Anda di halaman 1dari 11

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN BATUBARA

GEOLOGI DAN STRATIGRAFI BATUBARA


Batubara merupakan batuan organik yang telah terjadi pada kondisi lingkungan yang
ada selama berjuta-juta tahun diatas permukaan bumi. Para ilmuwan geofisika dan
geologi modern menjelaskan tentang coalification yang merupakan evolusi
geochemical, mulai dari pembusukkan material organik dalam rawa yang
diikuti perubahan bentuknya karena pengaruh geologi (kedalaman, temperatur
dan kekuatan tektonik).

Aspek Geotektonik
Ada 3 aspek yang memperngaruhi perkembangan bumi yaitu teori kontinental drift
(the theories of continental drift), lantai samudra (ocean floor spreading) dan
lempeng tektonik (plate techtonics). Hal ini yang menyebabkan terjadinya
vulkanisme, gempa bumi, perubahan iklim, distribusi binatang dan tumbuhan pada
masa lampau, penyimpangan kutub dan lain-lain.

Sejarah Geologi Batubara


Sejarah geologi mempunyai 2 jaman formasi humolith yang besar.
1.

Anthracolitikum yang meluas dari carboniferous yang lebih rendah ke


Permian. Carboniferous sebagian besar terdapat di hemisphere utara yang
terdapat pada gridle yang luas. Kedalaman bagian atas carboniferous bisa
mencapai 3 miles.
Formasi rawa pada periode ini terus menyebar dan meluas. Rawa ini telah
melewati proses subsidence mantap yang sebagian besar seimbang oleh
sedimentasi. Area

yang luas ini disebut

geosinkllin. Bagian atas

carboniferous yang produktif karena pergerakan bumi, sebagian tenggelam


dan sebagian lagi mengalami pengikisan.
Secara umum pembentukan batubara palaezoic dimulai di amerika utara
dan kemudian menyebar ke arah tenggara. Seperti batubara siberia,
sebelah barat asia dan australia sepanjang Permian.
2.

Era formasi humolith, batubara yang terbentuk pada jaman humolith


sebagian besar batubara lignit dan brown coals.
Batubara yang terbentuk proses dimulai di sebalah uatara-barat bagian
belahan bumi. Bidang batubara di amerika utara,memanjang dari utan ke
alaska mengumpul di sepanjang Late carteceous. D Eropa bidang lignit di
selatan prancis, jerman, itali, austria, hungaria dan Yugoslavia sepanjang
bagian teratas Cretaceous dan Eocene. Di Jepang terbentuk pada jaman
Tertiary, sedangkan Indonesia dan Patagoni pada masa dibawah Miocene.
Dan semua peat terbentuk dibawah Quaternary.

Adanya

pengaruh

geologi,

paleonthologi

modern

dan

iklim

menyebabkan

pembentukkan batubara pada periode dan tempat tertentu saja, dan juga korelasi
batubara antar daerah.
Tumbuhan yang berlimpah membentuk carboniferous pada zaman cryptogams yang
tersimpan di subtropical lagonal atai rawa deltaic.
Tektonik mempunyai pengaruh penting dalam pembentukkan batubara, karena
suatu cekungan yang surut merupakan kondisi yang tepat untuk mengakumulasikan
tumbuhan yang mati.

Penyebab pembatubaraan :
Faktor biokimia merupakan bagian penting dalam langkah awal pembatubaraan,
Proses pembusukan mikrobiologi dapat berlangsung apabila jamur dan bakteri
mampu untuk menghancurkan material. Sebab Jamur tidak terjadi diluar kedalam 40
cm, pembentukan batubara muda tidak dipengaruhi oleh organisme ini. Efek dari
bakteri akan berkurang cepat seiring kedalaman. Setelah tahap humification dan
pembentukan batubara muda, faktor geofisika memegang peranan penting. Pada
kondisi aerobic tanah bakar hanya dapat mengubah batubara coklat (brown coal).

Tumbuhan pembentuk Batubara


Secara garis besar, evolusi tumbuhan pembentuk batubara terbagi dalam 3
golongan.
1.

Tumbuhan tingkat tinggi (Angiospermae), tumbuhan dengan pohon besar


atau tumbuhan berkambium, rumput-rumputan dan semak belukar. Pada
masa itu jumlah tumbuhan sangat banyak, sehingga gambut yang terbentuk
pada masa itu sangat melimpah.

2.

Golongan rendah (Gymnospermae)

3.

Golongan crytogains occupies, tumbuhannya merupakan tumbuhan perintis


seperti lumut dan hanya menghasilkan sedikit gambut.

Seiring dengan adanya evolusi bumi, maka tumbuhan yang telah mati tersebut akan
terendapkan dan terakumulasi kemudian akan mengalami perubahan bentuk secara
kimia menjadi gambut dan berlanjut dengan proses terhumifikasi yang akan
membentuk batubara.

Ciri-ciri struktur lapisan batubara :


Pada umumnya lapisan batubara itu sangat luas, dengan ketebalan yang bervariasi
dan biasnya tidak begitu besar. Sebagian lapisan batubara berpotongan dengan
lapisan pengupasnya (biasanya gamping) yang mempunyai struktur baik dan
konstan dan menutupi lapisan batubara. Hal inilah yang menyebabkan singkapan
batubara hanya sedikit terlihat.