya dalam suatu gudang yang
ditujukan untuk gudang penyimpanan sementara dari limbah. Di dalam gudang
penyimpanan yang disimpan adalah limbah B3 yang merupakan limbah yang
berbahaya. PT. Kahrisma Cakranusa Rubber Industri menghasilkan limbah padat,
cair dan gas.
a. Limbah padat
Limbah padat yang dihasilkan berupa plastik bekas pembungkus compound,
drum bekas minyak, masker yang tidak dipakai lagi dan safety shoes yang
telah rusak, kain majun bekas, lampu TL yang telah rusak, galon, baterai aki
dan kaleng.
b. Limbah cair

Limbah cair yang dihasilkan berupa oli kotor.


c. Limbah gas
Limbah gas yang dihasilkan berupa asap hitam dari proses yang dilakukan
pada mesin internal mixer dan dari mesin boiler.

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1.

Sistem Perawatan
Perawatan merupakan hal yang tidak dapat diabaikan perlakuannya.

Tujuan dari perwatan sendiri adalah untuk memperpanjang usa kegunaan aset yatu
setiap bagian dari suatu tempat kerja, bangunan dan isinya. Perawatan yang
dilakukan oleh perusahaan adalah perawatan yang terjadwal (Preventve
Maintanance) dan perawatan darurat (Emergency Maintanance), perawatan ini
dilakukan karena terjadi kemacetan atau kerusakan yang tak terduga. Perawatan
terjadwal didefinisikan Sebagai suatu Perbaikan utama ekstensif seperti:
pembangunan ulang, overhaul atau penggantian komponen utama yang
memerlukan

perencanaan,

waktu

persiapan

untuk

memasang

material,

penjadwalan penghentian peralatan untuk memastikan ketersediaan sumber daya


pemeliharaan termasuk diantaranya: pekerja, material, perkakas dan fasilitas shop.
4.1.1. Perawatan Mekanikal
Perawatan mekanikal yang dilakukan perusahaan untuk semua mesin
dilakukan sebulan sekali. Perawatan mekanikal ini dilakukan oleh maintanance
perusahaan. Perawatan mekanikal yang dilakukan meliputi pemeriksaan part-

part mesin dan penggantian part mesin yang sudah rusak. Selain itu perusahaan
juga melakukan perawatan sebelum melakukan proses produksi etiap hari.
4.1.2. Perawatan Elektrikal
Perawatan elektrikal adalah perawatan yang ditujukan untuk pemeliharaan
pencegahan korsleting listrik (Elektrical Audit) Perawatan elektrikal yang
dilakukan perusahaan untuk semua mesin dilakukan sebulan sekali yang
dilakukan secara bersamaan dengan perawatan mekanikal. Perawatan elektrikal
ini dilakukan oleh maintanance perusahaan. Perawatan elektikal yang dilakukan
meliputi pemeriksaan platina, kabel, MCB, dan relay. Kabel yang sudah tegang
atau keras akan diganti karena dianggap sudah rusak dan tidak dapat digunakan
lagi dan harus diganti.
4.1.3. Perawatan Gedung
Perawatan gedung yang dilakukan perusahaan untuk semua ruangan yang
ada di lingkungan pabrik dilakukan setiap hari. Gedung ataupun ruangan yang
dianggap sudah tidak memenuhi syarat akan segera diperbaiki. Pemeriksaan
gedung dilakukan setiap hari, kebersihan gedung dilakukan dengan adanya
kebersihan yang dilakukan oleh pekerja setelah selesai bekerja.
4.2.

Aspek-aspek Pabrik

4.2.1. Aspek Teknologi


Sistem pengoperasian mesin pada PT. Kharisma Cakranusa Rubber
Industry adalah semi otomatis, hal ini dapat dilihat pada mesin yang beroperasi
secara otomatis namun masih memerlukan operator sebagai pengendali masukan
dan keluaran dari mesin tersebut. Seperti pada mesin giling, ketika mesin
mengeluarkan gumpalan karet yang telah digiling operator harus memasukkan
kembali gumpalan karet tersebut ke dalam mesin. Hal ini dilakukan berulangulang sampai gumpalan karet tersebut berubah menjadi gumpalan karet yang
halus.
4.2.2. Aspek Organisasi dan Manajemen
Struktur organisasi PT. Kharisma Cakranusa Rubber Industry adalah
struktur organisasi fungsional, hal ini dapat dilihat dari setiap bagian atau

departemen atau bagian mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya pada


atasannya berdasarkan pengelompokan jenis jenis kegiatan produksi yang ada
dalam perusahaan.
4.2.3. Aspek Tata Letak Pabrik
Tata letak pabrik pada PT. Kharisma Cakranusa Rubber Industry meliputi
mesin, operator, dan peletakan peralatan pada lantai produksi. Berdasarkan hal
diatas PT. Kharisma Cakranusa Rubber Industry menggunakan jenis tata letak
Process Layout. Process Layout adalah layout yang mengelompokkan fasilitas
produksi berdasarkan kesamaan fungsi. Produk-produk dilantai pabrik dikerjakan
secara berpindah-pindah dari kelompok fsilitas yang satu ke kelompok fasilitas
lain mengikuti urutan proses operasi pengerjaan produk tersebut.
4.2.4. Aspek Pemasaran
Daerah pemasaran PT. Kharisma Cakranusa Rubber Industry meliputi
Kota Medan dan sekitarnya, Pekanbaru, Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, dan
Kalimatan. Cara pemasan yang dilakukan perusahaan adalah make to order dan
safety stock

untuk menjaga kemungkinan terjadinya kekurangan bahan.

Pengertian dari sistem ini adalah:


a. Make to order, yaitu perusahaan menerima orderan konsumen untuk
diselesaikan dengan ketentuan tertentu.
b. Safety stock, yaitu persediaan tambahan yang diadakan untuk melindungi atau
menjaga kemungkinan terjadinya kekurangan bahan (stock-out). Perusahaan
membuat persediaan setiap sebanyak 8-9 roll untuk persediaan.
Pemasaran PT. Kharisma Cakranusa Rubber Industry adalah berdasarkan
kemampuan produksi pabrik kemampuan pabrik dalam melakukan produksi
tergantung pada pemesanan yang ada dan sebagian dibuat sebagai persediaan
dalam pabrik dan mengantisipasi masalah yang mungkin timbul pada pabrik.
4.2.5. Aspek Sosial dan Lingkungan

Manfaat bagi lingkungan sekitar atau aspek sosial yang ditimbulkan pada
PT. Kharisma Cakranusa Rubber Industry adalah PT. Kharisma Cakranusa
Rubber Industry dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Selain
dengan menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar, PT. Kharisma Cakranusa
Rubber Industry juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para pekerja setiap
tahunnya.
PT. Kharisma Cakranusa Rubber Industry menghasilkan limbah yang tidak
merusak lingkungan diantaranya kaleng cat, oli, drum minyak, jirigen. Pabrik ini
juga memiliki tempat penyimpanan limbah tersendiri didalam pabrik. Kemudian
setelah disimpan 365 hari limbah tersebut akan disalurkan pada pengumpulan
limbah dikawasan industri medan. Selain itu, limbah dari pabrik ini yang berupa
kaleng cat dan produk reject akan dijual sehingga dapat dimanfaatkan dengan
lebih baik lagi.