Anda di halaman 1dari 21

TUGAS MALAKAH

ORGANISASI MANAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN


DALAM KEGIATAN POSYANDU

DISUSUN OLEH
DETA BAROQAH AF

PROGRAM STUDI D4 BIDAN PENDIDIK


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI
YOGYAKARTA
2016

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA
sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga
mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi
dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi para pembaca. Untuk ke depannya dapat memperbaiki
bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin
masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Yogyakarta, Agustus 2016


Penyusun

ii

DAFTAR ISI

Cover .......................................................................................................... i
Kata pengantar ............................................................................................ ii
Daftar isi ...................................................................................................... iii
BAB I Pendahuluan
A. Latar belakang ........................................................................................ 1
B. Rumusan masalah ................................................................................... 2
C. Tujuan penelitian ..................................................................................... 2
D. Manfaat penelitian ................................................................................... 2

BAB II tinjauan pustaka


A. Konsep dasar manajemen ........................................................................ 3
B. Konsep manajemen kebidanan ................................................................ 4
C. Fungsi manajemen kebidanan .................................................................. 4
D. Unsur-unsur manajemen kebidanan .......................................................... 6
E. Tujuan manajemen kebidanan ................................................................... 8
F. Langkah-langkah manajemen kebidanan .................................................. 8

BAB III Kasus .............................................................................................. 11


BAB IV Pembahasan .................................................................................... 14
BAB V Penutup ............................................................................................... 17

iii

Daftar pustaka ............................................................................................... 18

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tujuan MDGs (Millenium Development Goals) yang ke lima yaitu
meningkatkan kesehatan ibu, dengan salah satu indikator yaitu angka
kematian ibu. Dalam Jurnal Kesehatan Reproduksi (2011), Indonesia
mempunyai komitmen untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dari 390
per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1990 menjadi 102 per /100.000
kelahiran hidup pada tahun 2015. Berdasarkan Survei Demografi dan
Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian ibu yang berkaitan
dengan kehamilan, persalinan, dan nifas sebesar 359 per 100.000 kelahiran
hidup. Bahkan kini Indonesia sudah tertinggal dengan Timur Leste dalam
pencapaian AKI, dimana AKI Timor Leste mencapai 300 per 100.000
kelahiran hidup.
Menurut Rodiah (2012), bidan merupakan ujung tombak terdepan
dalam memberikan pelayanan persalinan dan mereka mempunyai kontribusi
langsung terhadap kematian ibu dan bayi. Sehingga setiap bidan harus dapat
berinteraksi, bekerja sama dan menyesuaikan dengan klien dalam mencapai
tujuan. Dengan demikian, bidan harus mempelajari manajemen

yang

merupakan alur pikir dalam memberikan kerangka pelayanan.


Kegiatan posyandu merupakan salah satu bagian dari pelayanan
kebidanan di puskesmas. Posyandu adalah wadah komunikasi alih teknologi
dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari keluarga berencana dari
masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan
pelayanan serta pembinaan teknik dari petugas kesehatan dan keluarga
berencana. Manajemen dalam kegiatan posyandu harus digalakkan, sehingga
input, proses, ouput, outcome, dampak kegiatan posyandu dapat bermanfaat
dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.

B. Rumusan Masalah

Pentingnya seorang bidan dalam memahami manajemen pelayanan


kebidanan, maka dapat disimpulkan pertanyaan dalam makalah ini ialah
bagaimana konsep dasar manajemen dan penerapan manajemen dalam
pelayanan kebidanan posyandu?.
C. Tujuan
1. Tujuan umum
Mahasiswi diharapkan mampu menerapkan konsep manajemen
dalam pelayanan kebidanan posyandu..
2. Tujuan khusus
a. Memahami konsep dasar manajemen.
b. Memahami konsep manajemen kebidanan
c. Memahami fungsi manajemen kebidanan
d. Memahami unsur-unsur manajemen kebidanan
e. Memahami tujuan manajemen kebidanan
f. Memahami langkah-langkah manajemen kebidanan
g. Dapat melaksanakan perencanaan dalam manajemen kebidanan
D. Manfaat
1.

Bagi Akademik
Diharapkan dengan adanya penulisan laporan ini menjadi bahan
acuan pembelajaran menyangkut teori dan tatalaksana manajemen

2.

kebidanan.
Bagi Mahasiswa
Penulisan laporan ini dapat menjadi referensi mahasiswa lain
dalam mempelajari teori dan praktik manajemen dalam pelayanan
kebidanan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Dasar Manajemen
Manajemen mempunyai arti yang sangat luas, dapat berarti proses,
seni, ataupun ilmu. Dikatakan proses karena manajemen terdapat beberapa
tahapan untuk mencapai tujuan, yaitu perencanaan, pengorganisasian,
2

pengarahan, dan pengawasan. Dikatakan seni karena manajemen


merupakan suatu cara atau alat untuk seorang manajer dalam mencapai
tujuan. Dimana penerapan dan penggunaannya tergantung pada masingmasing manajer yang sebagian besar dipengaruhi oleh kondisi dan
pembawaan manajer. Dikatakan ilmu karena manajemen dapat dipelajari
dan dikaji kebenarannya (Athoillah, 2010).
Definisi manajemen menurut beberapa ahli diantaranya adalah
sebagai berikut: Menurut Appley dan Oey Liang Lee (2010:16)
manajemen adalah seni dan ilmu, dalam manajemen terdapat strategi
memanfaatkan tenaga dan pikiran orang lain untuk melaksanakan suatu
aktifitas yang diarahkan pada pencapaian tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya. Dalam manajemen terdapat teknik-teknik yang kaya dengan
nilai-nilai estetika kepemimpinan dalam mengarahkan, memengaruhi,
mengawasi, mengorganisasikan semua komponen yang saling menunjang
untuk tercapainya tujuan yang dimaksudkan. Sedangkan menurut G.R.
Terry (2010:16) menjelaskan bahwa manajemen merupakan suatu proses
khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan, dan pengendalian untuk menentukan serta mencapai tujuan
melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Jadi
dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan melalui
pemanfaatan sumber daya dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan
efisien untuk mencapai tujuan tertentu (Athoillah, 2010).
B. Konsep Manajemen Kebidanan
Manajemen Kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang
digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan
tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan-penemuan, keterampilan
dalam rangkaian tahapan logis untuk pengambilan keputusan yang
berfokus pada klien.

Manajemen kebidanan menyangkut pemberian pelayanan yang


utuh dan menyeluruh kepada klien yang merupakan suatu proses
manajemen kebidanan yang dilaksanankan untuk memberikan pelayanan
yang berkualitas melalui tahapan-tahapan dan langkah-langkah yang
disusun

secara

sistematis

untuk

mendapatkan

data,memberikan

pelayanan yang benar sesuai dengan keputusan tindakan klinik yang


dilakukan dengan tepat,efektif dan efisien.
Pengertian manajemen kebidanan menurut buku 50 tahun IBI
tahun 2007, manajemen kebidanan adalah pendekatan yang digunakan
oleh bidan dalam menerapkan metode pemecahan masalah secara
sistematis mulai dari pengkajian, analisi data, diagnosis kebidanan,
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Menurut Depkes RI tahun 2005,
manajemen kebidanan adalah metode dan pendekatan pemecahan
masalah ibu dan anak yang khusus dilakukan oleh bidan dalam
memberikan

asuhan

kebidanan

kepada

individu,keluarga

dan

masyarakat. Sedangkan menurut Helen Varney tahun 1997, manajemen


kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai
metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori
ilmiah,penemuan-penemuan,keterampilan dalam rangkaian tahapan yang
logis untuk pengambilan suatu keputusan berfokus pada klien.
C. Fungsi-fungsi Manajemen Kebidanan
1. Fungsi Perencanaan / Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan
perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
2. Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada
sumber daya

manusia dan sumberdaya fisik lain yang

dimiliki perusahaan untuk menjalankan

rencana yang telah

ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.


3. Fungsi Pengarahan / Directing / Leading / Actuating
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer
untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal

serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain


sebagainya.
4. Fungsi Pengendalian / Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja
berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat
perubahan atau perbaikan jika diperlukan.
Fungsi-fungsi tersebut harus ada agar mendapatkan hasil
manajemen yang maksimal untuk perusahaan atau organisasi. Menurut
Ibnu Syamsi fungsi manajemen terdiri dari :
1. Fungsi perencanaan
2. Fungsi mengatur pelaksanaan
a. Pengorganisasian (organizing )
b. Penyiapan tenaga ( staffing)
c. Pengarahan (directing)
d. Pengkordinasian (coordinating)
e. Permintaan laporan ( reporting )
3. Fungsi pengendalian (controlling )
4. Fungsi pengembangan (development )
Manajemen

adalah

suatu

bentuk

kerja.

Manajer

dalam

pekerjaannya harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang


dinamakan fungsi-fungsi manajemen, yaitu sebagai berikut :
1. Planning ( Perencanaan )
Yaitu menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama suatu
masa yang akan dating dan apa yang harus diperbuat agar dapat
mencapai tujuan-tujuan itu.
2. Organizing
Yaitu mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting
dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan
itu.
3. Staffing
Yaitu menentukan keperluan-keperluan sumber daya manusia,
pengarahan,
penyaringan, latihan pengembangan tenaga kerja.
4. Controlling (pengawasan)
Yaitu mengukur pelaksanaan dengan tujuan-tujuan, menentukan
sebab-sebab penyimpangan dan mengambil tindakan korektif yang
diperlukan.
D. Unsur-unsur Manajemen Kebidanan
5

Unsur unsur dari manajemen yaitu Untuk mencapai tujuan yang


telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan
syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut
dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan
markets.
1. Man (SDM)
Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan.
Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan
proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses
kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja.
2. Money (uang)
Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang
merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil
kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam
perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting
untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan
secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang
harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang
dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari
suatu organisasi.
3. Materials (bahan)
Materi terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi.
Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain
manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan
bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan
manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil
yang dikehendaki.
4. Machines (mesin)
Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. Penggunaan
mesin akan membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan
yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.
5. Methods (metode)
Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata
cara kerja yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah

metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja


suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan
kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan
waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode
baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau
tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan.
Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya
sendiri.
6. Market (pasar)
Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila
barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan
berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu,
penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan
faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka
kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan
daya beli (kemampuan) konsumen.
E. Tujuan Manajemen Pelayanan Kebidanan
Tujuan manajemen harus mengandung unsur-unsur :
1. What : Kegiatan apa yang akan dikerjakan harus jelas.
2. Who : Sasarannya harus jelas, siapa yang akan mengerjakan,
beberapa yang ingin dicapai.
3. When : Kejelasan waktu untuk menyelesaikan kegiatan.
4. How : Prosedur kerjanya ( SOP ) jelas, sesuai dengan SPK
( Standar Pelayanan Kebidanan ).
5.

Why : Mengapa kegiatan itu harus dikerjakan, dengan penjelasan


yang jelas.

6. Where : Kapan dan dimana kegiatan akan dilakukan tertera jelas.


7. Which : Siapa yang terkait dengan kegiatan tersebut ( lintas sektor
walaupun lintas program yang terkait ).
F.

Langkah langkah Manajemen Pelayanan Kebidanan


1.

P1 ( Perencanaan )

Perencanaan adalah proses untuk merumuskan masalah


kegiatan, menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia,
menetapkan tujuan kegiatan yang paling pokok dan menyusun
langkah-langkah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
( landasan dasar ). Contoh : jadwal pelayanan anc di posyandu,
puskesmas, rencana pelatihan untuk kader, nakes
2.

P2 ( Pengorganisasian )
Pengorganisasian adalah suatu langkah untuk menetapkan
menggolong-golongkan, dan mengatur berbagai kegiatan, penetapan
tugas-tugas dan wewenang seseorang dan pendelegasian wewenang
dalam rangka pencapaian tujuan layanan kebidanan.
Inti dari pengorganisasian adalah merupakan alat untuk
memadukan atau sinkronisasi semua kegiatan yang berasfek personil,
finansial, material dan tata cara dalam rangka mencapai tujuan
pelayanan kebidanan yang telah di tetapkan. Contoh : P2
(Pelaksanaan ), puskesmas, puskesmas pembantu, polindes dan
pembantu, balai desa

3.

P3 ( Penggerakan Dan Pelaksanaan, Pengawasan Dan Pengendalian )


Penggerakan dan Pelaksanaan adalah suatu usaha untuk
menciptakan iklim kerja sama di antara pelaksanaan program
pelayanan kebidanan sehingga tujuan dapat tercapai secara efektif
dan efisien.
Fungsi manajemen ini lebih menekankan bagaimana seseorang
manajer pelayanan kebidanan mengarahkan dan menggerakkan
semua sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pelayanan
kebidanan yang telah di sepakati. Contoh : pencatatan dan pelaporan
( sp2tp ), supervisi, stratifikasi puskesmas, survey.

G. Perencanaan Dalam Manajemen Pelayanan Kebidanan


Seorang Bidan haruslah berfikir logikatik, anallitis, sistematik,teruji
secara empiris, memenuhi sifat pengetahuan umum yaitu : objektif, umum

dan memiliki metode ilmiah. Penerapan di dalam Manajemen Pelayanan


Kebidanan. Unsur- unsur dalam perencanaan Pelayanan Kebidanan
meliputi :
1. IN PUT
Merujuk pada sumber-sumber yang diperlukan untuk melaksanakan
aktifitas yang meliputi :
a. Man : Tenaga yang di manfaatkan.
Contoh : Staf atau Bidan yang kompeten
b. Money : Anggaran yang di butuhkan atau dana untuk program
c. Material : Bakau atau materi ( sarana dan prasarana ) yang
dibutuhkan
d. Metode : Cara yang di pergunakan dalam bekerja atau prosedur
kerja
e. Minute / Time : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan program
f. Market : Pasar dan pemasaran atau sarana program
2. PROSES
Memonitor

tugas

atau

kegiatan

yang

dilaksanakan.

Meliputi

Manajemen Operasional dan Manajemen asuhan.


a. Perencanaan ( P1 )
b. Pengorganisasian ( P2 )
c. Penggerakan dan pelaksanaan, Pengawasan dan Pengendalian (P3 )
3. OUT PUT
Cakupan Kegiatan Program :
a. Jumlah kelompok masyarakat yang sudah menerima layanan
kebidanan ( memerator ), di bandingkan dengan jumlah kelompok
masyarakat

yang

menjadi

sasaran

program

kebidanan.

( Denominator )
b. Pelayanan yang diberikan sesuai dengan standar pelayanan
kebidanan ( Mulai dari KIE, Asuhan Kebidanan, dsb )
Contoh : Untuk BPS : Out Putnya adalah
a. Kesejahteraan ibu dan janin

b. Kepuasan Pelanggan
c. Kepuasan bidan sebagai provider
4. EFFECT
Perubahan pengetahuan, sikap, dan prilaku masyarakat yang diukur
dengan peran serta masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan
kebidanan yang ada di sekitarnya ( Posyandu, BPS, Puskesmas dsb )
yang tersedia.
5. OUT COME ( IMPACT )
Di pergunakan untuk menilai perubahan atau dampak ( impact ) suatu
program, perkembangan jangka panjang termasuk perubahan status
kesehatan masyarakat.
BAB III
KASUS
Manajemen Pelayanan Kebidanan Posyandu
Setiap hari kamis minggu terakhir suatu bulan, Puskesmas Setia Negara
Kecamatan Curup Kota mengadakan kegiatan Posyandu bayi dan balita di salah
satu rumah kader di Jalan Baru. Berikut rincian pelaksanaan Posyandu :
A. Struktur Organisasi
Ketua

: Ny. M

Wakil Ketua

: Ny. T

Bendahara

: Ny. A

Sekretaris

: Ny. U

Seksi Pendaftaran

: Ny. R

Seksi Penimbangan

: Ny. D

Seksi Pencatatan

: Ny. S

Seksi Penyuluhan

: Pihak Puskesmas

Seksi Kesehatan

: Pihak Puskesmas

B. Dana
Sumber pendanaan berasal dari swadaya masyarakat sekitar, bisa berupa
makanan, sumbangan pemerintah dan puskesmas.
C. Alat dan Bahan

10

1. alat timbang, buku pencatatan disiapkan oleh kader, dimana alat timbang
merupakan aset yang diberikan oleh Puskesmas atau pengadaan
pemerintah
2. vaksin, jarum suntik, obat-obatan disediakan oleh pihak puskesmas yang
bertanggungjawab pada program Posyandu. Vaksin disimpan oleh pihak
puskesmas dalam box vaksin.
3. Kartu KMS disiapkan oleh pihak Puskesmas
D. Waktu dan Tempat
Dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 25 Agustus 2016, dari pukul 08.00
WIB sampai selesai, di halaman rumah kader NY .L
E. Pembagian Tugas
Setiap kader mempunyai kewajiban memberitahu kapan dan dimana akan
dilaksanakan Posyandu, atau apakah ada perubahan jadwal, paling lambat
satu hari sebelum pelaksanaan. Pada hari pelaksanaan, sebagian kader akan
menyiapkan konsumsi yang merupakan swadaya masyarakat sebelumnya,
menyiapkan lokasi dan peralatan yang diperlukan. Sebagai bidan desa, bidan
membimbing para kader dalam melaksanakan tugas. Meja posyandu dibagi
menjadi 5 meja, yaitu :
a. Meja I pencatatan bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui dan pasangan usia
subur, dilakukan oleh kader.
b. Meja II Penimbangan Balita, Ibu hamil oleh kader
c. Meja III Dilakukan Pengisian KMS.
d. Meja IV Menjelaskan data KMS tentang Anak / Balita ataupun Bayi dari
hasil penimbangan yang dilakukan. Setelah itu diketahui berat badan anak
yang naik / tidak, Ibu hamil dengan resiko tinggi, PUS yang belum
mengikuti KB. Baru Memberikan pelayanan gizi kepada Ibu Balita serta
Ibu hamil dan juga kesehatan dasar seperti pemberian oralit, pemberian
vitamin A, dan tablet zat besi.
e. Meja V Pelayanan kesehatan dan KB meliputi : Imunisasi, Pemberian
vitamin A melalui oral setiap bulan Februari dan Agustus, Pembagian pil
KB atau kondom, Pengobatan ringan, Konsultasi mengenai KB,

11

Pemeriksaan kehamilan. Untuk meja I sampai IV dilaksanakan oleh kader


kesehatan.
f. meja V dilaksanakan oleh petugas kesehatan seperti dokter, bidan, perawat
dan sebagainya.
Setiap kegiatan posyandu masih diawasi dan dipandu oleg bidan, dan setiap
selesai melaksanakan posyandu, dilakukan rapat membahas hasil kegiatan, info
terbaru mengenai kesehatan yang dapat disebarkan oleh kader, masalah-masalah
yang dihadapi kader dalam pelaksanaan, masukan dan saran dalam kegiatan.
Kesimpulan pun dirumuskan dalam rapat berupa prioritas masalah , apakah tujuan
program berupa peningkatan cakupan vaksinasi, identifikasi imunisasi campak
apakah sesuai target. Prioritas masalah, hambatan yang telah dibahas akan
menjadi bahan acuan untuk membuat kerangka kerja untuk kegiatan Posyandu
bulan selanjutnya.
Selain itu, bidan sebagai pembina posyandu juga memberikan motivasi
kader dan staf kesehatan, sehingga peran serta mereka yang optimal dapat
ditingkatkan

untuk

menunjang

pelaksanaan

program.

Sebagai

bentuk

pertanggungjawaban, bidan desa melakukan pencatatan laporan program setiap


pelaksanaan posyandu kepada kepala puskesmas dan koordinator posyandu di
puskesmas. Kepala puskesmas dan pihak koordinator posyandu menilai apakah
ada kesenjangan antara target dan standard dengan cakupan dan kemampuan staf
dan kader untuk melaksanakan tugas-tugasnya (aspek pengawasan), menganalisis
faktor-faktor penybab timbulnya kesenjangan tersebut, merencanakan dan
melaksanakan langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan yang muncul
berdasarkan faktor2 penyebab yang sudah diidentifikasi (aspek pengendalian).

12

BAB IV
PEMBAHASAN
Definisi Posyandu adalah wadah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan
dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibimbing petugas terkait. (Departemen
Kesehatan RI. 2006).
Berdasarkan kasus diatas, dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan
kegiatan posyandu, seorang bidan dalam melaksanakan kegiatan posyandu secara
sistematis yang sesuai dengan teori.
Penerapan Menajemen Di Posyandu berdasarkan kasus di atas yaitu:
A. In Put
1. Man : Staf atau Bidan yang kompeten, kader
2. Money : Sumber pendanaan berasal dari swadaya masyarakat sekitar,

bisa berupa makanan, sumbangan pemerintah dan puskesmas.


3. Material : alat timbang, buku pencatatan disiapkan oleh kader, dimana

alat timbang merupakan aset yang diberikan oleh Puskesmas atau


pengadaan pemerintah. vaksin, jarum suntik, obat-obatan disediakan
oleh pihak puskesmas yang bertanggungjawab pada program
Posyandu. Vaksin disimpan oleh pihak puskesmas dalam box vaksin.
Kartu KMS disiapkan oleh pihak Puskesmas

13

4. Metode : Cara yang di pergunakan dalam bekerja atau prosedur kerja

berupa kerjasama lintas sektor dari sesama bidan, bidan kepada kader,
bidan kepada pimpinan puskesmas.
5. Minute / Time : dilakukan pada hari kamis, dari pukul tanggal 25

Agustus 2016, dari pukul 08.00 WIB sampai selesai, di halaman


rumah kader NY .L
6. Market : masyarakat, dengan pemberian informasi langsung dari kader

B. Proses
Memonitor tugas atau kegiatan yang dilaksanakan. Meliputi
Manajemen Operasional dan Manajemen asuhan.
1.

Perencanaan (P1), merupakan awal dan arah dari proses menajemen


posyandu secara keseluruhan. Perencanaan program posyandu terdiri
dari lima langkah penting yaitu;

2.

a.

Menjelaskan berbagai masalah

b.

Menentukan perioritas masalah

c.

Menetapkan tujuan dan indikator keberhasilannya

d.

Mengkaji hambatan dan kendala

e.

Menyusun rencana kerja operasional

Pengorganisasian (P2), dari struktur organisasi Puskesmas dapat


diketahui mekanisme pelimpahan wewenang dari pimpinan kepada
staf sesuai dengan tugas -tugas yang diberikan.

3.

Penggerakan-pelaksanaan

Keberhasilan

pengembangan

fungsi

menajemen ini sangat dipengaruhi oleh keberhasilan pimpinan


Puskesmas menumbuhkan motivasi kerja staf dan semangat kerja
sama antara staf dengan staf lainnya di Puskesmas (lintas program),
antara staf Puskesmas dengan masyarakat, dan antara staf Puskesmas
dengan pimpinan instansi di tingkat kecamatan (lintas sektoral).
4.

Pengawasan dan pengendalian Salah satu aspek yang diawasi selama


pelaksanaan program posyandu di lapangan adalah ketrampilan kader
dalam melakukan penimbangan dan membuat pencatatan dan

pelaporan posyandu.
C. Out Put

14

Cakupan Kegiatan Program :


1. Jumlah kelompok masyarakat yang sudah menerima

layanan

kebidanan ( memerator ), di bandingkan dengan jumlah kelompok


masyarakat yang menjadi sasaran program kebidanan (Denominator )
apakah terjadi peningkatan atau penurunan.
2. Pelayanan yang diberikan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan,
berupa kesejahteraan ibu dan janin, bayi, balita, kepuasan pelanggan,
kepuasan bidan sebagai provider

D. Effect
Perubahan pengetahuan, sikap, dan prilaku masyarakat yang diukur
dengan peran serta masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kebidanan
berupa posyandu.
E. Out Come ( Impact )
Di pergunakan untuk menilai perubahan atau dampak ( impact )
suatu program, perkembangan jangka panjang termasuk perubahan status
kesehatan masyarakat.

15

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan melalui pemanfaatan sumber
daya dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai
tujuan tertentu. Manajemen kebidanan menyangkut pemberian pelayanan
yang utuh dan menyeluruh kepada klien yang merupakan suatu proses
manajemen kebidanan yang dilaksanankan untuk memberikan pelayanan
yang berkualitas melalui tahapan-tahapan dan langkah-langkah yang disusun
secara sistematis untuk mendapatkan data,memberikan pelayanan yang benar
sesuai dengan keputusan tindakan klinik yang dilakukan dengan tepat,efektif
dan efisien.
Unsur- unsur dalam manajemen pelayanan kebidanan meliputi in put
merujuk pada sumber-sumber yang diperlukan untuk melaksanakan aktifitas,
proses berupa perencanaan ( P1 ), pengorganisasian ( P2 ), penggerakan dan
pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian (P3 ), out put berupa jumlah
kelompok

masyarakat

yang

sudah

menerima

layanan

kebidanan

( memerator ), di bandingkan dengan jumlah kelompok masyarakat yang


menjadi sasaran program kebidanan, serta pelayanan yang sesuai standar ,

16

efect berupa peran serta masyarakat dalam pemanfatan pelayanan kebidaan


serta out come atau impact berupa penilaian perubahan suatu program.

DAFTAR PUSTAKA
Suryani

Soepardan,

2007, Konsep

Kebidanan

,Kedokteran

EGC,Jakarta

Asrinah,dkk. 2010. Konsep kebidanan. Graha Ilmu : Yogyakarta. Hal. 109


Saifuddin,Abdul

Bari.dkk.2006.Pelayanan

Neonatal.Jakarta:Yayasan

Bina

Pustaka

Kesehatan
Sarwono

Maternal

dan

Prawirohardjo.

Simatupang,Erna Juliana. 2008.Manajemen Pelayanan Kebidanan.Jakarta;EGC.


Soepardan ,Suryani. 2007.Konsep Kebidanan. Jakarta;EGC.
Estiwidani,dwana, dkk. 2008. Konsep Kebidanan. Yogyakarta:Fitramaya.
Sofyan,mustika, Nur aini madjid, Ruslidjah Siahaan. 2008. 50 Tahun IBI
BidanMenyongs
Varney, Helen, 2007, Buku Ajaran Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC

17

Anda mungkin juga menyukai