Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN

Pada kesempatan safety talk kali ini, kami akan membahas tentang kecelakaan akibat kerja.
Kecelakaankecelakaan akibat kerja yang sering terjadi banyak disebabkan oleh faktor
manusia dan sedikit yang dipengaruhi oleh faktor alat.
Adapun faktor manusia banyak dipengaruhi oleh :
Latar belakang pendidikan.
Psikologis.
Keterampilan.
Fisik.
Sedangkan faktor alat sendiri banyak dipengaruhi oleh :
Kondisi alat.
Sekarang kita akan mencoba membahas faktor-faktor tersebut.
1. FAKTOR MANUSIA
a. Latar Belakang Pendidikan
Latar belakang pendidikan banyak mempengaruhi tindakan seseorang dalam bekerja. Orang
yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi cenderung berpikir lebih panjang atau dalam
memandang sesuatu pekerjaan akan melihat dari berbagai segi. Misalnya dari segi keamanan
alat atau dari segi keamanan diri. Lain halnya dengan orang yang berpendidikan lebih rendah,
cenderung akan berpikir lebih pendek atau bisa dikatakan ceroboh dalam bertindak. Misalnya
Ketika kita melakukan pekerjaan yang sangat beresiko terhadap kecelakaan kerja tetapi kita
tidak memakai peralatan safety dengan benar. Hal ini yang tentunya dapat menimbulkan
kecelakaan.
b. Psikologis
Faktor Psikologis juga sangat mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja. Psikologis
seseorang sangat berpengaruh pada konsentrasi dalam melakukan suatu pekerjaan. Bila
konsentrasi sudah terganggu maka akan mempengaruhi tindakan-tindakan yang akan
dilakukan ketika bekerja. Sehingga kecelakaan kerja sangat mungkin terjadi. Contoh faktor
psikologis yang dapat mempengaruhi konsentrasi adalah :
Masalah-masalah dirumah yang terbawa ke tempat kerja.
Suasana kerja yang tidak kondusif.
Adanya pertengkaran dengan teman sekerja.
Dsb.
c. Faktor Keterampilan
Keterampilan disini bisa diartikan pengalaman seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan.
Misalnya melakukan start/stop pada sebuah peralatan, memakai alat-alat keselamatan, dsb.
Pengalaman sangat dibutuhkan ketika melakukan pekerjaan untuk menghindari kesalahankesalahan yang berakibat timbulnya kecelakaan kerja.
d. Faktor Fisik
Lemahnya kondisi fisik seseorang berpengaruh pada menurunnya tingkat konsentrasi dan
motivasi dalam bekerja. Sedangkan kita tahu bahwa konsentrasi dan motivasi sangat
dibutuhkan ketika bekerja. Bila sudah terganggu, kecelakaan sangat mungkin terjadi. Contoh
faktor fisik ini adalah :
Kelelahan.

Menderita Suatu Penyakit.


2. FAKTOR ALAT
Kondisi suatu peralatan baik itu umur maupun kualitas sangat mempengaruhi terjadinya
kecelakaan kerja. Alat-alat yang sudah tua kemungkinan rusak itu ada. Apabila alat itu sudah
rusak, tentu saja dapat mengakibatkan kecelakaan. Contohnya adalah :
Perpipaan yang sudah tua.
Alat-alat safety yang sudah rusak.
Setelah kita mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan suatu kecelakaan kerja, kita dapat
mencegahnya yaitu dengan cara :
FAKTOR MANUSIA
Menyelesaikan masalah-masalah yang ada tanpa harus menundanya.
Jangan mencampur adukkan masalah dirumah dan di tempat kerja.
Sering membaca buku-buku pengetahuan agar wawasan kita bertambah.
Selalu menjaga kebugaran dan kesehatan dengan teratur berolahraga.
Menambah penglaman dalam suatu pekerjaan.
FAKTOR ALAT
Melakukan peremajaan pada alat-alat yang sudah tua.
Melakukan kualitas kontrol pada alat-alat yang ada di tempat kerja.
PENUTUP
Demikianlah Safety Talk kali ini kami buat, semoga dapat menambah wawasan dan
bermanfaat bagi kita semua.

5 INDUSTRI DENGAN TINGKAT KEMATIAN TERTINGGI


US National Safety Council (NSC) mempublikasikan data statistik perkiraan dari Bureau of
Labor Statistics mengenai Industri di Amerika Serikat yang menempati posisi 4 besar dengan
tingkat kematian akibat kecelakaan kerja tertinggi pada tahun 2009.
5. Industri Milik Pemerintah

Beralih ke posisi 4 ditempatioleh Perusahaan Jasa Profesional dan Bisnis dengan angka 341
pekerja yang mengalami kecelakaan kerja hingga mengalami kematian.
3. Industri Transportasi dan Pergudangan

Pada posis ke 3 ditempai Perusahaan Transportasi dan Pergudangan dengan angka 526
pekerja yang mengalami kecelakaan kerja hingga mengalami kematian.
2. Industri Pertanian

Pada posisi no. 2 ini ditempai Industri Pertanian dengan angka 527 pekerja yang mengalami
kecelakaan kerja hingga mengalami kematian.
1. Industri Konstruksi

Pada posisi no. 1 ditempati Perusahaan Konstruksi dengan angka 776 pekerja yang
mengalami kecelakaan kerja hingga mengalami kematian.
Semoga di negeri kita ini, angka kecelakaan kerja akan selalu rendah bahkan hingga titik
zero accident.
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

APD adalah seperangkat alat yang digunakan untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuh
dari potensi bahaya atau kecelakaan kerja .
APD merupakan suatu alat yang dipakai tenaga kerja dengan maksud menekan atau
mengurangi resiko masalah kecelakaan akibat kerja yang akibatnya dapat timbul kerugian
bahkan korban jiwa atau cedera.
Ada 3 faktor utama terjadinya kecelakaan yaitu :
1) Perbuatan mausia yang tidak aman (unsafe action)
2) Kondisi lingkungan yang tidak aman (unsafe condition)
3) Manajemen

Manusia merupakan faktor utama dalam segala kegiatan pelaksanaan yang dapat
memungkinkan melakukan tindakan yang kurang aman yang disebabkan beberapa hal antara
lain:
a) Tingkat pendidikan, ketrampilan yang tidak sesuai dengan pekerjaan.
b) Keadaan dan mental yang belum siap/tidak cocok untuk tugas yang diembannya.
c) Tingkah laku dan kebiasaan yang ceroboh, terlalu berani, tanpa memperdulikan pedoman
kerja/procedure.
d) Cara kerja serta proses produksi yang tidak memenuhi syarat.
e) Kurangnya pengawasan
f) Kemampuannya belum/tidak sesuai dengan kebutuhannya
g) Tidak adanya standar/pedoman kerja yang jelas.
h) Kuranganya perhatian dari pihak menajemen terhadap k3
i) System dan mekanisme inspeksi kurang/masih lengah
Alat pelindung diri sesuai dengan istilahnya, bukan sebagai alat pencegahan kecelakaan
namun berfungsi untuk memperkecil tingkat cederanya. APD harus memiliki bantuan untuk
melindungi seseorang pemakainya dalam melaksanakan pekerjaannya yang berfungsi
mengisolasi tubuh atau bagian tubuh dari bahaya serta dapat memperkecil akibat/resiko.
PENYEBAB UMUM KECELAKAAN AKIBAT KERJA
Ada banyak alasan mengapa kecelakaan terjadi. Kebanyakan industi orang cenderung melihat
sesuatu untuk disalahkan ketika terjadinya kecelakaan, karena lebih mudah dibandingkan
mencari penyebab kecelakaan seperti daftar dibawah ini. Pertimbangkan penyebab
kecelakaan yang dijelaskan.
Contoh penyebabnya :
1. Mengambil Jalan Pintas: Tiap hari kita mengambil keputusan dan berharap akan
membuat pekerjaan lebih cepat dan lebih efisient. Tetapi apakah waktu yang
mengamankan tiap resiko keselamatan Anda, atau apakah anggota yang lain? Jalan pintas
menurunkan keselamatan ada dalam bekerja tetapi meningkatkan kemungkinan Anda
cidera.
2. Percaya diri yang berlebih: percaya diri itu bagus. Terlalu percaya diri telalu bagus. ini
tidak pernah terjadi ke saya perilaku seperti ini dapat menyebabkan prosedur, perkakas
atau metode kerja yang tidak benar dalam pekerjaan Anda, Hal ini dapat menyebabkan
Anda cidera.
3. Memulai tugas dengan instruksi yang tidak tuntas: Untuk melakukan pekerjaan
dengan aman dan benar pertama kali Anda perlu informasi yang tuntas. Pernahkan Anda
melihat seorang pekerja disuruh melakukan pekerjaan, hanya diberikan sebagian instruksi
kerja? Jangan malu bertanya untuk dijelaskantentang prosedur kerja dan peringatan
keselamatan. Hal ini tidaklah membuat Anda bodoh bertanya tentang hal ini tetapi Anda
salah jika tidak bertanya.
4. Kerapian yang buruk: ketika klien, manajer, atau petugas keselamatan melewati area
kerja Anda, kerapian adalah indikator yang akurat menilai perilaku seseorang tentang
qualitas, produktifitas dan keselamatan. Kerapihan yang buru membuat berbagai tipe
bahaya. Area yang rajin dirawat membuat standar untuk yang lain ikuti. kerapihan yang
baik meliputi kebanggaan dan keselamatan.
5. Tidak memperdulikan prosedur keselamatan: Dengan senganja tidak memperdulikan
prosedur keselamatan dapat membahayakan Anda dan rekan kerja Anda. Anda digaji
untuk mengikuti kebijakan keselamatan perusahaan bukan membuat aturan Anda sendiri.

6. Ganguan mental dari pekerjaan: memiliki hari yang buru di rumah dan cemas dengan
permasalahan dirumah ketika di tempat kerja adalah kombinasi yang berbahaya. Mental
yang jatuh dapat membuat fokus anda buyar untuk mengikuti prosedur kerja aman. Anda
juga dapat terganggu ketika anda sibuk bekerja dan teman anda lewat sambing berbicara
ke adan saat Anda sedang melakukan pekerjaan.
7. Gagal merencanakan pekerjaan: Banyak pembicaraan hari ini tentang analisa bahaya
kerja JSA adalah cara yang efektif untuk menemukan cara yang pintar untuk bekerja
dengan aman dan efisien. Bekerja dengan tergesa-gesa saat memulai pekerjaa, atau tidak
berfikir tentang proses kerja dapat menempatkan anda melakukan cara yang berbahaya.
Lebih baik rencanakan pekerjaan anda kemudian bekerjalah sesuai recana tersebut.